Anda di halaman 1dari 19

BAB III

LOG LISTRIK

3.1 TUJUAN ANALISIS


Spontaneous potensial log (SP Log) dapat dipergunakan untuk
menghitung atau mengetahui :
1. Harga RW
2. Ketebalan lapisan porous
3. Korelasi Batuan
4. Evaluasi Vclay
5. Untuk membedakan lapisan yang bersih dari shale
Dan jenis log induksi yang sering digunakan adalah Induction
Electrikal Survey (IES). Alat ini dapat mendeteksi dengan baik
konduktivitas formasi yang selanjutnya dikonveksikan dalam
satuan resistivity. Dengan demikian setiap pengukuran akan
menghasilkan kurva – kurva :
 SP Log untuk menentukan lithologi
 Short normal resistivity (SN) untuk menentukan Rxo
 Induction Log resistivity (RIL) untuk menentukan Rt

3.2 TEORI DASAR


Logging merupakan proses perekaman dan pengukuran data
bawah permukaan (sifat - sifat fisik batuan) di dalam lubang bor
dengan serangkaian data. Dasar dari prinsip logging adalah sifat-
sifat fisik dari batuan reservoar itu sendiri.
Salah satu metode logging yang digunakan dalam menentukan
sifat fisik batuan reservoar yaitu log listrik. Log listrik merupakan
suatu plot antara sifat - sifat listrik lapisan yang ditembus oleh
lubang bor versus kedalaman lubang bor.
Log listrik yang dianalisa dalam praktikum ini adalah
Spontaneous potensial log dan log induksi.
Spontaneous potensial log adalah rekaman mengenai
perbedaan arus listrik DC (dalam millivots) antara potensial
natural karena pergerakan elektroda dalam lubang bor dengan
elektroda yang ditempatkan di permukaan.
Permeabel akan selalu terbentuk tiga zone infiltrasi, yaitu :
- Flushed zone, merupakan zone infiltrasi yang terletak paling
dekat dengan lubang bor serta terisi oleh air filtrat Lumpur yang
22
mendesak kandungan semula (gas, minyak atau air). Meskipun
demikian mungkin saja tidak seluruh kandungan semula
terdesak ke dalam zone yang lebih dalam.
- Transition zone, merupakan zone infiltrasi yang lebih dalam
dimana zone ini didapati oleh campuran dari air filtrate Lumpur
dengan kandungan semula.
- Uninvaded zone, merupakan zone infiltrasi yang terletak paling
jauh dari lubang bor, serta seluruh pori batuan terisi oleh
kandungan semula. Zone sama sekali tidak dipengaruhi oleh
adanya infiltrasi air filtrat Lumpur.
Nilai spontaneous potensial log dipengaruhi oleh ; ketebalan
lapisan, resistivitas, rembesan, diameter lubang bor, kandungan
serpih.
Harga SP log untuk serpih cenderung konstan (shale base
line), lapisan permeabel ditandai dengan adanya defleksi SP log
dari shale base line. Defleksi kurva SP log yang tergambar pada
slip log akan memberikan bentuk - bentuk sebagai berikut :
1. Lurus dan biasa disebut dengan shale base line
2. Untuk lapisan yang permeabel (air asin) , kurva SP log
berkembang negatif (ke kiri) dari shale base line
3. Untuk lapisan permeabel (hidrokarbon), kurva SP log akan
berkembang negatif.
4. Untuk lapisan permeabel (air tawar), kurva SP Log akan
berkembang positif (ke kanan) dari shale base line
Defleksi SP log timbul, karena diakibatkan oleh dua hal,yaitu:
1. Electrical component (Ec), disebabkan karena gerak elektrolit
pada daerah dengan konsentrasi berbeda.
2. Electrokinetik Component (Ek), terjadi karena bergeraknya air
filtrate menembus kerak lumpur, biasanya terjadi pada lapisan
yang permeabel, disebabkan karena perbedaan tekanan.
Keunggulan dari log induksi adalah pengaruh diameter lubang
bor, lapisan batuan disekitarnya dan pengaruh invasi air filtrate
dapat diperkecil.
Prinsip dari log induksi (log resistivitas) adalah mengukur
tahanan jenis formasi batuan dan fluida yang dikandungnya
terhadap arus listrik yang melaluinya.
Bentuk - bentuk kurva yang dihasilkan log induksi adalah:

23
1. Defleksi kurva RIL yang jauh lebih tinggi daripada kurva SN
menunjukan bahwa salinitas air formasi lebih rendah daripada
air filtrat, sehingga kemungkinan mengandung gas.
2. Deflesi kurva RIL lebih besar sedikit atau lebih jauh sedikit
ataupun sama juga dengan kurva SN, menunjukan tentang
adanya minyak.
3. Bila kurva RIL jauh lebih rendah dari kurva SN serta mendekati
garis shale (resistivity shale) berarti menunjukan air asin,
namun demikian harus ditunjang dengan defleksi SP apakah
positif atau negatif. Dimana defleksi positif berasosiasi dengan
kandungan air tawar.

3.3 PROSEDUR PERHITUNGAN


1. Menentukan ketebalan lapisan yang akan dianalisa kemudian
melakukan perhitungan untuk setiap interval kedalaman.
2. Menghitung Tf dengan rumus :
BHT  TS
Tf = Ts + x Kedalaman lapisan
depth BHT
3. Menentukan Rm, Rmf dari log resistivity (18,8 “ normal)
kemudian koreksi harga Rm dengan temperatur formasi
TS
Rmf = R chart x
Tf
Rmf corr = 0.75 x Rmf
4. Menentukan shale base line dari kurva SP log
5. Menentukan besarnya harga maksimum SP log sebagai ESP
6. Menentukan harga Ri dengan chart (Amp 18.8 N)
Ri
7. Dari harga diameter ( di ), ketebalan formasi
Rmchart
Menentukan koreksi factor ( grafik 2-5 ) untuk ESP, sehingga
harga ESSP dapat dicari dengan persamaan :
ESSP = ESP x Faktor koreksi
8. Menentukan harga Kc
Kc = 61 + (0.133 x Tf )
9. Menentukan RWeq dengan menggunakan persamaan:
Rmfc
Rweq   ESSP 
 
 Kc 
10
10. Menentukan Rw dengan menggunakan grafik SP-2
11. Menentukan ASP dari chart (per kedalaman)

24
12. Menentukan nilai Vclay dengan persamaan :
Vclay = 1 - 
ASP 
 ESSP 
13. Menentukan Rm @ tf dengan persamaan :
T
Rm @ tf = Rm @ Ts x S
Tf
14. Menentukan Ri ( Ri = R 18.8” AMP )/ Rm chart
Ri corr
15. Menentukan dengan menggunakan grafik 2-17
Rm
16. Menentukan Rxo (resistivism pada invazed zone) dengan
persamaan :
Ri corr
Rxo = x Rm chart
Rm
17. Menentukan RIL dari chart dengan skala 0-20
18. Menentukan RIL corr dari grafik Rcorr-5
19. Menentukan Ca track dari chart dengan skala 0-1000
20. Menentukan CMGM dari grafik Rcorr-4
21. Menentukan Cin dengan persamaan :
Cin = Ca track – CmGm
22. Menentukan Rin dengan persamaan :
100
Rin =
C in
23. Menentukan Gxo dari grafik 2-28
24. Menentukan Rt dengan persamaan :
1  G xo
Rt =
 1   G xo 
  
 RILcorr   R xo 

3.4 HASIL PERCOBAAN DAN ANALISA


3.4.1DATA PERCOBAAN
Depth : 9600 – 9650 ft
Bottom Hole Temperature (BHT) : 350 °F
Temperature Surface : 80 °F
Hole Diameter : 8 inchi
Invation Diameter : 30 inchi
Bed Thickness : 4 ft
Rm @ BHT : 0.43 Ωm
Depth BHT : 9700 ft
25
Stand Off : 0.5 inchi
Rs : 1 Ωm
Rm @ Ts : 0.3 Ωm

3.4.2PERHITUNGAN HASIL PERCOBAAN


Pada laporan ini hanya dibahas pada kedalaman 9600 ft
dan 9604 ft sedangkan perhitungan pada interval 4 ft antara
(9600 - 9650) ft, tercantum pada tabel hasil perhitungan.
Kedalaman 9600 ft
1. Ketebalan yang dianalisa 9600 ft dengan interval
ketebalan 4 ft.
2. Menghitung temperatur formasi dengan rumus :
BHT  Ts
Tf = Ts  x kedalaman lapisan
depthBHT
350  80
= 80  x 9600
9700
= 347.2164 oF
3. Menentukan harga Rm chart dari Resistivity Log = 0.2
Ωm. Menghitung Rmf dan Rmf corr :
TS
Rmf = Rm chart x
Tf
80
= 0.2 x
347.2164
= 0.04608 Ωm
Rmf corr = 0.75 x Rmf
= 0.75 x 0.04608
= 0.03456 Ωm
4. Menentukan shale base line dan harga maksimum
SPlog sebagai ESP = 18
5. Menentukan harga Ri dari chart = 2
6. Menentukan koreksi factor dari ESSP;
Gunakan grafik 2-5 didapat harga K = 1.3833 dengan
perhitungan :
Interpolasi :
1,45
k

1,35

26
5 10 20

Ri 2
  10
Rm chart 0.2

Maka,
20  10 1.45  x

20  5 1.45  1.35
1.45  x
0,6667 
0.1
0,06667= 1.45 – x
x = 1,3833 (harga K)
ESSP = ESP x faktor koreksi
= 18 x 1.3833
= 24.8994 MV
7. Menghitung harga Kc dengan rumus :
Kc = 61 + (0.133 x Tf )
= 61+( 0.133x 347.2164° )
= 107.1797
8. Menghitung harga Rweq dengan rumus :
Rmfc
Rweq =  ESSP 
 
10 Kc 
0.03456
=  24.8994 
 
 107.1797
10
= 0.02024 Ωm
9. Menentukan harga Rw dengan menggunakan grafik
SP-2 :
Rw = 0.026 Ωm
10. Menentukan ASP dari 9600 ft, ASP = 0 ( terletak pada
shale base line )
11. Menentukan nilai Vclay dengan persamaan :
= 1 - 
ASP 
Vclay
 ESSP 
0
=1-
24.8994
=1

27
12. Menentukan harga Rm @ tf , dengan persamaan :
T
Rm @ tf = Rm @ Ts x s
Tf
80
= 0,3 x
347.2164
= 0,06912 Ωm
13. Menentukan Ri dengan persamaan :
R18.8"
Ri =
Rm
2
=
0 .2
= 10 Ωm
Ri corr
14. Menentukan dengan menggunakan grafik 2- 17
Rm
:
Ri corr
= 10
Rm
15. Menentukan Rxo (resistivity pada invanded zone)
dengan persamaan :
Ri corr
Rxo = x Rm chart
Rm
= 10 x 0.2
= 2 Ωm
16. Menentukan RIL dari chart dengan skala 0-20, didapat
:
RIL = 2 Ωm
17. Menentukan RIL corr dari grafik Rcorr-5, didapat :
RILcorr = 2.40 Ωm
18. Menentukan Catrack dari chart dengan skala 0-1000,
didapat :
Catrack = 750 mho/m
19. Menentukan CmGm dari grafik Rcorr-4, didapat :
CmGm = 0.6 mS/m

20. Menentukan Cin dengan persamaan:


Cin = Catrack – CmGm
= 750 – 0.6
= 749.4 mho/m
21. Menentukan harga Rin , dengan persamaan :
28
1000
Rin 
Cin
1000

749.4
= 1.3344 Ωm
22. Menentukan Gxo dari grafik 2-28 :
Gxo = 0.05
23. Menentukan Rt dengan persamaan :
1  G xo
Rt =
 1   G xo 
  
 RILcorr   R xo 
1  0.05
=
 1   0.05 
 2.4    2 
   
= 2.4255 Ωm

Kedalaman 9604 ft
1. Ketebalan yang dianalisa 9604 ft dengan interval
ketebalan 4 ft.
2. Menghitung temperatur formasi dengan rumus :
BHT  Ts
Tf = Ts  x kedalaman lapisan
depthBHT
350  80
= 80  x 9604
9700
= 347.3278 oF
3. Menentukan harga Rm chart dari Resistivity Log = 0.2
Ωm.

4. Menghitung Rmf dan Rmf corr :


TS
Rmf = Rm chart x
Tf
80
= 0.2 x
347.3278
= 0.04606 Ωm
Rmf corr = 0.75 x Rmf
= 0.75 x 0.04606
= 0.0345 Ωm
5. Menentukan shale base line dan harga maksimum
SPlog sebagai ESP = 18
29
6. Menentukan harga Ri dari chart = 1.7
7. Menentukan koreksi factor dari ESSP;
Ri 1.7
  8.5
Rm chart 0.2
Gunakan grafik 2-5 didapat harga K = 1.3733 dengan
perhitungan :
Interpolasi :
1,45
k

1,35

5 8.5 20

Maka,
20  8.5 1.45  x

20  5 1.45  1.35
1.45  x
0,6667 
0.1
0,07667= 1.45 – x
x = 1,3733 (harga K)
ESSP = ESP x faktor koreksi
= 18 x 1.3733
= 24.7194 MV
8. Menghitung harga Kc dengan rumus :
Kc = 61 + (0.133 x Tf )
= 61+( 0.133x 347.3278° )
= 107.1945
9. Menghitung harga Rweq dengan rumus :
Rmfc
Rweq =  ESSP 
 
 Kc 
10
0.0345
=  24.7194 
 
 107.1945
10
= 0.020286 Ωm
10. Menentukan harga Rw dengan menggunakan grafik
SP-2 :
Rw = 0.0265 Ωm
30
11. Menentukan ASP dari 9600 ft, ASP = 0 ( terletak pada
shale base line )
12. Menentukan nilai Vclay dengan persamaan :
Vclay = 1 - 
ASP 
 ESSP 
0
=1-
24.8994
=1
13. Menentukan harga Rm @ tf , dengan persamaan :
Ts
Rm @ tf = Rm @ Ts x
Tf
80
= 0,3 x
347.3278
= 0,06909 Ωm
14. Menentukan Ri dengan persamaan :
R18.8"
Ri =
Rm
1 .7
=
0 .2
= 8.5 Ωm
Ri corr
15. Menentukan dengan menggunakan grafik 2- 17
Rm
:
Ri corr
= 8.4
Rm
16. Menentukan Rxo (resistivity pada invanded zone)
dengan persamaan :
Ri corr
Rxo = x Rm chart
Rm
= 8.4 x 0.2
= 1.68 Ωm
17. Menentukan RIL dari chart dengan skala 0-20, didapat
:
RIL = 2 Ωm
18. Menentukan RIL corr dari grafik Rcorr-5, didapat :
RILcorr = 2.40 Ωm
19. Menentukan Catrack dari chart dengan skala 0-1000,
didapat:
Catrack = 790 mho/m
31
20. Menentukan CmGm dari grafik Rcorr-4, didapat :
CmGm = 0.6 mS/m
21. Menentukan Cin dengan persamaan:
Cin = Catrack – CmGm
= 790 – 0.6
= 789.4 mho/m
22. Menentukan harga Rin , dengan persamaan :
1000
Rin 
Cin
1000

789.4
= 1.2667 Ωm
23. Menentukan Gxo dari grafik 2-28 :
Gxo = 0.05
24. Menentukan Rt dengan persamaan :
1  G xo
Rt =
 1   G xo 
  
 RILcorr   R xo 
1  0.05
=
 1   0.05 
 2.4    2 
   
= 2.4553 Ωm

Tabel 3.1
Tabel Tabulasi Hasil Analisis Electric Log (part 1)
1 2 3 4 5 6 7
No Depth Rm=R18.8 Rmf Rmfc Ri=R18.
Tf (oF)
. (ft) ″ Normal (ohm) (ohm) 8″ AMP
347.216
1
9600 4 0.2 0.04608 0.03456 2
347.327
2
9604 8 0.2 0.04606 0.0345 1.7
347.439
3
9608 1 0.2 0.04605 0.03453 1.65
347.550
4
9612 5 0.2 0.04603 0.03452 1.7
347.661
5
9616 8 0.3 0.06903 0.0517 2.4
32
347.773
6
9620 1 0.6 0.13802 0.1035 5
347.884
7
9624 5 0.7 0.1610 0.1208 5.1
347.995
8
9628 9 0.8 0.1839 0.1379 5.3
348.107
9
9632 2 0.7 0.16086 0.12064 5.4
348.218
10
9636 5 0.5 0.1148 0.0861 5
348.329
11
9640 8 0.4 0.0918 0.06885 4.4
348.441
12
9644 2 0.2 0.0459 0.03442 2.4
348.552
13
9648 5 0.2 0.0459 0.0344 1.8

Tabel 3.2
Tabel Tabulasi Hasil Analisis Electric Log (part 2)
8 9 10 11 12 13 14 15
ES AS
K ESSP Kc Rweq Rw Vclay
P P
1.383 24.899
3 18 4 107.1797 0.02024 0.026 0 1
1.373 18 24.719 0.02028
3 4 107.1945 6 0.0265 0 1
1.371 18 24.688 0.0265
6 8 107.2094 0.02031 5 0 1
1.373 18 24.719 0.02030 0.0265
3 4 107.2242 1 5 0 1
18 107.2390
1.37 24.66 1 0.0304 0.0335 0 1
1.372 18 24.699
2 6 107.2538 0.0609 0.0673 8 0.6761
1.336 18 24.061
8 7 107.2686 0.0727 0.078 15 0.3766
18 23.974
1.3 2 107.2838 0.0824 0.083 16 0.3326
33
1.37 18 24.66 107.2982 0.0707 0.075 15 0.3975
1.383 18 24.899 107.3130 0.3975
3 4 6 0.0504 0.052 15 7
1.39 18 25.02 107.3278 0.04025 0.044 12 0.5203
1.396 18 25.138
6 8 107.3426 0.02007 0.025 6 0.7613
1.376 18 25.138
6 8 107.3574 0.02006 0.025 5 0.8011

Tabel 3.3
Tabel Tabulasi Hasil Analisis Electric Log (Part 3)
16 17 18 19 20
Rm @ Tf Ri=R18.8″/Rm Ricorr/Rm Rxo RIL
0.06912 10 10 2 2
0.06909 8.5 8.4 1.68 2
0.06907 8.25 8.2 1.64 2
0.06905 8.5 8.4 1.68 2
0.06903 8 8.4 2.52 3
0.06901 8.333 8.9 5.34 5.5
0.069 7.2857 7 4.9 4.5
0.069 6.625 6.6 5.28 5
0.0689 7.7142 8 5.6 5
0.06892 10 10 5 4
0.0689 11 11 4.4 3.5
0.0688 12 12 2.4 2.5
0.06885 9 8.9 1.78 2

Tabel 3.4
Tabel Tabulasi Hasil Analisis Electric Log (Part 4)
21 22 23 24 25 26 27
Ca
RILcorr CMGM Cin Rin Gxo Rt
Track
2.40 750 0.6 749.4 1.3344 0.05 2.4255
2.40 790 0.6 789.4 1.2667 0.05 2.4553
2.40 780 0.6 779.4 1.28303 0.05 2.46
2.40 780 0.6 779.4 1.28303 0.05 2.4553
3.90 700 0.4 699.6 1.42938 0.05 4.01574
7.90 400 0.2 399.8 2.5012 0.05 8.1044

34
8.0 360 0.2 359.8 2.7793 0.05 8.2753
9.0 320 0.1 319.9 3.1260 0.05 9.3504
9.0 330 0.2 329.8 3.0321 0.05 9.29708
6.0 350 0.3 349.7 2.8595 0.05 6.0638
4.9 450 0.3 449.7 2.2237 0.05 4.9294
3.0 550 0.6 549.4 1.8201 0.05 3.04
2.40 780 0.6 779.4 1.28303 0.05 2.4448

3.4.3ANALISA
1. Pada kedalaman 9600 ft nilai Vclay = 1, mengindikasikan
bahwa pada kedalaman tersebut dominan shale dan
didapatkan nilai Rt = 2.4255 Ωm, nilai ini menunjukan
defleksi RIL lebih sedikit daripada Ri (R18,8”AMP),
sehingga menunjukan adanya kandungan minyak. Dapat
diketahui bahwa lapisannya kompak dan berprospek
untuk untuk diproduksi.
2. Pada kedalaman 9604 ft nilai Vclay = 1, mengindikasikan
bahwa pada kedalaman tersebut dominan shale. Dan
didapatkan nilai Rt = 2.4553 Ωm, nilai ini menunjukan
defleksi RIL lebih sedikit daripada Ri, sehingga
menunjukan adanya kandungan minyak. Dapat diketahui
bahwa lapisannya kompak dan berprospek untuk untuk
diproduksi.
3. Pada kedalaman 9608 ft nilai Vclay = 1, mengindikasikan
bahwa pada kedalaman tersebut dominan shale. Dan
didapatkan nilai Rt = 2.46 Ωm, nilai ini menunjukan
defleksi RIL lebih sedikit daripada Ri, sehingga
menunjukan adanya kandungan minyak. Dapat diketahui
bahwa lapisannya kompak dan berprospek untuk untuk
diproduksi.
4. Pada kedalaman 9612 ft nilai Vclay = 1, mengindikasikan
bahwa pada kedalaman tersebut dominan shale. Dan
didapatkan nilai Rt = 2.4553 Ωm, nilai ini menunjukan
defleksi RIL lebih sedikit daripada Ri, sehingga
menunjukan adanya kandungan minyak. Dapat diketahui
bahwa lapisannya kompak dan berprospek untuk untuk
diproduksi.
5. Pada kedalaman 9616 ft nilai Vclay = 1, mengindikasikan
bahwa pada kedalaman tersebut dominan shale. Dan
35
didapatkan nilai Rt = 4.01574 Ωm, nilai ini menunjukan
defleksi RIL lebih sedikit daripada Ri, sehingga
menunjukan adanya kandungan minyak. Dapat diketahui
bahwa lapisannya kompak dan berprospek untuk untuk
diproduksi.
6. Pada kedalaman 9620 ft nilai Vclay = 0.6761,
mengindikasikan bahwa pada kedalaman tersebut
dominan shale. Dan didapatkan nilai Rt = 8.1044 Ωm,
nilai ini menunjukan defleksi RIL lebih sedikit daripada
Ri, sehingga menunjukan adanya kandungan minyak.
7. Pada kedalaman 9624 ft nilai Vclay = 0.3766,
mengindikasikan pada kedalaman tersebut dominan
shale. Dan didapatkan nilai Rt = 8.2753 Ωm, nilai ini
menunjukan defleksi RIL lebih lebih kecil sedikit
daripada Ri, menunjukan adanya kandungan minyak.
8. Pada kedalaman 9628 ft nilai Vclay = 0.3326,
mengindikasikan bahwa pada kedalaman tersebut
dominan shale. Dan didapatkan nilai Rt = 9.3504 Ωm,
nilai ini menunjukan defleksi RIL lebih sedikit dari Ri,
menunjukan kemungkinan mengandung minyak.
9. Pada kedalaman 9632 ft nilai Vclay = 0.3975,
mengindikasikan bahwa pada kedalaman tersebut
dominan shale. Dan didapatkan nilai Rt = 9.29708 Ωm,
nilai ini menunjukan defleksi RIL lebih sedikit dari Ri,
kemungkinan mengandung minyak.
10. Pada kedalaman 9636 ft nilai Vclay = 0.39757, nilai Vclay
ini menunjukan pada kedalaman tersebut dominan shale.
Dan didapat nilai Rt = 6.0638 Ωm, nilai ini menunjukan
defleksi RIL lebih sedikit daripada Ri, kemungkinan
mengandung minyak.
11. Pada kedalaman 9640 ft nilai Vclay = 0.5203, nilai Vclay
ini mengindikasikan bahwa kedalaman tersebut dominan
shale. Dan didapat nilai Rt = 4.9294 Ωm, nilai ini
menunjukan defleksi RIL lebih sedikit daripada Ri,
kemungkinan mengandung minyak.
12. Pada kedalaman 9644 ft nilai Vclay = 0.7613, nilai Vclay
ini mengindikasikan bahwa kedalaman tersebut dominan
shale. Dan didapat nilai Rt = 3.04 Ωm, nilai ini

36
menunjukan defleksi RIL lebih sedikit daripada Ri,
kemungkinan mengandung minyak.
13. Pada kedalaman 9648 ft nilai Vclay = 0.8011, nilai Vclay ini
mengindikasikan bahwa kedalaman tersebut dominan
shale. Dan didapat nilai Rt = 2.4448 Ωm, nilai ini
menunjukan defleksi RIL lebih sedikit daripada Ri,
sehingga kemungkinan mengandung minyak

3.5 PEMBAHASAN
Faktor - faktor yang mempengaruhi SP log adalah: ketebalan
lapisan, kandungan serpih, kandungan hidrokarbon, kehadiran gas.
Prinsip SP log untuk mengukur beda potensial antara Lumpur
pemboran dengan lubang bor.
Pada pembacaan SP log kelompok I, ketebalan yang dianalisa
antara 9600 – 9648 ft dengan interval ketebalan 4 ft. Langkah awal
dalam membaca SP log adalah menentukan garis dasar serpih
(shale base line), yaitu garis lurus pd SP log yang menunjukan
adanya lapisan serpih. Dari shale base line dapat ditentukan nilai
ESP dengan cara menghitung jarak dari kurva SP log ke shale base
line. Nilai ESP ini sama untuk setiap kedalaman.
Shale adalah lapisan yang kompak serta porous tapi tidak
permeabel. Secara teori dapat dikatakan bahwa lapisan tersebut
tidak prospek. Namun jika berdasarkan perhitungan didapatkan
kandungan hidrokarbon, maka lapisan yang tidak prospek tersebut
dapat ditanggulangi (misalnya: pengasaman dan perekahan).
Perhitungan selanjutnya adalah menentukan nilai Tf, Rm, Rmf,
dan Rmfc, dimana nilai ini diukur ditiap kedalaman. Nilai R m (mud
resistivity) diukur pada tiap kedalaman karena setiap kedalaman
menunjukkan bentuk kurva yang berbeda - beda, sehingga
perhitungan perlu dilakukan ditiap kedalaman untuk mendapatkan
hasil yang akurat. Nilai Ri/Rm yang tidak terdapat diameter
inflasinya , sehingga pada perhitungan ESSP digunakan factor
koreksi (K) =1.
Dari perhitungan keseluruhan didapat nilai Vclay yang rata-
rata mendekati 1 dan tepat 1.Nilai Vclay = 1, menunjukan bahwa
lapisan tersebut dominan shale.
Pada kedalaman yang dianalisa diatas umumnya seluruh
kurva mendekati dan tepat pada shale base line, ini menunjukan
37
bahwa kedalaman yang dianalisa tersebut merupakan dominan
shale. Dominan shale ini menunjukan lapisan yang porous tetapi
tidak permeable karena adanya kandungan mineral clay/ lempung.
Dan juga terdapat lapisan permeable yang kandungannya air asin,
karena defleksi SP negatif (ke kiri).
Untuk log induksi digunakan untuk mendeteksi formasi yang
mempunyai konduktivitas tinggi, sedangkan resistivitasnya
rendah. Nilai Rt yang diperoleh log industri inipun hasilnya akan
lebih akurat.
Resistivitas formasi adalah salah satu parameter utama yang
diperlukan untuk menentukan saturasi hidrokarbon. Resistivitas
formasi tergantung pada : resistivitas air formasi, jumlah air
formasi yang ada, struktur geometri pori–pori. Prinsip log induksi
yaitu, mengukur tahanan jenis formasi/ batuan dan fluida yang
dikandungnya terhadap arus listrik yang melaluinya.
Dalam menentukan Rt digunakan ketebalan dan interval
ketebalan yang sama dengan SP log (9600 - 9648 ft,interval 4 ft).
Untuk selanjutnya menentukan nilai Rm@Tf dan Ri = 18.8 “/Rm
ditiap kedalaman. Dari nilai Ricorr/Rm didapatkan nilai Rxo, dimana
nilai ini mencerminkan kurva Sn yaitu Short normal resisvity. Lalu
dari chart dapat ditentukan nilai RIL yang selanjutnya dari nilai ini
dapat ditentukan nilai Rt.
Langkah selanjutnya adalah menentukan nilai Ca track dari
kurva lalu mengoreksi nilai CMGM (hole signal), lalu nilai Cin dan
Rin dapat ditentukan. Nilai Gxo dari Grafik 2-28 dengan kurva
6FF28, dimana nilai Gxo dapat ditentukan nilai Rt dari rumus yang
ada.
Pada percobaan, defleksi kurva SP Log menunjukkan
defleksi kekiri (negatif) yang mengidentifikasikan lapisannya
mengandung air asin atau hidrokarbon. Namun dikarenakan
perhitungan Rw menunjukkan resistivitas yang rendah sedangkan
Rt menunjukkan resistivitas yang tinggi, maka lapisan tersebut
dapat diidentifikasikan mengandung hidrokarbon dan bukan air
asin.
Harga Rt dapat digunakan untuk mendeteksi hidrokarbon,
penentuan Sw, diameter rembesan, dan penentuan resistivitas air
(Rw). Semakin kecil Rt, harga Sw akan semakin besar, sehingga
lapisan tersebut banyak mengandung air.

38
Pada pembacaan grafik, hasil yang didapatkan mungkin
belum terlalu sempurna. Hal ini disebabkan antara lain karena
ketidaktelitian saat pengukuran defleksi pada chart electric log,
selain itu karena gambar chart yang kurang jelas dan kabur
menyebabkan pembacaan chart menjadi kurang akurat.

3.6 KESIMPULAN.
1. Dari analisa yang dilakukan lapisan pada kedalaman 9600 -
9648ft dengan kisaran Vclay antara 0,3 sampai 1, jadi tergolong
dominan shale.
2. SP Log dapat digunakan untuk membedakan shale formation
dengan non-shale, menentukan resistivitas air formasi, dan
batas lapisan permeable.
3. Kurva SP akan terpengaruh oleh ketebalan lapisan, kandungan
serpih dan kehadiran gas.
4. Jika Vclay lebih dari 1 (satu) nilainya, maka lapisan batuan
tersebut bukan batuan permeabel.
5. Pada kedalaman yang dianalisa, nilai Rt yang didapat
disimpulkan bahwa pada kedalaman tersebut mengandung
hidrokarbon (minyak) dan didukung dari kurva SP yang
menunjukan lapisan porous dan permeabel.
6. Dari analisis kualitatif diprediksikan pada lapisan antara 9600
- 9648 ini, kemungkinan mengandung air asin atau
hidrokarbon, pernyataan ini diperkuat dengan defleksi pada
kurva Spontaneous Potential menunjukkan defleksi ke arah
kiri dari shale base line.
7. Dilihat dari data yang didapat, maka pada lapisan antara 9600
– 9648 ft ini kemungkinan lapisan ini prospek.
8. Prospek atau tidaknya suatu lapisan hidrokarbon dapat dilihat
dari defleksi kurva SP dan juga defleksi antara kurva RIL dan
SN serta permeabel dari suatu batuan dilihat dari Vclay yang
terkandung pada lapisan tersebut.
9. Rw dicari sebagai perbandingan harga Rt jika harga Rw lebih
besar dibanding Rt, menunjukkan resistivitas yang rendah
sehingga kemungkinan sedikit hidrokarbon, begitu juga
sebaliknya.
10. Tabel yang memperhitungkan harga Vclay.
Tabel 3.5
Tabulasi Penilaian (Prospek atau Non Prospek)
39
Porous (P)
Prospek
atau Non
Depth (ft) Vclay atau Non
Porous
Prospek
(NP)
9600 1 Porous Prospek
Porous Prospek
9604 1
Porous Prospek
9608 1
Porous Prospek
9612 1
Porous Prospek
9616 1
Porous Prospek
9620 0.6761
Non Porous Non
Prospek
9624 0.3766
Non Porous Non
Prospek
9628 0.3326
Non Porous Non
Prospek
9632 0.3975
Non Porous Non
Prospek
9636 0.39757
Porous Prospek
9640 0.5203
Porous Prospek
9644 0.7613
Porous Prospek
9648 0.8011

40