Anda di halaman 1dari 4

Latihan Fisik Terbaik Untuk Penderita Gangguan Jantung

Jantung adalah otot dan membutuhkan latihan


agar tetap bugar. Bila rutin latihan, jantung bisa memompa lebih banyak darah ke seluruh
tubuh dan terus bekerja secara efisien dan optimal. Hal ini dilakukan untuk membantu
agar seseorang tetap sehat lebih lama. Olahraga teratur juga membantu menjaga arteri
dan pembuluh darah lainnya lebih lentur, memastikan aliran darah baik, serta tekanan
darah dan kolesterol normal. Penderita gangguan jantung seperti penyakit jantung
iskemik, gagal jantung, kelainan irama jantung atau aritmia harus memilih aktivitas fisik
yang tepat agar tidak menganggu kondisi jantungnya.1 Ahli kesehatan juga menyarankan
penderita tidak melakukan aktivitas fisik terlampau berat. Aktivitas terapeutik mencakup
berbagai macam latihan aerobik, latihan ketahanan, serta latihan gerak. 2

Latihan Aerobik

Banyak organisasi termasuk American Heart Association (AHA) dan American College of
Sports Medicine (ACSM) telah merekomendasikan peningkatan aktivitas fisik berupa
latihan jenis aerobik untuk meningkatkan tingkat kebugaran kardiorespirasi pada populasi
umum, termasuk individu dengan cardiovascular disease (CVD).3 Latihan aerobik
meningkatkan kebugaran pernapasan kardio dan memodulasi beberapa faktor risiko
CVD dengan baik. Aktivitas aerobik yang santai umumnya lebih menyenangkan dan
meningkatkan kepatuhan jangka panjang.2
Cardiac output (CO) adalah produk dari stroke volume (SV) dan detak jantung (HR).
Keduanya akan meningkat secara signifikan selama latihan aerobik. Ventrikel kiri
diperbesar selama latihan aerobik disertai peningkatan volume diastolik akhir (preload)
dan peningkatan kontraktilitas miokard. Peningkatan volume pengisian dan kontraktilitas
jantung meningkatkan SV beberapa kali lipat selama latihan. Aerobik juga meningkatkan
vasodilatasi endothelium pembuluh darah termasuk mikrosirkulasi koroner akibat
peningkatan produksi nitrat oksida (NO).3
Latihan aerobik secara rutin dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik 5-10
mmHg, yang kemudian dapat menurunkan risiko serangan jantung sebesar 10-20% pada
pasien penderita Coronary Artery Disease (CAD). Latihan ini juga dapat menurunkan
kadar LDL dan meningkatkan kadar HDL. Pada pasien obesitas, latihan aerobik rutin
dapat menurunkan 5% berat badan yang dapat mencegah penyakit kardiovaskular
menjadi lebih berat.4

Latihan Gerak

Latihan gerak dan peregangan seperti berjalan mengurangi aktivitas simpatik dan
memperbaiki beberapa parameter risiko kardiovaskular lainnya. Dalam Studi Jantung
Honolulu, pria lanjut usia yang berjalan lebih dari 1,5 mil per hari dapat mengurangi risiko
CAD. Pada penelitian ini juga didapatkan bahwa risiko CAD akan semakin berkurang
pada seseorang dengan meningkatnya jarak berjalan hariannya.2

Dokter dan profesional kesehatan merekomendasikan agar pasien meningkatkan


frekuensi berjalan setiap hari. Bukti dari sebuah studi epidemiologi menunjukkan bahwa
penambahan kecil dalam jarak berjalan sehari-hari lebih baik daripada tidak berjalan, dan
peningkatan berjalan yang lebih besar memberikan manfaat kesehatan kardiovaskular
yang lebih besar pula. Pasien dapat memperoleh keuntungan jangka pendek seperti
peningkatan kebugaran, komposisi tubuh, tekanan darah dan profil lipid. Manfaat jangka
panjang mencakup pengurangan risiko CAD, serangan jantung dan kematian. Pasien
harus secara bertahap menaikkan target jalan kaki yaitu minimal 150 menit per minggu. 5

Latihan Ketahanan

Latihan ketahanan ringan sampai sedang dapat dicapai dengan latihan kekuatan seperti
mengangkat dan menahan beban, atau latihan resistensi lainnya yang melibatkan
kelompok otot mayor. American Heart Association (AHA) dan American College of Sports
Medicine (ACSM) merekomendasikan latihan 8-10 kali yang dilakukan pada dua hari
dalam seminggu namun tidak berturut-turut, dengan 8-12 pengulangan setiap latihan.
Latihan ini merupakan metode yang efektif untuk meningkatkan kekuatan otot dan daya
tahan tubuh, mengurangi tingkat tekanan tubuh dan memperbaiki faktor risiko koroner. 2
Sebuah meta-analisis menunjukkan bahwa latihan ketahanan saja, bisa efektif dalam
meningkatkan kapasitas kardiorespirasi seperti puncak ambilan oksigen, durasi tes
latihan ketahanan dan kekuatan otot pada pasien dengan CAD. Latihan kekuatan yang
dilakukan bersama dengan latihan aerobik lebih efektif daripada latihan aerobik saja
dalam meningkatkan kapasitas aerobik dan kekuatan otot pada pasien dengan CAD. 6

Aturan Olahraga Penderita Gangguan Jantung

AHA dan ACSM merekomendasikan berolahraga minimal 30-60 menit sehari dengan
aktivitas fisik moderat, selama 5 hari seminggu untuk memperbaiki kesehatan jantung,
mencegah serangan jantung dan kematian di antara pasien dengan CAD. 2,4,5 Olahraga
dapat dibagi dalam 2-3 sesi masing-maisng 10-15 menit dalam sekali latihan. Contoh
latihan intensitas sedang meliputi jalan cepat, senam dan bersepeda ringan. Salah satu
cara untuk menentukan apakah aktivitas yang diberikan adalah intensitas sedang atau
kuat adalah tes bicara. Jika seseorang masih dapat mempertahankan percakapan saat
mereka berbicara, kemungkinan mereka berolahraga dengan intensitas sedang. 4

Yang Perlu Diperhatikan

Olahraga untuk penyakit jantung disarankan harus sesuai dengan kondisi fisik,
kebugaran aerobik atau anaerobik, dan kondisi otot pasien. Latihan juga harus
disesuaikan pada masing-masing individu dalam hal intensitas, durasi, dan volume yang
berkaitan dengan aktivitas fisik dan tujuan latihan. Kegiatan ini juga harus disertai dengan
modifikasi gaya hidup lainnya seperti mengatur diet dan berhenti merokok untuk
meminimalkan risiko kondisi penyakit jantung.

Pasien harus menaati dan melakukan tiga tahap di setiap aktivitas fisik, yaitu pemanasan,
pelatihan, dan pendinginan. Fase pemanasan dan pendinginan yang baik (kurang lebih
selama 5 menit) dapat memiliki efek perlindungan pada jantung. Hentikan olahraga
dengan segera jika terdapat tanda-tanda peringatan dan gejala seperti pusing, aritmia,
sesak napas, dan angina (ketidaknyamanan pada dada). Lakukan pengawasan dan
pemantauan medis untuk pasien yang memiliki risiko kejadian penyakit jantung sedang
dan tinggi. Pengawasan harus termasuk pemeriksaan fisik, pemantauan denyut jantung,
tekanan darah dan ritme sebelum, selama, dan setelah berolahraga. 1,4 Semua aktivitas
fisik ringan-sedang intinya baik dilakukan oleh penderita gangguan jantung asal
menyesuaikan dengan kemampuan diri dan memperhatikan hal-hal yang disarankan
tenaga kesehatan.