Anda di halaman 1dari 4

METODE PENGUMPULAN DATA: WAWANCARA & OBSERVASI

Sumber Data

Data Primer : informasi dari tangan pertama.

Data Sekunder : informasi dari sumber yang sudah ada.

Sumber Data Primer

a) Kelompok Fokus: biasanya terdiri atas 8-10 anggota yang dipilih berdasarkan keahlian
mereka pada topik yang dibicarakan, dengan seorang moderator yang memimpin diskusi.
Peran Moderator : hanya mengarahkan dan memastikan semua berpartisipasi dan tidak ada
yang dominan.
Sifat Data : hanya informasi kualitatif.
b) Panel : sama dengan kelompok focus, hanya bertemunya lebih dari 1 kali.
Panel Statis : anggota tetap; Panel Dinamis : anggota berubah.
c) Ukuran Umum : contohnya kerusakan jurnal di perpustakaan menandakan sering digunakan.

Sumber Data Sekunder : buku, publikasi pemerintah mengenai indicator ekonomi, data sensis,
laporan tahunan perusahaan, bisa juga rencana yang disusun dalam organisasi, kalender kerja
eksekutif, dan pidato yang disampaikan.

Metode Pengumpulan Data : Wawancara

Wawancara Tidak Terstruktur : pewawancara tidak memasuki situasi wawancara dengan rangkaian
pertanyaan yang direncanakan yang akan diberikan kpd responden. Tujuannya adalah mengetahui
beberapa isu pendahuluan, sehingga peneliti dapat menentukan variabel yang memerlukan
investigasi mendalam lebih lanjut.

Wawancara Terstruktur : wawancara yang dilakukan ketika sejak awal diketahui informasi apa yang
diperlukan. Pewawancara memiliki daftar pertanyaan yang direncanakan untuk ditanyakan.

Melatih Pewawancara : memberikan informasi yang lengkap (briefing) mengenai penelitian dan
diberikan pelatihan mengenai cara untuk memulai wawancara, bagaimana melanjutkan wawancara
dengan pertanyaan, bagaimana memotivasi responden untuk menjawab, apa yang dicari pada
jawaban tersebut, dan bagaimana mengakhiri wawancara.

Kiat-kiat untuk Melakukan Wawancara : informasi yang diperoleh sebisa mungkin harus bebas dari
bias, yaitu kesalahan atau ketidakakuratan dalam pengumpulan data. Bias bisa disebabkan oleh oleh
pewawancaran, responden, dan situasi. Cara-cara untuk meminimalkan bias :

a) Membangun Kredibilitas, Hubungan, dan Memotivasi Individu untuk Merespons


b) Teknik Bertanya
- Teknik Corong : transisi dari tema yang luas ke sempit.
- Pertanyaan Tidak Bias
- Mengklarifikasi Persoalan : memparafasekan atau menyatakan kembali informasi
penting yang diberikan oleh responden.
- Membantu Responden untuk Mempertimbangkan Persoalan : jika responden tidak
dapat mejawab, peneliti sebaiknya mengajukan pertanyaan secara lebih sederhana.
- Membuat Catatan
- Tinjauan Kiat-Kiat untuk Diikuti Ketika Melakukan Wawancara : peneliti perlu
membangun hubungan dengan responden dan memotivasi mereka untuk memberikan
respons yang terbebas dari bias dengan menghilangkan semua kecurigaan, ketakutan,
kegelisahan, dan kekhawatiran yang mungkin mereka miliki tentang penelitian dan
konsekuensinya.

Wawancara Tatap Muka

- Kelebihan : peneliti dapat menyesuaikan pertanyaan sesuai kebutuhan, mengklarifikasi


keraguan, dan memastikan bahwa respons dipahami dengan tepat, dengan mengulangi
atau memparafrasekan pertanyaan. Juga dapat isyarat nonverbal dari responden.
- Kakurangan : keterbatasan geografis yang menghalangi dan banyak sumber daya yang
diperlukan jika survey dilakukan secara nasional/internasional.

Wawancara Telepon

- Kelebihan : (sudut pandang peneliti) dapat berkomunikasi dengan beberapa orang


berbeda dalam periode waktu yang relative singkat. (sudut pandang responden)
menghilangkan ketidaknyamanan.
- Kekurangan : responden dapat mengakhiri wawancara tanpa peringatan/penjelasan,
dengan menutup telepon.
Untuk meminimalkan, pewawancara dapat menghubungi dahulu responden untuk
meminta partisipasi mereka dalam survey, memberitahukan perkiraan durasi
wawancara, dan mengatur waktu yang tepat untuk 2 pihak.

Wawancara dengan Bantuan Komputer : CATI dan CAPI. CATI – computer-assisted telephone
interviewing, wawancara telepon dengan bantuan computer. CAPI – computer-assisted personal
interviewing, wawancara personal dengan bantuan computer.

Kelebihan dan Kekurangan Wawancara

Cara Pengumpulan Data Kelebihan Kekurangan


Wawancara Personal Dapat membangun hubungan Menghabiskan waktu pribadi.
(tatap muka) dan memotivasi responden. Biaya lebih besar jika mencakup
Dapat mengklarifikasi daerah geografis yang luas.
pertanyaan, menghilangkan Responden mungkin meragukan
keraguan, menambah pertanyaan kerahasiaan informasi yang
baru. diberikan.
Dapat membaca isyarat Pewawancara perlu dilatih.
nonverbal. Dapat menimbulkan bias
Dapat menggunakan alat bantu pewawancara.
visual untuk memperjelas poin.
Dapat memperoleh banyak data.
CAPI dapat digunakan dan
respons dimasukkan dalam
computer portable.
Wawancara Telepon Biaya lebih sedikit dan lebih cepat Isyarat nonverbal tidak dapat
daripada wawancara personal. dibaca.
Dapat menjangkau daerah Wawancara harus dibuat singkat.
geografis yang luas. Responden dapat menghentikan
Memiliki anonimitas lebih besar wawancara kapanpun.
dibandingkan wawancara
personal.
Dapat dilakukan dengan
menggunakan CATI.

METODE PROYEKTIF

Penelitian motivasional : pengungkapan ide/pemikiran tertentu yang tidak dapat dengan mudah
diungkapkan dengan kata-kata atau yang tetap berada dalam pikiran responden.

- Teknik Asosiasi Kata : meminta responden dengan cepat mengasosiasikan sebuah kata
dengan hal pertama yang muncul di pikiran mereka.
- Thematic Apperception Test : meminta responden untuk merangkai cerita di sekitar
gambar yang ditunjukkan.
- Uji Inkblot : menggunakan noda tinta berwarna yang diinterpretasikan oleh responden
yang menjelaskan apa yang mereka lihat dalam beragam pola dan warna tersebut.

OBSERVASI

Observasi adalah kegiatan melihat, mencatat, menganalisis, dan menginterpretasikan perilaku,


tindakan, atau peristiwa secara terencanakan.

4 DIMENSI UTAMA – JENIS OBSERVASI

1. Studi Observasional yang Terkontrol vs Tidak Terkontrol


Terkontrol : penelitian observasional dilakukan dengan kondisi yang diatur dengan teliti.
Kondisi dimanipulasi atau direncanakan oleh peneliti.
Tidak Terkontrol : peneliti tidak memanipulasi/memengaruhi situasi, peristiwa terjadi secara
alami dan peneliti mengamati peristiwa tersebut tanpa melakukan intervensi terhadap
situasi kehidupan nyata.
2. Observasi Partisipan vs Nonpartisipan
Nonpartisipan : peneliti tidak secara langsung terlibat dalam tindakan dari pelaku, namun
mengamati mereka dari luar jangkauan visual.
Partisipan : peneliti berpartisipasi dalam kehidupan sehari-hari dari kelompok yang diteliti.
- Partisipasi pasif : peneliti hanya mengamati di lingkungan yang diteliti tanpa menjadi
bagian dari organisasi.
- Partisipasi moderat : peneliti tidak secara aktif berpartisipasi dan hanya sesekali
berinteraksi dengan kelompok yang diteliti.
- Partisipasi aktif : peneliti benar-benar hampir dalam setiap hal yang dilakukan untuk
mempelajari perilaku kelompok. Peneliti menjadi anggota kelompok yang diteliti.
3. Studi Observasional Terstruktur vs Tidak Terstruktur
Terstruktur : pengamat memiliki rangkaian kategori kegiatan/fenomena yang direncanakan
akan diteliti. Bersifat kuantitatif.
Tidak Terstruktur : terdapat kemungkinan bahwa pada awal studi peneliti tidak memiliki ide
yang jelas dari aspek-aspek tertentu yang membutuhkan focus, sehingga peneliti mengamati
kejadian ketika hal tersebut terjadi. Bersifat kualitatif.
4. Observasi Tersembunyi vs Tidak Tersembunyi
Tersembunyi : subjek penelitian tidak diberitahu bahwa sedang diteliti.

2 PENDEKATAN PENTING UNTUK OBSERVASI

1. Observasi Partisipan
Aspek partisipatif : peneliti berpartisipasi dalam kelompok social yang diteliti.
Aspek observative : membangun hubungan.
Membuat CATATAN LAPANGAN
2. Observasi Terstruktur
Penggunaan Skema Pengkodean dgn pertimbangan :
- Focus : jelas apa yang diamati
- Objektif
- Mudah untuk digunakan
- Bersifat mutually exclusive (saling lepas) jika tidak ada kategori yang saling tumpah
tindih. Dan collectively exhaustive mencakup semua kemungkinan.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN OBSERVASI

1. Kelebihan :
- Bersifat langsung. Peneliti dapat mengumpulkan data perilaku tanpa mengajukan
pertanyaan.
- Memungkinkan untuk mengamati kelompok individu tertentu dimana mungkin akan
sulit mendapatkan informasi dari mereka.
2. Kelemahan :
- Reaktivitas (tingkat dimana peneliti memengaruhi situasi yang diamati) dapat menjadi
ancaman utama terhadap validitas temuan dari studi observasi, karena orang-orang
yang diamati mungkin menunjukkan perilaku yang berbeda selama waktu studi tersebut.
- Memerlukan banyak waktu.