Anda di halaman 1dari 17

RANCANGAN SISTEM PENCATATAN TUBERKULOSIS

BERBASIS WEB UNTUK MENDUKUNG KEGIATAN PELAPORAN


DI PUSKESMAS NGALIYAN SEMARANG

Malinda Isnaini Khoirunnisa’


Fakultas Kesehatan, Prodi Kesehatan Masyarakat
Universitas Dian Nuswantoro
E-mail :malindanisa5@gmail.com

ABSTRAK
Tuberkulosis merupakan salah satu permasalahan penyakit di dunia.Menurut
WHO, Indonesia 539.000 penduduk kasus baru tiap tahunnya adalah tuberkulosis
BTA positif dengan angka kematian mencapai 101.000 penduduk. Angka kejadian
penyakit tuberkulosis MDR (Multi Drug Resistant) di Kota Semarang masuk
dalam urutan pertama. Berdasarkan informasi di Puskesmas Ngaliyan, masih
ditemukan kasus tuberkulosis BTA positif pada tahun 2015 dengan capaian 18
orang, pada tahun 2016 dengan capaian 25 orang. Bulan januari hingga bulan
maret 2017 ini, tercapai 5 orang yang mengalami kasus tuberkulosis BTA positif.
Penelitian ini bertujuan merancang sebuah sistem informasi pencatatan
tuberkulosis.
Analisa data yang digunakan dalam pengembangan sistem ini yaitu dengan
menggunakan pendekatan System Development Life Cycle (SDLC) dengan
tahapan meliputi perencanaan, analisis masalah dan perancangan.Penggunaan
jenis penelitian dalam skripsi ini adalah penelitian kualitatif yaitu dengan
melakukan observasional. Objek penelitian yaitu dokumen tuberkulosis. Subjek
penelitian yaitu Kepala Puskesmas dan Petugas Poli DOTS. Alat yang digunakan
berupa pedoman wawancara dan pedoman observasi.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa keluarga penderita TB
mendaftarkan penderita TB di loket pendaftaran, dan penderita TB mengantri di
ruang Poli DOTS untuk mendapat pelayanan oleh petugas. Penderita yang diduga
tersangka penderita TB akan dilakukan pemeriksaan dahak di ruang labratorium.
Setelah itu penderita kembali ke ruang Poli DOTS untuk mendapatkan
pengobatan. Selanjutnya petugas poli DOTS akan membuat laporan berdasarkan
data yang berasal dari penderita untuk kemudian dilaporkan kepada Kepala
Puskesmas. Dari alur proses sistem tersebut maka dibuat Sistem Informasi
Pencatatan Tuberkulosis Pencatatan Tuberkulosis Berbasis Web untuk
Mendukung Pelaporan dengan database menggunakan MySQL. Hasil rancangan
ini akan mempermudah petugas poli DOTS dalam input data agar dapat diakses
dengan mudah.
Saran untuk mempermudah petugas poli DOTS dan Kepala Puskesmas, yaitu
dengan mengimplementasikan rancangan sistem informasi pencatatan
tuberkulosis di Puskesmas Ngaliyan.
Kata Kunci : Tuberkulosis, Multi Drug Resistant, BTA positif, DOTS, SDLC

1
UNDERGRADUATE PROGRAM OF PUBLIC HEALTH
FACULTY OF HEALTH SCIENCES DIAN NUSWANTORO UNIVERSITY
SEMARANG
2017
ABSTRACT

MALINDA ISNAINI KHOIRUNNISA’


Designing a web-based tuberculosis record system to support reporting of
Ngaliyan Primary Health Care Semarang 2017
XVII + 132 PAGES+ 15 TABLES + 33 PIGURES + 6 APPENDICES

Tuberculosis is one of the world’s health problems. According WHO,


Indonesia has 539.000 new tuberculosis cases each year with positive sputum test
and mortality rate reached 101.000 people. Incidence rate of Multi drug resistance
(MDR) TB in Semarang become the first place. According to PHC of Ngaliyan,
cases of TB found in 2015 were 18 people, in 2016 were 25 people. In month
January to March 2017 recorded as 5 people positive TB. This study aims to
design an information system of tuberculosis recording.
Data analysis used in the development of this system is by using System
Development Life Cycle (SDLC) approach with stages including planning,
problem analysis and design. The use of this type of research in this skripsi is a
qualitative research that is by doing observational. The object of research is
document tuberculosis. Research subjects are head of PHC and DOTS officer. The
tools used are interview guides and observation guidelines.
Based on the result of the research, it is known that TB patient family
enrolled TB patients at registration booths, and TB patients queue up in DOTS
clinic room to get service by officer. Patients who suspected TB suspects will be
sputum examination in the labratorium room. After that the patient returned to the
DOTS clinic to get treatment. Further DOTS clinic officers will make a report
based on data coming from the patient to then be reported to the head of PHC.
From the flow of the system process then made designing a web-based
tuberculosis record system to support reporting using MySQL database. From the
flow of the system process then made designing a web-based tuberculosis record
system to support reporting using MySQL database.
Suggestion to facilitate DOTS clinic and head PHC, that is by implementing
tuberculosis record information system design at Ngaliyan Health Center.

Keyword : Tuberculosis, Multi Drug Resistant, sputum positif, DOTs, SDLC


References : 29, 2000 - 2016

I. PENDAHULUAN

Tuberkulosis merupakan salah satu permasalahan penyakit di dunia.


WHO mengatakan setengah persen angka penduduk di dunia terserang
penyakit tuberkulosis dan Negara berkembang masuk dalam angka tertinggi
terserangnya penyakit mencapai 73%, diantaranya Indonesia 539.000

2
penduduk kasus baru tiap tahunnya adalah tuberkulosis BTA positif dengan
angka kematian mencapai 101.000 penduduk. Berbagai upaya pengendalian
yang dilakukan, kejadian dan kematian akibat tuberkulosis telah menurun,
namun tuberkulosis diperkirakan masih menyerang 9,6 juta orang dan
menyebabkan 1,2 juta kematian pada tahun 2014. (Muhammad Nizar, 2011)
Menurut data dari Dinas Kesehatan Kota Semarang, angka kejadian
penyakit tuberkulosis MDR (Multi Drug Resistant) di Kota Semarang masuk
dalam urutan pertama. Program tuberkulosis yang dilaksanakan yaitu dengan
menggunakan strategi DOTS (Directly Observed Treatment Short-course).
Di Puskesmas Ngaliyan, masih ditemukan kasus tuberkulosis BTA
positif pada tahun 2015 dengan capaian 18 orang, pada tahun 2016 dengan
capaian 25 orang. Bulan januari hingga bulan maret 2017 ini, tercapai 5 orang
yang mengalami kasus tuberkulosis BTA positif. Pasien ini berasal dari dalam
wilayah cakupan Puskesmas Ngaliyan (Kelurahan Ngaliyan, Wates, Podorejo,
Bambankerep, Beringin dan Gondoriyo) dan luar wilayah Puskesmas Ngaliyan.
Berdasarkan penelitian di Puskesmas Ngaliyan Semarang, menunjukkan
munculnya permasalahan pada saat memasukkan data pasien TB pada formulir
tuberkulosis yang tersedia secara manual, sehingga banyak tumpukan berkas
catatan dan kurang efektif. Pencatatan data tuberkulosis seperti kurang
akuratnya data pada saat pengisian formulir sehingga dalam mengisi seluruh
formulir masih terdapat data yang sama/ redudansi dan mudah menimbulkan
kesalahan, kurang lengkapnya data dan kehilangan data karena sering dipinjam
oleh orang lain dan tidak dikembalikan kembali.
Perbedaan penelitian yang dilakukan dengan penelitian sebelumnya yaitu
pada pengembangan metode yang berbasis web, sasaran dan tempat penelitian.
Aplikasi yang berbasis web akan memberikan kemudahan dalam pengaksesan
data dimanapun, selama bisa terhubung dengan internet tanpa pemasangan
aplikasi, karena pengaksesan aplikasi dan data menggunakan browser, bisa
diakses dimana saja dan kapan saja, akses informasi sangat mudah sedangkan
aplikasi berbasis desktop perlu dipasang aplikasi serta databasenya pada setiap
komputer yang akan digunakan untuk mengaksesnya. (Fiftin& Ahmad, 2011)
Dari penelitian ini, metode yang akan digunakan dalam pengembangan
yaitu SDLC untuk menyusun sistem yang baru yang terdiri dari perencanaan,
analisa kebutuhan dan perancangan sistem.

II. METODE
Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan telaah
dokumen kepada kepala Puskesmas dan petugas poli dots di Puskesmas
Ngaliyan. Analisa data dengan pengembangan metode SDLC. Subyeknya yaitu
kepala puskesmas dan petugas poli dots sedangkan obyeknya yaitu catatan atau

3
dokumen terkait dengan formulir TB 01 sampai TB 06 dan formulir TB 09.
Tahap penelitian yang dilakukan :
1. Menyadari masalah mengenai pencatatan yang dilakukan di poli dots.
2. Mendefinisikan masalah dari pencatatan tuberkulosis yang terjadi.
3. Mengemukakan kendala terkait pencatatan, monitoring dan pelaporan data
tuberkulosis.
4. Mengetahui kelayakan dan ketersediaan dalam pengembangan sistem
informasi pencatatan tuberkulosis terkait ketersediaan teknologi, jaringan
internet, dan tenaga yang mengoperasikan.
5. Mengetahui kebijakan yang ada terkait pencatatan tuberkulosis.
6. Menganalisa kebutuhan pengguna dan sistem informasi.
7. Mendefinisikan kinerja sistem yang akan dibuat.
8. Merancang sistem informasi pencatatan tuberkulosis

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

Diagram konteks adalah diagram sederhana yang menggambarkan hubungan


antara entitas luar, masukan dan keluaran dari sistem. Adapun diagram
konteks terhadap sistem informasi pencatatan tuberkulosis untuk mendukung
pencatatan tuberkulosis yang dibuat sebagai berikut :

Gambar 3.1 Context Diagram Sistem Informasi yang dirancang

Petugas poli dots melakukan kegiatan input data identitas penderita


umum, data identitas penderita TB, data identitas PMO, data wilayah,
data pemeriksaan laboratorium, data poli, data petugas TB, data penyakit,
data obat, data rujukan, data pengobatan TB, data pengobatan umum dan
data petugas laboratorium. Harapan dengan adanya kegiatan tersebut
dapat memberikan informasi pencatatan tuberkulosis berbasis web
berupa laporan pengobatan TB, laporan PMO, laporan pemeriksaan

4
laboratorium dan laporan kunjungan pengobatan penderita TB kepada
Kepala Puskesmas Ngaliyan.

Gambar 3.2 DFD Level 0

DFD Level 0 menggambarkan proses sistem informasi pencatatan


tuberkulosis yaitu mengolah data dengan merekam data identitas penderita
umum, identitas penderita TB, identitas PMO, wilayah, petugas TB,
rujukan, petugas laboratorium, pemeriksaan laboratorium, pengobatan TB,
pengobatan umum, poli, penyakit, dan obat. Laporan yang dihasilkan oleh
sistem informasi pencatatan tuberkulosis berupa laporan pengobatan TB,
laporan PMO, laporan pemeriksaan laboratorium, dan laporan kunjungan
pengobatan penderita TB.

5
Gambar 3.3 DFD Level 1 Proses 1

Berdasarkan gambar DFD level 1 proses 1 menjelaskan tentang petugas poli


dots memiliki master yang berisikan data identitas penderita umum,
identitas penderita TB, identitas PMO, wilayah, petugas TB, rujukan,
petugas laboratorium, pemeriksaan laboratorium, pengobatan TB,
pengobatan umum, poli, penyakit, dan obat. Data store pada master tersebut
adalah tabel identitas penderita umum, identitas penderita TB, identitas
PMO, wilayah, petugas TB, rujukan, petugas laboratorium, pemeriksaan
laboratorium, pengobatan TB, pengobatan umum, poli, penyakit, dan obat.

6
Gambar 3.4 DFD Level 1 Proses 3

Laporan-laporan yang dihasilkan oleh sistem informasi pencatatan


tuberkulosis terdiri dari laporan pengobatan penderita TB yang berisi
data pengobatan penderita TB, laporan PMO penderita yang berisi
data identitas PMO, laporan pemeriksaan laboratorium yang berisi
data pemeriksaan laboratorium, dan data identitas penderita TB,
laporan kunjungan pengobatan penderita TB yang berisi data wilayah.

Gambar 3.5 Halaman Entry Data

Pada halaman ini ditampilkan pilihan untuk memasukkan data seperti


data penderita, PMO, poli, petugas, pemeriksaan laboratorium,
penyakit, pengobatan penderita, pengobatan detail, obat dan rujukan
sesuai dengan kebutuhan data.

7
Gambar 3.6 Halaman Laporan

Pada halaman ini ditampilkan pilihan untuk laporan seperti laporan


pengobatan penderita TB, laporan PMO, laporan pemeriksaan
laboratorium dan laporan kunjungan penderita TB.

Gambar 3.7 Halaman Pengaturan

Pada halaman ini ditampilkan pilihan untuk menambah data master,


mengubah data master, menghapus data master, mengubah password
pengguna, merancang formulir dan desain cetakan (print).

8
Gambar 3.8 Halaman Informasi Identitas Penderita

Gambar 3.9 Halaman Informasi Identitas Penderita TB

9
Gambar 3.10 Halaman Informasi Identitas PMO

Gambar 3.11 Halaman Informasi Wilayah

Gambar 3.12 Halaman Informasi Petugas TB

10
Gambar 3.13 Halaman Informasi Rujukan

Gambar 3.14 Halaman Informasi Obat

Gambar 3.15 Halaman Informasi Petugas TB

11
Gambar 3.16 Halaman Informasi Petugas Laboratorium

Gambar 3.17 Halaman Informasi Pemeriksaan Laboratorium

Gambar 3.17 Halaman Informasi Pengobatan TB

12
Gambar 3.18 Halaman Informasi Pengobatan Umum

Gambar 3.19 Halaman Informasi Poli

Gambar 3.20 Halaman Informasi Penyakit

13
Gambar 3.21 Halaman Laporan Pengobatan Penderita TB

Gambar 3.22 Halaman Laporan Pengawasan Minum Obat

14
Gambar 3.23 Halaman Laporan Pemeriksaan Laboratorium

Gambar 3.24 Halaman Laporan Kunjungan Penderita TB

Program sistem informasi yang digunakan untuk pencatatan tuberkulosis


di poli menggunakan program berbasis web yang mudah diinstal, karena
spesifikasi komputer di Puskesmas Ngaliyan Semarang sudah cukup baik.
Program tersebut hanya membutuhkan menginstal aplikasi Xampp dan
SQLyog serta browser untuk menjalankannya. Program sistem informasi
pencatatan tuberkulosis berbasis web dapat dijalankan tanpa harus terhubung
dengan jaringan internet, karena program ini bersifat localhost. Rekapitulasi
data TB dapat dilakukan dengan mudah dan tidak perlu menghitung untuk
mengetahui jumlah penderita yang berobat, penderita yang melakukan

15
pemeriksaan laboratorium, jumlah pmo dan kunjungan penderita TB per
wilayah.

Program sistem informasi pencatatan tuberkulosis berbasis web dapat


meminimalisir unitegrated data, karena data rekapitulasi yang akan dijadikan
laporan telah berupa file pdf yang mudah dibaca oleh pengguna. Hal ini
mengurangi kesalahpahaman petugas poli yang membuat rekapitulasi dengan
kepala puskesmas dalam hal membaca data tersebut. Program sistem
informasi pencatatan tuberkulosis berbasis web dapat membantu proses
penyusunan laporan pengobatan penderita TB, pemeriksaan laboratorium,
pmo dan kunjungan penderita TB per wilayah. Selanjutnya memilih
berdasarkan hari, bulan atau tahun yang kemudian akan muncul tampilan
view report dalam bentuk file pdf.

IV. KESIMPULAN
Rancangan sistem ini dibuat berdasarkan hasil analisa yang dilakukan
dengan wawancara dan observasi. Menggunakan metode SDLC, dapat
diketahui kendala yang dihadapi dalam sistem informasi pencatatan
tuberkulosis, kelayakan dan ketersediaan dalam pengembangan sistem
informasi dan tentunya menghasilkan sebuah rancangan sistem informasi
dalam pencatatan tuberkulosis dengan tersedianya informasi tentang data
identitas penderita, data identitas PMO, data pemeriksaan laboratorium, data
poli, data petugas, data penyakit, data obat, data rujukan, data pengobatan
penderita dan data pengobatan detail. Selanjutnya dapat menghasilkan
laporan pengobatan penderita, laporan PMO, laporan pemeriksaan
laboratorium dan laporan kunjungan per wilayah.
Saran untuk penelitian selanjutnya yaitu agar dapat di implementasikan di
Puskesmas Ngaliyan untuk mendukung proses pencatatan dan pelaporan
kepada Kepala Puskesmas.

DAFTAR PUSTAKA
1. Muhamad Nizar. 2011. Pemberantasan dan Penanggulangan Tuberkulosis.
Yogyakarta.
2. Profil Kesehatan Indonesia. 2015. Jakarta: Kemenkes RI.
3. Dinas Kesehatan Jawa Tengah. 2015. Profil Kesehatan Provinsi Jawa
Tengah. Semarang.
4. Fiftin N & Ahmad A. 2011. Jurnal Informatika ‘Penerapan Teknologi RIA
untuk Membangun Aplikasi Web dengan Pengaksesan Realtime’. vol. 5,
no. 1, hh. 486.
5. Mesayu Wulandari. 2009. ‘Rancangan Sistem Informasi Pelayanan Kesehatan
TB Paru di Puskesmas Mranggen III’. Vol. xxii no. 1, hh170.
6. Ratih Sari. 2010. ‘Basis Data Sistem Informasi Surveilans Tuberkulosis’. Vol.
6, no. 1, hh. 1.

16
7. Faika Rachmawati. 2015. ‘Prevalensi Penyakit TB Paru di Kota Metro
Provinsi Lampung’. Vol. 4, no. 1, hh 25-31.
8. A’ang S & M Hanif M. 2009. ‘Pengembangan SIG pada Studi Kasus
Penyebaran TBC di Jakarta Selatan’. vol. 2, no. 1, hh. 27-31.
9. Wenny W, Dini D, Dhami JD. 2012. ‘Aplikasi Sistem Pakar Deteksi Dini pada
Penyakit TB’. Vol. 9, no. 2.
10. Tim penyusun buku RTP Puskesmas Ngaliyan Semarang.2015. Rencana
TahunanPuskesmas (RTP). Semarang : Puskesmas Ngaliyan
Semarang.
11. Amin Huda & Hardhi Kusuma. 2015. Aplikasi Asuhan Keperawatan
Berdasarkan Diagnosa Medis dan NANDA. Jogjakarta.
12. Andra Saferi & Yessie Mariza. 2013. KMB 1 Keperawatan Medikal Bedah.
Yogyakarta.
13. Aru W, Bambang (dkk). 2006. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta:
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
14. Departemen Kesehatan RI. 2007. Pedoman Pengobatan Dasar di
Puskesmas. Jakarta.
15. Abdul Kadir. 2003. Pengenalan Sistem Informasi. Yogyakarta: Andi Offset.
16. Tata Sutabri. 2005. Sistem Informasi Manajemen. Yogyakarta: ANDI.
17. Indrajani. 2014. Pengantar Sistem Basis Data Case Study All in One. Jakarta:
PT Gramedia.
18. Bonnie S & Marion P. 2008. Designing Information System Concepts and
Cases with Visio. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
19. Emma U & Sukrisno. 2005. Konsep Dasar Pengolahan dan Pemrograman
Database dengan SQL Server, Ms. Access dan Ms. Visual Basic.
Yogyakarta: CV Andi Offset.
20. M Agus JA. 2005. MySQL Server dan Aplikasinya dalam Visual Basic 6 dan
Delphi versi 5. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
21. Didik Dwi P. 2005. Mengolah Database dengan Visual Basic NET dan MySQL
Server. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
22. Supano & Virdiandry P. 2016. Pemrograman Web dengan Menggunakan PHP
dan Framework Codeigniter. Yogyakarta; Deeppublish.
23. Adi Nugroho. 2010. Rekayasa Perangkat Lunak Berorientasi Objek dengan
Metode USDP. Yogyakarta: CV Andi.
24. Rosa A & M Shalahuddin. 2013. Rekayasa Perangkat Lunak Terstruktur &
Berorientasi Objek. Bandung: Informatika Bandung.
25. Soekidjo Notoatmojo. 2005. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT
Rineka Cipta.
26. Sugiyono. 2009. Metodologi Penelitian Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif &
R&D. Bandung: Alfabeta.
27. Husni Iskandar & Kusnassrianto Saiful. 2000. Pengantar Perancangan Sistem.
Jakarta: Erlangga.
28. Verdi Yasin. 2012. Rekayasa Perangkat Lunak Berorientasi Objek. Jakarta:
Mitra Wacana Media.
29. Jogiyanto. 2005. Analisis & Disain Sistem Informasi Pendekatan Terstruktur
Teori & Praktek Aplikasi Bisnis. Yogyakarta: ANDI.
30. Tim Penyusun. Pedoman Nasional Pengendalian Tuberkulosis. Jakarta:
Kementerian Kesehatan RI. 2014

17