Anda di halaman 1dari 19

DECANTER

Fungsi : Memisahkan fase ringan berupa C3H6O3, sn(II)oct dan


H2O dengan fase berat berupa [C3H4O2]1389 yang berasal
dari Reaktor.
Jenis : Horizontal Decanter
Kondisi operasi :P = 1 atm
T = 170 0C

H2O
C3H6O3
Sn(II)oct
[C3H4O2]1389

H2O
C3H6O3
Sn(II)oct
[C3H4O2]1389
Neraca massa

fraksi
Komponen kg/jam fraksi massa Kmol/Jam mol
C3H6O3 5259,995867 0,358257122 58,444399 0,25663
H2O 3043,303732 0,207278725 169,07243 0,74238
Sn(II)Oct 65,74994834 0,004478214 0,1623456 0,00071
[C3H4O2]1389 6313,131313 0,429985938 0,0631263 0,00028
Jumlah 14.682,181 1,000 227,742 1,000

Data kelarutan didalam air untuk kompoenen umpan masuk


decanter :
C3H6O3 = larut sempurna dalam H2O (100gr/1gr H2O
Sn(II)oct = larut sempurna dalam H2O
[C3H4O2]1389 = tidak larut dalam H2O
a. Komposisi umpan masuk

Komponen kg/jam fraksi massa Kmol/Jam ρ(kg/L) ρx(kg/L)


C3H6O3 5259,9958 0,358257122 58,444399 1,21 0,43349
H2O 3043,3037 0,207278725 169,07243 1 0,20728
Sn(II)Oct 65,7499 0,004478214 0,1623456 1,25 0,0056
[C3H4O2]1389 6313,1313 0,429985938 0,0631263 1,21 0,52028
Jumlah 14.682,181 1,000 227,742 1,167

Didapatkan harga densitas (ρ) umpan masuk dekanter


ρ umpan = 1,167 kg/liter = 1166,6505 kg/m3

3 1lb 106 cm3 1m3


= 1,1666 gr/cm x x x
4,536  102 gr 1m3 35,31 ft 3
= 72,84001 lb/ft3

Kecepatan volumetrik umpan :

14.682,181 kg
massatotal jam
= = 5217,4638 lt/jam
campuran 1,167 kg
lt
b. Komposisi produk bawah dekanter :

Keluar
Komponen BM fraksi
Kmol/Jam Kg/Jam ρ(kg/L) ρx(kg/L)
massa
[C3H4O2]1389 100008 0,063126 6313,131313 1 1,21 1,21
Jumlah 0,063126 6313,13131 1 1,21 1,21

Didapatkan harga densitas (ρ) produk bawah


ρ = 1,21 kg/liter = 1210 kg/m3
1lb 106 cm3 1m3
= 1,21 gr/cm3 x x x
4,536  102 gr 1m3 35,31 ft 3
= 75,54654491 lb/ft3
Kecepatan volumetrik produk bawah :

6313,13131 kg
massatotal jam
=
campuran 1,21 kg
lt
= 5217,463895 lt/jam = 0,001449 m3/detik
Viskositas produk bawah :

f. i
1/ 3
i
1/ 3
Komponen Kmol/jam Fraksi Mol
[C3H4O2]1389 1 1 0,75929214
Didapatkan harga Σ(f . μ1/3) = 0,75929214,
μ campuran = (0,75929214)3
= 0,4377 cp

Komposisi produk atas dekanter


Keluar
Komponen BM
Kmol/Jam Kg/Jam fraksi massa fraksi mol ρ(kg/L) ρx(kg/L)
C3H6O3 90 40 3600 0,63732369 0,266096 1,21 0,771162
H2O 18 110,159506 1982,871111 0,35103631 0,732824 1 0,351036
Sn(II)Oct 405 0,16234555 65,74994834 0,01164 0,00108 1,25 0,01455
Jumlah 150,270617 150,321852 1 1 1,13633

Didapatkan harga densitas (ρ) produk atas


ρ = 1,13633 kg/liter = 1136,74797 kg/m3
1lb 106 cm3 1m3
= 1,13633 gr/cm3 x x x
4,536  102 gr 1m3 35,31 ft 3

= 70,9730 lb/ft3
Kecepatan volumetrik produk atas :

massatotal 5648,621059 kg
= jam
campuran 1,13674 kg
lt
= 4969,1058 lt/jam = 0,001380 m3/detik
Viskositas produk atas :

f. i
1/ 3
Komponen Kmol/jam Fraksi Mol
C3H6O3 40 0,266095711 0,17859566
H2O 110,1595 0,732824303 0,56001908
Sn(II)Oct 0,162346 0,001079986 0,00131374
Jumlah 150,3219 1 0,739928
Didapatkan harga Σ(f . μ1/3) = 0,7399, μcampuran= (0,7399)3 = 0,4051 cp
Dari perhitungan diatas maka dapat diambil kesimpulan, sehingga dapat
ditulis:
𝜌H = 1,21 kg/m3
𝜌L = 1,1367 kg/m3

c. Penentuan fase terdistribusi


Persamaan 18.5 Walas,1990 hlm. 613

0,3
Q   L  H 
ѱ = L  
QH  H  L 
Keterangan : ψ <0,3 fasa ringan selalu terdispersi
ψ 0,3-0,5 fasa ringan mungkin terdispersi
ψ 0,5-2,0 kemungkinan inversi fasa, desain untuk kasus terburuk
ψ 2,0-3,3 fasa berat mungkin terdispersi
ψ >3,3 fasa berat selalu terdispersi
0,3
4969,1059  1,136748 x 0,4377 
ψ =  
55217,4639  1,21 x 0,4051065 
= 0,2555
Pada Ө = 0,25482554 fase ringan menjadi fase terdispersi sehingga fase berat
menjadi fase kontinyu.
Menentukan kecepatan pemisahan
Persamaan Stoke’s :
g  d p   D   C 
2

Ud = (Coulson, ed.6, Hal 442)


18 C
Keterangan :
Ud = terminal velocity fase terdispersi, m/det
dp = diameter butir terdispersi, m
ρD = densitas fase terdispersi, kg/m3
ρC = densitas fase kontinyu, kg/m3
μC = viskositas fase kontinyu, kg/m.det
g = kecepatan gravitasi, m/det
Ukuran butir terdispersi diambil dp =150 μm (150x10-6 m) (Schweitzer, 1-
520)
Viskositas fase kontinyu :
μL = 0,404850637 Cp = 0,000437751 kg/m.det
Maka :
9.81 x (150 x 10 6 ) 2 m 2 x (1136,748  1210)kg/m 3
Ud =
18 x 0,000437751
= -0,002051974m/det
Nilai kecepatan pemisahan (Ud) bernilai negatif karena butiran yang
terdispersi (fase ringan) bergerak berlawanan dengan arah gravitasi (ke atas).
Uc < Ud, maka Ucmaksimal = Ud
QH
Uc =
Ai
QH
Ai =
Uc
Dengan,
Uc = Kecepatan fase kontinyu, m/s
Lc = Volumetric flow rate fase kontinyu, m3/s
Ai = Area interface, m2
QH = 5,2174 m3/jam
Ucmaks = 0,0020519 m/s
5,2174 m3 /jam
Ai =
0,0020519 m/s
𝐴𝑖 = 0,70629 𝑚2

Ai = wl
w = 2(2rz-z2)1/2
Dengan,
w = Kedalaman interface, m
z = Ketinggian interface dari dasar vessel, m
l = Panjang silinder, m
r = Jari-jari silinder, m
Untuk menghitung nilai w, l, z, dan r, digunakan metode trial and error.
Diambil perbandingan L/D = 2.
Hasil trial ditampilkan dalam tabel berikut.
D r L W Ztrial Wtrial Ltrial
0,5 0,25 1 0,70629 0,5 0,70629 1

Sehingga diperoleh:
Diameter decanter = 0,5 m
= 19,6850 in
Panjang decanter =1m
Kedalaman interface = 0,70629 m
Ketinggian interface = 0,5 m

Waktu Tinggal
z
τ=
𝑈𝑑
Dengan,
τ = Waktu tinggal dalam decanter, detik
z = Ketinggian interface dari dasar vessel, m
ud = Kecepatan settling fase terdispersi, m/s

Dari perhitungan sebelumnya diperoleh:


z = 0,5 m
ud = 0,002051 m/s
Sehingga,
0,5
τ=
0,002051 m/s
τ = 243,6677 detik
τ = 4,0611 menit

1. Menentukan ukuran alat dekanter


a. Menghitung volume cairan (VL)
Volume cairan dapat dihitung dengan menggunakan persamaan :
VL = (QL + QH) x waktu tinggal dekanter
Dimana : QL = Kecepatan volume fraksi ringan (m3/jam)
QH = Kecepatan volume fraksi berat (m3/jam)
Waktu tinggal dekanter = 4,06112 menit
m3 60 detik
VL = (0,001380 + 0,001449) detik x 4,06112 menit x 1 menit

VL = 0,68948 m3
b. Menghitung volume dekanter (Vt)
Dirancang berdasarkan angka keamanan = 20% ( Peters, M.S., K.D.,
Timmerhaus, Plant Design and Economics for Chemical Engineers
, ed V , (2003) )
Vt = 120% x 0,68948 m3
Vt = 0,8273 m3
c. Menghitung diameter (Dt) dan panjang dekanter (L)
Untuk tangki horizontal rasio panjang dengan diameter = 3 : 1
Maka, L = 3 x Dt
vt
Dt  3 4
3

3 0,8273 𝑚3
Dt = √4 3 𝑥 3,14

Dt = 0,7056 m
= 27,7803 in
L = 3 x Dt
L = 3 x 0,7056 m
= 2,1168 m
d. Menghitung Residence Time
Dispersion band = 10% x D
= 10 % x 0,7056 m
= 0,0705 m
Cek residence time droplet dalam dispersion band
dispersion band
t=
Ud
0,0705 m
t=
0,002051 m/det

= 34,3873 detik (0,5731 menit)


e. Menghitun luas interface
𝜋. 𝐼𝐷2 (Sinnot, hal 586)
𝐴𝑖 =
4
3,14 𝑥(0,7056 𝑚)2
𝐴𝑖 =
4
𝐴𝑖 = 0,3908 𝑚2
f. Menghitung tinggi cairan
Volume lapisan atas = QL x t
= 0,001380 m3/detik x 34,3873 detik
= 0,04746 m3
Volume lapisan bawah = QH x t
= 0,001449 m3/detik x 34,3873 detik
= 0,04983 m3
Tinggi fase ringan dalam shell
𝑉𝐴
𝐻𝐴 =
𝐴𝑖
0,04746 m3
𝐻𝐴 = 0,3908 𝑚2

= 0,12144 m
Tinggi fase berat dalam shell
𝑉𝐵
𝐻𝐵 =
𝐴𝑖
0,04983 m3
𝐻𝐵 = 0,3908 𝑚2

= 0,1275 m
Tinggi cairan total = Ha + Hb
= 0,12144 m + 0,1275 m
= 0,2489 m
g. Menghitung tinggi pipa keluaran fase berat
Berdasaran pers. 9.5 Coulson hal 478

1
Z = Z2 + Z1 .
2

Dimana :

Z1 = tinggi fase ringan

Z2 = tinggi fase berat

Z = tinggi pipa pengeluaran fase berat


ρ1 = Densitas fase ringan

ρ2 = Densitas fase berat

1136,33041 kg/m3
Z = 0,118359 m + 0,11235 m .
1210 kg/m3

= 0,2238708 m

h. Menghitung tinggi baffle umpan masuk

(Stanley M. Wallas, Hal 616)

Tinggi baffle (Zf dan Zp)

Zf = 60 % x D

= 60 % x 0,7056 m

= 0,4234 m

Dipasang baffle sepanjang 0,4234 m dari bagian atas decanter (Zf = Zp)

i. Menghitung tekanan perancangan


Tekanan perancangan = 1,2 x tekanan operasi (Megyesy, E.F. ,
Pressure Vessel Handbook, PRESSURE VESSEL PUBLISHING
INC, (1997), halaman 16)
Psia
Tekanan perancangan = 1,2 x 1 atm x 14,7 atm

= 17,64psia
Psia
Tekanan lingkungan = 1 atm x 14,7 atm
= 14,7 Psia

j. Menghitung jari-jari luar (Ro)


Dt
Ro = 2
0,7056
Ro = = 0,3528 m = 13,8901 in
2

k. Menghitung tebal dinding dekanter


Dengan menggunakan persamaan:

P  Ro
ts   C"
fall   0.4 P

(Megyesy, E.F. , Pressure Vessel Handbook, PRESSURE VESSEL


PUBLISHING INC, (1997), halaman 22)
Dimana :
C " : faktor korosi [ m ]
fall : allowable stress [ Psia ]
P : Tekanan terukur [ Psia ]
Ro : Jari2 luar vessel [ in ]
ts : tebal dinding [ m]
e: effisiensi sambungan
(17,64 psia ) x (13,89017 in)
ts = (18750 psia x 0,85)− (0,4 x 17,64 psia) + 0,125 in

ts = 0,1403 in
Dipilih tebal shell standart = 3/16 in = 0,1875 in (brownell-young
hal.88)

l. Menghitung tebal head (thead)


Tebal head dihitung dengan persamaan 13.12 brownell-young
hal.258

0,885  P  Ro
th   C"
fall   0.2 P
0,885 × ( 17,64 psia ) x (13,89017 in)
th = (18750 psia x 0,85)− (0,2x 17,64 psia) + 0,125 in

= 0,1386 in
Dipilih tebal head standart = 3/16 in = 0,1875 in (brownell-young
hal.88)
m. Menghitung diameter dalam dekanter ( ID )
ID = Dt - 2.t
Dimana : Dt = diameter dekanter
t = tebal head dekanter
ID = 27,7803 in - ( 2 x 0,1875 in )
ID = 27,4053 in = 0,6961 m

n. Menentukan Panjang Head :

Keterangan:
Icr : Inside-Corner Radius
Sf : Straight Flange
r : Radius of Dish
OD : Outside Diameter
b : Depth of Dish
a : Inside Radius
ID : Inside Diameter
Pemilihan jenis head berdasarkan tekanan operasi:
Untuk tekanan operasi < 15 bar, head yang digunakan berjenis
torispherichal head (Towler,G.,dan R.sinnott,Chemical Engineering
Design Principles, Mc.Graw Hill (2008) hlm.987)
a = IDs / 2
= D/2
27,4053 in
=
2
= 13,7026 in
ODs = IDs + 2 thead
= 27,4053 in  2 0.1875 in  = 27,7803 in = 0,7056 m

Dari tabel 5.7 Brownell & Young untuk OD standart 54 in dengan tebal head
3/16 in, diperoleh data sebagai berikut :
icr = 1,875 in
r = 30 in
b = r – (BC2 – AB2)1/2
AB = a – icr
= 13,7026 in – 1,875 in
= 11,8276 in
BC = r – icr
= 30 in – 1,875 in
= 28,125 in
b = r – (BC2 – AB2)1/2
= 30 in – {(28,125)2 – (11,8276)2}1/2
= 4,4829 in
Dari tabel 5.6 Brownell & Young untuk tebal head 3/16 in diperoleh nilai
straight flange (Sf) =1,5 – 2, diambil Sf = 4 in, Sehingga :
Panjang Head = th + b + Sf
= 0,1875 in + 4,4829 in + 4 in
0,0254 m
= 8,6704 in x
1in
= 0,2202 m
o. Menentukan Panjang Dekanter Total
Panjang Dekanter = Panjang Shell + 2 (Panjang Head)
= 2,1168 m + (2 x 0,2202 m)
1 ft
= 2,5573 m x = 8,3901 ft
0,3048m
2. Perancangan Pipa
a. Ukuran Pipa Pemasukan Umpan
 Umpan luas pipa pemasukan umpan (Apipa)

Komponen kg/jam ρ(kg/L) Q(L/jam)


C3H6O3 5259,995867 1,21 4347,10402
H2O 3043,303732 1 2897,19274
Sn(II)Oct 65,74994834 1,25 52,5999587
C3H6O3 6313,131313 1,21 5217,4639
Jumlah 14.682,181 12.660,472
Qumpan = 12.660,472 L/jam = 12,6604 m3/jam
Qumpan
Apipa = Kecepatan linier umpan

Menurut Schweitzer, kecepatan linier umpan disyaratkan 0,6096 – 1


m/detik. Diambil kecepatan linier umpan 1 m/detik.
12,6604 m3 /jam 1 jam
Apipa = x 3600 detik
1 m/detik

Apipa = 0,005774 m2
 Menghitung diameter dalam pipa (ID)
4.Apipa 0,5
ID = ( )
π
0,5
4 x (0,005774) m2
ID =( )
3,14
1 inch
ID = 0,08576 m x 0,0254 = 3,3767 inch

Berdasarkan ukuran ID yang telah dihitung, maka dapat disesuaikan dengan


ukuran pipa standar dari Tabel 11 Kern,D.Q.,p : 844, 1965 sebagai berikut:
 Tinggi pipa umpan masuk
Tinggi pipa umpan = 0,5 x Diameter decanter
= 0,5 x 0,7056 m
= 0,352810328 m

Nominal pipe size, Nps = 4 in


Schedule Number, Sch = 40
Outside Diameter, OD = 4,5 inch
Inside Diameter, ID = 4,026 inch
Flow area per pipe = 12,7 inch2
b. Ukuran pipa pengeluaran fase berat

Komponen kg/jam ρ(kg/L) Q(L/jam)


[C3H4O2]1389 6313,131313 1,21 5217,4639
Jumlah 6.313,131 5.217,464

Qfase berat = 5.217,464 aL/jam = 5,21746 m3/jam = 0,001449


m3/detik
Ukuran pipa pengeluaran fase berat dihitung dengan persamaan:
Di = 3,0(QL )0,36 (μL )0,18
Dimana : Di = Diameter dalam pipa (inch)
QH = Kecepatan volume fase berat (ft3/s)
𝜇𝐻 = Viskositas fase berat (centipoise)
(Peter, M.,S.,1980)

m3 1 ft3
QH = 0,001449 x = 0,05119 ft3/s
detik 0,02831 m3

𝜇𝐻 = 0,4377 Cp
Di = 3,0 (QH )0,36 (𝜇H )0,18
= 3,0 (0,05119 )0,36 (0,4377 )0,18
Di = 0,8868 inch

 Tinggi pipa keluar fase berat


Tinggi pipa fase berat = 0,7 x Panjang shell decanter
= 0,7 x 2,2676 m
= 1,58732 m
Pipa fase berat dipasang pada jarak 1,58 m pada bagian bawah shell decanter

Berdasarkan ukuran ID yang telah dihitung, maka dapat disesuaikan dengan ukuran
pipa standar dari Tabel 11 Kern,D.Q.,p : 844, 1965 sebagai berikut :
Nominal pipe size, Nps = 1 in
Schedule Number, Sch = 40
Outside Diameter, OD = 1,32 inch
Inside Diameter, ID = 1,049 inch
Flow area per pipe = 0,864inch2

c. Ukuran pipa pengeluaran fase ringan

Komponen kg/jam ρ(kg/L) Q(L/jam)


C3H6O3 3600 1,21 2975,206612
H2O 1982,871111 1 1982,871111
Sn(II)Oct 65,74994834 1,25 52,59995867
Jumlah 5.648,621 5.010,678

Qfase ringan = 5.010,678 L/jam = 5,01067 m3/jam = 0,00138 m3/detik


Ukuran pipa pengeluaran fase ringan dihitung dengan persamaan :
Di = 3,0(QL )0,36 (μL )0,18
Dimana : Di = Diameter dalam pipa (inch)
QL = Kecepatan volume fase ringan (ft3/s)
μL = Viskositas fase ringan (centipoise)
(Peter, M.,S.,1980)
m3 1 ft3
QL = 0,00138 jam x 0,02831 m3 = 0,049001901 ft3/s

𝜇𝐿 = 0,404850637 cp
Di = 3,0 (QL )0,36 (𝜇L )0,18
= 3,0 (0,049)0,36 (0,4048)0,18
Di = 0,8608 inch

 Posisi pipa keluar fase ringan


Posisi pipa fase ringan = 0,9 x Panjang decanter
= 0,9 x 2,2676 m
= 2,0408 m
Berdasarkan ukuran ID yang telah dihitung, maka dapat disesuaikan
dengan ukuran pipa standar dari Tabel 11 Kern,D.Q.,p : 844, 1965
sebagai berikut :

Nominal pipe size, Nps = 0,75 in


Schedule Number, Sch = 40
Outside Diameter, OD = 1,05 inch
Inside Diameter, ID = 0,824 inch
Flow area per pipe = 0,534 inch2
KESIMPULAN

Fungsi : Memisahkan fase ringan berupa C3H6O3, sn(II)oct dan


H2O dengan fase berat berupa [C3H4O2]1389 yang berasal
dari Reaktor.
Jenis : Horizontal Decanter
Kondisi operasi : P = 1 atm
T = 170 0C
Diameter dekanter = 0,7562 m
Panjang total dekanter = 2,2688 m
Tebal dinding dekanter = 0,1875 in
Tebal head dekanter = 0,1875 in
Waktu tinggal = 5 menit
Volume dekanter = 1,0186 m3
Terminal velocity / UD = 0,0002052 m/detik
Kecepatan volumetrik fase ringan (QL) = 4969,1058 m3/detik
Kecepatan volumetrik fase berat (QH) = 5217,4638 m3/detik
Tekanan Perancangan = 61,74 psia
Perancangan pipa umpan :
 Nominal pipe size, Nps = 4 in
 Schedule Number, Sch = 40
 Outside Diameter, OD = 4,5 inch
 Inside Diameter, ID = 4,026 inch
 Flow area per pipe = 12,7 inch2

Perancangan pipa fraksi ringan :


 Nominal pipe size, Nps = 0,75 in
 Schedule Number, Sch = 40
 Outside Diameter, OD = 1,05 inch
 Inside Diameter, ID = 0,824 inch
 Flow area per pipe = 0,534 inch2

Perancangan pipa fraksi berat :


 Nominal pipe size, Nps = 1 in
 Schedule Number, Sch = 40
 Outside Diameter, OD = 1,32 inch
 Inside Diameter, ID = 1,049 inch

Flow area per pipe = 0,864inch2