Anda di halaman 1dari 7

Lampiran :

Percakapan Konseling Gizi

Konselor : Selamat pagi/siang bapak/ibu, mari silahkan masuk.


(Klien masuk ke dalam ruangan)
Klien : Selamat pagi/siang bu, terimakasih.
Konselor : Perkenalkan saya Deviana, ahli gizi yang bertugas saat ini. Mohon maaf boleh tau
dengan bapak siapa ya ?
Klien : Nama saya Tomi Salim
Konselor : Baiklah bapak Tomi, silahkan duduk pak.
Klien : Baik, terimakasih bu.
Konselor : Ada yang bisa saya bantu Pak ?

Klien : Saya kesini disuruh sama dokter buk. Dokter mengatakan saya mengalami
hepatitis B dan menyuruh saya untuk berkonsultasi sama ahli gizi di rumah sakit ini berkaitan
dengan diet untuk penyakit yang saya alami buk.

Konselor : Baik pak, kalau begitu silahkan bapak untuk mengisi identitas bapak dengan
lengkap pada formulir ini. Bila ada hal yang yang tidak dimengerti, bapak bisa
menanyakannya pada saya.
Klien : Ini bu, saya sudah selesai.
 Nama : Tomi Salim
 Jenis Kelamin : Laki-laki
 Umur : 38 tahun
 Status : Belum Menikah
 Pekerjaan/Pendidikan : Pengusaha
Konselor : Terimaksih pak, apakah bapak membawa surat rujukan atau data laboratorium
dari dokter ?

Klien : Ada bu, ini surat rujukan dan data laboratoriumnya. (sambil memberikan surat rujukan
yang diberikan oleh dokter)

Konselor : Terimakasih pak. (melihat hasil rujukan dari dokter)


Konselor : Baiklah, dari hasil laboratorium, Bapak didiagnosis medis dengan penyakit
hepatis B. Penyakit Hepatitis A adalah suatu penyakit akut yang disebabkan oleh
Virus Hepatitis B" (VHB) yang disebarkan oleh kotoran/tinja penderita; biasanya
melalui makanan (fecal - oral). Akibatnya, seorang penderita hepatitis A akan
mengalami mual, anoreksia, gangguan pencernaan, serta penyerapan (penurunan
waktu pengosongan lambung dan cepat kenyang), dan asites. Hal-hal ini akan
menyebabkan klien berisiko gizi kurang. Oleh karena itu, tujuan konseling gizi
pada hari ini adalah mendiskusikan perubahan pola makan mengikuti anjuran
makanan energy tinggi, dan untuk mencegah katabolisme (pemecahan) protein,
meringankan gangguan gangguan pencernaan dan penyerapan serta asites. Proses
konseling gizi akan berlangsung kurang lebih 30 menit, meliputi pengkajian gizi
yaitu data antopometri, data laboratorium, data klinis, data riwayat makan, dan
riwayat personal serta penetapan diagnosis gizi dan implementasinya. Saya
berharap bapak Seamus bersedia berkerjasama untuk keberhasilan konseling ini.
Klien : Tentu saja, bu.
Konselor : Baiklah pak, kita mulai saja. Yang pertama mari melakukan pengukuran
antropometri bapak. Silahkan menuju sebelah sana.
Klien : Baik, bu.
Konselor : setelah dilakukan pengukuran antropometri pada bapak, berat badan bapak 50 kg,
dan tinggi badan 169cm. maka dari itu IMT atau indeks masa tubuh bapak yaitu
17,5. Ini menandakan bahwa status gizi bapak termasuk gizi kurang.
Konselor : Untuk riwayat data laboratorium, apakah bapak sudah paham ?
Klien : Belum terlalu paham saya bu
Konselor : Jadi hasil pemeriksaan lab bapak menunjukkan Hb= 11,2 mg/dl, disini kadar Hb
bapak dibawah normal, jadi disini bapak mengalami anemia. Kemudian , Bil total
= 4,5 mg/dl, Bil direk = 3,1 mg/dl, disini angka billirubin bapak cukup tingi dan
bisa disebut dengan hiperbilirumia. Dan AST = 71 U/l, Alt = 90 U/l, dan AST dan
ALT bapak juga cukup tinggi.
Konselor : Apakah ada keluhan lainnya yang bapak alami ?
Klien : Ini bu mata saya dan kuku saya mulai berwarna kuning
Konselor : baik pak, yang terjadi pada bapak merupakan salah satu gejala dari hepatitis A
yang disebut dengan iketerus/jaundice dan biasanya orang awam menyebutnya
sakit kuning.

Konselor melakukan identifikasi terhadap riwayat makan dengan metode food recall/food
frequency.

Konselor : kalau boleh tau kegiatan sehari-hari bapak apa saja ?

Klien : saya bekerja di sebuah acara tv tentang kuliner, selain itu saya juga sering
melakukan travelling ke beberapa tempat untuk mencari referensi untuk acara tv.

Konselor : bapak sehari biasanya makan berapa kali pak ?

Klien : 3-4 kali bu.

Konselor : Bisa bapak ceritakan kemarin makan apa saja ?

Klien : Paginya saya sarapan bubur, siangnya saya beli nasi di warung, lalu malamnya
saya makan masakan istri saya.
Konselor : kira-kira seberapa banyak makanan yang bapak konsumsi ?
Klien : Buburnya 1 mangkok, kalo siangnya saya beli nasi di warung nasinya kira-kira 2
sendok nasi, tempe sama ayam 1 potong kecil, sama sayur kangkung. Kalau di
rumah nasi 2 sendok makan, telur ceplok, dan sup sayur.
Konselor : apakah makanan itu bapak habiskan ?
Klien : tidak bu, nafsu makan saya sejak 1 bulan lalu menurun. Saya hanya makan ½nya
saja. Soalnya saya sering merasa mual.
Konselor mengkaji data riwayat personal yang meliputi memilikiri riwayat
penyakit sebelumnya dan memiliki keluarga dengan riwayat penyakit hati.

Klien : tidak ada, bu.

Konselor : apakah bapak pernah minum-minuman keras dan memiliki kebiasaan merokok ?
Klien : saya mengkonsumsi alkohol tapi kadang-kadang
Konselor : apakah bapak memiliki kebiasaan sering minum obat ?
Klien : Tidak ada bu.
Konselor : Baiklah bapak, berdasarkan hasil pengkajian data, laboratorium, klinis, riwayat
makan, dan riwayat personal jadi bapak memang mengalami penyakit hepatitis A
sehingga dianjurkan melakukan Diet Penyakit Hati III. Sebelumnya apakah pernah
mendengar atau membaca tentang syarat diet penyakit hati ?
Klien : Kemarin dokter pernah menyampaikan sedikit. 1. Energy tinggi untuk mencegah
pemecahan protein. 2. Lemak cukup 3. Protein cukup tinggi 4. Vitamin dan mineral
diberikan sesuai dengan tingkat defisiensi. Bila perlu, diberikan suplemen vitamin
B kompleks, C dan K serta mineral seng dan zat besi bila ada anemia.
Konselor : Bagus sekali, bapak sudah cukup mengetahui syarat diet yang baik.
Konselor : Baik pak sekarang saya akan bekerja sama dengan bapak untuk memperoleh
alternatif pemecahan masalalah yang bapak alami, ini sudah saya buatkan menu
makan sehari ya pak.
Pagi :
- Nasi/Tim
- Telur Ceplok air
- Setup Buncis : buncis seratnya tinggi pak, buncis mengandung asam folat dan
vitamin K yang dapat menurunkan kadar kolestrol. Karena bapak menderita
penyakit hati jadi kadar kolestrol bapak tidak boleh tinggi.
Selingan :
Bubur kacang ijo : kacang hijau termasuk bahan makanan yang tinggi daya
cernanya (yang tidak menghasilkan gas saat diasup) karena bapak penderita
penyakit hati makanan yang bergas harus dihindari. Selain itu kacang hijau
mengandung vitamin b kompleks, zat besi, kalsium dan fosfor serta dapat
menurunkan kolestrol jahat yang dapat menjaga kesehatan jantung.
Siang :
- Nasi/Tim
- Ikan Bakar saos tomat : disini saya berikan ikan bakar karena bapak harus
mengurangi makanan yang mengandung banyak lemak, kalau dibakar akan dapat
menghindari penggunaan minyak kelapa.
- Tumis tahu : tahu sumber kalsium jadi baik juga untuk tulang, dan tahu rendah
kolestrol pak, dapat mencegah anemia atau kurang darah seperti yang bapak alami
sesuai hasil lab bapak.
- Sup bayam : bayam mengandung vitamin A, vitamin C yang membuat bayam itu
bersifat antioksidan yang dapat mencegah kanker pak. Nah yang perlu diperhatikan
saat memasak bayam. Jangan dipotong terlalu kecil dan dimasak sampai terlalu
matang karena itulah yang membuat hilang vitamin yang ada di bayam pak.
- Apel : Pada apel terdapat senyawa quersetin-nya yang membantu mengurangi
oksidasi lemak sehingga melingdungi liver atau hati dari kerusakan oksidatif.
Selingan :
- Puding Karamel
- Jus Semangka : zat-zat yang terkandung di dalamnya antara lain vitamin A, B1, B6,
dan vitamin C
Malam
- Nasi/Tim
- Empal Daging
- Oseng – oseng tempe
- Sup wortel dan kacang polong : wortel, kaya serat, antioksidan dan mengandung
mineral yang bagus untuk penyakit hati sesuai dengan syarat diet yang baik untuk
penyakit hati. Dan kacang polong mengandung asam folat, dan vitamin k yang baik
untuk jantung.
- Pepaya potong : mengandung vitamin A dan B kompleks untuk menjaga kesehatan
ginjal.

Klien : Apakah ada pantangan makanan untuk saya bu ?


Konselor : Untuk pantangan makanan tentu ada pak, disini saya memberikan bapak leaflet,
yang sudah tertera bahan makanan yang bisa bapak konsumsi, boleh bapak
konsumsi tapi dibatasi, dan yang sama sekali tidak boleh bapak konsumsi. Akan
sangat baik sekali apabila ibu menerapkan diet yang sudah saya sampaikan tadi.
Klient : Baik bu saya akan menjalankan anjuran yang sudah ibu berikan.
a. Evaluasi pelaksanaan program yang telah disepakati
Konselor : Baik pak saya ingatkan untuk memperbaiki pola makan bapak dan
jalankan diit yang telah saya anjurkan dengan benar.
Klien : Baik bu, saya mengerti akan hal itu.
b. Kesulitan yang dialami klien dalam menjalankan program
Kendala dalam menjalankan program ini adalah waktu yang lama, karena dilakukan secara
bertahap. Faktor penyakit yang diderita pasien menyebabkan pasien harus berusaha
memperbaiki pola makan menjadi lebih baik.
c. Kesepakatan kembali yang dibangun oleh pasien
Klien : Saya akan mencoba memperbaiki asupan gizi pada makanan yang saya
konsumsi. Untuk selanjutnya, haruskah saya tetap menjalankan
konseling kesini bu?
Konselor : Sebaiknya bapak tetap menjalankan konseling sampai masalah konstipasi
ibu dapat teratasi. Saya sarankan ibu kembali lagi kesini setelah 3 hari
menjalankan diet yang saya berikan.
Klient : Baik bu, terimakasih atas konseling yang telah ibu berikan, semoga saya
bisa menerapkan apa yang ibu sarankan.
Konselor : Iya sama-sama pak, saya tunggu kedatangannya untuk konseling
selanjutnya dengan peningkatan status gizi yang lebih baik dari sekarang.
Semoga sehat selalu bu.
KONSELING GIZI PARIWISATA
KONSELING GIZI PADA KASUS HEPATITIS A

I GUSTI AGUNG NINGRAH JAYAM UTAMI


P07131215037

KEMENTERIAN KESEHATAN RI
JURUSAN GIZI POLTEKKES DENPASAR
PROGRAM STUDI DIPLOMA IV
DENPASAR
2018