Anda di halaman 1dari 5

Berat Badan pada Pasien Edema

Banyaknya edema dinilai pada setiap pasien dengan perhitungan edema anasarka 30% berat
badan, edema pelpebra 10% berat badan, edema palpebra dan tibial 20% berat badan.

Dobutamin

Dobutamin merupakan agonis beta yang poten dan memiliki efek alfa 1 yang lemah,
jadi tidak terlalu menurunkan resistensi perifer sehingga tidak menyebabkan reflek takikardia.
Dobutamin dapat meningkatkan cardiac output karena meningkatkan kontraktilitasjantung,
menurunkan tekanan a. pulmonalis (dilatasi a. pulmonalis akibat perangsangan adrenoreseptor
beta2 di a. pulmonalis), namun tidak terlalu meningkatkan laju jantung (efek inotropik melebihi
efek kronotropik). Dibandingkan dengan dopamin, pada dosis yang memberi efek inotropik yang
sama, dobutamin kurang meningkatkan laju jantung.

Indikasi dan Dosis


1. Syok kardiogenik: indikasi utama pemberian dobutamin adalah syok kardiogenik akibat
infark miokard atau pada gagal jantung kronis. Dosis mulai 2,5 µg/KgBb/mnt kemudian
dititrasi sampai terjadi perbaikan TD. Setelah hemodinamik stabil secepat mungkin obat
ini ditappering off karena pemberian dobutamin berhari-hari dapat menyebabkan
miokard exhausted sehingga sulit menghentikan obat.
2. Bradikardia yang tidak respon dengan pemberian atropin (IV), atau pasien bradikardia
yang membutuhkan waktu yang lama untuk memperoleh bantuan obat-obat lain atau
intervensi (pemasangan pacemaker temporer). Drip dobutamin dosis rendah efektif untuk
meningkatkan laju jantung.

Kemasan 1 ampul = 5ml = 250mg = 250.000mcg


Oplosan : Nacl 0,9% 250mg Dext 5%

Cara perhitungan dosis:

Keterangan tpm = tetes per menit. 1 cc = 250mg tpm mikrodrip infus


contoh: dosis 5mcg/KgBB/mnt, dengan berat badan 50 Kg dan pengenceran 250 mg (1 ampul)
diencerkan dengan NaCl 0,9% menjadi 50 ml.
Maka

Tabel dosis dobutamin per KgBB dengan pengenceran 250 mg (1 ampul) dengan NaCl
0,9% 250mg 50 ml

Referensi:
Kabo, Peter. 2010. Bagaimana Menggunakan Obat-Obat Kardiovaskular Rasional. Jakarta. Balai
Penerbit FKUI

Dopamin
Dopamin (DA) merupakan prekursor nor-adrenalin dan meningkatkan pelepasan nor-adrenalin.
Obat ini memberi efek pada sistem kardiovaskuler karena dapat berinteraksi dengan reseptor
DA. Pada dosis besar dopamin dapat merangsang adrenoreseptor beta dan dosis yg lebih besar
lagi merangsang adrenoreseptor alfa.

Farmakodinamik:
Dopamin dosis kecil (2,5-5 mcg/KgBB/mnt) merangsang reseptor DA dipembuluh darah ginjal,
mesenterium dan a. Koroner yang menyebabkan vasodilatasi. Akibatnya selain terjadi diuresis
dan natriuresis, aliran darah di organ-organ tersebut juga meningkat.
Dopamin dosis sedang (5-10 mcg/KgBB/mnt) merangsang adrenoreseptor beta dijantung
sehingga meningkatkan kontraktilitas miokard dan laju jantung, efek inotropik
dopamin relatif lebih besar dibandingkan efek relatif demikian obat ini menyebabkan kebutuhan
O2 miokard yang sedikit meningkatkan Tekanan Darah (TD) sistolik tanpa banyak
mempengaruhi TD diastolik.
Sifat-sifat dari dopamin dosis rendah membuatnya menjadi pilihan utama pada syok kardiogenik
yang disebabkan infark miokard.
Dopamin dosis tinggi (> 10mcg/KgBB/mnt) merangsang adrenoreseptor alfa 1 di pembuluh
darah menyebabkan vasokonstriksi di hampir semua pembuluh darah termasuk arteri renalis dan
mesenterik, juga meningkatkan kontraktilitas miokard karena terjadi peningkatan pelepasan
noradrenalin.

Indikasi dan Patofisiologi


Syok kardiogenik: indikasi utama dopamin adalah syok kardiogenik akibat infark miokard akut.
Dosis rendah dopamin (2,5-5mcg mcg/KgBB/mnt) meningkatkan diuresis, menurunkan preload
sehingga perfusi jantung membaik. Biasanya pada dosis ini sudah terjadi peningkatan TD.
Apabila tidak ada respon dosis dapat ditingkatkan sampai 5mcg/KgBB/mnt. Apabila masih tidak
ada respon sebaiknya dikombinasi dengan dobutamin, karena penambahan dosis selain
meningkatkan laju jantung, juga menimbulkan vasokonstriksi yang sangat merugikan pasien
infark miokard. Sebelum pemberian dopamin selalu harus periksa bahwa pasien tidak ada
keadaan hipovolume.

Kontraindikasi dan efek samping: doapamin kontraindikasi pada pasien yang sedang
menggunakan MAO-inhibitor. Efek samping yang timbul adalah over aktivasi saraf simpatis
seperti nausea, takikardia, sakit kepala dan muntah.

Kemasan 1 ampul = 5ml = 200mg = 200.000mcg


Oplosan: Nacl 0,9% atau Dext 5%

Keterangan tpm = tetes per menit. 1 cc = 60 tpm mikrodrip infus

Cara perhitungan dosis: contoh dosis 5mcg/KgBB/mnt, dengan berat badan 50 Kg dan
pengenceran 200 mg (1 ampul) diencerkan dengan NaCl 0,9% menjadi 50ml, Maka:

Tabel dosis dobutamin per KgBB dengan pengenceran 200mg (1ampul) dengan NaCl 0,9%
menjadi 50ml (syrenge pump)
Referensi:

1. Kabo, Peter. 2010. Bagaimana Menggunakan Obat-Obat Kardiovaskular Rasional.


Jakarta. Balai Penerbit FKUI
2. Opie, L. Drugs for the Heart 7th Edition. 2011. Elvisier