Anda di halaman 1dari 5

TUGAS

KESEHATAN LINGKUNGAN KERJA

PELARUT KARBON TETRAKLORIDA ( CCl4 )

OLEH :
NAMA : MITRA MEDIO
NO. BP : 1710943021
KELAS : KESLINGKER C
HARI/ TGL PRAKTIKUM : KAMIS/ 7 FEBRUARI 2019

JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK - UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG
2019
KARBON TETRAKLORIDA
( CCl4 )

1. PENGERTIAN
CCl4 mempunyai titik didih 77 °C. Merupakan cairan tidak berwarna, dengan bau
yang sedikit enak, senyawa ini tidak larut dalam air.
Karbon tetraklorida secara praktis tidak terbakar pada suhu rendah. (ada suhu tinggi di
udara membentuk racun fosgen. Karena karbon tetraklorida tidak memilikiikatan C-
H, maka karbon tetraklorida tidak mudah mengalami reaksi radikal bebas. Karena itu
merupakan pelarut yang berguna untuk halogenasi baik melalui unsur halogen atau
melalui reagen halogenasi seperti N-bromosuksinimida (kondisi tersebut dikenal
sebagai Brominasi Wohl-Ziegler).
Adapun Sifat-Sifat karbon tetraklorida adalah sebagai berikut,
1. Rumus molekul: CCl4
2. Berat molekul: 153,82 gr/mol
3. Penampilan: Cairan tidak berwarna, baunya seperti eter
4. Densitas: 1,5867 gr/cm3 (cairan); 1,831 gr/cm3 pada -186 oC (padat); 1,809
gr/cm3 pada -80 oC (padat)
5. Titik lebur: -22,92 °C (250 K)
6. Titik didih: 76,72 °C (350 K)
7. Kelarutan dalam air: 785–800 mg/L pada 25 °C
8. Kelarutan dalam pelarut lain: Larut dalam alkohol, eter, kloroform, benzena.
9. Tekanan uap: 94 kPa pada 20 °C
10. Indeks refraksi (nD): 1,4601
11. Struktur molekul: Monoklin
12. Bentuk molekul: Tetrahedral
13. Indeks Uni Eropa: 602-008-00-5
14. Klasifikasi Uni Eropa: Karsinogenik Cat.3, Toksik (T), Berbahaya bagi
lingkungan (N)
15. Titik nyala: Tidak menyala
16. Suhu menyala sendiri: 982 °C
17. LD50: 2350 mg/kg
2. KEGUNAAN KARBON TETRAKLORIDA
digunakan sebagai pelarut untuk oli dan lemak serta dalam pencucian kering (dry
cleaning). Oleh karena kerapatannya yang tinggi dan sifatnya yang tidak mudah
terbakar CCl4 digunakan sebagai pemadam api. CCl4 merupakan zat cair tanpa warna
dengan bau yang menyenangkan digunakan sebagai zat pengawalemak, pelarut, bahan
pendingin, dan pemadam api. Karbon Tetraklorida juga dikenal dengan senyawa
kimia dengan rumus CCl4. Kimia ini banyak digunakan untuk sintetis kimia organik.

3. JENIS PELARUT
Karbon Tetraklorida ( CCl4 ) termasuk kedalam salah satu senyawa turunan alkana
yaitu Haloalkana. Haloalkana adalah senyawa turunan alkana yang satu atom
hidrogennya digantikan oleh atom unsur halogen. CCl4 termasuk kedalam pelarut non
polar memilki konstanta dielektrik yang rendah dan tidak larut dalam air.

4. EFEK CCl4 BAGI KESEHATAN


Karbon tetraklorida mempunyai efek yang tidak baik terhadap kesehatan jika melebihi
kadar maksimal yang telah ditetapkan oleh Peraturan Menteri Kesehatan RI NO
492/MENKES/PER/IV/2010 yaitu 0,004mg/l.
Pajanan terhadap karbon tetraklorida konsentrasi tinggi (termasuk uapnya) dapat
mempengaruhi system saraf pusat, degenerasi hati dan ginjal dan dapat menimbulkan
koma dan bahkan kematian (setelah pajanan diperpanjang). Pajanan kronis terhadap
karbon tetraklorida dapat menyebabkan kerusakan hati dan ginjal dan dapat
menimbulkan kanker. Senyawa ini diabsorbsi segera melalui kulit atau paru-paru.
Didalam tubuh, karbon tetraklorida menyebabkan kerusakan pada hati dan kemudian
ginjal bila terpapar secara terus menerus (on continued exposure).
Selain itu pemberian Karbon tetraklorida (CCl4) dalam dosis tinggi dapat merusak
endoplasmik retikulum, mengakumulasi lipid, mengurangi sintesis protein,
mengacaukan proses oksidasi, menurunkan bobot badan, menyebabkan
pembengkakan hati sehingga bobot hati menjadi bertambah, dan pemberian jangka
panjang dapat menyebabkan nekrosis sentrilobular serta degenerasi lemak di hati.
5. PENANGANAN KARBON TETRAKLORIDA
Pertolongan Pertama
1. Terhirup
Bila aman memasuki area, segera pindahkan dari area pemaparan. Bila perlu
gunakan kantong masker berkatup atau pernafasan penyelamatan. Segera bawa ke
rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat.
2. Kontak dengan kulit
Segera tanggalkan pakaian, perhiasan, dan sepatu yang terkontaminasi. Cuci
dengan sabun atau detergen ringan dan air dalam jumlah yang banyak sampai
dipastikan tidak ada bahan kimia yang tertinggal (selama 15-20 menit). Bila perlu
segera bawa ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat.
3. Kontak dengan mata
Segera cuci mata dengan air yang banyak atau dengan larutan garam normal
(NaCl 0,9%), selama 15-20 menit, atau sekurangnya satu liter untuk setiap mata
dan dengan sesekali membuka kelopak mata atas dan bawah sampai dipastikan
tidak ada lagi bahan kimia yang tertinggal. Segera bawa ke rumah sakit atau
fasilitas kesehatan terdekat.
4. Tertelan
Segera hubungi Sentra Informasi Keracunan atau dokter setempat. Jangan sekali-
kali merangsang muntah atau memberi minum bagi pasien yang tidak
sadar/pingsan. Bila terjadi muntah, jaga agar kepala lebih rendah daripada
panggul untuk mencegah aspirasi. Bila korban pingsan, miringkan kepala
menghadap ke samping. Segera bawa ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan
terdekat.
DAFTAR PUSTAKA

Ruqiah et al. 2007. Pengaruh pemberian karbon tetraklorida terhadap fungsi hati dan ginjal.
jurnal kesehatan, vol. 11, no. 1.

Marks dkk. Biokimia Kedoketran Dasar. Jakarta:EGC

No publisher. 2013. MANFAAT DAN KEGUNAAN KARBON TETRA KLORIDA UNTUK


INDUSTRI . http://www.caramembuatmu.com/2013/08/manfaat-dan-
kegunaan-karbon-tetraklorida.html ( diakses pada 6 Februari 2019)
Rumus Kimia. 2017. Pengertian, Tata Nama, Contoh Soal dan Kegunaan Haloalkana.
http://www.rumuskimia.net/2017/11/haloalkana.html. (diakses pada 6 Februari
2019)