Anda di halaman 1dari 11

Manfaat Seledri untuk Hipertensi

OLEH :

NEUROPSIKIATRI

DELIRIUM

ELOK ZAKIYYATU SHOLEHAH

2111.21.0058

PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER

UNIVERSITAS ISLAM MALANG

2011
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Survei yang dilakukan Departemen Kesehatan RI tahun 1992 menunjukkan
bahwa penyakit ini telah menjadi pembunuh nomor satu di Indonesia. Penyakit jantung
koroner dapat disebabkan oleh aterosklerosis yang dipercepat terjadinya oleh
beberapafaktor, khususnya kadar kolesterol darah.
Pola makanan modern sekarang yang banyak mengandung kolesterol, disertai
intensitas makan yang tinggi dan stres yang menekan sepanjang hari, membuat kadar
kolesterol darah sangat sulit dikendalikan.
Kolesterol tersebut akan menempel pada permukaan sebelah dalam dinding
pembuluh darah koroner, melekat lapis demi lapis secara perlahan-lahan, sehingga dapat
mengakibatkan pembuluh darah menyempit dan tidak elastis yang dikenal sebagai
aterosklerosis. Di samping itu aliran darah menjadi tidak lancar dan oksigen yang
terdapat didalamnya menjadi tidak cukup untuk menimbulkan metabolisme aerobik di
dalam sel otot jantung.
Terjadinya metabolisme anerobik akan menyebabkan penumpukan asam laktat
yang dapat menimbulkan rasa nyeri yang hebat di balik tulang dada.yang dikenal sebagai
serangan angina pektoris.
Serangan dapat terjadi berulang-ulang dan puncaknya adalah bila lumen
pembuluh darah koroner benar-benar tersumbat total sehingga terjadilah serangan
jantung.
Pada pengobatan tradisional, sari air herbal seledri telah digunakan sebagai obat
anti hipertensi dan khasiat tersebut telah dibuktikan oleh peneliti terdahulu. Adanya suatu
dugaan bahwa seledri dapat digunakan sebagai penurun kadar kolesterol oleh karena
adanya kandungan asam lemak tidak jenuh didalam tanaman seledri.
Makalah ini saya buat untuk memberikan referensi kepada pembaca agar bisa
mengetahui manfaat dari daun seledri yang bisa dijadikan obat herbal untuk hipertensi.

RUMUSAN MASALAH
a. Apa saja kandungan dari seledri?
b. Mengapa seledri bisa menurunkan darah tinggi?
1.2 TUJUAN
a) Mengetahui kandungan yang ada di dalam seledri
b) Mengetahui manfaat seledri sebagai obat herbal hipertensi

1.3 MANFAAT
Manfaat dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui kandungan apa saja yang
ada di dalam seledri, karena ternyata seledri bisa menjadi obat herbal untuk hipertensi. Obat
herbal hipertensi dari seledri ini bisa menjadi salah satu alternative bagi pasien yang ingin
sembuh dari hipertensi dengan cara yang alami.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Seledri telah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu di Eropa sebagai unsur pengobatan dan
penyedap masakan. Plinius Tua telah menuliskannya sejak awal penanggalan modern. Linnaeus
mendeskripsikannya pertama kali dalam edisi pertama Species Plantarum. Ia memasukkan
seledri dalam suku Umbelliferae, yang sekarang dinamakan Apiaceae (suku adas-adasan).

Seledri adalah terna kecil, kurang dari 1m tingginya. Daun tersusun majemuk dengan
tangkai panjang. Tangkai ini pada kultivar tertentu dapat sangat besar dan dijual sebagai sayuran
terpisah dari daunnya. Batangnya biasanya sangat pendek. Pada kelompok budidaya tertentu
membesar membentuk umbi, yang juga dapat dimakan. Bunganya tersusun majemuk berkarang,
khas Apiaceae. Buahnya kecil-kecil berwarna coklat gelap.

( http://www.globinmed.com/index.php?option=com_content&view=article&id=79116:apium-
graveolens-l&catid=703:a&Itemid=150 )

Untuk mengendalikan tekanan darah, penderita hipertensi umumnya minum obat setiap
hari. Tetapi, rutinitas ini sering tidak disukai penderita. Selain membuat bosan dan harganya
relatif mahal, konsumsi obat dalam jangka panjang membuat penderita takut pada efek
sampingnya.

Pengobatan alternatif menjadi pilihan beberapa orang untuk mengatasi hipertensi. Salah
satunya melakukan terapi herbal yang telah diakui kalangan medis untuk mengobati gangguan
hipertensi. Terapi ini menggunakan tanaman yang telah terbukti secara medis memiliki
kandungan obat herbal sebagai obat antihipertensi.

Dengan pemakaian yang tepat dan benar, kandungan obat herbal dalam tanaman bisa
membantu proses pengendalian tekanan darah. Ada beberapa pihak yang masih meragukan
kemampuan obat herbal.Paling tidak,kandungan lain dalam obat herbal menjadi faktor sinergis
yang bekerja seimbang dan selaras dengan obat kimia. Tetapi para ahli naturopati memiliki
keyakinan, manfaat obat herbal tidak kalah dengan obat-obat kimia. Bahkan ada keuntungannya,
karena terapi herbal tidak memiliki efek samping.

Seledri/celery (Apium graveolens) Tanaman ini mengandung senyawa aktif apigenin.


Senyawa ini berfungsi sebaga icalcium antagonist dan manitol yang identik dengan diuretik.
Selain dalam bentuk suplemen, seledri enak dikonsumsi dalam bentuk jus.

(http://www.farmasiku.com/index.php?target=pages&page_id=Terapi_Herbal_Hipertensi)

Ternyata sari air herba seledri dapat menurunkan kadar lipid darah . Hal ini mungkin
berkaitan dengan kandungan asam lemak tak jenuh yang terdapat di dalam herba seledri. Hewan
coba yang digunakan dalam penelitian ini adalah tikus putih jantan yang sehat dengan kondisi
yang sama, dengan berat badan dan umur yang relatif sama sehingga hanya perlakuan saja yang
dapat mempengaruhi hasil percobaan. Dalam penelitian ini, untuk menaikkan kadar lipid darah
hewan coba diberi makanan yang terdiri atas campuran kuning telur, sukrosa, dan lemak hewan.
Kuning telur dan lemak hewan merupakan sumber lemak dan kolesterol hewani, sedangkan
sukrosa merupakan disakarida yang akan terurai menjadi glukosa di dalam tubuh. Glukosa selain
berperan sebagai sumber energy dalam jaringan adiposa dan hati, juga akan diubah menjadi
lemak yang sebagian berbentuk trigliserida. Pada percobaan ini digunakan dua kelompok kontrol
yaitu kontrol normal dan kontrol perlakuan. Kedua kontrol tersebut digunakan untuk melihat
pengaruh pemberian sari air herba seledri terhadap penurunan kadar lipid darah pada tikus putih
yang menderita hiperlipidemia dan dibandingkan dengan tikus normal. Dari hasil pengukuran
kadar kolesterol total dan pengukuran kadar lemak total dapat diketahui bahwa tikus kelompok
kontrol perlakuan, kelompok yang diberi diit tinggi kolesterol dan lemak (Kelompok II),
mengalami peningkatan kadar kolesterol total dan lipid total yang bermakna dibandingkan
dengan kelompok normal (Kelompok I) yang dapat dilihat pada Tabel 1. Data hasil percobaan
menunjukkan bahwa pemberian sari air herba seledri dengan dosis 0,14 g/200 g bb/hari
Kelompok III) memberikan hasil kadar kolesterol total rata-rata 40,71 ± 9,26 mg/dl; dosis 0,72
g/200 g bb/hari (Kelompok IV) memberikan hasil kadar kolesterol total rata-rata 38,99 ± 5,74
mg/dl dan dosis 3,6 g/200 g bb/hari (Kelompok V) memberikan hasil kadar kolesterol total rata-
rata 37,15 ± 4,24 mg/dl. Ketiga kelompok tersebut bila dibandingkan dengan kelompok kontrol
normal (Kelompok I) yang mempunyai kadar kolesterol total rata-rata 24,61 ± 8,87 mg/dl,
terdapat perbedaan yang bermakna (p<0,05), namun bila dibandingkan dengan kelompok kontrol
perlakuan (Kelompok II) yang mempunyai kadar kolesterol total rata-rata 41,52 ± 7,42 mg/dl,
tidak terlihat adanya perbedaan yang bermakna (p<0,05). Demikian pula penurunan kolesterol
antar ketiga kelompok, tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna (p<0,05), walaupun
menurut hasil perhitungan terjadi penurunan kadar kolesterol total, tetapi secara statistik
penurunan tersebut tidak bermakna dan masih jauh di atas kelompok kontrol normal (Tabel 1).
Demikian juga dari data hasil percobaan kadar lemak total pada hewan coba menunjukkan hal
yang sama. Jadi ketiga dosis tersebut telah menunjukkan penurunan kadar kolesterol total dan
lemak total ,namun secara secara statistik belum bermakna. Hal ini mungkin disebabkan oleh
penggunaan dosis yang terlalu kecil, sehingga lemak tak jenuh yang terkandung dalam herba
seledri tidak dapat mengikat semua kolesterol dan lemak dalam usus. Akibatnya kolesterol dan
lemak dapat diserap oleh alat pencernaan.Berdasarkan literatur, herba seledri mengandung asam
lemak tak jenuh yaitu asam lemak oleat dan asam linoleat, sehingga penurunan kadar kolesterol
total dan lemak total mungkin disebabkan oleh adanya asam Asam lemak tidak jenuh berfungsi
menurunkan kadar Low Density Lipoprotein (LDL) dan meningkatkan kadar High
Densitylipoprotein (HDL) yang pada akhirnya akan menyebabkan peningkatan metabolism
kolesterol dalam empedu untuk dapatdi keluarkan dari tubuh. Mekanisme ini yang menyebabkan
terjadinya penurunan kadar kolesterol. Ada beberapa hipotesis yang dapat digunakan untuk
menjelaskan efek tersebut, termasuk stimulasi ekskresi kolesterol ke dalam usus dan stimulasi
oksidasi kolesterol menjadi asam empedu. Ester kolesterol yang terdapat pada asam lemak tidak
jenuh ganda memungkinkan lebih cepat dimetabolisme oleh hati dan jaringan lainnya sehingga
meningkatkan kecepatan pertukaran dan ekskresinya.
BAB III
PEMBAHASAN

maping
BAB IV
PENUTUP

4.1 KESIMPULAN

4.2 SARAN
DAFTAR PUSTAKA