Anda di halaman 1dari 17

PROBLEM SOLVING NURSING CARE ATRESIA ANI

Disusun untuk memenuhi Tugas Blok Sistem Digestif

Dosen Pembimbing
Ns. Ikhda Ulya, S. Kep. M. Kep

Disusun oleh:
Rizky Karuniawati 165070201111020

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2019
TRIGGER ATRESIA ANI
Ayah An A mengatakan anaknya, laki-laki, 2,5 tahun dibawa ke RS karena
dijadwalkan operasi repair stoma dua hari lagi. Ayah An A mengatakan jika anak
rewel dan lebih kurus dari sebelum MRS. Ibu An A mengatakan Anak A masih sulit
makan meskipun agak lebih baik ketika setelah dibuatkan stoma. Anak hanya mau
susu saja. Anak A memiliki riwayat atresia ani dan sejak lahir telah dilakukan operasi
kolostomi.
Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan nadi 112 x/menit Tax 37,5 C RR
24x/menit dan kesadaran Compos Mentis. Konjutiva anak terlihat anemis dan turgor
kulit 3 detik. Pengkajian didaerah abdomen nampak stoma disebelah kiri bawah
pasien dengan kondisi kotor, prolaps, dan peristoma berwarna kemerahan. Tidak
ada distensi. PB 83 cm dan BB pasien 9 kg. Anak hanya berfokus dengan video
yang orang tua perlihatkan melalui smartphone dan hanya berbaring di bed.
Keluarga merasa tidak betah berada di rumah sakit karena sudah sebulan
berada di RS menunggu jadwal operasi. Pekerjaan yang tidak tetap membuat
mereka bergantian menjaga Anak A dan beberapa kali yang menjaganya adalah
tetangga dari orang tua An A.
Hasil Lab Hemoglobin 9,00 g/dl, Leukosit 11,87 103/µL , Trombosit 100.000.
Terapi (Medis, Rehabmedik, nutrisi) IV = ampicilin 3x300; antrain 3x150; Ranit 2x10;
IVFD : C 1 :4 1000cc/24 jam. Pasien akan direncanakan operasi repair stoma dua
hari lagi.
ASUHAN KEPERAWATAN ATRESIA ANI

A. PENGKAJIAN
1. Identitas Klien
a. Nama : An. A
b. Usia : 2,5 tahun
c. Jenis kelamin : Laki-laki
d. Sumber informasi : Ayah dan Ibu An. A

2. Status kesehatan Saat Ini


a. Keluhan utama : dijadwalkan operasi repair stoma dua hari lagi. Ayah
An A mengatakan jika anak rewel dan lebih kurus dari sebelum MRS
b. Upaya yg. telah dilakukan : operasi kolostomi
c. Diagnosa medis : Atresia Ani

3. Riwayat Kesehatan Saat Ini

Ayah An A mengatakan anaknya, laki-laki, 2,5 tahun dibawa ke RS karena


dijadwalkan operasi repair stoma dua hari lagi. Ayah An A mengatakan jika anak
rewel dan lebih kurus dari sebelum MRS. Ibu An A mengatakan Anak A masih
sulit makan meskipun agak lebih baik ketika setelah dibuatkan stoma. Anak
hanya mau susu saja. Anak A memiliki riwayat atresia ani dan sejak lahir telah
dilakukan operasi kolostomi

4. Riwayat Kesehatan Terdahulu


Anak A memiliki riwayat atresia ani dan sejak lahir telah dilakukan operasi
kolostomi.

5. Pola Aktifitas-Latihan
Anak hanya berfokus dengan video yang orang tua perlihatkan melalui
smartphone dan hanya berbaring di bed.

6. Pola Nutrisi Metabolik


Anak hanya mau susu saja

7. Pola Peran & Hubungan


Keluarga merasa tidak betah berada di rumah sakit karena sudah sebulan berada
di RS menunggu jadwal operasi. Pekerjaan yang tidak tetap membuat mereka
bergantian menjaga Anak A dan beberapa kali yang menjaganya adalah tetangga
dari orang tua An A
8. Pemeriksaan Fisik
Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan :
- nadi 112 x/menit
- Tax 37,5 C
- RR 24x/menit
- kesadaran Compos Mentis
- Konjutiva anak terlihat anemis
- Turgor kulit 3 detik.
- Pengkajian didaerah abdomen nampak stoma disebelah kiri bawah pasien
dengan kondisi kotor, prolaps, dan peristoma berwarna kemerahan.
- Tidak ada distensi.
- PB 83 cm
- BB pasien 9 kg

9. Hasil Pemeriksaan Penunjang


Hasil Lab Hemoglobin 9,00 g/dl, Leukosit 11,87 103/µL , Trombosit 100.000.

10. Terapi

- Terapi (Medis, Rehabmedik, nutrisi) IV = ampicilin 3x300; antrain 3x150


- Ranit 2x10
- IVFD : C 1 :4 1000cc/24 jam
- Pasien akan direncanakan operasi repair stoma dua hari lagi.
B. ANALISA DATA
No. Data Etiologi Masalah Keperawatan

1. DS: Faktor konginetal dan Defisien volume cairan


- faktor lain yang tidak
DO: diketahui / ideopatik
a. Konjutiva anak ↓
terlihat anemis dan Atresia ani
turgor kulit 3 detik ↓
b. Kesadaran kompos Ujung rektum buntu
mentis ↓
c. IVFD : C 1 :4 Ketidakmampuan fekal
1000cc/24 jam dikeluarkan
d. RR 24/menit ↓
e. Nadi 112x/menit Fekal menjadi menumpuk
diatas

Obstruksi

Reabsorbsi metabolism

Keracunan

Defisien volume cairan
2. DS : Faktor konginetal dan Resiko perdarahan
faktor lain yang tidak
a. Anak A memiliki
diketahui / ideopatik
riwayat atresia ani

dan sejak lahir telah
Atresia ani

dilakukan operasi Ujung rektum buntu
kolostomi ↓
Ketidakmampuan fekal
DO:
dikeluarkan
a. Pengkajian ↓
didaerah abdomen Dilakukan tindakan
nampak stoma kolostomi sejak lahir
disebelah kiri ↓
bawah pasien prolaps
dengan kondisi ↓
kotor, prolaps, dan Risiko perdarahan
peristoma berwarna
kemerahan.
3. DS: Faktor konginetal dan Resiko Infeksi
a. Ibu An A faktor lain yang tidak
mengatakan Anak A diketahui / ideopatik
masih sulit makan ↓
meskipun agak Atresia ani
lebih baik ketika ↓
setelah dibuatkan Ujung rektum buntu
stoma ↓
Ketidakmampuan fekal
DO:
dikeluarkan
a. Tax 37,5

b. Nadi 112 x/menit
Dilakukan tindakan
c. Pengkajian
kolostomi sejak lahir
didaerah abdomen

nampak stoma
Terputusnya kontinuitas
disebelah kiri
jaringan
bawah pasien

dengan kondisi Port de entri
kotor, prolaps, dan mikroorganisme
peristoma berwarna ↓
kemerahan Memudahkan masuknya
d. Leukosit 11,87 kuman kedalam tubuh
103/µL ↓
e. Trombosit 100.000 Nampak stoma disebelah
f. Ampicilin 3x300 kiri bawah pasien dengan
g. antrain 3x150 kondisi kotor, prolaps,
dan peristoma berwarna
kemerahan

Risiko infeksi

4. DS: Faktor konginetal dan Ketidakseimbangan


a. Ayah An A faktor lain yang tidak nutrisi kurang dari
mengatakan jika diketahui / ideopatik kebutuhan
anak lebih kurus ↓
dari sebelum MRS Atresia ani
b. Ibu An A ↓
mengatakan Anak A Ujung rektum buntu
masih sulit makan ↓
meskipun agak Ketidakmampuan fekal
lebih baik ketika dikeluarkan
setelah dibuatkan ↓
stoma Dilakukan tindakan
c. Anak hanya mau kolostomi sejak lahir
susu saja ↓
DO: Anak A masih sulit
a. PB 83 cm dan BB makan meskipun agak
pasien 9 kg lebih baik ketika setelah
b. Hemoglobin 9,00 dibuatkan stoma
g/dl (N: 10-16 g/dl) ↓
Anak A masih sulit
makan dan hanya mau
susu saja

Intake nutrisi inadekuat

Ketidakseimbangan
nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh

5. DS: Faktor konginetal dan Ketidakefektifan


faktor lain yang tidak manajemen kesehatan
a. Keluarga merasa
diketahui / ideopatik keluarga
tidak betah berada

di rumah sakit
Atresia ani
karena sudah

sebulan berada di
Keluarga merasa tidak
RS menunggu
betah berada di rumah
jadwal operasi.
sakit karena sudah
b. Pekerjaan yang
sebulan berada di RS
tidak tetap
menunggu jadwal operasi
membuat mereka

bergantian menjaga
Direncanakan operasi
Anak A dan
repair stoma dua hari lagi
beberapa kali yang
menjaganya adalah ↓
tetangga dari orang Pekerjaan yang tidak
tua An A. tetap membuat mereka
bergantian menjaga Anak
DO:-
A

Beberapa kali yang
menjaganya adalah
tetangga dari orang tua
An A.

Ketidakefektifan
manajemen kesehatan
keluarga

C. PRIORITAS KEPERAWATAN
1. Defisien volume cairan
2. Risiko perdarahan
3. Resiko infeksi
4. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan
5. Ketidakefektifan manajemen kesehatan keluarga

D. INTERVENSI KEPERAWATAN
1. Defisien volume cairan b.d hambatan mengakses cairan; aksupan cairan
kurang d.d hasil pemeriksaan fisik klien nadi 112 x/menit Tax 37,5 C RR
24x/menit; konjutiva anak terlihat anemis dan turgor kulit 3 detik
Tujuan : Setelah dilakukannya tindakan keperawatan, diharapkan intake
cairan klien adekuat
Kriteria hasil : Sesuai dengan indicator NOC :
NOC : Keseimbangan Cairan
No. Indikator 1 2 3 4 5

1. Denyut nadi radial

2. Keseimbangan intake dan output


dalam 24jam

3. Berat badan stabil

4. Turgor kulit

5. Serum elektrolit

NIC : Manajemen Cairan


1. Timbang berat badan setiap hari dan monitor status pasien
2. Jaga intake/asupan yang akurat dan catat output pasien
3. Monitor status hidrasi
4. Monitor hasil laboratorium yang relevan dengan retensi cairan
5. Monitor tanda vital pasien
6. Monitor perubahan berat badan sebelum dan setelah dialysis
7. Berikan terapi IV yang ditentukan
8. Berikan cairan dengan tepat
9. Berikan diuretic yang diresepkan
10. Konsultasikan dengan dokter tanda dan gejala yang menetap atau
meburuk

2. Risiko perdarahan d.d adanya prolaps dan peristoma berwarna kemerahan


pada pemeriksaan klien
Tujuan : Stelah dilakukan tindakan keperawatan, volume darah yang dapat
mengganggu kesehatan klien stabil
Kriterian hasil : Sesuai dengan indikatoe NOC
NOC : Keparahan kehilangan darah
No. Indikator 1 2 3 4 5

1. Kehilangan darah yang terlihat

2. Peningkatan denyut nadi apikal

3. Penurunan hemoglobin (Hb)

NIC : Pencegahan perdarahan


1. Monitor dengan ketat resiko terjadinya perdarahan pada pasien
2. Catat nilai hemoglobin sebelum dan setelah pasien kehilangan darah
sesuai indikasi
3. Monitor tanda dan gejala perdarahan menetap
4. Berikan produk penggantian darah
5. Lakukan prosedur invasif jika dibutuhkan
6. Berikan obat-obatan jika diperlukan

3. Resiko Infeksi d.d anak A memiliki riwayat atresia dan sejak lahir telah
dilakukan operasi kolostomi; didaerah abdomen nampak stoma disebelah kiri
bawah pasien dengan kondisi kotor, prolaps, dan peristoma berwarna
kemerahan.
Tujuan : Setelah dilakukan intervensi keperawatan, diharapkan invasi dan
multiplikasi organisme patogenik klien tidak mengganggu kesehatannya
Kriteria hasil : Sesuai dengan indicator NOC
NOC : Keparahan Infeksi
No. Indikator 1 2 3 4 5

1. Kemerahan

2. Ketidakstabilan suhu
3. Hilang nafsu makan

4. Kolonisasi kultur area luka

NOC : Kontrol infeksi : proses penyakit


No. Indikator 1 2 3 4 5

1. Mengidentifikasi factor resiko infeksi

2. Mengidentifikasi tanda dan gejala


infeksi

3. Mempertahankan lingkungan yang


bersih

4. Menggunakan alat pelindung diri

5. Memonitor perubahan status


kesehatan

6. Melakukan tindakan segera untuk


mengurangi resiko

NIC : Kontrol infeksi


1. Alokasikan kesesuaian luas ruang per pasien
2. Tempatkan isolasi yang sesuai tindakan pencegahan yang sesuai

3. Jaga lingkungan aseptic yang optimal selama penusukan di sampling


tempat tidur dari saluran penghubung

4. Pastikan penanganan aseptic dari semua saluran IV

5. Pastikan teknik perawatan luka yang tepat

6. Tingkatkan intake cairan yang sesuai

7. Berikan terapi antibiotic yang sesuai


8. Anjurkan pasien untuk meminum antibiotic yang diresepkan

9. Ajarkan anggota keluarga mengenai bagaimana menghindari infeksi

NIC : Perlindungan infeksi

1. Monitor adanya tanda dan gejala infeksi sitemik dan local


2. Monitor kerentanan terhadap infeksi
3. Pertahankan asepsis untuk pasien berisiko
4. Berikan perawatan kulit yang tepat unruk area edema
5. Periksa kulit dan selaput lender untuk adanya kemerahan
6. Periksa kondisi setiap sayatan atau luka
7. Anjurkan istirahat
8. Anjurkan peningkatan mobilitas dan latihaan dengan tepat
9. Lapor dengan infeksi pada personil pengendali infeksi

4. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan b.d asupan diet kurang d.d
Anak A masih sulit makan meskipun agak lebih baik ketika setelah dibuatkan
stoma; Anak hanya mau susu saja; Hasil Lab Hemoglobin 9,00 g/dl
Tujuan : Setelah dilakukan toindakan keperawatan, diharapkan asupan
nutrisi klien adekuat
Kriteria hasil : Sesuai dengan indikator NOC
NOC : Status Nutrisi
No. Indikator 1 2 3 4 5

1. Asupan gizi

2. Asupan makanan

3. Asupan cairan

4. Rasio berat badan/tinggi badan


5. Hidrasi

NIC : Nafsu makan


No. Indikator 1 2 3 4 5

1. Hasrat/keinginan untuk makan

2. Energi untuk makan

3. Intake makanan

4. Intake nutrisi

5. Rangsangan untuk makan

NIC : Manajemen Nutrisi

1. Tentukan status gizi pasien dan kemampuan pasien untuk memenuhi


kebutuhan gizi
2. Identifikasi adanya alergi atau intoleransi makanan yang dimiliki
3. Berikan pilihan makanan sambil menawarkan bimbingan terhadap pilihan
makanan
4. Pastikan makanan disajikan dengan cara yang menarik
5. Monitor kalori dan asupan makanan
6. Monitor kecenderungan terjadinya penurunan berat badan

NIC : Manajemen gangguan makan

1. Kolaborasi dengan tiim kesehatan untuk mengembangkan rencana


perawatan
2. Tentukan pencapaian berat badan harian sesuai keinginan
3. Rundingkan dengan ahli gizi dalam menentukan asupaan kalori harian
yang diperlukan
4. Timbang berat badan klien secara rutin
5. Beri dukungan dan arahan jika dibutuhkan
6. Monitor berat badan klien sesuai secara rutin

5. Ketidakefektifan manajemen kesehatan keluarga b.d kesulitan mengatasi


kerumitan program pengobatan d.d Keluarga merasa tidak betah berada di
rumah sakit karena sudah sebulan berada di RS menunggu jadwal operasi;
pekerjaan yang tidak tetap membuat mereka bergantian menjaga Anak A
Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan, diharapkan tujuan
kesehatan klien terpenuhi
Kriteria hasil : Sesuai dengan indicator NOC
NOC : Partisipasi keluarga dalam perawatan profesional
No. Indikator 1 2 3 4 5

1. Berpartisipasi dalam perencanaan


perawatan

2. Berpartisipasi dalam menyediakan


perawatan

3. Bekerjasama daam menentukan


perawatan

4. Berpartisipasi dalam keputusan


bersama dengan klien

5. Berpartisipasi dalam tujuan bersama


terkait dengan perawatan

NIC : Peningkatan keterlibatan keluarga

1. Bangun hubungan pribadi dengan pasien dan anggota keluarga yang akan
terlibat dalam perawatan
2. Identifikasi kemampuan anggota keluarga untuk terlibat dalam perawatan
pasien
3. Ciptakan budaya fleksibilitas untuk keluarga
4. Identifikasi deficit perawatan diri pasien
5. Antisipasi dan identifikasi kebutuhan keluarga
6. Monitor keterlibatan anggota keluarga dalam perawatan pasien
7. Berikan dukungan yang diperlukan bagi keluarga untuk embuat keputusan
8. Identifikasi stressor situasional lainnya untuk anggota keluarga
9. Identifikasi gejala fisik individu anggota keluarga terkait stress
10. Dorong anggota keluarga untuk menjaga atau mempertahankan hubungan
keluarga yang sesuai
DAFTAR PUSTAKA

NANDA Internasional. 2015. Diagnosis Keperawatan: Definis & Klasifikasi 2015-


2017. Jakarta: EGC.

Bulecheck, Gloria, Howard K. Butcher, Joanne M. Dochterman, Cheryl M. Wagner.


2013. Nursing Intervention Classification (NIC) Edisi keenam. Kidlington,
United Kingdom: Elsevier.

Moorhead, Sue, Marion Johnson, Meridean L. Maas, Elizabeth Swanson. 2013.


Nursing Outcomes Classification (NOC) Edisi kelima. Kidlington, United
Kingdom: Elsevier