Anda di halaman 1dari 22

MAKALAH

HUBUNGAN ILMU, TEKNOLOGI, DAN


BUDAYA

OLEH KELOMPOK XI

NAMA KELOMPOK V :
RISWAN A241 16 009
AGNES JOIS PALAMBA’ A 241 16 006
INE A 241 17 004
SYARIF A 241 17 037

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA


JURUSAN PENDIIDKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TADULAKO
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat-Nya
makalah yang berjudul “HUBUNGAN ILMU, TEKNOLOGI DAN BUDAYA”
dapat diselesaikan tepat pada waktunya.
Penulisan makalah ini dapat terlaksana dengan baik berkat bantuan dari
berbagai pihak. Terimakasih diucapkan kepada pihak-pihak yang telah membantu
dalam proses pembuatan makalah ini, yang tidak dapat disebutkan satu persatu.
Disadari bahwa makalah ini sangat jauh dari sempurna, maka itu kritik dan
saran yang bersifat konstruktif sangat diharapkan guna proses penyempurnaan
makalah ini.. Diharapkan makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.

Palu, 20 Februari 2019

Penulis

Page | ii
DAFTAR ISI

JUDUL .................................................................................................................... i
KATA PENGANTAR ........................................................................................... ii
DAFTAR ISI ......................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN
A.Latar Belakang .........................................................................................1
B.Rumusan Masalah ....................................................................................2
C.Tujuan Penulisan ......................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN
A.Definisi Ilmu ............................................................................................3
B.Definisi Teknologi ....................................................................................4
C.Definisi Kebudayaan ................................................................................5
D.Hubungan Antara Ilmu dan Teknologi.....................................................8
E.Hubungan Ilmu dan Kebudayaan ...........................................................10
F.Hubungan Teknologi dan Kebudayaan ...................................................11
G.Posisi Pendidikan dalam Perubahan Sosial ...........................................13
BAB III PENUTUP
A.Kesimpulan ............................................................................................16
B.Saran .......................................................................................................18

DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................19

Page | iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Ilmu sebagai hasil aktivitas manusia yang mengkaji berbagai hal, baik diri
manusia itu sendiri maupun realitas di luar dirinya, sepanjang sejarah
perkembangannya sampai saat ini selalu mengalami ketegangan dengan berbagai
aspek lain dari kehidupan manusia. Pada dataran praktis – operasional, selalu
diperbincangkan kembali hubungan timbal balik antara ilmu dan teknologi. Sering
muncul polemik, terutama di negara berkembang, manakah yang lebih penting,
antara mengembangkan ilmu melalui pengembangan ilmu murni (pure science)
dan ilmu dasar (basic science), dengan mengembangkan teknologi melalui alih
teknologi maupun industrialisasi. Kalau kedua-duanya penting, bagaimana strategi
yang meski dibangun untuk mengembangkan keduanya, mengingat keterbatasan
sumber daya yang dimiliki rata-rata negara berkembang ?

Pada dataran nilai-ideasional, muncul permasalahan yang lebih kompleks


berkaitan dengan kedudukan dan peran ilmu dan teknologi dalam perubahan
peradaban manusia, baik yang berkaitan dengan pergeseran nilai maupun yang
terkait dengan berbagai dampak ideasional dari perkembangan ilmu dan teknologi
terhadap komponen-komponen pengetahuan manusia yang lain. Gejala-gejala
seperti modernisasi, globalisasi, scientism, teknokrasi, teknophobia, teknosofi,
adalah contoh betapa besar pengaruh ilmu dan teknologi terhadap perkembangan
budaya manusia. Sering muncul polemik tentang gejala marginalisasi
(penyingkiran) nilai maupun aspek pengetahuan lain bila dihadapkan pada
kebenaran ilmiah, terlebih apabila prosedur pengujian kebenarannya dengan
menggunakan teknologi mutakhir.

Gejala meluas dan meningkatnya peran ilmu dan teknologi terhadap


berbagai aspek kehidupan manusia, oleh Hebert Marcuse digambarkan hanya
akan membawa manusia pada keterasingan (alineasi) terhadap diri sendiri dan

Page | 1
masyarakat, maupun yang mengantar manusia pada suatu kondisi yang
“berdimensi satu”. Dalam masruarakat yang demikian relitas sosial-budaya
merupan realitas berdimensi tunggal, yakni dimensi teknologis. Manusia dan
kebudayaannya dikuasai oleh ilmu dan teknologi. Apakah kemudian dapat
dikatakan bahwa ilmu dan teknologi merusak kebudayaan asli suatu bangsa ?
apakah teknologi sendiri merupakan suatu budaya, yang memiliki sistem nilai dan
struktur sosial tertentu ?

Dari berbagai pertanyaan-pertanyaan dan polemik yang setidak-tidaknya


tersirat adanya kekaburan pengertian tentang ilmu, teknologi, maupun
kebudayaan. Tersirat pula di dalamnya kekaburan pemahaman tentang hubungan
antara ilmu, teknologi, dan kebudayaan.

B. RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang diatas dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana hubungan antara ilmu dan teknologi ?
2. Bagaimana hubungan ilmu dan kebudayaan ?
3. Bagaimana hubungan teknologi dan kebudayaan ?
C. TUJUAN
Adapun tujuannya sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui hubungan antara ilmu dan teknologi.
2. Untuk mengetahui hubungan ilmu dan kebudayaan.
3. Untuk mengetahui hubungan teknologi dan kebudayaan.

Page | 2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Definisi Ilmu
Menurut Prent (1969) sebagaimana dikutip oleh Tim Dosen Filsafat UGM
(2003: 149) secara etimologis ilmu berasal dari kata ”Scientia” yang berarti
pengetahuan tentang, tahu juga tentang, pengetahuan mendalam, faham benar-
benar. Masih pada buku yang sama dijelaskan, bahwa ilmu memiliki makna
denotatif dan makna konotatif. Dari makna denotatif, ilmu dapat diartikan sebagai
”pengetahuan” sebagaimana dimiliki oleh setiap manusia maupun ”pengetahuan
ilmiah” yang disusun secara sistematis dan dikembangkan melalui prosedur
tertentu.

Adapun konotasi istilah ilmu merujuk pada serangkaian aktivitas manusia


yang manusiawi, bertujuan dan berhubungan dengan kesadaran. Dari titik
pandang internal dan sistematis, konotasi ilmu sesungguhnya menyangkut tiga hal
yaitu; proses, prosedur, dan produk. Proses menunjuk pada ”penelitian ilmiah”,
prosedur mengacu pada ”metode ilmiah”, dan ilmu sebagai produk mengandung
maksud ”pengetahuan ilmiah”.

Dari dimensi sosiologi ilmu, ilmu dibedakan menjadi dua yaitu sudut
pandang ”internal” yang mengacu pada ”ilmu akademis’, dan sudut pandang
”eksternal” yang mengacu pada ”ilmu industrial”. ”Ilmu akademis” relatif lebih
menekankan pada pengkayaan tubuh pengetahuan ilmiah untuk pengambangan
ilmu itu sendiri, tanpa adanya pemikiran untuk kemungkinan-kemungkinan
penerapannya lebih jauh (ilmu untuk ilmu). Sedangkan ”ilmu industrial”
memusatkan diri pada pengkajian efek-efek teknologis dari pengetahuan ilmiah
yang dihasilkan oleh ”ilmu-ilmu murni”. Titik beratnya pada kemampuan
instrumental ilmu dalam memecahkan problem-problem praktis di segala bidang
kehidupan manusia.

Page | 3
Pada pengertian yang lain menurut Saswinadi Sasmojo (1991), ilmu atau
science diartikan sebagai bagian dari himpunan informasi yang termasuk dalam
pengetahuan ilmiah, dan berisikan informasi yang memberikan gambaran tentang
struktur dari sistem-sistem serta penjelasan tentang pola-laku sistem-sistem
tersebut. Sistem yang dimaksud dapat berupa sistem alami, maupun sistem yang
merupakan rekaan pemikiran manusia mengenai pola laku hubungan dalam
tatanan kehidupan masyarakat yang diinstitusionalisasikan. Bila sistem yang
menjadi perhatiannya merupakan sistem alami, maka disebut ilmu pengetahuan
alam atau ‘natural sciences’, dan bila yang menjadi perhatian adalah sistem-sistem
yang merupakan rekaan pemikiran manusia mengenai pola laku hubungan dalam
tatanan kehidupan masyarakat, maka disebut ilmu pengetahuan sosial atau ‘social-
sciences’.

B. Definisi Teknologi
Secara etimologis akar kata teknologi adalah ”techne”yang berarti
serangkaian prinsip atau metode rasional yang berkaitan dengan pembuatan suatu
objek atau kecakapan tertentu. Juga berarti seni atau pengetahuan tentang prinsip-
prinsip atau metode (Runer, 1984).

Teknologi merupakan sesuatu yang kompleks. Pengertiannya meliputi


aspek pengetahuan dan bukan pengetahuan. Dari dimensi pengetahuan, teknologi
adalah penerapan dari pengetahuan ilmiah kealaman. Teknologi merupakan
pengetahuan sistematis tentang seni industrial atau ilmu ”ilmu industrial”.
Teknologi juga dipandang sebagai pertengahan antara ilmu murni dan ilmu
terapan atau istilah lainnya ”keahlian”. Sedangkan dari dimensi bukan
pengetahuan, teknologi diartikan sebagai suatu produksi untuk tujuan-tujuan
ekonomis. Merupakan suatu sistem yang netral untuk tujuan penggunaan apapun.
Teknologi juga merupakan ungkapan kepentingan manusia untuk berkuasa.
Segala aktivitas kerja manusia untuk membantu secara fisik maupun intelektual
dalam menghasilkan bangunan, produk, atau layanan yang dapat meningkatkan
produktivitas manusia guna memahami, beradaptasi, dan mengendalikan

Page | 4
lingkungannya secara lebih baik.Teknologi tidak lain sebagai artefak yang
dihasilkan oleh manusia industrial modern dalamrangka memperluas kekuasannya
atas jiwa dan raga. Teknologi juga dapat diartikan sebagai aktivitas dan hasil dari
aktivitas yang merujuk pada pabrik-pabrik, barang, dan layanan.

Sebagai suatu sistem yang kompleks, teknologi memiliki input,


komponen, output, dan lingkungan. Input teknologi berupa kekuatan-kekuatan
material, keahlian, teknik, pengetahuan, alat. Komponen teknologi berupa
keahlian teknik, proses, fabrikasi, manufaktur, maupun organisasi. Output dari
teknologi adalah bangunan fisik, barang, makanan, alat, organisasi, ataupun
benda. Sedangkan lingkungan dari teknologi adalah sebagai komponen
kebudayaan terutama ilmu.

C. Definisi Kebudayaan
Kata ”kebudayaan” berasal dari bahasa sansekerta ”buddhayah” yang
merupakan bentuk jamak dari kata ”buddhi” yang berarti budi atau akal. Dengan
kata lain, kebudayaan diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi atau
akal. Istilah asing yang sama artinya dengan kebudayaan adalah culture berasal
dari bahasa latin ”colere” yang berarti mengolah atau mengerjakan (tanah atau
bertani). Dari kata tersebut, culture diartikan sebagai segala daya dan kegiatan
manusia untuk mengolah dan mengubah alam (Soerjono Soekanto, 1982: 150).

Selo Soemardjan dan Soeleman Soemardi sebagaimana dikutip oleh


Soerjono Soekanto (1982: 151) merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil
karya, rasa, dan cipta masyarakat. Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan
kebudayaan kebendaan atau kebudayaan jasmaniah yang diperlukan oleh manusia
untuk menguasai alam sekitarnya agar kekuatan serta hasilnya dapat diabdikan
untuk kerperluan masyarakat. Sedangkan menurut E.B.Taylor (1871) kebudayaan
diartikan sebagai sesuatu yang kompleks mencakup pengetahuan, kepercayaan,
kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan lain kemampuan-kemampuan serta
kebiasaan-kebiasaaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.

Page | 5
Walaupun setiap masyarakat mempunyai kebudayaan yang saling berbeda
satu dengan lainnya, setiap kebudayaan mempunyai sifat hakikat yang berlaku
umum bagi semua kebudayaan dimanapun juga. Adapun sifat dan hakekat dari
kebudayaan menurut Soerjono Soekanto (1982: 159) yaitu:
1) kebudayaan terwujud dan tersalurkan lewat perilaku manusia
2) kebudayaan telah ada lebih dulu menahului lahirnya suatu generasi
tertentu dan tidak akan mati dengan habisnya usia generasi yang
berangkutan.
3) Kebudayaan diperlukan oleh manusia dan diwujudkan tingah
lakunya.
4) Kebudayaan mencakup aturan-aturan yang berisikan kewajiaban-
kewajiban, tindakan yang diterima dan ditolak, yang dilarang dan
diijinkan.

Tujuh unsur kebudayaan yang merupakan komponen universal dan relatif


ada pada semua kebudayaan menurut Kluckholn seperti yang dikutip Soejono
Soekanto (1982: 154) diantaranya:
1) Peralatan dan perlengkapan hidup manusia (pakaian, perumahan,
alat tumah tangga, transpostasi, senjata, alat produksi
dansebagainya)
2) Mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi (pertanian,
peternakan, maritim, sistem produksi, distribusi dan sebagainya)
3) Sistem kemasyarakatan (sistem kekerabatan, organisasi, hukum,
politik, perkawainan,dansebagainya)
4) Bahasa (lesan mupun tertulis)
5) Kesenian (seni rupa, seni suara, gerak, dan sebagainya)
6) Sistem pengetahuan
7) Religi (sistem kepercayaan)

Page | 6
D. Hubungan Antara Ilmu dan Teknologi
a. Perbedaan Ilmu dan Teknologi
Dari definisi maupun pengertian tentang ilmu dan teknologi
di atas, hampir terdapat “kekaburan” makna antara ilmu dan
teknologi. Untuk itu perlu diperjelas perbedaanya agar keduanya
dapat dengan mudah diidentifikasi.
Menurut The Liang Gie dalam Tim Dosen Filsafat UGM
(2003: 154) paling tidak ada tujuh perbedaan yang ada pada ilmu
maupun teknologi, yaitu:
ILMU TEKNOLOGI
Tujuan: memahami dan Memecahkan masalah-
menerangkan fenomena fisik, masalah material manusia
biologis, psikologis dan dunia untuk membawa peruabahan-
sosial manusia secara empiris peruabahan praktis yang
diimpikan manusia.
Berkaitan dengan pemahaman dan Memusatkan pada manfaat
bertujuan meningkatkan fikir yang bertujuan menambah
manusia kapasitas kerja manusia.
Memajukan pembangkitan Memajukan kapasitas teknis
pengetahuan dalam membuat barang atau
layanan
Mencari tahu Mengerjakan
Bersifat “supra rasional” Bersifat menyesuaikan diri
dengan lingkungan tertentu
Masukan: pengetahuan yang Masukan: material alamiah,
tersedia daya alamiah, keahlian, alat,
mesin, akal sehat,
pengalaman dsbnya
Keluaran: pengetahuan “baru” Menghasilkan produk tiga
dimensi

Page | 7
b. Persamaan Ilmu dan Teknologi
 Ilmu maupun teknologi merupakan unsur atau komponen dari
kebudayaan
 Ilmu maupun teknologi memiliki aspek ideasional maupun
faktual, dimensi abstrak maupun konkret, aspek teoretis
maupun praktis.
 Terdapat hubungan yang dialektis antara ilmu dan teknologi.
Pada satu sisi, ilmu menyediakan bahan pendukung penting
bagi kemajuan teknologi berupa teori-teori, pada sisi lainnya
penemuan-penemuan teknologi sangat membantu perluasan
cakrawala penelitian ilmiah,yakni dengan dikembangkannya
perangkat penelitian berteknologi mutakhir.
 Sebagai klarifikasi konsep, istilah ilmu lebih tepat dikaitkan
dengan konteks teknologi, sedangkan isitilah pengetahuan
lebihsesuai bila digunakan dalam konteks teknis.

Ilmu memegang peranan penting bagi negara-negara


berkembang dalam proses peningkatan standar hidup,
kesejahteraan, dan melindungi sumber daya alam dan
keanekaragaman hayati. Negara-negara berkembang menghadapi
berbagai tantangan jangka pendek dan jangka panjang. Perubahan
penggunaan lahan melalui penggundulan hutan dan perubahan
lahan pertanian akibat aktivitas sosio-ekonomi di daerah tangkapan
air di hulu, telah menyebabkan terjadinya berbagai kerusakan
lingkungan dan infrastruktur akibat bencana yang ditimbulkannya.
Kerusakan lingkungan di daerah tangkapan air, menyebabkan
kelangkaan air bersih di berbagai negara, selain bencana banjir
ketika musim penghujan.

Komunikasi ilmu terhadap masyarakat dan pemahaman


masyarakat terhadap ilmu merupakan subyek riset yang relatif baru

Page | 8
di lingkungan akademis, namun berkembang untuk dipelajari lebih
lanjut untuk mendukung proses pengambilan kebijakan publik.
Pemahaman yang baik terhadap dinamika kompleksitas ilmu dan
interaksi ilmu dengan masyarakat, berguna dalam peningkatan
aksesibilitas masyarakat terhadap ilmu dan akhirnya berkembang
menjadi suatu sistem pengelolaan dan kontrol sosial masyarakat
terhadap ilmu.

Dalam komunikasi ilmu, perangkat komunikasi atau


penyampai informasi yang digunakan akan disesuaikan untuk
menciptakan jaminan terjadinya pemahaman dan penerimaan
masyarakat awam terhadap ilmu. Sedangkan aspek ketiga adalah
aspek kreativitas, yang membantu perkembangan kecerdasan dan
kapabilitas masyarakat sehingga menghasilkan kemampuan dalam
mengintegrasikan ilmu ke kehidupan sehari-hari.

Ilmu memainkan peran penting sebagai sebuah agen


pembaharu di masyarakat. Sebagai bangsa yang bergerak ke arah
ekonomi berbasis pengetahuan, dibandingkan ekonomi berbasis
sumber daya alam sesuai dengan paradigma tekno-ekonomi, ilmu
menjadi landasan keberhasilan pembangunan ekonomi yang
didukung oleh kapasitas dan kapabilitas sumber daya manusia yang
kompetitif.

Ilmu, dan teknologi memiliki kaitan struktur yang jelas.


Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan dua hal yang tak
terpisahkan dalam peranannya untuk memenuhi kebutuhan insani.
Ilmu pengetahuan digunakan untuk mengetahui “apa” sedangkan
teknologi mengetahui “bagaimana”. Ilmu pengetahuan sebagai
suatu badan pengetahuan sedangkan teknologi sebagai seni yang
berhubungan dengan proses produksi, berkaitan dalam suatu sistem
yang saling berinteraksi. Teknologi merupakan penerapan ilmu

Page | 9
pengetahuan, sementara teknologi mengandung ilmu pengetahuan
di dalamnya.

Ilmu dan teknologi dalam penerapannya, keduanya


menghasilkan suatu kehidupan di dunia (satu dunia), yang
diantaranya membawa malapetaka yang belum pernah
dibayangkan. Oleh karena itu, ketika manusia sudah mampu
membedakan ilmu pengetahuan (kebenaran) dengan etika
(kebaikan), maka kita tidak dapat netral dan bersikap netral
terhadap penyelidikan ilmiah. Sehingga dalam penerapan atau
mengambil keputusan terhadap sikap ilmiah dan teknologi, terlebih
dahulu mendapat pertimbangan moral dan ajaran agama.

Ilmu pengetahuan mendorong teknologi, teknologi


mendorong penelitian, penelitian yang menghasilkan ilmu
pengetahuan baru. Ilmu pengetahuan baru mendorong teknologi
baru.

E. Hubungan Ilmu dan Kebudayaan


Dalam unsur budaya terdapat adanya sistem pengetahuan, dimana ilmu
dan teknologi termasuk di dalamnya. Dengan demikian ilmu itu sendiri
merupakan bagian dari budaya. Ilmu dan budaya mempunyai hubungan yang
saling mempengaruhi dan saling tergantung. Pada satu pihak perkembangan ilmu
dalam satu masyarakat tergantung dari kondisi budaya masyarakat tesebut, dan
juga perkembangan ilmu akan mempengaruhi berkembangnya budaya
masyarakat. Sumbangan ilmu terhadap budaya adalah pada nilai yang terkandung
dalam ilmu, yakni tentang etika, estetika dan logika.. Ilmu merupakan sumber
nilai dan tata hidup, baik bagi perkembangan kepribadian secara individual
maupun pengembangan masyarakat secara keseluruhan. Selain itu menurut Rene
Dubos dalam bukunya Reasong Awake : Science for man, ilmu turut membentuk
profil budaya bukan saja lewat aspek-aspek teknisnya, melainkan juga dengan

Page | 10
jalan memberikan pandangan-pandangan baru yang membuahkan sikap yang
baru.
Contohnya adalah dalam masyarakat pedalaman, budaya yang
berkembang adalah budaya agraris. Adapun ilmu yang berkembang adalah ilmu
pertanian. Ilmu pertanian ini memberikan pandangan-pandangan baru terhadap
budaya, misalnya ritual-ritual khusus menjelang panen, mata pencaharian sebagai
petani, alat-alat pertanian dan lain-lain. Pola Hubungan Ilmu dan budaya dan
Teknologi antara ilmu dan budaya keduanya memiliki keterkaitan karena kedua-
duanya saling mempengaruhi. Keduanya juga memiliki kaitan erat dengan
manusia, karena manusia inilah yang membentuk budaya, merumuskan ilmu dan
menciptakan teknologi, serta mengembangkan kedua-duanya, karena manusia
mempunyai akal dan bahasa.
Jadi, antara ilmu dan budaya keduanya memiliki keterkaitan. Hubungan
antara ilmu, dan budaya adalah saling mempengeruhi. Budaya mempenagruhi
Ilmu dan budaya, ilmu memepengaruhi budaya mempengaruhi ilmu dan budaya.
Ilmu dan budaya semuanya dikembangkan manusia. Ilmu dirumuskan manusia,
budaya dibentuk manusia. Dan juga keduanya memberikan sumbangan terhadap
manusia.
F. Hubungan Teknologi dan Kebudayaan

Teknologi merupakan salah satu unsur dalam kebudayaan sebagaimana


unsur-unsur lainnya seperti metafisika, ilmu, filsafat, humaniora, ideologi, dan
seni rupa (The Liang Gie, 1982: 88). Teknologi lebih berperan dalam
membangun ”unsur material” kebudayaan manusia. Bila pada milenium pertama
manusia bergumul antara dua aktivitas yaitu merenung dan berpikir, setelah itu
manusia terlibat dalam pergulatan baru yaitu berpikir dan bertindak.

Teknologi memiliki suatu potensi merubah kesadaran intelektual dan


moral dari individu manusia. Teknologi berperan besar terhadap komponen
kebudayaan lain maupun terhadap manusia secara individu. Pada tingkat tertentu
teknologi mengkondisikan ”kebudayaan baru”. Contonya adalah teknologi
komputer dengan jaringan internetnya telah mengkondisikan manusia baik secara

Page | 11
individu maupun sosial secara berbeda dengan manusia atau masyarakat tanpa
komputer.

Kajian hubungan teknologi dengan budaya selanjutnya dapat dilihat dari


dua sudut pandang, yaitu dari sudut teknologi dan dari sudut kebudayaan. Dari
sudut teknologi, terbuka alternatif untuk memandang hubungan antara teknologi
dan kebudayaan dalam paradigma positivistis atau ”teknologi tepat”. Paradigama
teknologi postivistis yang didasari oleh metafisika materrialistis jelas memiliki
kekuatan dalam menguasai, mengurus, dan memuaskan hasrat manusia yang tak
terbatas. Sedangkan paradigma ”teknologi tepat” lebih menuntut kearifan
manusia untuk ”hidup secara wajar”.

Dari sudut pandang kebudayaan, teknologi dewasa ini merupakan anak


kandung ”kebudayaan barat”, danini berarti bahwa penerimaan ataupun penolakan
secara sistemik terhadap teknologi harus dilihat dalamkerangka ”komunikasi antar
sistem kebudayaan”. Sehingga, bagi negara atau masyarakat pengembang
teknologi, suatu penemuan teknologi baru merupakan momentum proses
eksternalisasi dalam rangka membangun ”dunia objektif” yang baru; sedangkan
bagi negara atau masyarakat yang menjadi ”konsumen teknologi” , suatu
konsumsi teknologi baru bermakna inkulturasi kebudayaan, akulturasi
kebudayaan, bahkan ”invasi kebudayaan”.

Adapun secara skematis hubungan antara ilmu, teknologi,dan kebudayaan


dapat disajikan sebagai berikut:

Gambar 2.1 Skema Hubungan antara Ilmu, Teknologi,dan kebudayaan

Page | 12
G. Posisi Pendidikan dalam Perubahan Sosial (Kebudayaan)
a. Teori-teori Perubahan Sosial
Sebelum membahas tentang posisi dan peran pendidikan
dalam perubahan sosial (kebudayaan) ada baiknya kita pahami
terlebih dulu teori-teori perubahan sosial budaya yang dikemukakan
para ahli, diantaranya:

 Teori Evolusi Linier


Perubahan sosial memiliki arah tetap yang dilalui oleh
semua masyarakat. Semua masyarakat berkembang melalui
urutan pentahapan yang sama. Tahapan itu bermula dari
tahap perkembangan awal menuju ke tahap perkembangan
terakhir. Manakala tahap terakhir telah dicapai, maka pada
saat itu perubahan evolusioner pun berakhir. H.M. Boodish,
August Comte, Herbert Spencer, merupakan penganut teori
ini.
 Teori Evolusi Siklus
Teori ini melihat adanya sejumlah tahap yang harus dilalui
oleh masyarakat. Peralihan masyarakat bukan berakhir pada
tahap terakhir yang sempurna. Melainkan berputar kembali
kepada tahap awal untuk peralihan selanjutnya. Setiap
peradaban besar mengalami proses pentahapan : kelahiran,
pertumbuhan, dan keruntuhan. Proses perputaran tsb
memakan waktu sekitar 1000 tahun (Oswald Spengler).
 Teori Fungsional
Teori ini menerima perubahan sebagai sesuatu yang
konstan. Perubahan dianggap mengacaukan keseimbangan
(equilibrium) masyarakat. Proses pengacauan berhenti pada
saat perubahan tsb telah diintegrasikan ke dalam kebudayaan.
Perubahan yang bermanfaat (fungsional) akan diterima.

Page | 13
Perubahan lain yang terbukti tidak berguna (disfungsional)
akan ditolak oleh masyarakat.
 Teori Konflik
Teori ini menilai bahwa yang konstan adalah konflik sosial,
bukannya perubahan. Perubahan hanyalah merupakan akibat
dari adanya konflik tersebut. Karena konflik berlangsung
terus menerus, maka perubahan pun demikian adanya.
Perubahan akan menciptakan kelompok baru dan kelas sosial
baru. Konflik antar kelas sosial melahirkan perubahan
berikutnya.

Page | 14
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari pembahasan tersebut, dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Pengertian:
 Ilmu adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan
meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan
dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-
rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi
lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari
keterbatasannya.
 Teknologi merupakan serangkaian prinsip atau metode rasional yang
berkaitan dengan pembuatan suatu objek, atau kecakapan tertentu,
atau pengetahuan tentang prinsip-prinsip atau metode dan seni.
Teknologi juga dapat diartikan benda‐benda yang berguna bagi
manusia, seperti mesin, tetapi dapat juga mencakup hal yang lebih
luas, termasuk sistem, metode organisasi, dan teknik. Istilah ini dapat
diterapkan secara umum atau spesifik: contoh‐contoh mencakup
"teknologi konstruksi", "teknologi medis", atau "state‐of‐the‐art
teknologi". Teknologi adalah metode ilmiah untuk mencapai tujuan
praktis, ilmu pengetahuan terapan atau dapat pula diterjemahkan
sebagai keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang
diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.
 Kebudayaan adalah pembangunan yang didasarkan pada kekuatan
manusia, baik pembangunan jiwa, pikiran, dan semangat melalui
latihan dan pengalaman; bukti nyata pembangunan intelektual,
seperti seni dan pengetahuan; atau pembangunan intelektual diantara
budaya orang; bahwa kebudayaan adalah semua seni, kepercayaan
institusi sosial, seperti karakteristik masyarakat, suku, dan
sebagainya; mengolah pertanian sampai pada tingkat teknologi

Page | 15
biologi bakteri. Secara singkat dan sederhana, sebagaimana dipahami
secara umum, kebudayaan adalah semua hasil karya, rasa, dan cipta
masyarakat.
2. Hubungan Antara Ilmu dan Teknologi

Ilmu, dan teknologi memiliki kaitan struktur yang jelas. Ilmu


pengetahuan dan teknologi merupakan dua hal yang tak terpisahkan
dalam peranannya untuk memenuhi kebutuhan insani. Ilmu pengetahuan
digunakan untuk mengetahui “apa” sedangkan teknologi mengetahui
“bagaimana”. Ilmu pengetahuan sebagai suatu badan pengetahuan
sedangkan teknologi sebagai seni yang berhubungan dengan proses
produksi, berkaitan dalam suatu sistem yang saling berinteraksi.
Teknologi merupakan penerapan ilmu pengetahuan, sementara teknologi
mengandung ilmu pengetahuan di dalamnya. Ilmu dan teknologi dalam
penerapannya, keduanya menghasilkan suatu kehidupan di dunia (satu
dunia), yang diantaranya membawa malapetaka yang belum pernah
dibayangkan. Oleh karena itu, ketika manusia sudah mampu
membedakan ilmu pengetahuan (kebenaran) dengan etika (kebaikan),
maka kita tidak dapat netral dan bersikap netral terhadap penyelidikan
ilmiah. Sehingga dalam penerapan atau mengambil keputusan terhadap
sikap ilmiah dan teknologi, terlebih dahulu mendapat pertimbangan
moral dan ajaran agama. Ilmu pengetahuan mendorong teknologi,
teknologi mendorong penelitian, penelitian yang menghasilkan ilmu
pengetahuan baru. Ilmu pengetahuan baru mendorong teknologi baru.

3. Hubungan Ilmu dan Kebudayaan


Dalam unsur budaya terdapat adanya sistem pengetahuan,
dimana ilmu dan teknologi termasuk di dalamnya. Dengan demikian
ilmu itu sendiri merupakan bagian dari budaya. Ilmu dan budaya
mempunyai hubungan yang saling mempengaruhi dan saling tergantung.
Pada satu pihak perkembangan ilmu dalam satu masyarakat tergantung
dari kondisi budaya masyarakat tesebut, dan juga perkembangan ilmu

Page | 16
akan mempengaruhi berkembangnya budaya masyarakat. Sumbangan
ilmu terhadap budaya adalah pada nilai yang terkandung dalam ilmu,
yakni tentang etika, estetika dan logika. Ilmu merupakan sumber nilai
dan tata hidup, baik bagi perkembangan kepribadian secara individual
maupun pengembangan masyarakat secara keseluruhan. Pola Hubungan
Ilmu dan budaya dan Teknologi antara ilmu dan budaya keduanya
memiliki keterkaitan karena kedua-duanya saling mempengaruhi.
Keduanya juga memiliki kaitan erat dengan manusia, karena manusia
inilah yang membentuk budaya, merumuskan ilmu dan menciptakan
teknologi, serta mengembangkan kedua-duanya, karena manusia
mempunyai akal dan bahasa. Jadi, antara ilmu dan budaya keduanya
memiliki keterkaitan. Hubungan antara ilmu, dan budaya adalah saling
mempengeruhi. Budaya mempenagruhi Ilmu dan budaya, ilmu
memepengaruhi budaya mempengaruhi ilmu dan budaya. Ilmu dan
budaya semuanya dikembangkan manusia. Ilmu dirumuskan manusia,
budaya dibentuk manusia. Dan juga keduanya memberikan sumbangan
terhadap manusia.

4. Hubungan Teknologi dan Kebudayaan

Teknologi merupakan salah satu komponen kebudayaan.


Teknologi menyangkut cara-cara atau teknik memproduksi, memakai,
serta memelihara segala peralatan dan perlengkapan. Teknologi muncul
dalam cara-cara manusia mengorganisasikan masyarakat, dalam cara-
cara mengekspresikan rasa keindahan, atau dalam memproduksi hasil-
hasil kesenian. Masyarakat kecil yang berpindah-pindah atau masyarakat
pedesaan yang hidup dari pertanian paling sedikit mengenal delapan
macam teknologi tradisional (disebut juga sistem peralatan dan unsur
kebudayaan fisik), yaitu: alat-alat produktif, senjata, wadah, alat-alat
menyalakan api, makanan, pakaian, tempat berlindung dan perumahan,
dan alat-alat transportasi. Dengan semakin majunya perkembangan

Page | 17
teknologi, maka hal tersebut akan berdampak pada perubahan
kebudayaan.

B. Saran
Bagi pembaca yang ingin memperdalam tentang materi tentang hubungan
ilmu, teknologoi, dan budaya agar kiranya membaca referensi selain dari makalah
ini.

Page | 18
DAFTAR PUSTAKA

Jujun, S. (1999). Filsafat Ilmu, Sebuah Pengantar Populer. Pustaka Sinar


Harapan : Jakarta
Tim Bahan Ajar Filsafat UGM. (2003). Filsafat Ilmu. Fakultas Filsafat Ilmu UGM
: Yogyakarta
Balai TekKomdik. (2015). Pendidikan dan Perkembangan Budaya IPTEK,
(online). Tersedia :
http://202.152.135.5/btkp/?act=artikel&judul=pendidikan-dan-
perkembangan-budaya-iptek&er=62. [ 20 Februari 2019]

Page | 19