Anda di halaman 1dari 9

TUGAS 1

Mohammad Ilham Daradjat-1606904964

1) Jelaskan definisi “pengelasan” menurut AWS atau British Standard (BS) dan Berikan
perbedaan utama antara Welding, Brazing dan Soldering secara umum.
=
Pengelasan adalah penyambungan antara dua/lebih material dalam keadaan plastis atau cair
dengan menggunakan panas (heat) atau tekanan (pressure) atau keduanya. Logam pengisi
(filler metal) dengan temperature lebur yang sama denga temperatur lebur dari logam induk
dapat atau tanpa digunakan dalam proses penyambungan tersebut. (British Standards
Institution 1983:BS449:Part 1)
Pengelasan adalah penyambungan dari logam atau non-logam yang dihasilkan
dengan memanaskan material hingga temperatur las, dengan atau tanpa menggunakan
tekanan (pressure), atau hanya tekanan, dengan atau tanpa menggunakan logam pengisi.
(American Welding Society 1989 Welding Hanbook Vol.I 8th Edition)
Welding adalah penyambungan antara dua material atau lebih dengan
menggunakan logam (filler metal) dengan titik leleh yang hampir sama, pada keadaan
plastis atau cair dengan menggunakan panas dan/atau tekanan sehingga terbentuk
sambungan antar kedua material sejenis. Oleh karena logam pengisi yang memiliki sifat
hampir serupa, kekuatan sambungan akan menyerupai logam induk.
Brazing adalah proses penyambungan material dengan menggunakan kuningan
sebagai material penyambung. Titik leleh logam pengisi (kuningan) jauh lebih rendah dari
logam induk sehingga panas proses tidak merubah struktur dalam kristal logam induk. Oleh
karena logam pengisi yang berbeda kekuatan sambungan akan sedikit lebih rendah
dibandingkan logam induk, sehingga pada aplikasi pembebanan ekstrem sambungan rawan
mengalami kegagalan (failure). Ikatan antara sambungan dan material penyambung
disebabkan oleh aksi kapiler kuningan pada celah logam induk. Oleh karena inilah logam
pengisi pada proses Brazing harus dapat larut sebagian pada logam induk.
Soldering adalah proses peyambungan material khususnya komponen elektronik
dengan menggunakan timah panas sebagai material penyambung. Penggunaan timah
menyebabkan sambungan sangat lemah dibanding logam induk. Timah memiliki nilai
resistansi yang rendah sehingga sambungan solder akan memiliki konduktivitas yang baik.

2) (a) Jelaskan perbedaan antara proses pengelasan dan proses casting pada umumnya.
=
Lasan adalah proses pengecoran secara kecil pada suatu titik celah material yang akan
disambung dengan membentuk ikatan antara lasan dan cetakan (logam kerja). Pengecoran
adalah proses pembentukan logam dengan cara menuangkan logam cair kedalam celah
berbentuk khusus, pada pengecoran diharapkan logam tidak berikatan dengan cetakan
sehingga mudah dilakukan pencopotan (diassembling)
Lasan cenderung membeku sangat cepat dibandingkan proses pengecoran yang
dapat direkayasa proses pendinginannya sesuai kebutuhan. Penuangan pada pengelasan
dilakukan dengan relatif cepat dan terus menerus untuk meminimalisir cacat las terbentuk.
Penuangan pada proses casting harus optimum untuk menciptakan logam coran yang baik.

(b) Melihat sisi teknik dan sisi ekonomi, jelaskan keuntungan dan kerugian untuk
pemilihan proses penyambungan pada suatu pelat baja yang menggunakan proses
antara: pengelasan, mechanical joining, Adhesive Bonding dan Brazing/soldering, bila
dilihat dari kuntitas material yang dipakai dan arah tegangan (stress direction).
=
Pengelasan merupakan penyambungan yang memiliki kekuatan terbaik dari segi
keteknikan karena sifat material penyambung yang dapat direkayasa hingga mencapai
kekuatan yang serupa dengan material induk. Namun dari sisi ekonomis sedikit mahal
karena energi dan keahlian khusus yang harus dimiliki operator sehingga menaikan nilai
jual dan harga produk. Dapat menjadi ekonomis apabila penyambungan dilakukan pada
benda kerja yang cukup besar. Pengelasan menyebabkan distribusi gaya pada material
penyambung dan disambung secara lurus pada pembebanan searah dengan sambungan.
Mechanical Joining memiliki kekuatan yang terbilang lemah dan dapat dilepas
kembali (kecuali rivet). Penyambungan dengan metode ini lebih murah jika dilakukan pada
jumlah kecil. Titik penyambungan sangat penting karna akan mempengaruhi kekuatan dan
nilai ekonomis produk. Penyambungan secara mechanical joining akan memindahkan arah
pembebanan tarik pada material penyambung menjadi pembebanan geser.
Adhesive Bonding merupakan metode penyambungan dengan menggunakan
substansi tertentu (umumnya material polimer thermoset) untuk melekatkan kedua sisi
material. Kekuatan mekanik tidak sebaik pengelasan, namun jauh lebih murah secara
ekonomi. Penyambungan adhesive bonding melibatkan pemanasan untuk mengaktifkan
material thermoset sehingga perlu diperhatikan suhu curing thermoset agar tidak terjadi
pertumbuhan butir pada material induk. Hal ini dapat disiasati dengan penambahan katalis
untuk menurunkan temperatur curing. Arah pembebanan pada penyambungan dengan cara
ini akan bergeser yang menyebabkan titik penyambungan rawan mengalami kegagalan.
Brazing/Soldering merupakan penyambungan material dengan material penyambung
lain (kuningan, timah) yang menyebabkan sifat penyambung yang relatif akan lebih lemah
dari material induk. Secara ekonomi akan lebih murah dibandingkan pengelasan. Arah
pembebanan sama seperti pada Adhesive Bonding akan bergeser sehingga menciptakan
titik lemah pada daerah sambungan.

Gambar disamping mendemonstrasikan distribusi


gaya pada material yang disambung secara: Screwing,
Riveting, Adhesive Bonding, Soldering/Brazing, dan
Welding secara berurutan dari atas sampai bawah

3) Berikan empat (4) kelebihan dan empat (4) kerugian dari proses SAW (submerged arc
welding), bila dibandingkan dengan proses SMAW (manual metal arc welding).
Kelebihan
 SAW asap dan gas yang dihasilkan pada prose lebih sedikit karna tertutup flux,
tidak seperti SMAW
 Produktifitas SAW tinggi dengan menggunakan arus yang tinggi dan mudah di
automatisasi.
 Terak yang dihasilkan proses SAW jauh lebih sedikit dibandingkan proses SMAW
 Proses SAW yang menggunakan fluks memproteksi lasan dari atmosfir dengan baik
dibandingkan SMAW.
Kerugian
 SAW hanya dapat dilakukan pada posisi mendatar, tidak seperti SMAW yang dapat
dilakukan pada beberapa posisi.
 Arus yang tinggi yang digunakan pada SAW membuat penetrasi cukup dalam yang
mempengaruhi kualitas logam las yang bergantung pada komposisi logam induk
dan kondisi pengelasan, tidak seperti SMAW yang dapat dikontrol arusnya.
 Deposition rate dari SAW jauh lebih tinggi ketimbang SMAW.
 SAW peralatan rumit dan lebih mahal dibandingkan SMAW

4) Kalimat di bawah ini, yang menjelaskan las MAG (metal active gas), memiliki kesalahan
dalam kalimat dalam kurung ( ). Mohon untuk memperbaiki kalimat tersebut.
(a) Dalam kasus pengelasan yang menggunakan gas pelindung (GMAW) yang

menggunakan campuran antara argon dengan 20% dari gas CO2, modus transfer
logam menjadi spray transfer (ketika kecepatan pengelasan lebih tinggi dari nilai
kritis tertentu).
=
Dalam kasus pengelasan yang menggunakan gas pelindung (GMAW) yang
menggunakan campuran antara argon dengan 20% dari gas CO2, modus transfer
logam menjadi spray transfer ketika arus pengelasan (welding current) lebih tinggi
dari nilai kritis tertentu.
(b) Di bandingkan dengan penggunaan 100% gas CO 2 dalam proses MAG (GMAW)

dimana parameter pengelasannya sama, MAG pengelasan dengan menggunakan


gas campuran dari 80% argon dan 20% CO2 memiliki (manik yang lebih besar,
tetapi dengan mudah terjadi spatter (puncratan logam cair yg keluar dari weld
metal)).
=
Di bandingkan dengan penggunaan 100% gas CO 2 dalam proses MAG (GMAW)
dimana parameter pengelasannya sama, MAG pengelasan dengan menggunakan
gas campuran dari 80% argon dan 20% CO2 memiliki manik yang lebih besar,
dengan spatter yang lebih sedikit.

5) Sebutkan setidaknya tiga (3) fitur penting dari TIG welding (GTAW), bila dibandingkan
dengan proses
SMAW.
=
 Elekroda yang digunakan pada TIG merupakan tungsten yang memiliki titik leleh
sangat tinggi sehingga elektroda tidak meleleh dan habis ketika pengelasan seperti
SMAW.
 Kawat pengisi (metal filler) terpisah dan diumpan baik secara manual atau dengan
mesin.
 Busur listrik (arc) terbentuk antara logam pengisi dan elektroda tungsten. Pada
SMAW busur listrik terbentuk antara elektroda dan logam induk (weld pool).

6) Sebutkan tiga (3) keuntungan dan tiga (3) kerugian dari las MAG bila dibandingkan dengan
proses SAW (las busur terendam).
=
Keuntungan
 Elektrode yang digunakan dalam MAG bersifat inert karna tungstentidak ikut
meleleh, sehingga tidak konsumtif seperti SAW
 Pengelasan MAG dapat dilakukan dalam berbagai posisi, tidak seperti SAW yang
harus dengan kondisi mendatar.
 Arus yang dipakai pada MAG dapat diatur dan dikontrol sehingga menghasilkan
produktifitas yang baik. Arus pada SAW sangat besar.
Kerugian
 MAG menghasilkan gas tidak seperti SAW yang menghasilkan jauh lebih sedikit
gas.
 Peralatan MAG jauh lebih kompleks dari SAW.
 Pengoperasian MAG jauh lebih kompleks dibandingkan dengan SAW.
7) Memilih tiga (3) keuntungan dan tiga (3) kerugian dari FCAW pengelasan dibandingkan
dengan MAG (metal gas aktif).
=
Keuntungan
 Kecepatan deposisi FCAW jauh lebih cepat dibandingkan dengan MAG
 Proses FCAW jauh lebih ekonomis dibandingkan proses MAG
 Proses FCAW lebih simple dan mudah dibandingkan MAG
Kerugian
 Terak yang dihasilkan dalam proses FCAW lebih banyak dibandingkan MAG.
 Kemungkinan terjadi inklusi terak di FCAW pada lasan lebih besar dibandingkan
dengan MAG.
 FCAW lebih menghasilkan banyak asap dan Sinar UV dibandingkan MAG.

8) Jelaskan tentang transfer logam pada pengelasan GMAW (MIG) dan jenis transfer mana
yang saudara pilih bila digunakan untuk mengelas pelat yang tipis (thin plates).

=
Short Arc Transfer merupakan metode transfer logam yang menggunakan prinsip sentuhan
pada weld pool yang menciptakan arus pendek terus menerus yang menyebabkan logam
cair jatuh pada tiap siklusnya. Siklus terjadi pada umumnya 20-200 siklus per detik.
Metode ini menggunakan elektroda dengan diameter yang kecil dengan shielding gas
campuran argon dan carbon dengan komposisi beragam dan tegangan yang kecil. Metode
ini cocok dilakukan untuk plat tipis.
Globular Transfer mentransfer logam cair secara tetes besar bahkan lebih besar dari
permukaan elektroda ke permukaan lasan. Metode ini menciptakan spatter yang besar
sehingga tidak cocok digunakan pada plat tipis, karna akan sulit dalam pembersihan
permukaannya pasca pengelasan. Spatter dapat diminimalisir dengan penggunaan
tegangan tinggi dengan gas pelindung CO2 dan busur listrik yang terendam.
Spray Transfer menyemprotkan logam cair kepermukaan lasan. Metode ini
menggunakan voltase listrik dengan frequensi yang relatif besar, namun menghasilkan
spatter paling sedikit. Metode ini dapat dicapai dengan pengunaan lebih dari 80% gas
pelindung argon
Pulsed Transfer menjatuhkan logam cair satu persatu dengan pulsa (pulse). Metode
ini dicapai dengan menggunakan frequensi listrik yang besar namun tegangan yang kecil.
Gas Argon juga digunakan pada proses transfer ini.
Rotating Transfer mentransfer logam dengan cara berputar membentuk pola
sehingga pengelasan dapat dilakukan dengan mudah.
Untuk pengelasan pada plat tipis, disarankan menggunakan metode Short Arc
Transfer karena spatter yang dapat dengan mudah dikontrol dan hasil lasan yang dapat
lebih rata.

9) Bila saudara diminta untuk mengelas material seperti aluminium dan paduannya dengan
pengelasan TIG (GTAW), jelaskan jenis polaritas arus (DCRP, DCSP atau AC baik yang
low frekwensi atau high frekuensi) yang harus saudara dipilih dan beri alasan hasil pilihan
saudara.

=
Untuk melakukan pengelasan material seperti paduan aluminum dengan metode TIG,
sebaiknya dilakukan dengan jenis polaritas AC (Alternate Current) high frequency.
Aluminum merupakan material yang mudah berkarat karena afinitasnya dengan oksigen
yang cukup tinggi membentuk Al2O3 pada udara bebas. Lapisan ini terbentuk terus
menerus melindungi lapisan bawah logam aluminum murni. Pada proses pengelasan,
oksida aluminum ini harus dibersihkan dan diusahakan tidak banyak masuk kedalam cairan
logam karena sifatnya yang sangat keras sehingga membuat bagian lasan menjadi rapuh
(brittle).
TIG dengan polaritas AC akan menciptakan aliran elektron yang bolak-balik dari
elektrode-logam induk yang akan menciptakan Oxide Cleaning Action pada baik elektroda
ataupun permukaan logam induk yang akan mengikis lapisan Al2O3 sehingga bagian lasan
terbebas dari lapisan oksida. Frequensi tinggi pada polaritas AC akan menciptakan
penetrasi cairan logam yang dalam dan fokus sehingga penuangan dapat lebih mudah
dikendalikan dan kekuatan sisi penyambung juga dapat lebih baik.

Gambar tabel pengaruh arus yang digunakan pada pengelasan TIG.

10) Dalam memilih gas pelindung untuk mengelas baja karbon, mana yang saudara harus pilih

gas argon, gas karbon dioksida (CO2) atau campurannya. Jelaskan pilihan yang saudara
ambil.
=

Gas Argon merupakan gas mulia yang bersifat inert, sehingga gas pelinding tidak akan
bereaksi dengan cairan logam ketika pengelasan. Namun, harga gas Argon sangat mahal
dibandingkan gas Karbon Dioksida. Dengan harga yang dapat mencapai empat kali lipat
dari Karbon Dioksida gas Argon membuat proses tidak ekonomis.

Dalam melakukan pengelasan baja karbon, gas karbon dioksida (CO2) selain karna
harganya yang murah, juga sangat cocok digunakan dalam prosesnya. Gas Karbon
Dioksida akan bereaksi dengan baja karbon cair ketika pengelasan, membentuk lapisan
slag diatas permukaan lasan. Keberadaan reaksi ini akan mengangkat kotoran logam cair
sehingga lasan bersih dari pengotor. Lapisan slag kemudian dapat dibersihkan pada proses
pasca pengelasan. Namun gas karbon dioksida menimbulkan sputter yang menimbulkan
tumpahan logam cair pada permukaan yang tidak diinginkan. Sehingga permukaan
material harus dibersihkan terlebih dahulu dengan cara diamplas untuk mengembalikan
permukaan yang halus.

Hal ini dapat diminimalisir dengan mencampurkan komposisi gas pelingdung


dengan gas Argon. Gas pelindung campuran CO2 dan Argon terbukti sangat cocok dengan
baja karbon dan menghasilkan sputter yang sedikit.