Anda di halaman 1dari 6

BAB V

PELAKSANAAN PROGRAM KERJA

5.1 Persiapan Observasi

Melakukan observasi di 5 dusun Desa Sappewalie merupakan hal yang

penting yang dilakukan sebelum merencanakan program kerja. Keadaan wilayah dan

kebutuhan masyarakat merupakan hal yang harus ada dalam observasi guna melihat

gambaran kehidupan yang seutuhnya dari lingkungan masyarakat. Sehari setelah di

tempatkan di Desa Sappewalie, tepatnya pada tanggal 17 Januari 2018, Mahasiswa

melakukan proses pengenalan desa, penyesuaian diri terhadap desa sebagai lokasi

berKKN.

Pada tanggal 17 Januari mahasiswa melakukan observasi ke dusun Cinnong

Desa Sappewalie, kemudian ke 4 dusun yang terletak berpetak-petak. Observasi

dilakukan selama dua hari untuk ke seluruh wilayah Desa Sappewalie. Dengan

mengendarai motor menyusuri jalan dan lorong-lorong desa, mahasiswa melakukan

wawancara dan mencatat keperluan-keperluan masyarakat yang ada di Desa

Sappewalie. Selain itu, kami juga melakukan diskusi bersama Sekretaris Desa dan

Kepala Desa mengenai apa-apa saja keperluan yang ada di Desa ini.

Kemudian pada tanggal 18 Januari 2018, mahasiswa KKN melakukan

observasi secara mendalam dengan mengunjungi sekolah-sekolah dan rumah kepala

Dusun serta berbincang-bincang dengan masyarakat yang ada pada saat kegiatan

tersebut. Dari hasil yang didapatkan melalui observasi, kemudian pada malam

harinya mahasiswa KKN mendiskusikan dan merumuskan apa yang telah didapatkan

bersama Sekretaris Desa Sappewalie. Kemudian mahasiswa merancang program

kerja KKN sebagai bentuk pengabdian kepada Desa Sappewalie. Setelah rencana

15
program kerja telah dibuat, kemudian dipaparkan kepada masyarakat melalui

seminar program kerja pada tanggal 23 Januari 2018.

5.2 Program Kerja

Pada saat seminar program kerja mahasiswa KKN Reguler dihadiri oleh 20

orang, terdiri dari sekretaris desa beserta jajarannya, Ketua Badan Pengawas Desa

(BPD), seluruh kepala dusun dan Imam Dusun serta beberapa tokoh masyarakat.

mendapatkan beberapa masukan dan usulan terhadap program kerja dari berbagai

kalangan masyarakat.

Dari hasil seminar program kerja (proker), telah disepakati beberapa program

kerja, yaitu :

1. Bakti Sosial di Masjid Miftahul Khair, Dusun Cinnong

2. Pengadaan IQRA dan Al-Qur’an untuk 2 TPA yang terdapat di Dusun Talinro dan

Dusun Maduri, yang berjumlah total 20 IQRA, 22 Al-Qur’an dan 4 buku doa

hafalan sehari-hari.

3. Mengajar Tadarus Al-Qur’an di dusun Talinro dan TPA Al-Fath di dusun Maduri

4. Mengajar di SD 134 Sappewalie

5. Mengajar di TK Datu Cinnong I dusun Cinnong dan TK Datu Cinnong II di

dusun Lappawala

6. Sosialisasi Cuci tangan dan sikat gigi di TK Datu Cinnong II

7. Pengecatan Batas Desa

8. Sosialisasi penatalaksanaan kasus rabies dan pemberian vaksin pada anjing

9. Pengadaan tempat sampah di Wisata permandian mata air Cinnong

10. Pelaksanaan Festival Anak Sholeh di Dusun Talinro

16
5.3 Pelaksanaan Program Kerja

Berdasarkan kesepakatan bersama pada saat seminar program kerja, maka

dilaksanakanlah program kerja sebagai berikut:

1. Bakti Sosial

Waktu : 20, 28 Januari 2018

Tempat : Masjid

Tujuan : Untuk meningkatkan kebersihan Masjid

Sasaran : Warga Sappewalie

Hasil : Terlaksana

2. Pengadaan IQRA dan Al-Qur’an

Waktu : 29 Januari 2018 dan 11 Februari 2018

Tempat : Masjid Nurhidayah dan masjid Nurul Farida

Tujuan : Memberikan tambahan IQRA dan Al-Qur’an

Sasaran : Siswa-siswi TPA

Hasil : Terlaksana

3. Mengajar Tadarus Al-Qur’an

Waktu : 29 Januari 2018 – 16 Februari 2018

Tempat : Masjid Nurhidayah dan Masjid Nurul Farida

Tujuan : memberikan tambahan ilmu tajwid yang benar

Sasaran : Siswa-siswi TPA

Hasil : Terlaksana

17
4. Mengajar di SD 134 Sappewalie

Waktu : 26 Januari – 9 Februari 2018

Tempat : SD 134 Sappewalie

Tujuan : Memberikan ilmu tambahan sekaligus tenaga pengajar


tambahan

Sasaran : siswa SD

Hasil : Terlaksana

5. Mengajar TK Datu Cinnong I dan II

Waktu : 2 Desember 2016


Tempat : TK Datu Cinnong I dan II
Tujuan : Memberikan ilmu tambahan sekaligus tenaga pengajar
tambahan
Sasaran : Murid TK
Hasil : Terlaksana

6. Sosialisasi Cuci Tangan dan Sikat Gigi

Waktu : 10 Februari 2018

Tempat : TK Datu Cinnong II

Tujuan : Menanamkan pentingnya menjaga kebersihan tangan dan


gigi

Sasaran : Murid TK

Hasil : Terlaksana

18
7. Pengecatan Batas Desa

Waktu : 9 dan 10 Februari 2018

Tempat : Batas Desa

Tujuan : Pembenahan fasilitas desa

Sasaran : Lingkungan Desa Sappewalie

Hasil : Terlaksana

8. Sosialisasi Penatalaksanaan Kasus Rabies dan Pemberian Vaksin pada

Anjing

Waktu : 19 Januari 2018

Tempat : Kantor Desa Sappewalie

Tujuan : Memberikan pengetahuan tentang perawatan


anjing dan cara menangani rabies

Hasil : Terlaksana

9. Pengadaan Tempat Sampah di Wisata Permandian Mata Air Cinnong

Waktu : 5 Februari 2018


Tempat : Wisata Permandian Mata Air Cinnong
Tujuan : Memberikan tambahan fasilitas kebersihan
Sasaran : Warga Sappewalie
Hasil : Terlaksana

19
5.4 Faktor Pendukung dan Penghambat

1. Faktor Pendukung :

a. Adanya dukungan yang tidak henti dari masyarakat Desa Sappewalie

b. Adanya rasa saling memiliki, kerjasama dan rasa ingin membangun pada

setiap diri mahasiswa KKN.

c. Bimbingan serta arahan Kepala Desa beserta jajarannya yang selalu

membantu dalam setiap perencanaan program kerja.

d. Adanya bantuan masyarakat Desa Sappewalie baik berupa tenaga,

dukungan moril, dan materil dalam pelaksanaan program-program kerja

yang dilaksanakan.

e. Semangat, dedikasi, loyalitas, dan solidaritas kawan-kawan mahasiswa

KKN Desa Sappewalie yang sangat besar, sehingga dalam setiap

pelaksanaan program kerja desa dapat dilaksanakan dengan totalitas dan

sistematis.

2. Faktor Penghambat

a. Rentang waktu Mahasiswa KKN Reguler yang cukup singkat sehingga

banyak rencana yang tidak bisa kami wujudkan di program kerja

b. Kurangnya kendaraan di posko, sehingga kami harus memakai sistem

antar jemput setiap kali program kerja dilaksanakan.

c. Jaringan telekomunikasi yang tidak stabil yang terkadang membuat para

mahasiswa kesulitan berkomunikasi.

20