Anda di halaman 1dari 37

A.

JUDUL PRAKTIKUM : Faktor-Faktor yang Mempengaruhi


Laju Reaksi
B. HARI / TANGGAL : Selasa / 27 Februari 2018, Pukul 8.40
11.20
C. TUJUAN PRAKTIKUM : Menguji faktor-faktor yang mempengaruhi
laju reaksi yaitu zat pereaksi, luas
permukaan sentuhan, temperatur, dan
katalis.
D. TINJAUAN PUSTAKA
Laju reaksi adalah perubahan konsentrasi pereaksi ataupun produk dalam
suatu satuan waktu. Laju reaksi dapat dinyatakan sebagai laju berkurangnya
konsentrasi suatu pereaksi, atau laju bertambahnya konsentrasi suatu produk.
Konsentrasi biasanya dinyatakan dalam mol per liter, tetapi untuk reaksi fase
gas, atau satuan tekanan atmosfer, milimeter merkurium, atau pascal dapat
digunakan sebagai ganti konsentrasi. Satuan waktu dapat detik, menit, jam,
hari, atau bahkan tahun bergantung apakah reaksi itu cepat atau lambat.
Untuk menentukan laju dari reaksi kimia yang diberikan, harus
ditentukan seberapa cepat perubahan konsentrasi yang terjadi pada reaktan
atau produknya. Secara umum apabila terjadi reaksi A  B maka mula-mula
yang ada yaitu zat A, dan zat B sama sekali belum ada. Setelah beberapa
waktu konsentrasi B akan meningkat sementara konsentrasi zat A menurun.
Secara kuantitatif dapat dinyatakan bahwa laju pengurangan zat A, adalah vA
𝑑[𝐴] 𝑑[𝐵]
= − , dan laju pembentukan zat B adalah vB = , sehingga secara
𝑑𝑡 𝑑𝑡
𝑑[𝐴] 𝑑[𝐵]
stoikhiometri dapat dinyatakan bahwa v = − = .
𝑑𝑡 𝑑𝑡

a. Hukum Laju
Laju reaksi terukur seringkali sebanding dengan konsentrasi reaktan
dengan suatu pangkat tertentu. Misalnya laju yang sebanding dengan
konsentrasi dua reaktan A dan B, dapat dituliskan sebagai berikut : v = k
[A] [B]. Koefisien k disebut konstanta laju yang tidak bergantung pada
konsentrasi (tetapi bergantung pada temperatur). Persamaan sejenis ini
yang ditentukan sebagai hasil eksperimen disebut hukum laju. Secara
formal hukum laju adalah persamaan yang menyatakan laju reaksi v
sebagai fungsi dari konsentrasi semua spesies yang menentukan laju
reaksi. Untuk reaksi umum dengan jenis :
aA + bB → cC + dD
Hukum lajunya berbentuk laju = k [A]x [B]y
Jika mengetahui nilai k, x, y serta konsentrasi A dan B dapat
menggunakan hukum laju untuk menghitung laju reaksi. Seperti halnya
dengan k, x, dan y juga harus ditentukan melalui percobaan. Jumlah dari
pangkat-pangkat setiap konsentrasi reaktan yang ada dalam hukum laju
disebut orde reaksi keseluruhan. Orde reaksi keseluruhannya yaitu x + y.
Orde reaksi selalu ditentukan oleh konsentrasi reaktan dan tidak pernah
oleh konsentrasi produk.
b. Penentuan Hukum Laju
Hukum laju dapat ditentukan dengan melakukan serangkaian
eksperimen secara sistematis. Pada reaksi A + B → C, untuk menentukan
orde reaksi terhadap A maka konsentrasi A dibuat tetap sementara itu
konsentrasi B divariasi kemudian diukur laju reaksinya pada variasi
konsentrasi tersebut. Sedangkan untuk menentukan orde reaksi terhadap
B, maka konsentrasi B dibuat tetap sementara itu konsentrasi A divariasi
kemudian diukur laju reaksinya pada variasi konsentrasi tersebut.
c. Hubungan antara Konsentrasi Reaktan dengan Waktu
Reaksi orde pertama (first order reaction) ialah reaksi yang lajunya
bergantung pada konsentrasi reaktan dipangkatkan dengan satu. Dalam
𝑑[𝐴]
reaksi orde pertama dari jenis A → produk. Lajunya ialah laju = − .
𝑑𝑡
𝑑[𝐴]
Dari hukum laju, dapat diketahui bahwa laju = k [A] jadi, − = k [A]
𝑑𝑡

Dapat ditentukan satuan dari konstanta laju k orde pertama dengan


𝑑[𝐴] 1
transposisi : k = − dengan satuan k = det-1
[𝐴] 𝑑𝑡

Dengan menggunakan kalkulus dapat ditunjukkan bahwa,


ln [A] – ln [A]0 = - kt atau ln [A] = - kt + ln [A]0 dimana ln adalah
logaritma natural dan [A]0 dan [A] adalah konsentrasi A masing-masing
pada waktu t = 0 dan t = t. Persamaan diatas memiliki bentuk persamaan
linier y = mx + b, dengan m adalah kemiringan dari garis. ln [A] = - kt +
ln [A]0. Jadi plot ln [A] versus t (y versus x) menghasilkan sebuah garis
lurus dengan kemiringan –k (atau m). Ini memungkinkan untuk
menghitung konstanta laju k, pada gambar menunjukkan ciri reaksi orde
pertama.
Konsentrasi [A]

ln konsentrasi
ln [A]
t (waktu) t (waktu)
(b)
(a) Plot dari hubungan garis lurus untuk
Menurunnya konsentrasi memperoleh konstanta laju.
reaktan seiring dengan waktu Kemiringan garis sama dengan -k

d. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi


1) Sifat dan keadaan zat
Dalam reaksi kimia terjadi pemutusan dan pembentukan ikatan
dimana jenis ikatan yang dimiliki oleh reaktan dapat mempengaruhi
laju reaksi. Selain itu, luas permukaan zat-zat yang bereaksi sangat
berpengaruh terhadap laju reaksi, sehingga suatu zat dalam bentuk
serbuk dan bongkahan/kepingan akan memiliki laju reaksi yang
berbeda. Padatan berbentuk serbuk halus memiliki luas permukaan
bidang sentuh yang lebih besar daripada padatan berbentuk lempeng
atau butiran. Semakin luas permukaan partikel, maka frekuensi
tumbukan kemungkinan akan semakin tinggi sehingga reaksi dapat
berlangsung lebih cepat.
2) Konsentrasi
Konsentrasi adalah banyaknya zat terlarut di dalam sejumlah
pelarut. Makin besar konsentrasi zat reaktan berarti makin besar
kemungkinan terjadinya tumbukan yang efektif, sehingga laju
reaksinya akan semakin cepat. Tumbukan yang efektif adalah
tumbukan antar molekul yang menghasilkan reaksi, dan hanya dapat
terjadi bila molekul yang bertumbukan tersebut memiliki energi
aktivasi yang cukup. Energi aktivasi adalah energi minimum yang
harus dimiliki molekul agar tumbukannya menghasilkan reaksi.
3) Temperatur
Menaikkan suhu berarti menambah energi, sehingga energi kinetik
molekul-molekul akan meningkat. Akibatnya molekul-molekul yang
bereaksi menjadi lebih aktif mengadakan tumbukan. Dengan kata lain,
kenaikkan suhu menyebabkan gerakan molekul makin cepat sehingga
kemungkinan tumbukan yang efektif makin banyak terjadi.
4) Katalisator
Katalisator adalah zat yang mempercepat reaksi, tetapi tidak ikut
bereaksi. Adanya katalis akan menurunkan energi aktivasi (Ea) dari
suatu reaksi, sehingga lebih mudah dilampaui oleh molekul-molekul
reaktan akibatnya reaksi menjadi lebih cepat.
Suatu reaksi kimia selalu disertai dengan perubahan energi, yang
diamati dalam bentuk perubahan kalor. Reaksi yang berlangsung
dengan menyerap kalor dari luar sistem disebut reaksi endoterm, dan
reaksi yang disertai dengan pembebasan kalor dari sistem disebut
reaksi eksosterm.
e. Teori Laju Reaksi
1) Teori tumbukan
Reaksi terjadi karena adanya molekul-molekul yang saling
bertumbukan secara efektif, yaitu tumbukan antar molekul yang
orientasinya sesuai dan memungkinkan untuk menghasilkan produk.
2) Teori keadaan transisi
Bila terjadi tumbukan antar molekul reaktan akan diperoleh suatu
kedaana transisi / antara (intermediet) yang mempunyai energi sangat
tinggi, sehingga menyebabkan molekul yang menghasilkan kompleks
teraktivasi. Kompleks ini tidak stabil dan dengan segera berubah
menjadi produk.
E. ALAT DAN BAHAN
Alat :
Labu ukur 250 ml 2 buah
Stopwatch 1 buah
Gelas ukur 100 ml 1 buah
Penjepit 1 buah
Pipet tetes 5 buah
Gelas kimia 100 ml 4 buah
Mortar + alu 1 buah
Tabung reaksi + rak 4 buah tabung + 1 rak

Bahan :
HCl 1M 40 ml
Na2S2O3 1M 20 ml
Butiran dan serbuk CaCO3 secukupnya
KMnO4 0,01M 10 tetes
H2C2O4 0,5M 14 tetes
H2SO4 0,5M 14 tetes
MnSO4 1 tetes
H2O 100 ml
Balon 2 buah
F. ALUR PRAKTIKUM
1. Pengaruh konsentrasi pada laju reaksi

5 ml larutan Na2S2O4

 Dituangkan ke dalam masing-masing gelas kimia A,B,C,D


 Ditambahkan air berturut-turut 10 ml, 15 ml, 25 ml pada gelas kimia
B,C,D dan diguncangkan
 Ditambahkan 5 ml HCl 1 M pada gelas kimia A dan dikocok sampai
homogen
 Stopwatch dijalankan tepat saat HCl ditambahkan dan dihentikan saat
terjadi kekeruhan
 Dilakukan hal sama pada gelas kimia B,C,D

Waktu

Reaksi : Na2S2O3 (aq) + HCl (aq) → 2NaCl (aq) + S (s) + SO2 (g) + H2O (l)

2. Pengaruh luas permukaan sentuhan pada laju reaksi

1 butir CaCO3

 Dimasukkan ke balon
 Diisikan labu ukur dengan 10 ml HCl 1 M
 Dipasangkan balon dengan labu
 Diamati reaksi yang terjadi, stopwatch dijalankan tepat saat CaCO3
dituang
 Dicatat hasil reaksi

Waktu
Serbuk CaCO3

 Dimasukkan beberapa butir dan dihaluskan


 Dimasukkan ke balon
 Diisikan labu dengan 10 ml HCl 1 M
 Dipasangkan balon dengan labu
 Diamati reaksi yang terjadi
 Stopwatch dijalankan tepat saat CaCO3 dituang
 Dicatat hasil reaksi

Waktu
Reaksi : CaCO3 (s) + 2HCl (aq) → CaCl2 (aq) + H2O (l) + CO2 (g)

3. Pengaruh temperature pada laju reaksi

10 tetes larutan H2C2O4

 Ditambahkan air hingga volumenya 5 ml

Larutan A

10 tetes larutan KMnO4

 Ditambahkan air hingga volumenya 5 ml

Larutan B
2 tetes larutan A + 2 tetes
H2SO4 0,5 M

 Dicatat suhu awal


 Ditambahkan 1 tetes larutan B
 Stopwatch dijalankan, dimatikan saat warna larutan menghilang

Waktu

2 tetes larutan A + 2 tetes


H2SO4 0,5 M

 Dipanaskan hingga suhu 500C


 Ditambahkan 1 tetes larutan B
 Stopwatch dijalankan dan dimatikan saat warna larutan menghilang
 Diulang percobaan untuk suhu 350C, 400C, 450C

Waktu

Reaksi : 2KMnO4 (aq) + 5H2C2O4 (aq) + 3H2SO4 (aq) → 2MnSO4 (aq) + K2SO4
(aq) + 8H2O (l) + 10CO2 (g)

4. Pengaruh katalis pada laju reaksi

10 tetes larutan KMnO4

 Diencerkan H2O sampai 10 ml

Larutan KMnO4
2 tetes larutan H2C2O4 + 2
tetes H2SO4+ 1 tetes
larutan encer KMnO4

 Dijalankan stopwatch saat penambahan terakhir KMnO4


 Dihentikan saat warna KMnO4 menghilang
 Dicatat waktunya

Waktu

Reaksi : 2KMnO4 (aq) + 5H2C2O4 (aq) + 3H2SO4 (aq) → 2MnSO4 (aq) + K2SO4
(aq) + 8H2O (l) + 10CO2 (g)

2 tetes larutan H2C2O4 + 2


tetes H2SO4+ 1 tetes
larutan encer MnSO4 + 1
tetes larutan encer
KMnO4

 Dijalankan stopwatch pada penambahan KMnO4


 Dihentikan pada saat permanganate hilang
 Diteruskan penambahan KMnO4 sampai warna permanganat hilang
 Diamati dan dicatat hasilnya

Waktu

MnSO4
Reaksi : 2KMnO4 (aq) + 5H2C2O4 (aq) + 3H2SO4 (aq) → 2MnSO4 (aq) +
K2SO4 (aq) + 8H2O (l) + 10CO2 (g)
G. HASIL PENGAMATAN

No. Hasil pengamatan


Prosedur Percobaan Dugaan/Reaksi Kesimpulan
Perc. Sebelum Sesudah
Pengaruh konsentrasi pada laju
1. reaksi

5 ml larutan Na2S2O4  Na2S2O3 tidak  Na2S2O3 + HCl  Na2S2O3 (aq) + 2HCl  Konsentrasi zat
berwarna dikocok menjadi (aq) 2NaCl (aq) pereaksi
 Dituangkan ke dalam  HCl tidak keruh dan berbau + S (s) + SO2 (g) + mempengaruhi laju
masing-masing gelas berwarna  tA = 7 detik H2O (l) reaksi.
kimia A,B,C,D  Air (H2O) tidak  tB = 12 detik  Konsentrasi semakin  Semakin besar
 Ditambahkan air berwarna  tC = 15 detik besar maka laju konsentrasi reaktan
berturut-turut 10 ml, 15  tD = 19 detik reaksinya semakin maka laju reaksi
ml, 25 ml pada gelas  Na2S2O3 + H2O cepat. semakin besar pula.
kimia B,C,D dan diguncang dan  Konsentrasi semakin  Konsentrasi
diguncangkan tetap tidak kecil (encer) maka reaktan besar maka
 Ditambahkan 5 ml HCl berwarna laju reaksinya semakin banyak
1 M pada gelas kimia A  Terdapat semakin lambat. partikel yang
dan dikocok sampai endapan kuning bertumbukan dan
homogen sulfur laju reaksi semakin
 Stopwatch dijalankan cepat.
tepat saat HCl
ditambahkan dan
dihentikan saat terjadi
kekeruhan
 Dilakukan hal sama
pada gelas kimia B,C,D
Waktu

2 Pengaruh luas permukaan  Marmer  t butiran marmer  CaCO3 (s) + 2HCl  Luas permukaan
. sentuhan pada laju reaksi berwarna putih = 5 menit 15 (aq) → CaCl2 (aq) + bidang sentuh
tulang detik H2O (l) + CO2 (g) mempengaruhi laju
1 butir CaCO3
 HCl tidak  t serbuk marmer  Serbuk marmer reaksi.
berwarna = 5 detik membutuhkan waktu  Semakin luas
 Dimasukkan ke balon  Timbul yang lebih cepat permukaan bidang
 Diisikan labu ukur gelembung- dibanding butiran sentuh zat pereaksi
dengan 10 ml HCl 1 M gelembung / gas marmer untuk maka laju reaksi
 Dipasangkan balon CO2 mengembangkan semakin cepat.
dengan labu balon.  Serbuk marmer
 Diamati reaksi yang  Timbul gas CO2 luas permukaan
terjadi, stopwatch untuk isi balon. bidang sentuhnya
dijalankan tepat saat besar, sehingga
CaCO3 dituang banyak terjadi
 Dicatat hasil reaksi tumbukan dan laju
reaksinya semakin
Waktu cepat dibanding
butiran marmer.

Serbuk CaCO3
 CaCO3 (s) +2HCl
 Dimasukkan beberapa (aq) → CaCl2 (aq) +
butir dan dihaluskan H2O (l) + CO2 (g)
 Dimasukkan ke balon
 Diisikan labu dengan 10
ml HCl 1 M
 Dipasangkan balon
dengan labu
 Diamati reaksi yang
terjadi
 Stopwatch dijalankan
tepat saat CaCO3
dituang
 Dicatat hasil reaksi
Waktu

Pengaruh temperature pada laju


3 reaksi  H2C2O4 tidak  Suhu kamar (310  2KMnO4 (aq) +  Suhu
berwarna C) =1 menit 46 5H2C2O4 (aq) + mempengaruhi laju
10 tetes larutan H2C2O4  KMnO4 berwarna detik 3H2SO4 (aq) → reaksi.
 500 C = 37 detik 2MnSO4 (aq) + 
ungu Semakin besar
 Ditambahkan air hingga  H 2 SO4 tidak  45 0
C = 52 detik suhu zat pereaksi
K2SO4 (aq) + 8H2O
volumenya 5 ml berwarna  400 C = 1 menit (l) + 10 CO2 (g)
maka laju reaksi
15 detik semakin cepat.
 Reaktan dengan suhu
akan 
Larutan A  350 C = 1 menit Semakin besar
500
45 detik suhu pada zat
menghasilkan laju
 Menjadi larutan reaksi yang lebih
reaktan maka
warna ungu lalu energi kinetiknya
cepat dibanding suhu
warnanya tinggi dan banyak
dibawahnya.
menghilang tumbukan yang
menjadi tidak terjadi sehingga
berwarna laju reaksi semakin
10 tetes larutan KMnO4 cepat.

 Ditambahkan air hingga


volumenya 5 ml
Larutan B

2 tetes larutan A + 2 tetes


H2SO4 0,5 M

 Dicatat suhu awal


 Ditambahkan 1 tetes
larutan B
 Stopwatch dijalankan,
dimatikan saat warna
larutan menghilang

Waktu
2 tetes larutan A + 2 tetes
H2SO4 0,5 M

 Dipanaskan hingga suhu


500C
 Ditambahkan 1 tetes
larutan B
 Stopwatch dijalankan
dan dimatikan saat
warna larutan
menghilang
 Diulang percobaan
untuk suhu 350C, 400C,
450C
Waktu

4 Pengaruh katalis pada laju  KMnO4  t permanganat  2KMnO4 (aq) +  Katalis


reaksi berwarna ungu hilang = 5H2C2O4 (aq) + mempengaruhi laju
 H2SO4 tidak  t1 = 2menit 10 reaksi.
3H2SO4 (aq) →
10 tetes larutan KMnO4 berwarna detik  Reaksi yang
 2MnSO4 (aq) +
H2C2O4 tidak  t2 = 1 menit 6 menggunkan
K2SO4 (aq) + 8H2O
 Diencerkan H2O sampai berwarna detik
(l) + 10 CO2 (g)
katalis laju
10 ml  t3 = 41 detik reaksinya lebih
 Laju reaksi yang
 t4 = 33 detik cepat dibanding
menggunakan
Larutan KMnO4  menjadi MnSO4 akan
reaksi yang tanpa
larutan ungu menggunakan
lalu warnanya semakin cepat katalis.
hilang menjadi dibanding dengan  MnSO4 adalah
tak berwarna reaksi tanpa MnSO4 sebagai katalis
yang berfungsi
2 tetes larutan H2C2O4 + 2 mempercepat laju
tetes H2SO4+ 1 tetes reaksi karena dapat
larutan encer KMnO4 menurunkan energi
aktivasi.
 Dijalankan stopwatch
saat penambahan
terakhir KMnO4
 Dihentikan saat warna
KMnO4 menghilang
 Dicatat waktunya
Waktu

 KMnO4  t permanganat
2 tetes larutan H2C2O4 + 2 berwarna ungu 2KMnO4 (aq) +
hilang =
tetes H2SO4+ 1 tetes  H2SO4 tidak 23detik 5H2C2O4 (aq) +
larutan encer MnSO4 + 1 berwarna  t2 = 8 detik 3H2SO4 (aq)
tetes larutan encer  H2C2O4 tidak  t3 = 5detik MnSO4
KMnO4 berwarna  t4 = 3 detik 2MnSO4
 menjadi (aq) + K2SO4 (aq) +
 Dijalankan stopwatch larutan ungu 8H2O (l) + 10 CO2 (g)
pada penambahan lalu warnanya
KMnO4 hilang menjadi
 Dihentikan pada saat tak berwarna
permanganat hilang
 Diteruskan penambahan
KMnO4 sampai warna
permanganate hilang
 Diamati dan dicatat
hasilnya

Waktu
H. ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Pertama yaitu telah dilakukan percobaan pengaruh konsentrasi terhadap
laju reaksi dengan menggunakan reaktan natrium tiosulfat (Na2S2O3) dan
asam klorida (HCl) serta aquades (H2O). Empat gelas kimia diberi label A, B,
C, dan D dan masing-masing gelas diisi dengan 5 ml larutan Na2S2O3 1 M.
Pada gelas kimia B, C, dan D ditambahkan dengan H2O berturut-turut 10 ml,
15 ml, dan 25 ml. Tujuan penambahan H2O tersebut yaitu untuk menurunkan
jumlah partikel Na2S2O3 sehingga konsentrasi larutan menurun. Untuk
menghitung konsentrasi dari larutan Na2S2O3 pada gelas B, C, dan D
menggunakan rumus M1 x V1 = M2 x V2. Pada gelas kimia A ditambahkan 5
ml larutan HCl 1 M bersamaan dijalankan stopwatch, dan digoyang gelas
kimia tersebut agar homogen. Selang beberapa detik larutan tersebut menjadi
keruh dengan bukti tanda X pada dasar gelas kimia tidak dapat dilihat, dan
bersamaan stopwatch dihentikan. Pada gelas kimia B, C, dan D juga
ditambahkan 5 ml larutan HCl 1 M dengan bersamaan dijalankan
stopwatchnya dan digoyangkan hingga terjadi kekeruhan atau sampai
indikator tanda X pada dasar gelas tidak terlihat dan stopwatch dihentikan.
Larutan tersebut menjadi keruh karena telah dihasilkan endapan kuning sulfur
serta bau sedikit menyengat dari sulfur. Berikut persamaan reaksi yang terjadi
:
Na2S2O3 (aq) + HCl (aq) → 2NaCl (aq) + S (s) + SO2 (g) + H2O (l)
Dari percobaan telah dihasilkan data pengamatan yang disajikan dalam tabel
berikut :
Tabel Data Pengamatan Pengaruh Konsentrasi Terhadap Laju Reaksi
Gelas Na2S2O3 HCl r
t (s) 1/t
Kimia ( M) ( M) (M/s)
A 1 1 7 0,142 0,142
-1
B 3,3 x 10 1 12 0,083 0,0275
C 2,5 x 10-1 1 15 0,066 0,0167
D 1,7 x 10-1 1 19 0,052 0,0089

Dari data yang disajikan dapat dinyatakan bahwa jika konsentrasi semakin
besar maka waktu yang dibutuhkan untuk bereaksi atau laju reaksinya
semakin cepat. Hal itu dikarenakan pada konsentrasi yang besar, jumlah
partikel zat pereaksi juga akan banyak dan menyebabkan seringnya terjadi
tumbukan antar partikel sehingga laju reaksinya akan semakin cepat. Dari
percobaan yang dilakukan juga dihasilkan orde reaksi sebesar 1 yang
𝑟
log 𝐴
𝑟𝐵
didapatkan dengan menggunakan rumus 𝑀𝐴 . Berikut grafik pengaruh
log
𝑀𝐵

konsentrasi terhadap laju reaksi :


Grafik Pengaruh Konsentrasi Terhadap Laju Reaksi

Pengaruh Konsentrasi Terhadap Laju Reaksi


0.16
y = 0.1028x + 0.0408
0.14
R² = 0.9765
Pengaruh
0.12 Konsentrasi
Terhadap Laju
0.1 Reaksi
1/t (s)

0.08 Linear (Pengaruh


Konsentrasi
0.06
Terhadap Laju
0.04 Reaksi)

0.02

0
0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 1.2
Konsentrasi (M)

Dari grafik diatas dapat dinyatakan bahwa laju reaksi dan konsentrasi
berbanding lurus, dimana jika konsentrasi semakin besar maka laju reaksi
yang dihasilkan semakin besar pula.
Percobaan kedua yaitu percobaan pengaruh luas permukaan bidang
sentuh terhadap laju reaksi dengan membandingkan laju reaksi antara larutan
HCl 1 M dengan butiran marmer (CaCO3) berwarna putih tulang dan HCl 1
M dengan serbuk marmer (CaCO3). Masing-masing 10 ml larutan HCl 1 M
ditempatkan pada 2 erlenmeyer, juga disiapkan 2 buah balon yang masing-
masing balon telah diisi dengan 1 butiran CaCO3 dan serbuk CaCO3
secukupnya. Mulut balon dikaitkan pada mulut erlenmeyer, bersamaan
dengan dituangkannya isi balon tersebut juga dijalankan stopwatchnya. Dan
ketika balon itu sudah mengembang maka dihentikan stopwatchnya. Balon
tersebut dapat mengembang karena dari reaksi yang terjadi dihasilkan
gelembung-gelembung gas CO2 yang mengisi ruang balon. Persamaan reaksi
yang terjadi pada percobaan kedua yaitu sebagai berikut :
CaCO3 (s) + 2HCl (aq) → CaCl2 (aq) + H2O (l) + CO2 (g)
Berikut tabel data hasil pengamatan :
Bentuk
Waktu (s)
CaCO3
Butiran CaCO3 332
Serbuk CaCO3 5

Dari tabel diatas dapat dinyatakan bahwa serbuk CaCO3 mempunyai laju
reaksi lebih cepat dibandingkan dengan butiran CaCO3. Hal itu terjadi karena
luas permukaan bidang sentuh pada serbuk CaCO3 lebih besar dan banyak
terjadi tumbukan antar partikel di tiap permukaan bidangnya, sehingga energi
kinetiknya besar dan laju reaksi menjadi semakin cepat.
Percobaan ketiga yaitu pengaruh suhu terhadap laju reaksi antara larutan
kalium permanganat (KMnO4) dengan larutan asam oksalat (C2H2O4) dan
asam sulfat (H2SO4) pada suhu awal atau kamar (31oC), 35 oC, 40 oC, 45 oC,
o
50 C. Awalnya mengencerkan 10 tetes larutan C2H2O4 dengan
menambahkan 5 ml H2O pada gelas ukur, menjadi larutan A. Dan 10 tetes
KMnO4 juga diencerkan dengan menambahkan 5 ml H2O menjadi larutan B.
5 buah tabung reaksi disiapkan dan masing-masing tabung diisi dengan 2
tetes larutan A dan 2 tetes larutan H2SO4 0,5 M. Salah satu tabung reaksi
diukur suhu awalnya, dan direaksikan dengan 2 tetes larutan B, bersamaan
dijalankan stopwatchnya. Jika larutan yang awalnya berwarna ungu sudah
menjadi tidak berwarna maka dihentikann stopwatchnya. Untuk keempat
tabung reaksi yang lain dipanaskan dengan penangas air hingga suhu 50 oC,
45 oC, 40 oC, dan 35 oC dan dilakukan hal yang sama seperti pada tabung
reaksi yang pertama. Tahapan warna pada saat bereaksi dengan ditetesi
KMnO4 awalnya menjadi larutan ungu, kemudian merah muda dan akhirnya
menjadi tidak berwarna. Penambahan larutan H2SO4 yaitu untuk
mengasamkan larutan dan sebagai pembentuk garam sulfat, karena jika Mn2+
bereaksi dengan anion sulfat akan membentuk MnSO4 yang tidak berwarna
sehingga laju reaksi yang terjadi dapat terdeteksi. Persamaan reaksi yang
terjadi pada percobaan ini sebagai berikut :
2KMnO4 (aq) + 5H2C2O4 (aq) + 3H2SO4 (aq) → 2MnSO4 (aq) + K2SO4 (aq)
+ 8H2O (l) + 10CO2 (g)
Dengan tabel data hasil pengamatan berikut :
Tabel Data Pengamatan Pengaruh Temperatur Terhadap Laju Reaksi

Suhu
No. Waktu (s) 1/t
(0C)
1. 31 106 0,0094
2. 35 105 0,0095
3. 40 75 0,013
4. 45 52 0,019
5. 50 37 0,027

Dari data tabel diatas dapat dinyatakan bahwa semakin tinggi suhu suatu
pereaksi maka semakin tinggi pula laju reaksinya. Hal itu terjadi karena pada
suhu yang besar maka partikel akan bergerak cepat dan energi kinetiknya
menjadi besar sehingga banyak tumbukan yang terjadi serta menghasilkan
laju reaksi yang besar. Pada laju reaksi, suhu akan berpengaruh pada k,
ln A−Ea
dimana k = . Berikut grafik pengaruh suhu terhadap laju reaksi :
rT
Grafik Pengaruh Temperatur Terhadap Laju Reaksi

Pengaruh Temperatur Terhadap Laju Reaksi


0.03

0.025 y = 0.0009x - 0.0223


R² = 0.9138 Pengaruh
Temperatur
0.02
Terhadap Laju
Reaksi
1/t (s)

0.015
Linear (Pengaruh
Temperatur
0.01 Terhadap Laju
Reaksi)
0.005

0
0 10 20 30 40 50 60
Temperatur (ᵒC)
Dari grafik diatas dapat dinyatakan bahwa suhu berbanding lurus dengan laju
reaksi, semakin tinggi suhu maka semakin cepat pula laju reaksi yang terjadi.
Percobaan keempat yaitu pengaruh katalis terhadap laju reaksi antara
larutan KMnO4 dengan larutan H2C2O4 dan larutan H2SO4. Awalnya 10 tetes
KMnO4 diencerkan dengan menambah H2O hingga 10 ml. Dua tabung reaksi
disiapkan, salah satu tabung diisi dengan 2 tetes larutan H2C2O4, 2 tetes
H2SO4. Namun tabung reaksi yang kedua diisi dengan 2 tetes larutan H2C2O4,
2 tetes H2SO4 dan penambahan 1 tetes larutan MnSO4 yang akan bertindak
sebagai katalis untuk mencari jalan lain agar energi aktivasi menurun
sehingga reaksi akan terjadi dengan semakin cepat. Larutan MnSO4 yang
sebagai katalis tidak akan ikut bereaksi sehingga pada produk tetap dihasilkan
larutan MnSO4. Sedangkan penambahan larutan H2SO4 yaitu untuk
mengasamkan larutan dan sebagai pembentuk garam sulfat, karena jika Mn2+
bereaksi dengan anion sulfat akan membentuk MnSO4 yang tidak berwarna
sehingga laju reaksi yang terjadi dapat terdeteksi. Masing-masing tabung
reaksi ditambahkan 1 tetes larutan KMnO4 dengan bersamaan dijalankan
stopwatch. Larutan menjadi warna ungu, selang beberapa detik larutan
menjadi merah muda lalu menjadi tidak berwarna, dan stopwatch dihentikan.
Dilakukan kembali dengan penambahan 1 tetes KMnO4 encer kemudian
dijalankan stopwatch, begitu seterusnya sampai tetesan keempat. Persamaan
reaksi yang terjadi sebagai berikut :
 2KMnO4 (aq) + 5H2C2O4 (aq) + 3H2SO4 (aq) → 2MnSO4 (aq) + K2SO4
(aq) + 8H2O (l) + 10CO2 (g)
MnSO4
 2KMnO4 (aq) + 5H2C2O4 (aq) + 3H2SO4 (aq) → 2MnSO4 (aq) +
K2SO4 (aq) + 8H2O (l) + 10CO2 (g)
Berikut tabel data hasil pengamatan :
Tabel Data Pengamatan Pengaruh Katalis Terhadap Laju Reaksi
Tetes t tanpa t dengan
1/t 1/t
ke- MnSO4 (s) MnSO4 (s)
1. 130 0,007 23 0,043
2. 66 0,015 8 0,125
3. 41 0,024 5 0,2
4. 33 0,03 3 0,3

Dari tabel data diatas dapat dinyatakan bahwa laju reaksi yang dihasilkan
dengan penambahan katalis lebih besar dibandingkan dengan laju reaksi tanpa
menggunakan katalis. Karena katalis bertindak untuk mencari jalan lain agar
energi aktivasi (energi minimal yang dibutuhkan untuk bereaksi) menurun
sehingga reaksi akan terjadi dengan semakin cepat. Katalis tidak akan ikut
bereaksi sehingga pada akhir reaksi tetap dihasilkan kembali. Berikut grafik
pengaruh katalis terhadap laju reaksi :
Grafik Pengaruh Katalis Terhadap Laju Reaksi

Pengaruh Katalis Terhadap Laju Reaksi


0.35

0.3 y = 0.0846x - 0.0445 Laju Reaksi tanpa


R² = 0.9963 MnSO4
0.25
Laju Reaksi dengan
0.2 MnSO4
1/t (s)

0.15 Linear (Laju Reaksi


tanpa MnSO4)
0.1
Linear (Laju Reaksi
0.05 y = 0.0078x - 0.0005 dengan MnSO4)
R² = 0.9941
0
0 1 2 3 4 5
Jumlah tetesan Permanganat

Dari grafik diatas dapat dinyatakan bahwa laju reaksi dipengaruhi oleh
katalis, dimana laju reaksi dengan penambahan katalis akan semakin besar
dibandingkan dengan reaksi yang tanpa menggunakan katalis.

I. KESIMPULAN
Berdasarkan percobaan dengan judul faktor-faktor yang mempengaruhi
laju reaksi yang sudah dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai
berikut :
 Konsentrasi mempengaruhi laju reaksi. Semakin besar konsentrasi
suatu zat pereaksi maka semakin banyak jumlah partikel yang
bertumbukan, sehingga semakin besar pula laju reaksinya, begitu
sebaliknya.
 Luas permukaan bidang sentuhan mempengaruhi laju reaksi. Semakin
kecil suatu zat pereaksi maka semakin besar luas bidang sentuh suatu
reaktan, maka semakin banyak tumbukan yang terjadi sehingga laju
reaksi semakin besar, begitu sebaliknya.
 Suhu mempengaruhi laju reaksi. Semakin besar suhu suatu reaktan
maka partikel bergerak cepat dan terjadi banyak tumbukan sehingga
laju reaksi yang dihasilkan semakin besar.
 Katalis mempengaruhi laju reaksi. Reaksi yang menggunakan katalis
laju reaksinya akan semakin besar daripada reaksi yang tanpa
menggunakan katalis. Katalis akan mencari jalan lain untuk
menurunkan energi aktivasi sehingga dapat mempercepat laju reaksi.

J. DAFTAR PUSTAKA

Chang, R. (2005). Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti. Edisi ketiga jilid 2.


Jakarta: Erlangga.
Charles W. Keenan. dkk. (1991). Kimia Untuk Universitas. Edisi keenam jilid
1. Jakarta: Erlangga.
Crys Fajar Partana. dkk. (2003). Kimia Dasar 2. Yogyakarta: Universitas
Negeri Yogyakarta.
Dasar, T. K. (2018). Penuntun Praktikum Kimia Dasar II. Surabaya: Unipress
unesa.
Kristianingrum, S. (2003, Mei 24). Kinetika Kimia. Retrieved from
staff.uny.ac.id
Petrucci, R. H. (1985). Kimia Dasar : Prinsip dan Terapan Modern. Edisi
Keempat. Jilid Kedua. Jakarta: Erlangga.
K. LAMPIRAN
Jawaban Pertanyaan
1. Tulis semua persamaan reaksi yang terjadi pada percobaan di atas!
Jawab :
 Reaksi dari percobaan pengaruh konsentrasi
Na2S2O3 (aq) + HCl (aq) → 2NaCl (aq) + S (s) + SO2 (g) + H2O (l)
 Reaksi dari percobaan pengaruh luas permukaan sentuh
CaCO3 (s) + 2HCl (aq) → CaCl2 (aq) + H2O (l) + CO2 (g)
 Reaksi dari percobaan pengaruh temperatur
2KMnO4 (aq) + 5H2C2O4 (aq) + 3H2SO4 (aq) → 2MnSO4 (aq) +
K2SO4 (aq) + 8H2O (l) + 10CO2 (g)
 Reaksi dari percobaan pengaruh katalis
- 2KMnO4 (aq) + 5H2C2O4 (aq) + 3H2SO4 (aq) → 2MnSO4 (aq) +
K2SO4 (aq) + 8H2O (l) + 10CO2 (g)
MnSO4
- 2KMnO4 (aq) + 5H2C2O4 (aq) + 3H2SO4 (aq) → 2MnSO4 (aq)
+ K2SO4 (aq) + 8H2O (l) + 10CO2 (g)

2. Tulislah persamaan laju untuk reaksi berorde satu dan dua jika
konsentrasi masing-masing zat berbeda dan jika kedua zat memiliki
konsentrasi yang sama!
Jawab :
 Persamaan laju reaksi berorde satu

r = k [A]

 Persamaan laju reaksi berorde dua


- Konsentrasi masing-masing zat sama
r = k [A]2
- Konsentrasi masing-masing zat berbeda
r = k [A] [B]

3. Gas apa yang terbentuk pada percobaan reaksi antara kalsium karbonat
dan asam klorida tuliskan persamaan reaksinya!
Jawab :
Gas yang terbentuk pada percobaan reaksi antara kalsium karbonat dan
asam klorida adalah gas CO2. Persamaan reaksinya :
CaCO3 (s) + 2HCl (aq) → CaCl2 (aq) + H2O (l) + CO2 (g)

4. Apakah fungsi penambahan asam sulfat pada reaksi antara asam oksalat
dengan kalium permanganat?
Jawab :
Fungsi penambahan asam sulfat pada reaksi antara asam oksalat dengan
kalium permanganat yakni untuk mengasamkan larutan. Selain itu asam
sulfat juga berperan untuk membentuk garam sulfat, karena jika Mn2+
bereaksi dengan anion sulfat akan membentuk MnSO4 yang tidak
berwarna sehingga laju reaksi yang terjadi dapat terdeteksi.

5. Jelaskan mengapa pada percobaan pengaruh temperatur pada laju reaksi


warna larutan KMnO4 tidak nampak seiring bertambahnya waktu?
Jawab :
Warna larutan KMnO4 tidak nampak seiring bertambahnya waktu karena
diakibatkan dari penambahan larutan asam sulfat yang membentuk garam
sulfat dengan ion MnO4- dan garam tersebut tidak berwarna, sehingga
warna KMnO4 yang berwarna ungu semakin lama semakin menghilang.
Lampiran Foto

PERCOBAAN 1

Menyiapkan alat dan bahan Memberi label A,B,C,D pada gelas


kimia

Memberi air berturut-turut pada gelas Gelas A diberi 5 ml HCl 1M dan


B,C dan D masing-masing 10 ml, 15 dikocok sampai homogen
ml, 25 ml
Stopwatch dijalankan tepat saat HCl Dilakukan hal yang sama pada gelas
ditambahkan dan dihentikan saat B,C,dan D
terjadi kekeruhan

PERCOBAAN 2

Butiran CaCO3 Mengisi labu ukur dengan 10 ml HCl


1M
Memasangkan balon ke labu ukur Balon menjadi berdiri tegak

Memasukkan beberapa butir CaCO3 CaCO3 yang sudah dihaluskan


dan dihaluskan

Memasukkan serbuk CaCO3 ke dalam Memasangkan balon pada labu ukur


balon
Setelah mengamati yang terjadi balon
berdiri tegak

PERCOBAAN 3

10 tetes larutan H2C2O4 10 tetes larutan H2C2O4 ditambahkan


air hingga volumenya 5 ml dan menjadi
larutan A
10 tetes larutan KMnO4 Ditambahkan air hingga volumenya 5
ml dan menjadi larutan B

Larutan A dan Larutan B 2 tetes larutan A + 2 tetes H2SO4 0,5


M ditambahkan 1 tetes larutan B
2 tetes larutan A + 2 tetes H2SO4 0,5 Dipanaskan hingga suhu 500C
M ditambahkan 1 tetes larutan B

Diulang percobaan untuk suhu


350C, 400C, 450C
PERCOBAAN 4

10 tetes larutan KMnO4 Diencerkan dengan H2O sampai 10 ml

Menjadi larutan KMnO4


2 tetes larutan H2C2O4 + 2 tetes Warna KMnO4 menghilang
H2SO4+ 1 tetes larutan encer KMnO4

2 tetes larutan H2C2O4 + 2 tetes Warna permanganate hilang


H2SO4+ 1 tetes larutan encer MnSO4 +
1 tetes larutan encer KMnO4
Lampiran Perhitungan

1. Pengaruh konsentrasi pada laju reaksi

Diketahui : M Na2S2O3 = 1M = M1
V Na2S2O3 = 5ml = V1
M HCL = 1M = M2
V HCL = 5ml = V2

 Gelas A
M Na2S2O3 = 1M

 Gelas B ( Penambahan 10 ml H2O)


V1 . M1 = V2 . M2
15 . M1 =5.1
M1 = 3,3 x 10-1M

 Gelas C ( Penambahan 15 ml H2O)


V1 . M1 = V2 . M2
20 . M1 = 5. 1
M1 = 2,5 x 10-1M

 Gelas D ( Penambahan 25 ml H2O )


V1 . M1 = V2 . M2
30 . M1 = 5. 1
M1 = 1,7 x 10-1M

Tabel data hasil pengamatan


Gelas Na2S2O3 HCL t (s) 1/t r
Kimia ( M) ( M) (M/s)
A 1 1 7 0,142 0,142
B 3,3 x 10-1 1 12 0,083 0,0275
C 2,5 x 10-1 1 15 0,066 0,0167
D 1,7 x 10-1 1 19 0,052 0,0089

Ordo reaksi :
rA k[MA ]𝑥
=
rB k[MB ]𝑥
0,142 1 𝑥
=
0,0275 0,33
5,163 = 3,03x
log 5,163
=x
log 3,03

1,48 =x
1 =x
Jadi orde reaksinya = 1

2. Pengaruh luas permukaan sentuhan pada laju reaksi

Bentuk
Waktu (s)
CaCO3
Butiran CaCO3 332
Serbuk CaCO3 5

3. Pengaruh Temperatur pada laju reaksi

Suhu
No. Waktu (s) 1/t
(0C)
1. 31 106 0,0094
2. 35 105 0,0095
3. 40 75 0,013
4. 45 52 0,019
5. 50 37 0,027

4. Pengaruh katalis pada laju reaksi

t tanpa t dengan
Tetes
MnSO4 1/t MnSO4 1/t
ke-
(s) (s)
1. 130 0,007 23 0,043
2. 66 0,015 8 0,125
3. 41 0,024 5 0,2
4. 33 0,03 3 0,3
Lampiran Grafik

Grafik Pengaruh Konsentrasi Terhadap Laju Reaksi

Pengaruh Konsentrasi Terhadap Laju Reaksi


0.16
y = 0.1028x + 0.0408
0.14
R² = 0.9765
Pengaruh
0.12 Konsentrasi
Terhadap Laju
0.1 Reaksi
1/t (s)

0.08 Linear (Pengaruh


Konsentrasi
0.06
Terhadap Laju
0.04 Reaksi)

0.02

0
0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 1.2
Konsentrasi (M)

Grafik Pengaruh Temperatur Terhadap Laju Reaksi

Pengaruh Temperatur Terhadap Laju Reaksi


0.03

0.025 y = 0.0009x - 0.0223


R² = 0.9138 Pengaruh
Temperatur
0.02
Terhadap Laju
Reaksi
1/t (s)

0.015
Linear (Pengaruh
Temperatur
0.01 Terhadap Laju
Reaksi)
0.005

0
0 10 20 30 40 50 60
Temperatur (ᵒC)
Grafik Pengaruh Katalis Terhadap Laju Reaksi

Pengaruh Katalis Terhadap Laju Reaksi


0.35

0.3 y = 0.0846x - 0.0445 Laju Reaksi tanpa


R² = 0.9963 MnSO4
0.25
Laju Reaksi dengan
0.2 MnSO4
1/t (s)

0.15 Linear (Laju Reaksi


tanpa MnSO4)
0.1
Linear (Laju Reaksi
0.05 y = 0.0078x - 0.0005 dengan MnSO4)
R² = 0.9941
0
0 1 2 3 4 5
Jumlah tetesan Permanganat

Anda mungkin juga menyukai