Anda di halaman 1dari 13

5 Kunci Sukses Implementasi ISO 14001

Setiap organisasi baik yang akan menerapkan, mengupgrade, ataupun telah menjalankan Sistem
Manajemen Lingkungan (SML) berdasarkan ISO 14001:2015 ingin memiliki SML yang sukses.
Menjalankan SML ataupun mengimplementasikannya dari awal bisa dianggap sebagai suatu
“beban pekerjaan tambahan”, maka tentunya organisasi tidak ingin usaha untuk
mengimplementasikan SML menjadi sia-sia. Berikut adalah lima elemen kunci yang akan
membantu organisasi mencapai kesuksesan dalam implementasi Sistem Manajemen Lingkungan
ISO 14001:

1. Keterlibatan Karyawan

Elemen kunci pertama untuk memiliki Sistem Manajemen Lingkungan yang sukses adalah
mendapatkan partisipasi penuh dari seluruh karyawan, dari manajemen puncak hingga pekerja
paling bawah. Jika tidak ada keterlibatan karyawan, setiap tujuan dan target akan membutuhkan
lebih banyak waktu dan usaha untuk dicapai. Banyak yang percaya bahwa hanya sekelompok
kecil orang saja dalam suatu organisasi yang bertanggung jawab untuk SML, padahal seluruh
karyawan dalam organisasi bertanggung jawab untuk pelaksanaan, pemeliharaan dan perbaikan
SML.

2. Kepatuhan terhadap Peraturan

Salah satu tujuan utama dari ISO 14001 adalah untuk organisasi untuk patuh terhadap
peraturan/UU. Organisasi perlu menggunakan SML sebagai alat untuk secara efektif menentukan
dan memantau persyaratan hukum yang berlaku dan persyaratan lainnya. Dengan menggunakan
SML sebagai alat untuk menjamin kepatuhan terhadap peraturan, organisasi merencanakan
biaya yang berhubungan dengan izin, pelaporan dan pemantauan persyaratan hukum, yang akan
mengurangi frekuensi dan tingkat keparahan pelanggaran dan biaya yang terkait.

3. Efisiensi yang Tinggi

Organisasi harus fokus pada peningkatan efisiensi proses mereka dan tidak hanya pada
pengendalian aspek lingkungan setelah mereka telah dihasilkan. Tidak hanya mengontrol dan
mencegah kontaminasi, tapi ISO 14001 juga perlu fokus pada proses perbaikan. Misalnya,
tingkat efisiensi yang lebih tinggi pada administrasi dapat mengurangi kewajiban hukum dan
prosedur perijinan yang lebih pendek karena hubungan yang lebih baik dengan regulator dan
masyarakat. Sebuah efisiensi operasional yang lebih besar biasanya melibatkan pembaruan
peralatan atau fasilitas, dan desain peningkatan proses produksi yang akan menghasilkan
pengurangan input (energi, air dan sumber daya lainnya) dan juga pengurangan limbah.

4. Menggunakan Indikator Kinerja yang Tepat

Setiap organisasi berbeda dan begitu juga aspek lingkungan dan dampak. Hal ini penting untuk
mendefinisikan dan menggunakan indikator kinerja yang akan memungkinkan organisasi untuk
secara efektif memantau kinerja mereka dan mengidentifikasi peluang untuk perbaikan.

5. Meningkatkan Hubungan Pelanggan

Organisasi perlu membangun hubungan berdasarkan kepercayaan dan rasa hormat dengan
badan pengawas, masyarakat dan semua orang yang dapat mempengaruhi SML mereka.
hubungan baik dengan pelanggan internal dan eksternal akan memberikan kontribusi dalam
keberhasilan ISO 14001

Penting untuk diingat bahwa setiap organisasi memiliki karaktek SML berbeda dan proses
pemantauan terus menerus sangat penting dalam menentukan kemajuan organisasi dalam
memenuhi tujuan dan sasaran.

Pengenalan Terhadap SNI ISO 14001:2015 Sistem


Manajemen Lingkungan
Posted on by Randi Ernawan

Pengenalan Terhadap SNI ISO 14001:2015 Sistem Manajemen Lingkungan

SNI ISO 14001 adalah standar yang disepakati secara internasional dalam menerapkan
persyaratan untuk sistem manajemen lingkungan (SML).

SML membantu organisasi memperbaiki kinerja lingkungan melalui penggunaan sumber daya
yang lebih efisien dan pengurangan limbah, sehingga mendapatkan keunggulan kompetitif dan
kepercayaan pemangku kepentingan.

Apa itu Sistem Manajemen Lingkungan?

Sistem Manajemen Lingkungan (SML) membantu organisasi mengidentifikasi, mengelola,


memantau dan mengendalikan isu lingkungan secara holistik. Seperti sistem manajemen tipe
lain yang dikeluarkan oleh ISO / International Organization for Standardization (seperti sistem
manajemen mutu dan kesehatan dan keselamatan kerja), SML menggunakan “High Level
Structure” yang sama. Arti SML dapat diintegrasikan dengan mudah kedalam sistem manajemen
yang dikeluarkan oleh ISO.

SML cocok untuk berbagai jenis dan ukuran organisasi, baik privat, non-profit maupun
pemerintahan. SML mensyaratkan organisasi mempertimbangkan semua isu lingkungan yang
relevan dalam operasinya seperti pencemaran udara, isu air dan limbah cair, pengelolaan limbah,
kontaminasi tanah, mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, serta penggunaan dan efisiensi
sumber daya. Seperti sistem standar manajemen dari ISO lainnya, SML membutuhkan perbaikan
berkelanjutan pada pengelolaan lingkungan organisasi dan pendekatannya terhadap masalah
lingkungan. SML pada tahun 2015 telah diperbaiki, dengan perbaikan utama seperti peningkatan
kepentingan pengelolaan lingkungan kedalam proses perencanaan strategis organisasi, masukan
yang lebih besar dari kepemimpinan dan komitmen yang lebih kuat untuk inisiatif yang proaktif
dalam mendorong kinerja lingkungan.

Apa tujuan SML?

1. Meningkatkan kinerja lingkungan

2. Memenuhi kewajiban penaatan

3. Mencapai tujuan lingkungan

Apa keuntungan yang diperoleh bagi organisasi/perusahaan yang menerapkan SML?

Banyak alasan mengapa suatu organisasi sebaiknya mengambil kesepakatan strategis untuk
meningkatkan kinerja lingkungannya. Para pengguna telah melaporkan bahwa SML membantu:

1. Memperagakan ketaatan terhadap persyatan peraturan perundang-undangan saat ini


maupun masa datang.

2. Meningkatkan keterlibatan kepemimpinan dan keterlibatan karyawan.

3. Meningkatkan reputasi organisasi dan kepercayaan pemangku kepentingan melalui


komunikasi strategis.

4. Mencapai tujuan strategis organisasi dengan memasukkan isu lingkungan kedalam


manajemen bisnis.

5. Menyediakan keunggulan kompetitif dan finansial melalui perbaikan efisiensi dan


pengurangan biaya.

6. Mendorong perbaikan kinerja lingkungan dari pemasok dengan mengintegrasikan mereka


ke dalam sistem bisnis organisasi.

Mengapa SML diperbaiki?

Semua standar dari ISO ditinjau dan direvisi secara reguler untuk memastikan standar tersebut
tetap relevan terhadap pasar. Penyempurnaan SML merupakan respon terhadap tren terkini
seperti meningkatnya kesadaran dari perusahaan akan kebutuhan untuk memastikan elemen
internal dan eksternal yang mempengaruhi dampak lingkungannya (seperti volatilitas iklim) dan
konteks kompetisi yang dipengaruhinya. Penyempurnaan juga untuk memastikan standar
kompatibel dengan standar manajemen lainnya.

Apa saja perbaikan yang utamanya?

SML saat ini mempersyaratkan :

1. Pengelolaan lingkungan lebih menonjol dalam arahan strategis organisasi

2. Komitmen dan tanggung jawab yang lebih besar dari kepemimpinan. Tanggung jawab dapat
didelegasikan tetapi akuntabilitas tetap ada pada pimpinan organisasi

3. Implementasi dari inisiatif yang proaktif untuk melindungi lingkungan dari bahaya dan
degradasi (misalnya penggunaan sumber daya yang berkelanjutan dan mitigasi perubahan
iklim)

4. Fokus kepada perspektif daur hidup untuk memastikan pertimbangan aspek lingkungan
dari awal pengembangan sampai dengan akhir produk/jasa

5. Penambahan strategi komunikasi yang terfokus pada pemangku kepentingan

6. Kemudahan integrasi dengan sistem manajemen lain akibat struktur, istilah dan definisi yang
sama

Bagaimana yang sudah tersertifikasi?

Organisasi diberi waktu tiga tahun periode transisi setelah perbaikan dipublikasi (September
2015) untuk bermigrasi ke SML yang baru. Setelah periode ini, jika sertifikasi pihak ketiga
dibutuhkan, organisasi harus mendapatkan sertifikasi dari versi yang baru.

Bagaimana untuk memulai penerapan SML?

Berikut beberapa tips yang dapat dipakai :

1. Definisikan sasaran Anda. Apa yang hendak anda capai dengan menerapkan standar ini?

2. Dapatkan komitmen dari manajemen puncak. Penting bagi pimpinan organisasi untuk
mendukung sasaran sistem manajemen lingkungan yang efektif dan berkomitmen terhadap
prosesnya.

3. Dapatkan gambaran yang baik mengenai proses dan sistem yang ada dan relevan terhadap
dampak lingkungan anda. Hal ini akan memberikan dasar terhadap sistem manajemen
lingkungan anda dan mempermudah untuk mengidentifikasi kesenjangan yang ada.
Sumber :

International Organization for Standardization. ISO 14001 Key Benefits. ISO Central Secretariat :
Geneva. 2015.

Ukuran Keberhasilan dalam Penerapan ISO-14001:2015

Keberhasilan dalam penerapan ISO-14001 diukur dari 2 parameter dasar : Kesesuaian sistem
manajemen dengan persyaratan ISO-14001 (yang berarti keberhasilanmemperoleh sertifikat ISO-
14001) dan meningkatnya kemampuan organisasi dalam melakukan pengendalian terhadap
berbagai aktifitas yang mempunyai dampak terhadap lingkungan.

Berikut adalah PerubahanISO 14001:2015 dari versi ISO 14001:2004

Memperkenalkan dua klausa baru yang berkaitan dengan konteks organisasi, yang
mengharuskan organisasi untuk menentukan isu-isu dan persyaratan yang dapat berdampak
pada perencanaan kualitas sistem manajemen dan dapat digunakan sebagai masukan ke dalam
pengembangan sistem manajemen Lingkungan. Klausul ini dapat ditemukan di bagian 4.1 dan
4.2.

1. Kepemimpinan

Untuk memastikan kesuksesan penerapan sistem manajemen lingkungan, peran kepemimpinan


dibuat untuk senantiasa mempromosikan dan mendukung penerapan sistem manajemen
lingkungan. Peran-peran kepemimpinan antara lain, memastikan bahwa sumber daya tercukupi
dalam mendukung penerapan sistem manajemen lingkungan, menentukan kebijakan
lingkungan, menentukan peran-peran setiap fungsi dan tingkatan di dalam organisasi dalam
menerapkan sistem manajemen lingkungan, memberikan arahan strategi pengelolaan
lingkungan yang sejalan dengan pencapaian.

2.Melindungi Lingkungan

Ekspektasi organisasi telah diperluas untuk berkomitmen untuk inisiatif proaktif untuk
melindungi lingkungan dari bahaya dan degradasi, konsisten dengan konteks organisasi. Teks
revisi tidak mendefinisikan 'melindungi lingkungan' tapi mencatat bahwa itu dapat mencakup
pencegahan polusi, berkelanjutan penggunaan sumber daya, mitigasi dan adaptasi
perubahan iklim, perlindungan keanekaragaman hayati dan ekosistem, dll.

3. Kinerja Lingkungan

Ada pergeseran penekanan terkait dengan perbaikan terus-menerus untuk meningkatkan kinerja
lingkungan yang konsisten dengan komitmen kebijakan organisasi dalam mengurangi emisi,
limbah dan limbah ke tingkat yang ditetapkan oleh organisasi.

4. Pemikiran Life-Cycle

Selain kebutuhan saat ini untuk mengelola aspek lingkungan yang terkait dengan barang/jasa
yang dibeli, organisasi akan perlu untuk melakukan kontrol mereka terhadap dampak lingkungan
yang terkait dengan penggunaan produk dan pemakaian akhir atau pembuangan produk yang
digunakan.

Pada ISO 14001 versi 2004, identifikasi terhadap aspek lingkungan serta evaluasi dampak
lingkungannya belum secara spesifik menjelaskan mengenai life-cycle dari penggunaan barang
dan jasa, bagaimana produk dan jasa tersebut berdampak bagi lingkungan, mulai dari
tahapan pembuatan sampai dengan pengelolaan akhir atau pembuangannya.

Misalnya, penggunaan dari kertas, bagaimana perusahaan/organisasi mempertimbangkan


pembuatan sampai dengan pengelolaan akhir atau malah sampai dengan pembuangannya.
Karena kertas tersebut mempengaruhi pengurangan jumlah pepohonan di hutan dari
pembuatannya, yang dampaknya terhadap lingkungan bermacam-macam, mulai dari pemanasan
global, tanah longsor, kerusakan keanekaragaman hayati, dan kerusakan ekosistem.

Pengendalian tambahan terhadap hal di atas diperlukan oleh semua perusahaan/organisasi yang
baru akan menerapkan sistem manajemen lingkungan ini atau terjadi penambahan
pengendalian operasional dari perusahaan/organisasi yang sudah menerapkannya.

5.KomunikasiInternal dan Eksternal

ISO 14001 versi yang terbaru nantinya akan membuat klausul terpisah antara komunikasi
internal dan komunikasi eksternal. Di dalam komunikasi internal hampir masih sama dengan
versi yang sebelumnya (2004), yaitu menentukan komunikasi pada setiap level dan fungsi di
dalam perusahaan terkait dengan aspek lingkungan dan performa lingkungan, tapi ada sedikit
tambahan yaitu mengenai respon terhadap ?inputan? dari peningkatan performa lingkungan.
Komunikasi eksternal dalam versi yang terbaru nantinya berhubungan dengan laporan-
laporan/komunikasi-komunikasi yang terkait dengan performa lingkungan yang dituntut dari
persyaratan peraturan perundangan dan persyaratan lain.

6. Dokumentasi

Revisi menggabungkan istilah ‘informasi terdokumentasi’, bukan 'dokumen' dan 'catatan'. Untuk
menyelaraskan dengan ISO 9001, dan organisasi akan mempertahankan fleksibilitas untuk
menentukan apa saja prosedur yang diperlukan untuk memastikan proses kontrol yang efektif.

Sistem manajemen lingkunganISO 14001:2015 sebagai penyempurnaan dari seri standar ISO
14001:2004 dan versi sebelumya, yang secara resmi dipublikasi pada tanggal 16 September
2015. Dengan terbitnya standar ini maka standar ISO 14001:2004 akan berakhir masa berlakunya
dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun kedepan, sebagai masa transisi dari standar versi sebelumnya.
Standar internasional ini sudah diakui secara sebagai kerangka pengembangan sistem
manajemen lingkungan yang telah terbukti efektif dan diadopsi hampir semua negara-negara di
dunia.

Pada standar ini terhadap beberapa perubahan secara kerangka sistem dan memperkenal
adanya konsep lifecylce perspective. Tentunya dengan tertibnya standar ini, bagi perusahaan-
perusahaan yang sudah menerapkan standar ISO 14001 versi sebelumnya harus segara
melakukan penyesuaian dengan standar yang terbaru.

Maka, pemahaman terhadap berbagai persyaratan dari ISO 14001:2015 dan penguasaan
terhadap persyaratan yang baru menjadi sangat krusial untuk implementasi yang sukses dan
berhasil.

LIFE CYCLE PERSPECTIVE (LCP)


Istilah "siklus hidup" bukanlah hal yang baru bagi sebagian besar perusahaan, tetapi penggunaan
istilah "Life Cycle Perspektif" (LCP) di ISO 14001: 2015 adalah salah satu perubahan besar dalam
revisi terbaru. Saat perusahan melakukan transisi ke revisi 2015 maka harus berpikir dengan
seksama tentang bagaimana menggunakan perspektif siklus hidupn

Dalan pasal apa saja LCP dapat diterapkan?

6.1.2 Environmental aspects


Within the defined scope of the environmental management system, the organization shall
determine the environmental aspects of its activities, products and services that it can control
and those that it can influence, and their associated environmental impacts, considering a life
cycle perspective.

Versi sebelumnya dari 14001 (2004) siklus hidup hanya disebutkan sekali dalam bagian ANNEX.
Namun pada versi 2015, istilah Sklus hidup muncul 18 kali, 7 istilah berhubungan dengan konsep
perspektif.

ISO 14001:2015 secara eksplisit tidak menentukan seperti apa bentuk implementasi LCP dan
hanya memberikan definisi LCP di Bab 3 yaitu "Consecutive and interlinked stages of a product
(or service) system, from raw material acquisition or generation from natural resources to final
disposal" Note 1 to entry: The life cycle stages include acquisition of raw materials, design,
production, transportation/delivery, use, end-of-life treatment and final disposal.

(Tahapan berturut-turut dan saling terkait dari suatu produk (atau layanan) sistem, dari
akuisisi bahan baku atau pembangkitan dari sumber daya alam hingga pembuangan akhir
"Catatan 1 untuk masuk: Tahapan siklus hidup meliputi perolehan bahan baku, desain,
produksi, transportasi / pengiriman, penggunaan , perawatan akhir-hidup dan pembuangan
akhir.)
Nah setiap saya memberikan Training Pertanyaan utama dari peserta antara lain :

1. Bagaimana perusahaan harus menggunakan perspektif siklus hidup ketika merencanakan


Sistem Manajemen Lingkungan ?

2. Seperti apa bukti yang diharapkan oleh auditor untuk mengkonfirmasi bahwa perspektif siklus
hidup telah digunakan Klien dalam perencanaan SML

JAWABAN

1. Gunakan perspektif siklus hidup dalam fase

PERENCANAAN Sistem Manajemen Lingkungan (CLAUSE 6)

Life Cycle Perspektif adalah Pendekatan sistematis untuk pengelolaan lingkungan yang dapat
bermanfaat sebagai informasi bagi manajemen puncak dalam untuk sukses dalam kinerja
lingkungan jangka panjang (SUSTAINIBILITY) dan membuat pilihan untuk berkontribusi terhadap
pembangunan berkelanjutan dengan mengontrol atau mempengaruhi cara produk dan jasa
organisasi dirancang, diproduksi, didistribusikan, dikonsumsi dan dibuang oleh customer produk
kita.

Menggunakan perspektif siklus hidup berarti mencegah dampak lingkungan dari yang tidak
sengaja bergeser masuk ke dalam siklus hidup.

Sehingga untuk melakukan ini, Perusahaan perlu untuk memperluas pandangan mereka tentang
dampak yang berasal dari produk dan layanan mereka di luar garis pagar Perusahaan.

Perusahaan perlu mencari tahu rantai pasokan bahan baku untuk memahami dampak
lingkungan yang disebabkan oleh para pemasok mereka dan bagaimana cara pemasok
melakukan proses penyediaan barang kepada kita.

Dengan demikian, Perusahaan dapat mengidentifikasi dampak lingkungan yang mereka


sebelumnya tidak menyadari.

Dari informasi baru ini Persahaan dapat mempertimbangkan apa pengendalian atau pengaruh
yang mereka miliki atas dampak lingkungan yang terjadi di rantai pasokan tersebut.

contoh :
a. Sebuah perusahaan sepatu terkenal saat melaunching hasil New Product Development
diharuskan memilih perusahaan subkon maka yang akan memproduksi desain baru. Dan
ternyata setelah mass production ada beberapa subkon yang membutuhkan pemakaian listrik
dan air lebih tinggi dalam produksi 1 pasang sepatu.

b. ada juga perusahaan Oil&Gas dengan mengidentifikasi adanya dampak lingkungan berupa
pencemaran air & tanah akibat ceceran baham kimia karena kendaraan pengangkut dari supplier
mengalami kecelakaan dijalan

Perusahaan juga perlu mengidentifikasi dampak lingkungan yang berasal dari penggunaan
produk atau jasa mereka oleh pelanggan mereka atau oleh pengguna akhir (End User).
Perusahaan perlu untuk mengevaluasi kemampuan mereka untuk mengontrol atau
mempengaruhi dampak tersebut .

misal : Perusahaan Produsen Celana Jeans merk terkenal mengidentifikasi bahwa ada dampak
lingkungan pencemaran tanah jika produk yang ia produksi cepat rusak maka akan menjadi
sampah padat.

Oke langkah kedua setelah identifikasi aspek dampak dari rantai pasokan dan yang bebrasal dari
penggunaan produk akhir Produk, Perusahaan harus berusaha untuk mengatasi aspek
lingkungan atau dengan kata lain PENGENDALIAN OPERASIONAL

ISO 14001:2015 sudah memberi acuan bahwa Perusahaan dapat memilih untuk menangani
aspek-aspek siklus hidup ini tergantung pada beberapa faktor termasuk:

- tingkat risiko aspek terhadap organisasi

- tingkat risiko aspek terhadap lingkungan

- tingkat pengaruh organisasi dalam mengendalikan beberapa aspek


Seberapa besar jumlah Pengendalian Organisasi terhadap aspek siklus hidup tergantung pada:

- Seberapa jauh rantai pasokan aspek siklus hidup (baik dari penyediaan bahan baku maupun
pembuangan)

- Bagaimana perubahan desain akan mempengaruhi kinerja atau biaya produk

- Siapa yang mengontrol desain produk atau jasa

Perusahaan juga harus menggunakan perspektif siklus hidup ketika mereka meninjau potensi
aspek & dampak lingkungan dari proses outsourcing yang dilakukan oleh perusahaan lain atas
namanya.

Contoh Implementasi Pengendalian LCP :

1. Dari cerita Perusahaan Produsen Celana Jeans merk terkenal tadi maka pengendalian yang
mereka lakikan atas dampak pencemaraan tanah akibat aspek celana jeans produk mereka yang
cepat rusak karena kesalahan proses pencucian / setrika oleh End User maka saat ini
menggunakan banyak label di bagian dalam celana bukan hanya untuk ukuran celana namun ada
tambahan label sebagai informasi cara pencucian dan aetrika. Tujuannya adalah agarcelana jeans
awet. Pemikiran ini didasari oleh komitmen peruaahaan tersebut dalam perlindungan lingkungan
dimana jika celana cepat rusak makan akan menjadi sampah padat.

2. Dari cerita perusahaan sepatu merk terkenal diatas, maka saat ini departemen Production
Planning memberikan jatah produksi untuk new product development yang baru dilaunching
kepada subkon mereka berdasarkan kinerja lingkungan yaitu yang melakukan penghematan
pemakaian listrik & air terbanyak.

3. Dari cerita perusahaan oil& gas diatas maka dengan mengidentifikasi asa aspek ceceran akibat
kesalaham kendaraan ekspedisi pengangkut bahan kimia maka perusahaan saat ini menerapkan
persyaratan pembelian yang mengisntruksikan agar kendaraan yang memasok bahan kimia
kendaraan nya wajib mengikuti aturan dari Kemenhub misal Pengemudi wajib memiliki
kompetensi terkait B3 sehingga dampak ada nya tumpahan b3 saat proaea pengangkutan dapat
dicegah

JAWABAN KE2

Bukti dari Life Cycle Perspektif Selama Audit

Membuktikan kepada auditor terkait perspektif siklus hidup yang digunakan untuk
mengidentifikasi aspek lingkungan mungkin lebih sulit daripada mengimplementasikan
perspektif siklus hidup. Berdasarkan pengalaman awal dengan sertifikasi ISO 14001 2015 jelas
bahwa BADAN SERTIFIKASI Belum mencapai konsensus tentang apa dan berapa banyak bukti
yang diperlukan untuk menunjukkan kesesuaian dengan persyaratan perspektif siklus hidup.

Sehingga dari diskusi para ahli sistem manajemen lingkungan kemungkinan akan terjadi banyak
Gap antara lembaga sertifikasi dan auditor praktisi di perusahaan tentang apa bukti yang dapat
diterima sebagai "kesesuaian" persyaratan LCP.

Saran saya sebagai Auditor & juga Konsultan (tidak dalam 1 instansi) sebaiknya Perusahaan
melakukan diskusi terlebih dahulu di depan dengan auditor sebelum Tahap 1 sehingga
perusahaan memberi waktu bagi auditor Badan Sertifikasi untuk melakukan pemeriksaan
tentang bukfi bukti apa saha yang perlu dikumpulkan bahwa LCP telah digunakan dalam
penerapan Sistem Manajemen Lingkungan di Perusahaan.

sumber : www. iso.org & wikipedia

(Linda S. Iskandar 7 Desember 2016)