Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Zaman Renaissance (kebangkitan kembali budaya Gracco-Roman di Italia
dan Eropa) terjadi sekitar tahun 1500, meskipun gejalanya telah muncul satu atau
dua ahad sebelumnya. Tetapi, sebagai gerakan budaya, budaya ini baru
berkembang meluas pada tahun 1500. Pokok zaman ini adalah pandangan
“kembali ke bumi” sebagai reaksi terhadap pandangan Abad Pertengahan yang
menekankan “surgawi” akibat besarnya pengaruh agama.1
Dunia barat pada zaman sekarang dibanding dengan dunia barat pada
zaman dahulu sangat berbeda jauh. Karena pada zaman sebalum terjadinya sebuah
kejadian luar biasa yang kita kenal dengan renaissance, dunia barat dalam
keadaaan gelap gulita (Dark Age) tanpa ada cahaya pengetahuan sedikitpun.
Perkembangan ilmu pengetahuan sangat dibatasi oleh gereja, sehingga pada masa
itu, manusia berfikir secara sempit dan terbatas oleh aturan-aturan gereja. Dapat
kita bayangkan bahwa [ada zaman itu pemikiranb manusia tidak dapat
berkembang bebas dan maju dengan pesat.
Akan tetapi, oaring eropa semakin mengerti akan pentingnya ilmu
pengetahuan dan mencoba untuk melepaskan diri dari belenggu gereja. Gerakan
seperti ini semakain menguat dan berkembang dnegan pesat setelah mereka sadar
akan pentingnya ilmu pengetahuan. Karena dengan ilmu pengetahuan mereka
dapat menuju suatau masa yang lebih baik dan lebih meju. Denban kesadaaran
inilah mereka membuka halaman baru sejarah dan menutup masa kegelepan yang
selama ini telah mengikat dan membatasi kemajuan mereka.
Gerakan renaissance merupakan sebuah gerakan yang sanat berpengaruh
dalam perkembangan dan kemajuan manusia pada zaman itu hingga zaman
sekarang. Dengan adanya gerakan ini manusia mempunyai kebebasan dalam
mengembangkan diri dalam segala aspek dan segi tidak hanya dalam segi
keagamaan saja, tetapi juga dalam segi ilmu pengetahuan, seni, budaya,

1
Simon Petrus L. T. 2004. Petualangan Intelektual. Yogyakarta. Kanisius
penjelajahan, filsafat, dan berbagai macam disiplin ilmu lainnya. Pada zaman ini
pula berkembang faham-faham pemikiran yang akan mempengaruhi bentuk
pemikiran manusia pada zaman mendatang. Faham-faham itu meliputi
rasionalisme, empirisme, idealisme, materealisme, dan posotivisme.
Begitu beasarnya pengaruh renaissance dalam kemajuan peradaban
manusia sehingga kita diruntut untuk dapat memahami semangat dan spirit yang
ada pada gerakan ini, sehingga kita tidak hanya mengapresiasi gerakan tersebut,
tetapi mampu mengaplkikasikan semanagat dan spirit itu dalam kehidupan kita
sehari-hari menuju zaman yang lebih baik.2
Pada masa Renaissance muncul aliran yang menetapkan kebenaran
berpusat pada manusia, yang kemudian disebut dengan Humanisme. Aliran ini
lahir disebabkan kekuasaan gereja yang telah menafikan berbagai penemuan
manusia, bahkan dengan doktrin dan kekuasaannya, gereja telah meredam para
filosof dan ilmuan yang dipandang dengan penemuan ilmiahnya telah
mengingkari kitab suci yang selama ini telah diacu oleh kaum kristiani.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka yang
menjadi focus permasalahan dalam penulisan paper ini adalah:
1. Apa itu filsafat Renaissance ?
2. Bagaimana perkembangan Renaissance ?
3. Siapa saja tokoh-tokoh Renaissance?

C. Manfaat Penulisan
1. Kita dapat mengetahui definisi Renaissance.
2. Kita dapat mengetahui dan memahami bagaimana perkembangan
Renaissance
3. Kita juga dapat mengetahui tokoh – tokoh Renaissance

2
Tafsir, Ahmad. 2007. Filsafat Umum. Bandung:Remala Rosdakarya., hla 64
BAB II
PEMBAHASAN

A. Sejarah Masa Renaissance


Istilah Renaissance berasal dari bahasa Perancis yang berarti kebangkitan
kembali. Oleh sejarawan, istilah tersebut digunakan untuk menunjukkan berbagai
periode kebangkitan intelektual, khususnya yang terjadi di Eropa. Orang yang
pertama menggunakan istilah tersebut adalah Jules Michelet, sejarawan Perancis
terkenal. Menurutnya, Renaissance adalah periode penemuan manusia dan dunia
dan bukan sekedar sebagai kebangkitan kembali yang merupakan permulaan
kebangkitan modern. Bila dikaitkan dengan keadaan, Renaissance adalah masa
antara zaman pertengahan dan zaman modern yang dapat di pandang sebagai
masa peralihan, yang ditandai oleh terjadinya sejumlah kekacauan dalam bidang
pemikiran. Di satu pihak terdapat astrologi, kepercayaan yang bersangkutan
dengan dunia hitam, perang-perang agama dan sebagainya dan di lain pihak
muncullah ilmu pengetahuan alam modern serta mulai berpengaruhnya suatu
perasaan hidup baru. Pada saat itu muncullah usaha-usaha penelitian empiris yang
lebih giat yang pada akhirnya memunculkan sains bentuk baru.3
Awal mula dari suatu masa baru ditandai oleh suatu usaha besar dari
Descartes (1596-1650 M) untuk memberikan kepada filsafat suatu bangunan yang
baru. Dalam bidang filsafat, zaman Renaissance kurang menghasilkan karya
penting bila dibandingkan dengan bidang seni dan sains. Namun, diantara
perkembangan itu, terjadi pula perkembangan dalam bidang filsafat. Descartes
sering disebut sebagai tokoh pertama filsafat modern.
Pada abad pertengahan, manusia dianggap kurang dihargai sebagai
manusia. Kebenaran diukur berdasarkan ukuran dari gereja (Kristen), bukan
menurut ukuran yang dibuat oleh manusia. Humanisme menghendaki ukuran
haruslah dibuat oleh manusia. Karena manusia mempunyai kemampuan

3
Atang Abdul Hakim dan Beni Ahmad Saebani, Filsafat Umum, (Bandung: Pustaka
Setia. 2008). Hal. 339-340
berpikir, Humanisme menganggap manusia mampu mengatur dirinya dan
mengatur dunia.
Ciri utama Renaissance adalah Humanisme, individualisme, lepas dari
agama (tidak mau diatur oleh agama), empirisme dan rasionalisme. Hasil yang
diperoleh dari watak itu ialah berkembangnya pengetahuan rasional. Filsafat
berkembang bukan pada zaman Renaissance, melainkan kelak pada zaman
sesudahnya (zaman modern). Sains berkembang karena semangat dan hasil
empirisme itu. Agama (Kristen) semakin ditinggalkan, karena
semangat Humanisme itu. Ini kelihatan dengan jelas kelak pada zaman modern.
Rupanya, setiap gerakan pemikiran mempunyai kecenderungan menghasilkan
yang positif, tetapi sekaligus yang negatif.
Pemikiran mengenai alam pada jaman Renaissance menghasilkan tokoh-
tokohnya yang terpenting di Italia dan Jerman. Leonardo Da Vinci telah
sepenuhnya mengerti, bahwa alam hanya dapat diketahui melalui pengalaman dan
bahwa bagi perusahaan ilmu alam, pengalaman harus ditimbulkan melalui
eksperimen dan dikembangkan dengan menggunakan matematika. Da Vinci yang
dengan tenang menerapkan metodenya yang menjauhi segenap filsafat alam
spekulatif, mendahului Galilei dan baru dapat diimbangi oleh Galilei. Karena hasil
karya Da Vinci tetap tidak dikenal, maka gagasan-gagasan yang terkandung di
dalamnya tidak membawa pengaruh terhadap rekan-rekan sesamanya dan
terhadap para pemikir di kemudia hari. Nicolaus Coper Nicus (Thorn, Polandia,
1473- Frauenburg, Prusia Timur, 1543), yang selama beberapa waktu menuntut
pelajaran di Italia, mengemukakan pendapat bahwa bukannya matahari yang
mengelilingi bumi, melainkan bumilah yang mengitari matahari. Secara demikian
bukan hanya fisika Aristoteles yang digulingkan, melainkan sekaligus
dipersiapkan suatu perubahan pemikiran mengenai hubungan antara manusia
dengan alam semesta.4
Tokoh pertama filsafat adalah Descartes. Dalam filsafat, kita menemukan
ciri-ciri Renaissance tersebut, yaitu menghidupkan kembali rasionalisme Yunani
(Renaissance), individualisme, Humanisme, lepas dari pengaruh agama.

4
Atang Abdul Hakim dan Beni Ahmad Saebani, Filsafat Umum, . . . Hal. 341-354
Sekalipun demikian, para ahli lebih senang meyebut Descartes sebagai tokoh
rasionalisme.5
Ciri utama filsafat pada masa Renaissance adalah rasionalisme, yang
menetapkan bahwa kebenaran berpusat dari akal, tetapi setiap akal bergantung
pada subjek yang menggunakannya. Oleh karena itu, seorang filosof rasionalis
menekankan bahwa berpikir sebagai wujud keberadaan diri, jika seseorang
berpikir berarti ia ada. Ajaran ini diperkenalkan oleh Rene Dercartes dengan
paradiga cagito ergo sum atau cagito descartes.

B. Perkembangan Masa Renaissance


1. Perkembangan Sosial
Abad Renaisans adalah sebuah gerakan kebudayaan antara abad ke-
14 hingga abad ke-17, bermula di Italia pada akhir Abad Pertengahan dan
kemudian menyebar ke seluruh Eropa. Gerakan ini mencakup kebangkitan
pengetahuan berdasarkan sumber-sumber klasik, tumbuhnya panutan pada
Sri Paus dan segala sesuatu yang anggun, perkembangan gaya perspektif
dalam seni lukis, dan kemajuan ilmu pengetahuan. Gerakan Masa
Pencerahan memberikan efek yang luar biasa pada semua usaha untuk
mengembangkan ilmu pengetahuan, tapi mungkin yang paling terkenal
adalah kemajuan dari segi kesenian dan kontribusi dari para polymath
(orang yang memiliki ilmu yang tinggi dalam berbagai macam hal)
sepertiLeonardo da Vinci dan Michelangelo, yang menyebabkan
munculnya sebutan “Renaissance Men”.
Renaisans pertama kali diperkenalkan di Eropa Barat, di kawasan
Italia. Hal ini dipicu kekalahan tentara salibdalam perang suci. Kekalahan
tersebut membuat para pemikir dan seniman menyingkir dari Romawi
Timur menuju Eropa Barat. Mereka menyadari telah dimulainya masa
mesiu peledak dan untuk menguasai teknologi tersebut mereka harus
melepaskan diri dari pengaruh mistisme zaman pertengahan dengan

5
Surajiwo. 2005. Suatu Pengantar Ilmu Filsafat. Jakarta:Bumi Aksara. hal. 41
kembali kepada sains zaman klasik yang sebelumnya dilarang karena
dianggap pelanggaran terhadap misi ketuhanan.
a Dengan kebebasan besar itu, seniman bisa berkumpul dan
mendirikan gilda-gilda seni yang mengangkat nama banyak seniman
terkenal. Melalui gilda ini seniman mendelegasikan pekerjaan, bekerja
sama, hingga mendidik bakat-bakat baru.
Selian itu ada satu hal lagi kjejadian penting yang melatar belakangi
munculnya renaissance yaitu, Perang Salib. Karena pada saat itu gereja
dan kerajaan di eropa bias di bilang dalam keadaan lemah karena sedang
berperang. Hal itu memberikan peluang kepada para seniman, ilmuan, dan
para kaum humanis untuk mendobrak tradisi lama dan mengembalikan
kejayaan eropa seperti pada jaman romawi dan yunani kuno.
Perkembangan pertama renaisans terjadi di kota Firenze. Keluarga
Medici yang memiliki masalah dengan sistem pemerintahan kepausan
menjadi penyokong keuangan dengan usaha perdagangan di wilayah
Mediterania. Hal ini membuat para intelektual dan seniman memiliki
kebebasan besar karena tidak lagi perlu memikirkan masalah keuangan
dan mendapatkan perlindungan dari kutukan pihak gereja. Keleluasaan ini
didukung oleh tidak adanya kekuasaan dominan di Firenze. Kota ini
dipengaruhi secara bersama oleh bangsawan dan pedagang. Potret
keluarga Medici
Perkembangan pertama renaisans terjadi di kota Firenze. Keluarga
Medici yang memiliki masalah dengan sistem pemerintahan kepausan
menjadi penyokong keuangan dengan usaha perdagangan di wilayah
Mediterania. Hal ini membuat para intelektual dan seniman memiliki
kebebasan besar karena tidak lagi perlu memikirkan masalah keuangan
dan mendapatkan perlindungan dari kutukan pihak gereja. Keleluasaan ini
didukung oleh tidak adanya kekuasaan dominan di Firenze. Kota ini
dipengaruhi secara bersama oleh bangsawan dan pedagang.
2. Perkembangan Politik
Dalam bidang filsafat politik, perhatian pada subjektivitas manusia
menghasilkan individualisme dan penghargaan tinggi terhadap kebebasan
individu. Paham hak-hak asasi manusia, terutama yang bersifat kebebasan
liberal dan hak demokratis, mengungkapkan kesadaran itu. Dalam filsafat
politik, kesadaran itu terwujud dalam teori tentang perjanjian negara.
Itulah anggapan bahwa negara berasal dari suatu perjanjian antara
individu-individu yang sebelumnya belum bernegara. Mereka bersama-
sama menciptakan negara untuk memecahkan masalah-masalah di antara
mereka dengan lebih baik. Jelas bahwa ajaran perjanjian negara melawan
semua paham yang hendak menempatkan nilai manusia konkret di bawah
kepentingan negara. Negara adalah demi manusia dan bukan manusia demi
negara.6
Niccolo Machiavelli adalah filosof politik Italia, Niccolo
Machiavelli lahir pada tahun 1469 di Florence, Italia. Ayahnya, seorang
ahli hukum. Pada usia 29 tahun Machiavelli memperoleh kedudukan tinggi
di pemerintahan sipil Florence. Selama 14 tahun sesudah itu dia mengabdi
kepada Republik Florentine dan terlibat dalam berbagai misi diplomatik
atas namanya, melakukan perjalanan ke Perancis, Jerman dan di dalam
negeri Italia.
Hasil karyanya yang paling masyur adalah The Prince (Sang
Pangeran) ditulis tahun 1513 dan The Discourses Upon The First Ten
Books Of Titus Lifius (pembicaran terhadap 10 buku pertama Titus
Lifius). Diantara karya-karya termasyur lainnya adalah The Art Of War
(seni berperang), A History of Forence (sejarah Forence) dan La
Mandragola (suatu drama yang bagus, kadang-kadang masih
dipanggungkan orang). Tetapi karya pokoknya yang terenal adalah The
Prince (Sang Pangeran), mungkin yang paling brilian yang pernah
ditulisnya dan memang paling mudah dibaca dari semua tulisan filosofis.

6
Atang Abdul Hakim dan Beni Ahmad Saebani, Filsafat Umum, . . . Hal. 355-360
Machiavelli kawin dan punya enam anak. Dia meninggal dunia tahun 1527
pada umur 58 tahun.
Filsuf politik, yang paling terkenal adalah Niccolò Machiavelli,
yang berusaha menggambarkan kehidupan politik seperti yang benar
adanya, hal ini untuk dipahami secara rasional. Sebuah kontribusi penting
untuk Renaissance Italia humanisme Pico della Mirandola yang menulis
teks terkenal "De hominis Dignitate" (Orasi pada Martabat Manusia,
1486), yang terdiri dari serangkaian tesis tentang filsafat, alam pikir, iman
dan sihir dipertahankan terhadap setiap lawan atas dasar alasan. Selain
mempelajari bahasa Latin klasik dan Yunani, penulis Renaissance juga
mulai semakin menggunakan bahasa daerah; dikombinasikan dengan
pengenalan pada pencetakan, hal ini akan memungkinkan lebih banyak
orang yang mengakses buku, terutama Alkitab.
Dalam semua, Renaissance dapat dipandang sebagai upaya secara
intelektual untuk belajar dan meningkatkan bentuk sekuler dan duniawi,
baik melalui kebangkitan ide dari zaman dahulu, dan melalui pendekatan
baru untuk berpikir. Beberapa ahli, seperti Rodney Stark, mengurangi
Renaissance dalam mendukung inovasi sebelumnya di negara kota Italia
pada Abad Pertengahan Tinggi, yang berkombinasi dengan pemerintah
yang responsif, Kristen dan kelahiran kapitalisme. Analisis ini berpendapat
bahwa, sedangkan negara-negara besar Eropa (Perancis dan Spanyol)
adalah pemerintahan yang monarki absolut, dan lain-lain berada di bawah
kontrol langsung Gereja, republik-republik kota mandiri Italia mengambil
alih prinsip-prinsip kapitalisme yang bisa ditemukan di perkebunan
monastik dan memicu revolusi komersial yang luas belum pernah terjadi
sebelumnya yang mendahului dan membiayai Renaissance.

3. Perkembangan Teknologi
Kegiatan keagamaan di Eropa memanfaatkan media cetak, dimana
sistem cetak ini merupakan penemuan baru. Buku–buku agama
berkembang dengan cepat dan luas. Sebagai efek samping buku-buku
literatur gereja banyak pula dikembangkan keluar, termasuk buku-buku
pengetahuan tentang budaya Romawi dimasa lampau (yang menjadi titik
pusat perhatian masyarakat pada waktu itu, karena dianggap dapat
menjawab permasalahan). Dengan perkembangan buku-buku literatur
secara cepat dan meluas, maka berkembanglah babakan baru untuk
intelektualitas masyarakat serta pembaharuan dalam pola pikir.7
Giotto adalah seniman Renaissance dari Firence yang pertama kali
menguasai penggunaan perspektif mekanis, pemakaian bentuk anatomi
manusia, serta eksperimen tentang “chiaroscuro” yaitu suatu cara melukis
bayangan dengan maksud memberikan ketajaman pada bentuk-bentuk
yang terkena bayangan, ini merupakan 3 unsur pokok bagi pelukis masa
Renaissance pada awalnya. Dengan demikian lukisan yang dihasilkan
lebih mendekati obyektifitas dan lebih realistis. Selanjutnya “azas
perspektif mekanis” ditemukan oleh arsitek Brunelleschi, yang
menemukan prinsip-prinsipnya pada waktu ia menelaah proporsi bangunan
Romawi kuno. Penemuan prinsip ini sangat menggairahkan seniman
sezamannya, sehingga pada aliran Renaissance ini hampir semua hasil
karya seni memakai prinsip teknik perspektif. Azas-azas perspektif, suatu
telaah yang mempesonakan seniman Renaissance memperlihatkan
bagaimana perspektif mengungkapkan kesan kedalaman suatu permukaan
yang datar, semua garis bertemu pada satu “titik lenyap” sehingga
pedoman ini dipakai dalam sketsa sebelum mulai melukis. Teknik
“Sfumato” sebagai pengembangan dari teknik Chiaroscuro, yakni
pengaburan atau peremangan garis bentuk suatu benda sehingga menyatu
dengan keadaan sekelilingnya, sehingga memperkuat kesan obyek,
semakin dikenal.
Arsitektur Renaisans (yang berjaya dalam abad 15–17 M)
memperlihatkan sejumlah ciri khas arsitektur. Munculnya kembali
langgam-langgam Yunani dan Romawi seperti bentuk tiang langgam

7
Bernard Delfgaaw, Sejarah Ringkas Filsafat Barat, (Banten: Tiara Wacana Yogya.
1992). Hal. 104
Dorik, Ionik, Korintia dan sebagai-nya; (meskipun pada perkembangan
selanjutnya peng-gunaan langgam tersebut mulai berkurang) dapat disam-
paikan sebagai ciri yang pertama. Bentuk-bentuk denahnya sangat terikat
oleh dalil-dalil yang sistematik, yaitu bentuk simetris, jelas dan teratur
dengan teknik konstruksi yang bersahaja (kalau dibandingkan dengan
masa sekarang, masa abad 20 khususnya). Di satu pihak, ketaatan pada
dalil-dalil ini mencerminkan perlakuan yang diberlakukan pada arsitektur
yakni, arsitektur ditangani dengan menggunakan daya nalar atau pikiran
yang rasional. Perlakuan yang menggunakan daya nalar ini sekaligus
menjadi titik penting perjalanan arsitektur Barat mengingat sebelumnya
arsitektur sepenuhnya diperlakukan hanya dengan menggunakan daya rasa
seni bangunan. Dengan kesetiaan pada dalil itu pula sebaiknya kehadiran
detil dan perampungan yang ornamental maupun dekoratif diposisikan.
Maksudnya, unsur-unsur yang ornamental dan dekoratif dari bangunan
dihadirkan sebagai penanda dan penunjuk bagi dalil-dalil yang digunakan.
Sebuah ilustrasi sederhana dapat disampaikan di sini untuk memberikan
penjelasan tentang hal itu.
Setelah tahun 1600-an, arsitektur Renaisans mulai meninggalkan
gaya-gaya klasik, kemudian disambung dengan kebudayaan Barok
(Baroque) dan Rococo. Barok dan Rococo dianggap merupakan bentuk
dari kebudayaan Renaisans juga. Contoh dari aliran Barok adalah gereja
St. Peter di Roma.

C. Tokoh-Tokoh Renaissance
Diantara tokoh-tokoh Renaissance yang mempunyai peran yang
penting dalam Renaissance, adalah tokoh-tokoh antara lain, seperti:8
1. Dante Alighiere (1265-1321)
Dante lahir pada tanggal 21 Mei 1265 di Ferenze, ia berasal dari
keluarga kaya raya. Dia pernah menjadi prajurit Firenze, yang
menginginkan negaranya dapat merdeka dari pengaruh tiga kerajaan yang

8
Jalako S. Summadjo, Filsafat Seni, (Bandung: ITB. 1994). Hal. 291
lebih besar yaitu Kepausan, Spanyol dan Perancis. Dante mulai menjadi
pengkritik dan penentang otoritas moral Kepausan yang dinilainya tidak
adil dan tidak bermoral. Puncaknya ia tuangkan dalam sebuah buku
berjudul De Monarchia (On Monarchy) yang menggambarkan kedudukan
dan keabsahan Sri Paus sebagai pemimpin spiritual tertinggi Gereja
Khatolik, mengapa sekaligus menjadi raja dunia (Kerajaan Kepausan)
yang otoriter. Hasil karya Dante antara lain adalah La Vita Nuova (The
New Life) juga berisi tentang gambaran pertumbuhan cinta
manusia. Comedia yang ditulis ketika dia berada dalam pengasingan
panjang dan Revenna. Buku ini berisi tentang perjalanan jiwa manusia
yang penuh kepedihan yang penuh kepedihan dalam perjalanan dari dunia
ke alam gaib. Tokoh utamanya adalah Virgilius (nama sastrawan dari
zaman Romawi Kuno) yang setelah kematiannya harus melewati tiga fase
yaitu Inferno (neraka), Purgatoria (pembersih jiwa) dan Paradiso (surga).
2. Lorenzo Valla (1405-1457)
Lorenzo lahir di Roma pada tahun 1405 dari keluarga ahli hukum.
Salah satu ungkapannya yang sangat terkenal adalah “Mengorbankan
hidup demi kebenaran dan keadilan, adalah jalan menuju kebajikan
tertinggi, kehormatan tertinggi dan pada hal tertinggi.” Hasil karyanya
antara lain adalah De Volupte (kesenangan) yang terbit pada tahun 1440,
yang berisi kekagumannya pada etika Stoisisme yang mengajarkan
pentingnya manusia itu mati raga (Askese) dalam rangka mendapatkan
keselamatan jiwa. Buku yang berjudul De Libero Erbitrio (keinginan
bebas) yang mengatakan individualitas manusia berakar pada kebesaran
dan keuinikan manusia, khususnya kebebasan sehingga kehendak awal
Sang Pencipta tidak membatasi perbuatan bebas manusia dan tidak
meniadakan peran kreatif manusia dalam sejarahnya dan buku berjudul De
Valso Credita Et Ementita Constantini Donation Declamation, yang
mengisahkan tentang donasi hadiah kepada Sri Paus oleh Kaisar
Constantinus sebenarnya adalah palsu, sebab dari sudut bahasa donasi itu
jelas bukan gaya bahasa abad ke-4 melainkan abad ke-8.
3. Niccolo Machiavelli (1469-1527)
Niccolo Machiavelli adalah filosof politik Italia, Niccolo
Machiavelli lahir pada tahun 1469 di Florence, Italia. Ayahnya, seorang
ahli hukum. Pada usia 29 tahun Machiavelli memperoleh kedudukan tinggi
di pemerintahan sipil Florence. Selama 14 tahun sesudah itu dia mengabdi
kepada Republik Florentine dan terlibat dalam berbagai misi diplomatik
atas namanya, melakukan perjalanan ke Perancis, Jerman dan di dalam
negeri Italia.
Hasil karyanya yang paling masyur adalah The Prince (Sang
Pangeran) ditulis tahun 1513 dan The Discourses Upon The First Ten
Books Of Titus Lifius (pembicaran terhadap 10 buku pertama Titus
Lifius). Diantara karya-karya termasyur lainnya adalah The Art Of
War (seni berperang), A History of Forence (sejarah Forence)
dan La Mandragola (suatu drama yang bagus, kadang-kadang masih
dipanggungkan orang). Tetapi karya pokoknya yang terenal adalah The
Prince (Sang Pangeran), mungkin yang paling brilian yang pernah
ditulisnya dan memang paling mudah dibaca dari semua tulisan filosofis.
Machiavelli kawin dan punya enam anak. Dia meninggal dunia tahun 1527
pada umur 58 tahun.
4. Boccacio (1313-1375)
Giovani Boccacio lahir di Certaldo, Italia tahun 1313 dari seorang
pedagang yang berasal dari Firenze. Hasil karyanya antara lain cerita epos
seperti Thebaid atau Aenid, prosa seperti Ameto, puisi seperti Amoroso
Fisione dan Ninfale Fiesolan. Puncak karyanya Decamerome, adalah karya
sastra berjudul De Genealogis Dorum Gentilium (On The Genealogi Of
God) yang tersusun dalam 15 jilid.
5. Francesco Petrarca (1304-1374)
Francesco adalah seorang yang lahir pada 20 juli 1304 di Tuscan. Ia
belajar hukum di Montpellier dan melanjutkan ke Universitas Bologna.
Namun, ia lebih tertarik pada seni sastra dan seni lukis. Dia seorang
humanis yang mengagumi hal-hal yang serba naturalis, polos dan apa
adanya. Salah satu ungkapan terkenalnya pada alam dituangkan dalam
karya lukis yang di beri nama Ikaros.
6. Desiderius Erasmus (1466-1536)
Erasmus lahir pada 27 Oktober 1466 di Gouda. Ibundanya bernama
Margaret. Setelah lulus dari sekolah atas ia melanjutkan ke Biara Agustin
di Styn hingga menjadi Pastor kemudian melanjutkan ke Universitas Paris.

Hasil karya Eramus dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok, yaitu:


1. Kelompok karya-karya Satiris dengan tujuan ingin mengungkap segala
kelemahan penyakit korup dan munafik yang melanda warga masyarakat,
seperti Praise Of Folly (1509).
2. Kelompok karya bernada satiris berupa pesan moral yang diharapkan
dapat memperbaiki atau mempengaruhi mentalitas kaum Khatolik, seperti
buku yang berjudul Hand Book Of The Christian Knight (1501), The
Complaint Of Peace (1517).
3. Kelompok dalam bentuk terjemahan kitab suci Perjanjian Baru
berdasarkan naskah asli Yunani, seperti Annotations On The New
Testament (1505), The Prince Of The Christian Humanists.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari pembahasan yang telah disampaikan pada halaman-halaman
sebelumnya kita dapat mengambil kesimpulan bahwa latar belakang
renaissance adalah:
1. Adanya pembatasan-pembatasan, penyiksaaan, kekejaman, keterikatan,
pemaksaan, dan banyak tindakan lain yang mungkin tidak berperi-
kemanusiaan yang dilakukan oleh gereja.
2. Keinginan kaum borjuis untuk mengembalikan kejayaan mereka seperti
masa lalu, sehingga mereka dapat hidup dengan penuh kehormatan dan
kejayaaan.
3. Munculnya sebuah gerakan kultural, pada awalnya merupakan
pembaharuan di bidang kejiwaan, kemasyarakatan, dan kegerejaan di
Italia.
4. Munculnya kota-kota dagang yang makmur akibat perdagangan mengubah
perasaan pesimistis (zaman Abad Pertengahan) menjadi optimistis.
Dengan keadaan yang tanpa adanya kebebasan ini maka timbullah sebuah
semangat baru untuk mendapat kebebasan dalam segala kegiatan, tanpa ada
keterikatan dan pemaksaaan dari pihak lain. Ini adalah merupakan proses yang
mengawali gerakan renaissance tersebut. Dan hasil dari gerakan ini lebih bernilai
atau bahkan tak ternilai harganya meski harus melewti proses yang begitu kelam.
Karena pada masa reaissance ini muncul begitu banyak tokoh dalam bidangnya
msing-masing dan mereka mampu memberikan subtansi konkrit pada bidang
mereka masing-masing. Perubahan yang luar biasa ini tidak hanya merubah
pandangan hidup bangsa Eropa saja khususnya tetapi mampu mengubah cara
pandang dunia dan umat manusia pada umumnya.
Semanagat renaissance juga merupakan start awal menuju zaman teknologi
yang mutakhir. Karena dengan semangat ini muncul para ilmuwan-ilmuwan yang
mengutarakan ide-ide cemerlangnya dalam bidang IPTEK. Hal ini bisa terjadi
karena telah terhapusnya faham sekularisme yang membatasi antara ilmu
pengetahuan dengan agama, sehingga ilmu pengetahuan tidak dapat bergerak
bebas dan berkembang pesat. Namun setelah terhapusnya faham ini dengan
adanya gerakan renaissance, maka ilmu pengetahuan mempunyai ruang gerak
yang sangat leluasa sehingga mampu untuk berkembang dan maju. Diantara
tokoh-tokh yang terkenal pada masa ini adalah:
1. Bidang seni dan budaya: Albrecht Dührer (1471-1528), Desiserius
Eramus (1466-1536), Donatello, Ghirlandaio, Hans Holbein (1465-1506),
Hans Memling (1430-1495), Hieronymus Bosch (1450-1516), Josquin de
Pres (1445-1521), Leonardo da Vinci (1452-1519), Lucas Cranach (1472-
1553), Michaelangelo (1475-1564), Perugino (1446-1526), Raphael
(1483-1520), Sandro Botticelli (1444-1510), Tiziano Vecelli (1477-1526).
2. Bidang Penjelajahan: Christopher Columbus (1451-1506), Ferdinand
Magellan (1480?-1521).
3. Bidang Ilmu pengetahuan: Johann Gutenberg (1400-1468), Nicolaus
Copernicus (1478-1543), Andreas Vesalius (1514-1564), William Gilbert
(1540-1603), Galileo Galilei (1546-1642), Johannes Kepler (1571-1642).

B. Saran
1. Sebagai Mahasiswa hendaknya kita memahami tentang Filsafat
Renaissance dan Humanisme dan perkembangannya.
2. Sebaliknya kita bisa memilah faham atau dogmatis yang bermanfaat dan
yang berbahaya bagi kita sebagai insan yang beragama.
DAFTAR PUSTAKA

Atang Abdul Hakim dan Beni Ahmad Saebani, Filsafat Umum, (Bandung:
Pustaka Setia. 2008).
Bernard Delfgaaw, Sejarah Ringkas Filsafat Barat, (Banten: Tiara Wacana Yogya.
1992).
S. Summadjo, Filsafat Seni, (Bandung: ITB. 1994)
Simon Petrus L. T. 2004. Petualangan Intelektual. Yogyakarta. Kanisius

Surajiwo. 2005. Suatu Pengantar Ilmu Filsafat. Jakarta:Bumi Aksara.

Tafsir, Ahmad. 2007. Filsafat Umum. Bandung:Remala Rosdakarya.