Anda di halaman 1dari 32

LAPORAN TUTORIAL

BLOK 10
MODUL 2
MANAJEMEN KESEHATAN MASYARAKAT

KELOMPOK 2
TUTOR: Drg. Murniwati, MPPM
Ketua : Dwitesa Harisona
Sekretaris Papan : Valdelrama Gatra Pratama N
Sekretari Meja : Raudhah Ramadiyantika
Dea Favella
Dini Anita Marlin
Irma Suryani
Nabilla Dayuning Harisman
Nada Adriantoni
Muhammad Defri Ramadhoni
Muhammad Gheza Akbar

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER GIGI


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ANDALAS
2019
SKENARIO
Kinerja ????

Drg. Tralala sebagai pimpinan puskesmas yang baru, dipanggil kepala dinas kesehatan karena
hasil penilaian kinerja puskesmas pencapaian programnya dibawah target yang sudah
ditetapkan seperti K4 Ibu hamil 43%,cakupan imunisasi 65%.

Di puskesmas Drg. Tralala mengadakan lokakarya mini membahas pencapaian program


puskesmas. Dari hasi yang lokakarya mini diketahui bahwa PTP dibuat dengan mencontoh
yang tahun lalu. Petugas puskesmas pembantu tidak mempunyai data mengenai
pencapaiannya. Bidan desa tidak tahu masalah apa yang terjadi di daerah binaanya dan tidak
tahu bagaimana hasil dari program yang telah dijalankan selama ini.

Ternyata Puskesmas belum membuat perencanaan berdasarkan masalah yang ada. Dapatkah
saudara menjelaskan mengenai manejemen Puskesmas?
STEP I. TERMINOLOGI
1. K4 ibu hamil :merupakan kunjungan antenatal yang ke-4 di usia kehamilan 28-36
minggu ke bidan / dokter untuk mendapatkan pelayanan antenatal dengan syarat dan
standar yang telah di tetapkan.
2. Kinerja : Hasil kerja yang telah dicapai secara kualitas dan kuantitas oleh seseorang,
golongan, atau organisasi.
3. Puskesmas Pembantu : Jaringan dari puskesmas dalam wilayah yang lebih kecil.
Yaitu satu puskesmas pembantu ada pada 2 sampai 3 desa kelurahan.
4. Lokakarya mini : Suatu acara dimana beberapa orang berkumpul untuk memecahkan
masalah dan mencari solusinya serta menyusun rencana dan mengevaluasi.
5. Manajemen :
 Rangkaian kegiatan yang bekerja secara sistematis untuk menghasilkan
keluaran yang efektif dan efisien.
 Ilmu/seni bagaimana menggunakan sumberdaya secara rasional untuk
mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
6. PTP (Perencaan Tingkat Puskesmas) : suatu proses kegiatan yang sistematis untuk
menyusun atau mempersiapkan kegiatan yang akan dilakasankan oleh Puskesmas
pada tahun berikutnya untk meningkatkan cakupan dan mutu pelayanan kepada
masyarakat dalam upaya.

STEP II. MENENTUKAN MASALAH


1. Apa tujuan PTP?
2. Bagaimana prosedur membuat PTP?
3. Apa saja faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat?
4. Apa manfaat manajemen kesehatan khususnya dibidang puskesmas?
5. Apa saja prinsip-prinsip dalam manajemen puskesmas?
6. Apa saja kebijakan dasar puskesmas?
7. Apa saja ruang lingkup layanan puskesmas?
8. Program-program apa saja yang ada di puskesmas?
9. Apa saja kendala dalam pencapaian program puskesmas?
10.Bagaimana menyelenggarakan manajemen puskesmas yang baik?
11.Bagaimana pemecah masalah kesehatan?
12.Apa tujuan lokakarya mini?
13.Apa saja jenis-jenis lokakarya?
STEP III. MENGANALISA MASALAH
1. Apa tujuan dari PTP ?

 Tujuan dari PTP adalah untuk menyusun RUK dan melaksanakan RPK, lalu menghasilkan
RPK yang didukung multipihak dan meningkatkan manajemen Puskesmas dalam
pelaksanaan pelyanan kesehatan.
 Untuk mengatasi kesehatan diwilayah kerjanya yang perencanaanya disusun untuk 1 tahun.

2. Bagaimana prosedur pembuatan PTP?

 Persiapan : mempersiapkan tim


 Analisis situasi : mengambil data
 Penyusunan RUK : Mendapatkan masalah
 Penyusunan RPK : Aksi untuk menyelesaikan masalah.

3. Apa saja factor yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat?

 Faktor prilaku
 Faktor Lingkungan
 Faktor Pelayanan Kesehatan
 Faktor keturunan
Semua factor saling berhubungan dan berkesinambungan.

4. Apa manfaat manajemen kesehatan khususnya dibidang puskesmas?

 Untuk mengelola sumber daya


 Untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan masyarakat
 Untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dengan sebaik-baiknya.

5. Apa saja prinsip-prinsip dalam manajemen puskesmas?

 Paradigm sehat, pertanggungjawaban wilayah, kemandirian masyarakat, pemerataan,


keterpaduan dan kesinambungan.
 Kekuasaan dan bertanggung jawab, disiplin, kepentingan umum diatas kepentingan individu,
bertindak adil.

6. Apa saja kebijakan dasar puskesmas?

 UKM (Upaya Kesehatan Masyarakat)


Esensial : promosi kesehatan, gizi, kesehatan lingkungan, P2M, KIA, dan KB
Pengembangan.
 UKP (Upaya Kesehatan Perorangan)
7. Apa saja ruang lingkup layanan puskesmas?

 Pengobatan
 Pencegahan
 Peningkatan kesehatan
 Pemulihan kesehatan

8. Program-program apa saja yang ada di puskesmas?

 Upaya kesehatan wajib puskesmas :


Promosi kesehatan, Kesehatan lingkungan, kesehatan ibu dan anak serta KB, perbaikan gizi
masyarakat, pencegahan dan pemberantasan penyakit menular, serta pengobatan.
 Upaya kesehatan pengembangan puskesmas
Yang ditetapkan berdasarkan permasalahan di masyarakat.

9. Apa saja kendala dalam pencapaian program puskesmas?

 Rencana strategis, visi dan misi belum dirumuskan oleh puskesmas secara jelas
 Fungsi belum dipahami bersama dan belum dilaksanakan oleh jajaran puskesmas dengan baik
 Sistem manajemen puskesmas belum dilaksankan dengan optimal
 Dana operasional terbatas
 Sumberdaya manusia yang masih terbatas kuantitas, kualiatas dan kualifikasinya.

10. Bagaimana penyelenggaraan manajemen puskesmas yang baik?

 Dilakukan secara efektif efisien, rutin, bermutu, dan dikendalikan sepanjang waktu.
 Dilakukan sesuai dengan :
P1 (menganalisis, merekam, merencanakan)
P2 (RUK, RPK)
P3 (pengawasan, penilaian, pengendalian)
 Adanya konsep yang baik dari komunikasi,koordinasi,komitmen, konsisten, kontinuitas,
konsekwen, dan kooperatif.

11. Bagaimana pemecahan masalah kesehatan?

 Analisis situasi
 Identifikasi masalah : bisa dilakukan dengan pendekatan logis,pragmatis dan politis
 Menetapkan tujuan
 Menentukan alternatif
 Rencana operasional
12. Apa tujuan lokakarya mini?

 Untuk meningkatkan kerjasama tim


 Untuk meningkatkan mutu puskesmas
 Terpantaunya kegiatan puskesmas
 Penyelesaian masalah
 Tersusunya rencana program untuk selanjutnya

13. Apa saja jenis-jenis lokakarya?

 Lokakarya lintas program


 Lokakarya lintas sector
 Lokakarya bulanan
 Lokakarya triwulan.

STEP IV. SKEMA

Drg. Melani Lokakarya mini Pencapaian


program puskesmas

Kep Din Kes

PTP mencontoh
Kinerja Puskesmas Di bawah target tahun lalu

Kepala Puskesmas
Puskesmas belum
membuat perencanaan

Manajemen Puskesmas
Manajemen kesehatan

Kebijakan Dasar Puskesmas

Pemecahan Masalah

Evaluasi Program Kesehatan


STEP V. LEARNING OBJECTIVE
1. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan manajemen Puskesmas.
2. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan kebijakan dasar Puskesmas.
3. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan analisis dan pemecahan masalah
manajemen kesehatan.
4. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan evaluasi program kesehatan.

STEP VI. MENGUMPULKAN INFORMASI

STEP VII. SINTESA DAN UJI INFORMASI


LO I. MANAJEMEN PUSKESMAS

Untuk dapat melaksanakan usaha pokok Puskesmas secara efisien, efektif, produktif, dan
berkualitas, pimpinan Puskesmas harus memahami dan menerapkan prinsip-prinsip
manajemen.

Manajemen bermanfaat untuk membantu pimpinan dan pelaksana program agar kegiatan
program Puskesmas dilaksanakan secara efektif dan efisien.

Manajemen puskesmas meliputi tiga tahapan pokok, yaitu:

A. Perencanaan

B. Pelaksanaan dan pengendalian

C. Pengawasan dan pertanggungjawaban

A. PERENCANAAN

Perencanaan merupakan proses penyusunan rencana tahunan Puskesmas untuk mengatasi


masalah kesehatan di wilayah kerja Puskesmas. Hal ini meliputi:

1. Rencana usulan kegiatan, terdiri dari:

Upaya Kesehatan Puskesmas Wajib

Upaya Kesehatan Puskesmas Pengembangan

2. Rencana pelaksanaan kegiatan, merupakan rancangan yang dibuat ketika akan


melaksanakan kegiatan. Terdiri dari upaya wajib dan pengembangan.

B. PELAKSANAAN DAN PENGENDALIAN


Pelaksanaan dan pengendalian merupakan proses penyelenggaraan, pemantauan serta
penilaian terhadap penyelenggaraan rencana tahunan Puskesmas. Ada tiga empat komponen
yang ada dalam tahap ini, yaitu:

1. Pengorganisasian

- Penentuan penanggung jawab dan pelaksana kegiatan per-satuan wilayah kerja


- Membagi habis pekerjaan
- Penggalangan kerjasama tim dg lintas sektoral

2. Penyelenggaraan

Dalam penyelenggaraan harus memperhatikan :

- Azas penyelenggaraan puskesmas


- Standar dan Pedoman pelayanan
- Menyelenggarakan kendali mutu dan kendali biaya

3. Pemantauan

Pemantauan dilaksanakan dengan memperhatikan:

a. kinerja (cakupan, mutu, biaya)

b. masalah dan hambatan

c. menggunakan data dari SIMPUS (Sistem Informasi Manajemen Puskesmas)

4. Penilaian – sumber data utama SIMPUS

C. PENGAWASAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN

Pengawasan dan pertanggungjawaban merupakan proses memperoleh suatu kepastian atas


kesesuaian penyelenggaraan dan pencapaian tujuan Puskesmas terhadap rencana dan
peraturan perundang-undangan serta berbagai kewajiban yang berlaku.

1. Pengawasan, dilakukan secara Internal dan Eksternal

2. Pertanggungjawaban, dilaporkan dalam bentuk laporan pertanggungjawaban yang


terdiri dari:

- laporan berkala

- laporan pertanggung jawaban masa jabatan

Manajemen Puskesmas adalah kegiatan pengelolaan puskesmas yang meliputi semua


rangkaian kegiatan mulai dari :

A. P1 = Perencanaan, berbentuk perencanaan tingkat puskesmas


B. P2 = Penggerakan Pelaksanaan, berbentuk Minilokakarya puskesmas
C. P3 = Pengawasan, Pengendalian dan Penilaian, berbentuk Penilaian Kinerja
Puskesmas

Penjelasan

A. Perencanaan Puskesmas ( P1 )
Merupakan suatu proses kegiatan yang sistematis untuk menyusun atau
mempersiapkan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh puskesmas pada tahun
berikutnya untuk meningkatkan cakupan dan mutu pelayanan kesehatan kepada
masyarakat dalam upaya mengatasi masalah-masalah kesehatan setempat.
Dalam pelaksanaannya sangat memerlukan kekhususan, daerah-daerah yang
tertinggal atau terisolasi berbeda dengan daerah-daerah atau desa-desa yang maju,
baik tahapan-tahapannya maupun target-target pencapaiannya, tetapi harus punya
sasaran dan indikator yang jelas, sehingga dalam kurun waktu tertentu bisa
mendapatkan hasil yang sama dengan desa-desa yang lebih maju dan keberhasilannya
mungkin lebih singkat.
Perencanaan program kesehatan masyarakat di tingkat Puskesmas sebaiknya berbeda
antara satu desa dengan desa lainnya, terutama yang di wilayahnya memiliki desa-
desa terisolir atau tertinggal jangan di generalisir dengan desa-desa lainnya.

Tujuan umum : meningkatkan kemampuan manajemen puskesmas untuk


meningkatkan jangkauan dan mutu pelayanan bagi masyarakat

Tujuan khusus :
- Dapat disusun Rencana Usulan Kegiatan (RUK) untuk tahun berikutnya
o Upaya Kesehatan Puskesmas Wajib
 Pelayanan kesehatan tingkat pertama adalah pelayanan yang
bersifat ‘mutlak perlu’ yang sangat dibutuhkan oleh sebagian besar
masyarakat serta mempunyai nilai strategis untuk meningkatkan
derajat kesehatan masyarakat. Upaya pelayanan kesehatan tingkat
pertama yang diselenggarakan puskesmas bersifat holistic,
komprehensif, terpadu dan berkesinambungan. Misi ini berkaitan
erat dengan program yang dilaksanakan puskesmas. Program
kesehatan dasar adalah program minimal yang harus dilaksanakn
oleh tiap puskesmas, yang dikemas dalam ‘basic six’ yaitu :
1. Upaya kesehatan ibu, anak & kb
2. Upaya promosi kesehatan
3. Upaya kesehatan lingkungan
4. Upaya perbaikan gizi
5. Upaya pencegahan & pemberantasan penyakit menular
6. Upaya pengobatan dasar
o Upaya Kesehatan Puskesmas Pengembangan
 Dilaksanakan sesuai dengan masalah kesehatan masyarakat yang
ada dan kemampuan Puskesmas
 Bila ada masalah kes tapi pusk tidak mampu maka pelaksanaan
oleh dinkes kabupaten/Kota
 Upaya Lab(medis dan kesehatan masyarakat) dan Perkesmas serta
Pencatatan Pelaporan mrpkn kegiatan penunjang dari tiap upaya
wajib atau pengembangan

- Dapat disusun Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK) untuk tahun yang berjalan
o Upaya Kes Pusk Wajib
o Upaya Kes Pusk Pengembangan

Adapun langkah-langkah/ tahapan yang ditempuh dalam perencanaan kesehatan


adalah:
1. Analisa situasi
Adalah mempelajari atau mengkaji situasi yang ada melalui data-data, observasi
dan pengalaman yang dirumuskan menjadi suatu kesimpulan tentang keadaan
umum, keadaan khusus dan masalah yang ada.
2. Mengidentifikasi masalah dan penetapan prioritas masalah
Setelah masalah yang ada diketahui, maka kita perlu mengkaji lebih dalam lagi
untuk menetapkan priotitas masalah. Penentuan ini sangat penting karena
menentukan masalah yang tepat sangat penting untuk mencapai tujuan program.
Cara menetapkan prioritas masalah :
 Pan American Health Organization ( PAHO ) yang menggunakan
parameter dari Prevalens ( Magnitude ), Keparahan ( Severity ), Kesiapan,
teknologi (Vulnerability), Community atau Political concern
 Desease burden adalah beban yang ditimbulkan akibat masalah kesehatan
dengan metode DALY ( Disability Adjusted Life Years )
 Metode Delbeque dan metode Delphi, yang merupakan Nominal Group
Process
3. Merumuskan tujuan program dan target yang akan dicapai
Dalam menentukan tujuan program diperlukan perhatian terhadap beberapa
faktor, yaitu Potensi organisasi, Target program, dan Target waktu
Tujuan harus SMART, yang berarti :
 Spesific ( Interpretasi sama )tujuan harus ditulis dengan kalimat yang kalau
dibaca siapa saja akan memiliki interpretasi yang sama, atau ditambahkan
penjelasan tentang maksud dari kalimat tujuan tersebut.
 Measurable ( dapat diukur ), tujuan harus bisa diukur secara kuantitaif,
kecuali beberapa hal yang bisa diukur secara kualitatif, misal : warna. Bau
dan lainnya.
 Apropriate ( sesuai dengan strategi nasional, tujuan program atau institusi
), tujuan yang dibuat tidak boleh bertentangan dengan tujuan di atasnya
yang terkait dengan program yang dibuat, misal : tujuan program tahunan
puskesmas tidak boleh bertentangan dengan tujuan Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota.
 Realistic ( dapat dilaksanakan ), tujuan harus realistis, yaitu masuk akal
dan bisa dicapai.
 Time bound ( rencana sesuai target waktu ) tujuan harus mempunyai
batasan waktu pencapaian dengan jelas.
4. Mengkaji faktor-faktor yang membantu dan menghambat tujuan
Kajian ini penting dilakukan untuk mengetahui sebesar apa kemampuan
organisasi untuk mencapai tujuan. Hal-hal yang menjadi faktor pendorong dan
penghambat, antara lain :
Pendorong
a. Kekuatan di dalam organisasi
i. Adanya aturan dan pedoman-pedoman kerja yang disiapkan
oleh Depkes maupun dinas-dinas di daerah
ii. Tersedianya anggran baik dari Pusat maupun Daerah
iii. Adanya fasilitas dan sarana kesehatan sampai di kecamatan-
kecamatan
iv. Penyebaran petugas yang sudah cukup merata
b. Peluang yang ada, diluar organisasi
i. Adanya instansi lintas sektoral yang dapat menunjang kegiatan
ii. Adanya sistem pemerintahan yang jelas sampai ke tingkat desa
atau kelurahan
iii. Masyarakat desa sudah terbiasa dengan gotong-royong
iv. Adanya tokoh panutan di desa

Penghambat

a. Kelemahan dari dalam organisasi


i. Kemampuan petugas tidak merata
ii. Perbandingan antara tenaga manajemen dengan tenaga teknis tidak
seimbang
iii. Petugas tidak cenderung kepada penggerakkan masyarakat, tetapi
cenderung pelayanan pasif
iv. Perkembangan masalah kesehatan yang cepat
b. Tantangan dari luar organisasi
i. Tingkat pendidikan masyarakat yang relatif rendah
ii. Masalah kesehatan kurang dipahami oleh pengambil kebijakan di
luar kesehatan dan masyarakat
iii. Pemberian informasi kepada masyarakat kurang
iv. Adanya kepentingan baik politik maupun komunitas sosial yang
tidak menguntungkan
5. Merumuskan kegiatan yang harus dilaksanakan
Setelah kita kaji semua langkah di atas maka kita tinggal merumuskan kegiatan
yang akan dilaksanakan dan menyusun tahap pelaksanaannya

B. Penggerakan, Pelaksanaan, berbentuk Minilokakarya puskesmas (P2)

Pengorganisasian
Merupakan langkah kegiatan pertama untuk menentukan : personil, biaya, tugas dan
wewenang, waktu kegiatan, sasaran, sarana dan prasarana, pencatatan dan pelaporan.
Seluruh hal yang berkaitan dengan pengorganisasian harus disepakati bersama dan
dibuat tertulis serta disesuaikan dengan perencanaan yang telah dibuat.
Pelaksanaan Pengorganisasian
Merupakan pelaksanaan kegiatan yang telah direncanakan dan dilaksanakan oleh
organisasi atau tim yang telah dibentuk, meliputi :
1. Upaya kesehatan masyarakat
2. Pencatatan dan pelaporan
3. Keterlibatan lintas sektoral dan program
4. Pengelolaan keuangan
5. Pengelolaan obat
6. Pemanfaatan dan pemeliharaan sarana

Lokakarya mini

Sesuai dengan Sistem Kesehatan Nasional, upaya kesehatan diselenggarakan melalui


upaya kesehatan Puskesmas, peran serta masyarakat, dan rujukan upaya kesehatan.
Puskesmas mempunyai fungsi sebagai pusat pengembangan peran serata masyarakat,
pusat pembinaan kesehatan masyarakat dan pusat pelayanan kesehatan masyarakat.
Dalam rangka membina petugas Puskesmas untuk bekerjasama dalam tim sehingga dapat
melaksanakan fungsi Puskesmas dengan baik, telah dikembangkan Lokakarya Mini
Puskesmas.
Lokakarya Mini Puskesmas merupakan suatu pertemuan antar petugas Puskesmas dan
petugas Puskesmas dengan sektor terkait (lintas sektoral) untuk meningkatkan kerjasama
tim, memantau cakupan pelayanan Puskesmas serta membina peran serta masyarakat
secara terpadu agar dapat meningkatkan fungsi Puskesmas. Ditinjau dari fungsi
manajemen yang terdiri dari perencanaan (P1), Penggerakan Pelaksanaan (P2) dan
Pengawasan Pengendalian Penilaian (P3) maka Lokakarya Mini Puskesmas merupakan
penerapan Penggerakan, Pelaksanaan (P2).
Adapun tujuan dilakukannya lokakarya mini adalah sebagai berikut :
1. Tujuan Umum
Meningkatkan fungsi Puskesmas melalui penggerakan pelaksanaan
Puskesmas, bekerjasama dalam tim dan membia kerja sama lintas program
serta lintas sektoral,
2. Tujuan Khusus
a) Tergalangnya kerjasama dalam tim antar tenaga Puskesmas dan
pelaksana
b) Terselenggaranya lokakarya bulanan antar tenaga Puskesmas dalam
rangka pemantauan hasil kerja tenaga Puskesmas dengan cara
membandingkan rencana kerja bulan lalu dari setiap petugas dengan
hasil kegiatannya dan membandingkan cakupan kegiatan dari daerah
binaan dengan targetnya serta teersusunnya rencana kerja bulan
berikutnya.
c) Tergalangnya kerjasama lintas sektoral dalam rangka pembinaan dan
pengembangan peran serta masyarakat secara terpadu.
d) Terselenggaranya lokakarya tribulanan lintas sektoral dalam ranngka
mengkaji kegiatan kerjasama lintas sektoral dan tersusunnya rencana
kerja tribulan berikutnya. Manfaatnya adalah mengevaluasi kegiatan
yang telah dilakuakan pada bulan lalu dan untuk merencanakan
kegiatan yang akan dilakukan.

3. Penggalangan / peningkatan kerjasama dalam Tim


Lokakarya yang pada dasarnya dilaksanakan setahun sekali
dilingkungan Puskesmas sendiri, dalam rangka meningkatkan
kerjasama antar petugas Puskesmas untuk meningkatkan fungsi
Puskesmas.
4. Lokakarya Bulanan Puskesmas
Sebagai tidak lanjut lokakarya pengggalangan / peningkatan kerjasama
dalam Tim, setiap awal bulan berikutnya diadakan pertemuan antar
tenaga Puskesmas untuk membandingkan rencana kerja bulan yang lalu
dengan hasil kegiatan serta cakupan daerah binaan. Bilaman dijumpai
masalah, dibahas dan dipecahkan bersama, serta kemudian menyusun
rencana kerja bulan berikutnya bagi setiap tenaga.
5. Penggalangan / peningkatan kerja sama lintas sektoral
Dalam rangka meningkatkan peran serta masyarakat dan dukungan
sektor-sektor yang bersangkutan diperlukan penggalangan kerjasama
lintas sektor, yang dilaksanakan dalam satu pertemuan setahun sekali.
Untuk itu perlu dijelasklan manfaat bersama dari upaya pembinaan peran
serta masyarakat dalam bidang kesehatan bagi sektor-sektor yang
bersangkutan. Sebagai hasil pertemuan adalah kesepakatan rencana kerja
lintas sektoral dalam membina dan mengembanngkan peran serta
masyarakat dalam bidang kesehatan. Khususnya dalam rangka
peningkatan kesejahteraan ibu dan kelangsungan hidup anak.
Harapannya peningkatan pelayanan kesehatan, laporan kegiatan tepat
waktu.
Salah satu bentuk upaya dalam penggalangan maupun pemantauan berbagai kegiatan
adalah melalui pertemuan lokakarya mini puskesmas. Pada dasarnya ruang lingkup
kegiatan lokmin itu, mencakup dua hal pokok, yang meliputi :
1. Lokmin Lintas Program :

a. Meningkatkan kerjasama antar petugas internal puskesmas


b. Mendapatkan kesepakatan sesuai rencana pelaksanaan kegiatan
c. Meningkatkan motivasi tugas seluruh staf puskesmas
d. Mengkaji pelaksanaan rencana kerja (RPK) yang telah disusun.

2. Lokmin Lintas Sektor :

a. Mendapatkan kesepakatan rencana kerja lintas sektoral,

b. untuk membina dan mengembangkan peran serta masyarakat dalam


bidang kesehatan

berdasarkan waktunya, lokakarya mini dibagi menjadi 2 :

1. Lokakarya mini bulanan

Lokarya bulanan ini mempunyai beberapa tujuan yang terbagi menjadi 2 :

a. Tujuan umum :

Terselenggaranya lokakarya bulanan intern puskesmas dalam rangka


pemantauan hasil kerja petugas puskesmas dengan cara
membandingkan rencana kerja bulan lalu dari setiap petugas dengan
hasil kegiatannya dan membandingkan cakupan kegiatan dari daerah
binaan dengan targetnya serta tersusunnya rencana kerja bulan
berikutnya.

b. Tujuan khusus :

a. Diketahuinya hasil kegiatan puskesmas bulan lalu

b. Disampaikannya hasil rapat dari kabupaten/kota, kecamatan dan


berbagai kebijakan serta program

c. Diketahuinya hambatan atau masalah kegiatan bulan lalu

d. Dirumuskannya cara penyelesaian masalah

e. Disusunnya rencana kerja bulan baru

Lokakarya mini bulanan diselenggarakan dalam dua tahap, yaitu :


1. Lokakarya mini bulanan yang pertama

Merupakan lokakarya penggalangan tim yang diselenggarakan dalam


rangka pengorganisasian untuk dapat terlaksananya rencana
pelaksanaan kegiatan (RPK). Pelaksanaan lokakarya mini bulanan
yang pertama sebagai berikut :

a) Masukan

1) Penggalangan tim dalam bentuk dinamika tentang peran,


tanggung jawab staf dan kewenangan puskesmas

2) Informasi tentang kebijakan, program dan konsep baru yang


berkaitan dengan puskesmas

3) Informasi tentang tatacara penyusunan rencana kegiatan


(PoA) puskesmas

b) Proses :

1. Inventarisasi kegiatan puskesmas termasuk kegiatan


lapangan dan daerah binaan

2. Analisis beban kerja tiap petugas

3. Pembagian tugas baru termasuk pembagian daerah binaan

4. Penyusunan rencana kegiatan puskesmas tahunan


berdasarkan RPK

c) Keluaran :

1. Rencana kegiatan puskesmas tahunan

2. Kesepakatan bersama untuk pelaksanaan kegiatan


berdasarkan PoA

3. Matriks pembagian tugas dan daerah binaan

2. Lokakarya mini bulanan rutin

Merupakan tindak lanjut dari lokakarya mini bulanan yang pertama.


Lokakarya bulanan rutin ini dilaksanakan untuk memantau pelaksanaan
PoA puskesmas yang dilakukan setiap bulan secara teratur.
Pelaksanaan lokakarya bulanan rutin puskesmas senagai berikut :

a) Masukan :

1) Laporan hasil kegiatan bulan lalu

2) Informasi tentang hasil rapat di kabupaten/kota

3) Informasi tentang hasil rapat di kecamatan

4) Informasi tentang kebijakan, program dan konsep baru

b) Proses :

1) Analisis hambatan dan masalah, antara lain dengan


menggunakan PWS

2) Analisis sebab masalah, khusus untuk mutu dikaitkan


dengan kepatuhan standar pelayanan

3) Merumuskan alternatif pemecahan masalah

c) Keluaran :

1) Kesepakatan untuk melaksanakan kegiatan

2) Rencana kerja bulan yang baru

2. Lokakarya mini tribulan

Lokakarya mini tribulan ini dilakukan sebagai pemantau pelaksanaan


kerjasama lintas sektoral. Tujuan dari pelaksanaan ini dibagi menjadi 2,
yaitu :

a. Tujuan umum

Terselenggaranya lokakarya lintas sektoral dalam rangka mengkaji


hasil kegiatan kerja sama lintas sektoral dan tersusunnya rencanan
kerja tribulan selanjutnya.

b. Tujuan khusus

a. Dibahas dan dipecahkan masalah dan hambatan lintas sektoral yang


dihadapi
b. Dirumuskannya rencana kerja lintas sektoral yang baru untuk
tribulan yang akan datang.

Lokakarya tribulan lintas sektor dilaksanakan dalam dua tahap :

1. Lokakarya mini tribulan pertama

Merupakan lokakarya yang diselenggarakan tim dalam rangka


pengorganisasian. Pengorganisasian dilaksanakan untuk dapat
terlaksanakannya kegiatan sektoral yang terkait dengan kesehatan.
Pelaksanaan lokakarya mini tribulan pertama sebagai berikut :

a. Masukan :

1) Penggalangan tim yang dilakukan melalui dinamika


kelompok

2) Informasi tentang program lintas sektor

3) Informasi tentang program kesehatan

4) Informasi tentang kebijakan, program dan konsep baru.

b. Proses :

1) Inventarisasi peran bantu masing-masing sektor

2) Analisis masalah peran bantu masing-masing sektor

3) Pembagian peran dan tugas masing-masing sektor

c. Keluaran :

1) Kesepakatan tertulis lintas sektor terkait dalam


mendukung program kesehatan

2) Rencana kegiatan masing-masing sektor

2. Lokakarya mini tribulan rutin

Merupakan tindak lanjut dari lokakarya penggalangan kerjasama lintas


sektoral yang telah dilakukan dan selanjutnya dilakukan tiap tribulan
secara tetap. Pelaksanaan lokakarya mini tribulan rutin adalah :

a. Masukan :
1) Laporan kegiatan pelaksanaan program kesehatan dan
dukungan sektor terkait

2) Inventarisasi maslah/hambatan dari masing-masing


sektor dalam pelaksanaan program kesehatan

3) Pemberian informasi baru

b. Proses :

1) Analisis masalah dan hambatan pelaksanaan program


kesehatan

2) Analisis masalah dan hambatan dukungan dari masing-


masing sektor

3) Merumuskan cara penyelesaian masalah

4) Menyusun rencana kerja dan menyepakati kegiatan


untuk tribulan yang baru

c. Keluaran :

1) Rencana kerja tribulan yang baru

2) Kesepakatan bersama

C. Pengawasan, Pengendalian dan Penilaian, berbentuk Penilaian Kinerja Puskesmas


(P3)

Pemantauan adalah memantau pelaksanaan kegiatan puskesmas, melalui :


1. Melihat langsung
2. Melihat catatan hasil kegiatan
3. Melalui laporan
4. Pertemuan lokakarya mini
Manfaatnya adalah untuk mengetahui :
1. Pelaksanaan sesuai rencana atau tidak
2. Adanya kendala/ hambatan dalam pelaksanaan
3. Keterlibatan staf, lintas sektoral
4. Penggunaan sarana dan anggaran

Pengawasan dilakukan oleh Pimpinan Puskesmas melalui


1. Pengawasan secara berjenjang
2. Pembinaan pegawai

Manfaat pengawasan adalah untuk mengetahui :

1. Adanya penyimpangan pelaksanaan


2. Adanya kelemahan perencanaan
3. Adanya kelemahan personil
4. Adanya pemborosan atau tidak

Penilaian kinerja dilakukan setahun sekali melalui alat atau instrumen yang telah ditentukan (
Mawas diri ), awalnya disebut Stratifikasi Puskesmas

a. pengertian penilaian kinerja puskesmas

Penilaian kinerja Puskesmas adalah suatu upaya untuk melakukan penilaian


hasil kerja / prestasi Puskesmas.

Pelaksanaan penilaian dimulai dari tingkat Puskesmas sebagai instrumen


mawas diri karena setiap Puskesmas melakukan penilaian kinerjanya secara mandiri,
kemudian Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota melakukan verifikasi hasilnya. Adapun
aspek penilaian meliputi hasil pencapaian cakupan dan manajemen kegiatan termasuk
mutu pelayanan (khusus bagi Puskesmas yang telah mengembangkan mutu
pelayanan) atas perhitungan seluruh Puskesmas. Berdasarkan hasil verifikasi, dinas
kesehatan kabupaten / kota bersama Puskesmas dapat menetapkan Puskesmas
kedalam kelompok (I,II,III) sesuai dengan pencapaian kinerjanya.Pada setiap
kelompok tersebut, dinas kesehatan kabupaten/kota dapat melakukan analisa tingkat
kinerja Puskesmas berdasarkan rincian nilainya, sehingga urutan pencapian
kinerjanya dapat diketahui, serta dapat dilakukan pembinaan secara lebih mendalam
dan terfokus.

b. tujuan penilaian kinerja puskesmas

a. Tujuan Umum

Tercapainya tingkat kinerja Puskesmas yang berkualitas secara optimal dalam


mendukung pencapaian tujuan pembangunan kesehatan kabupaten / kota.

b. Tujuan Khusus

5) Mendapatkan gambaran tingkat pencapaian hasil cakupan dan mutu kegiatan


serta manajemen Puskesmas pada akhir tahun kegiatan.
6) Mengetahui tingkat kinerja puskesmas pada akhir tahun berdasarkan urutan
peringkat kategori kelompok Puskesmas.
7) Mendapatkan informasi analisis kinerja Puskesmas dan bahan masukan dalam
penyusunan rencana kegiatan Puskesmas dan dinas kesehatan kabupaten/kota
untuk tahun yang akan datang.
c. Manfaat penilaian kinerja puskesmas
1) Puskesmas mengetahui tingkat pencapaian (prestasi) kunjungan dibandingkan
dengan target yang harus dicapai.
2) Puskesmas dapat melakukan identifikasi dan analisis masalah, mencari
penyebab dan latar belakang serta hambatan masalah kesehatan di wilayah
kerjanya berdasarkan adanya kesenjangan pencapaian kinerja Puskesmas (out
put dan out come)
3) Puskesmas dan dinas kesehatan kabupaten/kota dapat menetapkan tingkat
urgensi suatu kegiatan untuk dilaksanakan segera pada tahun yang akan
datang berdasarkan prioritasnya.
4) Dinas kesehatan kabupaten/kota dapat menetapkan dan mendukung kebutuhan
sumber daya Puskesmas dan urgensi pembinaa
d. Ruang lingkup penilaian kinerja puskesmas
Ruang lingkup kinerja Puskesmas meliputi penilaian pencapaian hasil
pelaksanaan pelayanan kesehatan, manajemen Puskesmas dan mutu pelayanan.
Penilaian terhadap kegiatan upaya kesehatan wajib Puskesmas yang telah ditetapkan
di tingkat kabupaten/kota dan kegiatan upaya kesehatan pengembangan dalam
rangka penerapan ketiga fungsi Puskesmas yang diselenggarakan melalui
pendekatan kesehatan masyarakat, dengan tetap mengacu pada kebijakan dan
strategi untuk mewujudkan visi “ Indonesia Sehat”

e. Pelaksanaan penilaian kinerja


a. Bahan dan pedoman
Bahan yang dipakai pada penilaian kinerja Puskesmas adalah hasil
pelaksanaan pelayanan kesehatan manajemen Puskesmas dan mutu pelayanan,
sedangkan dalam pelaksanaannya mulai dari pengumpulan data, pengolahan
data, analisis hasil/masalah sampai dengan penyusunan laporan berpedoman
pada Buku Pedoman penilaian kinerja Puskesmas dari Direktorat Jenderal
Bina Kesehatan Masyarakat Departemen Kesehatan R.I. th 2006.
b. Teknis pelaksanaan
1. Pengumpulan Data
2. Pengolahan Data

LO II. KEBIJAKAN DASAR PUSKESMAS

Kebijakan pembangunan kesehatan terutama diarahkan pada :

(1) peningkatan jumlah jaringan dan kualitas sarana dan prasarana kesehatan;

(2) peningkatan kualitas dan kuantitas tenaga kesehatan;

(3) pengembangan sistem jaminan kesehatan terutama bagi penduduk miskin;


(4) peningkatan sosialisasi kesehatan lingkungan dan pola hidup sehat;

(5) Peningkatan pendidikan kesehatan pada masyarakat sejak usia dini;

(6) Pemerataan dan peningkatan kualitas fasilitas kesehatan dasar dan sebaran tenaga
kesehatan.

Tujuan Puskesmas

Mendukung tercapainya tujuan pembangunan kesehatan nasional yakni meningkatkan


kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang yang bertempat tinggal di
wilayah kerja puskesmas.

Kedudukan Puskesmas

1. Dalam Sistem Kesehatan Nasional


Puskesmas berperan sebagai sarana pelayanan kesehatan (perorangan dan masyarakat) strata
pertama
2. Dalam Sistem Kesehatan Kabupaten/ Kota
Puskesmas sebagai unit pelaksana teknis dinas yang bertanggung jawab menyelenggarakan
sebagian tugas pembangunan kesehatan kabupaten/kota
3. Dalam Sistem Pemerintah Daerah
Puskesmas sebagai unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten/kota yang merupakan
unit struktural pemda kabupaten/ kota

Fungsi Puskesmas

1. Pusat Penggerak Pembangunan Berwawasan Kesehatan

• Berupaya menggerakkan lintas sektor dan dunia usaha di wilayah kerjanya agar
menyelenggarakan pembangunan yg berwawasan Kesehatan

• Aktif memantau dan melaporkan dampak kesehatan dari penyelenggaraan setiap


program pembangunan di wilayah kerjanya

• Mengutamakan pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit tanpa mengabaikan


penyembuhan dan pemulihan

2. Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Berupaya agar seluruh elemen masyarakat:

• Memiliki kesadaran, kemauan dan kemampuan melayani diri sendiri dan masyarakat
untuk hidup sehat

• Berperan aktif dalam memperjuangkan kepentingan kesehatan termasuk pembiayaan

• Ikut menetapkan, menyelenggarakan dan memantau pelaksanaan program kesehatan


3. Pusat Pelayanan Kesehatan Strata Pertama

Menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat pertama secara menyeluruh, terpadu dan


berkesinambungan

a. Pelayanan kesehatan perorangan

b. Pelayanan kesehatan masyarakat

Organisasi Puskesmas

Struktur organisasi puskesmas


1. Kepala Puskesmas
2. Unit Tata Usaha
3. Unit Pelaksana Teknis Fungsional
• Upaya Kesehatan Masyarakat
• Upaya Kesehatan perorangan
4. Jaringan Pelayanan
• Puskesmas pembantu
• Puskesmas Keliling
• Bidan di Desa/Komunitas

Tata kerja

1. Dengan kantor kec: berkordinasi


2. Bertanggung jawab kepada Dinkes kabupaten/ kota
3. Bermitra dengan sarana pelayanan kesehatan tingkat pertama lainnya
4. Menjalin kerjasama yang erat dengan fasilitas rujukan
5. Dengan Lintas sektor: berkordinasi
6. Dengan masyarakat: bermitra dg BPP
( BPP: Organisasi yg menghimpun tokoh masyarakat yang peduli kesehatan masyarakat)

Upaya Puskesmas

A. Upaya kesehatan wajib puskesmas

1. Upaya promosi kesehatan

2. Upaya kesehatan lingkungan

3. Upaya perbaikan gizi

4. Upaya pencegahan & pemberantasan penyakit menular

5. Upaya kesehatan ibu, anak & kb

6. Upaya pengobatan dasar


B. Upaya kesehatan pengembangan puskesmas

• Dilaksanakan sesuai dengan masalah kesehatan masyarakat yang ada dan kemampuan
Puskesmas
• Bila ada masalah kesehatan, tetapi pusk tidak mampu menangani, maka pelaksanaan
dilakukan oleh dinkes kab/Kota
• Upaya Lab (medis dan kesehatan masyarakat) dan Perkesmas serta Pencatatan
Pelaporan merupakan kegiatan penunjang dari setiap upaya wajib atau
pengembangan.

Azas Penyelenggaraan Puskesmas

1. Azas pertanggungjawaban wilayah

2. Azas pemberdayaan masyarakat

3. Azas keterpaduan

- Lintas program

- Lintas sektoral

4. Azas rujukan

- Rujukan medis

- Rujukan kesehatan masyarakat

Azas pertanggungjawaban wilayah

1. Puskesmas bertanggungjawab meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang bertempat


tinggal di wilayah kerjanya

2. Dilakukan kegiatan dalam gedung dan luar gedung

3. Ditunjang dengan puskesmas pembantu, Bidan di desa, puskesmas keliling

Azas pemberdayaan masyarakat

1. Puskesmas harus memberdayakan perorangan, keluarga dan masyarakat agar

berperan aktif dlm menyelenggarakan setiap upaya Puskesmas

2. Potensi masyarakat perlu dihimpun

UKBM (Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat)

Azas Keterpaduan

Setiap upaya diselenggarakan secara terpadu, keterpaduan diwujudkan melalui:


- Keterpaduan lintas program Lokakarya Mini Bulanan

- Keterpaduan Lintas Sektoral Lokakarya Mini Tribulanan

Azas Rujukan

• Rujukan medis/upaya kesehatan perorangan

- rujukan kasus

- bahan pemeriksaan

- ilmu pengetahuan

• Rujukan upaya kesehatan masyarakat

- rujukan sarana dan logistik

- rujukan tenaga

- rujukan operasional

LO III. ANALISIS DAN PEMECAHAN MASALAH MANAJEMEN KESEHATAN

1. METODE HANLON
Meode yang memberikan cara untuk membandingkan berbagai masalah kesehatan dengan yang
relative, tidak absolut/mutlak, memiliki kerangka, sebisa mungkin sama/sederajat, dan objektif.
Metode ini juga bisa disebut sebagai Sistem Dasar Penilaian Prioritas (BPRS).

Metode ini memiliki 3 tujuan utama:


 Memungkinkan para pengambil keputusan untuk mengindentifikasi faktor-faktor eksplisit
yang harus diperhatikan dalam menentukan prioritas.
 Untuk mengorganisasi factor-faktor ke dalam kelompok yang memiliki bobot relative
satu sama lain
 Memungkinkan factor-faktor agar dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan dan dinilai
secara individual.

2. DIAGRAM FISHBONE
Penggunaan:
 Melakukan identifikasi penyebab masalah
 Mengkategorikan berbagai sebab potensial suatu masalah dengan cara yang sistematik
 Mencari akar penyebab masalah
 Menjelaskan hubungan sebab-akibat suatu masalah

Pedoman pelaksanaan:

 Identifikasi semua penyebab yang relevan berdasarkan fakta dan data


 Karakteristik yang diamati benar-benar nyata berdasarkan fakta, dapat diukur atau
diupayakan dapat diukur
 Dalam diagram tulang ikan, factor-faktor yang terkendali sedapat mungkin seimbang
peranan atau bobotnya
 Factor penyebab yang ditemukan adalah yang mungkin dapat diperbaiki, bukan yang
tidak mungkin dapat diperbaiki atau diselesaikan
 Dalam menyelesaikan fakta dimulai pada tulang yang kecil.
 Perlu dicatat masukan yang diperoleh selama pertemuan dalam pembuatan diagram
tulang ikan

Fishbone diagram sering juga disebut sebagai diagram Sebab Akibat. Dimana dalam menerapkan
diagram ini mengandung langkah-langkah sebagai berikut:

1. Menyiapkan sesi sebab-akibat


2. Mengidentifikasi akibat
3. Mengidentifikasi berbagai kategori
4. Menemukan sebab-sebab potensial dengan cara sumbang saran
5. Mengkaji kembali setiap kategori sebab utama
6. Mencapai kesepakatan atas sebab-sebab yang paling mungkin

Kelebihan diagram tulang ikan:

 Lebih terstruktur
 Mengkategorikan berbagai sebab potensial dari suatu masalah dengan cara yang sistematik
 Mengajarkan pada tim dan individu mengenai proses serta prosedur yang berlaku atau yang
baru

Kekurangan diagram tulang ikan:

 Tulang ikan belum menggambarkan sebab yang sebenarnya (paling mungkin) harus didukung
data

3. POHON MASALAH
Kekurangan pohon masalah:
membutuhkan waktu yang banyakdan jika msalah semakin kompleks akan lebih sulit dalam
menentukan penyebab masalah

Proses pelakasanaan pohon masalah:


 Membuat kerangka pohon masalah
 Menentukan masalah yang akan dianalisis
 Menuliskan masalah dan menempatkan dalam kotak paling atas pada diagram
 Mengidentifikasi penyebab dari masalah yang telah ditentukan melalui FGD atau
Brainstorming
 Dengan cara yang sama dengan langkah 4, dilakukan analisis penyebab masalah sampai tidak
terjawab pertanyaan, atas apa yang menjadi penyebab tersebut melalui proses FGD maupun
Brainstorming

Memilih masalah inti:


a. Sebelum melakukan analisa masalah,pastikan orang yang terlibat dengan suatau
permasalahan terlibat dalam perumusan masalah
b. Tulis rumusan singkat dari masalah inti pada kartu apa yang dianggap sebagai titik pusat dari
masalah yang ada sekarang
c. Masalah inti kemudian dipilih oleh seluruh anggota kelompok dengan menyepakati satu
“maslah paling inti’. Masalah inti tidak harus berarti maslah paling penting karena ia hanya
berfungsi sebagai titik awal dari pembuatan pohon masalah.
d. Masalah-masalah yang mencakup hubungan sebab-akibat yang menyeluruh dlam wilayah,
cocok menjadi masalah inti
e. Jika kelompok tidak dapat menyetujui maslah inti, pilihlah secara tantaive satu masalah dan
lanjutkan bekerja.

Membuat pohon masalah:

a. Setelah mentapkan maslah inti, letakkan kartu di dinding atau papan tulis
b. Telitilah masalah-masalah lainnya dan kondisi negative yang merupakan penyebab langsung
dari masalah inti tersebut.
c. Tamabahkan penyebab dari setiap masalah dan bekerjalah terus ke bawah, sehingga
membentuk sebuah pohon (pohon masalah)
d. Dengan cara yang sama, tempatkan efek langsung dan penting dari masalah inti diatasnya
e. Efek selanjutnya dapat ditambahkan pada setiap kartu sebelum menyelasaikan bagian atas
dari pohon
f. Pada umumnya, terdapat beberapa sebab-akibat permasalah
g. Tunjukkan semua hubungan seba-akibat yang utama dan penting dengan tanda panah
h. Sambil menyelesaikan pohon masalah, periksa diagram secara keseluruhan dan periksa
penggunaan kata yang tepat, hubungan sebab-akibat yang tepat, dan kelengkapannya.
Langkah-langkah ini pada akhirnya memunculkan satu gambar yang lengkap dan terinci
dengan akar yang diwakili oleh penyebab masalah, dan akibat dari maslah tersebut.

4. BRAINSTORMING (CURAH PENDAPAT)


Suatu teknik yang efektif untuk membantu melakukan identifikasi maslah, menentukan penyebab
masalah dan mencari cara pemecahan masalah, merupakan metoda yang digunakan untuk meggali ide
atau pemikiran yang baru secara efektif melibatkan seluruh kelompok.
Kelebihan metoda brainstorming:
 Mendapatkan masalah, penyebab masalah dan cara pemecahan masalah dengan cepat
 Merupakan data primer karena sumber data dapat langsung diperoleh
 Dapat digunakan bila tidak punya data sekunder
 Menghasilkan ide atau pemikiran baru yang kreatif dan inovatif dengan cepat

Kekurangan:

 Tidak dapat digunakan pada sampel atau peserta yang besar dan ada resiko terjadinya
subyektifitas yang sangat besar bila tidak ditunjang dengan data-data yang ada.

Manfaat:

 Dapat digunakan secara efektif untuk memperoleh ide untuk menentukan masalah,
identifikasi masalah, prioritas masalah serta mengajukan alternative pemecahan masalah
 Untuk memperoleh ide atau pemikiran baru dari sekelompok orang dalam waktu singkat
dengan menggunakan 2 kemampuan (kreatif dan intuitif)
 Memberikan kesempatan pada semua angota kelompok untuk memberikan konstribusi dan
keterlibatan dalam memecahkan masalah.

5. METODE DELPH
Metode delphy adalah cara mendapatkan informasi, membuat keputusan, menetukan indicator,
parameter, dll. yang reliable dengan mengeksplorasi ide dan informasi dari orang-orang yang ahli
dibidangnya, yaitu dengan menggunakan kuisioner yang diisi oleh ekspertis atau praktisi yang
kompeten di bidang yang akan diteliti, kemudian hasil kuisioner direview oleh piahak fasilitator
atau peniliti untuk dibuat summary, dikelompokkan, diklasifikasikan dan kemudian dikembalikan
pada ekspertis dan praktisi yang sama untuk direview, direvisi, dan begitu seterusnya dalam
beberapa tahap yang berulang.
Delph technique yaitu penetapan prioritas masalah dilakukan melalui kesepakatan sekelompok
orang yang sama keahliannya. Pemilihan prioritas masalah dilakukan melalui pertemuan khusus.
Setiap peserta yang sama keahliannya dimintakan untuk mengemukakan beberapa masalah
pokok, masalah yang paling banyak dikemukakan adalah prioritas masalah yang dicari.

Langkah-langkah metode delphy:


 Tentukan periode waktu
 Tentukan jumlah putaran pengambilan pendapat
 Tentukan apa saja yang akan didefine
 Tentukan ahlinya
 Tentukan input apa yang akan diharapkan dari mereka
 Review literature oleh para ahli tersebut (kriteria dan tujuan)
 Pelaksanaan sesi diskusi dan feedback iterative bersama ekspertif
 Perumusan hasil dari sesi diskusi dengan pengelompokan, pengkategorian, ataupun
pemeringkatan
 Menyepakati hasil diskusi dan feedback.

6. DELBECH TECHNIQUE
Pada metode ini penetapan prioritas masalah dilakukan melalui kesepakatan sekelompok orang
yang tidak sama keahliannya. Sehingga diperlukan penjelasan terlebih dahulu untuk
meningkatkan pengertian dan pemahaman peserta tanpa mempengaruhi peserta.

7. NOMINAL GROUP TECHNIQUE


NGT adalah suatu metode untuk mencapai consensus dalam suatu kelompok, dengan cara
mengumpulkan ide-ide dari tiap peserta, yang kemudian memberikan voting dan ranking terhadap
ide-ide yang mereka pilih. Ide yang dipilih adalah ide yang paling besar skornya, yang berarti
merupakan consensus bersama.

NGT adalah salah satu quality tools yang bermanfaat dalam mengambilan keputusan terbaik.
Dalam quality manajemen, metode ini dapat digunakan untuk berbagai hal, mulai dari mencari
solusi permsalahan, hingga memilih ide pengembangan yang baru.

NGT dapat diimplementasikan ketika membutuhkan consensus dari tim, sementara tim punya
pendapat dan perspektif yang berbeda-beda mengenai masalah tersebut. Jika butuh consensus
yang cepat, NGT juga cocok dibandingkan dengan brainstorming yang memakan waktu lebih
lama.
Keunggulan:
 Menghasilkan ide yang lebih banyak dibandingkan dengan diskusi biasa
 Menyeimbangkan peran masing-masing individu, membatasi dominasi dari orang yang punya
pengaruh dalam kelompok
 Menghilangkan ‘persaingan’ dalam kelompok dan tekanan untuk ‘konformitas’
 Mendorong peserta untuk menyelesaikan masalah dengan konstruktif problem solving
 Tiap peserta dapat memberikan prioritas idenya secara independen dan tertutup

Kelemahan:

 Membuthkan persiapan
 Hanya memfasilitasi untuk pencapaian satu tujuan saja
 Satu pertemuan hanya membahas satu topic
 Diskusi hanya terbatas, tidak seperti brainstorming yang menstimulasi perkembangan dari
ide-ide

LO IV. EVALUASI PROGRAM PUSKESMAS


a. Pengertian Penilaian Kinerja Puskemas
Penilaian kinerja Puskesmas adalah suatu upaya untuk melakukan penilaian hasil
kerja / prestasi Puskesmas. Pelaksanaan penilaian dimulai dari tingkat Puskesmas
sebagai instrumen mawas diri karena setiap Puskesmas melakukan penilaian
kinerjanya secara mandiri, kemudian Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota melakukan
verifikasi hasilnya. Adapun aspek penilaian meliputi hasil pencapaian cakupan dan
manajemen kegiatan termasuk mutu pelayanan (khusus bagi Puskesmas yang telah
mengembangkan mutu pelayanan) atas perhitungan seluruh Puskesmas. Berdasarkan
hasil verifikasi, dinas kesehatan kabupaten / kota bersama Puskesmas dapat
menetapkan Puskesmas kedalam kelompok (I,II,III) sesuai dengan pencapaian
kinerjanya.Pada setiap kelompok tersebut, dinas kesehatan kabupaten/kota dapat
melakukan analisa tingkat kinerja puskesmas berdasarkan rincian nilainya, sehingga
urutan pencapian kinerjanya dapat diketahui, serta dapat dilakukan pembinaan secara
lebih mendalam dan terfokus.

b. Tujuan dan Manfaat Penilaian Kinerja Puskesmas


 Tujuan Umum
Tercapainya tingkat kinerja puskesmas yang berkualitas secara optimal dalam
mendukung pencapaian tujuan pembangunan kesehatan kabupaten / kota.
 Tujuan Khusus
1. Mendapatkan gambaran tingkat pencapaian hasil cakupan dan mutu
kegiatan serta manajemen puskesmas pada akhir tahun kegiatan.
2. Mengetahui tingkat kinerja puskesmas pada akhir tahun berdasarkan
urutan peringkat kategori kelompok puskesmas.
3. Mendapatkan informasi analisis kinerja puskesmas dan bahan masukan
dalam penyusunan rencana kegiatan puskesmas dan dinas kesehatan
kabupaten/kota untuk tahun yang akan datang.
 Manfaat Penilaian Kinerja Puskesmas :
1. Puskesmas mengetahui tingkat pencapaian (prestasi) kunjungan
dibandingkan dengan target yang harus dicapai.
2. Puskesmas dapat melakukan identifikasi dan analisis masalah, mencari
penyebab dan latar belakang serta hambatan masalah kesehatan di wilayah
kerjanya berdasarkan adanya kesenjangan pencapaian kinerja puskesmas
(out put dan out come)
3. Puskesmas dan dinas kesehatan kabupaten/kota dapat menetapkan tingkat
urgensi suatu kegiatan untuk dilaksanakan segera pada tahun yang akan
datang berdasarkan prioritasnya.
4. Dinas kesehatan kabupaten/kota dapat menetapkan dan mendukung
kebutuhan sumber daya puskesmas dan urgensi pembinaan puskesmas.

c. Ruang Lingkup Penilaian Kinerja Puskesmas


Ruang lingkup kinerja puskesmas meliputi penilaian pencapaian hasil pelaksanaan
pelayanan kesehatan, manajemen puskesmas dan mutu pelayanan. Penilaian terhadap
kegiatan upaya kesehatan wajib puskesmas yang telah ditetapkan di tingkat
kabupaten/kota dan kegiatan upaya kesehatan pengembangan dalam rangka penerapan
tiga fungsi puskesmas yang diselenggarakan melalui pendekatan kesehatan
masyarakat, dengan tetap mengacu pada kebijakan dan strategi untuk mewujudkan
visi Indonesia Sehat.

d. Pelaksanaan Penilaian
a. Di tingkat Puskesmas
1. Dilaksanakan oleh puskesmas dalam rangka mawas diri mengukur
keberhasilan kinerjanya
2. Kepala puskesmas membentuk tim kecil Puskesmas untuk melakukan
kompilasi hasil pencapaian (out put dan out come)
3. Masing-masing penanggung jawab kegiatan melakukan pengumpulan data
pencapaian, dengan memperhitungkan cakupan hasil (out-put) kegiatan
dan mutu bila hal tersebut memungkinkan
4. Hasil yang telah dicapai, masing-masing penanggung jawab kegiatan
melakukan analisis masalah,identifikasi kendala atau hambatan, mencari
penyebab dan latar belakangnya, mengenali factor-faktor pendukung dan
penghambat.
5. Bersama-sama tim kecil Puskesmas menyusun rencana pemecahannya
dengan mempertimbangkan kecenderungan timbulnya masalah (ancaman)
ataupun kecenderungan untuk perbaikan (peluang) dengan metoda analisis
sederhana maupun analisa kecenderungan dengan menggunakan data yang
ada
6. Hasil perhitungan, analisa data dan usulan rencana pemecahannya
dilaporkan ke dinas kesehatan kabupaten/kota

b. Di tingkat kabupaten/kota
1. Menerima rujukan/ konsultasi Puskesmas dalam melakukan perhitungan
hasil kegiatan, menganalisa data dan membuat pemecahan masalah.
2. Memantau dan melakukan pembinaan sepanjang tahun pelaksanaan
kegiatan Puskesmas berdasarkan urutan prioritas masalah
3. Melakukan verifikasi hasil perhitungan akhir kegiatan Puskesmas dan
bersama dengan Puskesmas menghitung dan menetapkan kelompok
peringkat kinerja puskesmas.
4. Melakukan verifikasi analisa data dan pemecahan masalah yang telah
dibuat Puskesmas dan membuat rencana usulan kegiatan berdasarkan
kesepakatan bersama dengan puskesmas
5. Mengirim umpan balik ke puskesmas dalam bentuk penetapan kelompok
puskesmas, evaluasi hasil kinerja puskesmas dan rencana usulan kegiatan
puskesmas.
6. Penetapan target dan dukungan sumber daya masing-masing puskesmas
berdasarkan evaluasi hasil kinerja puskesmas dan rencana usulan kegiatan
tahun depan.

Teknis pelaksanaan penilaian kinerja puskesmas sebagai berikut:


1. Pengumpulan Data.
Contoh: pengumpulan data dilaksanakan dengan memasukkan data hasil kegiatan
puskesmas tahun 2011 ( Januari s.d Desember 2011 ) dengan variabel dan sub
variabel yang terdapat dalam formulir penilaian kinerja puskesmas tahun 2011.
2. Pengolahan Data.
3. Setelah proses pengumpulan data selesai, dilanjutkan dengan penghitungan
sebagaimana berikut di bawah ini :
 Penilaian Cakupan Kegiatan Pelayanan Kesehatan
Nilai cakupan kegiatan pelayanan kesehatan adalah rerata per jenis kegiatan.
Kinerja cakupan pelayanan kesehatan dikelompokkan menjadi tiga, yaitu :
a) Kelompok I (kinerja baik) : Tingkat pencapaian hasil ≥ 91 %
b) Kelompok II (kinerja cukup) : Tingkat pencapaian hasil 81 – 90 %
c) Kelompok III (kinerja kurang):Tingkat pencapaian hasil ≤ 80 %
 Penilaian Kegiatan Manajemen Puskesmas
Penilaian kegiatan manajemen puskesmas dikelompokkan menjadi empat
kelompok :
a) Manajemen Operasional Puskesmas
b) Manajemen alat dan obat
c) Manajemen keuangan
d) Manajemen ketenagaan
Nilai masing-masing kelompok manajemen adalah rata-rata nilai kegiatan
masing-masing kelompok manajemen.
Cara Penilaian :
Nilai manajemen dihitung sesuai dengan hasil pencapaian Puskesmas dan
dimasukkan ke dalam kolom yang sesuai. Hasil nilai skala di masukkan ke
dalam kolom nilai akhir tiap variable Hasil rata – rata dari penjumlahan nilai
variabel dalam manajemen merupakan nilai akhir manajemen Hasil rata-rata
dikelompokkan menjadi:
a) Baik : Nilai rata – rata > 8,5
b) Cukup : Nilai 5,5 – 8,4
c) Kurang : Nilai < 5
 Penilaian mutu pelayanan
Cara Penilaian :
Nilai mutu dihitung sesuai dengan hasil pencapaian Puskesmas dan
dimasukkan ke dalam kolom yang sesuai. Hasil nilai skala di masukkan ke
dalam kolom nilai akhir tiap variable Hasil rata – rata nilai variabel dalam satu
komponen merupakan nilai akhir mutu. Nilai mutu dikelompokkan menjadi :
a) Baik : Nilai rata – rata > 8,5
b) Cukup : Nilai 5,5 – 8,4
c) Kurang : Nilai < 5,
 Berdasarkan hasil verifikasi, dinas kesehatan kabupaten / kota bersama
Puskesmas dapat menetapkan Puskesmas kedalam kelompok (I,II,III) sesuai
dengan pencapaian:
a) Kelompok 1: Kelompok puskesmas dengan tingkat kinerja baik
b) Kelompok 2: Kelompok puskesmas dengan tingkat kinerja cukup
c) Kelompok 3: Kelompok puskesmas dngan tingkat kinerja kurang
DAFTAR PUSTAKA

https://id.scribd.com/doc/100478248/Manajemen-Puskesmas
http://kesga.kemkes.go.id/images/pedoman/PMK_No._44_ttg_Pedom
an_Manajemen_Puskesmas_%20(1).pdf
http://journal.binus.ac.id/index.php/BBR/article/viewFile/986/856
http://digilib.esaunggul.ac.id/public/UEU-paper-6712-13.CEA_new-
1.pdf
http://dinus.ac.id/repository/docs/ajar/MANAJEMEN_PUSKES
MAS.ppt

Anda mungkin juga menyukai