Anda di halaman 1dari 19

CRITICAL BOOK REPORT

“Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru”

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Psikologi Pendidikan


Dosen Pengampu : Rafael Lisinus Ginting, S.Pd., M.Pd.

DISUSUN OLEH
NAMA : FADLI RAFI
NIM : 2183151022
KELAS : C REGULER 2018

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR


FAKULTAS BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
KATA PENGANTAR
Puji syukur, kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, nikmat dan
hidayah-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan critical book report dengan judul
“Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru” untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah
Psikologi Pendidikan. Shalawat dan salam, saya haturkan kepada junjungan kita nabi
Muhammad saw, keluarga serta sahabat-sahabatnya.
Saya menyadari bahwa dalam penyusunan Critical Book Report ini dapat
terselesaikan, berkat bantuan dan dukungan dari berbagai pihak yang terkait. Maka dari itu
saya menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar – besarnya kepada Bapak Rafael
Lisinus Ginting, S.Pd., M.Pd selaku Dosen Pengampu yang telah membimbing saya dan
teman-teman yang senantiasa sudah membantu.
Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu
mengharapkan masukan atau saran dan kritik yang membangun guna perbaikan dan
penyempurnaan selanjutnya. Saya berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi
semua pihak dan dapat menambah pengetahuan kita.

Medan, 3 Maret 2018

Penulis,
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ....................................................................................................................... i


KATA PENGANTAR ................................................................................................................... ii
DAFTAR ISI .................................................................................................................................iii
IDENTITAS BUKU .........................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN ...............................................................................................................
A. Latar Belakang .......................................................................................................................
B. Rumusan Masalah .................................................................................................................
C. Tujuan .......................................................................................................................................
BAB II ISI BUKU ............................................................................................................................
BAB III PEMBAHASAN ...............................................................................................................
A. Kelebihan dan Kelemahan Buku .....................................................................................
BAB IV PENUTUP .........................................................................................................................
A. Kesimpulan..............................................................................................................................
B. Saran ..........................................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................................................
IDENTITAS BUKU

Judul Buku : Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru


Nama Pengarang : Muhubbin Syah
Penerbit/Thn. Terbit/Jlh. Halaman: PT Remaja Rosdakarya/2015/268 halaman
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kata “psikologi” berasal dari Yunani “psyche” artinya jiwa dan “logos” artinya ilmu
pengetahuan. tetapi psikologi membatasi pada materi dan ekspresi jiwa/mental tersebut
yakni berupa tingkah laku dan proses kegiatannya, sehingga psikologi dapat didefinisikan
sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah dan proses mental. Psikologi
mempunyai banyak sub-disiplin kajian, seperti mengenai perkembangan, sosial, klinis,
organisasi/industry, pendidikan dan kesehatan. Meskipun keempat perspektif umumnya
berkembang secara independen, tetapi pada beberapa bidang pembahasan terjadi integrasi.
Buku psikologi Pendidikan dengan pendekatan baru ialah sebuah buku yang
mengkaji psikologi pendidikan dengan sudut pandang ataupun cara yang baru. Dengan
mengkritik buku ini, diharapkan dapat memberi kontribusi yang berarti dan memantapkan
kualitas calon guru dan guru professional yang bertugas di jenjang pendidikan dasar dan
menengah.

B. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui isi buku psikologi pendidikan dengan pendekatan baru karya
Muhibbin Syah.
2. Untuk memahami kelebihan dan kekurangan yang ada pada buku psikologi
pendidikan dengan pendekatan baru karya Muhibbin Syah.

C. Manfaat
Buku ini dikritik dengan tujuan agar pembelajaran Pendidikan psikologi dengan
menggunakan menggunakan pendekatan baru dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa
untuk belajar mandiri, belajar bersama, untuk mencapai tujuan bersama.
BAB II
ISI BUKU
BAB I
A. Apakah intisari Buku Ini?
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan usasana belajar dan
proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya,
masyarakat, bangsa dan negara. Pengetahuan-pengetahuan psikologi diterapkan dengan
pendekatan baru yang erat kaitan dengan proses belajar dan mengajar dalam suasana zaman
yang berbeda sperti sekarang ini.
Untuk memenuhi kebutuhan akan psikologi terapan dengan pendekatan baru itulah,
buku psikologi pendidikan ini disusun dengan harapan dapat memberikan kontribusi yang
berarti dan memantapkan kualitas, kompetensi calon guru dan guru professional yang
bertugas pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.
B. Pendekatan psikologi apakah yang dipakai dalam buku ini?
Dalam buku ini, pembahasan belajar dan mengajar dengan segala bentuk dan
manifestasinya dilakukan dengan aplikasi pendekatan kognitif (kognitif approach). Artinya,
setiap topik bahasan mengenai belajar dan mengajar yang melibatkan siswa dan guru itu
sebagian besar diuraikan berdasarkan pertimbangan teori-teori dan temuan temuan riset
psikologi kognitif.
C. Bagaimanakah kiat mempelajari buku ini?
Dalam buku ini hal-hal yang berkaitan dengan mengajar belajar seperti tahapan proses
belajar dan mengajar, kategorisasi elemen-elemen konsep dan pola hubungan antar elemen-
elemen tersebut, sebagai penyusun ikhtisarkan dalam bentuk model-model sederhana.
Selain itu, pada akhir setiap bab selain bab 1, disajikan rangkuman yang berguna bagi anda
dalam mempelajari buku ini.

BAB II
PSIKOLOGI, PENDIDIKAN, DAN PENGAJARAN
A. Definisi Psikologi, Pendidikan, dan Psikologi Pendidikan
1. Definisi psikologi adalah disiplin ilmu yang membahasa prilaku manusia baik sebagai
individu atau kelompok dalam hubungannya dengan lingkungan.
2. Definisi pendidikan adalah proses menumbuhkembangkan seluruh kemampuan dan
prilaku manusia dan pengajaran.
3. Definisi psikologi pendidikan adalah sebuah subdisiplin ilmu psikologi yang berkaitan
dengan teori dan masalah-masalah kependidikan. Psikologi pendidikan mencakup
semua hal yang bersifat kependidikan terutama hal belajar mengajar dan mengajar
belajar. Psikologi pendidikan mula-mula muncul di zaman berkat kepeloporan Johan
Fried Rich Herbart (1766-1841). Manfaat psikologi pendidikan ialah untuk membantu
para guru dan calon guru dalam memamhami prosesdan masalah kependidikan serta
mengatasi masalah tersebut dengan metode saintifik psikologi.

BAB III
PROSES PERKEMBANGAN DAN HUBUNGANNYA DENGAN PROSES BELAJAR.
A. Definisi dan Faktor yang mempengaruhi Perkembangan
1. Definisi perkembangan
Perkembangan (development) adalah proses atau tahapan pertumbuhan kearah yang
lebih maju. Perkembangan sebagai rentetan perubahan jasmani dan rohani manusia menuju
kearah yang lebih maju dan sempurna.
2. Faktor yang mempengaruhi perkembangan
Dalam mengenali perkembangan manusia diperlukan adanya perhatian khusus
mengenai hal-hal sebagai berikut
 Proses pematangan, khususnya pematangan fungsi kognitif.
 Proses belajar
 Pembawaan atau bakat.
Untuk lebih jelasnya berikut ini dipaparkan aliran-aliran yang berhubungan dengan factor-
faktor yang mempengaruhi perkembangan siswa.
a. Aliran nativisme
Nativisme adalah sebuah doktrin filosofis yang berpengaruh besar terhadap aliran
pemikiran psikologi. Contoh jika sepasang orangtua ahli music maka anak-anak yang mereka
lahirkan akan menjadi pemusik pula.. Tokoh utama aliran ini bernama Arthur Schopenhauer
(1788-1860) seorang filosof jerman.
b. Aliran empirisisme
Kebalikan aliran nativisme adalah aliran empirisisme dengan tokoh utama John Lock (1632-
1704). Nama asli aliran ini adalah The School Of British Empiricism. Doktrin aliran
empirisisme yang amat mahsyur adalah : tabula rasa, sebuah istilah Bahasa latin yang berarti
lembaran kosong. Doktrin tabula rasa menekankan arti penting pengalaman, lingkungan,
dan pendidikan dalam arti perkembangan manusia itu semata-mata bergantung pada
lingkungan, pengalaman, dan pendidikan, sedangkan bakat dan pembawaan sejak lahir
dianggap tidak ada pengaruhnya. Contohnya seorang siswa yang memperoleh kesempatan
untuk mempelajari ilmu politik kelak ia akan menjadi seorang politisi.
c. Aliran Konvergensi
Aliran ini merupakan gabungan antara aliran empirisisme dan nativisme dengan tokoh
utama bernama Louis William Stren (1871-1938) seorang filosof dan psikolog jerman.
Aliran ini menggabungkan arti penting pembawaan dengan lingkungan sebagai faktor-
faktor yang berpengaruh dalam perkembangan manusia.
Factor yang mempengaruhi tinggi reendahnya mutu hasil perkembangan siswa yaitu :
1. Faktor Intern yaitu factor yang ada dalam diri siswa itu sendiri yang meliputi pembawaan
dan potensi psikologis tertentu yang turut mengembangkan dirinya sendiri.
2. Factor Eksternal yaitu hal-hal yang datang atau ada diluar diri siswa yang meliputi
lingkungan dan pengalaman berinteraksi siswa tersebut dengan lingkungan.
B. Proses, tugas, dan hukum perkembangan
1. Proses perkembangan
Adapun maksud kata dalam perkembangan siswa ialah tahapan-tahapan perubahan yang
dialami seorang siswa, baik yang bersifat jasmaniah dan rohaniah.
Proses perkembangan dihubungkan dengan tugas-tugasnya terdiri atas fase-fase :
a. Bayi dan Kanak-kanak
b. Anak-anak
c. Remaja
d. Dewasa Awal
e. Setengah Baya
f. Usia Tua
2. Hukum Perkembangan
Hokum-hukum perkembangan adalah kaidah atau patokan yang menyatakan sifat dan
hakikat dalam perkembangan. Dapat juga dikatakan hokum perkebmbangan ialah patokan
generalisasi mengenai sebab dan akibat terjadinya peristiwa perkembangan dalam diri
manusia. Berikut adalah beberapa hukumperkembangan
a. Hukum konvergensi
b. Hukum perkembangan pengembangan diri
c. Hukum masa peka
d. Hukum keperluan belajar
e. Hukum kesatuan anggota badan
f. Hukum tempo perkembangan
g. Hukum irama perkembangan
h. Hokum rekapitulasi
C. Perkembangan psiko-fisik siswa
Pembahasan mengenai perkembangan ranah-ranah psiko-fisik pada bagian ini
memfokuskan pada proses-proses perkembangan yang dipandang memiliki
kterkaitanelangsung dengan kegiatan belajar siswa.
1.Proses-proses perkembangan tersebut meliputi satu perkembangan motor (motor
development) yakni proses perkembangan yang progressive dan berhubungan dengan
perolehan aneka ragan keterampilan fisik anak (motor skills)
2. perkembangan kognitif (kognitif development) yakni perkembangan fungsi intelektual
atau proses perkembangan kemampuan berdasarkan otak anak.
3. perkembangan sosial dan moral (social and moral development) yakni proses
perkembangan mental yang berhubungan dengan perubahan-perubahan cara anak
berkomunikasi dengan orang lain sebagai individu maupun sebagai kelompok.
BAB IV
BELAJAR
Belajar adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental
dalam penyelenggaran setiap jenis dan jenjang Pendidikan
1. Definisi Belajar
Secara umum belajar dapat dipahami sebagai tahapan perubahan seluruh tingkah laku
individu yang relative menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan
lingkungan yang melibatkan proses kognitif.
2. Contoh Belajar
Seorang anak balita memperoleh mobil-mobilan dari ayahnya lalu ia mencoba mainan
ini dengan cara memutar kuncinya dan meletakkannya pada suatu permukaan dataran.
Perilaku memutar dan meletakkkan tersebut merupakan respon atau reaksi atas
rangsangan yang timbul atau ada pada mainan itu (misalnya pada kunci mobil-mobilan
tersebut).
Peta permulaan respon anak terhadap stimulus yang ada pada mainan tadi bias any tidak
tepat atau setidak-tidkanya tidak teratur namun berkat praktik dan pengalaman
berulang-ulang lambat laun dia menguasai dan akhirnya dapat memainkan dengan baik
dan sempurn. Sehubungan dengan contoh ini, belajar dapat kita pahami sebagai proses
yang dengan proses itu sebuah tingkah laku ditimbulkan atau diperbaiki melalui
serentetan reaksi atau situasi atau rangsangan yang ada.
Belajar adalah kunci trem (istilah kunci) yang paling vital dalam setiap usaha
Pendidikan sehingga tanpa belajar sesungguhnya tidak pernah ada Pendidikan. Sebagai
suatu proses, belajar hamper selalu mendapat tempat yang luas dalam berbagai disiplin ilmu
yang berkaitan dengan upaya kependidikan, misalnya psikologi Pendidikan. Karena
demikian, penting Pendidikan pun diarahkan pada tercapainya pemahaman yang lebih luas
dan mendalam mengenai proses perubahan manusia itu.
Definisi belajar pada asasnya ialah tahapan perubahan perilaku siswa yang relative
positif dan menetap sebagai hasil interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses
kognitif. Belajar memilki arti penting bagi siswa dalam (1) melaksanakan kewajiban
keagaman, (2) meningkatkan derajat kehidupan, (3) mempertahankan dan
mengembangkan kehidupan.
Dalam perspektif psikologi, antara belajar, memori, dan pengetahuan terdapat
hubungan yang tak terpisahkan. Dalam perspektif agama (islam), belajar untuk memperoleh
pengetahuan yang menggunakan memori dan sensori itu hukumnya wajib. Teori-teori
mengenai belajar terdiri atas : (1) koneksionisme ,(2) pembiasan klasik, (3) pembiasaan
perilaku respon, (4) teori belajarkognitif. Teori pertama, kedua, dan ketiga bersifat
behavioristik (perilaku jasmaniah semata) sedngkan teori keempat bersifat kognitif, yakni
bahwa belajar adalah peristiwa mental bukan semata-mata behavioral. Menurut aliran
behaviorisme, setiap siswa lahir tanpa warisan atau pembawaan apa-apa dari orangtuanya,
dan belajar adalah kegiatan reflex jasmani terhadap stimulus yang ada (S-R theory) serta
tidak ada hubungannya dengan bakat dan kecerdasan atau warisan/pembawaan. Menurut
aliran kognitif, setiap siswa lahir dengan bakat dan kemampuan mental yang menjadi basis
kegiatan belajar. Factor bawaan ini memungkinkan siswa untuk menentukan respon atau
tidak terhadap stimulus, sehingga belajar tidak bersifat otomatis seperti robot.
Fase belajar menurut Bruner meliputi : (1) informasi, (2) transformasi, (3) evaluasi.
Menurut Wittig, fase belajar meliputi : (1) acquisition/perolehan materi , (2) storage/proses
penyimpanan, (3) retrieval/mengungkapkan kembali materi dari memori.
BAB V

CIRI PERWUJUDAN JENIS, PENDEKATAN, DAN FAKTOR YANG MEMENGARUHI BELAJAR


Ciri khas perubahan dalam belajar meliputi perubahan-perubahan yang bersifat : (1)
intensional/ disengaja, (2) positif dan aktif / bermanfaat dan atas hasil usaha sendiri, (3)
efektif dan fungsional/ berpengaruh dan mendorong timbulnya perubahan baru. Manifestasi
perilaku belajar tampak dalam : (1) kebiasaan, (2) keterampilan, (3) pengamatan, (4)
berpikir asosiatif dan daya ingat, (5) berpikir rasional dan kritis, (6) sikap, (7)
inhibisi/menghindari hal yang mubajir, (8) apresiasi, (9) tingkah laku efektif. Jenis-jenis
belajar meliputi belajar : (1) abstrak, (2) keterampilan, (3) sosial, (4) pemecahan masalah,
(5) rasional, (6) kebiasaan, (7) apresiasi, (8) pengetahuan/studi. Efisiensi belajar adalah
konsep yang mencerminkan perbandingan terbaik antara usaha belajar dengan hasil belajar.
Jadi, ada belajar yang efisien ditinjau dari sudut usaha dan adapula yang efisien ditinjau dari
sudut hasil. Ragam pendekatan belajar antara lain : (1) pendekatan hukum Jost, (2)
pendekatan Ballard dan Clanchy, (3) pendekatan Biggs. Metode belajar SQ3R adalah kiat
mempelajari teks dengan langkah-langkah : (1) pemeriksaan, (2) pembuatan daftar
pertanyaan, (3) membaca secara aktif, (4) menghafal jawaban pertanyaan, (5) meninjau
ulang semua jawaban atas semua pertanyaan. Faktor-faktor yang memperngaruhi belajar
terdiri atas : (1) factor internal/dari dalam diri siswa, (2) fakstor ekternal/dari luar diri
siswa, (3) factor pendekatan belajar siswa. Factor internal meliputi: (1) aspek fisiologis
seperti keadaan mata dan telinga, (2) aspek psikologis seperti intelegensi. Factor eksternal
meliputi: (1) lingkungan sosial, (2) lingkungan nonsosial/rumah,gedungsekolah,dsb. Factor
pendekatan belajar sangat mempengaruhi hasil belajar siswa sehingga semakin
mendalamkan cara belajar siswa semakin baik hasilnya. Pendekatan belajar dapat dibagi
menjadi 3 macam tingkatan yaitu: (1) pendekatan tinggi, (2) pendekatan sedang, (3)
pendekatan rendah.
BAB VI
PRESTASI, LUPA, KEJENUHAN, TRANSFER DAN KESULITAN BELAJAR
Evaluasi adalah penilaian terhadap keberhasilan program pembelajaran siswa, yang
bertujuan antara lain untuk mengetahui tingkat kemajuan yang telah dicapai siswa, dan
berfungsi antara lain untuk menentukan posisi siswa dalam kelompoknya. Ragam evaluasi
terdiri atas : pra test dan post test , evaluasi prasyarat, evaluasi diagnostic, evaluasi formatif,
evaluasi sumatif, dan UAN. Lupa adalah hilangnya kemampuan mengingat/
menyebut/melakukan kembali informasi dan kecakapan yang telah tersimpan dalam
memori, karena: gangguan proaktif, gangguan retroaktif, represi, perbedaan situasi antara
waktu belajar dengan waktu memproduksi, perubahan minat dari sikap, tidak pernah dilatih
atau dipakai dan kerusakan saraf otak. Kejenuhan belajar atau (plateau) adalah rentang
waktu tertentu yang dipakai untuk belajar tapi tidak mendatangkan hasil, karena antara lain
keletihan mental dan indera-indera. Transfer belajar ialah pengaruh keterampilan belajar
dalam sebuah situasi terhadap kegiatan belajar dalam situasi lainnya dan ragamnya terdiri
atas transfer positif, negative, vertical, dan lateral. Kesulitan belajar dapat diketahui dari
menurunnya kinerja akademik dan munculnya misbehavior siswa, baik yang berkapasitas
tinggi maupun yang berkapasitas rendah, karena factor intern siswa dan ekstern siswa.

BAB VII
MENGAJAR
Mengajar pada asasnya adalah kegiatan mengembangkan seluruh potensi ranah
psikologis melalui penataan lingkungan sebaik-baiknya dan menghubungkannya kepada
siswa agar terjadi proses belajar. Secara kuantitatif belajar berarti menyampaikan
pengetahuan sebanyak-banyaknya. Secara institusional, mengajar berarti mengadaptasikan
teknik mengajar sesuai dengan bakat, kempauan, dan kebutuhan siswa. Secara kualitatif,
mengajar berarti membantu memudahkan siswa dalam membentuk makna dan
pemahamannya sendiri. Pandangan mengajar sebagai ilmu hanya menekankan pada
pentingnya penguasaan guru atas berbagai pengetahuan, sedangkan pandangan mengajar
sebagai seni menganggap bakat keguruan lebih penting daripada pengetahuan.Rumpun
model mengajar terdiri atas model-model : information processing, social, personal, dan
behavioral. Metode mengajar ialah cara yang berisi prosedur baku untuk melaksanakan
penyajian materi pelajaran. Metode pokok mengajar terdiri atas metode-metode : ceramah,
diskusi, demonstrasi, dan ceramah plus. Strategi mengajar ialah sejumlah langkah
procedural untuk mencapai tujuan tertentu dan diaaplikasikan dalam metode mengajar.
Strategi SPELT adalah sebuah strategi modern yang ditransfer kepada siswa agar menjadi :
pemikir dan pemecah masalah, pemilik strategi belajar sendiri yang efisien, lebih sadar akan
kemampuan mengendalikan proses terjauh berpikirnya sendiri (kesadaran metacognitive).
Proses mengajar terdiri atas tahap-tahap : prainstruksional termasuk kegiatan pre test,
instruksional, dan evaluasi dan tindak lanjut termasuk kegiatan post test dan pemberian
tugas. Setiap metode mengajar memilki kelemhan-kelemahan disamping keunggulan-
keunggulannya sendiri. Oleh karena itu, guru perlu bijaksana dalam memilih atau
memodifikasi metode yang hendak digunakan. Pendekatan pembelajaran yang inovatif
dapat diimplementasikan dalam berbagai pendekatan misalnya PAIKEM dengan menata
kelas dalam berbagai bentuk antara lainbentuk letter U.
BAB VIII
GURU DAN PROSES MENGAJAR DAN BELAJAR.
Guru adalah tenaga pendidik yang tugas utamanya megajar, dalam arti
mengembangkan ranah cipta, rasa, dan karsa siswa sebagai implementasi konsep ideal
mendidik. Dibanyak negara maju, Pendidikan keguruan (preservice education)
diselenggarakan secara seimbang antara kegiatan kelas dengan kegiatan praktik lapangan.
Bahkan di Australia sudah terdapat beberapa lembaga Pendidikan keguruan yang hamper
seluruh kegiatannya diselenggarakan di sekolah-sekolah tempat praktik. Karakteristik
kepribadian guru meliputi fleksibilitas kognitif dan keterbukaan psikologis. Kompetensi
guru adlah kemampuan dan kewenangan guru dalam melaksanakan profesinya, sedangkan
profesionalisme berarti kualitas dan perilaku khusus yang menjadi ciri khas guru
professional. Jadi, guru yang professional ialah guru yang kompeten dan melaksanakan
tugas mengajar sebagai satu-satunya profesi utama yang wajib dilaksanakan. Kompetensi
guru meliputi kompetensi kognitif, afektif, psikomotor. Proses belajar mengajar ialah sebuah
kesatuan kegiatan yang integral dan resiprokal antara guru dan siswa dalam situasi
instruksional. Dalam situasi ini guru mengajar dan siswa belajar. Proses belajar mengajar
berlangsung dalam komunikasi multi arah dan dua arah antara guru dan siswa. Sasaran
peroses belajar mengahjar terdiri atas sasaran-sasaran jangka pendek, jangka menengah,
jangka panjang. Sedangkan tujuan-tujuannya meliputi : tujuan instruksional , kurikuler,
institusional, nasional, dan universal. Proses belajar mengajar dapat dilaksanakn dengan
proses sistem : enquiry/discovery, ekspository, learning for mastery and humanistic
education. Factor-faktor yang memengaruhi proses belajar mengajar ialah karakteristik
guru, karakteristik siswa, interaksi dan metode, karakteristik kelompok, fasilitas fisik, mata
pelajaran, dan lingkungan. Ragam kepemimpinan dalam proses belajar mengajar terdiri atas
: otoriter, leissez faire, demokratis, dan otoritatif. Guru ragam kesatu dan kedua dianggap
guru yang tidak ideal.
BAB III
PEMBAHASAN
Kriteria Kelebihan Buku Kekurangan Buku
Kulit Buku kulit buku yang menggunakan
hardcover ini seharusnya
memberikan kesan elegan
dengan ilustrasi gambar pensil,
tetapi dengan warna kulit berupa
paduan warna putih dan kuning
yang kurang menarik, kulit buku
menjadi telihat baisa saja.
Ilustrasi Ilustrasi gambar tidak banyak
Gambar terdapat pada buku, kebanyakan
hanya berupa tulisan dan tabel
saja.
Tata Letak Setiap halaman tertata rapi mulai
dari halaman judul, hak cipta, kata
pengantar daftar isi, pembahasan,
daftar pustaka, hingga lampiran-
lampiran dan bigrafi penulis.
Terdapat juga Indeks untuk mencari
kata-kata kunci yang ada dalam
buku.
Penggunaan penggunaan Bahasa pada buku ini
Bahasa mudah dipahami, walaupun masih
menggunakan Bahasa Indonesia
yang baku.
Pembahasan Pembahasan materi pada buku ini
sangat jelas dan cukup rinci.
Pembahasan pada buku ini sudah
terstruktur sehingga pola piker
pembaca terarah, dan mudah
mengikuti materi-materi yang
disampaikan.
Pengarang Muhibbin Syah ialah salah satu
dosen psikologi Pendidikan di
Universitas Islam Negeri Sunan
Gunung Djati Bandung sejak tahun
1985. Ia sudah sangat
berpengalaman dan sering
mendapat penghargaan dan
kepercayan di suatu instansi
Pendidikan di Indonesia. Buku
Psikologi Pendidikan dengan
Pendekatan Baru sudah sering
menjadi sumber rujukan, dan buku
ini sudah cetakan ke-16 pada
februari 2016.
BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Muhibbin Syah mempersembahkan buku Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan
Baru ini untuk menuhi kebutuhan pendidik akan tuntutan zaman untuk menguasai psikologi
terapan dengan pendekatan baru, dan menciptakan iklim belajar-mengajat yang baik. Buku
ini membahas secara detail bagaimana menerapkan psikologi Pendidikan dengan
pendekatan baru. Secara keseluruhan buku ini sudah bagus, hanya perlu sedikit perbaikan.
B. Saran
Sebaiknya penulis memberi cover yang menarik, penulisan judul pada kulit buku
dibuat lebih berwarna dan menggunakan huruf kapital. Ilustrasi gambar ditambahkan di
dalam isi buku.
DAFTAR PUSTAKA

Syah, Muhibbin. 2015. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung : REMAJA
ROSDAKARYA.

Anda mungkin juga menyukai