Anda di halaman 1dari 15

BAGIAN 1 ASSESSMENT

A. Anamnesis
1. Identitas Pasien
Nama : N. Y
Tanggal lahir : 22-12-1964
Umur : 53 tahun
Alamat :RT 002 RW 12 Plosorejo Umbul Harjo
Cangkringan
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Pendidikan Terakhir : SD
Status perkawinan : Nikah
Agama : Islam
No. RM : 05 10 59
Tanggal MRS : 3 Desember 2018
Tanggal kasus : 4 Desember 2018
Ruang Rawat Inap : Kenanga (Kelas 3)
Diagnosa Medis : Susp Tb Relaps. MDR

2. Berkaitan dengan riwayat gizi


Data Sosial Penghasilan : ± Rp. 500.000/ bulan
Ekonomi Jumlah Anggota : 3 orang
Keluarga
Suku : Jawa
Aktifitas Fisik Jumlah jam kerja : ± 0 Jam
Jumlah jam tidur sehari : ± 1.5 Jam
Jenis olahraga :-
Frekuensi :-
Alergi Makanan Tidak Ada
Masalah Ada : mual, muntah, nyeri
gastrointestinal pada perut.
Penyakit Kronik Tidak ada
Kesehatan mulut Tidak ada
Riwayat/ Pola Pasien biasa makan 3x
makan Makanan utama :
 nasi @2 sdm 3x/hari (30 gr)
lauk hewani :
 ayam (sayap) @1 potong, 1x/minggu ( 30 gr)
 telur ayam @1 butir, 3x/hari (60 gr)
 ikan bandeng @1 potong, 2x/ bulan (30 gr)
lauk nabati :
 tempe @1 potong 4 jari, 1x/ bulan (50 gr)
 tahu @1 potong sedang, 2x/ minggu (30 gr)
sayur:
 Buncis @2 sendok makan iris tipis, 1x/ minggu (30
gr)
 Nangka sayur @2 sendok sayur, 2x/ bulan (60 gr)
Buah :
 Mangga @1 buah, 1x/ bulan (250 gr)
 Jeruk @1 buah, 1x/ bulan (100 gr)
Lain – lain :
 Gula @2 sdm 2x/ hari (5 gr)

Energi : 977.3 kalori


Protein : 35.8 gram
Lemak : 21.1 gram
Karbohidrat : 154.9 gram

Perbandingan perhitungan kebutuhan dengan hasil food frequency:


Energi (gr) Protein (gr) Lemak (gr) KH (gr)
Hasil FFQ 977.3 35.8 21.1 154.9
Kebutuhan 1779.80 115 39.55 240.98
% Asuhan 54.91% 31.13% 53.35% 64.27%
Keterangan Defisit
Kategori tingkat asupan (Widya Nasional Pangan dan Gizi, 2012) :
Defisit : < 70%
Kurang : 70-79%
Sedang : 80-99%
Lebih : > 100%
Kesimpulan :
Berdasarkan hasil anamnesis pasien berusia 53 tahun, merupakan ibu
rumah tangga, yang terdiagnosa TB paru sejak tahun 2011. Pasien tidak
memiliki alergi pada makanan. Saat di rumah sakit pasien tidak dapat
menerima makanan dengan baik karena ada gangguan gastrointestinal
yaitu mual dan muntah. Dan kondisi fisik pasien terlihat kurus dan pada
bagian tangan kanan pasien tidak dapat di gerakkan karena stroke. Riwayat
pola makan makan kurang baik, sehingga dari hasil asupan pasien deficit.

3. Berkaitan dengan riwayat penyakit


Keluhan Utama Sesak napas berat
Riwayat Penyakit Sekarang Sesak nafas, DD (+), batuk (+), dahak
(+), mual (+), demam (-), BAB dan BAK
menghitam
Riwayat Penyakit Dahulu Pasien adalah penderita TB paru,pasien
mendapatkan terapi OAT dan terakhir
terapi bulan Juli 2018, Os menderita
anemia MDS
Riwayat Penyakit Keluarga Tidak ada

Kesimpulan :
Berdasarkan hasil anamnesa pasien merupakan ibu rumah tangga yang
sudah tidak bekerja, berusia 53 tahun datang kerumah sakit dengan
keluhan sesak nafas berat dan nyeri di bagian pinggang, tidak bisa tidur
dan mengalami stroke di bagian tangan kanan. Pasien di diagnosa Susp
Tb Relaps. Mps. Pasien tidak memiliki alergi makanan. Pasien mengalami
gangguan intestinal dengan merasa mual dan muntah setiap kali di
berikan makanan. Riwayat pola makan dan nafsu makan kurang baik.
B. Antropometri
Tanggal : 4 Desember 2018
LILA : 20.9 cm
Ulna : 26.8 cm
TB estimasi : 68.77 + (3.536 x Ulna)
: 68.77 + (3.536 x 26.8)
: 68.77 + 94.7648
: 163 Cm
𝐿𝐼𝐿𝐴 ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙 𝑢𝑘𝑢𝑟
BB estimasi : x (TB – 100)
𝐿𝐼𝐿𝐴 𝑠𝑡𝑎𝑛𝑑𝑎𝑟
20.9
: 28.5 x ( 163 – 100)
: 46 Kg
BBI : (TB – 100) – 10% (TB – 100)
: (163 cm – 100) – 10% (163 – 100)
: 63 – 6.3
: 56.7 Kg
𝐵𝐵
Status gizi berdasarkan LILA : 𝑝𝑒𝑛𝑠𝑒𝑛𝑡𝑖𝑙 𝑚𝑒𝑛𝑢𝑟𝑢𝑡 𝑢𝑠𝑖𝑎 x 100%
20.9
: x 100%
29.9

: 69.89 Kg (gizi buruk)


Persentile :
 ≥ 85% = Gizi Baik
 ≥ 70% – 85% = Gizi Kurang
 < 70% = Gizi Buruk

Kesimpulan :
Pengukuran satuan gizi melalui penimbangan BB dan TB tidak dapat
dilakukan karena keadaan pasien yang tidak memungkinkan untuk berdiri. Oleh
karena itu dilakukan pengukuran LILA dan Ulna. Kemudian dilakukan estimasi
BB dan TB didapatkan hasil status gizi berdasarkan LILA yaitu gizi buruk.
C. Pemeriksaan Biokimia
No Pemeriksaan Hasil Nilai Normal Keterangan
1. Hemoglobin 11.5 gr/dl 12 - 15 gr/dl Rendah
2. Hematokrit 34 % 36 - 47 % Rendah
3. Eritrosit 3.68 juta/ ul 4 -5 juta / ul Rendah
4. Trombosit 160 /ul 150.000 - Rendah
400.000 / ul
5. RDW / Cv 18.7 % 10.0 – 15.0 % Tinggi
6. Laju endap darah 104 mm 0 – 50 mm Tinggi
1 Jam
7. Ureum 155.0 mg/dl 15 – 40 mg/dl Tinggi
8. Kreatinin 2.70 mg/dl 0.1 – 1.1 mg/dl Tinggi
Sumber : data rekam medik, 2018
D. Pemeriksaan Fisik Klinik
Tanggal : 4 Desember 2018
Kondisi Umum : lemas karena pasien mengalami stroke, dan pasien
menggunakan oksigen karena pasien kesulitan bernafas.
Keluhan : Nyeri dada menjalar kepunggung
Vital Sign Batas Normal Hasil Pemeriksaan Keterangan
TD 120/80 mmHg 160/60 mmHg Tinggi
Nadi 60-100 x/menit 88 x/ menit Normal
Respirasi 20-24 x/menit 24 x/menit Normal
Suhu 36-37ºC 36.7º C Normal
Sumber : data rekam medik, 2018
Kesimpulan :
Berdasarkan data fisik klinis pasien dalam keadaan sadar, dapat
berkomunikasi dengan baik. Namun saat berkomunikasi masih mengalami
sesak nafas,
E. Asupan Zat Gizi
Hasil Recall 24 jam
Tanggal : 5 desember 2018
Terapi diet yang di dapatkan RS : TKTP 2500
Energi (kkal) Protein (gr) Lemak (gr) KH (gr)
Asupan 978.6 32.6 25.5 160.1
Standar RS 2598.2 102.3 60 406.6
% Asupan 37.67% 31.86% 42.5% 39.37 %
Deficit
Sumber : wawancara dengan pasien
Terapi diet yang dianjurkan : TKTP 1700
Energi (kkal) Protein (gr) Lemak (gr) KH (gr)
Asupan 978.6 32.6 25.5 160.1
Standar RS 1740 68.5 50 250.7
% Asupan 56.24% 47.59% 51% 63.86%
Deficit

Kategori tingkat asupan (Widya Nasional Pangan dan Gizi, 2012) :


Defisit : < 70%
Kurang : 70-79%
Sedang : 80-89%
Lebih : > 100%
Kesimpulan :
Dari data recall 24 jam tetang asupan makan pasien dengan
membandingkan standar rumah sakit dapat di simpulkan bahwa asupan
makan pasien di kategorikan deficit energi 37.67%, protein 31.86%, lemak
42.5%, karbohidrat 39.37%.

F. Terapi Medis
Pemberian /
Jenis Obat/ Interaksi dengan zat
waktu Fungsi
Tindakan gizi
konsumsi
CaCo3 Oral / 3 x 1 - Obat maag untuk - Obat seharusnya
mengobati gejala berbentuk molekul
yang disebabkan kecil untuk bisa
oleh terlalu terabsorpsi dengan
banyak asam baik. Hal yang perlu
lambung perut,. diwaspai adalah
adanya interaksi obat
dengan makanan/
minuman atau
nutrient tertentu,
sehingga terbentuk
senyawa kompleks
bermolekul besar
yang menghalangi
obat diansorpsi.

- Isoniazid - Bisa dikonsumsi satu


INH Oral / 1 x merupakan obat jam sebelum atau dua
antibiotic dengan jam setelah makan,
300
melawan bakteri, dan tidak boleh
digunakan untuk diiringi dengan
mengobati dan minum susu.
mencegah
tuberculosis
(TB).

- Rifampicin obat - Mengonsumsi alkohol


Rif 300 Oral / 1 x
antibiotic dengan atau tembakau dengan
300 fungsi mengobati obat-obatan tertentu
berbagai infeksi juga dapat
(TBC, kusta, dan menyebabkan
infeksi interaksi terjadi.
stafilokokus) Diskusikan
penggunaan obat
Anda dengan
makanan, alkohol,
atau tembakau dengan
penyedia layanan
kesehatan Anda.

- Obat yang - Obat-obatan tertentu


Mecobalamin Oral / 2 x 1
digunakan untuk tidak boleh digunakan
mengobati pada saat makan atau
neuropati perifer saat makan makanan
dan beberapa tertentu karena
fungsi anemia. interaksi obat dapat
terjadi. Mengonsumsi
alkohol atau
tembakau.

- Obat - Obat-obatan tertentu


MP Oral / 2 x 4 methyprednisolon tidak boleh digunakan
e 4 mg adalah pada saat makan atau
steroid yang saat makan makanan
digunakan untuk tertentu karena
mengurangi interaksi obat dapat
gejala berbagai terjadi. Mengonsumsi
penyakit. alkohol atau
tembakau dengan
obat-obatan tertentu
juga dapat
menyebabkan
interaksi terjadi.
Diskusikan
penggunaan obat
Anda dengan
makanan, alkohol,
atau tembakau dengan
penyedia layanan
kesehatan Anda.

BAGIAN 2 DIAGNOSA GIZI

Domain Intake :
NI- 2.1 kurangnya kandungan makan/ minuman dengan cara oral berkaitan
dengan kondisi pasien yang mengalami gastro intestinal mual dan muntah
saat menerima makanan.

BAGIAN 3 INTERVENSI GIZI


A. Planning
1. Tujuan diet
a. Jangka panjang
1) Meningkatkan berat badan hingga mencapai berat badan normal
(ideal)
2) Mengubah pola makan pasien serta asupan gizi yang dikonsumsi
pasien.
b. Jangka pendek
1) Mengurangi frekuensi mual.
2) Menurunkan LED (Laju Endap Darah)
3) Mengobati penyakit (TB paru) yang diderita pasien.
2. Syarat diet
a) Tinggi energi diberikan sebesar 1779.80 kalori ditunjukkan untuk
menunjang aktifitas sehari-hari yang diberikan secara bertahap
sesuai kemampuan pasien dan mencapai berat badan normal.
b) Tinggi protein diberikan sebesar 115 gram untuk mengganti sel-
sel rusak, memenuhi kebutuhan dan memenuhi kebutuhan dan
memelihara jaringan.
c) Lemak rendah diberikan sebesar 39.55 gram untuk menyediakan
alat transpor vitamin larut lemak dan mengontrol kolestrol dalam
darah.
d) Karbohidrat rendah diberikan sebesar 240.48 gram sebagai
sumber energi untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
e) Makanan tidak merangsang dan mudah dicerna.
3. Perhitungan Kebutuhan Energi dan Zat Gizi
𝐵𝐵
IMT = (𝑇𝐵 𝑚)2
46 46
= 1.63𝑥1.63 = 2.6569

= 17.31 (kurang)
BBI = (TB-100) - (TB-100) + 10%
= (163-100) – (163 – 100) + 10%
= 63 – 6.3
= 56.7 Kg
AMB = 655 + (9.6 x BB) + (1.8 x TB) + (4.7xU)
= 655 + (9.6 x 46) + (1.8 x 163) + (4.7x53)
= 655 + 441.6 + 293.4 + 249.1
= 1140.9 kalori
BMR = 1140.9 x FA x FS
= 1140.90 x 1.2 x 1.3
= 1779.80 kalori
Protein = 2.5gr/ kg x BB
= 2.5gr/kg x 46 kg
= 115 gr
% protein = 115 x 4
460
= 1779.80 x 100%

= 25.84 %
Lemak = 20% x 1779.80
355.96
= 9

= 39.55 gr
Karbohidrat = 100% - ( 25.84 % + 20%)
= 54.16 % x 1779.80
963.939
= 4

= 240.98 gr
4. Terapi diet, bentuk makanan dan cara pemberian
Terapi diet : TKTP
Bentuk makanan : (Lunak) Bubur
Cara Pemberian : Oral
Frekuensi : 3 kali makan utama dan 2 kali selingan
5. Rencana Monitoring dan Evaluasi
Anamnesis Yang diukur Pengukuran Evaluasi/ target
Antropometri Lila dan IMT Awal kasus Mendekati
normal
Biokimia RDW/ Cv Sesuai Mendekati
Laju endap darah 1 medis normal
jam
Fisik Klinis KU, TD, dan suhu Data status Mendekati
pasien dan normal
hasil
pengamatan
Asupan Zat Gizi E, P, L, KH Setiap hari Mendekati
normal
6. Rencana Konsultasi
Masalah Gizi (dari Tujuan Materi Konseling Keterangan
problem gizi)
Asupan gizi Memberikan Penjelasan tentang  Sasaran :
seimbang untuk motivasi, diet yang diberikan Ny. Y dan
penderita penyakit meningkatkan dan memotivasi keluarga.
TB paru. asupan  Waktu : ±
makan pasien 30 menit
 Metode :
ceramah
dan Tanya
jawab.
 Lokasi:
ruang
perawatan
(bangsal)
RECALL 24 JAM
Nama : Ny. Y
Tanggal lahir : 22 Desember 196
Jenis Kelamin : Perempuan
No. Rekam Medik : 05 01 59
Tinggi Badan : 163
Berat Badan Ideal : 46
Status Gizi Berdasarkan LILA : Gizi Kurang
Pekerjaan : IRT

4 DESEMBER 2018
Bahan Protein
Waktu Menu Berat Energi LEMAK HA
Makanan Hewani Nabati
bubur Beras giling 50 180.0 0.0 3.4 0.4 39.5
Santan peras, 5 6.1 0.0 0.1 0.5 0.4
dengan air
telur Telur ayam 30 48.6 3.8 0.0 3.5 0.2
bumbu Tomat masak 3 0.6 0.0 0.0 0.0 0.1
bali
pagi Kecap 10 4.6 0.0 0.6 0.1 0.9
Gula aren 5 18.4 0.0 0.0 0.0 4.8
Minyak kelapa 5 45.1 0.0 0.0 5.0 0.0
sawit
Teh 3 4.0 0.0 0.6 0.0 2.0
Gula pasir 13 47.3 0.0 0.0 0.0 12.2
tempe Tempe kedele 25 37.3 0.0 4.6 1.0 3.2
goreng murni
dadu Tomat masak 3 0.6 0.0 0.0 0.0 0.1
bumbu
Gula aren 5 18.4 0.0 0.0 0.0 4.8
kecap
Kecap 10 4.6 0.0 0.6 0.1 0.9

sop Gambas/oyong 10 1.8 0.0 0.1 0.0 0.4


gambas, Wortel 5 2.1 0.0 0.1 0.0 0.5
wortel,
misoa Misoa 10 34.5 0.0 0.9 0.2 7.8
Seledri 3 0.6 0.0 0.0 0.0 0.1

snack buah Pepaya 100 46.0 0.0 0.5 0.0 12.2


siang
siang bubur Beras giling 25 90.0 0.0 1.7 0.2 19.7
Santan peras, 5 6.1 0.0 0.1 0.5 0.4
dengan air
Ayam 25 75.5 4.6 0.0 6.3 0.0
botok
ayam Santan 3 3.7 0.0 0.1 0.3 0.2
Gula pasir 5 18.2 0.0 0.0 0.0 4.7
sambal Tahu 25 17.0 0.0 2.0 1.2 0.4
goreng Tomat masak 3 0.6 0.0 0.0 0.0 0.1
tahu
Gula aren 10 36.8 0.0 0.0 0.0 9.5
Tomat masak 3 0.6 0.0 0.0 0.0 0.1
Teh 3 4.0 0.0 0.6 0.0 2.0
Gula pasir 13 47.3 0.0 0.0 0.0 12.2
Minyak kelapa 5 45.1 0.0 0.0 5.0 0.0
sawit
bubur Beras giling 25 90.0 0.0 1.7 0.2 19.7
Santan peras, 5 6.1 0.0 0.1 0.5 0.4
sore dengan air
pesmol ikan tengiri 25 28.0 5.4 0.0 0.6 0.0
ikan Santan peras, 5 6.1 0.0 0.1 0.5 0.4
tenggiri dengan air
Telur ayam 10 16.2 1.3 0.0 1.2 0.1
Teh 3 4.0 0.0 0.6 0.0 2.0
Gula pasir 13 47.3 0.0 0.0 0.0 12.2
TOTAL 988.1 32.7 26.9 159.8

5 DESEMBER 2018
Waktu Menu Bahan Berat Energi Protein LEMAK HA
Makanan Hewani Nabati
siang buah Pepaya 100 46.0 0.0 0.5 0.0 12.2
sore buah Semangka 50 14.0 0.0 0.3 0.1 3.5
TOTAL 60.0 0.8 0.1 15.7
FORMULIR FREKUENSI MAKAN

Nama : Ny. Y
Tanggal lahir : 22 Desember 196
Jenis Kelamin : Perempuan
No. Rekam Medik : 05 01 59
Tinggi Badan : 163
Berat Badan Ideal : 46
Status Gizi Berdasarkan LILA : Gizi Kurang
Pekerjaan : IRT

Frekuensi
Nama Berat Gram/
No. Porsi x/ x/ x/ BDD
Makanan (gr) hari
hari minggu bulan
1
1. Beras 60 gr 3x 180 gr 180
centong
Ayam
2. 1 potong 30 gr 1x 4.29 gr 2.48
(sayap)
3. Daging - - -
Telur ayam
4. 1 butir 60 gr 3x 180 gr 160.2
negeri
5. Tahu 1 potong 30 gr 2x 8.57 gr 8.57
6. Tempe 1 potong 50 gr 1x 1.67 gr 1.67
1 sendok
7. Buncis 50 gr 1x 7.14 gr 6.42
makan
2 sendok
8. Nangka 60 gr 2x 17.14 gr 4.79
makan
9. Bandeng 1 potong 30 gr 2x 8.57 gr 6.85
10 Mangga 1 buah 250 gr 1x 8.33 gr 5.41
11. Jeruk 1 buah 100 gr 1x 3.33 gr 3.39
12. Gula 1 sdm 5 gr 2x 10 gr 10 gr
Zat Gizi Food Frekuensi
Protein
Bahan Makanan Berat Energi LEMAK HA
Hewani Nabati
Beras giling 180 648.0 0.0 12.2 1.3 142.0

Ayam 2.48 7.5 0.5 0.0 0.6 0.0

Telur ayam 160.2 259.5 20.5 0.0 18.4 1.1

Tahu 8.57 5.8 0.0 0.7 0.4 0.1

Tempe kedele murni 1.67 2.5 0.0 0.3 0.1 0.2

Buncis 6.42 2.2 0.0 0.2 0.0 0.5

Nangka muda 4.79 2.4 0.0 0.1 0.0 0.5

Bandeng 6.85 8.8 1.4 0.0 0.3 0.0

Mangga harumanis 5.41 2.5 0.0 0.0 0.0 0.6

Jeruk manis 3.39 1.5 0.0 0.0 0.0 0.4

Gula pasir 10 36.4 0.0 0.0 0.0 9.4