Anda di halaman 1dari 155

WS ReDOWSKo

Jakarta, 14-15 Februari 2019

Pelayanan Berfokus Pasien


& Asuhan Pasien Terintegrasi

dr. Nico A. Lumenta, K.Nefro, MM, MHKes


Komisi Akreditasi Rumah Sakit
• SNARS Ed 1 , Proses Survei, Pola Vertikal - Horizontal
• Patient Centred Care ( PCC ) : Core Concept & Asuhan Pasien Terintegrasi (
APT )
• WHO : Conceptual framework for Integrated People-Centred Health Services
Vertikal dan Horizontal dalam akreditasi RS
• Sembilan Aspek Implementasi APT
• Penerapan Redowsko : Skenario PCC dan APT
dr. Nico A. Lumenta, K.Nefro, MM, MHKes
Komisi Akreditasi Rumah Sakit
 Berbagai aspek penting asuhan pasien dalam SNARS Edisi 1 (Standar Nasional
Akreditasi RS) adalah a.l.
• dilakukan oleh banyak profesi & sebagai tim,
• terintegrasi, diperlukan kolaborasi interprofesional,
• aspek care dan cure
• keperawatan adalah profesi “24/7” dgn penekanan pd care
(CARE = Commitment – Attention – Respons – Empathy)
• profesi medis dgn penekanan pd cure
• identifikasi kebutuhan pelayanan pasien,
• keterlibatan dan pemberdayaan pasien yang didukung oleh sistem pendukungnya,
• kemandirian pasien, kualitas hidup,
• keseragaman pelayanan
• termasuk reimbursemen yang sesuai dan memadai
 Konsep yg mendasari standar asuhan pasien yg memenuhi SNARS adalah Patient
Centred Care. Salah satu pintu masuk adalah BPIS, Bila Pasien Itu Saya.
Pengertian:

Asuhan Pasien 4.0 : adalah asuhan pasien, yang modern, terkini di


Rumah Sakit dan distandarkan dalam SNARS Edisi 1
• Berbasis Pelayanan Berfokus Pasien / PCC dan Asuhan Pasien
Terintegrasi
• Dilaksanakan oleh PPA sebagai tim, yang berkolaborasi
interprofessional dengan kompetensi untuk berkolaborasi
• Dilaksanakan dengan DNA of Care :
Safety, Quality, Culture
• Asuhan pasiennya didokumentasikan terintegrasi melalui IT dalam
SIRSAK dan SISMADAK
(KARS, 2018)
*To Err Is Human, “Selama setahun, setiap hari 268 pasien
Building a Safer Health System, IOM, 2000 ranap meninggal krn IKP yg dpt dicegah…”

1.Safe.
2.Effective.
Crossing the Quality Chasm: 6 Sasaran Perbaikan
3.Patient-centered.
4.Timely.
A New Health System for the 21st Century, IOM, 2001 Asuhan Pasien 5.Efficient.
6.Equitable.
1. Hormati nilai2, pilihan dan kebutuhan pasien
The 8 Picker Principles of PCC 8 Prinsip Asuhan Pasien utk PCC 2.
3.
Koordinasi dan integrasi asuhan
Informasi, komunikasi dan edukasi
4. Kenyamanan fisik
5. Dukungan emosional
Perspektif Pasien
PCC : Core Concept PCC 2 Konsep Inti PCC Perspektif PPA
6.
7.
Keterlibatan keluarga & teman2
Asuhan yg berkelanjutan dan transisi yg lancar
8. Akses terhadap pelayanan.

WHO Patients for Patient Safety, Jakarta Declaration, 2007 8 Deklarasi PFPS 1.Berdayakan & Libatkan
Pasien
2.Perkuat Kepemimpinan &
Akuntabilitas
WHO Global Strategy on Integrated People-centred Health 5 Strategi 3.Reorientasi Paradigma :
PCC
DNA of Care Services 2016-2026 PCC 4.Asuhan Pasien Terintegrasi
5.Ciptakan Lingkungan yg
• Safety Memberdayakan

(Nico Lumenta, KARS


• Quality -8 Aspek Implementasi PCC
2018) • Culture
SNARS Ed 1 : PCC dan Asuhan Pasien Terintegrasi
-IT System : Sismadak & Sirsak
Konsep dasar Asuhan Pasien / Patient Care telah berkembang
dalam kombinasi dimensi mutu & safety, sejak “bangkitnya”
Patient Safety (wake up call) melalui “To Err is Human” IOM
th 2000, sbb:
To Err Is Human,
Building a Safer Health System, IOM, 2000
• Pelayanan kesehatan yang “fragmented”, tidak aman
• Dari Pasien Ranap setahun 33,6 juta, 2,9 – 3,7 % mengalami Insiden
Keselamatan Pasien, data pasien yang meninggal 44.000 s/d 98.000. Data
orang meninggal karena KLL 43.000
• Dari 100 admisi 2 mengalami KTD obat yang dapat dicegah (preventable
adverse drug event)
• Medication error dalam pelayanan kesehatan menyebabkan kematian 7000
orang per tahun
(Kohn LT, Corrigan JM, Donaldson MS, eds. 2000. To Err Is Human: building
a safer health system. Washington, D.C.: National Academy Press.)
Crossing the Quality Chasm:
A New Health System for the 21st Century, IOM, 2001
• Safe / Aman — menghindari cedera pada pasien dari asuhan yg dimaksudkan untuk
membantu mereka.
• Effective / Efektif — menyediakan pelayanan berdasarkan pengetahuan ilmiah utk semua
orang yg dapat memperoleh manfaat dan menahan diri dari memberikan pelayanan kpd
mereka yg tidak mungkin mendapat manfaat (menghindari penggunaan yg kurang/ underuse
dan berlebihan/ overuse).
• Patient-centered / Berpusat pada pasien — memberikan asuhan yg menghormati dan
responsif thd masing2 preferensi, kebutuhan, dan nilai pasien dan memastikan bahwa nilai2
pasien memandu semua keputusan klinis.
• Timely / Tepat waktu — mengurangi waktu tunggu dan terkadang penundaan yg
berbahaya baik bagi mereka yg menerima dan mereka yg memberi asuhan.
• Efficient /Efisien — menghindari limbah, khususnya limbah peralatan, persediaan, ide, dan
energi.
• Equitable / Adil - memberikan pelayanan yg tidak bervariasi dalam kualitas karena
karakteristik pribadi seperti jenis kelamin, etnis, lokasi geografis, dan status sosial ekonomi.
(Committee on Quality of Health Care in America. 2001. Crossing the Quality Chasm: A • Enam elemen ini dilahirkan oleh IHI Institute for Healthcare Improvement
New Health System for the 21st Century, Institute of Medicine.) • Publikasi pertama PCC oleh IOM
• WHO menjadikan 6 elemen ini sbg definisi mutu pelayanan kesehatan
The 8 Picker Principles of Patient-Centered Care
1.Respect for patients‘ values, 1. Hormati nilai2, pilihan dan
preferences and expressed needs kebutuhan yg diutarakan oleh
2.Coordination and integration of care pasien
3.Information communication and 2. Koordinasi dan integrasi asuhan
education 3. Informasi, komunikasi dan edukasi
4.Physical comfort 4. Kenyamanan fisik
5.Emotional support and alleviation of 5. Dukungan emosional dan
fear and anxiety penurunan rasa takut & kecemasan
6.Involvement of family and friends 6. Keterlibatan keluarga & teman2
7.Continuity of care and smooth 7. Asuhan yg berkelanjutan dan
transition transisi yg lancar
8.Access to Care 8. Akses terhadap pelayanan.

(Picker Institute and American Hospital Association. 1996. Eye on Patients Report.)
PCC : Core Concept of Patient Centred Care
*Perspektif Pasien
1. Dignity and Respect 1. Martabat dan Hormat
2. Information Sharing 2. Berbagi Informasi
3. Participation 3. Partisipasi
4. Collaboration. 4. Kolaborasi.

**Perspektif PPA
1. Partnering with Patients 1. Berpartner dengan Pasien
2. PPA is a Team with Interpofessional 2. PPA sebagai Tim dgn Kolaborasi
Collaboration Interprofesional
3. DPJP is the Clinical Leader 3. DPJP adalah Clinical Leader.
4. Integrated Patient Care. 4. Asuhan Pasien Terintegrasi.

(*Conway,J et al. 2006. Partnering with Patients and Families To Design a Patient- and Family-Centered
Health Care System, A Roadmap for the Future. Institute for Patient- and Family-Centered Care.) (**Nico Lumenta. 2015. Sintesis dari berbagai referensi.)
WHO WS on Patients for Patient Safety
Jakarta Declaration, 2007
1. Tidak ada pasien yang harus menderita cedera yang dapat dicegah
2. Pasien diposisikan sentral/di pusat semua upaya keselamatan pasien
3. Rasa takut akan kesalahan/ hukuman tidak boleh menghalangi komunikasi
yang terbuka & jujur ​antara pasien dan PPA
4. Harus bekerja dalam kemitraan untuk mencapai perubahan perilaku
mengatasi keselamatan pasien
5. Perlu transparan, akuntabel, rasa saling percaya dan hormat
6. Perlu sistem pelaporan IKP yang adil;
7. Komitmen untuk bermitra dan memberdayakan pasien;
8. Memfungsikan sistem keselamatan pasien di setiap fasilitas pelayanan
kesehatan, pendidikan profesi berkelanjutan bagi para PPA tentang konsep
keselamatan pasien

(WHO South-East Asia Regional Patient Safety Workshop on


“Patients for Patient Safety” Jakarta, 17 – 19 July 2007)
WHO Global Strategy on Integrated People-Centred Health
Services 2016-2026, July 2015
Conceptual framework for integrated people-centred health services
Strategic Goals Penerapan di RS
1. Empowering & Engaging People 1. Berdayakan dan Libatkan Pasien-
Keluarga
2. Strenghtening Governance & 2. Tingkatkan-Perkuat Kepemimpinan
Accountabilty & Akuntabel
3. Reorienting the Model of Care 3. Reorientasi Paradigma Asuhan
Pasien : PCC
4. Coordinating Services 4. Asuhan Pasien Terintegrasi
5. Creating an Enabling Environment 5. Ciptakan Lingkungan yg
Memberdayakan/Kondusif
(WHO. 2015. WHO global strategy on integrated people-centred health services 2016 -2026.)
SNARS Ed 1 : PCC dan Asuhan Pasien Terintegrasi

 Integrasi Intra-Inter PPA (AP 4, SKP 2, TKRS 3.2, MKE 5)


 Integrasi Inter Unit (PAP 2, ARK 3.1, TKRS 3.2, MKE 5)
 Integrasi PPA-Pasien (HPK 2, 2.1, 2.2, AP 4, MKE 6)
 Integrasi Horizontal & Vertikal (WHO)
1. Patient Engagement & Empowerment. (HPK, ARK, PAP, MKE)
2. DPJP sbg Clinical Leader. (PAP, AP)
3. PPA sbg Tim, Kolaborasi Interprofesional. (AP, PAP, MKE)
4. CPPT – Catatan Perkembangan Pasien Terintegrasi. (AP,PAP)
5. Kolaborasi Pendidikan Pasien. (HPK,MKE)
6. Manajer Pelayanan Pasien. (ARK, PAP, MIRM)
7. Integrated Clinical Pathway. (PMKP)
8. Integrated Discharge Planning. (ARK)

(KARS. 2018. SNARS Edisi 1)


Asuhan Pasien : “DNA of Care”
Profesional Pemberi Asuhan perlu memiliki DNA of Care

I. SASARAN KESELAMATAN PASIEN

� Safety II. KELOMPOK STANDAR


PELAYANAN BERFOKUS PADA
Diperoleh dan PASIEN

tumbuh melalui
� Quality penerapan
III. KELOMPOK STANDAR
MANAJEMEN RS

SNARS Ed 1
IV. PROGRAM NASIONAL
� Culture
V. INTEGRASI PENDIDIKAN
KESEHATAN DALAM PELAYANAN

(Hardy, P. 2017. Patient voice and DNA of Care, ISQua Conference, London.
(KARS. 2018. SNARS Edisi 1)
KARS. 2018. SNARS edisi 1.)
 Berbagai aspek penting asuhan pasien dalam SNARS Edisi 1 (Standar Nasional
Akreditasi RS) adalah a.l.
• dilakukan oleh banyak profesi & sebagai tim,
• terintegrasi, diperlukan kolaborasi interprofesional,
• aspek care dan cure
• keperawatan adalah profesi “24/7” dgn penekanan pd care
(CARE = Commitment – Attention – Respons – Empathy)
• profesi medis dgn penekanan pd cure
• identifikasi kebutuhan pelayanan pasien,
• keterlibatan dan pemberdayaan pasien yang didukung oleh sistem pendukungnya,
• kemandirian pasien, kualitas hidup,
• keseragaman pelayanan
• termasuk reimbursemen yang sesuai dan memadai
 Konsep yg mendasari standar asuhan pasien yg memenuhi SNARS adalah Patient Centred
Care. Salah satu pintu masuk adalah BPIS, Bila Pasien Itu Saya.
Berlaku mulai
1 Januari 2018
INOVASI KARS
I. SASARAN KESELAMATAN SKP
PASIEN

II. KELOMPOK STANDAR ARK,HPK,AP,


STANDAR PELAYANAN BERFOKUS PADA PAP,PAB,PKPO
NASIONAL AKREDITASI PASIEN MKE (7 BAB)
RUMAH SAKIT
III. KELOMPOK STANDAR PMKP,PPI,TKRS,
ED 1 MFK, KKS, MIRM
MANAJEMEN RS
(6 BAB)

PONEK,
IV. PROGRAM NASIONAL HIV/AIDS, TB
PPRA, GERIATRI

V. INTEGRASI PENDIDIKAN
(SNARS Edisi 1, Daftar isi, hal XII-XIII)
KESEHATAN DALAM IPKP
PELAYANAN
Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) Edisi 1
Jml Jml
No Bab
Std EP
1 Sasaran Keselamatan Pasien (SKP) 10 36
2 Akses ke Rumah Sakit & Kontinuitas Pelayanan (ARK) 23 100
3 Hak Pasien & Keluarga (HPK) 27 100
4 Asesmen Pasien (AP) 39 163
5 Pelayanan & Asuhan Pasien (PAP) 21 81
6 Pelayanan Anestesi & Bedah (PAB) 20 71
7 Pelayanan Kefarmasian & Penggunaan Obat (PKPO) 21 80
8 Manajemen Komunikasi & Edukasi (MKE) 13 49
9 Peningkatan Mutu & Keselamatan Pasien (PMKP) 19 80
10 Pencegahan & Pengendalian Infeksi (PPI) 28 107
11 Tata Kelola Rumah Sakit (TKRS) 28 127
12 Manajemen Fasilitas & Keselamatan (MFK) 24 105
13 Kompetensi & Kewenangan Staf (KKS) 26 96
14 Manajemen Informasi & Rekam Medis (MIRM) 21 77
15 Program Nasional 12 58
16 Integrasi Pendidikan Kes dlm Pelayanan RS (IPKP) 6 23
TOTAL JUMLAH STANDAR & ELEMEN PENILAIAN 338 1353
JANGKAR PEMBIMBING SNARS Ed 1
Dr. dr. Sutoto, MKes SKP, HPK, PKPO, KKS (A-3)
MKE, MIRM, ProgNas, (A-4)
dr. Djoti Atmodjo, SpA, MARS
(Dokumentasi Akreditasi RS)
dr. Luwiharsih, MSc PMKP, TKRS, MFK, PPI (A-2)
dr. Nico A Lumenta, K.Nefro, MM, MHKes APK, AP, PAP, PAB (A-1)
RS.Pendidikan
PPRA (A-5)
dr. Djoni Darmadjaja, SpB, MARS
(Pengendalian, Pencegahan,
Resistensi Antimikroba)

SK Ketua Eksekutif KARS no 09/KARS/SK/1/2016, 7 Jan 2016


Jangkar Pembimbing Standar Akreditasi Rumah Sakit Versi 2012 adalah orang yang
bertanggungjawab untuk pengertian dan interpretasi Standar-Epnya, memutuskan
serta menyusun materi presentasi dari bab yang menjadi tanggung jawabnya.
20
Surveior
Surveior akreditasi terdiri dari :
 Surveior Manajemen yaitu tenaga medis yang ahli perumah sakitan
 Surveior Medis yaitu para dokter spesialis
 Surveior Keperawatan yaitu para perawat.
 Surveior lainnya : ahli rekam medis, apoteker, dan lain sebagainya akan
ditugaskan bila ada survei terfokus yang memerlukan keahliannya.
S.Manajemen S.Medis S.Keperawatan
Std EP Std EP Std EP
PKPO 21 80 ARK 23 100 HPK 27 100
PMKP 19 80 AP 39 163 MKE 13 49
TKRS 28 127 PAP 21 80 PPI 28 107
MFK 24 105 PAB 20 71 SKP 10 36
KKS 26 96 Prog.Nas 12 58 MIRM 21 77
IPKP 6 23
Total 118 488 121 496 99 369
Total : 338 Standar – 1353 EP 21
Survei  Asesmen  Capaian RS
Capaian • Paripurna
• Utama
RS • Madya
15/16 Bab • Dasar

Ketua Eksekutif
Dewan Penilai Bila ada
Capaian % Diskrepansi
Konsilor signifikan
Rekomendasi Bab
Laporan
Fakta Survei
Analisis Skor

ReDOWSKo
Standar
EP
 Asesmen Surveior
Laporan Survei

Sta EP Elemen Surveyor Councilor Assessment Capaian


nd Penilaian Assessment 84,78 %
ar Measurable Fakta dan Rekomen Sko Fakta dan Rekomend Pesan
Elements
S r
Analisis dasi Analisis asi untuk
k Facts- Recomme Surveyor
Facts- Recomme
o Analysis ndation Analysis ndation Notes for
1 Surveyor
r
PP.2. 1 Rencana
pelayanan
diintegrasikan dan
3 2 4
dikoordinasikan
diantara berbagai
unit kerja dan
pelayanan (lihat
juga APK.2, EP 3)
2 Pelaksanaan
pelayanan
terintegrasikan dan
Skor
10 5 0
terkoordinasikan
antar unit kerja,
utk @ EP departemen dan
pelayanan
100% 80% 20% 23
Sistem Akreditasi
1 Pola Vertikal & Horizontal
Dalam akreditasi maupun ISO dikenal adanya Vertical dan Horizontal audit.
(Hammar, H: ISO 9001 Horizontal audit vs. vertical audit, 9001 Academy, 2010.
Coonen, E: Approaching accreditation of a PGD centre, ESHRE Campus symposium, 2010.)

• Standar “fokus” pada unit pelayanan : a.l. IGD,


 Sistem ICU, IBS, IRN, IRJ, Lab, Radiologi dsb
Akreditasi • Survei sesuai dgn pola standar, secara vertikal
Vertikal “masuk” mendalami masing2 unit, telusur &
penilaian bersifat vertikal
• Standar ditekankan pada proses pelayanan yg
diterima pasien
 Sistem • Survei menelusuri proses2 a.l.
Akreditasi o pada pasien dan kegiatan pelayanannya
Horizontal o pada kegiatan penerapan standar manajemen
• Dibantu dengan ReDOWSKo, Skenario, Ceklis
yang bersifat horizontal 24
2 Sistem Pokja Akreditasi
“Pathway” Akreditasi : Pola Vertikal dan Horizontal
15/16 Pokja

Pola Vertikal
Pokja : anggotanya sebanyak mungkin dari unit2 terkait bab,
mendalami/menguasai Bab (Std-EP), pola vertikal, menjadi Nara Sumber di RSnya

Unit

Unit Unit
RS Unit
Unit

Unit

Pola Horizontal
-Pola pikir Pokja harus juga Horizontal
-Std-EP link Horizontal ke Std-EP/Bab
Bab Bab.. lain
Bab dst
PMKP -Penerapan Bab/Std tersebar secara
Bab Prog
ARK Bab.. Horizontal di unit2, terintegrasi, dgn
Bab Nas
SKP
koordinasi, utk mencapai keseragaman
yan
*Standar ARK 2.
RS menetapkan regulasi yg mengatur proses pasien masuk RS utk rawat inap dan
proses pendaftaran rawat jalan.
Elemen Penilaian ARK 2.
1. Ada regulasi ttg proses pendaftaran pasien rawat jalan, pasien rawat inap, pasien gawat darurat,
proses penerimaan pasien GD ke unit rawat inap, menahan pasien utk observasi dan mengelola
pasien bila tidak tersedia tempat tidur pada unit yg dituju maupun diseluruh RS. (R)
2. Ada pelaksanaan proses penerimaan pasien ranap dan pendaftaran rajal. (D,W)
3. Ada pelaksanaan proses penerimaan pasien GD ke unit ranap. (D,W)
4. Ada pelaksanaan proses menahan pasien utk observasi. (D,W)
5. Ada pelaksanaan proses mengelola pasien bila tidak tersedia tempat tidur pd unit yg dituju maupun
diseluruh RS. (D,W)
6. Staf memahami dan melaksanakan semua proses sesuai regulasi. (D,W)
7. Ada pelaksanaan sistem pendaftaran rajal dan ranap secara online. (D,W) (lihat Std MIRM 1)

Std-EP : Interlink, Horizontal


ARK 3.3 Proses
Transfer, Info,
Form ARK 1.3
Penundaan, ARK 5 Proses
Kelambatan Rujuk 26
Pola Asuhan Pasien Terintegrasi
3 Integrasi Horizontal & Vertikal

 Integrasi Intra-Inter PPA


(AP 4, SKP 2, TKRS 3.2, MKE 5)
 Integrasi Inter Unit
(PAP 2, ARK 3.1, TKRS 3.2, MKE 5)
 Integrasi PPA-Pasien
(HPK 2, 2.1, 2.2, AP 4, MKE 6)
Integrasi Horizontal & Vertikal

1. Patient Engagement & Empowerment


2. DPJP sbg Clinical Leader
3. PPA sbg Tim, Kolaborasi Interprofesional
4. CPPT – Catatan Perkembangan Pasien Terintegrasi
5. Kolaborasi Pendidikan Pasien
6. Manajer Pelayanan Pasien / Case Manager
7. Integrated Clinical Pathway
8. Integrated Discharge Planning
Contoh Pemberian Skor

28
Survei  Asesmen  Capaian RS
Capaian • Paripurna
• Utama
RS • Madya
15/16 Bab • Dasar

Ketua Eksekutif
Dewan Penilai Bila ada
Capaian % Diskrepansi
Konsilor signifikan
Rekomendasi Bab
Laporan
Fakta Survei
Analisis Skor

ReDOWSKo
Standar
EP
 Asesmen Surveior
PENDAFTARAN Pendaftaran Rajal, Ranap
*Standar ARK 2.
RS menetapkan regulasi yg mengatur proses pasien masuk RS utk rawat inap dan
proses pendaftaran rawat jalan.

Elemen Penilaian ARK 2.


1. Ada regulasi ttg proses pendaftaran pasien rawat jalan, pasien rawat inap, pasien gawat
darurat, proses penerimaan pasien GD ke unit rawat inap, menahan pasien utk observasi
dan mengelola pasien bila tidak tersedia tempat tidur pada unit yg dituju maupun diseluruh
RS. (R)
2. Ada pelaksanaan proses penerimaan pasien ranap dan pendaftaran rajal. (D,W)
3. Ada pelaksanaan proses penerimaan pasien GD ke unit ranap. (D,W)
4. Ada pelaksanaan proses menahan pasien utk observasi. (D,W)
5. Ada pelaksanaan proses mengelola pasien bila tidak tersedia tempat tidur pd unit yg dituju
maupun diseluruh RS. (D,W)
6. Staf memahami dan melaksanakan semua proses sesuai regulasi. (D,W)
7. Ada pelaksanaan sistem pendaftaran rajal dan ranap secara online. (D,W) (lihat Std MIRM
1)

30
ARK.2
Elemen Penilaian Telusur Skor
1. Ada regulasi tentang proses R Regulasi tentang pendaftaran pasien rawat jalan, 10 TL
pendaftaran pasien rawat jalan, pasien pasien rawat inap, pasien gawat darurat, proses 5 TS
rawat inap, pasien gawat darurat, proses penerimaan pasien gawat darurat ke unit rawat 0 TT
penerimaan pasien gawat darurat ke unit inap, menahan pasien untuk observasi dan
rawat inap, menahan pasien untuk mengelola pasien bila tidak tersedia tempat tidur
observasi dan mengelola pasien bila tidak pada unit yang dituju maupun di seluruh rumah
tersedia tempat tidur pada unit yang sakit, termasuk EP 7.
dituju maupun di seluruh rumah sakit. (R)
2. Ada pelaksanaan proses penerimaan D Bukti tentang proses pelaksanaan penerimaan 10 TL
pasien rawat inap dan pendaftaran rawat pasien rawat inap dan rawat jalan 5 TS
jalan. (D,W) W  Staf medis, Staf keperawatan, Pasien 0 TT
3. Ada pelaksanaan proses penerimaan D Bukti tentang proses pelaksanaan penerimaan 10 TL
pasien gawat darurat ke unit rawat inap. pasien gawat darurat ke unit rawat inap. 5 TS
(D,W) W  Staf medis, Staf keperawatan, Pasien 0 TT
4. Ada pelaksanaan proses menahan D Bukti tentang penetapan dan pelaksanaan menahan 10 TL
pasien untuk observasi. (D,W) pasien untuk observasi termasuk 5 TS
edukasinya,perhatikan juga ARK 1.2. 0 TT
W  Staf medis, Staf keperawatan, Pasien
31
Std ARK.2
Elemen Penilaian Telusur Skor
1. Ada regulasi tentang … R  Regulasi tentang pendaftaran... 10
2. Ada pelaksanaan proses.. D, W  Bukti tentang proses pelaksanaan... 10
3.Ada pelaksanaan proses…. D,W  Bukti tentang proses pelaksanaan... 5
4. Ada pelaksanaan proses… D,W  Bukti tentang penetapan dan pelaksanaan… 5
5. Ada pelaksanaan…. (D,W) D Bukti tentang... 10
W  Staf medis, Staf keperawatan
6. Staf memahami… (D,W) D Bukti tentang pelaksanaan…. 5
W  Staf medis, Staf keperawatan, ….
7. Ada pelaks system… (D,W) D Bukti tentang pelaks.... 10
W  Staf admisi, Pasien/keluarga

Skor Total Skor ARK 2 = 55


utk EP 10 5 0 Nilai : 55/70 = 79 %
100% 80% 20%
Nilai Std ARK 2 = 79 %

Bab ARK : 23 Standar & 100 Elemen Penilaian.


Total skor EP=825  Capaian Nilai Bab ARK : 825 / 1000 = 82,50 %
32
Nilai Bab

Nilai
utk Bab
%
100% 80% 60% 20%

 Remedial :
*Hospital may proceed for remedial (re-survei) 3 – 6 months, for
Chapters that has minimal 60 % or more
*Hospital may wave this process, than accreditation status will applied.
Program Chapter Status Criteria

1. Sasaran Keselamatan Pasien (SKP) Paripurna 15 Ch


2. Akses ke Rumah Sakit dan Kontinuitas Pelayanan Excellence @>80%
(ARK)
3. Hak Pasien dan Keluarga (HPK)
4. Asesmen Pasien (AP) 12 Ch
5. Pelayanan dan Asuhan Pasien (PAP) Utama @>80%
6. Pelayanan Anestesi dan Bedah (PAB) Advance 3 Ch @ >
Regular

7. Pelayanan Kefarm & Penggunn Obat(PKPO)


8. Manajemen Komunikasi dan Edukasi (MKE)
20%
9. Peningkatn Mutu &Keselmtn Pasien (PMKP) 8 Ch @ >
10. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI)
Madya 80%
11. Tata Kelola Rumah Sakit (TKRS)
12. Manajemen Fasilitas &Keselamatan (MFK)
Intermediate 7 Ch @ >
13. Kompetensi & Kewenangan Staf (KKS) 20%
14. Manajemen Informasi dan Rekam Medis (MIRM)
15. Program Nasional
4 Ch @ >
16. Integrasi Pendidikan Kesehatan dalam Pelayanan Dasar 80%
RS (IPKP) Basic 11 Ch
@>20%
1. Hak Pasien dan Keluarga (HPK)
2019 Perdana 2. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) Perdana 4 Ch @ >
/Khusus 3. Kompetensi & Kewenangan Staf (KKS) Beginner 80%
4. Sasaran Keselamatan Pasien (SKP) 34
Web
Web based
based
Process of Determination
Determination Accreditation
Accreditation Award
Award Process
“Two(Dec
tiers2015)
method”
(Dec 2015)

Surveyors Survey
Web
MJ, MD, PW Reports Upload Councilor process :
- Offline / Online
- Review reports
- Submit
Councilor Coordinator :
- Review
- Verify
- Submit

Exec Councillor – MJ
Secretariate
Chairman: Councillor –
Surveyor approval Counc
cetak Coordinator MD
Coord
Councillor –
Bila perlu PW
1. Surat Pernyataan Koordinator
Dewan penilai Konsilor
(Jangkar) 2. Surveior membaca kembali hasil
Konsilor utk pembelajaran
PENENTUAN KELULUSAN RS
DALAM AKREDITASI RS

BILA TAK
PENILAIAN OLEH ADA PERBEDAAN DIUMUM
KONSILOR KAN
PENILAIAN 0LEH
SURVEIOR (MELALUI SISTEM
IT KARS. BILA ADA
(DI UPLOAD PERBEDAAN
KONSILOR TIDAK DIUMUM
DALAM SISTEM DEWAN
TAHU NAMA RS
I.T KARS PENILAI KAN
DAN
SURVEIORNYA)

36
Diskusi Vertikal : “pemahaman/penguasaan Std-EP”
*Standar ARK 1.3.
RS mempertimbangkan kebutuhan klinis pasien dan memberi tahu pasien jika terjadi penundaan dan kelambatan
pelaksanaan tindakan /pengobatan dan atau pemeriksaan penunjang diagnostik.
Elemen penilaian ARK 1.3.
1. Ada regulasi ttg penundaan dan kelambatan pelayanan di rawat jalan maupun rawat inap yg harus
disampaikan kpd pasien. (R)
2. Pasien diberi tahu alasan kelambatan dan penundaan pelayanan dan diberi informasi ttg alternatif yg tersedia
sesuai kebutuhan klinik pasien dan dicatat di rekam medis. (D,W)

Skoring, substansi :
1. Ada regulasi  10 / 0 : EP 1
2. Pelaksanaan = EP 2 :
Pasien,
a) diberi tahu ,serta + butir c).
b) alasan kelambatan dan penundaan pelayanan dan diberi informasi ttg alternatif yg
tersedia sesuai kebutuhan klinik pasien dan
c) dicatat di rekam medis  Form

37
Telusur :
1. Surveior telusur ke ruangan
2. Mengambil sampel 10 pasien yang mengalami penundaan/kelambatan pelayanan, wawancara
dan membaca RM/status
3. Pasien diwawancara ttg penundaan/kelambatan pelayanan, pemberian informasinya,
pencatatan oleh PPA ybs di form edukasi-informasi
4. Bila ditemukan 8 pasien memenuhi (80%), maka skor 10
5. Bila ditemukan 7 pasien atau 3 pasien memenuhi, maka skor 5
6. Bila ditemukan 2 pasien memenuhi, maka skor 0

Skor
utk EP 10 5 0
100% 80% 20%
38
Instrumen Akreditasi Rumah Sakit – v.2012
Telusur
RDOWS Skor : 0 / 5 / 10
Sasaran Nilai : %
Std Materi
(Wawancara)
Std. Misalnya Surveior memberi skor 4 EP seperti ini : Nilai: 15:20 = 75,00 %
ARK.1.3
EP.1 1. Pimpinan RS Regulasi : pemberian Regulasi RS :
2. Staf Admisi informasi kepada • Kebijakan/ panduan
Rawat Inap pasien bila akan terjadi penundaan /
kelambatanpelayanan 10
dan Rawat penundaan/kelambatan atau pengobatan
Jalan pelayanan, dicatat • Prosedur pemerian
3. Tim PPA informasi
EP. 2 4. Pasien Pemberian informasi, • Dokumen
pencatatan .. implementasi : Rekam 5
medis

Bab ARK : 23 Standar & 100 Elemen Penilaian.


Total skor EP=825  Capaian Nilai Bab ARK : 825 / 1000 = 82,50 %
Diskusi Vertikal : “pemahaman/penguasaan Std-EP”
PRMRJ Diagnosis kompleks, Asuhan kompleks
*Standar ARK.4.3
Untuk pasien rawat jalan yg membutuhkan asuhan yg kompleks atau diagnosis yg kompleks, dibuat catatan
tersendiri Profil Ringkas Medis Rawat Jalan (PRMRJ) dan tersedia untuk PPA.

Elemen penilaian ARK.4.3


1. Ditetapkan kriteria pasien rawat jalan dgn asuhan yg kompleks atau yg diagnosisnya kompleks, diperlukan
Profil Ringkas Medis Rawat Jalan (PRMRJ) sesuai regulasi RS. (R)
2. Ada regulasi yg menetapkan bhw proses PRMRJ mudah ditelusur (easy to retrieve) dan mudah direview. (R)
3. Informasi penting yg dimasukkan ke dlm PRMRJ diidentifikasi oleh DPJP. (R)
4. Proses tsb dievaluasi utk memenuhi kebutuhan para DPJP dan meningkatkan mutu serta keselamatan pasien.
(D,W)

Maksud dan Tujuan ARK.4.3


Jika RS memberikan asuhan dan tindakan berlanjut kpd pasien dgn diagnosis kompleks dan atau yg
membutuhkan asuhan kompleks (misalnya, pasien yg datang beberapa kali dgn masalah kompleks, menjalani
tindakan beberapa kali, datang dibeberapa unit klinik, dsb), maka kemungkinan dapat bertambahnya diagnosis dan
obat, perkembangan riwayat penyakit, temuan pd pemeriksaan fisiknya. Karena itu utk kasus spt ini, harus dibuat
ringkasannya. Sangat penting bagi setiap PPA yg berada di berbagai unit yg memberikan asuhan kpd pasien ini
mendapat akses ke informasi Profil Ringkas Medis Rawat Jalan (PRMRJ) tsb.........dst.....
40
Form PRMRJ Nama Pasien :….

Tgl- Dr Sp Diagnosis Uraian Klinis Penting Rencana Remarks Paraf


jam Penting Penting
2/4 SpJP CAD nyeri dada 3 hari lalu Diagnostik Bila toleransi ->
Bila indikasi cukup
:PCI –Stent
4/4 SpPD- CKD gr 5 On regular HD Tx ginjalCalon donor ->
KGH sedang diperiksa
12/4 SpP PPOK Pengobatan memadai Rutin control Perbaikan klinis 2 ->
per 2 bulan mgg terakir
18/4 SpPD- SLE 3 bulan ini flare up Pengobatan Hindari matahari ->
KAI ringan 2 X akan dinilai langs
akhir bulan
ini
25/4 Sp BU BPH Rest urine minimal Obat Priksa ulang PSA ->
PSA 9,2 teruskan & USG Prostat

Rawat Jalan
Diskusi Horizontal : “standar ke stantar lain”
Standar AP.1. ( 4 EP…)
RS menentukan isi, jumlah dan jenis asesmen awal pada disiplin medis dan Asesmen Awal
keperawatan yg meliputi pemeriksaan fisik, riwayat kesehatan, pengkajian pasien dari oleh PPA
aspek biologis, psikologis, sosial, ekonomi, kultural dan spiritual pasien.
Standar AP.2 ( 4 EP…) (+ Standar AP 2.1)
RS menetapkan regulasi untuk melakukan asesmen ulang bagi semua pasien dgn Asesmen Ulang
interval waktu berdasarkan kondisi, tindakan, untuk melihat respons pasien, dan oleh PPA
kemudian dibuat rencana kelanjutan asuhan dan atau rencana pulang.

Horizontal
Standar AP.3
RS menetapkan regulasi tentang PPA yg kompeten dan diberi kewenangan melakukan PPA 
asesmen awal dan asesmen ulang. Kompetensi &
kewenangan
Elemen Penilaian AP.3
1. Ada regulasi yg menetapkan PPA yg kompeten dan berwenang melakukan asesmen
awal, asesmen ulang dan asesmen gawat darurat. (R)
2. PPA yang kompeten dan berwenang melakukan asesmen (D,W)
3. Asesmen gawat darurat dilaksanakan oleh PPA yg kompeten dan berwenang (D,W)
Pelayanan Berfokus Pasien
Patient Centred Care - PCC
Conceptual framework for
Integrated People-Centred Health Services
IPCHS

(WHO global strategy on


integrated people-centred health
2014 services 2016-2026, July 2015)
WHO global strategy on integrated people-
IPCHS
centred health services: an overview

2014
WHO global strategy on integrated people-centred
health services 2016-2026, July 2015
IPCHS

Strategic Goal 1 1. Berdayakan dan Libatkan


Empowering & Engaging People Pasien-Keluarga R
u
Strategic Goal 2 2. Tingkatkan-Perkuat m
Strenghtening Governance & Accountabilty Kepemimpinan & Akuntablitas a
h
Strategic Goal 3 3. Reorientasi Paradigma
Reorienting the Model of Care Asuhan  PCC S
a
Strategic Goal 4 4. Asuhan Pasien k
Coordinating Services Terintegrasi I
t
Strategic Goal 5 5. Ciptakan Lingkungan yg
Creating an Enabling Environment Memberdayakan/Kondusif
Patient-Centered Care
IOM – Institute of Medicine

‘Patient-centered care’ :
Patient-centered care : “care that “asuhan yang menghormati dan
is respectful of and responsive to responsif terhadap pilihan,
individual patient preferences, kebutuhan dan nilai-nilai pribadi
needs and values, and ensuring pasien. Serta memastikan bahwa
that patient values guide all nilai-nilai pasien menjadi
clinical decisions.” panduan bagi semua keputusan
klinis”
(2001)
Picker Institute :

1.Respect for patients‘ values,


1. Hormati nilai2, pilihan dan kebutuhan yg
preferences and expressed needs
diutarakan oleh pasien
2.Coordination and integration of care
2. Koordinasi dan integrasi asuhan
3.Information communication and
3. Informasi, komunikasi dan edukasi
education
4. Kenyamanan fisik
4.Physical comfort
5. Dukungan emosional dan penurunan rasa
5.Emotional support and alleviation of
takut & kecemasan
fear and anxiety
6. Keterlibatan keluarga & teman2
6.Involvement of family and friends
7. Asuhan yg berkelanjutan dan transisi yg
7.Continuity of care and smooth
lancar
transition
8. Akses terhadap pelayanan.
8.Access to Care
Konsep
Patient Centred Care
(Std HPK)

Konsep Inti Asuhan Pasien


Core Concept Terintegrasi

 Integrasi Intra-Inter PPA


 Perspektif Pasien (AP 4, SKP 2, TKRS 3.2, MKE 5)
 Integrasi Inter Unit
 Perspektif PPA
(PAP 2, ARK 3.1, TKRS 3.2, MKE 5)
•Conway,J et al: Partnering with Patients and Families To Design a  Integrasi PPA-Pasien
Patient- and Family-Centered Health Care System, A Roadmap for (HPK 2, 2.1, 2.2, AP 4, MKE 6)
the Future. Institute for Patient- and Family-Centered Care, 2006
•Standar Akreditasi RS v.2012, KARS Horizontal & Vertical Integration
•Nico Lumenta, Sintesis berbagai literatur, 2015
What are the Core Concepts of Patient Centered Care?

1. Dignity and Respect. Health care practitioners listen to and honor patient and family
perspectives and choices. Patient and family knowledge, values, beliefs and cultural
backgrounds are incorporated into the planning and delivery of care.
2. Information Sharing. Health care practitioners communicate and share complete and
unbiased information with patients and families in ways that are affirming and useful.
Patients and families receive timely, complete, and accurate information in order to
effectively participate in care and decision-making.
3. Participation. Patients and families are encouraged and supported in participating in care
and decision-making at the level they choose.
4. Collaboration. Patients and families are also included on an institution-wide basis. Health
care leaders collaborate with patients and families in policy and program development,
implementation, and evaluation; in health care facility design; and in professional
education, as well as in the delivery of care.

Conway,J et al: Partnering with Patients and Families To Design a Patient- and Family-Centered Health Care
System, A Roadmap for the Future. Institute for Patient- and Family-Centered Care, 2010
Perspektif Core Concepts of
Pasien Patient Centered Care
1. Martabat dan Respek.
• Profesional Pemberi Asuhan mendengarkan, menghormati & menghargai pandangan serta pilihan
pasien & keluarga.
• Pengetahuan, nilai-nilai, kepercayaan, latar belakang kultural pasien & keluarga dimasukkan dlm
perencanaan pelayanan dan pemberian pelayanan kesehatan
2. Berbagi informasi.
• Profesional Pemberi Asuhan mengkomunikasikan dan berbagi informasi secara lengkap pasien &
keluarga.
• Pasien & keluarga menerima informasi tepat waktu, lengkap, dan akurat
• Dgn 3 asesmen: metode, substansi/kebutuhan edukasi, konfirmasi
3. Partisipasi.
• Pasien & keluarga didorong dan didukung utk berpartisipasi dlm asuhan, pengambilan keputusan
& pilihan mereka
4. Kolaborasi / kerjasama.
• Pimpinan pelayanan kesehatan bekerjasama dgn pasien & keluarga dalam pengembangan,
implementasi dan evaluasi kebijakan dan program;

Conway,J et al: Partnering with Patients and Families To Design a Patient- and Family-Centered Health Care
System, A Roadmap for the Future. Institute for Patient- and Family-Centered Care, 2010
Perspektif
Profesional Core Concepts of Patient Centered Care
Pemberi Asuhan
1. Berpartner dengan Pasien
• Keputusan klinis berdasarkan (juga) nilai-nilai pasien
• BPIS : Bila Pasien Itu Saya
• Komitmen
2. PPA merupakan Tim Interdisiplin dgn Kolaborasi Interprofesional
• Profesional Pemberi Asuhan diposisikan mengelilingi pasien bekerja sebagai Tim dgn Kolaborasi
Interprofesional
• Tugas Mandiri, Kolaboratif, Delegatif
• Kompetensi Profesi dan Kompetensi Kolaborasi Interprofesional yang memadai
3. DPJP adalah Clinical Leader.
• DPJP menyusun kerangka asuhan, melakukan koordinasi, kolaborasi, sintesis, interpretasi, review
dan mengintegrasikan asuhan pasien
4. Asuhan Pasien Terintegrasi
• Asuhan pasien terintegrasi oleh PPA dgn DPJP sbg Clinical Leader

(Nico Lumenta, Sintesis berbagai referensi, 2015)


Profesional Pemberi Asuhan Clinical
PPA Team Leader
Dalam SNARS Ed 1
DPJP

PPJA
Apoteker

PPA
Profesional Pemberi Asuhan :
• Mereka yg secara langsung
Tugas Mandiri,
memberikan asuhan kpd pasien, Lainnya Dietisien Tugas Kolaboratif,
a.l. DPJP, PPJA, Dietisien, Tugas Delegatif
Apoteker, dan Lainnya.
• Kompetensi Profesi & Kolaborasi
Interprofesional
• Tugas Mandiri, Tugas Kolaboratif, (KARS, 2018)
Tugas Delegatif/Mandat
Person Centred Care
Core Concept

Dignity &
Respect

Infor-
mation Partici-
Sharing pation

Collaboration

Profesional Pemberi Asuhan :


mereka yg secara langsung
memberikan asuhan kpd pasien, a.l.
dokter, perawat, bidan, ahli gizi,
apoteker, psikolog klinis, penata
anestesi, terapis fisik dsb (Nico Lumenta, 2015)
Standar HPK dan PCC

• Std HPK.1. : Ada regulasi bahwa RS bertangg-jwb dan mendukung hak


pasien & keluarga selama dalam asuhan.
• Std HPK.1.1. : RS memberikan asuhan dgn menghargai agama, keyakinan
dan nilai2 pribadi pasien, serta merespons permintaan yg berkaitan dgn
bimbingan kerohanian.
• Std HPK. 2. : RS menetapkan regulasi dan proses utk mendukung partisipasi
pasien & keluarga di dalam proses asuhan.
• Std HPK.2.1. : Pasien diberitahu ttg semua aspek asuhan medis dan
tindakan.
• Std HPK.2.2. : Pasien & keluarga menerima informasi ttg penyakit, rencana
tindakan, dan DPJP serta para PPA lainnya agar mereka dapat memutuskan
tentang asuhannya.
• Std HPK.2.3. : RS memberitahu pasien & keluarganya ttg hak dan tang-jwb
mereka yg berhubungan dgn penolakan atau tidak melanjutkan pengobatan.

55
Standar HPK dan PCC
• Std HPK.2.4. : RS menghormati keinginan dan pilihan pasien utk menolak
pelayanan resusitasi, menunda, atau melepas BHD (DNR)
• Std HPK.2.5. : RS mendukung hak pasien thd asesmen dan manajemen nyeri yg
tepat.
• Std HPK.2.6. : RS mendukung hak pasien utk mendapatkan pelayanan yg penuh
hormat dan penuh kasih sayang pada akhir kehidupannya.
• Std HPK.3. : RS memberikan penjelasan kpd pasien & keluarganya ttg proses utk
menerima, menanggapi, dan menindaklanjuti bila ada pasien menyampaikan
keluhan, konflik, serta perbedaan pendapat ttg pelayanan pasien. RS juga
menginformasikan ttg hak pasien utk berpartisipasi dalam proses ini.
• Std HPK.4. : Semua pasien diberi tahu ttg hak serta kewajiban dgn metode dan
bahasa yg mudah dimengerti.
• Informed consent : HPK 5.1, 5.2, 5.3.

56
Standar MKE dan PCC

• Std MKE 2. : RS memberikan informasi kpd pasien & keluarga ttg jenis
asuhan dan pelayanan, serta akses utk mendapatkan yan.
• Std MKE 3.: Komunikasi dan edukasi kpd pasien & keluarga diberikan
dalam format serta bahasa yg mudah dimengerti.
• Std MKE 5.: Informasi asuhan pasien dan hasil asuhan dikomunikasikan
antar staf klinis selama bekerja dalam sif atau antarsif.
• Std MKE 6.: RS menyediakan edukasi utk menunjang partisipasi
pasien & keluarga dalam proses asuhan.

57
Standar MKE dan PCC

• Std MKE 8.: Agar edukasi pasien & keluarga dapat efektif maka staf
harus melakukan asesmen kemampuan, kemauan belajar, dan
kebutuhan edukasi yg dicatat di dalam rekam medis.
• Std MKE 9.: Pemberian edukasi merupakan bgn penting dlm proses
asuhan kpd pasien.
• Std MKE 10.: Edukasi pasien & keluarga termasuk topik berikut ini,
terkait dgn yan pasien: penggunaan obat yg aman, penggunaan
peralatan medis yg aman, potensi interaksi antara obat dan makanan,
pedoman nutrisi, manajemen nyeri, dan teknik rehabilitasi.
• Std MKE 11.: Metode edukasi mempertimbangkan nilai2 dan pilihan
pasien & keluarga, serta memperkenankan interaksi yang memadai
antara pasien-keluarga dan staf klinis agar edukasi efektif dilaksanakan.

58
Standar ARK dan PCC
• Std ARK 1. : RS menetapkan regulasi ttg penerimaan pasien diranap atau
pemeriksaan pasien dirajal sesuai dgn kebutuhan pelayanan kesehatan yg
telah diidentifikasi sesuai dgn misi serta sumber daya RS yg ada.
• Std ARK 1.3. : RS mempertimbangkan kebutuhan klinis pasien dan memberi
tahu pasien jika terjadi penundaan dan kelambatan dan penundaan
pelaksanaan tindakan/ pengobatan dan/atau pemeriksaan penunjang
diagnostik.
• Std ARK 2.1. : Saat admisi, pasien & keluarga pasien dijelaskan ttg rencana
asuhan, hasil yg diharapkan dari asuhan, dan perkiraan biayanya.
• Std ARK 3.1. : RS menetapkan regulasi utk melaksanakan proses
kesinambungan pelayanan di RS dan koordinasi diantara profesional pemberi
asuhan (PPA) dibantu oleh manajer pelayanan pasien (MPP)/Case Manager.
• Std ARK 4. : RS menetapkan regulasi melaksanakan proses pemulangan
pasien (discharge) dari RS berdasar atas kondisi kesehatan pasien dan
kebutuhan kesinambungan asuhan atau tindakan.

59
Standar AP dan PCC

• Std AP 2.1. : RS menetapkan regulasi hasil asesmen ulang dicatat di


rekam medis dan didokumentasikan dengan baik dan dapat dengan
cepat dan mudah ditemukan kembali dalam rekam medis.  CPPT.
• Std AP 4. : Profesional Pemberi Asuhan (PPA) bekerja secara tim
memberikan asuhan pasien terintegrasi, masing2 melakukan asesmen
berbasis pengumpulan Informasi, melakukan analisis utk membuat
rencana asuhan (IAR), dgn DPJP sebagai ketua tim asuhan yg
mengintegrasikan asuhan, termasuk menentukan prioritas kebutuhan
mendesak bagi pasien rawat inap.

60
Standar PAP dan PCC

• Std PAP 2. : Ditetapkan proses utk melakukan integrasi serta koordinasi


pelayanan dan asuhan kepada setiap pasien.
• Std PAP 2.1. : Rencana asuhan individual setiap pasien dibuat dan di
dokumentasikan.
• Std PAP 6. : RS menetapkan pelayanan pasien untuk mengatasi nyeri.
• Std PAP 7. : Dilakukan asesmen dan asesmen ulang thd pasien dalam
tahap terminal & keluarganya sesuai dgn kebutuhan mereka.
• Std PAP 7.1. : RS memberikan pelayanan pasien dalam tahap terminal
dgn memperhatikan kebutuhan pasien & keluarga serta mengoptimalkan
kenyamanan dan martabat pasien yg didokumentasikan dalam rekam
medis.

61
Asuhan Pasien Terintegrasi
Asuhan Pasien Terintegrasi
 Integrasi Intra-Inter PPA
(AP 4, SKP 2, TKRS 3.2, MKE 5)
 Integrasi Inter Unit
(PAP 2, ARK 3.1, TKRS 3.2, MKE 5)
 Integrasi PPA-Pasien
(HPK 2, 2.1, 2.2, AP 4, MKE 6)
Horizontal & Vertical Integration

1. Patient Engagement & Empowerment


2. DPJP sbg Clinical Leader
3. PPA sbg Tim, Kolaborasi Interprofesional
4. CPPT – Catatan Perkembangan Pasien Terintegrasi
5. Kolaborasi Pendidikan Pasien
6. Manajer Pelayanan Pasien / Case Manager
7. Integrated Clinical Pathway
8. Integrated Discharge Planning
1. Patient Engagement & Empowerment. (HPK, ARK, PAP, MKE)

2. DPJP sbg Clinical Leader. (PAP, AP)

3. PPA sbg Tim, Kolaborasi Interprofesional. (AP, PAP, MKE)

4. CPPT–Catatan Perkembangan Pasien Terintegrasi.(AP,PAP)


5. Kolaborasi Pendidikan Pasien. (MKE)

6. Manajer Pelayanan Pasien / Case Manager. (ARK, PAP)

7. Integrated Clinical Pathway. (PMKP)

8. Integrated Discharge Planning. (ARK)


1. Keterlibatan Pasien – Keluarga
Patient & Family Engagement
KARS Dr.Nico Lumenta
Patient Activation Measurement

Pasien
Pasif
Pasrah
Patient Activation Measurement
Level 1 Level 2 Level 3 Level 4
 Mulai mengambil  Membangun  Mengambil tindakan  Mempertahankan
peran pengetahuan dan perilaku
kepercayaan diri Pasien memiliki fakta2
Pasien belum penting dan mulai Pasien telah
memahami bahwa Pasien tidak memiliki mengambil tindakan mengadopsi perilaku
mereka harus fakta yang berhubungan tetapi mungkin kurang baru tetapi mungkin
memainkan peran aktif dengan kesehatan dasar percaya diri dan kurang tidak dapat
di dalam diri mereka atau tidak keterampilan untuk mempertahankan
sendiri. Mereka menghubungkan fakta2 mendukung perilaku mereka bila dalam
cenderung menjadi ini ke dalam pemahaman mereka menghadapi stres atau
penerima perawatan yg lebih besar tentang krisis kesehatan
pasif kesehatan mereka atau
regimen/resep kesehatan
yg direkomendasikan

Meningkatnya level aktivasi


(J.Hibbard, University of Oregon, 2008)
KARS Dr.Nico Lumenta
KARS Dr.Nico Lumenta
KARS Dr.Nico Lumenta
3. PPA sbg Tim Interdisiplin dgn Kolaborasi
Interprofesional
Kompetensi Berkolaborasi
Profesional Pemberi Asuhan Clinical
PPA Team Leader
Dalam SNARS Ed 1
DPJP

PPJA
Apoteker

PPA
Profesional Pemberi Asuhan :
• Mereka yg secara langsung
Tugas Mandiri,
memberikan asuhan kpd pasien, Lainnya Dietisien Tugas Kolaboratif,
a.l. DPJP, PPJA, Dietisien, Tugas Delegatif
Apoteker, dan Lainnya.
• Kompetensi Profesi & Kolaborasi
Interprofesional
• Tugas Mandiri, Tugas Kolaboratif, (KARS, 2018)
Tugas Delegatif/Mandat
Interprofessionality
 Interprofessional Collaboration (IPC)
When multiple health workers from different
professional backgrounds work together with
patients, families, carers, and communities to
deliver the highest quality of care

 Interprofessional Education (IPE)


When students from two or more professions
learn about, from and with each other to enable
effective collaboration and improve health
outcomes
(FrameworkKARS
for Action onLumenta
Dr.Nico Interprofessional Education & Collaborative Practice, WHO, 2010)
PPA : Kompetensi Kolaborasi Interprofesional
Interprofessional Collaborative Practice Competency
Domains

Interprofessional Education Collaborative Expert Panel.. Core competencies for interprofessional collaborative practice:
Report of an expert panel. Washington, D.C.: Interprofessional Education Collaborative, (2011)
Kompetensi dalam Kolaborasi Interprofesional (38)
Ranah Kompetensi 1: Values/Ethics for Interprofessional
Practice (10)
Bekerja bersama PPA lain untuk memelihara iklim saling respek
(menghormati) dan berbagi nilai2.
Ranah Kompetensi 2: Roles/Responsibilities (9)
Menggunakan pengetahuan dari peran masing2 guna memperoleh dan
mengatasi kebutuhan layanan kesehatan dari pasien dan populasi yang
dilayani.
Ranah Kompetensi 3: Interprofessional Communication (8)

Berkomunikasi dengan pasien, keluarga, komunitas, dan PPA lain


dengan cara yang responsif dan bertanggung jawab yang mendukung
suatu pendekatan tim dalam pemeliharaan kesehatan serta pengobatan
penyakit.
Ranah Kompetensi 4: Teams and Teamwork (11)
Menerapkan nilai2 membangun-relasi dan prinsip2 dinamika tim untuk
kinerja efektif dalam tim dgn peran yang berbeda untuk merencanakan
dan memberikan asuhan berfokus pasien-/populasi yang aman, tepat
waktu, efisien, dan wajar.
Interprofessional Education Collaborative Expert Panel.. Core competencies for interprofessional collaborative practice:
Report of an expert panel. Washington, D.C.: Interprofessional Education Collaborative, (2011)
PPA
sebagai
Tim Interdisiplin

(Febr 2015
17 pages)
2. DPJP sebagai Clinical Leader
4. Catatan Perkembangan Pasien Terintegrasi
(CPPT)
Profesional Pemberi Asuhan Clinical
PPA Team Leader
Dalam SNARS Ed 1
DPJP

PPJA
Apoteker

PPA
Profesional Pemberi Asuhan :
• Mereka yg secara langsung
Tugas Mandiri,
memberikan asuhan kpd pasien, Lainnya Dietisien Tugas Kolaboratif,
a.l. DPJP, PPJA, Dietisien, Tugas Delegatif
Apoteker, dan Lainnya.
• Kompetensi Profesi & Kolaborasi
Interprofesional
• Tugas Mandiri, Tugas Kolaboratif, (KARS, 2018)
Tugas Delegatif/Mandat
DPJP
Gambaran kegiatan Clinical Leader, sbg “motor” integrasi asuhan

1. Secara rutin tiap pagi saat visit pasien, DPJP membaca CPPT semua
informasi tercatat dlm 24 jam, dari semua PPA, terkait asesmen,
perkembangan pasien, pelaksanaan pelayanan, juga dari form lain a.l.
POLA KEGIATAN DPJP SEHARI-HARI
“Nurse’s note”, Form gizi, dll.
Sebagai Clinical Leader
2. Melakukan review, interpretasi, sintesis
CPPT : Kolom Review dari rencana
& Verifikasi DPJP dan
pelaksanaannya, menyusun (Std skala prioritas
PAP 2.1. EP 5)
3.Memberi catatan / notasi pd CPPT sesuai kebutuhan utk a.l.
perhatian, koreksi, arahan, perubahan plan, instruksi dsb
sebagai wujud integrasi !!
4.Dan memberi paraf (= verifikasi) pada lembar CPPT, beri paraf
misalnya pd pojok kanan bawah tiap lembar CPPT, atau pada
akhir catatan 24 jam
82
Diskusi Horizontal : “pemahaman/penguasaan Std-EP”
Integrasi Asuhan Pasien
 Standar PAP.2.
Ditetapkan proses utk melakukan integrasi dan koordinasi pelayanan dan asuhan kpd setiap pasien.
Elemen Penilaian PAP.2.
1. Ada regulasi yg mengatur pelayanan dan asuhan terintegrasi di dan antar berbagai unit pelayanan (R)
2. Rencana asuhan diintegrasikan dan dikoordinasikan di dan antar berbagai unit pelayanan (D,O,W)
3. Pemberian asuhan diintegrasikan dan dikoordinasikan di dan antar berbagai unit pelayanan (D,O,W)
4. Hasil atau simpulan rapat dari tim PPA atau diskusi lain ttg kerjasama didokumentasikan dalam CPPT. (D,W)
 Standar PAP.2.1.
Rencana asuhan individual setiap pasien dibuat dan didokumentasikan
Elemen Penilaian PAP. 2.1.
1. Ada regulasi ttg asuhan utk setiap pasien direncanakan oleh DPJP, perawat dan PPA lainnya sesudah pasien masuk rawat
inap. (R)
2. Rencana asuhan dibuat utk setiap pasien dan dicatat oleh PPA yg memberikan asuhan di rekam medis pasien (D,W)
3. Rencana asuhan pasien terintegrasi, dibuat dgn sasaran berdasarkan data asesmen awal dan kebutuhan pasien. (D,W)
4. Rencana asuhan dievaluasi secara berkala sesuai kondisi pasien, dimutakhirkan atau direvisi oleh tim PPA berdasar
asesmen ulang (D,W)
5. Perkembangantiap
5. Perkembangan tiappasien
pasien dievaluasi
dievaluasi berkala
berkala dandan dibuat
dibuat notasi
notasi padapada
CPPTCPPT oleh DPJP
oleh DPJP sesuaisesuai kebutuhan
kebutuhan dan diverifikasi
dan diverifikasi harian
harian
oleh oleh(D,W)
DPJP DPJP (D,W)
Standar AP.4
Profesional Pemberi Asuhan (PPA) bekerja secara tim memberikan asuhan pasien terintegrasi,
masing2 melakukan asesmen berbasis pengumpulan Informasi , melakukan analisis utk
membuat rencana asuhan (IAR), dengan DPJP sebagai ketua tim asuhan yg mengintegrasikan
asuhan, termasuk menentukan prioritas kebutuhan mendesak bagi pasien rawat inap.
Asuhan Pasien Terintegrasi

Elemen Penilaian AP.4


1. Ada bukti hasil asesmen awal dan asesmen ulang oleh masing-masing PPA diintegrasikan.
(D,W)
2. Ada bukti hasil asesmen dianalisis utk membuat rencana asuhan. (D,W)
3. Berdasarkan hasil asesmen dan rencana asuhan PPA lainnya, DPJP mengintegrasikan
3. Berdasarkan hasildan
rencana asuhan asesmen dan rencana
tindak lanjutnya. asuhan
(lihat PPAPAP
PAP 2.1, lainnya, DPJP mengintegrasikan
5) (D,W)
rencana asuhan dan tindak lanjutnya. (lihat PAP 2.1, PAP 5) (D,W)
CPPT : CATATAN PERKEMBANGAN PASIEN TERINTEGRASI
Kolaborasi PPA REVIEW &
melalui CPPT VERIFIKASI
Instruksi PPA DPJP
HASIL ASESMEN PASIEN DAN PEMBERIAN
Termasuk Pasca (Tulis Nama, beri
Profesional PELAYANAN
Bedah Paraf, Tgl, Jam)
Tgl, Jam Pemberi
(Instruksi ditulis (DPJP harus
Asuhan (Tulis dengan format SOAP/ADIME, disertai Sasaran.
dgn rinci dan membaca/merevi
Tulis Nama, beri Paraf pada akhir catatan)
jelas) ew seluruh
Rencana
Asuhan)
2/2/2015 Perawat S : Nyeri akut lutut kiri sejak 1-2 jam • Monitoring nyeri tiap
Jm 8.00 O : skala nyeri VAS : 7 30’
TD 165/90, N 115/m, Frek Nafas : 30/m • Lapor DPJP
A : Nyeri akut arthritis gout • Kolaborasi pemberian
P : Mengatasi nyeri dalam 2 jam dgn target VAS <4 anti inlamasi &
Paraf.. analgesic

*Lapor 2 jam lagi skala


2/2/2015 Dokter S : Nyeri lutut kiri akut sejak pagi nyeri
Jm 8.30 O : Lutut kiri agak merah, nyeri tekan, skala NRS 7-8, hangat pd palpasi. *Foto Ro Lutut hari ini
A : Gouty Arthritis - flare Genu Sinistra bila nyeri
P : inj steroid xx mg , tab colchicine 2 X 0,6 mg/hari. mereda/toleransi cukup
Paraf … Paraf DPJP
Catatan/Notasi DPJP…… +paraf DPJP Akhir 24 jam
Dst….
Asuhan Terintegrasi
Rencana Asuhan Terinterasi

Rencana Asuhan
Masing2 PPA
(EP 1,2,3; SOAP masing2, +Sasaran) Rencana Asuhan
Terintegrasi
dalam 1 form
DPJP (EP 3)
Mereview & Verifikasi
(EP 5)

Integrasi Asuhan
Pasien
Contoh
Rencana Asuhan Terintegrasi
Std PAP 2.1 EP 3
87
KARS, Nico A. Lumenta
1 ASESMEN
PASIEN
(Periksa Pasien)
 IAR

Profesional
ASUHAN
Pemberi
PASIEN
Asuhan

PEMBERIAN-
2
PELAYANAN /
IMPLEMENTASI-
RENCANA
INTERVENSI
MONITORING
Komisi Akreditasi Rumah Sakit
Proses Asuhan Pasien Diagram
IAR
Patient Care

1 Asesmen Pasien Pencatatan:


(Skrining, “Periksa Pasien”)
1. Informasi dikumpulkan : Asesmen
I Awal
Anamnesa, pemeriksaan, pemeriksaan lain /
penunjang, dsb
PPA : 2. Analisis informasi :
Dokter
A Asesmen
Menetapkan Diagnosis / Masalah / Kondisi
Ulang
Perawat Untuk mengidentifikasi Kebutuhan Yan Pasien
SOAP
Apoteker 3. Rencana Asuhan/Plan of Care :
Dietisien R
Merumuskan rencana dan sasaran terukur
Lainnya Untuk memenuhi Kebutuhan Yan Pasien

Pemberian Asuhan/Pelayanan,
2 Implementasi Rencana,
Intervensi, Monitoring
Asesmen Ulang
Proses Asuhan Pasien
2 blok proses, oleh masing2 PPA
1. Asesmen Pasien  “IAR”
S 1. INFORMASI DIKUMPULKAN : anamnesa, pemeriksaan AP 1, 1.1, 1.2, 1.3, 1.4,
O fisik, pemeriksaan lain / penunjang, dsb I 1.4.1, 1.5, 4. SKP 6.
2. ANALISIS INFORMASI : menghasilkan kesimpulan a.l. ARK 1, 1.1, 1.2, 2.3, 3.3,
Masalah, Kondisi, Diagnosis, A 4, 4.1, 4.2, 4.3, 5, 5.2.
A untuk mengidentifikasi kebutuhan pelayanan pasien AP 1.1, 1.2, 1.3. SKP 6.

P 3. RENCANA PELAYANAN / Plan of Care, ARK 2.1. PAP 2, PAP


R 2.1, 5, AP 2, PAB 5, 7,
untuk memenuhi kebutuhan pelayanan pasien
7.3. SKP 6.

2. Implementasi Rencana, ARK 3.2. PAP 2, EP 2,


Pemberian Pelayanan, PAP 5 EP 2 & 3, PAB 3
EP 5, 5.3, 6, 7.3. PKPO
Intervensi,Monitoring 6, 7
90
Asuhan Pasien Terintegrasi
Rencana Asuhan Terinterasi

Rencana Asuhan
Masing2 PPA
(EP 1,2,3; SOAP masing2, +Sasaran) Rencana Asuhan
Terintegrasi
dalam 1 form
DPJP (EP 3)
Mereview & Verifikasi
(EP 5)

Integrasi Asuhan
Pasien
CPPT : CATATAN PERKEMBANGAN PASIEN TERINTEGRASI
Kolaborasi PPA
REVIEW &
melalui CPPT VERIFIKASI DPJP
HASIL ASESMEN PASIEN DAN PEMBERIAN PELAYANAN Instruksi PPA (Tulis Nama, beri Paraf,
Profesional Termasuk Pasca Bedah Tgl, Jam)
Tgl, Jam
Pemberi Asuhan (Tulis dengan format SOAP/ADIME, disertai Sasaran. Tulis Nama, beri Paraf (Instruksi ditulis dgn (DPJP harus
pada akhir catatan) rinci dan jelas) membaca/mereview
seluruh Rencana
Asuhan)

2/2/2015 Perawat S : Nyeri akut lutut kiri sejak 1-2 jam • Monitoring nyeri tiap 30’
Jm 8.00 O : skala nyeri VAS : 7 • Lapor DPJP
TD 165/90, N 115/m, Frek Nafas : 30/m • Kolaborasi pemberian
A : Nyeri akut arthritis gout anti inlamasi & analgesic
P : Mengatasi nyeri dalam 2 jam dgn target VAS <4
Paraf..
*Lapor 2 jam lagi skala
nyeri
*Foto Ro Lutut hari ini bila
2/2/2015 Dokter S : Nyeri lutut kiri akut sejak pagi nyeri mereda/toleransi
Jm 8.30 O : Lutut kiri agak merah, nyeri tekan, skala NRS 7-8, hangat pd palpasi. cukup
A : Gouty Arthritis - flare Genu Sinistra
P : inj steroid xx mg , tab colchicine 2 X 0,6 mg/hari.
Paraf …

Dst….
Paraf
DPJP
Catatan/Notasi DPJP……+paraf DPJP tiap lembar
Diskusi Horizontal : “pemahaman/penguasaan Std-EP”
Integrasi Asuhan Pasien
 Standar PAP.2.
Ditetapkan proses utk melakukan integrasi dan koordinasi pelayanan dan asuhan kpd setiap pasien.
Elemen Penilaian PAP.2.
1. Ada regulasi yg mengatur pelayanan dan asuhan terintegrasi di dan antar berbagai unit pelayanan (R)
2. Rencana asuhan diintegrasikan dan dikoordinasikan di dan antar berbagai unit pelayanan (D,O,W)
3. Pemberian asuhan diintegrasikan dan dikoordinasikan di dan antar berbagai unit pelayanan (D,O,W)
4. Hasil atau simpulan rapat dari tim PPA atau diskusi lain ttg kerjasama didokumentasikan dalam CPPT. (D,W)
 Standar PAP.2.1.
Rencana asuhan individual setiap pasien dibuat dan didokumentasikan
Elemen Penilaian PAP. 2.1.
1. Ada regulasi ttg asuhan utk setiap pasien direncanakan oleh DPJP, perawat dan PPA lainnya sesudah pasien masuk rawat
inap. (R)
2. Rencana asuhan dibuat utk setiap pasien dan dicatat oleh PPA yg memberikan asuhan di rekam medis pasien (D,W)
3. Rencana asuhan pasien terintegrasi, dibuat dgn sasaran berdasarkan data asesmen awal dan kebutuhan pasien. (D,W)
4. Rencana asuhan dievaluasi secara berkala sesuai kondisi pasien, dimutakhirkan atau direvisi oleh tim PPA berdasar
asesmen ulang (D,W)
5. Perkembangantiap
5. Perkembangan tiappasien
pasien dievaluasi
dievaluasi berkala
berkala dandan dibuat
dibuat notasi
notasi padapada
CPPTCPPT oleh DPJP
oleh DPJP sesuaisesuai kebutuhan
kebutuhan dan diverifikasi
dan diverifikasi harian
harian
oleh oleh(D,W)
DPJP DPJP (D,W)
Standar AP.4
Profesional Pemberi Asuhan (PPA) bekerja secara tim memberikan asuhan pasien terintegrasi,
masing2 melakukan asesmen berbasis pengumpulan Informasi , melakukan analisis utk
membuat rencana asuhan (IAR), dengan DPJP sebagai ketua tim asuhan yg mengintegrasikan
asuhan, termasuk menentukan prioritas kebutuhan mendesak bagi pasien rawat inap.
Asuhan Pasien Terintegrasi

Elemen Penilaian AP.4


1. Ada bukti hasil asesmen awal dan asesmen ulang oleh masing-masing PPA diintegrasikan.
(D,W)
2. Ada bukti hasil asesmen dianalisis utk membuat rencana asuhan. (D,W)
3. Berdasarkan hasil asesmen dan rencana asuhan PPA lainnya, DPJP mengintegrasikan
3. Berdasarkan hasildan
rencana asuhan asesmen dan rencana
tindak lanjutnya. asuhan
(lihat PPAPAP
PAP 2.1, lainnya, DPJP mengintegrasikan
5) (D,W)
rencana asuhan dan tindak lanjutnya. (lihat PAP 2.1, PAP 5) (D,W)
(Maksud dan Tujuan PAP.2.1.)
 Kondisi pasien kembali dgn fungsi (out put) jantung stabil
melalui detak jantung, irama jantung, tekanan darah berada
di kisaran normal
 Pasien dapat menunjukkan mampu memberi sendiri
suntikan insulin sebelum pasien pulang keluar dari RS
 Pasien mampu berjalan dengan “walker” (alat bantu untuk
berjalan) menuju ruangan tamu dan kedua kakinya mampu
menanggung beban berat badan
DPJP sbg ketua tim PPA melakukan evaluasi/review berkala
dan verifikasi harian utk menjaga terlaksananya asuhan
terintegrasi dan membuat notasi sesuai kebutuhan.
Catatan: Satu rencana asuhan terintegrasi dgn sasaran2 yg
diharapkan oleh PPA, lebih baik dp rencana terpisah oleh
masing2 PPA. Rencana asuhan yg baik menjelaskan asuhan
individual, obyektif, sasaran dapat diukur utk memudahkan
asesmen ulang dan revisi rencana asuhan
Contoh
Rencana Asuhan Terintegrasi
Std PAP 2.1 EP 3
96
KARS, Nico A. Lumenta
5. Kolaborasi Pendidikan Pasien
Standar MKE 2
RS memberikan informasi kepada pasien dan keluarga tentang jenis asuhan
dan pelayanan, serta akses untuk mendapatkan pelayanan.

Elemen penilaian MKE 2


1. Tersedia informasi untuk pasien dan keluarga tentang asuhan dan
pelayanan yang disediakan oleh RS dalam bentuk website atau brosur.
(D,O,W) (lihat juga TKRS 12.1 EP 2).
2. Informasi untuk pasien dan keluarga juga menjelaskan akses terhadap
pelayanan yang disediakan oleh RS. (D,O,W)
3. RS menyediakan informasi alternatif asuhan dan pelayanan di tempat lain
apabila RS tidak dapat menyediakan asuhan dan pelayanan yang
dibutuhkan pasien. (D,W)
Standar MKE 3
Komunikasi dan edukasi kepada pasien dan keluarga diberikan dalam format
serta bahasa yang mudah dimengerti.

Elemen Penilaian MKE 3


1. Sesuai dengan demografi komunitas dan populasi, komunikasi dan
edukasi pasien serta keluarga menggunakan format yang praktis dan
mudah dipahami. (D,W)
2. Materi komunikasi dan edukasi pasien serta keluarga diberikan dalam
bahasa yang dimengerti. (D,O)
3. Rumah sakit menyediakan penerjemah sesuai dengan kebutuhan dan bila
di rumah sakit tidak ada petugas penerjemah maka diperlukan kerja sama
dengan pihak terkait. (D,W)
Standar MKE 7
Profesional pemberi asuhan (PPA) yg memberikan edukasi harus mampu
memberikan edukasi secara efektif.
Elemen Penilaian MKE 7
1. PPA sudah terampil melakukan komunikasi efektif. (D,W)
2. PPA memiliki pengetahuan yang cukup tentang materi yang diberikan. (W)

Standar MKE 8
Agar edukasi pasien dan keluarga dapat efektif maka staf harus melakukan
asesmen kemampuan, kemauan belajar, dan kebutuhan edukasi yang dicatat
di dalam rekam medis.
Elemen Penilaian MKE 8
1. Dilakukan asesmen kemampuan dan kemauan belajar pasien serta keluarga yang meliputi a)
sampai dengan e) maksud dan tujuan yang dicatat di rekam medis. (D,O)
2. Dilakukan asesmen kebutuhan edukasi untuk pasien dan dicatat di rekam medis. (D,O).
3. Hasil asesmen digunakan untuk membuat perencanaan kebutuhan edukasi. (D,O)
6. Manajer Pelayanan Pasien – MPP
(Case Manager)
KESINAMBUNGAN PELAYANAN

*Standar ARK. 3.1


RS menetapkan regulasi untuk melaksanakan proses kesinambungan
pelayanan di RS dan koordinasi diantara profesional pemberi asuhan (PPA)
dibantu oleh manajer pelayanan pasien (MPP)/Case Manager.

Manajer Pelayanan Pasien (MPP)


/ Case Manager
Elemen penilaian ARK.3.1
1. Ada regulasi ttg proses dan pelaksanaan utk mendukung kesinambungan
dan koordinasi asuhan, termasuk paling sedikit h. s/d l. yg dimuat di
Maksud dan Tujuan ARK.3.1, sesuai regulasi RS (lihat juga TKP.10) (R)

102
2. Ada penunjukkan MPP dgn uraian tugas a.l. dlm konteks menjaga
kesinambungan dan koordinasi pelayanan bagi individu pasien melalui
komunikasi dan kerjasama dgn PPA dan pimpinan unit serta mencakup
butir a. s/d h. (D,W)
3. Pasien diskrining utk kebutuhan pelayanan manajemen pelayanan pasien
(D,W)
4. Pasien yg mendapat pelayanan MPP, pencatatannya dilakukan dalam Form
MPP selalu diperbaharui utk menjamin komunikasi dengan PPA.(D,W)
5. Kesinambungan dan koordinasi proses pelayanan didukung dgn
menggunakan perangkat pendukung, spt rencana asuhan PPA, catatan
MPP, panduan, atau perangkat lainnya. (D,O,W)
6. Kesinambungan dan koordinasi dapat dibuktikan di semua tingkat/fase
asuhan pasien. (D,O,W)

103
MANAJER PELAYANAN PASIEN / CASE MANAGER

DPJP
Perawat Apoteker
Clinical Leader :
• Kerangka pokok Fisio Ahli
asuhan terapis Pasien, Gizi
• Koordinasi Keluarga
• Kolaborasi
• Sintesis Radio Analis
• Interpretasi grafer
• Review
• Integrasi asuhan Lainnya

Yan Kes
/ RS Lain

Yan MPP
Keuangan/ Case Manager
Billing Asuransi Dokter
Perusahaan/ Keluarga
Employer BPJS
• Pembayar
• Perusahaan
• Asuransi

MPP
Case
Manager

(*Pemandu, *Laison/
Penghubung/“Jembatan”)
• RS
Pasien • PPA
Keluarga • Rohaniwan
• Unit2
• Keuangan
• Penerapan PCC >
Konsep • Kolaborasi PPA >
Manajemen Pelayanan Pasien • Kendali mutu asuhan
• Kendali biaya asuhan
• Kendali safety asuhan
Pembayar 1. Asuhan sesuai
PPA kebutuhan pasien
2. Kesinambungan
pelayanan
3. Pasien memahami
Sistem asuhan
Pendukung 4. Kepuasan pasien
Keluarga,Teman, Pasien 5. Kemampuan pasien
Tetangga dsb
mengambil keputusan
6. Keterlibatan &
pemberdayaan
7. Kepatuhan
MPP / Case Mgr 8. Kemandirian pasien
9. Optimalisasi sistem
pendukung pasien
10.Pemulangan aman
MPP bukan PPA – aktif (KARS) 11.Quality Of Life
7. Integrated Clinical Pathway
UU no 29/2004 Praktik Kedokteran

Pasal 44 Pasal 50 & 51

Standar Standar Profesi


Pelayanan Standar Prosedur
Kedokteran Operasional

Permenkes 1438/2010
Standar Pelayanan Kedokteran
Prinsip dasar : Std Pelayanan Kedokteran terdiri dari
Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran - PNPK dan SPO
PNPK Literatur:
(Pedoman Nasional
Pelayanan Kedokteran) Artikel asli
Terutama untuk penyakit yang banyak, Meta-analisis
mahal, risiko, bervariasi dalam praktik PNPK (asing)
Dibuat oleh pakar multidisiplin
Ideal, terkini, evidence-based, canggih
Buku ajar, etc
Dikoordinasi Kemenkes, disahkan Menkes Panduan profesi,
Direktorat,
Diterjemahkan ke fasyankes
Kesepakatan staf medis
menjadi:

Standar Prosedur Operasional = PPK

Dapat +
Sesuai dengan Pathways Dapat dilakukan
Algoritme tanpa
Jenis dan strata menunggu PNPK
(hospital specific) Protokol
Prosedur
(Sudigdo Sastroasmoro, Konsorsium Upaya Kesehatan,
Ditjen BUK - Kemenkes RI, 2015) Standing orders
267 hal
Prinsip Penyusunan
Clinical Pathway / Alur Klinis

PPK
+  Algoritme, Protokol, Prosedur, Standing orders
+
Panduan Asuhan Keperawatan, Panduan Asuhan Gizi, Panduan
Asuhan Kefarmasian, Panduan Asuhan PPA lainnya

*Asuhan Pasien Terintegrasi* 111


(TIM PERSI PENYUSUN CLINICAL PATHWAY GUIDELINE , DES 2015)
8. Perencanaan Pemulangan Pasien (P3) /
Integrated Discharge Planning
*Standar ARK. 3.
Asesmen awal termasuk menetapkan kebutuhan perencanaan pemulangan
pasien.

Perencanaan Pemulangan Pasien (P3)


/ Discharge Planning

Elemen Penilaian ARK.3


1. RS menetapkan proses penyusunan perencanaan pemulangan pasien (P3),
dimulai pd asesmen awal rawat inap dan menetapkan kriteria pasien yg
membutuhkan P3. (R)
2. Proses P3 dan pelaksanaannya dicatat di Rekam Medis sesuai regulasi RS.
(D,W) (lihat AP 2, lihat ARK 4)

113
(Std APK 3 EP 3, AP 1.11)
Discharge Planning
Transisi & Kontinuitas Yan
Keluarga :
Asuhan
Dirumah

Pra Admisi : Yan


o eLOS Rawat inap Dirumah Sosial
o Rujukan

Yan
Discharge Planning Follow-up
Edukasi, Pelatihan spesifik : Pasien-Kel Penunjang,
• Awal & durante • Ke RS Yan Kes
Rehab
ranap • Telpon Primer
• Kriteria dilingkungan
• Tim Multidisiplin Proses Pulang :
• Keterlibatan o 24-48 jam pra-pulang
Pasien-Kel o Penyiapan Yan dilingkungan
• Antisipasi masalah o Kriteria pulang +
• Program Edukasi o Resume pasien pulang
/Pelatihan o Transport
o dsb

Discharge Planning
• Cegah Komplikasi
Pasca Discharge
• Cegah Readmisi
10. Asuhan Gizi Terintegrasi
 Standar PAP.5.
Pasien dengan risiko nutrisi menerima terapi gizi terintegrasi.

Asuhan Gizi Terintegrasi


 Elemen Penilaian PAP.5.
1. RS menetapkan regulasi utk terapi gizi terintegrasi. (R)
2. Ada bukti pemberian terapi gizi terintegrasi pada pasien risiko nutrisi. (D,W)
3. Asuhan gizi terintegrasi mencakup rencana, pemberian, dan monitor terapi
gizi (D,W)
4. Evaluasi dan monitoring terapi gizi dicatat di rekam medis pasien (lihat AP.2
EP 1) (D)
Standar AP.1.4
Asesmen awal pasien mencakup juga skrining status nutrisi, kebutuhan
fungsional, dan kebutuhan khusus lainnya, kemudian dirujuk untuk
asesmen dan tindakan lebih lanjut jika perlu.

Asesmen awal – Risiko nutrisional


Elemen Penilaian 1.4.
1.RS menetapkan kriteria risiko nutrisional yg dikembangkan bersama
staf yg kompeten dan berwenang. (R)
2.Pasien diskrining untuk risiko nutrisional sbg bagian dari asesmen awal
. (D,W) (lihat SKP 1 EP4)
3.Pasien dengan risiko nutrisional dilanjutkan dgn asesmen gizi. (D,W)
1
1.Keterlibatan dan Pemberdayaan Pasien-Keluarga
*Standar HPK 2
RS menetapkan regulasi dan proses untuk mendukung partisipasi pasien dan keluarga di dalam proses asuhan.
Elemen Penilaian HPK 2
1. Ada regulasi ttg RS mendorong partisipasi pasien dan keluarga dalam proses asuhan dan memberi
kesempatan pasien utk melaksanakan second opinion tanpa rasa khawatir akan memengaruhi proses
asuhannya. (R)
2. Staf dilatih dan terlatih melaksanakan regulasi serta perannya dalam mendukung hak pasien dan keluarga utk
berpartisipasi dalam proses pelayanannya. (D,W,S)
*Standar HPK 2.1
Pasien diberitahu ttg semua aspek asuhan medis dan tindakan.
Elemen Penilaian HPK 2.1
1. Ada regulasi ttg hak pasien untuk mendapatkan informasi tentang kondisi, diagnosis pasti, rencana asuhan,
dan dapat berpartisipasi dalam pengambilan keputusan serta diberitahu ttg hasil asuhan termasuk
kemungkinan hasil yg tidak terduga. (R)
2. Pasien diberi informasi ttg kondisi medis mereka dan diagnosis pasti. (D,W)
3. Pasien diberi informasi ttg rencana asuhan dan tindakan yg akan dilakukan dan berpartisipasi dalam
pengambilan keputusan. (D,W)
4. Pasien diberi tahu bilamana “persetujuan tindakan” (informed consent) diperlukan dan bagaimana proses
memberikan persetujuan. (D,W)
*Standar HPK 2.4
RS menghormati keinginan dan pilihan pasien untuk menolak pelayanan resusitasi, menunda, atau melepas bantuan
hidup dasar (do not resucitate/DNR).
Elemen Penilaian HPK 2.4
1. Ada regulasi RS pada saat pasien menolak pelayanan resusitasi, menunda atau melepas bantuan hidup dasar
sesuai dengan peraturan perUUan, norma agama, dan budaya masyarakat. (R)
2. Pelaksanaan sesuai dengan regulasi tsb. (D,W)

*Standar ARK.2.1
Saat admisi, pasien dan keluarga pasien dijelaskan ttg rencana asuhan, hasil yg diharapkan dari asuhan, dan
perkiraan biaya s
Elemen Penilaian ARK.2.1
1. Penjelasan termasuk rencana asuhan didokumentasikan. (D,W)
2. Penjelasan termasuk hasil asuhan yang diharapkan dan didokumentasikan. (D,W)
3. Penjelasan termasuk perkiraan biaya yang ditanggung pasien atau keluarga. (D,W)
4. Penjelasan yg diberikan dipahami oleh pasien dan keluarga untuk membuat keputusan. (W)
*Standar MKE 2
RS memberikan informasi kepada pasien dan keluarga ttg jenis asuhan dan pelayanan, serta akses untuk
mendapatkan pelayanan.
Elemen penilaian MKE 2
1. Tersedia informasi untuk pasien dan keluarga tentang asuhan dan pelayanan yang disediakan oleh RS
dalam bentuk website atau brosur. (D,O,W)
2. Informasi untuk pasien dan keluarga juga menjelaskan akses terhadap pelayanan yang disediakan oleh RS.
(D,O,W)
3. RS menyediakan informasi alternatif asuhan dan pelayanan di tempat lain apabila RS tidak dapat
menyediakan asuhan dan pelayanan yang dibutuhkan pasien. (D,W)

*Standar MKE 6
RS menyediakan edukasi untuk menunjang partisipasi pasien dan keluarga dalam proses asuhan.
Elemen Penilaian MKE 6
1. Terdapat penetapan organisasi promosi kesehatan RS yang mengoordinasikan pemberian edukasi kepada
pasien sesuai dengan peraturan perUUan. (R)
2. Terdapat bukti organisasi promosi kesehatan RS telah berfungsi sesuai dengan peraturan perUUan. (D,W)
3. Edukasi dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan pasien dan keluarga di seluruh RS. (D,O,W)
2
2.DPJP sebagai Clinical Leader

*Standar AP.4
PPA bekerja secara tim memberikan asuhan pasien terintegrasi, masing2 melakukan asesmen berbasis
pengumpulan Informasi, melakukan analisis utk membuat rencana asuhan (IAR), dgn DPJP sbg ketua tim asuhan yg
mengintegrasikan asuhan, termasuk menentukan prioritas kebutuhan mendesak bagi pasien rawat inap.
Elemen Penilaian AP.4
1. Ada bukti hasil asesmen awal dan asesmen ulang oleh masing2 PPA diintegrasikan. (D,W)
2. Ada bukti hasil asesmen dianalisis untuk membuat rencana asuhan. (D,W)
3. Berdasarkan hasil asesmen dan rencana asuhan PPA lainnya, DPJP mengintegrasikan rencana asuhan dan
tindak lanjutnya (lihat PAP 2.1 dan PAP 5). (D,W)

*Standar PAP 2.1


Rencana asuhan individual setiap pasien dibuat dan didokumentasikan.

Elemen Penilaian PAP 2.1


5. Perkembangan tiap pasien dievaluasi berkala dan dibuat notasi pada CPPT oleh DPJP sesuai dengan kebutuhan
dan diverifikasi harian oleh DPJP. (D,W)
3
3.PPA bekerja secara Tim
*Standar AP.4
PPA bekerja secara tim memberikan asuhan pasien terintegrasi, masing2 melakukan asesmen berbasis
pengumpulan Informasi, melakukan analisis utk membuat rencana asuhan (IAR), dgn DPJP sbg ketua tim asuhan yg
mengintegrasikan asuhan, termasuk menentukan prioritas kebutuhan mendesak bagi pasien rawat inap.
Elemen Penilaian AP.4
1. Ada bukti hasil asesmen awal dan asesmen ulang oleh masing2 PPA diintegrasikan. (D,W)
2. Ada bukti hasil asesmen dianalisis untuk membuat rencana asuhan. (D,W)
3. Berdasarkan hasil asesmen dan rencana asuhan PPA lainnya, DPJP mengintegrasikan rencana asuhan dan
tindak lanjutnya (lihat PAP 2.1 dan PAP 5). (D,W)

*Standar PAP 2
Ditetapkan proses untuk melakukan integrasi serta koordinasi pelayanan dan asuhan kepada setiap pasien.
Elemen Penilaian PAP 2
1. Ada regulasi yang mengatur pelayanan dan asuhan terintegrasi di dan antar berbagai unit pelayanan. (R)
2. Rencana asuhan diintegrasikan dan dikoordinasikan di dan antarberbagai unit pelayanan. (D,O,W)
3. Pemberian asuhan diintegrasikan dan dikoordinasikan di dan antar berbagai unit pelayanan. (D,O,W)
4. Hasil atau simpulan rapat dari tim PPA atau diskusi lain tentang kerjasama didokumentasikan dalam CPPT.
(D,W)
4
4.Rencana Asuhan Terintegrasi

*Standar AP.4
PPA bekerja secara tim memberikan asuhan pasien terintegrasi, masing2 melakukan asesmen berbasis
pengumpulan Informasi, melakukan analisis utk membuat rencana asuhan (IAR), dgn DPJP sbg ketua tim asuhan yg
mengintegrasikan asuhan, termasuk menentukan prioritas kebutuhan mendesak bagi pasien rawat inap.
Elemen Penilaian AP.4
1. Ada bukti hasil asesmen awal dan asesmen ulang oleh masing2 PPA diintegrasikan. (D,W)
2. Ada bukti hasil asesmen dianalisis untuk membuat rencana asuhan. (D,W)
3. Berdasarkan hasil asesmen dan rencana asuhan PPA lainnya, DPJP mengintegrasikan rencana asuhan dan
tindak lanjutnya (lihat PAP 2.1 dan PAP 5). (D,W)

*Standar PAP 2.1


Rencana asuhan individual setiap pasien dibuat dan didokumentasikan.

Elemen Penilaian PAP 2.1


5. Perkembangan tiap pasien dievaluasi berkala dan dibuat notasi pada CPPT oleh DPJP sesuai dengan kebutuhan
dan diverifikasi harian oleh DPJP. (D,W)
5
5.CPPT-Catatan Perkembangan Pasien Terintegrasi
*Standar AP.2
RS menetapkan regulasi utk melakukan asesmen ulang bagi semua pasien dgn interval waktu berdasarkan kondisi,
tindakan, utk melihat respons pasien, dan kemudian dibuat rencana kelanjutan asuhan dan atau rencana pulang.
Elemen Penilaian AP.2
1. Ada regulasi ttg asesmen ulang oleh DPJP, Perawat dan PPA lainnya untuk evaluasi respons pasien terhadap
asuhan yg diberikan sebagai tindak lanjut. (R)
2. Ada bukti pelaksanaan asesmen ulang medis dilaksanakan minimal satu kali sehari, termasuk akhir minggu /
libur utk pasien akut (D,W)
3. Ada bukti pelaksanaan asesmen ulang oleh perawat minimal satu kali per shift atau sesuai dgn perubahan
kondisi pasien. (D,W)
4. Ada bukti asesmen ulang oleh PPA lainnya dilaksanakan dengan interval sesuai regulasi RS. (D,W)

*Standar AP.2.1
RS menetapkan regulasi hasil asesmen ulang dicatat di rekam medis dan didokumentasikan dengan baik dan dapat
dengan cepat dan mudah ditemukan kembali dalam rekam medis.
Elemen Penilaian AP.2.1
1. RS menetapkan pengaturan urutan penyimpanan lembar2 RM agar mudah dicari kembali diakses dan
terstandar, PPA dapat menemukan dan mencari kembali hasil asesmen di rekam medis. (R)
2. Asesmen ulang dicatat di dokumen Catatan Perkembangan Pasien Terintegrasi (CPPT). (D)
*Standar PAP 2.1
Rencana asuhan individual setiap pasien dibuat dan didokumentasikan.
Elemen Penilaian PAP 2.1
3. Rencana asuhan pasien terintegrasi dibuat dengan sasaran berdasar atas data asesmen awal
dan kebutuhan pasien. (D,W)

*Standar PAP 2.2


Rumah sakit menetapkan regulasi yang mengatur metode memberi instruksi.
Elemen Penilaian PAP 2.2
1. Rumah sakit menetapkan regulasi tata cara pemberian instruksi. (R)
2. Instruksi diberikan hanya oleh mereka yang kompeten dan berwenang. (lihat KKS 3). (D,W)
4. Instruksi didokumentasikan di lokasi tertentu di dalam berkas rekam medik pasien. (D,W)
6

7
7.MPP-Manajer Pelayanan Pasien/Case Manager
*Standar ARK.2.2
RS menetapkan proses untuk mengelola alur pasien di seluruh bagian RS.
Maksud dan Tujuan ARK.2.2.…….
Monitoring dan perbaikan proses ini merupakan strategi yg tepat dan bermanfaat utk mengatasi
masalah. Semua staf RS, mulai dari unit ranap, unit GD, staf medik, keperawatan, administrasi,
lingkungan, manajemen risiko, dapat ikut berperan serta menyelesaikan masalah arus pasien ini.
Koordinasi ini dapat dilakukan oleh seorang Manajer Pelayanan Pasien (MPP)/Case manager.
......dst

*Standar ARK. 3.1


RS menetapkan regulasi untuk melaksanakan proses kesinambungan pelayanan di RS dan koordinasi
diantara PPA dibantu oleh manajer pelayanan pasien (MPCaseP)/ Manager.
Elemen Penilaian ARK 3.1.
EP 1, 2, 3, 4, 5, 6.

*Standar PAP 2
Ditetapkan proses untuk melakukan integrasi serta koordinasi pelayanan dan asuhan kepada setiap pasien.
Maksud dan Tujuan PAP.2 :
…..uraian/keterangan tentang MPP-Manajer Pelayanan Pasien …..
8

10
10.Asuhan Gizi Terintegrasi

 Standar PAP.5.
Pasien dengan risiko nutrisi menerima terapi gizi terintegrasi.

 Elemen Penilaian PAP.5.


1. RS menetapkan regulasi utk terapi gizi terintegrasi. (R)
2. Ada bukti pemberian terapi gizi terintegrasi pada pasien risiko nutrisi. (D,W)
3. Asuhan gizi terintegrasi mencakup rencana, pemberian, dan monitor terapi gizi (D,W)
4. Evaluasi dan monitoring terapi gizi dicatat di rekam medis pasien (lihat AP.2 EP 1) (D)

CPPT  Kolaborasi & integrasi PPA REVIEW &


VERIFIKASI DPJP
Instruksi PPA
HASIL ASESMEN PASIEN DAN PEMBERIAN PELAYANAN (Tulis Nama, beri
Termasuk Pasca
Profesional Paraf, Tgl, Jam)
Tgl, Jam Bedah
Pemberi Asuhan (Tulis dengan format SOAP/ADIME, disertai Sasaran. Tulis Nama, (DPJP harus
(Instruksi ditulis dgn
beri Paraf pada akhir catatan) membaca/mereview
rinci dan jelas)
seluruh Rencana
Asuhan)

2/2/2015 Perawat S : Nyeri akut lutut kiri sejak 1-2 jam • Monitoring nyeri tiap
Jm 8.00 O : skala nyeri VAS : 7 30’
TD 165/90, N 115/m, Frek Nafas : 30/m • Lapor DPJP
A : Nyeri akut arthritis gout • Kolaborasi pemberian
P : Mengatasi nyeri dalam 2 jam dgn target VAS <4 anti inlamasi &
Paraf.. analgesic
PETUJUK PENGGUNAAN
APLIKASI ReDOWSKo
Oleh : Dr. Diyurman Gea, S.Kom., MM
MANFAAT ReDOWSKo

•Aplikasi ReDOWSKo merupakan alat bantu


bagi Surveior yang ditugaskan oleh KARS
untuk melakukan penelusuran, baik
regulasi, dokumen, observasi, wawancara
simulasi dan konfirmasi antara regulasi
dengan pelaksanaannya di lapangan..
TKRS
MENU REGULASI MANAJEMEN
REDOWSKO PKPO
SKENARIO MEDIS KKS

DAFTAR KEPERAWATAN MFK


ReDOWSKo KEGIATAN
PMKP

ARK
PPI
MANAJEMEN MANAJEMEN
AP
HPK
MEDIS PAP MEDIS MIRM
PAB
KEPERAWATAN SKP
PN KEPERAWATAN
MKE
IPKP
REGULASI
MANAJEMEN

SKENARIO
ASUHAN UNTUK
DAFTAR MEDIS DAN
KEGIATAN KEPERAWATAN

IGD ORG RS
ASESMEN AWAL
KONTRAK
MANAJEMEN
PENDAFTARAN PASIEN MANAJEMEN
MUTU
ASESMEN AWAL RANAP

MANAJEMEN NYERI MANAJ. SDM

ASUHAN UNTUK
PELAYANAN BEDAH ASUHAN UNTUK REKRUTMEN

MEDIS DAN
MERUJUK PASIEN MEDIS DAN RAWAT INAP

KEPERAWATAN
PASIEN TERMINAL KEPERAWATAN
PELAYANAN FARMASI
PELAYANAN FARMASI

ASUHAN PASIEN PPI


TERINTEGRASI
INSTALASI
• Aplikasi ReDOWSKo ini
dijalankan pada perangkat
HandPhone atau Tablet yang
berbasis Android. Untuk
mendapatkan aplikasi ini,
silakan didownload melalui
fitur PlayStore, dan ketik kata
kunci : ReDOWSKo
1. Cari ikon “Redowsko” dari
layer HP
2. Sentuh untuk menjalankan
HALAMAN LOGIN
• Masukkan akun email dan password yang
sudah teregister dan yang biasa digunakan
untuk mengakses aplikasi SIKARS. Jika lupa
dengan password, silakan reset password
baru melalui aplikasi SIKARS
http://akreditasi.kars.or.id
SURVEI
• Klik tombol “MULAI SURVEI” untuk memulai
kegiatan, dan akan muncul halaman
pendataan nama RS yang akan disurvei
PENDATAAN KEGIATAN
• Tuliskan nama kegiatan baru sesuai nama RS
yang akan disurvei.
• Misalnya: Survei di RS Sehat Abadi
• Tekan tombol “MULAI”
• Klik “ReDOWSKo” untuk melanjutkan…
1. Pilih salah satu menu,
misalnya: Regulasi
2. Pilih bidang yang
diinginkan, misalnya:
Manajemen
3. Tekan tombol
“MULAI”
Pilih salah satu standar Pilih area yang akan
Bab, atau pilih “Semua disurvei atau pilih
Area” “Semua Area”
• Isi daftar pertanyaan atau item yang
ditelusur
• M = Merah
• K = Kuning
• H = Hijau
• U = Ungu
• Pilihan (M, K, H, U) tidak harus identik
dengan penilaian, tapi dapat diartikan
sebagai penandaan terhadap item yang
ditelusur
• Jika ingin menambahkan keterangan, dapat
dituliskan sebagai bahan catatan saja.
• Jika sudah selesai, tekan tombol “SIMPAN”
• Tekan tombol “SIMPAN” untuk melanjutkan
proses penyimpanan data.
HISTORI KEGIATAN
• Pilih “Beranda”
untuk menampilkan
histori kegiatan
atau menampilkan
hasil penilaian
HASIL ATAU CATATAN PENELUSURAN

• Hasil pencataan
penelusuran, dapat
dilihat rekapannya
dengan mengklik
icon grafik
dr. Nico A. Lumenta, K.Nefro, MM, MHKes
Komisi Akreditasi Rumah Sakit