Anda di halaman 1dari 11

IDENTITAS BUKU

BUKU KEDUA
INDEKS : ISBN 979-330-412-12
JUMLAH HALAMAN : 232 Halaman
JUDUL BUKU : Psikologi Sosial
PENULIS : Dr. W.A Gerungan, DIPL. Psych
PENERBIT : PT. Refika Aditama
TAHUN TERBIT : 2009
BAB I
PENDAHULUAN
A. Istilah Ilmu Jiwa Dan Psikologi
Kata psikologi mengandung kata psyche yang dalam bahasa Yunani berarti jiwa dan
kata logos yang dapat diterjemahkan dengan kata ilmu. Dengan demikian, kita menggunakan
kedua istilah tersebut secara bergantian dengan pertimbangan terdapat perbedaan yang jelas
dalam maknanya, yaitu:
1. Ilmu jiwa merupakan istilah dalam bahasa Indonesia sehari-hari dan dipahami setiap
orang sehingga kita pun menggunakannya dalam arti yang luas karena masyarakat telah
memahaminya. Sedangkan kata psikologi merupakan suatu istilah ilmu pengetahuan
yang bersifat ilmiah sehingga kita menggunakannya untuk merujuk kepada pengetahuan
ilmu jiwa yang bercorak ilmiah tertentu.
2. Ilmu jiwa yang kita artikan dalam arti yang lebih luas daripada istilah psikologi . Ilmu
jiwa meliputi segala pemikiran, pengetahuan, tanggapan, dan juga meliputi segala
khayalan dan spekulasi mengenai jiwa itu. Psikologi meliputi ilmu pengetahuan mengenai
jiwa yang diperoleh secara sistematis dengan metode-metode ilmiah yang memenuhi
syarat-syarat sebagaimana disepakati oleh para sarjana psikologi masa kini. Istilah ilmu
jiwa merujuk kepada ilmu jiwa pada umumnya, sedangkan istilah psikologi merujuk
kepada ilmu jiwa yang ilmiah menurut norma-norma ilmiah modern.
Dengan demikian tampak jelas bahwa yang disebut ilmu jiwa itu belum tentu
psikologi, tetapi psikologi tentu merupakan ilmu jiwa.
B. Sekedar Sejarah Ilmu Jiwa.
Sebenarnya sejak berabad-abad lamanya manusia telah berilmu jiwa, telah
memikirkan dengan khusus apakah hakekat dari pada jiwa manusia dan jiwa makhluk
lainnya. Pemikiran ini bersifat filsafah terutama dalam arti, mencari pengetahuan mengenai
dasr-dasarnya dan hakekatnya jiwa itu. Corak pemikiran filsafah zaman lampau itu ialah
“atomistis”, dalam arti bahwa jiwa manusia dianggap sebagai sesuatI yang constant dan tidak
berubah.
Pandangan ilmu jiwa zaman lampau itu tidak hanya memisahkan jiwa dari pada raga,
melainkan jiwa itupun dipisah-pisahkanyya menjadi “daya-daya tertentu yang bekerja
tersendiri secara terbatas tanpa ada saling hubungannya yang dinamis antara yang satu
dengan yang lain.
C. Ikhtisar Lapangan Psikologi
Psikologi teoristis itupun tidak dapat digolongkan kepada dua golongan utama,
psikologi umum dan psikologi khusus.
a. Psikologi Umum
Menguraikan dan menyelidiki kegiatan-kegiatan psychis pada umunya dari pada
umumnya dari pada manusia dewasa dan normal, termasuk kegiatan-kegiatan pengamatan ,
pemikiran, intelegensi, perasaan, kehendak, motif-motif dstny.
b. Psikologi Khusus
Menguraikan dan menyelidiki segi-segi khusus dari pada kegiatan psychis manusia .
dan segi-segi khusus itu adalah bermacam – macam. Seperti psikologi perkembangan,
psikologi kepribadian, psikologi sosial, psikologi pendidikan, dll.
BAB II
ILMU JIWA SOSIAL
A. Pengertian
Psikologi sosial merupakan perkembangan ilmu pengetahuan yang baru dan
merupakan cabang dari ilmu pengetahuan psikologi pada umumnya. Ilmu tersebut
menguraikan tentang kegiatan - kegiatan manusia dalam hubungannya dengan situasi - situasi
sosial. Dari berbagai pendapat tokoh - tokoh tentang pengertian psikologi sosial dapat
disimpulkan bahwa psikologi sosial adalah suatu studi ilmiah tentang pengalaman dan
tingkah laku individu-individu dalam hubungannya dengan situasi sosial.
B. Pokok – Pokok Ilmu Jiwa Sosial
Faktor pokok dalam ilmu jiwa sosial, yaitu:
1) Hubungan antarmanusia
2) Sifat-sifat dan Struktur kelompok
3) Kepemimpinan (leadership)
4) Sikap (attitude) social
5) Peranan kelompok dalam perkembangan individu
6) Psikologi anak-anak jahat dan lain-lain
7) Kehidupan manusia di kelompoknya
8) Pembentukan norma sosial
9) Dinamika kelompok (group dynamic)
10) Perubahan sikap social
C. Objek Material
Objek Material adalah sesuatu yang dibahas, dipelajari atau diselidiki, atau suatu
unsur yang ditentukan atau sesuatu yang dijadikan sasaran pemikiran, objek material
mencakup apa saja, baik hal-hal konkret (kerohanian, nilai-nilai, ide-ide). Objeknya yaitu
manusia.
D. Perkembangan Psikologi Sosial
Dalam sejarahnya yang masih pendek, perkembangan psikologi sosial dapat di
uraikan melalui beberapa tahap yaitu masa dalam kandungan, masa bayi, masa kanak-
kanak,masa dewasa, dan masa yang akan datang
E. Metode Psikologi Sosial
1. Metode Penelitian Eksperimen
Munculnya metode ini diawali dari disangsikannya kebenaran dari renungan-
renungan tentang gejala kejiwaan sesorang, sehingga diadakan percobaan-percobaan.
Kesulitan-kesulitan yang dialami dalam penelitian eks[erimen disebabkan karena tidak semua
proses kejiwaan dapat diamati oleh panca indera.
Syarat-syarat penelitian eksperimen:
a) Eksperimenter harus dapat menetapkan saat timbulnya gejala yang hendak diteliti.
b) Eksperimenter harus mengikuti proses eksperimen seteliti mungkin.
c) Tiap-tiap eksperimen harus dapat diulang kembali dalam situasi yang sama.
2. Metode sosiometri
Morena adalah orang yang berjasa dalam metode ini karena dialah yang
menemukannya, yang mana metode ini merupakan metode baru dalam ilmu sosial dan
terfokus untuk meneliti “intra-group- relations” atau saling berhubungan antara anggota
kelompok di dalam suatu kelompok.
Sosiometri merupakan alat pengumpul data untuk mempelajari hubungan sosial
individu didalam kelompok. Sosiometri juga merupakan studi kuantitatif tentang hubungan
interpersonal dalam suatu populasi. Sosiometri juga merupakan salah satu cara untuk
mengukur tingkat keterkaitan diantara manusia.
BAB III
INTERAKSI SOSIAL
A. Pengertian Interaksi Sosial
Interaksi sosial, yaitu hubungan timbal balik yang dinamis antara individu dan
individu, antara individu dan kelompok, atau antara kelompok dengan kelompok baik dalam
kerja sama, persaingan, ataupun pertikaian.
B. Rumusan Tentang Interaksi Sosial
Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi interaksi sosial, yaitu :
1) Faktor imitasi
2) Faktor sugesti
3) Faktor identifikasi
4) Faktor simpati
5) Faktor Imitasi
C. Situasi Sosial
Situasi sosial adalah suatu kondisi tertentu dimana berlangsung hubungan antara
individu yang satu dengan individu yang lain atau terjadi saling hubungan antara dua individu
atau lebih .Menurut analisis dan uraian M.Sherif (13),seorang ahli ilmu jiwa di AS, situasi
sosial itu dibagi kedalam dua golongan utama yaitu:
1. Situasi kebersamaan
2. Situasi kelompok sosial
D. Pengaruh Situasi Kebersamaan
Dari eksperimen Allport ternyata bahwa situasi sosial pada diri sendiri sudah
mempunyai pengaruh tertentu terhadap kegiatan individu dibanding dengan kegiatan yang
sama apabila sendirian, yaitu bahwa situasi kebersamaan mempunyai pengaruh
menyamaratakan pendapat-pendapat orang yang terlibat didalamnya.
BAB IV
SITUASI KELOMPOK SOSIAL
A. Pengertian
Situasi kelompok sosial (group-situation) adalah sebagai suatu situasi ketika terdapat
dua individu atau lebih mengadakan interaksi sosial yang mendalam satu sama lain. Karena
terdapat situasi ini maka terbentuklah kelompok sosial, artinya suatu kesatuan sosial yang
terdiri dari dua orang atau lebih individu yang telah mengadakan interaksi sosial yang cukup
intensif dan teratur, sehingga diantara individu sudah terdapat pembagian tugas, struktur,
norma-norma tertentu.
B. Jenis-jenis Kelompok Sosial
Kelompok sosial dapat dikelompokan menjadi 2 jenis yaitu kelompok primer dan
kelompok sekunder.
1. Kelompok primer (primary group) yaitu suatu kelompok yang anggota-anggotanya
mempunyai hubungan/interaksi yang lebih intensif dan lebih erat antar anggotanya. Contoh:
keluarga, rukun tetangga / kelompok kawan sepermainan, kelompok agama.
2. Kelompok sekunder (secondary group) adalah suatu kelompok yang anggota-
anggotanya saling mengadakan hubungan yang tidak langsung, berjauhan (pertemuan tidak
harus face to face) dan formal, dan kurang bersifat kekeluargaan. Contohnya: partai politik,
perhimpunan serikat kerja.
C. Ciri –Ciri Utama Kelompok
Suatu kelompok bisa disebut sebagai kelompok social apabila memiliki ciri-ciri
berikut:
1) Terdapat dorongan (motif) yang sama antar individu satu dengan yang lainnya (dapat
menyebabkan terjadinya interaksi dalam mencapai tujuan bersama)
2) Terdapat akibat-akibat interaksi yang berlainan terhadap individu satu dengan yang lain
berdasarkan rasa dan kecakapan yang berbeda-beda antara individu yang terlibat di
dalamnya.
3) Adanya penegasan dan pembentukan struktur atau organisasi kelompok yang jelas dan
terdiri dari peranan-peranan dan kedudukan masing-masing
4) Adanya peneguhan norma pedoman tingkah laku anggota kelompok yang mengatur
interaksi dalam kegiatan anggota kelompok untuk mencapai tujuan yang ada.
D. Membership Group dan Reference Group
Membership group merupakan kelompok dimana setia orang secara fisik menjadi
anggota kelompok tersebut. Ada kalanya seseorang tidak berkumpul dengan kelompoknya
walaupun dia belum ke luar dari kelompok tersebut.
Eference-group adalah kelompok social yang menjadi acuan bagi seseorang (bukan
anggota kelompok) untuk membentuk pribadi dan perilakunya. Reference group dan
membership group agak sulit dipisahkan.
E. Pembentuk Norma Sosial
Norma sosial adalah patokan-patokan umum mengenai tingkah laku dan sikap
individu anggota kelompok yang dikehendaki oleh kelompok mengenai bermacam-macam
hal yang berhubungan dengan kehidupan kelompok yang melahirkan norma-norma itu norma
muncul melalui proses interaksi yang perlahan-lahan di antara anggota kelompok. Pada saat
seseorang berprilaku tertentu pihak lain menilai kepantasasn atau ketidakpantasan perilaku
tersebut, atau menyarankan perilaku alternatif (langsung atau tidak langsung). Norma
terbetnuk dari proses akumulatif interaksi kelompok. Jadi, ketika seseorang masuk ke dalam
sebuah kelompok, perlahan-lahan akan terbentuk norma
F. Dinamika Kelompok
Dinamika kelompok (group dynamics) merupakan analisis hubungan kelompok –
kelompok sosial di mana tingkah laku dalam kelompok adalah hsil interaksi yang dinamis
antara individu-individu dalam situasi sosial tertentu.
G. Produktivitas Kelompok
Produktivitas kelompok yaitu afeksi dan keakraban anatar anggota kelompok.
Menurut para ahli, ada 8 prinsip yang harus di perhatikan dalam syarat produktivitas
kelompok :
1) Suasana
2) Rasa aman
3) Kepemimpinan bergilir
4) Perumusan tujuan
5) Fleksibilitas
6) Mufakat
H. Kepemimpinan Efektif
Kepemimpinan efektif adalah puncak dari keberhasilan seseorang dalam menjalankan
tugas kepemimpinan.
I. Tugas Pemimpin
Pada umumnya Tugas – tugas seorang pemimpin adalah mengupayakan agar
kelompok yang dipimpinnya dapat merealisasikan tujuannya dengan sebaik-baiknya dalam
kerja sama yang produktif dan dalam keadaan-keadaan bagaimana pun dihadapi
kelompoknya.
J. Cara Memimpin
a) Pemimpin otokatrik/otoriter.
b) Pemimpin demokratis.
c) Pemimpin permisif/laissez faire.
d) Pemimpin pseudo demokratis.
BAB V
MOTIF DAN SIKAP
A. Motif Tunggal, Motif Bergabung
Motif kegiatan,kegiatan kita dapat merupakan motif tunggal atau motif bergabung.
Misalnya, mendengarkan Warta Berita RRI mungkin mempunyai motif yang umum,mungkin
juga bermotif lain. Contoh lain,apabila seseorang menjadi suatu perkumpulan,maka motif-
motifnya biasanya bergabung.
Dengan demikian, orang yang bersangkutan, mungkin mempunyai bermacam-macam
motif yang sekaligus bekerja dibalik perbuatan, menggabungkan diri dalam organisasi itu,
tetapi biasanya perbutan itu terdorong dengan satu motif utama dan beberapa motif
tambahan yang mungkin, merupakan rincian,dari motif utama itu.
B. Motif Biogenetis
Merupakan, motif yang berkembang pada diri orang dan berasal dari organismenya
sebagai mahkluk biologis. Motif-motif biogenetis merupakan, motif-motif yang berasal dari
kebutuhan-kebutuhan organisme orang demi kelanjutan,kehidupannya secara biologis. Motif
biogenetis ini bercorak universal dan kurang terikat dengan lingkungan kebudayaan, tempat
manusia itu berada dan berkembang. Contoh : lapar,haus, kebutuhan akan, kegiatan dan
istirahat, mengambil nafas,buang air, dsb
C. Motif Sosiogenetis
Merupakan, motif-motif yang dipelajari orang dan berasal dari lingkungan,
kebudayaan, tempat orang itu berada dan berkembang. Motif sosiogentis tidak berkembang
dengan sendirinya tetapi berdasarkan interaksi sosioal dengan orang-orang atau hasil
kebudayaan orang. Macam motif sosiogenetis banyak sekali dan berbeda-beda sesuai dengan
perbedaan-perbedaan yang terdapat diantara berbagai corak kebudayaan di dunia. Contoh :
keinginan untuk mendengarkan musik Chopin atau musik legong bali, keinginan untuk
membaca sejarah Indonesia,keinginan untuk bermain sepak bola, dsb.
D. Motif Teogenetis
Motif yang berasal dari interaksi manusia dengan Tuhan seperti yang terwujud dalam
ibadahnya dan dalam kehidupannya sehari-hari dimana ia berusaha merealisasikan,norma-
norma agamanya. Sementara itu manusia memerlukan interaksi dengan Tuhanya untuk dapat
menyadari akan tugasnya sebagai manusaia yang berketuhanan di dalam masyarakat yang
heterogen. Contoh : keinginan untuk mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa ,keinginan
untuk merealisasikan norma-norma agamanya menurut kitab suci, dll.
E. Peranan Motif
Pada umumnya peranan motif dalam segala tingkah laku manusia besar sekali,
misalnya saat kita sedang menonton televisi di malam hari. Pada saat itu sebenarnya banyak
sekali suara yang bisa kita dengar selain suara televisi. Dalam hal ini nyata benar bahwa kita
tidak hanya mendengar dengan telinga,tetapi didalamnya juga terlibat minat dan perhatian
kita yang mengarahkan kita untuk fokus terhadap televisi tersebut. Singkatnya, minat dan
perhatian kita ditentukan oleh motif-motif yang terdapat pada kita pada waktu itu
F. Attitude
Pengertian atitude dapat kita terjemahkan dengan sikap terhadap objek tertentu yang
dapat merupakan sikap pandangan atau sikap perasaan tetapi sikap tersebut tetapi sikap
tersebut disertai kecenderungan untuk bertindak sesuai dengan sikap objek itu . jadi ,attitude
bisa diterjemahkan dengan tepat sebagai sikap dan kesediaan beraksi terhadap suatu hal.
Attitude senantiasa terarahkan kepada sesuatu hal ,suatu objek .Tidak ada attitude tanpa ada
objeknya.
BAB VI
PENGARUH MASYARAKAT TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL
A. Peranan Keluarga Terhadap Perkembangan
Keluarga merupakan kelompok social yang pertama dalam kehidupan manusia,
tempat ia belajar dan menyatakan diri sebagai manusia social dalam hubungan interaksi
dengan kelompoknya.
Keluarga merupakan kelompok primer, yaitu kelompok yang mempunyai interaksi
social yang cukup intensif, cukup akrab, hubungan antara anggota satu dengan anggota yang
lain cukup baik. Kelompok ini juga sering disebut face to face group, anggota kelompok satu
sering bertemu dengan anggota kelompok yang lain, sehingga para anggota kelompok saling
mengenal dengan baik. Kelompok ini juga berpengaruh dalam perkembangan dan kehidupan
individu.
Pengalaman-pengalamannya dalam interaksi social dalam keluarganya turut
menentukan pula cara-cara tingkah lakunya terhadap orang lain dalam pergaulan social diluar
keluarganya. Jadi, selain dari peranan umum kelompok keluarga sebagai ke rangka social
yang pertama, tempat manusia berkembang sebagai mahluk social, terdapat pula peranan
peranan tertentu didalam keadaan-keadaan keluarga yang dapat mempengaruhi
perkembangan individu sebagai mahlik social.
B. Peran Sekolah Terhadap Perkembangan
Peranan sekolah terhadap perkembangan sosial anak-anak ini kurang mendapat
penelitian yang tegas. Sebab interaksi sosial yang berlaku di sekolah biasanya tidak
sedemikian mendalam dan kontinu seperti yang terjadi dalam rumah tangga.
Sekolah merupakan media sosialisaai yang lebih luas dari keluarga. Sekolah
mempunyai potensi yang pengaruhnya cukup besar dalam pembentukan sikap dan prilaku
seorang anak, serta mempersiapkannya untuk penguasaan peranan-peranan baru di kemudian
hari di kala anak atau orang tidak lagi mengantungkan hidupnya pada orang tua atau
keluarganya.
Berbeda dengan sosialisasi dalam keluarga di mana anak manis anak masih dapat
mengharap bantuan dari orang tua dan acap kali memperoleh perlakuan khusus di sekolah
anak di tentuntut untuk bias bersikap mandiri dan senang tiasa memperoleh perlakuan yang
tidak berbeda dari teman-temannya.
1. Peran Lingkungan Kerja
Seorang individu melewati masa kanak-kanak dan masa remaja kemudian
meninggalkan dunia kelompok permainannya, individu memasuki dunia baru, yaitu di dalam
lingkungan kerja. Pada umumnya individu yang ada di dalamnya sudah memasuki masa
hamper dewasa bahkan sebagian besar mereka sudah dewasa, maka system nilai dan norma
lebih jelas dan tegas.
Di dalam lingkungan kerja individu saling berinteraksi dan berusaha untuk
menyesuaikan diri dengan nilai dan norma yang berlaku di dalamnya. Seseorang yang
bekerja di likungan birokrasi biasanya akan memiliki gaya hidup dan prilaku yang berbeda
dengan orang lain yang bekerja di perusahaan swasta. Seseorang yang bekerja dan bergaul
dengan teman-temannya di tempat kerja seperti dunia pendidikan tinggi, besar kemungkinan
juga akan berbeda prilaku dan gaya hidupnya dengan orang lain yang berprofesi di dunia
kemiliteran.
2. Media Massa
Dalam kehidupan masyrakat modern, komunikasi merupakan suatu kebutuhan yang
sangat penting terutama untuk menerima dan menyampaikan informasi dari satu pihak ke
pihak yang lain. Akibat pengaruh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam waktu
yang sangat singkat, informasi-informasi tentang peristiwa-peristiwa, pesan, pendapat, berita,
ilmu pengetahuan, dansebagainya dengan mudah di terima oleh masyarakat.sehingga media
massa, suratkabar, TV, film, radio, majalah dan lainnya mempunyai peranan penting dalam
proses tranformasi nilai-nilai dan norma-norma baru kepada masyarakat.
3. Masalah Tingkah Laku Kriminal.
Mungkin benar bahwa ada bnayak perbedaan antara etika sebagai cabang filsafat,
praktis, normative, dan ilmu-ilmu sosial. Meski demikian, apa yang di katakana antoon Van
harskamp dalam pendahuluannya mengenai ilmu-ilmu sosial, yaitu bahwa tujuan mereka
bukan untuk mengumpulkan pengetahuan, melain untuk meberi sumbangan pada pemahaman
dan pemecahan konflik manusia dan sosial, juga berlaku untuk etika, sejauh menyangkut
harapan umum dalam masyrakat yang pluralistis. Sebab dan autoritatis antas masalah-
masalah praktis tertentu, khusunya masalah yang bersifat kolektif dan memecah belah
masyarakat serta mengancam stabilitanya.