Anda di halaman 1dari 5

LINGKUNGAN DAN PEMBANGUNAN

Dosen : Dr. Yarlina Yacoub, S.E., M.Si.

Untuk Tugas Mandiri


Mata Kuliah Ekonomi Pembangunan

Hikmah Nur Azza


NIM B2052181007

PROGRAM PASCA SARJANA


MAGISTER ILMU EKONOMI
UNIVERSTAS TANJUNGPURA PONTIANAK
2019
Pertumbuhan ekonomi dan pembangunan memberikan dampak terjadinya perubahan
lingkungan seperti menurunnya kualitas lingkungan alam dan berkurangnya sumber daya
alam. Masalah ini bukan saja dirasakan meningkat dan merugikan masyarakat pada
umumnya, tetapi juga sudah banyak diraasakan oleh pengusaha atau produsen akibat dari
pencemaran tersebut yang akhirnya akan merugikan industri dan usaha mereka sendiri.
Terlebih di era globalisasi saat ini yang mengaitkan masalah lingkungan dengan
perdagangan. Untuk itu dalam menjawab tantangan pembangunan sekaligus tetap
mempertahankan kualitas lingkungan, perlu adanya kebijakan pengelolaan lingkungan yang
terpadu. Kebijakan tersebut tidak cukup hanya melalui pendekatan peraturan atau
perundangan saja, melainkan perlu didukung oleh pendekatan sukarela serta pendekatan
variable-variabel ekonomi.

Dengan meningkatnya masalah lingkungan, pola hubungan antara industry tersebut


kemudian masuk pada tahap di mana dalam pelaksanaan kegiatannya industri tidak saja
ditekan untuk menurunkan biaya produksi, tetapi lebih jauh lagi didorong untuk menghindari
pemborosan sumber daya alam dan melihat potensi pemanfaatan produk saming dan suatu
kegiatan untuk dijadikan bahan baku kegiatan industri lainnya.

Banyaknya limbah yang dihasilkan dari suatu kegiatan usaha menunjukkan semakin
rendahnya efisiensi dan kinerja manajemen usaha tersebut, yang juga terkait erat dengan
kinerja lingkungan. Selama ini para pengusaha mempunyai persepsi yang salah tentang upaya
pengendalian pencemaran karena lebih mengutamakan pengolahan limbah namun setelah
limbah tersebut terbentuk agar dapat mencapai baku mutu (standart) yang telah ditetakan oleh
pemerintah. Hal itulah yang menyebabkan para pengusaha mempunyai persepsi bahwa
masalah lingkungan merupakan beban dan biaya.

Namun akhir-akhir ini telah muncul kesadaran di kalangan pengusaha bukan hanya
sekadar karena adanya ancaman Peraturan Pemerintah tentang pengelolaan lingkungan, akan
tetapi juga didorong oleh pertimbangan ekonomi dan bisnis akan perlunya upaya perbaikan
sistem manajemen di perusahaan mereka sendiri. Kemampuan dan peran pemerinta dalam
menghadapi isu-isu lingkungan global dalam perdagangan bebas dirasakan semakin terbatas
karena globalisasi ekonomi tidak mengenal batas-batas wilayah kenegaraan. Oleh karena itu,
kalangan dunia usaha harus berusaha siap dan mandiri dalam menghadapi persaingan
tersebut.

2
Dari sisi konsumen telah berkembang berbagai program lingkungan yang mendorong
kalangan industri untuk segera mulai memperhatikan faktor ekologis dalam melaksanakan
kegiatannya. Misalnya telah dikembangkan program ekolabel di beberapa Negara ─ Ekolabel
adalah salah satu gagasan metode penyampaian informasi dari produk kepada konsumen
yang akurat, “verifiable” dan tidak menyesatkan, terutama yang terkait dengan aspek
lingkungan dari produk yang dihasilkan, material yang digunakan maupun kemasannya.
Program tersebut telah menerapkan kriteria yang berbeda-beda. Oleh karena itu, para
produsen mengalami kesulitan untuk mengekspor produk ke beberapa Negara yang telah
menerapkan program ekolabel. Negara-negara yang telah menerapkan program ekolabel
tersebut adalah Negara-negara tujuan ekspor bagi banyak Negara didunia, karena
berpengaruh besar bagi ekspor dan produksi, terutama di Negara-negara yang sedang
berkembang.

Tabel 1
Negara Program Ekolabel

Sumber : Google

Tuntutan konsumen ini sebenarnya merupakan konsekuensi logis dari makin


meningkatnya pengetahuan, pendidikan, dan taraf hidup masyarakat yang mengembangkan
nilai-nilai baru yang mempengaruhi pola konsumsi dan tingkat kebutuhan masyarakat.
Tuntutan terhadap produk berkualitas tidak saja diharapkan mampu menjamin kesehatan dan
keamanan konsumen, tetapi juga harus memperhatikan faktor lingkungan demi
menyelamatkan dunia dan pencemaran global seperti perubahan iklim dan penipisan ozon.

3
Selain itu dari sisi perdagangan, proses globalisasi ekonomi dan investasi
internasional dewasa ini juga makin banyak memperhitungkan faktor lingkungan hidup.
Keberhasilan KTT Bumi dengan Agenda 21-nya telah membawa pengaruh terhadap pola
perdagangan global yang juga mempengaruhi pola pikir dalam pembahasan General
Agrement on Tariffs and Trade (GATT). Adanya peraturan perdagangan dunia yang
bertujuan untuk meminimalkan hambatan lingkungan hidup dengan perdagangan yang terus
meningkat,merupakan suatu tantangan bagi kalangan industry untuk dapat meningkatkan
efektivitas kerja dan efisiensi agar dapat memepertahankan diri dalam situasi persaingan yang
sangat ketat.

Pengkajian dampak lingkungan di dalam pola pembangunan berkelnjutan


memerlukan berbagai instrumen pengelolaan lingkungan. Salah satu kegiatan yang berkaitan
dengan pembinaan teknis dalam menunjang upaya pengelolaan lingkungan diberbagai sektor
kegiatan maupun di instansi-instansi pemerintah adalah dengan dikembangkannya berbagai
perangkat pengelolaan lingkungan yang bersifat sukarela seperti Program Bersih, Ekolabel,
dan Standarisasi Lingkungan (ISO 140000) serta pendekatan melalui peraturan dengan
mengembangkan instrumen-instrumen ekonomi seperti retribusi limbah cair dan pajak
lingkungan. Ditetapkannya standar internasional tentang manajemen lingkungan atau lebih
dikenal sebagai ISO seri 140000 merupakan fenomena ekonomi dan perkembangan bisnis
yang amat penting yang perlu segera diantisipasi baik oleh pemerintah, masyarakat bisnis,
sektor industri, para ekononom, ahli lingkungan, serta pihak perguruan tinggi.

ISO 14000 adalah kumpulan standar-standar terkait pengelolaan lingkungan yang disusun
untuk membantu organisasi untuk:

1. meminimalisir dampak negatif kegiatan-kegiatan (proses dll) mereka terhadap


lingkungan, seperti menimbulkan perubahan yang merugikan terhadap udara, air atau
tanah;
2. mematuhi peraturan perundangan-undangan dan persyaratan-persyaratan berorientasi
lingkungan yang berlaku;
3. memperbaiki hal-hal di atas secara berkelanjutan.

4
DAFTAR PUSTAKA

Djajadiningrat, Surna Tjahja. Yeni Hendriani. Melia Famiola. Ekonomi Hijau. Bandung:
Rekayasa Sains, 2014
Effendie, Prof. Ekonomi Lingkungan: Suatu Tinjauan Teoritik dan Praktek. Yogyakarta: UPP
STIM YKPN. 2016
Rothery, Brian. Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14000. Jakarta: PT. Pustaka Binaan
Pressindo, 1996.

www.id.wikipedia.org