Anda di halaman 1dari 7

e-journal Keperawatan (e-Kp) Volume 7, Nomor 1, Februari 2019

HUBUNGAN KONDISI OVERCROWDED DENGAN KETEPATAN


PELAKSANAAN TRIASE DI INSTALASI GAWAT DARURAT
RSU GMIM PANCARAN KASIH MANADO
Vianthy Kundiman
Lucky Kumaat
Maykel Kiling

Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran


Universitas Sam Ratulangi
Email: vianthy.kundiman@gmail.com

Abstract: Triage is a patient sorting activity based on the severity of trauma or illness that is
carried out immediately in a short time. Overcrowded conditions by patients in the ED due to
the incompatibility of patients with the number of overcrowded nurses have an impact on the
accuracy implementation of triage in patients aimed at reducing morbidity and mortality.The
purpose was to identify the relationship of overcrowded conditions and the accuracy
implementation of triage at ED of Pancaran Kasih GMIM Hospital Manado. The design study
is analytic survey with cross sectional.Samples 105 respondents with a Non Probability
sampling technique namely Consecutive sampling. Results used the Chi square test with a
significance level of 95% so that the value of p value is 0,000 smaller than the significant value
of 0.05.Conclusion there is a relationship of overcrowded conditions and the accuracy
implementation of the truage at Emergency Department of Pancaran Kasih GMIM Hospital
Manado..
Keywords: Triage, Overcrowded, Accuracy

Abstrak: Triase merupakan kegiatan pemilahan pasien berdasarkan berat dan ringannya trauma
atau penyakit yang diderita yang dilakukan segera dalam waktu yang singkat. Kondisi
overcrowded oleh pasien di IGD disebabkan karena tidak sesuainya jumlah pasien dengan
jumlah perawat Overcrowded berdampak pada ketepatan pelaksanaan triase pada pasien yang
bertujuan menurunkan angka morbiditas dan mortalitas. Tujuan untuk mengetahui hubungan
antara kondisi overcrowded dengan ketepatan pelaksanaan triase di IGD RSU GMIM Pancaran
Kasih Manado. Metode menggunakan desain penelitian cross sectional study. Sampel terdiri
dari 105 responden dengan tehnik pengambilan sampel Non Probability sampling yaitu
Consecutive sampling. Hasil menggunakan uji Chi square dengan tingkat kemaknaan 95%
sehingga didapatkan nilai p value yaitu 0,000 lebih kecil dari nilai signifikan 0,05. Kesimpulan
terdapat hubungan antara kondisi overcrowded dengan ketepatan pelaksanaan triase di IGD
RSU GMIM Pancaran Kasih Manado.
Kata Kunci: Triase, Overcrowded, Ketepatan

2
e-journal Keperawatan (e-Kp) Volume 7, Nomor 1, Februari 2019

PENDAHULUAN atau penyakit yang diderita serta kecepatan


Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan penanganan atau pemindahan pasien
salah satu unit rumah sakit yang (Hosnaniah, 2014). Hasil penelitian
memberikan pelayanan gawat darurat untuk Nonutu, dkk (2015) yang dilakukan di IGD
mencegah terjadinya morbiditas dan RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado,
meminimalkan terjadinya mortalitas pada didapatkan pelaksanaan triase pada
semua pasien (Jadmiko, 2014). Peningkatan kunjungan pasien dengan kategori jumlah
akses masyarakat memanfaatkan fasilitas pasien melebihi jumlah perawat pelaksana
IGD sebanding dengan peningkatan jumlah sebanyak 6 responden (17,64%) tepat
kunjungan pasien sehingga mengakibatkan pelaksanaan triase dan 28 responden
IGD berada dalam kondisi overcrowded (82,35%) tidak tepat dalam pelaksaan
atau kepadatan pasien dengan segala triase.
konsekuensinya sekaligus menjadi masalah Hasil wawancara data awal dengan
krisis nasional dan internasional (Ningsih, petugas rekam medik di RSU GMIM
2015). Pancaran Kasih Manado pada 18 September
Beberapa tahun terakhir instalasi gawat 2018, menyatakan jumlah kunjungan IGD
darurat di United Stated telah melihat pada tiga bulan terakhir yaitu bulan Mei
peningkatan volume kunjungan pasien 1.501 pasien, Juni 1.641 pasien, dan Juli
sekitar 30 juta pasien per tahun 1.547 pasien. Hasil wawancara dengan
(Department of Health, 2012). Di Indonesia kepala IGD pada 19 September 2018,
berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan menyatakan jumlah tenaga medis yaitu
RI (2009) menyatakan data kunjungan perawat 23 orang yang dibagi 6 orang tiap
masuk pasien ke IGD di Indonesia adalah shiftdantelah memiliki sertifikat pelatihan
4.402.205 pasien (13.3%) dari total seluruh Bantuan Hidup Dasar (BHD) serta Basic
kunjungan di rumah sakit umum. Terkait Trauma Cardiac Life Support (BTCLS),
dengan data tersebut hasil penelitian yang jumlah dokter 13 orang yang dibagi satu
dilakukan oleh Oroh, dkk (2017) di RSU sampai dua orang tiap shift, terdapat 9
GMIM Pancaran Kasih Manado tempat tidur (bed), dan banyaknya pasien
menunjukkan dari 80 responden (100%) yang datang ke IGD rata-rata ± 50 orang
dapat diketahui bahwa responden yang setiap hari serta waktu tinggal pasien di IGD
dalam kategori overcrowded sebanyak 56 paling lama 2 hari akibat belum tersedianya
responden (70.0%). ruang rawat inap sehingga membuat
Kondisi di dalam IGD yang ruangan IGD menjadi penuh. Berdasarkan
penuh/overcrowded dengan pasien latar belakang yang ditemukan, maka
disebabkan oleh tidak sesuainya jumlah peneliti tertarik untuk meneliti hubungan
pasien yang datang berkunjung dengan antara kondisi overcrowded dengan
jumlah perawat sehingga mengakibatkan ketepatan pelaksanaan triase di Instalasi
pelayanan di IGD menjadi terhambat Gawat Darurat RSU GMIM Pancaran Kasih
bahkan akan menurun kualitasnya Manado.
(Jadmiko, 2014; Firdaus, 2017). Oleh
karena itu pemberian pelayanan METODE PENELITIAN
kegawatdaruratan memiliki tujuan Desain penelitian yang dipilih oleh
menurunkan angka morbiditas dan peneliti adalah survei analitik yaitu mencari
mortalitas sehingga memerlukan korelasi antar variabel dengan
kemampuan perawat untuk menggolongkan menggunakan pendekatan cross sectional.
atau memilah pasien yang membutuhkan Penelitian ini telah dilaksanakan di Instalasi
pertolongan terlebih dahulu yang disebut Gawat Darurat (IGD) RSU GMIM
triase (Febrina & Sholehat, 2017). Triase Pancaran Kasih Manado. Waktu penelitian
merupakan kegiatan pemilahan pasien yang telah dilakukan pada bulan September
berdasarkan berat dan ringannya trauma sampai dengan November 2018. Populasi
dalam penelitian ini yaitu seluruh pasien
2
e-journal Keperawatan (e-Kp) Volume 7, Nomor 1, Februari 2019

yang datang ke IGD RSU GMIM Pancaran HASIL dan PEMBAHASAN


Kasih Manado. Jumlah sampel dalam Karakteristik Responden
penelitian ini menggunakan rumus slovin Tabel 1. Distribusi Sampel Berdasarkan
dari 1560 orang yaitu 105 orang. Teknik Jenis Kelamin
pengambilan sampel yang digunakan Jenis Kelamin n %
peneliti adalah Non probability sampling Perempuan 56 53,3
yaitu Consecutive sampling (Setiadi, 2013). Laki-laki 49 46,7
Instrument penelitian menggunakan Total 105 100
lembar observasi kondisi overcrowded Sumber: Data Primer 2018
didapat dari penelitian Oroh, dkk (2017)
tentang hubungan kondisi overcrowded dan Berdasarkan tabel diatas menunjukkan
pemberian informasi dengan kecemasan dari total 105 responden (100%) yang
keluarga pasien di IGD RSU GMIM memiliki jumlah paling banyak berdasarkan
Pancaran Kasih Manado dan lembar jenis kelamin yaitu perempuan sebanyak 56
observasi ketepatan pelaksanaan triase di responden (53,3%), sedangkan laki-laki
dapat dari Standar Operasional Prosedur hanya sebanyak 49 responden (46,7%).
(SOP) Triase RSU GMIM Pancaran Kasih Primanita (2011) menyimpulkan jenis
Manado yang terdiri dari 5 prosedur. kelamin mempengaruhi persepsi seseorang
Perhitungan variabel kondisi overcrowded untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan,
sebagai berikut: dikatakan overcrowded perempuan lebih banyak melaporkan
jika jumlah kunjungan >9 orang dan adanya gejala penyakit dan berkonsultasi
dikatakan tidak overcrowded jika jumlah dengan dokter dari pada laki-
kunjungan ≤9 orang. Pengukuran variabel laki.Berdasarkan hasil penelitian di atas dan
ketepatan pelaksanaan triase sebagai observasi yang telah dilakukan maka
berikut: dikatakan tepat jika semua item peneliti berasumsi bahwa banyaknya
prosedur dilakukan dan dikatakan tidak jumlah pengunjung dengan jenis kelamin
tepat jika satu atau lebih item prosedur tidak perempuan karena perempuan lebih
dilakukan. mencemaskan situasi dan kondisi dirinya
Pengolahan data melalui tahap editing, dibanding laki-laki.
coding, processing, dan cleaning. Dengan
analisis univariat dalam penelitian ini Tabel 2. Distribusi Sampel Berdasarkan
adalah kondisi overcrowded di instalasi Usia
gawat darurat. Sedangakan analisis bivariat Kategori Pasien n %
dalam penelitian ini adalah untuk Balita 8 7,6
mengetahui hubungan antara variabel Kanak-kanak 8 7,6
independent yaitu kondisi overcrowded Remaja Awal 5 4,8
dengan variabel dependent yaitu ketepatan Remaja Akhir 15 14,3
pelaksanaan triase di instalasi gawat Dewasa Awal 14 13,3
darurat. Menggunakan uji Chi square Dewasa Akhir 10 9,5
dengan tingkat kemaknaan 95% (α=≤o,05). Lansia Awal 18 17,1
Lansia Akhir 12 11,4
Manula 15 14,3
Total 105 100
Sumber: Data Primer 2018

Hasil penelitian menunjukkan dari total


105 responden (100%) yang paling banyak
berdasarkan usia lansia awal sebanyak 18
responden (17,1%) dan yang paling sedikit
remaja awal yaitu 5 responden

3
e-journal Keperawatan (e-Kp) Volume 7, Nomor 1, Februari 2019

(4,8%).Takaendengan (2016) menyatakan berasumsi bahwa terjadinya kondisi


bahwa distribusi kasus IGD paling banyak overcrowded di IGD RSU Pancaran Kasih
oleh rentang usia 45-64 tahun yang Manado karena jumlah kunjungan pasien
dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti jenis yang terus meningkat dan lamanya pasien
penyakit, status kegawatan, tingkat dpindahkan ke ruang rawat inap maupun
pendidikan, nutrisi dan lainnya. Furwanti dipulangkan.
(2014) kematangan seseorang secara
objektif dapat dilihat dari periode usia yang Tabel 4. Frekuensi Berdasarkan Ketepatan
menunjukkan pengalaman, wawasan, Pelaksanaan Triase di RSU GMIM
keterampilan dan kemandirian, oleh karena Pancaran Kasih Manado Pada November
itu usia yang semakin tua akan cenderung sampai Desember 2018
memiliki pengalaman yang lebih dalam Variabel n %
menyikapi kondisi kesehatannya. Tepat 26 24,8
Berdasarkan hasil penelitian diatas, jurnal Tidak tepat 79 75,2
dan teori yang ada maka peneliti berasumsi Total 105 100
bahwa semakin tua usia maka seseorang Sumber: Data Primer 2018
lebih rentan untuk sakit akibat perubahan
fisiologis tubuh. Berdasarkan hasil penelitian diatas
menunjukkan dari 105 responden (100%)
Hasil Analisis Univariat yang tepat dalam pelaksanaan triase yaitu
Tabel 3. Frekuensi Berdasarkan Tingkat 26 responden (41,9%) dan yang tidak tepat
Kondisi Overcrowded di RSU GMIM dalam pelaksanaan triase yaitu 79
Pancaran Kasih Manado pada November responden (58,1%). Penelitian ini tidak
sampai Desember 2018 sejalan dengan penelitian yang telah
Variabel n % dilakukan oleh Sumarno (2017) yang
Overcrowded 85 81 berjudul hubungan ketepatan pelaksanaan
Tidak Overcrowded 20 19 triase dengan tingkat kepuasan keluarga
Total 105 100 pasien di IGD RSUP. Prof. DR. R. D.
Sumber: Data Primer 2018 Kandou Manado menunjukkan dari 120
responden (100%) dalam kategori tepat
Hasil penelitian menunjukkan dari 105 pelaksanaan triase yaitu 114 responden
responden (100%) yang dalam kondisi (95%) dan tidak tepat sebanyak 6 responden
overcrowded yaitu 85 responden (81%) dan (5%).
dalam kategori tidak overcrowded yaitu 20 Ekins dan Morphet (2015)
responden (19%).Penelitian ini sejalan menyatakanketidaktepatan penilaian triase
dengan hasil penelitian Firdaus (2017) memiliki resiko meningkatkan angka
bahwa kondisi ruangan IGD yang keselamatan pasien dan kualitas dari
overcrowded atau penuh disebabkan tidak layanan kesehatan. Berdasarkan hasil
sesuainya jumlah kunjungan pasien dengan penelitian diatas, peneliti berpendapat
jumlah perawat.Jones (2010) berpendapat bahwa pelaksanaan triase yang dominan
bahwa pengelolaan petugas di IGD tidak tepat di IGD RSU GMIM Pancaran
merupakan pekerjaan yang tidak mudah, hal Kasih Manado karena banyak jumlah
tersebut disebabkan oleh tidak menentunya pengunjung pasien yang tidak sesuai
jumlah dan kondisi pasien yang datang ke dengan jumlah perawat.
IGD, tercukupinya pengaturan rasio
perbandingan antara perawat dengan pasien
merupakan faktor yang sangat penting agar
pelayanan terhadap kebutuhan pasien dapat
dilakukan secara optimal.Berdasarkan hasil
penelitian diatas dan observasi, peneliti

4
e-journal Keperawatan (e-Kp) Volume 7, Nomor 1, Februari 2019

Hasil Analisis Bivariat Dadashzadeh (2013) menyatakan


Tabel 5. Hubungan Kondisi Overcrowded bahwa dalam penelitian kualitatifnya
dengan Ketepatan Pelaksanaan Triase di menyatakan bahwa faktor yang
IGD RSU GMIM Pancaran Kasih Manado mempengaruhi pelaksanaan triase dibagi
pada November sampai Desember 2018 menjadi 3 kategori yaitu faktor personil
Ketepatan
Total
(keterampilan dan pengetahuan perawat),
Pelaksanaan Triase faktor pasien dan faktor non personil salah
Kondisi Tepat
Tidak Pv satunya adalah beban kerja. Menurut
Tepat
Ainiyah, Nur (2015) ketersediaan sumber
n % n % n %
daya merupakan salah satu dukungan yang
Tidak 11 10,5 9 8,6 20 19
digunakan perawat dalam memberikan
Overcrow 15 14,3 70 66,7 85 81 0,000 pelayanan keperawatan terhadap pasien
ded secara optimal. Berdasarkan penelitian
Total 26 24,8 79 75,2 105 100 diatas adanya hubungan antara kondisi
Sumber: Data Primer 2018 overcrowded dengan ketepatan pelaksanaan
triase di IGD RSU GMIM Pancaran Kasih
Berdasarkan tabel diatas dari 105 lebih dominan pelaksanaan triase tidak
responden (100%) menunjukkan 85 tepat disaat kondisi overcrowded, maka
responden (81%) yang berada dalam peneliti berasumsi tidak sesuainya jumlah
kategori kondisi overcrowded didapatkan perawat dengan jumlah kunjungan pasien
yang paling banyak tidak tepat dalam yang terus meningkat dan tuntutan pasien
pelaksanaan triase yaitu 70 responden yang ingin mendapatkan prioritas
(66,7%). Sedangkan 20 responden (19%) pelayanan utama yang tidak sesuai dengan
yang berada dalam kondisi tidak tingkat kegawatan sesuai degan Standar
overcrowded didapatkan yang paling operasional prosedur (SOP). Pasien yang
banyak tepat dalam pelaksanaan triase yaitu datang paling banyak berada di triase urgent
11 responden (10,5%) . Hasil uji hipotesis (kuning) dan non urgent (hijau), namun
dengan menggunakan uji Chi square (X2) sering tidak diberikan pelayanansesuai
dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05), dengan sistem triase tersebut.
menunjukkan Ho ditolak berarti terdapat
hubungan kondisi overcrowded dengan SIMPULAN
ketepatan pelaksanaan triase di IGD RSU Berdasarkan hasil penelitian dan
GMIM Pancaran Kasih Manado dimana pembahasan mengenai hubungan kondisi
nila pv = 0,000, lebih kecil dari α = 0,05. overcrowded dengan ketepatan pelaksanaan
Hasil penelitian ini sejalan dengan triase di IGD RSU GMIM Pancaran Kasih
penelitian yang dilakukan oleh Nonutu, dkk Manado makadapat disimpulkan sebagian
(2015) yang menunjukkan adanya besar pengunjung IGD RSU GMIM
hubungan yang bermakna antara jumlah Pancaran Kasih Manado berdasarkan jenis
kunjungan pasien dengan ketepatan kelamin yaitu jenis kelamin perempuan dan
pelaksanaa triase. Penelitian Ainiyah, dkk berdasarkan usia yaitu usia lansia awal.
(2015) yang berjudul analisis faktor Sebagian besar kondisi di IGD RSU GMIM
pelaksanaan triase di IGD mengatakan Pancaran Kasih Manado berada dalam
bahwa faktor yang mempengaruhi kategori overcrowded. Ketepatan
pelaksanaan triase di IGD antara lain faktor pelaksanaan triase di IGD RSU GMIM
pasien yang berhubungan dengan Pancaran Kasih Manado paling banyak
pelaksanaan triase yang optimal, faktor tidak tepat dilaksanakan.Terdapat
ketenagaan yang baik menunjukkan hubungan antara kondisi overcrowded
pelaksanaan triase yang optimal dan faktor dengan ketepatan pelaksanaan triase di IGD
perlengkapan yang berhubungan dengan RSU GMIM Pancaran Kasih Manado
pelaksanaan triase yang optimal.

5
e-journal Keperawatan (e-Kp) Volume 7, Nomor 1, Februari 2019

DAFTAR PUSTAKA Diakses pada tanggal 29 Oktober


Ainiyah, N., Ahsan dan M. Fathoni.. 2018http://ejurnalp2m.stikesmajapahi
(2015).Analisis Faktor Pelaksanaan tmojokerto.ac.id/index.php/publikasi
Triage Di Instalasi Gawat _stikes_majapahit/article/viewFile/21
Darurat.Malang: Prodi Magister 9/192
Keperawatan Peminatan Gawat
Darurat FK Universitas Brawijaya. Furwanti, E. (2014). Gambaran Tingkat
Ners Journal Volume 10 Nomor 1 Kecemasan Pasien di Instalasi Gawat
https://www.researchgate.net/publicat Darurat RSUD Panembahan Senopati
ion/32723720The_Factors_Associate Bantul: Yogyakarta. Jurnal
d_with_The_Triage_Implementation Universitas Muhamadiyah
_in_Emergency_Department Diakses
pada tanggal 8 September 2018 pukul Garbez, A. R., Carrieri-kohlman, V., Stotts,
18.00 WITA N., Chan, G., Neighbor, M., &
Francisco, S. (2011). Factors
Dadashzadeh, A., Abdolahzadeh, F., Influencing Patient Assignment to
Rahmani, A., & Ghojazadeh, M. Level 2 and Level 3 Within the 5-
(2014). Factors affecting triage Level ESI Triage System. YMEN,
decision-making from the viewpoints 37(6), 526–532.
of emergency department staff in http://doi.org/10.1016/j.jen.2010.07.0
Tabriz hospitals, doi 6(4), 261–266. 10

Department Of Health. (2012). A&E Hosnaniah, Jazilahtul. (2014).Pelaksanaan


attendances. Department Of Health Triage Unit Gawat Darurat Rumah
Sakit Reksa Waluya Kota Mojokerto.
Ekins & Morphet. (2015). The accuracy and KTI D3
consistency of rural, remote and Keperawatanhttp://repository.poltekk
outpost triage nurse decision making esmajapait.ac.id Diakses pada tanggal
in one Western Australia Country 5 September 2018 pukul 18.00 WITA
Health Service Region. Australasian
Emergency Nursing Journal Vol 18, Jadmiko, Arief W. (2017). Pengetahuan
Issue 4, page 227-223, 2015. Dan Kecerdasan Emosional Terhadap
Manajemen Nyeri Di Instalasi Gawat
Febrina, W dan I. Sholehat. (2017). Darurat.Surakarta: Program Studi
Experience Of Nurse Associate To Ilmu Keperawatan Universitas
Implement Triage In Emergency Muhammadiyah Surakarta. Jurnal
Room Installation.Sumatera Barat: Riset
Program Studi Keperawatan Stikes Kesehatanhttp://ejournal.poltekkes-
Bukittinggi. Jurnal Endurance smg.ac.id/ojs/index.php/jrk/article/vi
http://ejournal.kopertis10.or.id/index. ew/1208 Diakses pada tanggal 7
php/endurance/article/viewFile/2579/ September 2018 pukul 15.00 WITA
932 Diakses pada tanggal 5
September 2018 pukul 16.30 WITA Jansen, MA. (2011). Adherence to The
Guidline Triage in Emergency
Firdaus, M. 2017. Penerapan ATS Terhadap Departments: A Survey of Dutch
Waiting Time Klien Di IGD RSUD Emergency Departments. J Clin Nurs,
Ngudi Waluyo Wlingi Bitar. Prodi D3 20(17-18), 2458-2468
Keperawatan STIKes Majapahit Keputusan Menteri Kesehatan Republik
Mojokerto. Prosiding Seminar Indonesia Nomor
Nasional Hasil Penelitian Dan 856/Menkes/SK/IX/2009 Tentang
Pengabdian Masyarakat (1)-2017. Standar Pelayanan Instalasi Gawat
6
e-journal Keperawatan (e-Kp) Volume 7, Nomor 1, Februari 2019

Darurat Rumah Sakit. Primanita, Ahdiah.2011.Hubungan Antara


http://sardjito.co.id/sardjitowp/wp- Persepsi Tentang Sakit dengan
content/uploads/2015/12/kepmenkes- Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan
856-thn-2009-standar-IGD.pdf Oleh Peserta Jaminan Kesehatan
Diakses pada tanggal 5 September Masyarakat Di Puskesmas
2018 pukul 15.30 WITA Gunungpati Kota Semarang
https://lib.unnes.ac.id/5819/1/7564.pd
Ningsih, Kartikawati D. (2015). f
Overcrowding Patient And Improving
Emergency Patient Flow In PSIK FK UNSRAT. (2018). Panduan
Emergency Department: A Literature Penulisan Tugas Akhir Mahasiswa
Review. Malang: Jurusan
Keperawatan Fakultas Kedokteran Setiadi. (2013). Konsep dan Praktik
Universitas Brawijaya Malang. Jurnal Penulisan Riset Keperawatan.
Ilmu Yogyakarta: Graha Ilmu
Keperawatanhttp://jik.ub.ac.id/index.
Sumarno, M., Ismanto, A., dan Y.Bataha.
php/jik/article/download/43/62.
(2017).Hubungan Ketepatan
Diakses tanggal 5 September 2018
Pelaksanaan Triase Dengan Tingkat
pukul 19.00 WITA
Kepuasan Keluarga Pasien Di
Nonutu, P.,Mulyadi, dan R.Hamel. Instalasi Gawat Darurat RSUP. Prof.
(2015).Hubungan Jumlah Kunjungan DR. R. D. Kandou. Manado: Program
Pasien Dengan Ketepatan Studiilmu Keperawatan Universitas
Pelaksanaan Triase Di Instalasi Gawat Sam Ratulangi. Ejournal
Darurat RSUP Pof. DR. R. D. Keperawatan (e-Kp) Vol.5(1), p. 3
Kandou. Manado: Program Studi Ilmu https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php
Keperawatan Universitas Sam /jkp/article/view/15896/15409
Ratulangi. Ejournal Keperawatan (e- Diakses pada tanggal 7 September
Kp) Vol.3(2), p.4- 2018 pukul 20.15 WITA
5https://ejournal.unsrat.ac.id/index.ph
Takaendengan, D. (2016). Profil 10 Besar
p/jkp/article/view/8092 /7653 Diakses
Kasus Di Instalasi Gawat Darurat
pada tanggal 5 September 2018 pukul
Bedah RSUP. Prof. R. D. Kandou
17.00 WITA
Periode Januari-Desember 2015.
Oroh,A., Mulyadi, dan R.Malara. (2017). Jurnal E-Clinic.
Hubungan Antara Kondisi https://ejournal.unsrat.ac.id/index.ph
Overcrowded Dan Pemberian p/eclinic/article/view/14567/14139
Informasi Dengan Kecemasan
Keluarga Pasien Di Instalasi Gawat
Darurat Rumah Sakit Pancaran Kasih
GMIM Manado. Manado: Program
Studi Ilmu Keperawatan Fakultas
Kedokteran Universitas Sam
Ratulangi. Ejournal Keperawatan (e-
Kp) Vol.
5(1)https://ejournal.unsrat.ac.id/index
.php/jkp/article/view/14889/14453
Diakses tanggal 5 September !4.00
WITA