Anda di halaman 1dari 8

Contoh Soal Manajemen Kas

Manajemen kas adalah Kas dan surat berharga merupakan aset yang paling likuid dan
sangat menentukan bagi kelancaran operasi perusahaan, karena kas menjadi alat tukar
yang memungkinkan perusahaan membiayai kegiatannya.

Ada tiga motif memiliki kas ( Keynes dalam Agus Sartono, 2001 ) yaitu ;
(1). Alasan untuk memenuhi kebutuhan transaksi
(2). Alasan untuk berjaga-jaga karena aliran kas perusahaan sulit diprediksi
(3). Alasan kebutuhan untuk spekulasi

Karena alasan pentingnya kas dalam perusahaan maka manajemen harus mengelola kas
secara tepat sehingga menjamin kelancaran operasi dan dapat mendukung dicapainya
tujuan perusahaan yaitu diperolehnya keuntungan dan meningkatnya kekayaan
perusahaan. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan dalam rangka mengelola kas
diataranya yaitu ;

1. Membuat anggaran kas yaitu anggaran yang berisi rencana kas masuk dan rencana kas
keluar baik dari kegiatan operasi maupun dari rencana pengambilan dan pembayaran
pinjaman selama periode tertentu ( satu tahun )
Melalui anggaran ini manajemen mampu
2. Menentukan jumlah kas optimal ( metode inventory dan metode Stochastik ).
Memelihara kas membawa konsekwensi menanggung 2 biaya yaitu

(1). Biaya bunga bila sumber dana tsb dari pinjaman


(2). Biaya peluang ( opportunity cost ) yaitu hilangnya kesempatan meraih keuntungan bila
kas tsb digunakan untuk investasi surat berharga.

Jumlah kas optimal dapat ditentukan melalui metode inventory dengan rumus sbb ;
Q =√2.O.D
i
Q ( jumlah kas minimal ), O ( biaya pengadaan kas / perubahan surat berharga menjadi kas
), D ( kebutuhan kas selama 1 tahun )
Contoh 1 :
Kebutuhan kas PT Alim Rugi pertahun Rp. 1.200.000.000 dengan pemakaian perhari
konstan. Biaya transaksi perubahan surat berharga (efek) menjadi kas Rp. 50.000 setiap
kali perubahan. Pendapatan bunga bila memiliki surat berharga adalah 12 % pertahun.
Berapa jumlah kas optimal bagi PT Alim Rugi ?

Q =√2x50.000x1.200.000.000/0,12
= 31.622.777

Hasil perhitungan menunjukkan Q = Rp. 31.622.777

( Rp. 31.623.000 dibulatkan )

Berarti bila kas perusahaan habis ( 0 ) maka perusahaan harus melakukan penjualan surat
berharga sebesar Rp. 31.623.000.
Dengan cara tsb maka manajemen dapat meminimumkan biaya kas sebagaimana
dijelaskan diatas.

Contoh 2:
Kebutuhan kas PT Anisa pertahun Rp. 1.500.000.000 dengan pemakaian perhari konstan.
Biaya transaksi perubahan surat berharga (efek) menjadi kas Rp. 70.000 setiap kali
perubahan. Pendapatan bunga bila memiliki surat berharga adalah 12 % pertahun.

1. Hitunglah rata-rata cash balance ?


2. Hitunglah frekuensi transaksi pertahun ?
3. Hitunglah biaya kehilangan kesempatan ?
4. Hitunglah biaya transaksi ?

Jawab :
1. C =√2.O.D
i
C = √2x70.000x1.500.000.00/0,12
C = 41.833.001
Rata-rata ; C
2
Rata-rata = 41.833.001 = 20.916.500
2
2. Frekuensi pertahun = D
C
= 1.500.000.000/41.833.001
= 35,85 atau 36 kali

3. Biaya kehilangan kesempatan = C x i


2
= 41.833.001/2x0,12
= 2.509.980

4. Biaya transaksi = D .O
C
= 1.500.000.000/41.833.001 x 70.000
= 2.509.980

Manajemen Keuangan: MANAJEMEN KAS DAN


SEKURITAS
1. Manajemen kas dan sekuritas yang bisa diperdagangkan

MANAJEMEN KAS DAN SEKURITAS YANG BISA DIPERDAGANGKAN


A. PENGERTIAN KAS
Apa Aktiva Likuid Itu?
Kas merupakan mata uang dan koin plus rekening tabungan yang ada di tangan perusahaan
dalam laci petty cash atau dalam rekening cek dan pasar uang. Sekuritas yang bisa
diperdagangkan (marketable securities)/ near cash asset merupakan investasi sekuritas yang
dapat diubah dengan cepat menjadi kas. Aktiva liquid (liquid assets) merupakan jumlah kas dan
sekuritas yang bisa diperdagangkan.

Kas yang diperlukan perusahaan baik digunakan untuk membiayai perusahaan sehari-hari
ataupun untuk pembelian aktiva tetap memiliki sifat continue maupun tidak continue.
1. Sifat Continue
Untuk pembelian bahan baku, pembayaran gaji dan upah, membayar supplies kantor habis
pakai, dll.
2. Sifat tidak Continue
Untuk pembayaran pajak, deviden, angsuran hutang, dll.

B. PENGERTIAN SURAT BERHARGA


Surat berharga adalah surat yang oleh penerbitnya sengaja diterbitkan sebagai pelaksanaan
pemenuhan suatu prestasi yang berupa pembayaran sejumlah uang. Tetapi pembayaran ini tidak
dilakukan dengan menggunakan mata uang, melainkan dengan menggunakan alat bayar lain.
Alat bayar itu berupa surat yang didalamnya mengandung suatu perintah kepada pihak ke tiga,
atau pernyataan sanggup untuk membayar sejumlah uang untuk pemegang surat itu.

C. MENGAPA PERUSAHAAN MEMEGANG KAS


Motif Perusahaan Memegang Kas
Kas dan surat berharga dibahas bersama-sama karena surat berharga dapat secara cepat dialihkan
menjadi uang tunai hanya dengan biaya transaksi yang kecil saja. Jadi surat berharga bias
dianggap sebagai suatu bentuk kas pendukung.
Dalam ulasan ekonomi klasik, John Maynard Keynes membagi kebutuhan akan kas perusahaan
atau unit ekonomi apapun ke dalam 3 kategori:

1. Motif Transaksi: Saldo yang dipegang untuk transaksi memungkinkan perusahaan memenuhi
kebutuhan kas yang terjadi dalam kegiatan bisnis biasa. Jumlah relatif kas yang dibutuhkan
untuk memenuhi tuntutan transaksi dipengaruhi oleh sejumlah faktor seperti industri dimana
perusahaan beroperasi. Sudah dikenal luas bahwa industri utilitas bisa memprakirakan
penerimaan kas sangat akurat karena permintaan terhadap jasa mereka stabil. Namun berbeda
pada perusahaan software komputer yang mengalami kesulitan lebih besar dalam memprediksi
arus kas mereka. Produk baru dibawa ke pasar dengan cepat, sehingga sulit memproyeksikan
arus kas dan saldonya dengan tepat.

2. Motif Berjaga-Jaga: Saldo untuk berjaga-jaga merupakan buffer stock activa liquid. Motif
memegang kas ini berkaitan dengan usaha menjaga saldo yang akan digunakan untuk memenuhi
kebutuhan yang mungkin tapi masih belum tentu.
Prediktabilitas arus kas juga berpengaruh besar terhadap kebutuhan kas melalui motif berjaga-
jaga. Industri penerbangan memberikan ilustrasi tipikal. Maskapai pesawat pengangkut
penumpang menghadapi ketidakpastiaan arus kas yang sangat tinggi. Cuaca, kenaikan bahan
bakar, dan pemogokan personel operasi membuat sulit meramalkan kebutuhan kas untuk
maskapai mana pun. Akibat dari masalah ini adalah saldo kas minimum yang diinginkan oleh
manajemen maskapai penerbangan penumpang cenderung besar karena ada banyak hal yang
mungkin terjadi.

Dalam praktek bisnis aktual, motif berjaga-jaga dipenuhi dengan memegang portofolio aktiva
liquid, bukan hanya kas. Dalam organisasi korporat besar, dana bisa mengalir keluar masuk
portofolio sekuritas yang bisa diperdagangkan setiap hari.

3. Motif Spekulatif: Kas dipegang untuk keperluan spekulatif supaya bisa mendapatkan
keuntungan dari situasi profit taking yang potensial. Perusahaan konstruksi yang membangun
pemukiman kerap kali mengakumulasikan kas sebagai antisipasi penurunan biaya kayu. Bila
harga bahan bangunan turun, perusahaan yang menumpuk kas bisa mendapat untung dengan
membeli bahan bangunan dalam jumlah besar. Secara umum, motif spekulasi merupakan
komponen yang paling tidak penting dari preferensi likuiditas. Motif transaksi dan berjaga-jaga
merupakan alasan terbesar mengapa perusahaan memegang kas.

D. SASARAN DAN KEPUTUSAN MANAJEMEN KAS


Tingkat seberapa perusahaan menginvestasikan kas berlebih ke dalam sekuritas yang bisa
diperdagangkan ditentukan oleh besarnya resiko insolvensi yang mau ditanggung perusahaan
supaya bisa menerima tambahan pengembalian atas saldo kas mereka.
Trade off antara Resiko dan Pengembalian
Program manajemen kas seluruh perusahaan harus berusaha meminimumkan resiko
insolvensi perusahaan. Dalam kasus demikian, perusahaan secara teknis tidak solven dalam arti
bahwa perusahaan itu tidak cukup punya likuiditas untuk membayar segera kewajiban hutangnya
saat ini.. Perusahaan dapat menghindari masalah ini dengan memegang saldo kas yang besar
untuk membayar tagihan yang jatuh tempo.
Manajer keuangan harus menemukan neraca yang dapat diterima antara memegang kas terlalu
banyak dan terlalu sedikit. Inilah titik fokus trade off antara pengembalian dan resiko. Investasi
kas yang besar meminimumkan peluang insolvensi, namun mengancam profitabilitas
perusahaan. Investasi kas yang kecil membebaskan kelebihan saldo untuk investasi ke dalam
sekuritas yang bisa diperdagangkan dan aktiva yang umurnya lebih panjang; ini memperkuat
profitabilitas dan nilai saham biasa perusahaan, namun meningkatkan peluang kekurangan kas.

Sasaran
Trade off resiko dan pengembalian dapat direduksi menjadi 2 sasaran utama sistem
manajemen kas:
1. Kas yang cukup harus ada di tangan untuk memenuhi pembayaran yang terjadi dalam
pelaksanaan bisnis.
2. Investasi dalam kas yang menganggur harus dikurangi sampai minimum.
Evaluasi atas sasaran-sasaran operasional ini, serta usaha pada pihak manajemen untuk
memenuhinya menimbulkan kebutuhan akan suatu keputusan manajemen kas
E. MENENTUKAN TARGET SALDO KAS
Terdapat 3 cara untuk menentukan target saldo kas :
1. The Baumal Model
2. The Miller-Orr Model
3. Faktor lain yang mempengaruhi target saldo kas

Biaya Memegang Kas

The Baumal Model


William Baumol (1952) mengidentifikasikan bahwakebutuhan akan kas dalam
perusahaan mirip dengan pemakaian persediaan. Apabila perusahaan memiliki saldo kas yang
tinggi, perusahaan akan mengalami kehilangan kesempatan untuk menginvestasikan dana
tersebut pada kesempatan investasi yang lain yang lebih menguntungkan (sebaliknya).

• Saldo kas optimal diperoleh pada saat opportunity costs sama dengan trading costs
• Opportunity Costs = Trading Costs
• Kalikan kedua sisi dengan C

Contoh Soal: The Baumal Model


1. Kebutuhan kas perusahaan selama satu bulan Rp 20 juta. Perusahaan memperoleh kas dengan
menjual surat berharga. Biaya transaksi perolehan kas adalah Rp10 ribu.Sedangkan biaya beban
tetap atau bagi hasil adalah berkisar 18% per tahun, atau 1,5% per bulan.

• Jumlah saldo kas


C = (2 bT / i)
= [(2 x 10.000 x 20.000.000) / 0,015]
= 5.163.978
Jika perusahaan menambahkan “saldo kas basi” sebesar Rp. 5.000.000,-
Maka saldo kas baru sebesar Rp. 5.163.978 + Rp. 5.000.000,- = Rp. 10.163.978,00,-

The Miller-Orr Model


Miller dan Orr mengasumsikan bahwa aliran kas masuk dan keluar tidak konstan (berfluktuasi).
Miller dan Orr menentukan batas pengendalian atas dan batas pengendalian bahwa serta saldo
kas yang ditargetkan.
Asumsi Miller dan Orr
1. Aliran kas harian random dan sulit diramalkan
2. Transfer dari dank e sekuritas epat
3. Tren musiman dan siklis tidak dipertimbangkan
4. Biaya pembelian dan penjualan sekuritas tetap
5. Struktur termin tingkat bunga flat dan tingkat bunga tidak berubah

The Miller-Orr Model: Matematika


• Dengan L, yang ditetapkan oleh perusahaan, the Miller-Orr model menyelesaikan untuk Z dan H

• Di mana σ2 adalah varians dari arus kas harian bersih.


• Rata-rata saldo kas pada Miller-Orr model adalah
Average cash balance =
Implikasi dari The Miller-Orr Model:
• Untuk menggunakan model Miller-Orr, Manajer harus melakukan empat hal:
1. Tentukan batas kendali bawah dari saldo kas
2. Estimasi standar deviasi dari arus kas harian
3. Tentukan tingkat bunga
4. Estimasi trading costs dari membeli dan menjual sekuritas.

• Model mengklarifikasi isu mengenai manajemen kas:


 Titik Z, berhubungan positif dengan trading costs, F dan berhubungan negatif dengan tingkat
bunga K.
 Z dan rata-rata saldo kas berhubungan positif terhadap variabilitas arus kas.

Contoh Soal : The Miller-Orr Model


Deviasi aliran kas bersih harian Rp 2.000,00. Biaya modal 10 per tahun. Biaya transaksi
pembelian dan penjualan surat berharga sebesar Rp 100.000,-
Satu tahun 365 hari. Biaya modal per hari 0.1/365 =0.000274
Rumus
Z = (3 b σ2 /4 i)1/3
h=3Z
C = 4 Z/3
Keterangan:
Z = batas bawah yang akan dicari
b = biaya transaksi (tetap) pembelian / penjualan surat berharga
h = batas atas
σ2 =VARIAN ALIRAN KAS BERSIH HARIAN
C = rata rata saldo kas
Jawab
Z =[ 3 x 100.000 x 4.000.000/(4 x 0.000274) ] 1/3
Z = 103.071,00
h = Rp 103.071,00 x 3 = Rp 309.213,00,-
C = (4 x Rp 103.071) / 3 = Rp 137.428

Perbandingan antara Model


Perbedaan pokok antara model-model diatas terletak pada. Model Baumol dan Miller-Orr
menekankan pada biaya-biaya yang timbul karena transfer dari kas ke portofolio investasi, dan
sebaliknya. Kedua model ini mengabaikan alternative meminjam dan memusatkan pada
pencairan surat berharga dalam rangka menutup pengeluaran kas.
Faktor Lain yang Mempengaruhi Target Saldo Kas
Pinjaman
• Melakukan pinjaman sepertinya lebih mahal dibandingkan menjual surat berharga.
• Kebutuhan untuk meminjam akan tergantung pada keinginan manajemen untuk memegang
saldo kas.
Saldo Kompensasi
 Perusahaan mempunyai kas di bank sebagai kompensasi untuk pelayanan bank.
 Perusahaan besar memiliki ribuan accounts dengan beberapa lusin bank, kadang hal ini
membuat lebih masuk akan untuk membiarkan kas daripada mengelola tiap account secara
harian