Anda di halaman 1dari 4

Perbandingan Profesi-Profesi Kesehatan Mental (Konselor, Terapis,

Psikoanalisis, Psikiatris, Psikolog, Psikoterapis dan Pekerja Sosial)


1. Konselor
Konselor sendiri adalah seseorang yang mempunyai keahlian dalam melakukan
konseling. Berlatar belakang pendidikan minimal sarjana strata 1 (S1) dari jurusan Psikologi
Pendidikan dan Bimbingan (PPB), Bimbingan Konseling (BK), atau Bimbingan Penyuluhan
(BP). Mempunyai organisasi profesi bernama Asosiasi Bimbingan Konseling Indonesia
(ABKIN). Melalui proses sertifikasi, asosiasi ini memberikan lisensi bagi para konselor
tertentu sebagai tanda bahwa yang bersangkutan berwenang menyelenggarakan konseling
dan pelatihan bagi masyarakat umum secara resmi.
Konselor bergerak terutama dalam konseling di bidang pendidikan, tapi juga merambah
pada bidang industri dan organisasi, penanganan korban bencana, dan konseling secara
umum di masyarakat. Khusus bagi konselor pendidikan yang bertugas dan bertanggungjawab
memberikan layanan bimbingan dan konseling kepada peserta didik di satuan pendidikan
(sering disebut Guru BP/BK atau Guru Pembimbing), ia tidak diwajibkan mempunyai
sertifikat terlebih dulu. Profesi ini lebih banyak berkiprah di bidang pendidikan umum,
pekerja sosial, pendidikan khusus seperti SLB dan beberapa jenis terapi seperti anak autis.
2. Terapis
Terapis adalah orang yang dipercaya untuk memberikan terapi kepada klien yang
mengalami gangguan jiwa. Persyaratan dan kwalitas terapis :
Menurut Globy, Kenneth Mark seperti yang dikutif Depkes RI menyatakan bahwa
persyaratan dan kualifikasi untuk terapi aktivitas kelompok adalah :
a. Pengetahuan pokok tentang pikiran-pikiran dan tingkah laku normal dan patologi
dalam budaya setempat
b. Memiliki konsep teoritis yang padat dan logis yang cukup sesuai untuk dipergunakan
dalam memahami pikiran-pikiran dan tingkah laku yang normal maupun patologis
c. Memiliki teknis yang bersifat terapeutik yang menyatu dengan konsep-konsep yang
dimiliki melalui pengalaman klinis dengan pasien.
d. Memiliki kecakapan untuk menggunakan dan mengontrol institusi untuk membaca
yang tersirat dan menggunakannya secara empatis untuk memahami apa yang
dimaksud dan dirasakan pasien dibelakang kata-katanya.
e. Memiliki kesadaran atas harapan-harapan sendiri, kecemasan dan mekanisme
pertahanan yang dimiliki dan pengaruhnya terhadap teknik terapeutiknya
f. Harus mampu menerima pasien sebagai manusia utuh dengan segala kekurangan dan
kelebihannya
3. Psikoanalisis
Psikoanalis adalah orang adalah orang yang mempraktekkan suatu bentuk terapi, yaitu
psikoanalis. Untuk menjadi seorang psikoalis, seseorang harus mendapatkan pendidikan
spesialisasi di institute psikoanalisis dan juga harus menjalani psikoanalisis. Hingga saat ini,
perizinan untuk menjadi anggota institute psikoanalis (Amerika Serikat) menuntut gelar M.D
atau Ph.D., namun lambat laun tuntutan ini terabaikan. Pekerja sosial klinis dengan gelar
master, dan bahkan orang awam yang berminat sekalipun, dapat memperoleh izin.
4. Psikiatris
Seorang psikiatris adalah dokter yang sudah mengambil spesialis kedokteran jiwa.
Setelah lulus sarjana kedokteran (dokter Umum) seseorang yang hendak menjadi psikiatris
harus mengambil keahlian bidang psikiatris sekitar lima tahun. Baru layak menyandang gelar
spesialisasi Psikiatris.
Psikiatris bertugas memberikan konsultasi seputar kesehatan jiwa. Sebab mereka
dilengkapi dengan berbagai kemampuan baik konseling dan psikoterapi. Mereka belajar
keahlian ini (dihitung dari S1) selama sepuluh tahun, bahkan bisa lebih.
Disamping itu psikiatris berhak memberikan (resep) obat kepada pasien atau klien. Psikolog
dan konselor sama sekali tidak berhak mengeluarkan resep. Psikiatris masing-masing juga
melengkapi dengan keahlian khusus sesudah tamat dari spesialisasi, baik di dalam hingga ke
luar negri. Sayangnya jumlah Psikiatris di Indonesia masih minim alias kurang memadai,
yakni hanya sekitar 600 Orang. Banyak daerah kabupaten yang belum memiliki psikiatris.
5. Psikolog
Psikolog adalah gelar profesi yang diberikan kepada seseorang yang sudah lulus sarjana
Psikologi. Biasanya setelah lulus S1 Psikologi perlu waktu satu setengah tahun hingga dua
tahun menyelesaikan gelar profesi Psikolog.
Seorang psikolog ada yang bekerja atau praktek sebagai psikologi klinis di rumah sakit.
Selain itu ada psikolog dengan spesialisasi psikologi industri dan organisasi
dan psikologi pendidikan. Psikolog industri dan organisasi biasanya bekerja di bagian Human
Resources and Development (HRD). Sedangkan Psikolog pendidikan berkecimpung di dunia
pendidikan, seperti konselor di sekolah.
Psikolog biasanya menggunakan pendekatan sosial dari permasalahan kejiwaan. Mereka
mempelajari aspek sosial dari individu tersebut, seperti keluarga, norma masyarakat dan
agama. Dalam menentukan diagnosa dan penyebab, mereka akan melakukan wawancara
dengan klien dan keluarganya. Kalau psikiater memberikan obat atau medikasi medis, maka
psikolog menggunakan pendekatan konseling intervensi, terapi tertentu hingga alat tes.
Untuk membantu diagnosa, psikolog terkadang menggunakan bantuan tes-tes psikologi.
Fungsinya untuk membantu psikolog dalam menentukan diagnosa. Untuk menyembuhkan
atau menghilangkan permasalahan kejiwaan, psikolog menggunakan terapi konseling dan
intervensi. Jenis tes itu antara lain tes IQ, minat, bakat, karir, tes kepribadian, dll.
Banyak jenis praktek psikolog di berbagai pengaturan, termasuk instansi, praktek
swasta, organisasi pemeliharaan kesehatan, universitas, penjara, sekolah, serta bisnis dan
industri. Psikolog sering ditemukan dalam instansi, konsultasi, bisnis dan industri, atau
melayani dalam peran pengawasan untuk semua jenis profesional kesehatan mental.
Beberapa jenis psikolog termasuk psikolog klinis, kognitif, konseling, perkembangan,
pendidikan, teknik, eksperimental, medis, kesehatan , industri /organisasi, kuantitatif,
rehabilitasi, sekolah, sosial, dan olahraga. Setiap negara menentukan kewenangan jenis
lisensi psikologi sebagai persyaratan. Sehubungan dengan praktek psikoterapi, semua negara
menawarkan lisensi dalam konseling dan psikologi klinis, dan saat ini banyak negara
memungkinkan individu memiliki lisensi di bidang psikologi kedokteran klinis untuk
menjadi konseling atau psikologi klinis. Sarjana psikologi telah memperoleh izin konseling
dan psikolog klinis dari dokter, pengalaman yang luas akan diperoleh setelah lulus sekolah,
dan lulus ujian lisensi. Konselor psikolog cenderung memiliki kontak lebih banyak dengan
pengobatan jiwa, konseling, dan psikolog sekolah dibandingkan bidang lain dari psikolog.
a. Psikolog klinis
Psikolog klinis memiliki latar belakang yang kuat dalam ilmu pengetahuan, teori, dan
praktek, yang memungkinkan mereka untuk mengurangi ketidakmampuan dan
mempromosikan kesejahteraan psikologis (APA, 2003).
b. Konseling psikologis
Secara historis, konseling psikologis bekerja dengan populasi yang relatif sehat,
sedangkan psikolog klinis bekerja dengan populasi gangguan serius. Namun, perbedaan
antara konseling dan psikolog klinis hanya secara nominal atau namanya saja (APA, 2003).

c. Psikolog Sekolah
Psikolog sekolah memiliki gelar master atau doktor di bidang psikologi sekolah dan
dilisensikan oleh dewan negara pendidikan. Pekerjaan mereka melibatkan anak-anak, dan
keluarga. Proses sekolah dan pelatihan mereka cenderung berfokus pada konsultasi, evaluasi,
dan penilaian, intervensi, pencegahan, serta penelitian dan perencanaan. Banyak psikolog
sekolah yang bekerja sama dengan siswa dalam program pembelajaran, dengan orang tua,
dan guru mereka. Meskipun sebagian besar psikolog sekolah bekerja di sekolah-sekolah,
terkadang mereka dapat ditemukan dalam praktek swasta, di lembaga-lembaga, dan dalam
pengaturan rumah sakit.
6. Psikoterapis
Psikoterapis adalah terapi atau pengobatan yang menggunakan cara-cara psikologik,
dilakukan oleh seseorang yang terlatih khusus, yang menjalin hubungan kerjasama secara
profesional dengan seorang pasien dengan tujuan untuk menghilangkan, mengubah atau
menghambat gejala-gejala dan penderitaan akibat penyakit. Definisi yang lain yaitu bahwa
psikoterapis adalah cara-cara atau pendekatan yang menggunakan teknik-teknik psikologik
untuk menghadapi ketidakserasian atau gangguan mental.
Psikoterapis bertujuan memperbaiki keadaan yang tidak menyenangkan (distres) pada
salah 1 pihak karena tidak berfungsinya / ketidakmampuan pada fungsi kognitif, afeksi atau
perilaku, dengan terapis berusaha mengembangkan memelihara atau mengubahnya dengan
menggunakan metode-metode sesuai pengetahuan & skill, serta bersifat profesional & legal.
7. Pekerja Sosial
Meskipun pekerja sosial jangka panjang dapat berlaku untuk mereka yang memiliki gelar
sarjana atau lulusan gelar dalam pekerjaan sosial yang terkait, belkangan ini istilah tersebut
menjadi lebih terkait dengan orang-orang yang telah memperoleh gelar master dalam
pekerjaan sosial. Sedangkan pekerja sosial tradisional biasanya dalam keadaan miskin dan
dengan sistem sosial keluarga, pekerja sosial saat ini memberikan konseling dan psikoterapi
untuk semua jenis klien di berbagai pengaturan, termasuk pelayanan kesejahteraan anak,
lembaga pelayanan sosial yang didukung pemerintah, lembaga pelayanan keluarga, praktek
swasta , dan rumah sakit. Para pekerja sosial biasanya memiliki pelatihan ekstensif dalam
teknik konseling tapi kurang persiapan dalam konseling karir, teknik penilaian, dan metode
penelitian kuantitatif. Meskipun terdapat perbedaan teoritis pada pekerja sosial dan gelar
master dalam konseling, keduanya mungkin lebih memiliki banyak kesamaan daripada
perbedaan.