Anda di halaman 1dari 26

LAPORAN PRAKTIKUM KOMUNITAS I

“IDENTIFIKASI DAN DETEKSI PENYEHATAN MAKANAN


WARUNG PECEL AYAM ADI JAYA”

Disusun Oleh :
Kelompok 2
PSIK A 2016

1. Irma Hardiyanti S.N. (11161040000012)


2. Annisa Putri Utami (11161040000013)
3. Febriyanti (11161040000014)
4. Dea Putri Rahmadani (11161040000015)
5. Risa Lusiana (11161040000016)
6. Vina Ayu Wardani (11161040000018)
7. Ikhsanul Amal R. (11161040000019)
8. Shavira Aldinah (11161040000020)
9. Mia Nurjanah (11161040000021)
10. Intan Fauziah Dwi L. (11161040000022)

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
MEI 2017

1|Page
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang,
Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat,
hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan Laporan
Praktikum Komunitas I tentang Identifikasi dan Deteksi Masalah Penyehatan Makanan di
Warung Pecel Ayam Adi Jaya.

Laporan Praktikum Komunitas I ini telah kami susun dengan maksimal dan
mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan Laporan
Praktikum Komunitas I ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada
semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.

Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan
baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Serta keterbatasan pengetahuan
maupun pengalaman kami. Kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini. Oleh
karena itu, dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar
kami dapat memperbaiki makalah ini. Akhir kata kami berharap semoga makalah yang kami
buat tentang teori belajar dapat memberikan manfaat maupun inspirasi untuk para pembaca.

Ciputat, 19 April 2018

Penyusun

2|Page
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ........................................................................................................ .2


Daftar Isi ................................................................................................................. .3
Bab 1…………………………….…………………………………………………4
Pendahuluan…………………………….………………………………………….4
1.1 Latar belakang…………………………….………………………..4
1.2 Rumusan masalah…………………………….……………………4
1.3 Tujuan ………..…………………………….……………………...4
Bab II…………………………….………………………………………………...5
Pembahasan…………………………….…………………………………………..5
2.1 WARUNG MAKAN SEHAT………….………………………………5
2.1.1 Warung makan…………………………….………………….5
A. Pengertian ……………………………………………...5
B. Fungsi Warung Makan Sehat …………………………..5
C. Kriteria warung sehat…………………………………..6
2.2 MAKANAN…………………………….……………………………...9
2.2.1 Makanan sehat………………….……………………….…….9
2.2.2 Makanan tidak sehat…………………………….…………….14
Bab III…………………………….………………………………………………...16
Hasil dan Pembahasan ……………………………………………………………...16

3.1 Hasil …………………………….………………………………………16

3.2 Pembahasan…………………………………….……………...………...20

Dokumentasi………………………………………………………………………....22
Bab IV penutup……………………………………………………………………...24
4.1 Kesimpulan………………………………………………………………24
4.2 Saran……………………………………………………………………..24
Daftar Pustaka……………………………………………………………………….26

3|Page
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Makan adalah kebutuhan utama bagi seluruh makhluk hidup, tidak hanya manusia
tetapi hewan serta tumbuhan juga membutuhkan makan. Sebab makanan itulah yang
nantinya akan diolah dan dijadikan sumber energy, sehingga kita dapat terus beraktivitas.
Umumnya orang akan memasak sendiri makanan yang akan ia makan, dengan maksud
lebih hemat dan terjamin. Namun seiring berjalannya waktu, hal tersebut kini mulai
berubah, dimana-mana tersebar warung makan yang menyediakan berbagai jenis menu,
terutama makanan siap saji. Selain karena lebih praktis dan harga yang ditawarkan tidak
terlalu mahal, alasan lain yang membuat orang suka makan di warung-warung makan
adalah karena adanya perbedaan suasana, serta kenyamanan yang di dapat dari fasilitas-
fasilias yang memang sengaja disediakan demi kenyamanan para tamu. Dan juga kami
tak lupa untuk menjaga kehigenisan dari makanan tersebut, dari cara mengolahnya
sampai memasaknya.
Untuk itu, pada makalah ini penulis akan membahas tentang warung makan sehat
seperti apa yang pantas untuk dikonsumsi bagi pelanggan

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa itu warung makan sehat?
2. Fungsi warung makan sehat?
3. Criteria warung makan sehat?
4. Makanan sehat dan tidak sehat?
5. Criteria Makanan sehat dan tidak sehat?
6. Dampak Makanan sehat dan tidak sehat?
7. Hasil identifikasi warung pecel Adijaya?

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui Apa itu warung makan sehat
2. Untuk mengetahui Fungsi warung makan sehat
3. Untuk mengetahui Criteria warung makan sehat
4. Untuk mengetahui Makanan sehat dan tidak sehat
5. Untuk mengetahui Criteria Makanan sehat dan tidak sehat
6. Untuk mengetahui Dampak Makanan sehat dan tidak sehat
7. Untuk mengetahui Hasil identifikasi warung pecel Adijaya

4|Page
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Warung Makan Sehat
2.1.1 Warung Makan
A. Pengertian
Warung makan sehat, menurut Febrianti, A (2016) adalah suatu ruangan atau
bangunan di yang dimanfaatkan untuk menyediakan makanan dan minuman sehat
untuk melayani masyarakat. Jadi dalam warung makan sehat ini hanya menjual
makanan dan minuman yang sehat terbebas dari kuman, bahan kimia dan bahan
berbahaya lainnya.
Lebih lanjut dijelaskan Febrianti, A (2016) tujuan warung sehat antara lain
menyediakan makanan yang aman dan berizi, menyediakan fasilitas untuk
menerapkan ilmu kesehatan dan gizi dan menerapkan perilaku hidup sehat dan bersih.
Nuraida, dkk (2011: 36) menyatakan bahwa tempat makanan sehat dapat terwujud
dengan cara yaitu melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan atau Puskesemas
kemudian dilanjutkan dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat, penjual
makanan.
Berdasarkan beberapa uraian tentang tempat makan sehat di atas, maka dapat
diperoleh kesimpulan bahwa tempat makan sehat adalah salah satu tempat yang
menyediakan kebutuhan pangan di lingkungan masyarakat, sehingga tempat makan
yang ada haruslah aman, bersih dan sehat. Warung makan menyediakan makanan dan
minuman yang terjamin gizi dan keamanannyaa serta memiliki fasilitas yang aman,
bersih dan sehat bagi seluruh masyarakat.
B. Fungsi Warung Makan Sehat
Warung sehat berada pada posisi unik karena dapat memberikan kontribusi
positif bagi pemenuhan kebutuhan pangan yang aman dan bermutu, terutama bagi
masyarakat. Menurut Nuraida, L., dkk (2011: 10) warung sehat juga memiliki peranan
penting dalam menunjang kebutuhan gizi bagi pertumbuhan masyarakat. Warung
sehat juga dapat menyediakan makanan sebagai pengganti sarapan dan makan siang
di rumah. Warung memiliki peran yang penting di sekolah bagi seluruh warga
sekolah, sehingga hendaknya warung sehat aman, bersih dan sehat. Fungsi kantin
sekolah menurut Nababan, H (2012: 4) antara lain :
1. Memberikan pelayanan kepada seluruh komunitas masyarakat terhadap
kebutuhan berbagai makanan serta minuman yang aman, bermutu dan bergizi.

5|Page
2. Menunjang kemampuan tentang keamanan pangan dan gizi yang dipelajari
siswa di kelas.
3. Mengajarkan siswa untuk menerapkan standar kebersihan dalam menangani,
mengolah dan menyajikan pangan dalam kehidupan sehari-hari.

Warung menurut Febrianti (2016) memiliki fungsi lain, antara lain sarana
penyediaan makanan untuk menjaga kesehatan warga, tempat warga untuk memilih
makanan yang aman dan bergizi, tempat belajar tata krama yang ada di masyarakat
dan tempat bersoisalisasi antar warga masyarakat. Berdasarkan kedua uraian fungsi
warung sehat di atas, maka diperoleh kesimpulan bahwa warung sehat memiliki
peranan yang penting dalam lingkungan sekitar, diantaranya sarana penyediaan
makanan sehat yang aman dan bergizi, memberikan pengetahuan keamanan pangan
dan gizi kepada masyarakat, mengajarkan warga untuk menerapkan standar
kebersihan dalam mengkonsumsi makanan, memberikan pelayanan kepada warga
akan kebutuhan berbagai makanan serta minuman yang aman, bermutu dan bergizi,
dan mengajarkan kewirausahaan sejak dini kepada warga.
C. Kriteria Warung Sehat
Warung harus dapat menyediakan makanan yang sehat, aman dan bergizi,
sehingga untuk memenuhi warung sehat Menurut Miranto (2011: 52-53) maka
hendaknya warung makanan memenuhi syarat-syarat keamanan warung sehat yang
harus dipenuhi. Pengelolaan warung sehat hendaknya memperhatikan aspek-aspek
sebagai berikut yaitu tenaga, dana, lokasi dan fasilitas peralatan.
1. Tenaga
Tenaga warung sehat hendaknya memiliki kualifikasi antara lain berbadan
sehat, bebas dari penyakit menular, bersih, rapi, dan mengerti tentang kesehatan dan
memiliki disiplin kerja yang tinggi. Tenaga pelaksana warung hendaknya memiliki
pengetahuan gizi praktis dan sederhana sehingga tahu jajanan yang baik untuk dijual
di kantin sekolah.
2. Dana
Dana sangat diperlukan dalam investasi pertama yang dilakukan yaitu dana
untuk sarana fisik dan makanan. Dana selanjutnya diperoleh dan dimanfaatkan
melalui penjualan makanan di kantin sekolah.
3. Lokasi warung
Lokasi warung harus dalam pekarangan lingkungan, tidak berdekatan dengan

6|Page
jamban, kamar mandi dan tempat pembuangan sampah.
4. Fasilitas dan Peralatan
Fasilitas dan peralatan warung diantaranya fasilitas bangunan warung, fasilitas
air bersih, ruang pengolahan, tempat penyajian, tempat penyimpanan bahan pangan,
peralatan kantin, fasilitas sanitasi, fasilitas pembuangan libah dan lain-lain.
Warung sendiri menurut Nuraida (2011: 28-35) dikelompokan menjadi dua
jenis yaitu warung dengan ruangan tertutup dan warung dengan ruang terbuka seperti
kooridor atau halaman terbuka. Kedua warung tersebut harus memiliki sarana dan
prasarana, antara lain :
1) Bangunan untuk warung sehat
Warung ruang tertutup harus mempunyai bangunan tetap dengan persyaratan
tertentu, sedangkan warung ruang terbuka (koridor atau halaman) harus mempunyai
tempat tertutup untuk persiapan dan penyajian makanan dan minuman. Persyaratan
bangunan warung antara lain lantai kedap air, rata, halus tetapi tidak licin, kuat, dan
dibuat miring sehingga mudah dibersihkan. Dinding kedap air, rata, halus, bewarna
terang, tahan lama, tidak mudah mengelupas, dan kuat sehingga mudah dibersihkan.
Langit-langit terbuat dari bahan tahan lama, tidak bocor, tidak berlubang, dan tidak
mudah mengelupas serta mudah dibersihkan. Pintu, jendela dan ventilasi lain kantin
dibuat dari tahan lama, tidak mudah pecah, rata, halus, bewarna terang, dapat dibuka
tutup dengan baik, dilengkapi kasa yang dapat dilepas sehingga mudah dibersihkan.
Lubang ventilasi 20% terhadap luas lantai yang tersedia. Lantai, dinding, langit-langit
kantin, pintu, jendela dan lubang angin atau ventilasi selalu dalam keadaan bersih.
2) Tempat penyajian atau display
Warung ruang tertutup maupun ruang terbuka harus mempunyai tempat
penyajian makanan seperti lemari display, etalase atau lemari kaca yang
memungkinkan konsumen dapat melihat makanan yang disajikan dengan jelas.
Tempat penyajian atau display makanan ini harus tertutup untuk melindungi makanan
daridebu, serangga dan hama lainnya. Hal ini bertujuan agar makanan tidak tercemar
oleh wabah penyakit. Makanan camilan harus mempunyai tempat penyajian yang
terpisah dengan makanan sepinggan (makanan utama).
3) Tempat makan
Warung dalam ruang tertutup, ruang makan harus mempunyai ventilasi yang
cukup agar udara panas dan lembab di dalam warung dapat berganti dengan udara
segar. Warung harus menyediakan meja dan kursi dalam jumlah yang cukup dan

7|Page
nyaman sehingga masyarakat dapat leluasa bergerak. Keadaan meja dan kursi harus
bersih, tidak berdesakan dan permukaan meja mudah diberishkan. Warung yang
menggunakan ruang terbuka seperti kooridor, taman atau halaman sekolah sebagai
tempat makan siswa maka tempat tersebut harus selalu dijaga kebersihannya, rindang,
ada pertukaran udara, serta jauh dari tempat penampungan sampah, WC dan
pembuangan limbah (jarak minimal 20 m).
4) Fasilitas sanitasi dalam warung
Fasilitas sanitasi dalam warung terbuka dan tertutup memiliki persyaratan
sanitasi yang sama, yaitu tersedia bak cuci piring dan peralatan dengan air bersih yang
mengalir serta rak pengering. Tersedia wastafel dengan sabun atau detergen dan lap
bersih yang cukup, atau tisu di tempat makan dan di tempat pengolahan makanan.
Tersedia suplai air bersih yang cukup, baik untuk kebutuhan pengolahan maupun
kebutuhan pencucian dan pembersihan. Tersedia alat cuci/pembersih yang terawat
baik seperti sapu lidi, sapu ijuk, selang air, kain lap, sikat, kain pel, dan bahan
pembersih seperti sapu lidi, sapu ijuk, selang air, kain lap, sikat, kain pel, dan bahan
pembersih lainnya seperti sabun dan bahan sanitasi lainnya.
5) Pembuangan limbah warung
Warung terbuka dan tertutup memiliki persyaratan yang sama dalam
pembuangan limbah warung, diantaranya yaitu tersedia tempat sampah yang kedap
air, tidak berkarat, tertutup dan mudah dibersihkan sehingga sampah jajanan atau
minuman dapat tertampung dengan benar pada tempat sampah dan sampah tidak
menjadi bau. Warung terbuka maupun tertutup diwajibkan terbebas dari sampah
berserakan sehingga kebersihan warung terjaga dan menciptakan warung sehat. Jarak
warung dengan penampungan sampah sementara minimal 20 meter.
6) Tempat penyimpanan uang
Uang merupakan sumber kontaminasi mikroba yang sering tidak disadari,
sehingga tempat penyimpanan uang harus berada jauh dari tempat penyajian makanan
atau etalase. Sebaiknya orang yang menerima pembayaran tidak merangkap sebagai
pengolah atau penyaji makanan atau setidaknya setiap memegang makanan penyaji
menggunakan sarung tangan atau plastik untuk melindungi makanan dari kuman agar
tidak terjadi pemindahan mikroba melalui uang. Berdasarkan penjelasan di atas, dapat
ditarik kesimpulan bahwa kriteria kantin makanan sehat yang terdiri dari sarana dan
prasarana sanggat menunjang dalam terwujudnya kantin sehat di sekolah. Warung
terdiri dari dua yaitu warung terbuka dan tertutup. Untuk mencapai warung sehat yang

8|Page
diinginkan hendaknya memperhatikan aspek-aspek yang ada antara lain tenaga kerja,
dana, lokasi warung dan fasilitas dan peralatan. Fasilitas dan peralatan terdiri dari
persyaratan bangunan warung, tempat penyajian, fasilitas sanitasi dan pembuangan
limbah. Persyaratan yang ada hendaknya terpenuhi guna memenuhi persyaratan
warung sehat.

2.2. Makanan
Makanan adalah kebutuhan pokok manusia yang wajib dipenuhi dalam
kehidupan sehari-hari. Rosiwen (2015:1) menyatakan bahwa dalam Islam, makanan
atau minuman yang dikonsumsi mempersyaratkan dua hal yaitu “halal” dan “thayyib”
sebagaimana disebutkan dalam firman Allah Swt (QS. Al-Baqarah [2] : 168) “Hai
sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan
janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan, karena sesungguhnya setan setan
itu adalah musuh yang nyata bagimu”. Menurut Kemenkes RI (2006: 3) Bab I Pasal 1
yaitu makanan jajanan adalah makanan dan minuman yang diolah oleh pengrajin
makanan di tempat penjualan dan di sajikan sebagai makanan siap santap untuk dijual
bagi umum selain yang disajikan jasa boga, rumah makan atau restoran dan hotel.
Berdasarkan beberapa pernyataan di atas, maka dapat diperoleh kesimpulan
bahwa makanan adalah kebutuhan pokok setiap manusia yang wajib dipenuhi.
Manusia memperoleh energi untuk beraktivitas dari makanan, sehingga makanan
yang dikonsumsi hendaknya merupakan makanan yang aman, sehat dan bergizi.

2.2.1 Makanan Sehat


1. Pengertian Makanan Sehat
Secara umum makanan sehat merupakan makanan yang higenis dan bergizi
(mengandung zat hidrat arang, protein, vitamin dan mineal). Makanan higenis
menurut Widuri, H dan Mawardi, D.P (2013: 1) adalah makanan yang bebas dari
kuman penyakit dan tidak meracuni. Makanan harus sehat, karena semua makanan
akan dimasukan ke dalam tubuh manusia melalui sistem pencernaan. Makanan sehat
menurut Muhajair (2007: 204) adalah makanan yang seimbang. Menu makanan harus
mengandung semua zat-zat yang diperlukan tubuh dan harus terhindar dari kuman-
kuman atau zat-zat yang dapat membahayakan tubuh. Makanan yang aman menurut
Minarto (2011: 17) adalah makanan dan minuman yangbebas kuman (mikroba
patogen), bahan kimia dan bahan berbahaya yang bila dikonsumsi menimbulkan

9|Page
gangguan kesehatan manusia. Makanan sehat juga dijelaskan oleh Nuraida, L. dkk.
(2011: 5-6) menyatakan bahwa :

“Makanan sehat adalah makanan yang mengandung zat gizi yang diperlukan
seorang anak untuk hidup sehat. Makanan tersebut harus bersih, tidak kadaluarsa, dan
tidak mengandung bahan kimia atau mikroba berbahaya bagi kesehatan. Makanan
yang sehat, aman dan bergizi di sekolah penting untuk mendukung kebutuhan gizi dan
kesehatan anak. Gizi yang baik dan cukup akan membantu pertumbuhan dan
perkembanan anak secara optimal dan akan meningkatkan kemampuan kecerdasaran
anak”.Pertumbuhan dan perkembangan seseorang salah satunya dipengaruhi oleh zat
gizi sehari-hari. Anak sekolah memerlukan 5 kelompok zat gizi (karbohidrat, protein,
lemak, vitamin dan mineral) dalam jumlah yang cukup, tidak berlebihan dan tidak
kekurangan. Sparringa (2013: 6) menyatakan bahwa peranan berbagai jenis bahan
makanan yang dikelompokan berdasarkan fungsi utama zat gizi disebut dengan “Tri
Guna Makanan” yaitu sebagai sumber energi, sumber zat pembangun dan sumber zat
pengatur. Sumber energi terdiri dari karbohidrat dan lemak. Sumber zat pembangun
yang terdiri dari protein hewani dan protein nabati, serta sumber zat pengatur yang
terdiri dari vitamin, mineral (zat besi, kalsium dan iodium), air dan serat.
Berdasarkan pemaparan makanan sehat diatas, maka dapat diperoleh
kesimpulan bahwa makanan sehat adalah makanan yang bersih dan higenis. Makanan
sehat merupakan makanan yang terbebas dari kuman penyakit, bahan kimia dan bahan
berbahaya lainnya yang dapat membahayakan kesehatan tubuh. Makanan sehat
sebaiknya mengandung gizi seimbang dan zat-zat yang dibutuhkan tubuh. Fungsi
utama zat gizi disebut dengan “Tri Guna Makanan” terdiri dari sumber energi, sumber
zat pembangun dan sumber zat pengatur.
2. Kriteria Makanan Sehat
Manusia sangat memerlukan makanan yang sehat untuk dikonsumsi. Makanan
dinyatakan sehat tentunya memiliki kriteria atau syarat tertentu di dalamnya. Menurut
Widuri, H dan Mawardi, D.P, (2013: 2-3) syarat-syarat makanan sehat harus
mengandung:
a. Makanan harus mengandung protein yang cukup banyak, protein tersebut
harus mengandung kesepuluh asam amino.
b. Makanan yang dimakan harus cukup mengandung garam mineral dan air.
c. Makanan yang dikonsumsi harus ada perbandingan yang baik antara zat

10 | P a g e
makanan pokok yaitu karbohidrat, protein dan lemak.
d. Makanan yang dimakan sebaiknya mudah dicerna oleh alat pencernaan.
e. Makanan harus bersih, tidak mengandung bibit penyakit serta tidak
mengandung racun.
f. Makanan tidak boleh dimakan dalam kondisi panas karena akan merusak gigi
dan proses pengunyahan tidak akan sempurna.
g. Rasanya enak dan bentuknya dibuat menarik.

Selain syarat-syarat yang memenuhi makanan sehat, makanan juga tentunya


menggunakan bahan tambahan makanan. Bahan tambahan makanan tidak seluruhnya
dapat ditambahkan atau dicampurkan pada makanan. Minarto (2011: 31-32)
menyatakan bahwa bahan tambahan makanan yang diperbolehkan untuk digunakan
berdasarkan Permenkes RI No. 1168/Menkes/Per/X/1999 antara lain :
a. Pemanis buatan, contohnya yaitu siklamat dan sakarin.
b. Pengawet, contohnya yaitu asam benzoat, asam sorbat, asam propionat, nitrit,
nitrat.
c. Pewarna, contohnya yaitu betakaroten dan karamel.
d. Penyedap rasa, aroma, dan penguat rasa, contohnya yaitu monosodium
glutamate (MSG), vetsin, micin, atau penyedap masakan.
3. Manfaat Makanan Sehat
Makanan sehat bagi tubuh memberikan peranan penting dalam menjaga
kekebalan tubuh terhadap berbagai macam penyakit berbahaya. Makanan sehat
tentunya memiliki berbagai manfaat yang berguna bagi tubuh. Manfaat makanan
sehat menurut Nurjhani, M.K, dkk (2012: 153) yaitu sebagai sumber energi, sumber
zat pembangun, dan sumber zat pengatur. Sumber energi menurut Sparringa (2013:
7-9) terdiri dari karbohidrat dan lemak, sumber zat pembangun terdiri dari protein
serta sumber zat pengatur yaitu vitamin, mineral, serat dan air. Menurut Chandra, B
(2012: 85) makanan berfungsi sebagai :
a. Sumber Energi
Makanan bermanfaat sebagai sumber energi bagi manusia karena panas
dalam tubuh dihasilkan dari makanan seperti juga energi sehingga manusia
memiliki kekuatan untuk beraktivitas.
b. Sumber Zat Pembangun
Makanan bermanfaat sebagai zat pembangun karena makanan berguna

11 | P a g e
untuk membangun jaringan tubuh baru, memelihara jaringan tubuh dan
memperbaiki jaringan tubuh yang sudah tua.
c. Sumber Zat Pengatur
Makanan bermanfaat sebagai sumber zat pengatur karena makanan turut
serta mengatur proses alami, kimia dan proses fatal dalam tubuh.Berdasarkan
uraian di atas, diperoleh kesimpulan bahwa makanan memiliki manfaat sebagai
sumber energi manusia untuk beraktivitas sehari-hari, sumber zat pembangun
yaitu untuk membantu tumbuh kembang jaringan tubuh manusia dan terakhir
sebagai sumber zat pengatur, dengan mengkonsumsi makanan yang sehat maka
tubuh akan teratur melancarkan proses-proses yang terjadi di dalam tubuh
manusia.
1. Karbohidrat
Satu gram karbohidrat sama dengan 4 kalori. Karbohidrat merupakan sumber
energi utama bagi tubuh, angka kebutuhan gizi harian untuk karbohidrat sebesar 300
gram. Kabohidrat berguna sebagai sumber tenaga yang memberi tenaga pada tubuh.
Kabohidrat ada di roti, sereal, nasi dan pasta.
2. Protein
Satu gram protein sama dengan 4 kalori. Protein merupakan zat pembangun
sel dan berperan dalam memperbaiki bagian tubuh yang rusak. Protein juga berperan
sebagai sumber energi, angka kebutuhan gizi harian untuk protein sebesar 60 gram.
Protein, berguna untuk pertumbuhan. Makanan yang mengandung protein daging
ikan, keju dan susu.
3. Lemak
Satu gram lemak setara dengan 9 kalori. Lemak berfungsi sebagai cadangan
energi dan pelindung organ tubuh, konsumsi karbohidrat atau protein yang berlebih
akan diubah tubuh menjadi lemak. Angka kebutuhan gizi harian untuk lemak sebesar
62 gram. Kelebihan asupan lemak mengakibatkan penumpukan lemak yang memicu
obesitas (kegemukan) yang dapat memicu penyakit jantung koroner yang berakibat
pada kematian. Lemak menyimpan tenaga bagi tubuh, lemak ada dalam susu, keju
dan daging.

Susunan makanan sehat adalah makanan yang mengandung protein, vitamin,


lemak dan karbohodrat. Misalnya protein hewani yang terdapat pada daging, ikan dll.
Vitamin yang banyak terdapat pada buah-buahan seperti jeruk, mangga, pepaya, apel,

12 | P a g e
nanas dll. Lemak terdapat pada kacang-kacangan. Karbohidrat yang terdapat pada
nasi, jagung, roti, kentang dan ubi-ubian. Manfaat makanan diantaranya harus banyak
mengandung gizi yang dibutuhkan oleh tubuh agar tubuh dapat berkembang. Macam-
macam zat gizi antara lain:

a. Zat pembangun
Zat pembangun tubuh adalah protein. Protein yang berasal dari hewan
disebut protein hewani misalnya daging, ikan, susu, telur dan sebagainya
sedangkan protein yang berasal dari tumbuhan adalah protein nabati misalnya
kedelai.
b. Zat tenaga
Zat tenaga terdiri dari karbohidrat yaitu nasi, roti, jagung, ubi dan singkong.
c. Zat pengatur
Zat pengatur tubuh terdiri atas mineral, vitamin dan air pengetahuan
tentang gizi seimbang juga sangat perlu diberikan kepada siswa sedini mungkin
agar mereka dapat mengetahui bagaimana gizi seimbang dalam memenuhi
kebutuhan yang harus tercukupi setiap harinya. Gizi seimbang adalah
keseimbangan antara zat-zat penting yang terkandung di dalam makanan maupun
minuman yang dikonsumsi oleh seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Setiap
orang harus makan makanan dan minum-minuman yang mengandung tiga zat gizi
utama yang cukup jumlahnya, baik zat tnaga, zat pembangun maupun zat
pengatur. Tidak seimbang ataupun kurang asupan gizi akan dapat mempengaruhi
kesehatan tubuh seseorang. Banyak sekali makana yang dijual di sekitar
lingkungan tempat tinggal kita. Tidak semua makanan tersebut baik untuk tubuh.
Makanan yang tidak baik untuk tubuh yaitu makanan berpengawet, makanan
berpengawet adalah makanan yang mengandung zat untuk mempertahankan
makanan agar tidak cepat basi. Namun sekarang ini bahan pengawet digunakan
terbuat dari bahan tekstil, vetsin, boraks dan formalin. Formalin dan boraks adalah
zat kimia yang digunakan untuk mematikan bakteri sehingga banyak dipakai
untuk pengawet. Makanan berpengawet dapat ditemukan dimana saja contohnya
mie instan, makan-makanan ringan, sosis, bakso dll. Makanan berpengawet sangat
berpengaruh pada kesehatan kita. Jika makanan berpengawet dikonsumsi terus
menerus akanmengakibatkan kerusakan pada sistem pernafasan. Selain itu akan
mengakibatkan berbagai macam penyakit seperti kanker hati, kanker paru dll.

13 | P a g e
Maka dari itu kita harus berhati-hati dalam memilih makanan.
Berdasarkan materi yang ada, diketahui bahwa siswa di sekolah dasar telah
memperoleh materi tentang makanan sehat mulai dari kelas rendah yaitu kelas 1
dan 2 yang dilanjutkan di kelas 4. Materi makana sehat ada pada mata pelajaran
PJOK atau Penjaskes dan Ilmu Pengetahuan Alam baik pada kurikulum tematik
maupun KTSP.

2.2.2 Makanan Tidak Sehat


1. Pengertian Makanan Tidak Sehat
Makanan tidak sehat merupakan makanan yang berbahaya bagi tubuh karena
dapat menimbulkan berbagai penyakit apabila mengkonsumsinya. Nababan, H
(2012:5) menyatakan bahwa makanan menjadi tidak aman untuk dikonsumsi karena
sudah rusak atau basi. Makanan menjadi tidak sehat karena tercemar kuman dan tidak
terjaga kebersihannya. Pangan yang tidak aman menurut Minarto (2011:17) adalah
pangan yang mengandung kuman (mikroba pantogen), bahan kimia dan bahan lain
berbahaya yang bila dikonsumsi menimbulkan ganguan kesehatan manusia. Makanan
dan minuman saat ini banyak mengandung bahan berbahaya bagi tubuh. Di sekitar
sekolah ataupun kantin sekolah banyak ditemukan makanan jajanan yang berbahaya
bagi siswa.
Faktor yang menyebabkan suatu makanan menjadi bahaya bagi manusia
menurut Chandra, (2012: 88) antara lain Kontaminasi, kontaminasi pada makanan
dapat disebabkan oleh parasit, misalnya amuba dan cacing. Zat kimia, misalnya bahan
pengawet dan pewarna. Berdasarkan pemaparan di atas, maka dapat diperoleh
kesimpulan bahwa makanan tidak sehat adalah makanan yang mengandung kuman
penyakit, bahan kimia dan bahan berbahaya lainnya yang dapat membahayakan
kesehatan tubuh. Makanan tidak sehat hanya mengandung sedikit serat dan zat yang
dibutuhka dalam perkembangan tubuh dan tidak mengandung gizi seimbang yang
dibutuhkan tubuh.
2. Ciri-Ciri Makanan Tidak Sehat :
Tujuan mempercantik penampilan, memperbaiki rupa makaan, susunan atau
sifat makanan. Bahan tambahan tersebut antara lain :
1) Zat pewarna
Pewarna tekstil sangat berbahaya bagi tubuh dan tidak dianjurkan untuk ditambahkan
ke dalam makanan, karena mengandung residu logam berat yang dapat meracuni

14 | P a g e
ginjal. Zat pewarna contohnya terapat pada premen dan popcron yang dapat
menyebabkan diare pada anak-anak.
2) Zat pengawet
Zat pengawet buatan diantaranya sulfit, nitrat dan nitrit. Pemakaian nitrit yang
berlebihan dapat menyebabkan keracunan hingga menimbulkan kanker.
3) Zat pemanis
Bahan makanan pemanis buatan adalah bahan makanan tanpa nilai gizi dan
hanya menyebabkan rasa manis pada makanan saja. Misalnya, sakarin dan siklamat
dengan kadar maksimum 1,5 gram per kg bahan makanan.
4) Zat penyedap rasa atau aroma
Penyedap rasa atau aroma adalah zat yang digunakan untuk tambahan
makanan agar makanan mendapatkan penyedap dan aroma yang tegas dan menarik
konsumen.
3. Dampak Makanan Tidak Sehat
Keracunan makanan dapat disebabkan oleh bermacam-macam sumber.
Menurut Soemirat (2007: 171) dapat disebabkan oleh racun asli yang berasal dari
tumbuhan atau hewan dan racun yang ada dalam pangan akibat pengotoran atau
kontaminasi. Bahan tambahan berbahaya yang menimbulkan penyakit menurut Devi
(2012: 43-45) antara lain penyedap (MSG) dapat menimbulkan gejala alergi atau
keracunan, pusing, mual, muntah-muntah dan menimbulkan sakit pada daerah dada
seperti serangan jantung serta dapat menyebabkan penyakit radang hati dan
menurunkan tingkat kecerdasan (IQ) bagi anak-anak sekolah. MSG biasanya terdapat
pada kuah bakso, soto, mie ayam dan bahkan masakan rumah.
Pengawet dan pewarna, dapat memicu bebagai ganguan mulai dari keracunan,
alergi sampai kanker. Bahan tambahan berbahaya lainya yang biasa digunakan pada
jajanan anak adalah formalin untuk mengawetkan dan boraks untuk merenyahkan
makanan seperti bakso, mie dan kerupuk. Bahkan untuk mie biasanya juga ditambah
cairan lilin agar tidak lengket.Mengkonsumsi makanan tidak sehat sangat tidak
dianjurkan menurut Minarto (2011: 21-22) akan menimbulkan gangguan kesehatan
seperti pusing, mual atau yang lebih serius seperti mual-muntah, keram perut, keram
otot, lumpuh otot, diare, cacat dan meninggal dunia.

15 | P a g e
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
Sanitasi Lingkungan Warung Adijaya
3.1 Hasil
A. Sanitasi Bangunan
1) Lokasi
Dari hasil observasi di ketahui lokasi di Warung Adijaya tidak berdekatan
dengan tempat sampah umum dan WC umum lokasi dan sumber cemaran lainya.
Lokasi Warung Adijaya sudah memenuhi syarat lokasi Warung Adijaya menurut
Permenkes Nomor 1096/Menkes /Per/VI/2011 tentang higiene Sanitasi Jasaboga.
2) Halaman
Halaman Warung Adijaya bersih dari barang-barang tidak dipakai dan menjadi
sarang tikus, tidak ada sampah bersemak, tersedia tempat sampah. Pembuangan air
limbah (air limbah dapur dan kamar mandi dan air hujan) sesuai dengan Permenkes
Nomor 1096/Menkes/Per/VI/ 2011 tentang higiene sanitasi halaman jasaboga.
3) Bangunan
Dari hasil observasi diketahui bangunan Warung Adijaya sudah memenuhi
syarat Permenkes Nomor 1096/ Menkes/ Per/ VI/ 2011 tentang higiene sanitasi
jasaboga.
4) Langit-langit atau atap
Dari hasil observasi di ketahui langit-langit atau atap Warung Adijaya sudah
memenuhi syarat diantaranya langit-langit atau atap tidak bocor, langit-langit atau
atap berwarna terang dan mudah di bersihkan. Untuk langit-langit atau atap Warung
Adijaya sudah memenuhi syarat sedangkan langit-langit atau atap menurut Permenkes
Nomor 1096/Menkes /Per/VI/2011 tentang higien sanitasi jasaboga.
5) Pintu dan Jendela
Dari hasil observasi diketahui bahwa jendela sudah memenuhi syarat
berdasarkan Permenkes Nomor 1096/Menkes/Per/VI/2011 tentang higiene sanitasi
jasaboga, pintu dan jendela Warung Adijaya terdapat pintu dan jendela rapat, mudah
di bersihkan terbuat dari bahan yang kuat pembatas antar ruangan terdapat tirai
rangkap yang dapat dibuka dan dipasang untuk dibersihkan. Tetapi pintu Warung
Adijaya tidak dapat menutup sendiri (self closing).
6) Pencahayaan
Dari hasil observasi di ketahui pencahayaan Warung Adijaya sudah memenuhi

16 | P a g e
syarat, pencahayaan merata di setiap ruangan tidak menyilaukan pekerja dan dari hasil
pemeriksaan dengan alat pengukur cahaya yaitu lux meter (Lx 1010b, Digital Lux
Meter, 2000).
7) Ventilasi atau Penghawaan
Dari hasil observasi di ketahui ventilasi atau Penghawaan di Warung Adijaya
tersedia dua Exhaust Fan yang berfungsi dengan baik dan cukup menjamin rasa
nyaman oleh karena itu ventilasi atau penghawaan Warung Adijaya sesuai dengan
Permenkes Nomor 1096/Menkes/Per/VI/2011 tentang higiene sanitasi jasaboga.
B. Sanitasi Ruangan Pengolahan Makanan
1) Lantai
Dari hasil observasi diketahui lantai di Warung Adijaya bersih tidak licin
menjamin rasa nyaman, kedap air, lantai rata mudah dibersihkan mempunyai lubang
pembuangan air. Oleh karna itu lantai Warung Adijaya sesuai dengan peraturan
Permenkes Nomor 1096/ Menkes/Per/VI/2011 tentang higiene sanitasi jasaboga.
2) Dinding
Dari hasil observasi di ketahui dinding di Warung Adijaya bersih cerah, kedap
air, dinding rata mudah di bersihkan, dinding yang terkena cipratan air dilapisi bahan
kedap air setinggi 2m2, dan sudut dinding dengan lantai berbentuk lengkung (conus).
Oleh karna itu dinding Warung Adijaya sudah memenuhi Permenkes Nomor 1096/
Menkes/Per/VI/2011.
C. Aspek Sanitasi Warung Adijaya
1) Tempat cuci tangan
Dari hasil observasi di ketahui tempat cuci tangan di Instalasi Gizi Rumah
Sakit Holistic memiliki dua fasilitas cuci tangan tersedia air cuci tangan yang
mencukupi, tersedia sabun (hand soap), deterjen dan jumlah tempat cuci tangan cukup
untuk karyawan. Tempat cuci tangan Warung Adijaya sesuai dengan Permenkes
Nomor 1096/ Menkes/ Per/ VI/ 2011.
2) Air
Dari hasil observasi di ketahui air di warung Adijaya memiliki jumlah air
mencukupi, air tidak berbau, tidak berasa dan tidak berwarna, bertekanan cukup air di
Warung Adijaya sesuai dengan Permenkes Nomor 1096/ Menkes/Per/VI/2011.
3) Kamar mandi
Dari hasil observasi di ketahui kamar mandi di Warung Adijaya memiliki
kamar mandi yang bersih, letaknya tidak berhubungan langsung dengan dapur,

17 | P a g e
tersedia air bersih yang cukup tersedia sabun dan jumlah cukup. Kamar mandi di
Warung Adijaya sesuai dengan Permenkes Nomor 1096/ Menkes/ Per/VI/2011.
4) Sampah
Dari hasil observasi di Warung Adijaya tempat sampah diangkut setiap 24 jam,
tersedia tempat sampah di ruangan penghasil sampah atau ruangan pengolahan dan
ruangan pemorsian, tempat sampah di buat dari bahan kedap air dan kuat, tempat
sampah dilapisi plastik, dan ukuran tempat sampah ergonomi tidak memberat pekerja,
tetapi tempat sampah tidak memiliki tutup yang bisa di buka tutup. Tempat sampah di
Warung Adijaya sesuai dengan Permenkes Nomor 1096 /Menkes/ Per/VI/2011.
5) Pembagian Ruangan
Di dalam ruangan Warung Adijaya dibagi beberapa ruangan di antaranya ada
ruangan untuk pembeli, ruangan untuk memasak, dan ruangan untuk pencucian
peralatan.
D. Sanitaiser Peralatan
Dan sanitaiser peralatan Warung Adijaya menggunakan 2 bak pencucian
dengan menggunakan perendaman dengan air 40 liter air, penyabunan peralatan,
pembilasan dan perendaman dengan air panas dengan suhu 69oC.
E. Higiene Karyawan Warung Adijaya
1) Kesehatan Karyawan Warung
Dari hasil observasi higiene, karyawan Warung Adijaya di ketahui terbebas
dari penyakit menular seperti penyakit kulit, bisul, luka terbuka dan infeksi saluran
pernapasan atas (ISPA), dan selalu mencuci tangan dengan bersih, kuku pendek,
bebas kosmetik dan terjaga higienitasnya sesuai dengan Permenkes Nomor 1096
/Menkes/ Per/VI/2011.
2) Pemakaian APD (Alat Pelindung Diri)
Dari hasil observasi higiene, karyawan Warung Adijaya di ketahui berpakaian
bersih, rambut pendek dan tubuh bebas dari perhiasan sesuai dengan Permenkes
Nomor 1096 /Menkes/ Per/VI/2011.
F. Perilaku Karyawan Warung
Dari hasil observasi higiene karyawan Warung Adijaya di ketahui karyawan
tidak menggaruk anggota badan pada saat pengolahan berlangsung, menggunakan
sendok atau garpu ketika mencicipi makanan, tidak menggunakan pengaduknya
langsung dan hanya karyawan yang menggunakan penjepit makanan ketika kontak
langsung dengan makanan, dan tidak merokok di dalam atau di luar ruangan sesuai

18 | P a g e
dengan Permenkes Nomor 1096 /Menkes/ Per/VI/2011.
G. Pengetahuan Karyawan Warung
Dari hasil wawancara karyawan Warung Adijaya sudah mengetahui
pelaksanaan higiene dan sanitasi di Warung Adijaya. Dari pengetahuan karyawan
sudah 100% mengerti tentang higiene dan sanitasi di karenakan adanya penyuluhan
tentang higiene dan sanitasi oleh Ketua RT setempat dan dengan dilengkapinya
petunjuk-petunjuk higiene sanitasi di setiap tempat.

H. Menganalisa Uji Laik Higienen Penjamah Makanan dan


Sanitasi Lingkungan Warung Adijaya
Tabel 4.5 Uji laik fisik untuk Higiene Penjamah Makanan dan Sanitasi
Lingkungan di Warung Adijaya

No. Uraian Bobot X


1. Uraian Umum
Jumlah 65 64
2. Uraian Khusus Gol. A1
Jumlah 70 69
3. Uraian Khusus Gol. A2
Jumlah 74 71
4. Uraian Khusus Gol. A3
Jumlah 83 77
5. Uraian Khusus Gol B
Jumlah 92 83
6. Uraian Khusus Gol C
Jumlah 100 87

Dari hasil penilaian dengan menggunakan tabel uji laik fisik untuk higiene
karyawan dan sanitasi lingkungan di Warung Adijaya mendapatkan hasil 87 (100%)
oleh karna itu Warung Adijaya sudah memenuhi penilaian laik higiene sanitasi
golongan C, minimal nilai 87 maksimal 100 atau rangking 87-100%

19 | P a g e
3.2 Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian yang berjudul “Pelaksanaan Higiene Karyawan
dan Sanitasi Lingkungan di Warung Adijaya” didapatkan sebagai berikut pelaksanaan
sanitasi di Warung Adijaya yang meliputi: Sanitasi Bangunan, Sanitasi Ruangan
Pengolahan Makanan, Aspek Sanitasi Warung, Sanitaiser Peralatan dan Higiene
Karyawan meliputi: Kesehatan Karyawan, Pemakaian APD, Perilaku Karyawan.
Menurut Permenkes Nomor 1096/Menkes/Per/VI/2011 tentang Higiene Sanitasi
Jasaboga adalah upaya untuk mengendalikan faktor risiko terjadinya kontaminasi
terhadap makanan, baik yang berasal dari bahan makanan, orang, tempat dan
peralatan agar aman dikonsumsi.

1. Sanitasi Lingkungan Warung Adijaya


a. Sanitasi Bangunan.
Halaman terpampang papan nama warung menandakan warung tersebut jelas
keberadaannya. Pintu dan jendela Warung Adijaya harus dibuat membuka ke arah luar
dan dapat menutup sendiri (self closing), dilengkapi peralatan anti serangga atau lalat
seperti kassa, pintu rangkap dan lain-lain, ini di karenakan ruangan Warung Adijaya
harus terhindar dari cemaran debu dan serangga yang memungkinkan bisa masuk dan
mencemari makanan
b. Sanitasi Ruangan Pengolahan Makanan
Sudut dinding dengan lantai harus berbentuk lengkung (conus). Ini
dikarenakan memudahkan dalam pembersihan dari kotoran dan bakteri yang terbawa
debu yang bersumber dari kotoran seperti bakteri semisal Bacteroides dan
Faecalibacterium bakteri ini debu yang bisa menempel pada dinding dengan lantai
yang konus yang bisa mengakibatakan penyekit diare.
c. Aspek Sanitasi Warung Adijaya
Tempat sampah harus memiliki tutup yang bisa di buka tutup. Supaya untuk
menghindari keluarnya bau yang dikeluarkan sampah dan dapat menghindari
kemungkinan tercemarnya makanan oleh sampah.
2. Higiene Karyawan Warung Adijaya
a. Kesehatan Karyawan Warung
Untuk semua karyawan warung saat ini sudah bisa di buktikan tidak
mempunyai penyakit menular seperti penyakit kulit, bisul, luka terbuka dan infeksi
saluran pernapasan atas (ISPA), dan selalu mencuci tangan dengan bersih, kuku

20 | P a g e
pendek, bebas kosmetik dan terjaga kehigienitasnya.
b. Pemakaian APD (Alat Pelindung Diri)
Karyawan warung menggunakan alat pelindung tangan atau sarung tangan
ketika pengolahan berlangsung dan saat penyajian makanan matang.
3. Perilaku dan Pengetahuan Karyawan Warung
Tidak menggaruk anggota badan pada saat pengolahan, tidak banyak berbicara
dan menutup mulut pada saat batuk atau bersin dengan menjauhi makanan atau keluar
dari ruangan, tidak makan atau mengunyah selama bekerja, tidak memakai perhiasan,
kecuali cincin kawin yang tidak berhias (polos) dan menggunakan sendok atau garpu
ketika mencicipi makanan ini kontaminasi atau cemaran lainya bisa di sebabkan dari
kebiasaan atau perilaku karyawan warung.
4. Menganalisa Pelaksanaan laik Higienen Penjamah Makanan dan Sanitasi
Lingkungan Warung Adijaya
Alat pembuangan asap dilengkapi filter (penyaring), ini di karenakan
mencegah masuknya debu dan kotoran dari luar yang bisa mencemari makanan. Dari
hasil penilaian dengan menggunakan tabel uji laik fisik untuk higiene penjamah
makanan dan sanitasi lingkungan di Warung Adijaya mendapatkan hasil 87 (100%)
oleh karna itu Warung Adijaya sudah memenuhi penilaian laik higiene sanitasi
golongan C, minimal nilai 87 maksimal 100 atau rangking 87-100%

21 | P a g e
DOKUMENTASI

22 | P a g e
23 | P a g e
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Sanitasi makanan merupakan salah satu bagian yang penting, dalam segala
aktivitas masyarakat, mengingat adanya kemungkinan penyakit-penyakit akibat makanan.
Kebiasaan-kebiasaan tradisionil dalam mengelola makanan memberikan dampak terhadap
kontaminasi suatu makanan baik secara langsung ataupun tidak langsung.

Karena seperti yang kita ketahui, makanan mempunyai peranan penting dan
peranan tersebut dapat digambarkan bahwa setiap manusia memerlukan makanan untuk
kelangsungan hidupnya, manusia yang terpenuhi semua kebutuhan makanannya akan
terlindung dan terjamin kesehatannya dan memiliki tenaga kerja yang produktif, dan
bahan makanan dapat merupakan media perkembangbiakkan kuman penyakit atau dapat
juga merupakan media perantara dalam penyebaran suatu penyakit.

Sebagaimana Segitiga Epidemiologi atau Epidemiologi Timbangan, lingkungan


(environment) merupakan hal yang dapat memicu terjadinya penyakit. Untuk itu,
diperlukan lingkungan yang memadai untuk warung ataupun tempat penyedia makanan
lainnya sebagaimana telah diatur oleh Permenkes Nomor 1096/Menkes/Per/VI/2011
tentang Higiene Sanitasi Jasaboga sebagai upaya untuk mengendalikan faktor risiko
terjadinya kontaminasi terhadap makanan, baik yang berasal dari bahan makanan, orang,
tempat dan peralatan agar aman dikonsumsi.

Berdasarkan hasil penelitian yang berjudul “Pelaksanaan Higiene Karyawan dan


Sanitasi Lingkungan di Warung Adijaya” didapatkan pelaksanaan sanitasi di Warung
Adijaya yang meliputi: Sanitasi Bangunan, Sanitasi Ruangan Pengolahan Makanan,
Aspek Sanitasi Warung, Sanitaiser Peralatan dan Higiene Karyawan meliputi: Kesehatan
Karyawan, Pemakaian APD, Perilaku Karyawan.

Dari hasil penilaian dengan menggunakan tabel uji laik fisik untuk higiene
penjamah makanan dan sanitasi lingkungan di Warung Adijaya mendapatkan hasil 87
(100%) oleh karna itu Warung Adijaya sudah memenuhi penilaian laik higiene sanitasi
golongan C, minimal nilai 87 maksimal 100 atau rangking 87-100%.

4.2 Saran
Kami menyarankan kepada Warung Adijaya agar melengkapi aspek-aspek yang masih
kurang seperti :

 Sudut dinding dengan lantai harus berbentuk lengkung (conus). Ini dikarenakan
memudahkan dalam pembersihan dari kotoran dan bakteri yang terbawa debu
yang bersumber dari kotoran seperti bakteri semisal Bacteroides dan

24 | P a g e
Faecalibacterium bakteri ini debu yang bisa menempel pada dinding dengan lantai
yang konus yang bisa mengakibatakan penyekit diare.
 Tempat sampah yang harus memiliki tutup yang bisa di buka tutup. Karena tempat
sampah yang tidak memiliki penutup dapat menjadi sarang vektor pembawa
penyakit seperti lalat, yang dapat mempengaruhi kontaminasi dan kebersihan
makanan.
 Pintu warung harus menutup sendiri (self closing). Karena untuk mencegah
adanya lalat atau serangga lain yang menggagu saat pelanggan sedang menikmati
makanan mereka.

Tidak hanya kepada Warung Adijaya, kami juga menyarankan kepada seluruh warung
ataupun tempat penyedia makanan lainnya agar memenuhi semua syarat-syarat dalam prinsip
sanitasi makanan sebagaimana telah diatur oleh Permenkes Nomor
1096/Menkes/Per/VI/2011 tentang Higiene Sanitasi Jasaboga.

Kami pun menyarankan kepada para pembeli agar memilih-milih terlebih dahulu
tampat makan yang sehat dan menghindari tempat makan dengan kualitas lingkungan yang
buruk agar menghindari penjualan makanan yang akan merugikan pembeli suatu hari nanti.
Hendaklah memilih warung makan yang sesuai dengan standar kelayakan dari kemenkes.
Contohnya adalah warung pecel adijaya yang berlokasi didepan FKIK UIN JKT. Selain
murah juga higienis dan dipastikan HALAL” ‫ "حالل‬untuk dikonsumsi.

25 | P a g e
DAFTAR PUSTAKA

1. Depkes. 2009. Pedoman Penyelenggaraan dan prosedur Rekam Medis Rumah Sakit
di Indonesia. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.
2. Notoatmodjo, S. 2012. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
3. Budiyanto. 2009. Peranan Mikroorganisme dalam Kehidupan Kita. Malang:
Universitas Muhammadiyah.
4. Nasution, Noehi. 2008. Pendidikan IPA di SD. Jakarta: Universitas Terbuka.
5. Dewi, ys. 2008. Higiene dan sanitasi pengelolaan makanan pada sentra pedagang
makanan jajanan kesawan squre dan pagaruyung Medan Tahun 2008. Medan : FKM
USU.
6. Yuliana, Sri Herlina. 2010. Buku Ajar Dasar-Dasar Kesehatan Lingkungan.
Banjarmasin : FK Universitas Lambung Mangkurat.
7. Mukono, H. 2008. Prinsip Dasar Kesehatan Lingkungan. Surabaya : Airlangga
University Press.
8. Rejeki, Sri. 2015. Sanitasi Higiene dan K3. Bandung : Rekayasa Sains.

26 | P a g e