Anda di halaman 1dari 33

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM

FARMASI SEDIAAN SEMISOLID KRIM TABIR SURYA

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Praktikum Farmasetika Sediaan Semisolid

KELOMPOK 2

FARMASI D

NAMA ANGGOTA :

1. Afriady Nuur M (201510410311114)


2. Marita Fiiki Nur Laili (201510410311167)
3. Sasmitha Nirmala (201510410311168)
4. Lisa Muttoharoh (201510410311169)
5. Revi Eltha Zahri (201510410311173)
6. Yanuarika Ananda (201510410311176)

DOSEN PEMBIMBING :
Dian Ernawati, Apt.,M.farm

PROGRAM STUDI FARMASI

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wata΄ala, karena berkat
rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM PEMBUATAN
KRIM TABIR SURYA. Laporan akhir ini disusun untuk memenuhi tugas praktikum
farmasetika sediaan semisolid
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga
makalah ini dapat diselesaikan sesuai dengan waktunya. Makalah ini masih jauh dari
sempurna, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun
demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini memberikan informasi bagi masyarakat
dan bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan bagi kita semua.

Malang , 31 Maret 2018

Penyusun
DAFTAR ISI
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


A. Pengertian Cream
Sediaan setengah padat mengandung satu atau lebih bahan obat terlarut atau
terdispersi dalam bahan dasar yang sesuai. Istilah ini secara tradisional telah
digunakan untuk sediaan setengah padat yang mempunyai konsistensi relative cair
diformulasi sebagai emulsi air dalam minyak atau minyak dalam air. Sekarang ini
batas tersebut lebih diarahkan untuk produk yang terdiri dari emulsi minyak dalam
air atau dispersi mikrokristal asam-asam lemak atau alcohol, berarti panjang dalam
air yang dapat dicuci dengan air dan telah ditujukan untuk penggunaan kosmetika
dan estetika. Krim dapat digunakan untuk pemberiaan obat melalui vaginal. (FI V,
hal : 46)
Kulit memiliki nilai pH yang bervariasi. Semuanya berkisar asam namun
memiliki rentang yang bervariasi dan pH 4,0 -7,0 . studi multicenter menilai pH
permukaan kulit setelah diberi kosmetik selama 24 jam pH rata-rata menurun dari
5,12/± 0,56 menjadi 4,93 +/-0,45. Berdasarkan penurunan pH ini diperkirakan
bahwa pH permukaan kulit alam rata-rata 4,7 yaitu dibawah 5. ( Pubmed, gov)
Titanium dioxide banyak digunakan dalam industry farmasi seperti kosmetika,
makanan dan formulasi pigmen pemutih. Dalam formulasi farmasi, titanium
dioxide digunakan sebagai tabir surya dengan penambahan campuran pigmen lain.
Titanium dioxide memiliki sifat hamburan cahaya yang dapat dimanfaatkan dalam
penggunaan sebagai pigmen putih dan pengendap cahaya. Sangat stabil pada suhu
tinggi , karena ikatan kuat antara ion titanium dan ion oksigen bivalen. Titanium
diokside harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, terlindung cahaya, ditempat
yang sejuk dan kering. (HPE, Hal : 742)

1.2 Perumusan Masalah


1. bagaimana cara memformulasi yang baik pada sediaan krim tabir surya dengan bahan
aktif titanium dioksida?
2. bagaimana cara menentukan bahan tambahan untuk pembuatan krim tabir surya
dengan bahan aktif titanium dioksida?
3. bagiaman cara mengevaluasi sediaan krim tabir surya dengan bahan aktif titanium
dioksida?
1.3 Tujuan praktikum
1. mengetahi cara memformulasi yang baik pada sediaan krim tabir surya dengan bahan
aktif titanium dioksida?
2. dapat menentukan bahan tambahan untuk pembuatan krim tabir surya dengan bahan
aktif titanium dioksida?
3. Mengetahui dan memahami cara mengevaluasi sediaan krim tabir surya dengan bahan
aktif titanium dioksida?
BAB II
STUDI PRAFORMULASI

2.1Karakteristik Bahan Aktif

1. Titanium Dioksida (HPE, Hal : 741)


Titanium dioksida juga dikenal sebagai titanium oxide atau titania adala
titanium yang terjadi secara alami, dengan rumus kimia TiO2. Bila digunakan sebgai
pigmen disebut titanium putih, pigmen white 6 (PW 6) atau cl 77891. Umumnya
oksida ini bersumber dari ilmenite, ruhle dan ahatare. Titanium diokside memiliki
aplikasi yang luas dari cat sampai tabir surya hingga pewarna makanan. Bila
digunakan sebagai pewarna makanan, ia memiliki 5 number yaitu 6171
Nama Iupac : Titanium dioksida
Sinonim : Anatase titanium diokside, brookie titanium dioxide, color
index number 77891, E171, pigmen white 6, titani dioxidum.
Rumus Molekul : TiO2
Berat Molekul : 79,886
Penampilan : zat padat putih
Bau : tidak berbau
Density : 3,8 – 4,1 g/cm3 (anatase) ; 3,9 – 4,2 g/cm3
Titik Lebur : 18550C
Titik Didih : 29720C
Indeks Refraksi : 2,55 (anatase) 2,76 (runse)
Titik Nyala : tidak menyala
Kelarutan : Tidak larut dalam asam encer sulfat, asam klorida, asam nitrat,
pelarut organi dan air, larut dalam asam fluoride dan asam sulfat
panas terkonsentrasi. Kelarutan tergantung pada panas
sebelumnya, pemanasan berkepanjangan menghasilkan bahan
kurang larut.
Khasiat : Tabir surya,pigen
Wadah : tertutup rapat
Moisture content : 0,44 %
Pemerian : serbuk non higroskopis putih,amorf, tidak berbau dan tidak
berasa.
2. Stabilitas
Stabilitas : stabil pada suhu tinggi
Bahan tak tercampurkan : logam alkali, logam alkali tanah, alumunium, seng,
asam kuat
Terhadap Oksigen : tidak stabil

3. Toksikologi
Iritasi ringan kulit manusia 300 mg/ 3 hari

Identifikasi Bahaya :

Terhirup : dapat menyebabkan perubahan darah, iritasi saluran napas


bagian atas

Kontak Kulit : iritasi ringan

Kontak mata : iritasi mata ringan

Tertelan : nyeri konstipasi atau diare, hipertensi, halusinasi, kontraksi


otot.

4. Tinjauan Bahan Aktif


a) Farmakologi
Titanium dioksida banyak digunakan dalam kembang gula, kosmetik
dan makanan, dalam industri plastik dan farmasi topikal dan oral formulasi
sebagai pigmen putih karena indeks bias yang tinggi yang dimanfaatkan
sebagai putih pigmen dan opaficier. Kisaran cahaya yang tersebar dapat
diubah dengan memvariasikan ukuran partikel serbuk titanium dioksida.
Titanium dioksida juga digunakan dalam pemakaian dermatologis dan
kosmetik seperti tabir surya. (Handbook of Pharmaceutical Excipient, page
741)
BAB III
TINJAUAN PUSTAKA

3.1 Persyaratan Umum Sediaan

A. Definisi Krim

Krim adalah bentuk sediaan setengah padat mengandung satu atau lebih
bahan obat terlarut atau terdispersi dalam bahan dasar yang sesuai. Istilah ini secara
tradisional telah digunakan untuk sediaan setengah padat yang mempunyai
konsistensi relatif cair diformulasikan sebagai emulsi air dalam minyak atau minyak
dalam air. Sekarang ini batasan tersebut lebih diarahkan untuk produk yang terdiri
dari emulsi minyak dalam air atau dispersi mikrokristal asam-asam lemak atau
alkohol berantai panjang dalam air, yang dapat dicuci dengan air dan lebih ditujukan
untuk penggunaan kosmetika dan estetika. Krim dapat digunakan untuk pemebrian
obat melalui vaginal (Depkes RI, 1995).
B. Stabilitas Krim
Stabilitas krim akan menjadi rusak, jika terganggu oleh sistem
campurannya terutama disebabkan perubahan suhu, perubahan komposisi dan
disebabkan juga oleh penambahan salah satu fase secara berlebihan atau
pencampuran dua tipe krim jika zat pengemulsinya tidak tercampurkan satu sama
lain. Pengenceran krim hanya dapat dilakukan jika diketahui pengencer yang cocok
yang harus dilakukan dengan teknik aseptis. Krim yang sudah diencerkan harus
digunakan dalam waktu satu bulan. Dalam penandaan sediaan krim, pada etiket
harus tertera “Obat Luar” dan pada penyimpanannya harus dalam wadah tertutup
baik atau tube dan disimpan di tempat sejuk (Depkes RI, 1979).
C. Persyaratan Krim
Mengandung lebih dari (>) 20% air dan volatile dan waktu kurang dari (<) 50%
hidrokarbon lilin atau polietilena glycol sebagai pembawa.
D. Kelebihan dan kekurangan sediaan krim
 Kelebihan sediaan krim, yaitu
1. Mudah menyebar rata
2. Praktis
3. Mudah dibersihkan atau dicuci
4. Cara kerja berlangsung pada jaringan setempat
5. Tidak lengket terutama tipe m/a
6. Memberikan rasa dingin (cold cream) berupa tipe a/m
7. Digunakan sebagai kosmetik

8. Bahan untuk pemakaian topikal jumlah yang diabsorpsi tidak cukup beracun.
 Kekurangan sediaan krim, yaitu:

1. Susah dalam pembuatannya karena pembuatan krim harus dalam keadaan panas.
2. Gampang pecah disebabkan dalam pembuatan formula tidak pas.
3. Mudah kering dan mudah rusak khususnya tipe a/m karena terganggu sistem
campuran terutama disebabkan oleh perubahan suhu dan perubahan komposisi
disebabkan penambahan salah satu fase secara berlebihan.
BAB IV
PEMILIHAN BAHAN AKTIF

4.1Tabel Khasiat dan Efek Samping


Senyawa Aktif Efek Samping Khasiat
Titanium dioxide - Iritasi kulit - Coating agent
- Iritasi mata - Pigmen
- Paparan berulang atau - Tabir surya
jangka Panjang dapat
menyebabkan iritasi paru,
nyeri dada dan edema
paru.

Karakter fisika Karakteristik kimia


- Bentuk amorf - Titik lebur = 1855 ◦c
- Tak berbau - Titik didih = 2500 – 3000 ◦c
- Tak berasa - BJ = 3, 84 – 4,26
- Non higroskopis

Kelarutan :
- Tidak larut dalam air, asam klorida dan
pelarut organic.
- Larut dalam :
Asam fluoride dan asam sulfat panas.
Pemanasan berkepanjangan
menghasilkan bahan kurang larut.

Bahan terpilih : titanium dioxide


Alasan : karena berfungsi sebagai tabir surya yang dapat melindungi kulit dari sinar
UVA dan UVB
4.2 Alur Pemilihan Bahan

TITANIUM
DIOKSIDE

Mencegah
terdapat bentuk topikal / tipe M/A atay onset of action
Tidak larut air terjadinya
kandungan air cream A/M cepat
oksidasi

sediaan non penambahan adanya fase cair Ditambah


basis anti oksidan
larutan pengawet dan minyak enhancer

nipagin, vaselin
ditambahkan propilenglikol,
cream/topikal nipasol,na- album,cera alba, BHT, BHA
emulgator menthol
benzoat adeps lanae

TEA, asam
stearat

4.3 Matrix Bahan Tambahan


Bahan Pemerian Kelarutan Bahan
terpilih
BASIS - Warna kuning - Mudah larut dalam
1. Lanolin atau adeps pucat, substansi benzene,
lanae (HPE, 378) lilin yang kloroform eter dan
berwarna petroleum spiritus,
kusam, bau agak sukar larut
khas, leburan dalam etanol 95%
lanolin jernih mendidih. Praktis
2. Cera alba (HPE, atau hamper tidak larut dalam
779) jernih, cairan air.
berwarna
kuning. - Larut dalam
klroform, eter,
minyak karbon
- Lemburan disulfide, larut
berwana putih sebagian dalam
atau agak etanol (95%),
3. Vaselin album kuning, tidak praktis tidak larut
(HPE, 481) berasa, agak air.
transparan.
- Praktis tidak larut
aseton, etanol
95%, gliserin dan
air, larut dalam
benzene, karbon
4. Stearyl alcohol - Putih hingga disulfide,
(HPE, 700) kuning pucat, kloroform, eter
massa lembut helisana.
berminyak. Tak
berasa, tak - Larut dalam
berbau, sedikit kloroform, etanol
berluorescent 95%, eter, heksan,
ketika terkena propilenglikol,
cahaya minyak benzene,
matahari. aseton,

- Praktis tidak larut


- Kepingan putih dalam air.
dari lilin, bau
khas, rasa
tawar. - Larut dalam air,
5. Triethanolamine aseton, karbon
(HPE, 754) tetraklorida.
- Benzene 1: 24
- Etil 1:63

- Tak berwarna
atau kuning
pucat, cairan
kental, sedikit
berbau amonia.
EMULGATOR
1. CMC- Na - Serbuk atau - Mudah terdispersi
granul putih, dalam air
sampai krem. membentuk
Higroskopis. larutan klorida,
tidak larut dalam
etanol, eter, dan
pelarut organic
lain.

EMOLIEN
1. Gliserin ( FI V, - Cairan - Dapat bercampur
498) jernihseperti dengan air dan
sirup, tak dengan etanol, tak
berwarna, rasa larut dalam
manis, hanya kloroform, dalam
bpleh berbau eter dan minyak
khas lemah, menguap.
higroskopis.
PENGAWET
1. Methyl paraben - Kristal putih - Air 1:400
(HPE Ed 6, 441) atau bubuk - Etanol 1:2
(FI V, 845) putih tak - - Etanol 95% 1:3
berbau, sedikit - Etanol 50% 1:6
berasa. - Eter 1:10
- Gliserin 1:60
- Propilenglikol 1:5
- Minyak kacang
1:200
- Praktis tidak larut
dalam minyak
mineral, mudah
larut dalam etanol.

- Gliserin 1:250
2. Propyl paraben
(Nipasol)) - Air 1:2500
(HPE Ed 6, 596) - Kristal putih,
tidak berbau, - PG 1:3,9
tak berasa.
- Etanol 1:1,1

- Larut dalam 3,9


propilenglikoldan
larut dalam 110
bagian
propilenglikol .

- Mudah larut dalam


3. Na-benzoat air, agak sukar
(sodimum benzoat) larut dalam etanol
(HPE Ed 6, 662) - Granul atau dan lebih mudah
serbuk putih, larut dalam etanol
tak berbau atau 90%.
praktis tak
berbau, stabil
di udara.

ANTIOKSIDAN
1. BHT (HPE Ed 6, - Bentuk kristal - Tidak larut dalam
104) padat, putih air,
atau gliserin,propilengl
kekuningan yko, sangat larut
praktis tidak pada aseton.
larut dalam air,
gliserin,
propilingekol,
sangat larut
pada aseton,
benzene, etanol
95%, eter,
methanol,
toluene,
minyak
mineral, dan
fixed oil.
BAB V

RANCANGAN FORMULASI

5.1 Formula Baku Pustaka


Untuk formula baku pembuatan cream itu sendiri, zat-zat tambahan yang dinasukkan
adalah sebagai berikut :

R/ Titanium dioxide 25
Magnesium stearate 12,5
Butyl stearate 12,5
Menthyl salicylate 20
Pigment 2
Vanishing cream 28
( martindle, 507)

5.2 Rancangan Formula Sediaan


Bentuk sediaan Cream
Kadar bahan aktif TiO2 10%
ZnO 4%
Benzophenone3%
Dosis -
PH Sediaan 4-7
Kemasan terkecil 20 gram
Warna Putih
Bau Citri
Rasa -
Wadah penyimpanan Tube
Usia pasien Dewasa
BAB VI

FORMULASI

6.1 Formula 1 Skala kecil

Nama Bahan Fungsi Rentang (%) % yang Jumlah (20g)


digunakan
Titanium Bahan aktif 1-15% 15 % 3g
dioxide
Benzovenon Bahan aktif 1g
Zink oxide Bahan aktif 5% 1g
Cera alba Basis cream 5% 1,4 g
Vaselin album Basis cream 7% 0,4 g
Olive oil 2% 0,3 g
TEA Emulgator 2-4 % 1,5% 3g
Asam stearate Emulgator 15 % 0,02g
BHT Antioksidan 0,0075-0,1 % 0,1 % 0,04 g
Nipagin Pengawet 0,02-0,3 % 0,2% 0,02g
Nipasol Pengawet 0,01-0,6% 0,1% 0,04 g
EDTA Chelating agent 0,10% 0,02 g
Gliserin Pengental 10% 0,02 g
Ol. citri Corigen odoris Qs 2g
Aquadest pembawa 39 % 7,8 ml

Perhitungangan bahan :
15
Titanium dioksida =100x20g = 3g
10
Parafin =100x20g = 2g
5
Cera alba =100x20g = 1g
2
GMS =100x20g = 0,4g
0,1
BHT =100x20g = 0,02g
0,1
Nipagin =100x20g = 0,02g
0,1
Nipasol =100x20g = 0,02g
10
Gliceryn =100x20g = 2g
0,1
EDTA =100x20g = 0,02g
47,62
1. Aquadest = 100 x20g = 9,52g
2.
Cara peracikan
1. Disiapkan alat dan bahan
2. Di timbang semua bahan yang akan dibutuhkan
3. Fase minyak :
- Di lebur vaselin album, lanolin, dan asam stearate dalam cawan penguap dengan
suhu 70◦c
- Setelah melebur, masukkan kedalam mortar hangat, gerus ad homogen.
- Ditambahkan nipasol, gerus ad homogen
- Ditambahkan BHT, gerus ad homogen
- Ditambahkan Zno, gerus ad homogen
4. Fase air
- Dimasukkan TEA kedalambeaker glass, ditambahkan seluruh air, sduk ad homogen
- Ditambahkan nipagin aduk ad homogen
- Ditambahkan titanium dioxide, aduk ad homogen, di panaskan.
5. Dimasukkan fase minyak kedalam fase air, gerus ad homogen.
6. Ditambahkan ol. Rosae, gerus ad homogen
Dimasukkan kedalam tube cream.
Began Alir

siapkan alat dan bahan

timbang semua bahan


yang akan di butuhkan
dan buat mortir panas

fase air fase minyak

Ditambahkan Zno, gerus -Di lebur vaselin album, lanolin, dan


ad homogen asam stearate dalam cawan penguap
dengan suhu 70◦c
Ditambahkan nipagin aduk
ad homogen
-Setelah melebur, masukkan kedalam
Dimasukkan TEA mortar hangat, gerus ad homogen
kedalambeaker glass,
ditambahkan seluruh air,
aduk ad homogen -Ditambahkan BHT, gerus ad
homogenomogen
Ditambahkan Zno, gerus ad
homogen
Masukkan campuran
fase minyak ke dalam
fase air
tambahkan ol.
citri, gerus ad
homogen
masukkan dalam
pot cream
6.2 Formula 2 Skala kecil
No. Nama Bahan Fungsi % Rentang % Digunakan Ditimbang
1. Titanium dioksida Bahan aktif 25% 15% 3g
2. Parafin Basis cream 10% 2g
3. Cera alba Basis cream 5% 1g
4. GMS Basis cream 2% 0,4g
5. Tween 80 Emulgator 1-10% 0,18% 1,6g
6. Span 20 Emulgator 1-10% 9,2% 1,84g
7. BHT Antioksidan 0,0075-0,1% 0,1% 0,02g
8. Nipagin Pengawet 0,02-0,3% 0,1% 0,02g
9. Nipasol Pengawet 0,01-0,2% 0,1% 0,02g
10. Gliceryn Pengental <30% 10% 2g
11. EDTA Chelating agent 0,001-0,1% 0,1% 0,02g
12. Ol. Citri Corigen odoris qs qs
13. Aquadest Pembawa 47,62% 9,52ml

Perhitungan Bahan
15
Titanium dioksida =100x20g = 3g
10
Parafin =100x20g = 2g
5
Cera alba =100x20g = 1g
2
GMS =100x20g = 0,4g
0,1
BHT =100x20g = 0,02g
0,1
Nipagin =100x20g = 0,02g
0,1
Nipasol =100x20g = 0,02g
10
Gliceryn =100x20g = 2g
0,1
EDTA =100x20g = 0,02g
47,62
Aquadest = 100 x20g = 9,52g

5
HLB butuh cera alba =12x15=4g
5
Parafin =12x15=4g
Total =8g

7
Span 20 8,6 7=7,6 x20g=0,4g
8
0,6
Tween 80 15 0,6=7,6x20g=1,6g

Cara Peracikan
1. Disiapkan alat dan bahan
2. Ditimbang semua bahan yang dibutuhkan
3. Dibuat fase minyak
-Dimasukkan cera alba, parafin, GMS dan SPAN 20 dalam cawan penguap dengan duhu
70oC
-Dimasukkan mortir hangat gerus ad homogen
-Ditambahkan nipasol, gerus ad homogen
-Ditambahkan BHT, gerus ad homogen
-Ditambahkan EDTA, gerus ad homogen
-Ditambahkan Titanium dioksida, gerus ad homogen
4. Dibuat fase
-Dimasukkan tween 80 ke dalam beker glass
- Ditambahkan seluruh air, aduk ad homogen
- Ditambahkan nipagin, aduk ad homogen
- Ditambahkan gliserin, aduk ad homogen, dipanaskan
5. Dimasukkan fase minyak ke fase air, gerus ad homogen
6. Ditambahkan Ol. Citri, gerus ad homogen
7. Dimasukkan pot Cream
Skema Kerja
Disiapkan alat dan bahan

Dibuat fase minyak Dibuat fase air


Dilebur cera alba,
vaseline album, asam
Dilebur cera dan
stearat alba, parafin, GMS Dimasukkan TEA ke
dan
benzophenone span dalam beker glass
Ditambahkan seluruh air dan glicerin
Dimasukkan mortir hangat ,
gerus ad homogen

Ditambahkan EDTA Ditambahkan nipagin


Dilebur cera alba,
vaseline album,BHT
Ditambahkan asam
stearat
Dilebur danalba,
cera Ditambahkan gliceryn, aduk ad
benzophenone
vaseline album, asam homogen, dipanaskan
Ditaambahkan nipasol
stearat dan
benzophenone

Ditambahkan Titanium
dioksida, gerus ad homogen

Dimasukkan fase minyak ke fase


air, aduk ad homogen

Dimasukkan ke pot cream


6.3 Formula 3 Skala kecil
No. Nama Bahan Fungsi % Rentang % Digunakan Ditimbang
1. Titanium dioksida Bahan aktif 25% 16% 3g
2. Zinc oxide Bahan aktif 25% 5% 1g
3. Cera alba Basis cream 5% 1g
4. Vaseline Album Basis cream 7% 1,4g
5. Olive oil 2% 0,4g
6. TEA Emulgator 1,5% 0,3g
7. Asam stearat Emulgator 15% 3g
8. BHT Antioksidan 0,0075-0,1% 0,1% 0,02g
9. Nipagin Pengawet 0,02-0,3% 0,2% 0,04g
10. Nipasol Pengawet 0,01-0,2% 0,1% 0,02g
11. EDTA Chelating agent 0,001-0,1% 0,1% 0,02g
12. Gliceryn Pengental <30% 10% 2g
13. Ol. Citri Corigen odoris qs 5 tetes
14. Aquadest Pembawa 39% 7,8ml

Perhitungan Bahan
15
Titanium dioksida =100x20g = 3g
5
Zno =100x20g = 1g
5
Cera alba =100x20g = 1g
7
Vaseline album =100x20g = 1,4g
1,5
TEA =100x20g = 0,3g
15
Asam stearat =100x20g = 3g
2
Olive oil =100x20g = 0,4g
0,1
BHT =100x20g = 0,02g
0,2
Nipagin =100x20g = 0,04g
0,1
Nipasol =100x20g = 0,02g
10
Gliceryn =100x20g = 2g
0,1
EDTA =100x20g = 0,02g
39
Aquadest =100x20g = 7,8g
Cara Peracikan
1. Disiapkan alat dan bahan
2. Ditimbang semua bahan yang dibutuhkan
3. Dibuat fase minyak
-Dilebur cera alba, vaseline album dan asam stearat dalam cawan penguap dengan duhu
70oC
-Dimasukkan mortir hangat gerus ad homogen
-Ditambahkan olive oil, gerus ad homogen
-Ditambahkan nipasol, gerus ad homogen
-Ditambahkan BHT, gerus ad homogen
-Ditambahkan EDTA, gerus ad homogen
-Ditambahkan ZnO, gerus ad homogen
-Ditambahkan Titanium dioksida, gerus ad homogen
4. Dibuat fase
-Dimasukkan TEA ke dalam beker glass
- Ditambahkan seluruh air, aduk ad homogen
- Ditambahkan nipagin, aduk ad homogen
- Ditambahkan gliserin, aduk ad homogen, dipanaskan
5. Dimasukkan fase minyak ke fase air, gerus ad homogen
6. Ditambahkan Ol. Citri, gerus ad homogen
7. Dimasukkan pot Cream
Skema kerja
Disiapkan alat dan bahan

Dibuat fase minyak Dibuat fase air


Dilebur cera alba,
vaseline album, asam
Dilebur cera alba,
stearat dan vaseline album Dimasukkan TEA ke
benzophenonestearat
dan asam dalam beker glass
Ditambahkan seluruh air dan glicerin
Dimasukkan mortir hangat,
gerus ad homogen

Ditambahkan nipagin
Ditambahkan olive oil

Ditambahkan gliceryn, aduk ad


Ditambahkan EDTA homogen, dipanaskan
Dilebur cera alba,
vaseline album, asam
Ditambahkan
stearat danBHT
Dilebur cera alba,
benzophenone
vaseline album, asam
Ditaambahkan nipasol
stearat dan
benzophenone

Ditaambahka ZnO

Ditambahkan Titanium
dioksida,gerus ad homogen

Dimasukkan fase minyak ke fase


air, aduk ad homogen

Dimasukkan ke pot cream


6.4 Formula Skala Besar
No. Nama Bahan Fungsi % Rentang % Digunakan Ditimbang
1. Titanium dioksida Bahan aktif 25% 10% 20g
2. Zinc oxide Bahan aktif 25% 4% 8g
3. Benzophenone Bahan aktif 5% 3% 6g
4. Cera alba Basis cream 5% 10g
5. Vaseline Album Basis cream 7% 14g
6. Olive oil 2% 4g
7. TEA Emulgator 1,5% 3g
8. Asam stearat Emulgator 15% 10g
9. BHT Antioksidan 0,0075-0,1% 0,1% 0,2g
10. Nipagin Pengawet 0,02-0,3% 0,2% 0,4g
11. Nipasol Pengawet 0,01-0,2% 0,1% 0,2g
12. EDTA Chelating agent 0,001-0,1% 0,1% 0,2g
13. Gliceryn Pengental <30% 10% 20g
14. Ol. Citri Corigen odoris qs 10 tetes
15. Aquadest Pembawa 42% 84ml

Perhitungan Bahan
10
Titanium dioksida =100x200g = 20g
4
Zno =100x20g =8g
3
Benzophenone =100x20g =6g
5
Cera alba =100x200g = 10g
7
Vaseline album =100x200g = 14g
1,5
TEA =100x200g = 3g
15
Asam stearat =100x200g = 10g
2
Olive oil =100x200g = 4g
0,1
BHT =100x200g = 0,2g
0,2
Nipagin =100x200g = 0,4g
0,1
Nipasol =100x200g = 0,2g
10
Gliceryn = x200g = 20g
100
0,1
EDTA =100x200g = 0,2g
42
Aquadest =100x200g = 84g
Cara Peracikan
1. Disiapkan alat dan bahan
2. Ditimbang semua bahan yang dibutuhkan
3. Dibuat fase minyak
-Dilebur cera alba, vaseline album, asam stearat dan benzophenone dalam cawan penguap
dengan duhu 70oC
-Dimasukkan mortir hangat gerus ad homogen
-Ditambahkan olive oil, gerus ad homogen
-Ditambahkan nipasol, gerus ad homogen
-Ditambahkan BHT, gerus ad homogen
-Ditambahkan EDTA, gerus ad homogen
-Ditambahkan ZnO, gerus ad homogen
-Ditambahkan Titanium dioksida, gerus ad homogen
4. Dibuat fase
-Dimasukkan TEA ke dalam beker glass
- Ditambahkan seluruh air, aduk ad homogen
- Ditambahkan nipagin, aduk ad homogen
- Ditambahkan gliserin, aduk ad homogen, dipanaskan
5. Dimasukkan fase minyak ke fase air, gerus ad homogen
6. Ditambahkan Ol. Citri, gerus ad homogen
7. Dimasukkan pot Cream
Skema kerja

Disiapkan alat dan bahan

Dibuat fase minyak Dibuat fase air


Dilebur cera alba,
vaseline album, asam
Dilebur cera alba,
stearat dan vaseline album, Dimasukkan TEA ke
asam stearat dan benzophenone
benzophenone dalam beker glass

Ditambahkan seluruh air dan glicerin


Dimasukkan mortir hangat ,
gerus ad homogen

Ditambahkan nipagin
Ditambahkan olive oil

Ditambahkan gliceryn, aduk ad


Ditambahkan EDTA homogen, dipanaskan
Dilebur cera alba,
vaseline album, asam
Ditambahkan
stearat danBHT
Dilebur cera alba,
benzophenone
vaseline album, asam
Ditaambahkan nipasol
stearat dan
benzophenone

Ditaambahka ZnO

Ditambahkan Titanium
dioksida, gerus ad homogen

Dimasukkan fase minyak ke fase


air, aduk ad homogen

Dimasukkan ke pot cream


BAB VII

EVALUASI

7.1 Uraian Prosedur Evaluasi

1. Organoleptis
Alat : Panca indera
Prosedur : Amati bau, warna dan rasa
2. Penentuan pH
Alat : pH meter
Prosedur :
a. pH meter dikalibrasi dengan dapar standart yang pH nya sama dengan pH sampel
b. bersihkan elektroda dengan aquadest dan keringkan
c. celupkan elektroda ke dalam larutan sampel
d. tekan tombol
e. tunggu sampai angka pada alat berhenti, kemudian catat hasil yang tertera sebagai
pH sediaan
3. Uji Tipe Emulsi
Uji pewarnaan
Alat : Gelas arloji, batang pengaduk dan pipet tetes
Prosedur :
a. Diambil sampel ditaruh di gelas arloji
b. Ditetesi Methylenne blue, jika homogen maka emulsi tipe m/a
c. Ditetesi Sudan merah, jika homogen maka emulsi tipe a/m
4. Penentuan Ukuran Partikel/Homogenitas
Alat : Mikroskop, object glass, dan cover glass
Prosedur :
a. Kalibrasi skala okuler dengan memasang micrometer objectif dan okuler
b. Teteskan suspensi di atas objek glass, tutup dengan cover glass
c. Ambil micrometer objektif, ganti dengan objek glass yang berisi sampel
d. Ukur diameter partikel -/+ 100 partikel
e. Buat pengelompokan, tentukan ukuran partikel terkecil dan terbesar dari seluruh
sampel bagian dalam berbagai internal dalam kelas
7.2 Hasil Evaluasi
BAB VII

PEMBAHASAN

Pada praktikum mata kuliah farmasetika sediaan semi solida kali ini, kami diharuskan
untuk membuat rancangan formulasi sediaan cream. Sebelum melakukan formulasi, ada
tahapan lain yang harus dilakukan yaitu tahapan pra formulasi. Dalam tahapan pra formulasi,
hal yang kami lakukan adalah mengkaji tentang karakteristik fisika, kimia dan biologis dari
suatu bahan obat yang akan digunakan sebagai bahan aktif dalam suatu sediaan.

Pada formulasi sediaan cream, tipe cream yang diinginkan adalah m/a. Bahan aktif
yang digunakan adalah Titanium dioksida yang memiliki khasat tabir surya, selain titanium
dioksida kelompok kami juga menggunakan benzophenone sebagai bahan aktif yang dimana
memiliki khasiat yang sama seperti ttitanium dioksida, selain kedua bahan tersebut kami juga
menggunakan ZnO. Basis yang digunakan pada sediaan cream kami adalah cera alba dan
vaseline album. Sebagai emulgator digunakan kombinasi TEA dan asam stearat, pengguanan
TEA dan asam stearat pada saat penggerusan harus dilakukan dengan konstan karena
kombinasi kedua bahan tersebut dapat terjadi reaksi penyabunan. Pada pengawet sediaan
cream, pengawet yang digunakan adalah 2 macam pengawet, yaitu nipagin yang dapat larut air
dan nipasol yang dapat larut dengan minyak. Tujuannya ditambahkan 2 macam pengawet agar
dapat mencegah degradasi sediaan oleh mikroba pada masing-masing fase. Sifat dari fase
minyak pada sediaan cream adalah mudah teroksidasi jika terpapar oksigen sehingga mudah
tengik. Oleh karena itu, perlu ditambahkan BHT (Butylated Hydroxytoluene) yang dapat
berfungsi sebagai antioksidan. Untuk mengikat dan mengendalikan ion logam yang ada pada
titanium dioksida maka digunakan EDTA sebagai chelating agent. Gliserin digunakan sebagai
pengental dan pada formula kami juga menggunakan minyak nabati yaitu olive oil.

Pada proses pembuatan cream, hal yang dilakukan adalah memilah bahan antara yang
digunakan pada fase air dan fase minyak. Bahan- bahan yang masuk pada fase minyaka adalah
titanium dioksida, ZnO, benzophenone, cera alba, vaseline album, olive oil, asam stearat,
BHT, EDTA dan nipasol. Sedangkan bahan yang masuk pada fase air adalah TEA, nipagin,
dan gliserin. Kemudian kedua fase tersebut dicampurkan dengan cara fase minyak dimasukkan
kedalam fase air, dikarenakn cream yang dikehendaki adalah tipe m/a, dan kemudian digerus
dengan konstan agar tidak terjadi reaksi penyabunan.
Pada sediaan cream, evaluasi yang dilakukan adalah organoleptis penentuan pH, uji
viskositas, uji daya sebar, uji tipe emulsi, uji ukuran partikel/homogenitas dan uji
acceptabilitas.

Pada evaluasi organoleptis, untuk aroma kami memilih menggunakan aroma jeruk,
untuk warna didapatkan warna putih dan bentuk yang didapat adalah semi solid (cream). Dari
hasil evaluasi organoleptis yang didapat telah sesuai dengan yang diinginkan.

Pada evaluasi penentuan pH yang menggunakan alat pH meter didapatkan hasil dari
formulasi cream pada pengecekan yang pertama adalah 7,16, kedua 8,96 dan yang ketiga
adalah 8,35. Dari data yang didapatkan dari evaluasi pH, maka pH tidak sesuai dengan rentang
pH yang kita inginkan yaitu 4-7.

Pada evaluasi penentuan viskositas, kami melakukan 3x percobaan dengan kecepatan


yang berbeda. Pada uji pertama dengan kecepatan 6 rpm, nomor spindel 64, factor koreksi...,
hasil 39 cps, hasil viskositas adalah .... cps. Yang kedua dengan kecepatan 12 rpm, nomor
spindel 64, faktor koreksi...., hasil 46 cps, dan hasil viskositas adalah ....cps. Dan yang terakhir
dengan kecepatan 30 rpm, nomor spindel 64, faktor koreksi…., hasil 50 cps, dan hasil
viskositas adalah ..... cps.

Uji selanjutnya adalah uji tipe emulsi. Uji tipe emulsi dengan cara uji pewarnaan
dengan methylene blue dan sudan merah. Untuk uji dengan methylene blue didapatkan hasil
yang homogen, sedangkan dengan sudan merah didapatkan hasil yang tidak homogeny. Dari
hasil tersebut didapatkan hasil emulsi tipe m/a.
BAB VIII

KESIMPULAN

1. Uji organoleptis pada cream telah memenuhi spesifikasi yang dinginkan aroma jeruk,
bentuk semi solid (cream) dan warna putih
2. Hasil evaluasi viskositas pada emulsi adalah dengan kecepatan 6 rpm = ... cps, kecepatan
12 rpm = ,,,,, cps, kecepatan 30 cps = .... cps
3. pH hasil evaluasi pada emulsi adalah 7,16; 8,96 dan 8,35 sehingga tidak memenuhi
persyaratan
4. Hasil uji tipe emulsi dengan pewarnaan dan pengenceran menunjukkan emulsi M/A
DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 1978, Formularium Nasional Edisi Kedua, Departemen Kesehatan Republik. Indonesia,
Jakarta

Anonim, 1979, Farmakope Indonesia, Edisi III, Departemen Kesehatan Republik. Indonesia, Jakarta

Anonim, 1995, Farmakope Indonesia, Edisi IV, Departemen Kesehatan Republik. Indonesia, Jakarta

Anonim, 2014, Farmakope Indonesia, Edisi V, Departemen Kesehatan Republik. Indonesia, Jakarta

Johnson, R. dan Steer, R., 2006, Methyl Paraben, In: Rowe, R. C., Shesky, P. J., and Owen, S.
C. (eds.), Handbook of Pharmaceutical Excipients, Fifth Edition, Pharmaceutical
Press, UK.

Sweetman, S. C., 2002. Martindale The Complete Drug Reference, 33rd ed., Pharmaceutical
press, London.