Anda di halaman 1dari 10

PENDALAMAN DAN PEMBINAAN KODE ETIK APOTEKER

NO BUTIR- BUTIR PASAL BENTUK & CARA CONTOH BENTUK & CARA
KODE ETIK PEMBINAAN PELANGGARAN PENANGANAN

1 Sumpah / janji Apoteker  Memberi pembinaan Pasal 1 Setiap Apoteker  Melaksanakan persidangan untuk
mengenai etika kefarmasian harus menjujung tinggi, menilai pelanggaran kode etik
kepada apoteker melalui menghayati dan Apoteker di daerahnya untuk
seminar. mengamalkan Sumpah disampaikan kepada PD IAI untuk
ditindaklanjuti.
Apoteker Indonesia

(Tidak melaksanakan praktik


profesi sesuai landasan
praktik profesi yaitu ilmu,
hukum dan etik)

 pelayanan kefarmasian di
Apotek hanya dilakukan
oleh satu Apoteker.
 Apoteker tetap melakukan
pelayanan kefarmasian
ketika masa berlaku izin
apotek habis dan belum
diperpanjang. Apoteker
melanggar sumpah/janji
apoteker karena
pelaksanaan praktik
profesinya tidak sesuai
landasan hukum.
2 Menghayati dan  Memberi pembinaan dan Pasal 2 Setiap Apoteker Melakukan pengaduan kepada
mengamalkan Kode Etik pendalaman terkait isi dari harus berusaha dengan MEDAI Daerah dan menelaah
Apoteker kode etik apoteker sehingga sungguh sungguh pengaduan, melakukan persiapan
apoteker dapat persidangan.
mengamalkan dengan menghayati dan
sebaik-baiknya dalam Dalam persidangan pengambilan
pelaksanaan nya di lapangan mengamalkan Kode Etik keputusan mengacu kepada
serta apoteker dituntut untuk
lebih up-to-date untuk Apoteker Indonesia ) pedoman penilaian pelanggaran etik
mencari isu-isu kefarmasian apoteker, dengan cara:
saat ini agar dapat  Adanya pelaporan dari
mengevaluasi diri dalam masyarakat sehingga polisi 1. Menentukan kriteria pelanggaran
pelaksanaan nya datang ke Apotek untuk etika
menginvestigasi kejadian 2. Menentukan kriteria pembuktian
terkait pelayanan 3. Diberikan sanksi sesuai dengan
kefarmasian kriteria pelanggaran dan kriteria
pembuktian

3 Menjalankan profesi sesuai  Membina Apoteker supaya  Seorang Apoteker tidak  Memberikan pembinaan bahwa
SKAI dengan prinsip berlaku adil, jujur, memberikan konseling Seorang Apoteker harus
kemanusiaan menghindarkan diri dari mengenai obat kepada menyadari kesehatan dan
pengaruh pertimbangan pasien karena pasien keselamatan pasien dapat tercapai
suku, agama, ras, golongan, membeli obat-obat generik salah satunya dengan konseling,
jenis kelamin, politik, dan yang murah sedangkan sehingga pemberian konseling
kedudukan sosial pasien. pada pasien yang membeli harus dilakukan kepada pasien
obat bermerek yang tanpa melihat status sosial, ras,
harganya mahal Apoteker suku, dan agama tertentu.
 Membina apoteker untuk memberikan konseling
memberikan informasi, mengenai obat yang
edukasi dan atau harganya mahal tersebut
rekomendasi tentang obat kepada pasien.
secara tepat lengkap dan  memilih- milih pasien
lengkap. (hanya yang punya uang
dan kaya yang dilayani).
4 Mengikuti perkembangan  Memberi pembinaan untuk  Apoteker tidak mengikuti  Memberikan teguran atau
kefarmasian/kesehatan mengembangkan perkembangan pembekuan izin apoteker.
pengetahuan dan kefarmasian terkait
ketrampilan profesionalnya penyerahan obat-obat  Melakukan pembinaan kepada
secara terus menerus. psikotropika/obat-obat apoteker mengenai penyerahan
keras dengan tidak obat-obat keras/psikotropika dan
 Mengikuti perkembangan di menggali informasi ke perizinan apotek.
bidang kesehatan dengan pasien.
pelatihan dan workshop,
diukur dari nilai SKP yang  Apoteker tidak mengikuti  Menyarankan apoteker dan staff
diperoleh dan Hasil Uji perkembangan terkait agar mengikuti pelatihan /
(kompetensi. perizinan apoteknya dan whorkshop mengenai penyerahan
cara memperpanjang obat-obat keras/psikotropika dan
perizinan. mengenai perizinan/perpanjangan
 Memperoleh jumlah SKP izin apotek
minimal yang ditetapkan
dalam PO (Peraturan  Apoteker dan staff tidak
Organisasi). mengikuti pelatihan atau  Memberikan pembinaan untuk
workshop tentang selalu mengikuti perkembangan di
perizinan, penyerahan bidang kesehatan dan farmasi.
obat-obat
keras/psikotropika, dan
teknik komunikasi
informasi dan edukasi
(KIE).
5 Menjauhkan diri dari usaha  Membina apoteker untuk  Apoteker tidak  Menerapkan aturan
mencari keuntungan diri senantiasa menjalankan memperhatikan tindakan pelayanan/pembelian obat keras/
kewajiban profesinya untuk profesionalnya untuk penerimaan resep baik obat keras/
peduli terhadap masyarakat menghindari diri dari psikotropika sesuai ketentuan
atau pasien. perbuatan yang akan yang berlaku.
merusak seseorang atau
merugikan orang lain.
 Memberikan Dilihat dari tindakan  Menerapkan sistem pengambilan
pengarahan/edukasi kembali apoteker yang tidak laba sesuai ketentuan yang telah
kepada apoteker, perihal mengklarifikasi perihal ditetapkan.
pelayanan obat keras/obat resep yang dibawa pasien
psikotropika baik dengan kepada dokter yang  Memberikan pengarahan/ edukasi
resep atau tanpa resep. bersangkutan. untuk tetap menjalankan
kewajiban profesinya serta peduli
dengan pasien.
 Menyarankan apoteker  Apoteker dalam
untuk mengikuti pelatihan- menjalankan tugasnya
pelatihan kesehatan guna untuk memperoeh imbalan
meningkatkan keahliannya dari pasien dan masyarakat
dalam sistem managerial atas jasa yang
apotek. diberikannya tidak
memegang teguh prinsip
dan peraturan organisasi
dari Apoteker. Dilihat dari
tidakan apoteker yang
membebaskan pelayanan
obat bebas, obat keras baik
dengan resep maupun
tanpa resep dokter yang
sering disalahgunakan.
6 Berbudi luhur dan menjadi  Memberikan edukasi lagi Pasal 6, Seorang Apoteker  Apoteker dan TTK menerapkan
contoh kepada tim apotek perihal harus atuaran penerimaan
penerimaan resep/pemeblian resep/pembelian obat
obat keras/obat psikotropika berbudi luhur dan menjadi keras/psikotropika dengan baik
contoh yang baik bagi orang dan benar
lain.
 Memberikan pengarahan  apoteker dan TTK meningkatkan
agar selalu teliti perihal (Seorang Apoteker harus komunikasi yang baik dan benar
masa berlaku ijin Apotek, menjaga kepercayaan kepada pasien,meliputi informasi
masyarakat atas penyakit dan obat yang akan
dibeli secara detail, serta aspek
 Memberikan edukasi dan yang seharusnya disampaikan.
profesi yang disandangkan
pelatihan kepada apoteker Sehingga pasien dapat percaya
dalam berkomunikasi yang dengan jujur dan penuh dan tidak menyepelkan profesi
baik dan benar terhadap apoteker
integritas)
pasien, sehingga rasa
kepercayaan pasien terhadap  Timbul pertanyaan dan
apoteker tidak keraguan masyarakat  Apoteker lebih teliti lagi dalam
diragukan/disepelekan kepada Apotek tersebut perijinin apotek, 6 bulan sebelum
setelah polisi datang. ijin apotek habis sudah
menyiapkan berkas-berkas yang
 Apoteker kurang disyaratkan. Jika memang sibuk,
menjelaskan dengan baik apoteker sebelumnya minta tolong
tentang pembelian obat pada TTK untuk mengingatkan
keras/psikotropika, apoteker masalah tenggang
sehingga terjadi perijinan apotek.
perdebatan dan akhirnya
pembeli tetap dapat
menerima obatnya
 Apoteker tidak teliti pada
masa berlaku ijin apotek,
hal ini dapat menciptkan
rasa kepercayaan
masyarakat turun
7 Menjadi sumber informasi  Memberikan pelatihan Pasal 7, Seorang Apoteker  Meningkatkan skill atau
kepada apoteker guna harus menjadi sumber kemampuan berkomunikasi
meningkatkan kemampuan informasi sesuai dengan apoteker, sehingga apoteker dapat
komunikasi apoteker profesinya meberikan informasi yang jelas
kepada pasien serta mampu
(Sebelum memberikan menggali informaasi penting
 Membina apoteker untuk mengenai kondisi pasien
informasi,Apoteker harus
senantiasa menjalankan
kewajiban profesinya untuk menggali informasi yang
peduli terhadap pasien dibutuhkan dari pasien  Apabila pembinaan yang
ataupun orang yang datang diberikan tidak menunjukkan
menemui Apoteker mengenai perubahan yang positif dapat
pasien serta penyakitnya) diambil tindakan yang lebih tegas
seperti pemberian surat peringatan
 Apoteker tidak tertulis kepada APA
menghubungi dokter, tidak
menskrining keabsahan
resep
 Apoteker tidak
memberikan informasi
mengenai obat dengan
jelas kepada pasien/tidak
melakukan konseling obat
 Apoteker tidak menggali
informasi mengenai pasien
dan penyakitnya
 Apoteker tidak melakukan
monitoring mengenai
penggunaan obat
8 Mengikuti perkembangan - Memberikan surat Lalainya apoteker di apotek -Pencabutan surat ijin apoteker
peraturan perundangan peringatan terhadap tersebut tersebut dalam hal tersebut.
apotek tersebut penyerahan obat obat -Penundaan perpanjangan ijin
mengenai surat izin psikotropik (jumlah dan Apotek tersebut
apotek yang sudah frekuensi pengambilan obat
habis oleh pasien ). Dan Apoteker
- Diberikannya tersebut belum melakukan
pelatihan serta evalusi perpanjang surat izin apotek
terhadap pelayanan yang masa berlakunya sudah
obat khusus ( habis
NAPZA)
9 Mengutamakan Dilakukan pembinaan dan Kesalahan penyerahan obat- Pencabutan surat ijin Praktek
kepentingan masyarakt dan pelatihan kepada apoteker obat psikotropik (jumlah dan apoteker tersebut serta penundaan
menghormati hak azasi terkait mengenai pentingnya frekuensi pengambilan obat perpanjangan ijin Apotek.
mengutamakan keselamatan
dari apoteker untuk pasien B
pasien dalam melakukan
pelayanan kefarmasiaan obat yang tidak melindungi
NAPZA. Apoteker yang keselamatan pasien
menyerahkan obat keras,
narkotika dan psikotropika
kepada masyarakat atas resep
dari dokter harus sesuai
dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
10 Memperlakukan teman Dilakukan pembinaan terkait Asumsi : di apotek tersebut Jika pembinaan sudah dilakukan
sejawat dengan pentingnya saling ada 2 orang apoteker) tetapi tidak adanya progress
mengingatkan sesama
apoteker dengan menjalin Kelalaian terkait apoteker perbaikan, maka IAI dapat
komunikasi tentang perijinan yang tidak mengurus lebih membekukan izin
yang harus diperhatikan lanjut izin apoteknya.
begitupun dengan pelayanan Ketidak perhatian apoteker
kefarmasiaan terhadap administrasi
pelayanan resep
11 Saling mengingatkan dan Dilakukan pembinaan terkait Apoteker melayani resep Apabila telah dilakukan pembinaan
saling menasehati pentingnya mengingatkan dan psikotropika dan obat tetapi belum ada perubahan terhadap
saling mesehti antar teman tertentu yang dapat apoteker dalam melayani resep
sejawat agar tidak melayani disalahgunakan tanpa makan ijin kerja apoteker dapat
resep obat yang berisi mengkonfirmasi terlebih dibekukan.
narkotika, psikotropika dan dahulu kepada dokter yang
obat-obat tertentu yang dapat meresepkan.
disalahgunakan tanpa
mengkonfirmasi ke dokter.
12 Meningkatkan kerja sama Dilakukan pembinaan terkait pada apotek menerima resep Dengan dilakukannya pembinaan
yang baik sesama apoteker pentingnya mengkonfirmasi psikotropik dan pada apotek serta kerja sama sesame apoteker
kembali kepada dokter yang terdapat 2 orang apoteker. terkait screening administrasi dan
mengeluarkan resep tersebut Saat resep diterima maka klarifikasi terhadap dokter mengenai
terutama pada obat narkotik apoteker A melakukan keaslian resep sehingga tidak
dan psikotropik dan screening administrasi yang terjadinya resep palsu.
peningkatan screening kemudian apoteker B
administrasi dari resep bertindak sebagai double
sehingga dapat dikatakan check sekaligus
bahwa obat tersebut asli. mengkonfirmasi ke dokter
Sesama apoteker melakukan yang bersangkutan bila
kerja sama untuk pengecekan terdapat kecurigaan pada
keaslian resep. resep
13 Hubungan profesi, saling Membangun komunikasi Apoteker tidak melakukan 1. Dilakukan teguran oleh IAI
mempercayai, menghargai dengan Nakes lain dengan double check dengan sesama terhadap Apotek XX mengenai
dan menghormati nakes lain baik, tidak mengandung Apoteker atau TTK dalam pelayanan resep Narkotik,
penyataan yang menyudutkan melayani resep pada kasus. Psikotropik & obat obat yg sering
nakes lain. Apoteker tidak melakukan disalahgunakan, dan dilakukan
konfirmasi resep yang berisi evaluasi terhadap pelayanan yang
obat narkotika, psikotropika dilakukan.
serta obat-obat tertentu yang 2. Dilakukan teguran oleh IAI
sering disalahartikan. tentang kesesuaian tenaga
Apoteker di Apotek sesuai
Peraturan Perundang-undangan
dan dievaluasi sekian bulan apakah
sudah ada perubahan atau belum.
14 Menjauhkan diri dari yang Sering melakukan komunikasiMenyalahkan nakes lain Lakukan teguran secara lisan
dapat engakibatkan serta saling menjaga dan didepan pasien serta terhadap yang bersangkutan.
berkurangnya atau meningkatkan kepercayaan menjatuhkan nama baik
hilangnya kepercayaan antar nakes nakes lain dengan sengaja
masyarakt pada nakes lain maupun tidak disengaja
dihadapan masyarakat atau
pasien
15 Bersungguh sungguh Memberikan pemahaman Melanggar kode etik dengan 1.Dilakukan teguran secara lisa
menghayati dan kepada yang bersangkutan sengaja maupun tidak terlebih dahulu, jika tidak berubah:
mengamalkan KEAI tentang betapa pentingnya disengaja, serta tidak mau 2.Diberikan surat teguran tertulis
KEAI sehingga yang mengamalkan kode etik dan jika masih melanggar
bersangkutan dapat dengan benar dengan 3. Pencabutan keanggotaan
menghayati dan mengamalkan berbagai alasan.
kode etik dengan baik.