Anda di halaman 1dari 10

REVIEW JOURNAL

PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASESMEN DIRI DAN


TEMAN SEJAWAT KOMPETENSI BIDANG STUDI PADA
MAHASISWA

Evaluasi Proses Dan Hasil Belajar Fisika


DI SUSUN OLEH :

MUHAMMAD RIZKI AFIF BATUBARA


( 4161121016 )

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2018

i
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas
berkat dan RahmatNya sehingga penulis dapat menyelaesaikan tugas mata kuliah
Evaluasi Proses Dan Hasil Belajar Fisika ini yang berjudul “Riview Journal”. Penulis
berterima kasih kepada Bapak dosen yang bersangkutan yang sudah memberikan
bimbingannya.

Penulis juga menyadari bahwa tugas ini masih banyak kekurangan oleh karena
itu penulis minta maaf jika ada kesalahan dalam penulisan dan penulis juga
mengharapkan kritik dan saran yang membangun guna kesempurnaan tugas ini.

Akhir kata penulis ucapkan terima kasih, semoga dapat bermanfaat dan bisa
menambah pengetahuan bagi pembaca.

Medan, 29 Maret 2018

Muhammad Rizki Afif batubara

Penulis

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR…………………………………........................................ ii

DAFTAR ISI……………...………………………………………………………... iii

BAB I PENGANTAR…….……………………………………………..………….. 4

BAB II RINGKASAN ARTIKEL / HASIL PENELITIAN......… 5

BAB III KEUNGGULAN PENELITIAN…..………………………………… 6

Kegayutan Antar Elemen …………....……………………………….. 6

Originalitas Temuan ………………….…..…...………………………... 6

Kemutakhiran Masalah… ........................................…...……………... 6

Kohesi Dan Koherensi Isi Penelitian …..............…...……………. 6

BAB IV KELEMAHAN BUKU………..……………........……………………… 7

Kegayutan Antar Elemen ........................................…...……………... 7

Originalitas Temuan.….…...................………...………………………... 7

Kemutakhiran Masalah… ........................................…...……………... 7

Kohesi Dan Koherensi Isi Penelitian …..............…...……………. 7

BAB V IMPLIKASI………………………..……………........……………………… 8

Teori……………………………………………….…..............…...……………. 8

Program Pembangunan Di Indonesia …............…...……………. 8

Pembahasan Dan Analisis……………….…..............…...……………. 8

BAB VI PENUTUP……………….………..……………........……………………… 9

Kesimpulan…………………............................................…...……………... 9

Saran……………………………...........................................…...……………... 9

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………. 10

iii
BAB I

PENGANTAR

Dalam bidang pendidikan dan pengajaran terdapat tiga komponen yang dianggap sama
penting, yaitu: tujuan, kegiatan pembelajaran, dan evaluasi. Ketiga komponen itu disebut dengan
tiga mata jangkar (three anchor points) yang merupakan perpaduan atau kesatuan. Di antara
ketiga komponen tersebut terdapat konsistensi internal, artinya ada hubungan yang konsisten.

Asesmen kelas (classroom assessment) di perguruan tinggi digunakan untuk melihat


seberapa baik mahasiswa belajar di awal, menengah, dan untuk memberikan informasi perbaikan
ketika hasil belajar mahasiswa kurang memuaskan. Pelaksanaan asesmen hasil belajar
mahasiswa dilakukan oleh dosen, sehingga peran dosen sangat dominan dalam mengases
pencapaian kompetensi mahasiswa. Hal ini sesuai dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2003 Pasal
58 ayat (1) tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyebutkan, bahwa evaluasi hasil belajar
peserta didik dilakukan oleh pendidik untuk memantau proses, kemajuan dan perbaikan hasil
belajar secara berkesinambungan.

Oleh karena itu, informasi hasil asesmen kelas harus digunakan sebagai pemantauan
proses dan hasil belajar. Untuk itu, diperlukan informasi hasil asesmen dengan segera. Namun,
informasi hasil asesmen kelas dari dosen tidak segera diperoleh, sehingga mahasiswa tidak dapat
mengetahui kesulitannya dalam memahami materi fisika.

4
BAB II

RINGKASAN ARTIKEL / HASIL PENELITIAN

Pengembangan ADM & ATS ini difokuskan untuk mengukur penguasaan


kompetensi kognitif mahasiswa, namun kompetensi afektif dan psikomotor juga diukur untuk
melihat pengaruh ADM & ATS pada kompetensi tersebut. Hal ini merupakan keterbatasan dari
penelitian ini, selanjutnya perlu dilakukan penelitian lanjutan yang mengases kompetensi afektif
dan psikomotor dengan ADM & ATS dengan menggunakan sampel yang lebih besar.

Pengembangan ADM & ATS diawali dengan proses kajian teoritik, hasil penelitian yang
relevan, dilanjutkan dengan observasi terhadap praktik pembelajaran fisika di lapangan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh digunakan untuk membuat draft pengebangan asesmen.
Merumuskan dan merancang draft instrumen ADM & ATS kompetensi kognitif yang
dirumuskan melalui learning continuum materi getaran gelombang. Dasar perumusan learning
continuum adalah indikator-indikator yang telah disepakati bersama pada kegiatan FGD.
Kegiatan pada tahap pengembangan menghasilkan prototipe 1, sedangkan kegiatan tahap
validasi secara umum merupakan kegiatan uji coba. Uji coba terbatas, uji coba diperluas, analisis
dan revisi, menghasilkan model tentatif. Untuk melihat konstruk, keefektifan dan keterpakaian
ADM & ATS, dilakukan secara empiris di dalam pembelajaran fisika

Konstruk ADM & ATS dibentuk oleh tiga dimensi yaitu kognitif afektif dan psikomotor.
Hasil uji kecocokan model ADM & ATS menunjukkan bahwa model fit, karena nilai GFI
sebesar 0,994, dan nilai SRMR sebesar 0,062. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa
konstruk teoritik yang dikembangkan didukung oleh data empirik 2

Karakteristik ADM & ATS, proses asesmennya terintegrasi dalam proses pembelajaran
dan bersifat on going, sebagai pelengkap asesmen formatif. Instrumen ADM & ATS hasilnya
telah memenuhi syarat sebagai instrumen yang baik, yaitu valid secara konten, tingkat kesulitan
kategori sedang, daya prmbeda ketegorinya sangat tinggi, reliabel serta valid secara konstruk.

Hasil analisis deskriptif ketercapaian dan ketuntasan menunjukkan bahwa kelompok


ADM & ATS ketercapaian dan ketuntasan cukup baik. Profil ketuntasan individu pada kelompok
ADM & ATS lebih baik dari pada kelompok non ADM & ATS. Oleh karena itu dapat
disimpulkan bahwa ADM & ATS cukup efektif bila digunakan sebagai pelengkap asesmen
formatif, khususnya dalam pembelajaran fisika.

Hasil analisis deskriptif dan refleksi ADM dan ATS menunjukkan bahwa keterpakaian
ADM dan ATS sangat bermanfaat. Informasi hasil belajar yang diperoleh secara langsung
setelah melakukan tes, sangat mendukung karena dapat digunakan untuk memantau proses
pembelajaran, kemajuan belajar serta perbaikan hasil belajar mahasiswa secara kontinyu.

5
BAB III

KEUNGGULAN PENELITIAN

1. Kegayutan Antar Elemen

Dari jurnal yang kami bahas memiliki dasar elemen yang benar adanya dan memiliki beberapa
teori yang memang dapat dibenarkan adanya karna jurnal tersebut mengambil data sesuai fakta
dari berbagai lembaga sekolah perguruan tinggi.Jurnal tersebut saling berkesinambungan dengan
elemen lainnya sehingga terciptalah asesmen yang baik berupa instrumen

2. Originalitas Temuan

Temuan-temuan yang terdapat dalam instrumen asesmen ini khusunya dalam mengkritisi jurnal
ini dapat kita lihat dalam menemukan sumber jurnal ini.Demikian halnya dengan penemuan
konsistensi instrumen asesmen dengan berbagai medium yang membandingan berbagai lembaga
pendidikan dalam penerapan terhadap lembaga pendidikan tersebut.

3. Kemutakhiran Masalah

Masalah-masalah yang dipaparkan pada jurnal ini salah satunya percobaan Pengembangan
Instrumen Asesmen Diri Dan Teman Sejawat Kompetensi Bidang Studi Pada Mahasiswa. Yang
mana pengembangan instrumen asesmen sangat berperan dalam dunia pendidikan salah satunya
memberikan evaluasi kepada pesrta didik.Masalah yang dihadirkan dalam jurnal ini ialah
pengaplikasian instrumen asesmen pada mahasiswa

4. Kohesi dan Koherensi Isi Penelitian

Kohesi adalah hubungan antar unsur dalam wacana secara semantik. Hubungan kohesi yang
diciptakan atas dasar aspek leksikal dengan pilihan kata yang serasi dengan begitu dalam jurnal
ini merupakan jurnal yang memiliki hubungan dengan penerapan pengembangan instrumen
asesmen pada teman sejawat. Koherensi adalah pengaturan gagasan fakta dan ide menjadi suatu
untaian yang logis sehingga mudah memahami pesan yang ada didalamnya. Jadi, koherensi
disini mempunyai hubungan dimana jurnal yang dibuat ini memang memiliki fakta yang benar
adanya dan mempunyai gagasan ide seperti menerapkan pengembangan instrumen asesmen pada
teman sejawat.

6
BAB IV

KELEMAHAN ARTIKEL

1. Kegayutan Antar Elemen

Dari elemen yang ada kita bisa menemukan elemen yang dipaparkan terlalu banyak dan rumit
untuk dipahami.

2. Originalitas Temuan

Pada segi temuan kita dapat menemukan kelemahannya yaitu penjelasan yang dipaparkan hanya
mengandalkan dari beberapa perguruan tinggi yang ada pada kota tersebut saja dan tidak
membandingkan kota kota lain dalam pengembangan instrumen asesmen.

3. Kemutakhiran Masalah

Dari kekurangan masalah yang ada pada jurnal tersebut ialah masalah perbandingan antara
berbagai lembaga pendidikan dalam menerapkan atau mempelajari asesmen. Semakin tinggi
pendidikan tersebut maka semakin baik calon guru untuk mengevaluasi para peserta
didik.Namun selain itu permasalahan selanjutnya ialah percobaan pengembangan instrumen
asesmen dengan teman sejawat dalam percobaan ini dapat kita lihat bahwa penulis memaparkan
hasil percobaannya dan menunjukkan solusi dari pemecahan percobaan tersebut.

4. Kohesi dan Koherensi Isi Penelitian

dari keterkaitan hubungan dan penjelasan gagasan yang ada juga teori yang ada pada jurnal
tersebut hanya sedikit saja kekurangannya seperti kurangnya penjelasan secara rinci.

7
BAB V

IMPLIKASI TERHADAP

1. Teori

Dari segi teori yang ada pada jurnal yang kami bahas merupakan teori yang benar adanya dan
dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya karena dasar dasar dalam mengevaluasi peserta
didik harus memahami apa itu asesmen

2. Program Pembangunan di Indonesia

Dari beberapa penjelasan dalam jurnal tersebut sangat membantu dalam menambah wawasan
dalam mempelajari instrumen asesmen di perguruan tinggi dalam mengembangkan pengetahuan
mereka dan menjadi calon guru yang kompeten.

3. Pembahasan dan Analisis

Konstruk ADM & ATS dibentuk oleh tiga dimensi yaitu kognitif afektif dan psikomotor. Hasil
uji kecocokan model ADM & ATS menunjukkan bahwa model fit, karena nilai GFI sebesar
0,994, dan nilai SRMR sebesar 0,062. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa konstruk
teoritik yang dikembangkan didukung oleh data empirik. Karakteristik ADM & ATS, proses
asesmennya terintegrasi dalam proses pembelajaran dan bersifat on going, sebagai pelengkap
asesmen formatif. Instrumen ADM & ATS hasilnya telah memenuhi syarat sebagai instrumen
yang baik, yaitu valid secara konten, tingkat kesulitan kategori sedang, daya prmbeda
ketegorinya sangat tinggi, reliabel serta valid secara konstruk. Hasil analisis deskriptif dan
refleksi ADM dan ATS menunjukkan bahwa keterpakaian ADM dan ATS sangat bermanfaat.
Informasi hasil belajar yang diperoleh secara langsung setelah melakukan tes, sangat mendukung
karena dapat digunakan untuk memantau proses pembelajaran, kemajuan belajar serta perbaikan
hasil belajar mahasiswa secara kontinyu

8
BAB VI

PENUTUP

KESIMPULAN

Model ADM & ATS beserta instrumen pendukungnya telah dikembangkan, sehingga dapat
digunakan sebagai pelengkap asesmen formatif dalam pembelajaran fisika pada materi
gelombang dan bunyi. Penggunaan ADM & ATS akan membantu mahasiswa belajar mengenali
kekuatan dan kelemahannya di dalam memahami materi fisika. Selain itu, melalui ADM & ATS
dapat mendorong mahasiswa menjadi lebih reflektif dan memiliki kritik diri secara
berkelanjutan. Meningkatkan rasa tanggung jawab mahasiswa dan secara aktif terlibat dalam
proses pembelajaran. Model asesmen ini sangat diperlukan dalam pembelajaran yang berpusat
pada mahasiswa

SARAN

Lebih diperbaiki lagi penulisan nya agar dapat dipahami terhadap pembaca

9
DAFTAR PUSTAKA

Wijayanti, Mundilarto.2015.Pengembangan Instrumen Asesmen Diri Dan Teman Sejawat


Kompetensi Bidang Studi Pada Mahasiswa. . Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan.
Volume 19, No 2

10