Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH

SISTEM INFORMASI KESEHATAN

(SIKNAS DAN SIKDA)

OLEH

1. MARIA INA ABO 16. ADHI ANDUNG


2. DARIUS BANE PA 17. SHAFIRA RAMADHANI
3. APRI L. GIRI 18. RATNA PURANDIMA
4. INDRI H. NDUN 19. KATARINA KASNITA
5. EUNIKE D. DATO 20. CHRISTINA MINGGU
6. LUSIA HUMBA 21. LOISA METKONO
7. MERI SUIDALE 22. HANYTA BIFEL
8. FEBRIANA BAUNG 23. PRIMA ANOIT
9. TARI N. HUAN 24. DELSY NARAMESAH
10. MARIA D. BANI 25. HERLINA APLUGI
11. CICILIA A. GAGI 26. JOECE R. LODA
12. ASTRIANA TUALAKA 27. MARIA W. SALOMBRE
13. MELISA MARDIANTI 28. NI KADEK M. PUTRI
14. MEILIANA R. GALA TUA 29. FRANSISKA ADININGSI
15. DAVID NDAPA HAMBUR

PRODI ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

UNIVERSITAS NUSA CENDANA

2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan karunia-Nya, kami
dapat menyelesaikan penulisan makalah SIKNAS dan SIKDA. Penulisan makalah ini dibuat
untuk memenuhi nilai tugas mata kuliah Sistem Informasi Kesehatan dan dalam penulisan
makalah ini kelompok kami juga memperhatikan berbagai bacaan sebagai sumber referensi yang
berkaitan dengan topik yang dibahas.
Disini kami juga sampaikan, bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari kata
sempurna baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Jika dalam penulisan ini terdapat hal-
hal yang tidak sesuai dengan harapan, kelompok kami dengan senang hati menerima masukan,
kritik, dan saran dari pembaca yang sifatnya membangun. Akhir kata semoga makalah ini dapat
menambah pengetahuan dan memberikan manfaat kepada pembaca.

Kupang, Maret 2019

Kelompok 1

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................................ i


DAFTAR ISI....................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................... 1
1.1 LATAR BELAKANG ............................................................................................ 1
1.2 RUMUSAN MASALAH ........................................................................................ 2
1.3 TUJUAN ................................................................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN .................................................................................................... 3
2.1 PENGERTIAN SIKNAS DAN SIKDA ................................................................. 3
2.2 TUJUAN SIKNAS DAN SIKDA ........................................................................... 3
2.3 PENGEMBANGAN SIKNAS DAN SIKDA ......................................................... 4
2.4 PENGEMBANGAN SIKNAS DAN SIKDA ONLINE ......................................... 6
2.5 ALUR PELAPORAN SIKDA ................................................................................ 11
BAB III PENUTUP ............................................................................................................ 16
3.1 KESIMPULAN ...................................................................................................... 16
DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................................... 17

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Sistem berasal dari bahasa Latin dan bahasa Yunani adalah suatu kesatuan yang terdiri
komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi,
materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan.
Informasi adalah sekumpulan data atau fakta yang telah diproses dan dikelola sedemikian
rupa sehingga menjadi sesuatu yang mudah dimengerti dan bermanfaat bagi penerimanya.
Sistem informasi merupakan komponen-komponen yang saling berinteraksi membentuk
satu kesatuan untuk mencapai sasaran. Sistem informasi kesehatan merupakan kumpulan
komponen dan prosedur yang terorganisir dan bertujuan untuk menghasilkan informasi yang
dapat memperbaiki keputusan yang berkaitan dengan manajemen pelayanan kesehatan
disetiap tingkatnya.
Tujuan pembangunan kesehatan adalah berupaya meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat yang setinggi-tingginya. Dalam mencapai tujuan tersebut diperlukan kebijakan
yang proaktif dan dinamis dengan melibatkan semua 1ias1i baik pemerintah, swasta,
masyarakat. Penggalian informasi yang akurat, tepat, dan dapat dipertanggungjawabkan
merupakan sumber utama dalam pengambilan keputusan dan kebijakan.

1
1.2 Rumusan Masalah
a. Apa yang dimaksud dengan SIKNAS dan SIKDA?
b. Apa tujuan dari SIKNAS dan SIKDA?
c. Bagaimana pengembangan SIKNAS dan SIKDA di Indonesia?
d. Bagaimana pengembangan SIKNAS dan SIKDA online?
e. Bagaimana alur pelaporan SIKDA?

1.3 Tujuan
a. Untuk mengetahui pengertian SIKNAS dan SIKDA
b. Untuk memahami tujuan dari SIKNAS dan SIKDA
c. Untuk mengetahui pengembangan SIKNAS dan SIKDA di Indonesia
d. Untuk mengetahui pengembangan SIKNAS dan SIKDA online
e. Untuk mengetahui dan memahami alur pelaporan SIKDA

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN SIKNAS DAN SIKDA


Sistem Informasi Kesehatan Nasional (SIKNAS) adalah sistem informasi yang berhubungan
dengan sistem-sistem informasi lain baik secara nasional maupun internasional dalam rangka
kerjasama yang saling mneguntungkan. SIKNAS bukanlah suatu sistem yang berdiri sendiri,
melainkan merupakan bagian dari sistem kesehatan. Oleh karena itu, SIK di tingkat pusat
merupakan bagian dari sistem kesehatan nasional, di tingkat provinsi merupakan bagian dari
sistem kesehatan provinsi, dan di tingkat kabupaten atau kota merupakan bagian dari sistem
kesehatan kabupaten atau kota. SIKNAS dibangun dari himpunan atau jaringan sistem-sistem
informasi kesehatan Provinsi dan sistem informasi kesehatan Provinsi dibangun dari himpunan
atau jaringan sistem-sistem informasi kesehatan kabupaten atau kota.
Sedangkan Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA) adalah Suatu
Sistem Informasi yang mencakup Sub sistem informasi yang dikembangkan di unit pelayanan
kesehatan (Puskesmas, RS, Poliklinik, Praktek Swasta, Apotek, Laboratorium), Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota dan sistem informasi pada Dinas Kesehatan Provinsi.

2.2 TUJUAN SIKNAS DAN SIKDA


Tujuan SIKNAS yaitu untuk melakukan penataan sistem informasi kesehatan menjadi Sistem
Kesehatan Nasional yang mampu menyediakan data dan informasi kesehatan yang berkualitas
sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas pengelolaan pembangunan kesehatan.
Selain itu, SIKNAS juga bertujuan untuk mendukung pelaksanaan tindakan tepat dalam
perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan kinerja sistem kesehatan. Untuk itu informasi
kesehatan selalu diperlukan dalam pembuatan program kesehatan mulai dari analisis situasi,
penentuan prioritas, pembuatan alternatif solusi, pengembangan program, pelaksanaan dan
pemantauan hingga proses evaluasi.

3
Adapun Visi dan Misi dari SIKNAS yaitu :
Visi:
Terwujudnya sistem informasi kesehatan yang terintegrasi yang mampu mendukung proses
manajemen kesehatan untuk menuju masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan.
Misi:
a. Memperkuat sumber daya sistem informasi kesehatan dengan memanfaatkan teknologi
informasi dan komunikasi.
b. Menstandarisasi indikator kesehatan agar dapat menggambarkan
derajat kesehatan masyarakat.
c. Memperkuat sumber data dan membangun jejaringnya dengan semua
pemangku kepentingan termasuk swasta dan masyarakat madani.
d. Meningkatkan pengelolaan data kesehatan yang meliputi pengumpulan,
penyimpanan, dan analisis data serta desiminasi informasi.
e. Memperkuat kualitas data kesehatan dengan menerapkan jaminan
kualitas dan sistem pengendaliannya.
f. Meningkatkan budaya penggunaan data dan informasi untuk penyelenggaraan upaya
kesehatan yang efektif dan efisien serta untuk mendukung tata kelola kepemerintahan
yang baik.

2.3 PENGEMBANGAN SIKNAS DAN SIKDA


A. Kebijakan Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA)
Penyelenggaraan misi untuk mendukung visi perlu memperhatikan rambu-rambu
dalamkoridor kebijakan sebagai berikut :
a. Dalam rangka mendukung SIKNAS, perlu ditingkatkan penggunaan teknologiinformasi
dan komunikasi (TIK) untuk mendukung operasional kegiatan diseluruhUnit Pelayanan
mulai dari pencatatan, penyimpanan dan distribusi pelaporan
b. Sistem Informasi yang akan dikembangkan di Puskesmas dan Unit Pelayanan
lainmaupun di Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Provinsi diupayakan dapatsaling
terhubung satu sama lain dan apabila dimungkinkan memanfaatkan) database yang sudah
tersedia secara bersama-sama, agar terhindar dari duplikasidan redudansi data

4
c. SIKDA yang dikembangkan harus dapat menyimpan data yang diperlukan olehdaerah
yang bersangkutan dalam bentuk Bank Data Kesehatan.
d. SIKDA yang dikembangkan diharapkan dapat menghasilkan dataset standar
(baikindividual maupun agregat) yang dikirim ke tingkat manajemen diatasnya.
e. SIKDA yang dikembangkan diharapkan dapat terhubung dengan sistem padatingkat
diatasnya dengan memanfaatkan teknologi protokol pertukaran data baiksecara elektronik
maupun non-elektronik (manual).
Pengenbangan SIKDA, fasilitas pengembangan dilaksanakan dengan terlebih dulu membantu
daerah-daerah menata kembali system kesehatannya dan merumuskan kembali manajemen
kesehatan dalam Sistem Kesehatan Daerah(SDK) dalam rangka mencapai visi “provinsi
sehat” dan “kabupaten/kota sehat”. Dalam hal ini akan di kembangkan forum kerja sama baik
di tingkat provinsi maupun di tingkat kabupaten/kota. Setelah itu barulah dirumuskan
kebutuhan informasi,indicator dan data serta system informasinya.

B. Kebijakan Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan Nasonal (SIKNAS)


Berbagai bentuk Kebijakan terkait dengan Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan
Nasonal (SIKNAS) menurut Pusat Data dan Informasi Depkes RI 2011 antara lain:
1. Pengembangan kebijakan dan standar dilaksanakan dalam rangka mewujudkan Sistem
Infomasi Kesehatan (SIK) yang terintegrasi.
2. Pengembangan dan penyelenggaraan SIK dilakukan dengan melibatkan seluruh
pemangku kepentingan termasuk lintas sektor dan masyarakat.
3. Penetapan kebijakan dan standar SIK dilakukan dalam kerangka desentralisasi di bidang
kesehatan.
4. Penataan sumber data dan penguatan manajemen SIK pada semua tingkat sistem
kesehatan dititik-beratkan pada ketersediaan standar operasional yang jelas,
pengembangan dan penguatan kapasitas SDM, dan pemanfaatan Teknologi Informasi
dan Komunikasi, serta penguatan advokasi bagipemenuhan anggaran.
5. Pengembangan SDM pengelola data dan informasi kesehatan dilaksanakan dengan
menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi dan lintas sektor terkait serta terpadu
dengan pengembangan SDM kesehatan lainnya.

5
6. Peningkatan penyelenggaraan sistempengumpulan, penyimpanan, desiminasi, dan
pemanfaatan data/informasi dalam kerangka kebijakan manajemen data satu pintu.
7. Pengembangan Bank Data Kesehatan harus memenuhi berbagai kebutuhan dari
pemangku kepentingan dan dapat diakses dengan mudah, serta memperhatikan prinsip-
prinsip kerahasiaan dan etika yang berlaku dibidang kesehatan dan kedokteran.
8. Peningkatan kerjasama lintas program dan lintas sektor untuk meningkatkan statistik
vital melalui upaya penyelenggaraan registrasi vital di seluruh wilayah Indonesia dan
upaya inisiatif lainnya.
9. Peningkatan inisiatif penerapan e-Health untuk meningkatkan kualitas pelayanan
kesehatan dan meningkatkan proses kerja yang efektif dan efisien.
10. Peningkatan budaya penggunaan data melalui advokasi terhadap pimpinan di semua
tingkat dan pemanfaatan forum-forum informatika kesehatan yang ada.
11. Peningkatan penggunaan solusi-solusi m-Health dan telemedicine untuk mengatasi
masalah infrastruktur, komunikasi, dan sumber daya manusia.

Berdasarkan analisis situasi dan kebijakan yang telah ditetapkan, maka Strategi
Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan Nasional (SIKNAS) meliputi:
1. Integrasi Sistem Informasi Kesehatan yang ada.
2. Penyelenggaraan Pengumpulan dan Pemanfaatan Bersama Data dan Informasi yang
Terintegrasi.
3. Fasilitasi Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan Daerah
4. Pemngembangan Pelayanan Data dan Informasi untuk Manajemen
5. Pengembangan Pelayanan Data dan Informasi untuk Masyarakat
6. Pengembangan Teknologidan Sumber Daya Informasi

2.4 PENGEMBANGAN SIKNAS ONLINE


Tujuan SIKNAS online untuk mengintegrasikan semua komunikasi data yang terfragmentasi
ke dalam suatu jaringan serta menghapus hierarki antar intansi.
Dari beberapa sistem informasi kesehatan yang telah dikembangkan dapat dianalisa beberapa hal
sebagai berikut :

6
1. Integrated Sistem
Kementerian kesehatan telah mengembangkan siknas online, akan tetapi disamping itu
berbagai program seperti kewaspadaan gizi, informasi obat, rumah sakit, dan puskesmas kuga
mengembangkan sistem informasi sendiri. Hal ini berdampak tumpang tindihya informasi dan
berbagai kegiatan serta menyita waktu dan biaya. Sejatinya suatu sistem informasi yang
terintegrasi yang memenuhi kebutuhan berbagai lintas sector dan lintas program yang dapat di
akses sebagai informasi yang dapat menjadi pertimbangan dalam pengambilan berbagai
keputusan dan kebijakan. Seperti aplikasi komunikasi data, dapat dilihat bahwa data dan
informasi kesehatan yang disediakan tidak memenuhi dengan kebutuhan baik provinsi atau
kabupaten/kota, sehingga kabupaten/kota pun berupaya mengembangkan sistem informasi
sendiri.
SP2TP pun sejatinya dapat digantikan dengan SIMPUS online ternyata di lapangan
puskesmas pun masih menyampaikan laporannya secara manual setiap bulannya. Hal ini
mengakibatkan beban kera bagi petugas dan informasi yang diberikan tidaklah dalam
hitungan hari, melainkan bulan.Suatu sistem yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan
baik pusat atau daerah, pengambilan keputusan dapat mengakses informasi secara cepat dan
tepat sehingga kebiakan dapat efektif dan efisien.

2. Kemampuan Daerah
Sebagai dampak dari desentralisasi, daerah masih menganggap kebutuhan sistem informasi
berbasis web atau komputerisasi bukanlah prioritas, akan tetapi daerah masih memenuhi
kebutuhan infrastruktur dan sarana fisik. Tidak semua daerah masih surplus, akan tetapi tidak
sedikit daerah yang minus. Memang pada awalnya pelaksana sistem informasi membutuhkan
banyak biaya, akan tetapi dalam perjalanannya juga memerlukan perawatan dan pemeliharaan
yang tidak sedikit. Kondisi geografis juga sangat mempengaruhi, masih banyak puskesmas di
daerah yang sangat terbatas akses informasinya.

3. Pemanfaatan dan informasi


Pemanfaatan data dan informasi terkesan hanya kebutuhan pusat, bukanlah kebutuhan daerah,
sehingga munculah anggapan hanya proyek dan ego program masing-masing.Hal ini karena

7
pemanfaatan data dan informasi secara signifikan tidak dirasakan oleh kabupaten/kota sebagai
pelaksana kebijakan pemerintah pusat.

4. Sumber daya manusia


Selama ini di daerah, pengelola data dan informasi umumnya adalah tenaga yang
merangkap tugas atau jabatan lain. Di beberapa tempat memang dijumpai adanya tenaga
purna waktu.
Kini Departemen Kesehatan telah secara langsung dapat menghubungi 340 (76% dari
440 Kabupaten/Kota) Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan 33 (100%) Dinas Kesehatan
Provinsi, melalui jaringan iasic (online). Jaringan ini dimungkinkan karena Depkes telah
memasang perangkat-perangkat, 1 buah PC, 1 buah GSM Modem, 1 buah IP Phone, dan 1
buah printer di Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Sedangkan bagi Dinas Kesehatan Provinsi,
telah dipasang 5 buah PC, 1 buah Server, 1 buah IP Phone, 1 set peralatan video-conference,
dan 1 buah printer.
Pengembangan jaringan iasic Sistem Informasi Kesehatan Nasional (SIKNAS) online ini
telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kesehatan (KEPMENKES) No. 837 Tahun
2007.Untuk mengatasi kendala di bidang Sumber Daya Manusia (SDM), Depkes telah
meminta kepada Dinas-dinas kesehatan untuk menunjuk/menetapkan 2 orang petugas khusus
yang mengelola Sistem Informasi Kesehatan Nasional (SIKNAS) online. Petugas-petugas
yang ditetapkan tersebut sebanyak 787 orang, dan telah dilatih selama 3 hari di Bandung pada
bulan Nopember 2007.Kegiatan ini ditujukan untuk pencapaian sasaran ke-14, dari 17 sasaran
Departemen Kesehatan yang berbunyi “Berfungsinya Sistem Informasi Kesehatan yang
Evidence Based di Seluruh Indonesia”.

Master Plan Sistem Informasi Kesehatan


Langkah Departemen Keseshatan dalam mengembangkan SIKNAS ONLINE harus
mendapat sebuah penghargaan dan dukungan semua pihak. Pengembangan jaringan iasic
Sistem Informasi Kesehatan Nasional (SIKNAS) online ini telah ditetapkan melalui
Keputusan Menteri Kesehatan (KEPMENKES) No. 837 Tahun 2007. SIKNAS ONLINE
mempunya tujuan untuk mengintegrasikan semua komunikasi data yang terfragmentasi ke
dalam suatu jaringan serta menghapus hirarki antar instansi.Sebenarnya pengembangan

8
SIKNAS ONLINE ini dilakukan sejak PELITA I tetapi pada saat itu masih bersifat
sentralistis.
Jaringan iasic yang dirancang oleh Departemen Kesehatan ini merupakan upaya untuk
memfasilitasi dan memacu pengembangan Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA).
Jaringan iasic (SIKNAS) online terutama akan dimanfaatkan untuk keperluan Komunikasi
Data Terintegrasi atau jaringan pelayanan bank-bank data (intranet dan internet). Diluar dari
permasalahan itu, akan dikembangkan aplikasi-aplikasi untuk keperluan-keperluan lain.
Seharusnya kebijakan dari pusat ditindak lanjuti dengan pembuatan kebijakan di
daerah.Ada pembagian peran antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam
melaksanakan SIKNAS online ini.Berdasarkan presentase dari bapak kepala Pusat Data dan
Informasi Departemen Kesehatan Bambang Hartono dalam pelatihan SIKNAS online di
Bandung yang dilaksanakan pada bulan November 2007 menjelaskan peran tersebut.
Peran pusat yaitu ; menerbitkan kebijakan, standar, pedoman, dan lainnya yang sejenis
dalam rangka SIKNAS/SIKDA, membantu pengadaan beberapa perangkat untuk
membangun jaringan nasional online sebagai pemicu dan pemacu, membangun jaringan
nasional online dan membayarkan sewa jaringannya sebagai pemicu dan pemacu,
menyediakan software “iasic” untuk komunikasi data, melatih petugas pengelola SIKNAS
online (pusat, provinsi, dan kab/kota), mengupayakan insentif untuk pengelola SIKNAS
online sebagai pemicu bagi adanya tunjangan jabatan fungsional oleh daerah, membantu dan
mengkoordinasikan penerapan aplikasi-aplikasi misalnya konsultasi eksekutif,
teleconference, dan lain sebagainya, dan membantu melakukan advokasi kepada stakeholders
daerah utk pengembangan SIKDA.
Sedangkan untuk daerah perannya yaitu menjabarkan kebijakan, standar, pedoman, dan
lainnya sejenis jika diperlukan dan menetapkan surat keputusan Gubernur / Bupati / Walikota
atau Peraturan Daerah, melengkapi perangkat keras iasic untuk Dinas Kesehatan dan jaringan
wilayahnya termasuk unit pelaksanan teknisnya, membangun jaringan online wilayahnya
yaitu jaringan antara Dinas Kesehatan dan unit pelaksanan teknisnya serta swasta,
mengembangkan software “iasic” dan software untuk komunikasi data dalam jaringan
wilayahnya, merekrut petugas pengelola SIKNAS online yang fulltime, mengangkat mereka
ke dalam jababatan fungsional dan membayar tunjangannya, mengembangkan dan
menerapkan aplikasi-aplikasi diantarannya informasi eksekutif, teleconference, dan lain

9
sebagainya, terutama untuk wilayahnya, memantau, mengevaluasi dan mengembangan
SIKDA (Provinsi: SIKDA Provinsi, Kabupaten/Kota: SIKDA Kabupaten/Kota).

Pentingnya Master Plan SIKNAS online


Hal yang harus dilakukan oleh daerah dalam menindak lanjuti kebijakan Departemen
Kesehatan adalah dengan membuat Master Plan pengembangan Sistem Informasi
Kesehatan Nasional disetiap daerah.
Dalam bukunya World Health Organization (WHO) berjudul “Developing Health
Management Information Sistem : A Practical Guide For Developing Countries”
menyebutkan ada 10 langkah dalam mengembangkan sistem informasi manajemen
kesehatan yaitu :
1. Meninjau kembali sistem yang telah berjalan, dengan prinsip bahwa jangan merubah
sistem yang ada dan bangun kekuatan-kekuatan yang ada serta pelajari kelemahan-
kelemahan dari sistem yang telah ada.
2. Gambarkan kebutuhan- kebutuhan data yang relavan dari unit –unit dalam sistem
kesehatan, dengan prinsip, dengan prinsip tingkatan administrasi yang berbeda dalam
suatu sistem kesehatan mempunyai peran- peran yang berbeda – beda pula, oleh karena
itu keperluan data berbeda – beda pula. Tidak semua data yang dibutuhkan siap dalam
pengumpulan data rutin.Data yang tidak sering dibutuhkan atau diperlukan hanya untuk
bagian dari populasi dapat dihasilkan melalui studi-studi khusus dan survey sampel.
3. Menentukan sebagian besar data yang tepat dan aliran data yang efektif, dengan prinsip
bahwa tidak semua data yang dikumpulkan pada suatu tingkatan tertentu diperlukan dan
disampaikan ke tingkat yang lebih tinggi. Kebanyakan data yang lebih rinci
pencariannya langsung ke sumber data, dan persyaratan pelaporan ke tingkatan yang
lebih tinggi sebaiknya dicari ke tingkatan yang lebih rendah.
4. Melakukan desain pengumpulan data dan perangkat pelaporan, dengan prinsip
kemampuan pengumpul data yang akan ditugaskan dengan mengisi formulir yang harus
dipertimbangkan dalam mengembangkan pengumpul data. Kebanyakan pengumpulan
data yang efektif dan perangkat pelaporan adalah yang sederhanan dan lebih singkat.
5. Mengembangkan prosedur dan mekanisme untuk pengolahan data, dengan prinsip
bahwa arah data sistem informasi manajemen kesehatan adalah prosesnya sebaiknya

10
konsisten dengan sasaran untuk pengumpulan data dan perencanaan untuk analisis data
erta pemanfaatannya.
6. Mengembangkan dan melaksanakan program pelatihan untuk penyedia data dan
pengguna data, dengan prinsip program-program pelatihan dirancang sesuai dengan
kebutuhan dan tingkatan kelompok yang akan dilatih.
7. Melakukan pre test dan jika diperlukan melakukan perancangan ulang sistem untuk
pengumpulan data, aliran data, proses dan pemanfaatan data, dengan prinsip sebelum
sistem diuji sistem harus menggambarkan kondisi yang nyata dan umum selama
pelaksanaannya.
8. Melakukan monitoring dan evaluasi sistem yang ada, dengan prinsip bahwa hasil akhir
dari monitoring dan evaluasi tidak bersifat menghukum atau mencari-cari kesalahan,
dan lebih mencari hal-hal yang positif yang dapat membuat sistem bekerja, serta
mengidentifikasi apa yang menjadi penyebab masalah sebagai dasar untuk
meningkatkan sistem.
9. Mengembangkan penyebaran data yang efektif dan mekanisme umpan balik, dengan
prinsip bahwa suatu cara yang efektif untuk memberikan motivasi kepada penghasil
data agar terus menerus menyediakan data adalah dengan memberikan feedback yang
positif dan negative mengenai keadaan data yang mereka berikan.
10. Meningkatkan sistem informasi manajemen kesehatan, dengan prinsip bahwa
pengembangan sistem informasi kesehatan adalah selalu berusaha memberikan
kemajuan., hal ini merupakan suatu usaha yang dinamis di mana para manajer dan para
pekerja berusaha memberikan kemajuan terus menerus.

2.5 ALUR PELAPORAN SIKDA SECARA MANUAL DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN


a. Pengelola Program melakukan pencatatan hasil kegiatan baik dalam gedung maupun luar
gedung pada Buku Register masing2 program (Berdasarkan Register SIKDA (Register
harian/mingguan/bulanan)
b. Hasil Pencatatan pada register direkap/dipindahkan pada format laporan bulanan (Format
Laporan SIKDA)
c. Masing – masing Program memasukan Laporan kepada Pengelola Sikda Puskesmas

11
d. Pengelola SIKDA Puskesmas melakukan Verifikasi masing-masing Laporan, Jika tidak ada
kesalahan maka akan ditandatangani oleh Pengelola SIKDA dan Kepala Puskesmas,
sedangkan jika masih terdapat kesalahan maka akan dikembalikan kepada pengelola program
untuk diperbaiki
e. Laporan SIKDA yang sudah Lengkap dan ditanda tangani akan dikirim ke Pengelola SIKDA
pada Bidang masing-masing dengan mengisi bukti penerimaan laporan
f. Pengelola SIKDA Bidang akan melakukan verifikasi Laporan SIKDA Puskesmas, jika
terjadi kesalahan maka akan dikembalikan kepada Pengelola SIKDA Puskesmas untuk
diperbaiki, jika sudah lengkap maka laporan akan direkap oleh pengelola SIKDA di Bidang.
g. Pengelola SIKDA masing – masing bidang di Dinas Kesehatan memasukan Hasil rekapan
Laporan kepada Pengelola SIKDA Dinas Kabupaten, dan menginput Laporan SIKDA
Kabupaten
h. Laporan SIKDA yang sudah lengkap akan dikirimkan ke Pengelola SIKDA Dinas
Kesehatan Propinsi (email)
i. Data SIKDA diolah menjadi Informasi dalam bentuk Profil
*(Jadwal pengiriman Laporan setiap bulan Tanggal 5)

12
Jenis – Jenis Laporan SIKDA :

Proram Jenis Laporan

1. Pelayanan Kesehatan Rekapan Kunungan Poli Umum, RJ, RI, Data


Kematian, Kunjungan Harian Pusk (Baru/Lama),
Rekapan Induk (PBI/Non PBI), Poli Gigi, UKS,
UKGS, Apotik,

2. Pencegehan Penyakit (P2) Malaria, Tb.Paru, Diare, ISPA, DBD, Filariasis,


Campak, Antraks, AFP, Lepra, Frambusia, Avian
Influensa, HIV, IMS, Rabises, PTM, DP3i,
Surveylens terpadu Penyakit, Laboratorium

3. KIA/Lansia Laporan Ibu hamil, Bulin & Bufas, KB, Lansia,


Bayi/Balita

4. GIZI Laporan Koseling GIZI, Status GIZI

5. Kesling & Kesehatan Kerja Laporan IS Rumah Sehat I dan II, Jamban Sehat,
Air Minum/Air Bersih, TTU, TPM, Klinik
Sanitasi

6. Promkes Laporan PHBS

7. Umum Kepegawaian dan Sarana Prasarana

13
Modul Laporan
Modul laporan berfungsi untuk menampilkan berbagai laporan hasil dari kegiatan entri data di
puskesmas, baik itu untuk kegiatan dalam gedung, maupun kegiatan luar gedung. Laporan-
laporan dapat ditampilkan sesuai dengan kriteria dan range waktu yang diinginkan.
Adapun jenis laporan yang dapat dihasilkan oleh aplikasi SIKDA Generik Simpus, diantaranya
adalah :
a) Buku-buku register yang ada di Puskesmas tersebut cukup banyak, seperti :
 Rawat Jalan
 Rawat inap, bils puskesmas tersebut mempunyai rawat inap
 Kesehatan ibu dan anak
 Kohort ibu
 Kohort balita
 Gizi
 Penyakit menular
 Kusta
 Kohort kasus tuberculosa
 Kasus demam berdarah
 Pemberantasan sarang nyamuk
 Tetanus neonatorum
 Rawat jalan gigi
 Obat
 Laboratorium
 Perawatan kesehatan masyarakat
 Peran serta masyarakat
 Kesehatan lingkungan
 Usaha kesehatan sekolah
 Posyandu
 DLL
Semua register dikompilasi menjadi laporan bulanan, laporan bulanan sentinel dan
laporan tahunan.

14
b) Laporan bulanan yang harus dilakukan oleh puskesmas adalah :
 LB1 data kesakitan, berasal dari kartu atau status rekam medis pasien
 LB2 data obat-obatan
 LB3 gizi, KIA, immunisasi, P2M
 LB4 kegiatan puskesmas
 Laporan bulanan sentinel (SST) :
 LB1S data penyakit dapat dicegah dengan immunisasi (PD3I), ispadan
diare.
 LB2S data KIA, gizi, tetanus neonatorium dan, PAK, khusus untuk
puskesmas dengan TT.
c) Laporan tahunan :
 LT 1 data dasar puskesmas
 LT 2 data kepegawaian
 LT 3 data peralatan

15
BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Sistem Informasi Kesehatan Nasional (SIKNAS) adalah sistem informasi yang berhubungan
dengan sistem-sistem informasi lain baik secara nasional maupun internasional dalam rangka
kerjasama yang saling mneguntungkan. Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA) adalah
suatuSistem Informasi yang mencakup Sub sistem informasi yang dikembangkan di unit
pelayanan kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan sistem informasi pada Dinas
Kesehatan Provinsi.
Tujuan SIKNAS yaitu untuk melakukan penataan sistem informasi kesehatan menjadi Sistem
Kesehatan Nasional yang mampu menyediakan data dan informasi kesehatan yang berkualitas
sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas pengelolaan pembangunan kesehatan.
Pengenbangan SIKDA, fasilitas pengembangan dilaksanakan dengan terlebih dulu membantu
daerah-daerah menata kembali system kesehatannya dan merumuskan kembali manajemen
kesehatan dalam Sistem Kesehatan Daerah(SDK) dalam rangka mencapai visi “provinsi sehat”
dan “kabupaten/kota sehat”.
Strategi Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan Nasional (SIKNAS) meliputi:
1. Integrasi Sistem Informasi Kesehatan yang ada.
2. Penyelenggaraan Pengumpulan dan Pemanfaatan Bersama Data dan Informasi yang
Terintegrasi.
3. Fasilitasi Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan Daerah
4. Pengembangan Pelayanan Data dan Informasi untuk Manajemen
5. Pengembangan Pelayanan Data dan Informasi untuk Masyarakat
6. Pengembangan Teknologi dan Sumber Daya Informasi
SIKNAS ONLINE mempunya tujuan untuk mengintegrasikan semua komunikasi data yang
terfragmentasi ke dalam suatu jaringan serta menghapus hirarki antar instansi.Sebenarnya
pengembangan SIKNAS ONLINE ini dilakukan sejak PELITA I tetapi pada saat itu masih
bersifat sentralistis.

16
DAFTAR PUSTAKA

Barsasella, Diana. 2012. Sistem Informasi Kesehatan. Jakarta: Mitra Wacana Medika
http://mahliabarca.blogspot.com/2016/06/pengembangan-siknas-online.html
http://sik5fkmunsri.blogspot.com/2013/05/sistem-infomasi-kesehatan-nasional.html?m=1

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sistem

www.maxmanroe.com/vid/umum/pengertian-informasi.html

17