Anda di halaman 1dari 17

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Rancangan Penelitian

1. Paradigma Penelitian

Menurut Sugiyono (2009:42) paradigma penelitian diartikan sebagai

pola pikir yang menunjukan hubungan antar variabel yang akan diteliti.

Hubungan antar variabel tersebut harus dapat menjawab jenis dan jumlah

rumusan masalah penelitian. Variabel-variabel itu juga menentukan

hipotesis dan teknik analisis statistik yang akan digunakan. Dalam teknik

analisis statistik, termasuk asumsi-asumsi dan pola pengumpulan data

yang mendasari paradigma metode penelitian.

Preoperasi adalah fase dimana dimulai saat keputusan untuk

melakukan pembedahan dibuat dan berakhir ketika klien dipindahkan ke

meja operasi. Konsep preoperasi adalah bagian dari keperawatan

perioperatif dan merupakan persiapan awal sebelum melakukan tindakan

operasi (Kozier dalam Karyuni 2011).

kecemasan atau ansietas merupakan gejolak emosi seseorang

yang berhubungan dengan sesuatu diluar dirinya dan mekanisme diri yang

digunakan dalam mengatasi permasalahan (Asmadi, 2009)

Reaksi psikologi dan fisiologi pada prosedur operasi dan proses

anestesi yang memungkinkan adanya respon kecemasan ditandai dengan

naiknya tekanan darah, dan detak jantung. Pada periode praoperasi

pasien akan membutuhkan persiapan terutama berkaitan dengan

77
78

tubuhnya, dimana hal tersebut menjadi faktor stressor sehingga respon

kecemasan yang timbul berlebihan dan berdampak pada proses

penyembuhan. Pembedahan juga dapat menimbulkan trauma fisik yang

luas, dan resiko kematiannya sangat serius sehingga pengaruh psikologis

pada pasien preoperasi, pengaruh psikologis terhadap tindakan

pembedahan dapat berbeda – beda (Kozier, dalam Karyuni 2011).

Sejauh ini kecemasan hanya dapat dikurangi dengan obat-obat

farmakologis dan psikoterapi, tetapi kebanyakan orang memilih teknik

alternatif yang murah dan aman. Terdapat berbagai macam teknik

alternatif yang dapat di pilih seperti pijat refleksi, yoga, siatzu, meditasi dan

aromaterapi (Price, 2000 dalam Erva 2010). Sedangkan cara non

farmakologi dapat dilakukan dengan teknik relaksasi, psikoterapi dengan

hipnotis atau hipnoterapi. (Isaacs, dalam DS et al. 2014). Teknik ini dikenal

dan diadopsi didalam dunia keperawatan, dua diantara banyak terapi

komplemeter teknik relaksasi Benson dan Aromaterapi.

Perawatan memiliki ekonomi yang luas dalam memberikan

intervensi terutama tindakan mandiri sebagai sebuah profesi yang

ditunjang dengan pendidikan tinggi. Kondisi ini memberikan kesempatan

kepada perawat untuk dapat memberikan peraktik keperawatan

komplemeter, Syender (1985 dalam Setyoadi dan Kusharyadi 2011).

Relaksasi Benson merupakan pengembangan metode respon

relaksasi pernafasan dengan melibatkan faktor keyakinan pasien, yang

dapat menciptakan suatu lingkungan internal sehingga dapat membantu

pasien mencapai kondisi kesehatan dan kesejahteraan yang lebih tinggi

(Benson & Proctor 2000, dalam Purwanto, 2014).


79

Aromaterapi berasal dari kata aroma yang berarti harum atau

wangi, dan therapy yang dapat diartikan sebagai cara pengobatan atau

penyembuhan. Sehingga aromaterapi dapat diartikan sebagai suatu cara

perawatan tubuh dan atau penyembuhan penyakit dengan menggunakan

minyak esensial (esensial oil) (Jaelani 2009). Aromaterapi menggunakan

lavender dapat menurunkan derajat kecemasan pada pasien preoperasi.

Untuk mempermudah memahami kerangka konsep penelitian ini,

dapat dilihat pada gambar 3.1

Kelompok Intervensi
kombinasi Relaksasi
Benson dengan
Aromaterapi Lavender

1. Tidak ada kecemasan


Kecemasan
2. Kecemasan ringan
pada pasien
3. Kecemasan sedang
preoperasi
4. panik

Kelompok Kontrol
Relaksasi Benson

Gambar 3.1 Kerangka Konsep Pengaruh Terapi Relaksasi Benson


dengan Aromaterapi Lavender terhadap Pasien Preoperasi
(Sugiono, 2009)

2. Rancangan Penelitian

Jenis penelitian ini merupakan penelitian true experiment

(eksperimen sungguhan) dengan desain pretest-posttest dengan


80

kelompok kontrol (pretest – posttest with control group). Pada desain

penelitian ini dilakukan randomisasi pada kelompok ekperimen dan

kelompok kontrol sehingga kedua kelompok tersebut mempunyai sifat

yang sama sebelum dilakukan perlakuan. Kemudian dilakukan pretest

pada kelompok ekperimen pada klompok kontrol, selanjutnya setelah

beberapa waktu dilakukan post-test dan hasil post-test pada kedua

kelompok tersebut dapat disebut sebagai pengaruh perlakuan (Riyanto,

2011).

Jadi dalam penelitian ini dilakukan obsevasi pertama (pretest)

sehingga peneliti melihat perubahan-perubahan yang terjadi setelah

adanya perlakuan dengan mengunakan kelompok kontrol

Pre-Test Eksperimen Post-Test


Kelompok Kontrol O0 X0 O0
Kelompok Eksperimen 1 O1 X1 O1

Gambar 3.2 Rancangan Penelitian

Keterangan:

O0 : Pengukuran pertama, mengukur tingkat kecemasan pada pasien

preoperasi pada kelompok kontrol

O1 : Pengukuran pertama, mengukur tingkat kecemasan pada pasien

preoperasi pada kelompok eksperimen 1

X0 : Perlakuan dengan pemberian terapi relaksasi Benson

X1 : Perlakuan dengan pemberian terapi relaksasi Benson dengan

Aromaterapi lavender
81

3. Hipotesa Penelitian

Hipotesa adalah suatu jawaban sementara dari pertanyaan

penelitian (Notoatmojo, 2010). Jenis hipotesis dalam penelitian ini adalah

hipotesis kerja atau sering disebut dengan hipotesis alternatif yang

disingkat dengan Ha. Hipotesa kerja menyatakan adanya hubungan

antara dua variabel, atau adanya perbedaan antara kecemasan pasien

preoperasi sebelum dan sesudah diberikan terapi relaksasi Benson

dengan aromaterapi lavender. Hipotesis dalam penelitian ini adalah

sebagai berikut:

Ho : Tidak ada pengaruh pemberian terapi relaksasi Benson dengan

aromaterapi lavender terhadap kecemasan pasien preoperasi.

Ha : Ada pengaruh pemberian terapi relaksasi Benson dengan

aromaterapi lavender terhadap kecemasan pasien preoperasi.

4. Variabel Penelitian

Variabel merupakan konsep dari berbagai level abstrak yang

didefinisikan sebagai suatu fasilitas untuk pengukuran dan atau manipulasi

suatu penelitian (Nursalam, 2011). Variabel dalam penelitian ini adalah

variabel independen (bebas) dan variabel dependen (terikat).

a. Variabel Independen

Variabel independen adalah suatu kegiatan stimulus yang dimanipulasi

oleh peneliti untuk menciptakan suatu dampak pada variabel

dependen (Nursalam, 2011). Variabel independen dalam penelitian ini

yaitu Relaksasi Benson dengan Aromaterapi Lavender.


82

b. Variabel Dependen

Variabel dependen adalah respon yang muncul sebagai akibat dari

manipulasi variabel-variabel lain (Nursalam, 2011). Variabel dependen

pada penelitian ini adalah kecemasan sebelum operasi.

5. Definisi Konseptual dan Operasional

Definisi konseptual adalah uraian tentang batasan variabel yang

dimaksud atau tentang apa yang diukur oleh variabel yang bersangkutan.

(Notoatmodjo, 2012).

Definisi konseptual dalam penelitian ini adalah :

a. Kecemasan sebelum operasi

Cemas atau ansietas merupakan reaksi emosional yang timbul

oleh penyebab yang tidak spesifik yang dapat menimbulkan perasaan

tidak nyaman dan merasa terancam. Keadaan emosi ini biasanya

merupakan pengalaman individu yang subyektif yang tidak diketahui

secara khusus penyebabnya. Cemas. Cemas dapat terjadi tanpa rasa

takut namun ketakutan tidak terjadi tanpa kecemasan (Kaplan HI &

Sadock BJ, 1998 dalam Trisnaning, 2012).

b. Relaksasi Benson dengan Aromaterapi Lavender

Relaksasi Benson merupakan pengembangan metode respon

relaksasi pernafasan dengan melibatkan faktor keyakinan pasien, yang

dapat menciptakan suatu lingkungan internal sehingga dapat

membantu pasien mencapai kondisi kesehatan dan kesejahteraan

yang lebih tinggi (Benson & Proctor 2000, dalam Purwanto, 2014)

ditambah dengan kombinasi menggunakan aromaterapi lavender.


83

Definisi operasional adalah uraian tentang batasan variabel yang

dimaksud atau tentang apa yang diukur oleh variabel yang bersangkutan

(Notoatmodjo, 2012).

Definisi operasional merupakan penjelasan dari semua variabel dan

istilah yang dipergunakan dalam penelitian secara operasional sehingga

mempermudah pembaca atau peneliti dalam mengartikan makna penelitian.

Definisi operasional ini juga bermanfaat untuk mengarahkan kepada

pengukuran atau pengamatan terhadap variabel-variabel yang bersangkutan

serta pengembangan instrumen (alat ukur).

Dalam penelitian ini definisi konseptual dan definisi operasiaonal dapat

dilihap pada tabel berikut:

Tabel 3.1 Definisi Konseptual dan Operasional


Definisi Alat Cara Skala
Variabel Definisi Konseptual Hasil Ukur
Operasional Ukur Ukur Ukur
Dependen

Kecemasan Cemas atau ansietas Pengukuran skala Pre- a. Skor < 14 = ordinal
sebelum merupakan reaksi tingkat HARS test tidak ada
operasi emosional yang kecemasan 1 & kecemasan
timbul oleh hari sebelum post
penyebab yang pelaksanaan test b. Skor 14 -
tidak spesifik yang tindakan 20 =
dapat menimbulkan operasi kecemasan
perasaan tidak ringan
nyaman dan merasa
terancam. Keadaan c. Skor 21 –
emosi ini biasanya 27 =
merupakan kecemasan
pengalaman individu sedang
yang subyektif yang
tidak diketahui d. Skor 28 –
secara khusus 41 =
penyebabnya. kecemasan
Cemas. Cemas berat.
dapat terjadi tanpa
rasa takut namun e. e. Skor
ketakutan tidak 42 – 56 =
terjadi tanpa panik.
kecemasan (Kaplan
HI & Sadock BJ,
1998 dalam
Trisnaning, 2012).
84

Independen

Relaksasi Relaksasi Benson Pemberian SOP 15 Kelompok


Benson merupakan terapi relaksasi menit Eksperimen
dengan pengembangan Benson dengan
Aromaterapi metode respon metode
lavender relaksasi pernafasan
pernafasan dengan dengan
melibatkan faktor melibatkan
keyakinan pasien, faktor
yang dapat keyakinan
menciptakan suatu pasien selama
lingkungan internal 15 menit
sehingga dapat dengan
membantu pasien menggunakan
mencapai kondisi aromaterapi
kesehatan dan lavender
kesejahteraan yang Dilakukan 15
lebih tinggi (Benson menit setelah
& Proctor 2000, pengukuran
dalam Purwanto, tingkat
2014) ditambah kecemasan
dengan
menggunakan
aromaterapi
lavender

Relaksasi Relaksasi Benson Pemberian SOP 15 Kelompok


Benson merupakan terapi relaksasi menit Kontrol
pengembangan Benson dengan
metode respon metode
relaksasi pernafasan
pernafasan dengan dengan
melibatkan faktor melibatkan
keyakinan pasien, faktor
yang dapat keyakinan
menciptakan suatu pasien selama
lingkungan internal 15 menit,
sehingga dapat Dilakukan 15
membantu pasien menit setelah
mencapai kondisi pengukuran
kesehatan dan tingkat
kesejahteraan yang kecemasan
lebih tinggi (Benson
& Proctor 2000,
dalam Purwanto,
2014)

B. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Populasi adalah keseluruhan obyek penelitian atau obyek yang

akan diteliti (Notoatmojo, 2012). populasi pada penelitian ini adalah pasien

preoperasi di Rumah Sakit Umum Daerah Sayang Cianjur 3 bulan terakhir


85

yakni bulan Oktober 2018, November 2018, Desember 2018 yang

berjumlah 1.358 pasien yang dilakukan operasi besar.

2. Sampel

Sampel adalah bagian dari populasi yang mewakili populasi yang

akan diambil (Notoatmojo, 2010). Sampel terdiri dari bagian populasi

terjangkau yang dapat dipergunakan sebagai subjek penelitian melalui

sampling. Sedangkan sampling adalah proses menyeleksi porsi dari

polulasi yang dapat mewakili populasi yang ada (Nursalam, 2011). sampel

yang diambil pada penelitian ini adalah pasien yang mau dioperasi di

Rumah Sakit Umum Daerah Sayang Cianjur.

a. Teknik Pengambilan Sampel

Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan secara

teknik simple random sampling. yaitu pengambilan sampel dari

anggota populasi dengan menggunakan acak tanpa memperhatikan

strata (tingkatan) dalam anggota populasi tersebut (Riduwan, 2015).

b. Penentuan Sampel

Menurut Penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan

rumus dari Taro Yamane atau Slovin dikarenakan jumlah populasi

lebih dari 100 orang (Riduwan 2015). Sebagai berikut:

Dimana :

n = Jumlah sampel

N = Jumlah Populasi = 1.358 orang

d² = Presisi (ditetapkan 10% dengan tingkat kepercayaan 95%


86

berdasarkan rumus tersebut diperoleh jumlah sampel sebagai berikut:

n = ___N__ = ____1.358_ __ = _1.358_= 94,99 = 95 Responden


N.d² + 1 (1.358). 0,1² + 1 14,58

Dengan pembulatan angka, maka sampel dalam penelitian ini adalah 95

Responden pasien preoperasi di Rumah sakit Umum Daerah Sayang

Cianjur.

c. Kriteria Sampel

Pada penelitian ini, peneliti memiliki kriteria inklusi dan eksklusi:

1) Kriteria Inklusi adalah kriteria dimana subjek penelitian dapat

mewakili dalam sampel penelitian yang memenuhi syarat sebagai

sampel (Notoatmojo, 2012).

Kriteria sampel inklusi :

a) Bersedia menjadi responden

b) pasien preoperasi

c) pasien preoperasi yang dirawat 1 hari sebelum pelaksanaan

operasi

d) pasien yang memiliki kecemasan saat mau operasi

2) Kriteria eksklusi adalah ciri-ciri anggota populasi yang tidak dapat

diambil sebagai sampel (Notoatmodjo, 2012).

Kriteria sampel eksklusi :

a) Pasien preoperasi yang tidak bersedia menjadi responden

b) bukan pasien preoperasi

c) pasien yang dioperasi segera (Cito)

d) Pasien yang tidak memeiliki kecemasan saat mau operasi.


87

C. Pengumpulan Data

1. Metode Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang

dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan penelitian. Proses

pengumpulan data ditentukan oleh variabel-variabel yang ada dalam

hipotesis. dalam penelitian ini data diperoleh langsung dari subjek atau

objek penelitian yang diolah sendiri oleh peneliti yang disebut data primer,

dengan sifat data kualitatif, yaitu data yang bukan berbentuk angka.

metode pengumumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan

wawancara tersetrutur dengan perlakuan atau intervensi.

Instrumen Pengumpulan Data

Instrumen Pengumpulan data adalah alat bantu yang dipilih dan

digunakan oleh peneliti dalam kegiatannyamengumpulkan agar kegiatan

tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya (Arikunto, 1995

dalam Riduwan, 2016).

Kuesioner dibagikan kepada responden sesuai dengan jumlah

sampling yang telah ditentukan. Angket yang dipakai adalah angket

tertutup, dimana jawaban telah tersedia dan responden tinggal memilih

alternatif jawaban sehingga data mudah untuk diolah dan dianalisa untuk

dibuat kesimpulan.

Adapun tata cara pengumpulan data pada penelitian ini adalah

sebagai berikut:

1) Peneliti mengajukan ijin penelitian terhadap Direktur RSUD Cianjur

untuk mengadakan penelitian.

2) Mengidentifikasi pasien preoperasi yang mengalami kecemasan.


88

3) Pasien diberikan informed consent dan diminta untuk menjadi

responden.

4) Kemudian dilakukan pengukuran tingkat kecemasan pada pasien

dewasa preoperasi sebagai pretest.

5) Selanjutnya sampel dibagi 2 secara random.

6) 1 kelompok sebagai kontrol dengan intervensi relaksasi Benson.

7) 1 kelompok sebagai eksperimen dengan intervensi relaksasi Benson

dengan aromaterapi lavender.

8) Intervensi dilakukan selama 15 menit dan 1 hari sebelum operasi

dilakukan.

9) 5 menit setelah intervensi dilakukan sampel dilakukan posttest.

2. Instrumen Penelitian

Alat atau instrumen yang digunakan untuk variabel dependen

kecemasan pasien preoperasi adalah dengan menggunakan

Skala Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) dalam lampiran 1.

Untuk variabel independen terapi relaksasi benson dengan

aromaterapi lavender dibuat oleh peneliti sesuai litelatur sumber yang

tersedia mengenai tata cara pemberian terapi relaksasi Benson dengan

aromaterapi lavender.

3. Uji Validitas dan Reliabelitas Instrumen

Sebelum penelitian dilakukan, instrumen yang digunakan untuk

mengambil data yang sebenarnya, terlebih dahulu dilakukan ujicoba/


89

tryout instrumen, untuk mengetahui tingkat kesahihan (validitas) dan

keandalan (reliabilitas). Suharsimi Arikunto (2010 :228) menyatakan

bahwa tujuan ujicoba instrumen yang berhubungan dengan kualitas

adalah upaya untuk mengetahui validitas dan reliabilitas. Suatu instrumen

itu valid, apabila dapat mengukur apa yang hendak diukur. Sedangkan

tinggi reliabilitas menunjukkan bahwa instrumet tersebut dapat mengukur

apa yang dimaksud dalam menjawab pertanyaan atau pernyataan

diantara subjek.

Uji Validitas (Uji Kesahihan) Validitas merupakan derajat

ketepatan antara data yang terjadi pada objek penelitian dengan daya

yang dapat dilaporkan oleh peneliti (Sugiyono, 2010: 363). Pengujian

validitas pada penelitian evaluatif ini menggunakan logical validity

(validitas logis). Validitas logis untuk sebuah instrumen menunjuk pada

kondisi sebuah instrumen yang memenuhi syarat valid berdasarkan hasil

penalaran dan rasional. Instrumen yang diuji validitasnya adalah intrumen

komponen konteks, masukan, proses dan hasil.

Uji Reliabilitas menunjuk pada pengertian bahwa instrumen yang

digunakan dapat mengukur sesuatu yang diukur secara konsisten dari

waktu ke waktu. Syarat kualifikasi suatu instrumen pengukur adalah

konsisten, keajegan, atau tidak berubah-ubah (Saifuddin Azwar, 2012:

110). Instrumen yang diuji reliabilitasnya adalah instrumen yang dibuat

oleh peneliti. Dalam hal ini instrumen tersebut adalah instrumen komponen

konteks, masukan, proses dan hasil.


90

Dalam penelitian ini tidak dilakukan uji validitas ataupun

reliabelitas karena hasil penelitian didapatkan dari hasil observasi dan

pengamatan dari hasil quesioner skala HARS.

D. Prosedur Penelitian

1. Tahap Persiapan

Menentukan bidang yang akan diteliti dan tempat penelitian,

melakukan studi pendahuluan, penyusunan proposal penelitian dan

konsultasi, menyiapkan perlengkapan penelitian dan instrumen

pengumpulan data, dan seminar proposal penelitian.

2. Tahap Pelaksanaan

Mendapatkan ijin penelitian, melakukan observasi dan wawancara

untuk mengetahui pengaruh terapi relaksasi Benson dengan aromaterapi

lavender terhadap kecemasan pasien preoperasi, melakukan

pengumpulan data, pengolahan data dan analisa data.

3. Tahap Akhir

Penyusunan laporan penelitian : laporan penelitian disusun dalam

bentuk tulisan agar hasil diketahui oleh orang lain sehingga dapat

mengecek kebenarannya dan penyajian hasil penelitian : hasil penelitian

kemudian disajikan dalam bentuk tabel dan narasi.


91

E. Pengolahan Data dan Analisa data

1. Pengolahan Data

Setelah data terkumpul, lalu dilakukan pengolahan data. Tahap-tahap

yang dilakukan di dalam pengolahan data menurut Notoatmodjo, 2012)

adalah sebagai berikut :

a) Editing

Hasil kuesioner dari lapangan harus dilakukan penyuntingan

(editing) terlebih dahulu. Secara umum editing adalah kegiatan

untuk pengecekan dan perbaikan isian formulir atau kuesioner.

b) Coding

Setelah semua kuesioner di edit atau di sunting, selanjutnya

dilakukan peng”kode”an atau “coding”, yakni mengubah data

berbentuk kalimat atau huruf menjadi data angka atau bilangan.

c) Prosessing

Setelah lembar kuesioner terisi penuh dan juga sudah melewati

peng”coding”an, maka langkah selanjutnya memproses data

dengan cara mengentri data dalam lembar kuesioner ke

perangkat komputer.

d) Cleaning

Apabila semua data dari setiap sumber data atau responden

selesai dimasukkan, perlu dicek kembali untuk melihat

kemungkinan-kemungkinan adanya kesalahan-kesalahan kode,

ketidak lengkapan dan sebagainya, kemudian dilakukan

pembetulan atau koreksi.


92

e) Tabulating

Yakni membuat tabel-tabel data sesuai dengan tujuan penelitian

atau yang diinginkan oleh peneliti.

2. Analisa data

Tujuan melakukan analisis data adalah untuk memperoleh gambaran

dari hasil penelitian yang telah dirumuskan dalam tujuan penelitian dan

membuktikan hipotesis-hipotesis penelitian yang telah dirumuskan

(Notoatmodjo, 2012).

F. Etika Penelitian

Etika penelitian adalah suatu pedoman etika yang berlaku untuk setiap

kegiatan penelitian yang melibatkan antara pihak peneliti, dan pihak yang

diteliti yaitu subjek penelitian (Notoatmodjo, 2012). Setelah mendapatkan

persetujuan, kemudian kuesioner diajukan kepada responden dengan tetap

menekankan pada masalah etik penelitian yang meliputi :

1. Penelitian menjamin hak-hak responden dengan cara menjamin

kerahasiaan identitas responden. Selain itu peneliti memberikan

penjelasan tujuan dan manfaat penelitian serta memberikan hak untuk

menolak dijadikan responden penelitian (informed consent).

2. Lembar permintaan menjadi responden, subyek yang memenuhi kriteria

inklusi akan diberikan lembar permohonan peneliti, yang meminta subyek

menjadi responden penelitian.

3. Lembar persetujuan menjadi responden


93

Responden harus mencantumkan tanda tangan persetujuan, sebelumnya

responden diberi kesempatan membaca isi lembar permohonan

persetujuan, jika subyek menolak untuk menjadi responden, maka peneliti

tidak akan memaksa dan tetap menghormati serta menghargai hak

subyek.

4. Anonymity

Untuk kerahasiaan responden, peneliti tidak mencantumkan nama

responden, tetapi peneliti menggunakan kode tertentu untuk masing-

masing responden.

5. Confidentiality

Kerahasiaan informasi yang telah dikumpulkan dari responden dijamin

oleh peneliti. Data tersebut hanya akan disajikan atau dilaporkan pada

pihak yang terkait dengan penelitian.

G. Lokasi dan Waktu Penelitian

Tempat penelitian dilaksanakan di Ruang Perawatan Bedah Rumah

Sakit Umum Daerah Sayang Cianjur.

Waktu penelitian dilaksanakan selama periode bulan Februari sampai dengan

bulan April 2019.