Anda di halaman 1dari 21

Laporan Praktek Kerja Lapang

SISTEM PERKANDANGAN TERNAK KAMBING

Oleh:

MUHAMMAD AZWAR NURLIM


I111 15 084

PROGRAM STUDI PRODUKSI TERNAK


FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2019
SISTEM PERKANDANGAN TERNAK KAMBING

Oleh :

MUHAMMAD AZWAR NURLIM


I111 15 084

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG


Disusun Untuk Memenuhi Syarat Kelulusan Pengalaman Kerja Lapang
pada Program Studi Peternakan

FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2019
HALAMAN PENGESAHAN

Judul : Sistem Perkandangan Ternak Kambing


Nama : Muhammad Azwar Nurlim
NIM : I111 15 084
Jurusan : Produksi Ternak

Makassar, 04 Februari 2019

Pembimbing Utama Pembimbing Lapangan

Prof. Dr. Ir. Sudirman Baco, M.Sc Muhammad Faisal Saade,S.Pt


NIP: 19641231 198903 1 025

Mengetahui :

Dekan Fakultas Peternakan Ketua Program Studi Peternakan

Prof. Dr. Ir. Lellah Rahim, M.Sc Dr. Muh. Ridwan, S.Pt,M.Si
NIP: 196305011988031004 NIP. 19760417 200003 1 001
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Puji dan Syukur senantiasa penulis panjatkan atas kehadirat Allah

Subhanahu Wa Taala Tuhan Yang Maha Esa, karena atas Kehendak, Rahmat dan

InayahNya sehingga penulis dapat menyelesaikan kegiatan Praktek Kerja Lapang

ini. Tak lupa pula salam serta shalawat senantiasa penulis haturkan kepada

Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam sebagai suri tauladan ummat

manusia.

Ucapan terima kasih tak terhingga sebesar-besarnya kepada kedua orang

tua saya dan saudara(i) yang senantiasa mencurahkan doa dan kasih sayangnya

kepada saya, kepada pembimbing utama bapak Prof. Dr. Ir. Sudirman Baco, M.Sc

dan Muhammad Faisal Saade,S.Pt sebagai pembimbing lapangan saya yang telah

banyak meluangkan waktunya dalam membimbing, serta teman-teman dan

sahabat yang senantiasa memberi dukungan dan bimbingan selama praktek kerja

lapang ini berlangsung.

Dengan sangat rendah hati, penulis menyadari bahwa laporan ini jauh dari

kesempurnaan, akan tetapi penulis telah berusaha melakukan yang terbaik dalam

penyusunannya. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Makassar, 6 Februari 2019

Penulis
DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN SAMPUL .................................................................................... i
HALAMAN JUDUL ........................................................................................ ii
HALAMAN PENGESAHAN .......................................................................... iii
KATA PENGANTAR ..................................................................................... iv
DAFTAR ISI ..................................................................................................... v
DAFTAR GAMBAR ....................................................................................... vi
PENDAHULUAN ............................................................................................ 1
Latar Belakang ......................................................................................... 1
Maksud dan Tujuan ................................................................................. 2
PELAKSANAAN PRAKTEK KERJA LAPANG ........................................... 3
Waktu dan Tempat ................................................................................... 3
Alat dan Bahan ........................................................................................ 3
Metode Pelaksaan Praktek ....................................................................... 3
HASIL DAN PEMBAHASAN ......................................................................... 5
Keadaan Umum Kandang Kambing .............................................................5
Sarana dan Prasaran .................................................................................. 6
Sistem Pemeliharaan ................................................................................. 7
Keadaan Khusus (Aspek yang dikerjakan) .............................................. 8
PENUTUP ........................................................................................................ 12
Kesimpulan ...............................................…………………………….. 12
Saran ........................................................................................................ 12
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 13
LAMPIRAN ....................................................................................................... 14
JADWAL KEGIATAN
RIWAYAT HIDUP
DAFTAR GAMBAR

No. Halaman
1 Lokasi Laboratorium Pemuliaan Ternak Unit Kambing ............................
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Jumlah penduduk di Indonesia semakin meningkat setiap tahun. Hal ini

mengakibatkan kebutuhan akan bahan pangan juga meningkat, tidak terkecuali

sumber protein hewani yaitu daging dan susu.. Dunia peternakan tentunya

mempunyai beban tanggung jawab yang besar untuk pemenuhan kebutuhan

masyarakat tersebut, salah satunya adalah peternakan kambing.

Peternakan kambing merupakan salah satu usaha peternakan di Indonesia

yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan protein hewani yang

setiap tahun selalu mengalami peningkatan seiring dengan pertambahan jumlah

penduduk. Kambing digemari oleh peternak karena produktivitasnya yang sangat

baik. Dengan sistem perkandangan yang baik akan menunjang keberhasilan usaha

peternakan kambing.

Perkandangan perlu mendapatkan perhatian khusus karena menyangkut

pengaturan tata letak bangunan utama dan bangunan penunjang supaya efisiensi

kerja lebih bagus sehingga ternak dapat berproduksi secara optimal. Kandang juga

berfungsi melindungi ternak dari sengatan panas matahari, basah karena hujan,

becek dan kedinginan pada malam hari. Kandang yang baik juga berfungsi

memudahkan tata laksana pemeliharaan ternak sehari-hari seperti pemberian

makanan dan minuman, pengawasan kesehatan dan pengobatan penyakit.

Manajemen perkandangan atau sistem perkandangan meliputi tipe

kandang, bentuk kandang, jenis kandang dan ukuran kandang yang sangat

menunjang untuk menghasilkan produksi yang maksimal. Hal inilah yang

1
melatarbelakangi dilakukannya Praktek Kerja Lapang mengenai Sistem

Perkandangan Ternak Kambing.

B. Maksud dan Tujuan

Maksud dilakukannya Praktek Kerja Lapang mengenai Sistem

Perkandangan Ternak Kambing yaitu agar mahasiswa dapat terampil dalam

disiplin ilmu peternakan dan berperan langsung dalam proses pemeliharaan

kambing serta mengetahui sistem perkandangan yang baik pada ternak kambing.

Tujuan dari Praktek Kerja Lapang mengenai Sistem Perkandangan Ternak

Kambing yaitu untuk memenuhi persyaratan kelulusan salah satu mata kuliah

yang disajikan dalam program studi peternakan, menambah wawasan dan

keterampilan mahasiswa dalam perannya terhadap disiplin ilmu yang dimiliki

khususnya sistem perkandangan pada kambing, serta menanamkan bekal

pengetahuan pada mahasiswa untuk menghadapi dunia kerja.

2
3
BAB II
PELAKSANAAN PRAKTEK KERJA LAPANG

A. Waktu dan Tempat

Praktek Kerja Lapang mengenai Sistem Perkandangan Ternak Kambing

dilaksanakan mulai pada tanggal 29 November 2018 sampai dengan tanggal 28

Desember 2018. Bertempat di Laboratorium Pemuliaan Ternak Unit Kambing,

Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin, Makassar.

B. Alat dan Bahan

Alat yang digunakan pada praktek kerja lapang ini adalah gerobak, sekop,

sapu lidi, ember, mesin dismil, sepatu boots, cattle pack, dry sprayer, tali, karung

dan Parang.

Bahan yang digunakan pada praktek kerja lapangan adalah Air, Fetoksi-LA,

Fetoksi-SB, ampas tahu, rumput gajah (Pannisetum purpureum cv.Mott),

konsentrat (dedak, bungkil kelapa, tongkol jagung, kepala udang), bensin dan

solar.

C. Metode Pelaksanaan Praktek

Pelaksanaan praktek kerja lapang ini dimulai dari sanitasi kandang,

sanitasi alat-alat kandang, serta pengenalan kandang dan komponennya sebelum

dimulainya praktek kerja lapang. Praktek kerja lapang ini dimulai pada pagi hari

pukul 07.00 WITA sampai selesai dan sore hari pukul 16.00 WITA sampai

selesai. Pada pagi hari sebelum diberi pakan, kami melakukan sanitasi kandang.

Setelah itu, kambing diberi pakan di tempat yang telah disediakan. Pakan yang

diberikan adalah ampas tahu atau pakan komplit. Setelah itu, kami mengamati

ternak kambing untuk diberikan perlakuan tertentu, misalnya penambahan air

4
minum, pembersihan ternak kambing (dimandikan), pemotongan kuku,

penyuntikan, ataupun penanganan lain yang bertujuan untuk mencegah atau

mengobati kambing dari penyakit. Sistem perkandangan yang diterapkan di

kandang kambing ini yaitu kandang panggung ( koloni dan tunggal ). Dimana

jenis kandang koloni ini yaitu jenis kandang yang mempunyai sekat tetapi

memiliki are yang cukup luas agar dapat memelihara beberapa kambing dan jenis

tunggal atau individual yaitu jenis kandang yang disekat-sekat sehingga hanya

cukup 1 ekor kambing.

5
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Keadaan Umum Tempat Praktek Kerja Lapang

Tempat Praktek Kerja Lapang (PKL) ini berada di Fakultas Peternakan

Universitas Hasanuddin tepatnya di Laboratorium Pemulian Ternak Unit Kambing.

Tempat PKL ini memiliki lahan yang cukup luas yang terdiri dari beberapa petak

serta memiliki fungsi masing-masing. Ada yang sebagai tempat untuk kandang

kambing, tempat umbaran, serta tempat untuk menanam rumput.

Jumlah ternak kambing sewaktu masih PKL yaitu xxx yang terdiri dari xxx

pejantan xxx, jantan muda xxx, betina xxx dan betina muda. Dilokasi ini juga terdapat

beberapa jenis kambing seperti Peranakan Etawa (PE), Boer, Kacang, Merica,

Saneen, Senduro serta banyak kambing hasil persilangan dari kambing yang beda

jenis seperti Kambing Boer yang dikawinkan dengan Kambing Kacang. Petugas

disini menamakan anakan kambing hasil persilangan Kambing Boer dengan Kambing

Kacang dengan sebutan Boerka.

B. Sarana dan Prasarana

Laboratorium Pemuliaan Ternak Unit Kambing Fakultas Peternakan

Universitas Hasanuddin terdiri atas sembilan kandang kelompok dan dua kandang

tipe tunggal. Kandang kambing juga dilengkapi dengan satu ruangan khusus

sebagai tempat istirahat, dan dua ruangan sebagai tempat penyimpanan serta

pengolahan pakan.

Peralatan kandang yang diperlukan selama proses pemeliharaan ternak

umumnya telah tersedia, seperti gerobak, skop, parang, sepatu boot, sapu lidi,

ember, tali, dan karung. Selain peralatan umum tersebut ada juga beberapa

6
peralatan khusus yang digunakan dalam menangani ternak seperti mesin dismil

untuk mencacah rumput, pemotong kuku ternak, mixer, dan timbangan.

Bahan-bahan yang umum digunakan di kandang kambing adalah air dan

obat-obatan. Air yang digunakan selama proses pemeliharaan cukup melimpah

sehingga lebih memudahkan ketika melakukan sanitasi kandang dan ternak. Obat-

obatan yang digunakan juga selalu tersedia sehingga memudahkan dalam proses

pencegahan dan pengobatan ternak.

C. Sistem Pemeliharaan

Sistem pemeliharaan kambing terbagi menjadi tiga jenis, yaitu sistem

pemeliharaan secara intensif, semi intensif, dan ekstensif. Sistem pemeliharaan

intensif merupakan sistem pemeliharaan di mana ternak dikandangkan dan

pemenuhan kebutuhan nutrisinya dibantu sepenuhnya oleh peternak, sebaliknya

pada sistem pemeliharaan ekstensif, ternak digembalakan dan dibiarkan

memenuhi kebutuhan nutrisinya sendiri. Sistem pemeliharaan semi intensif

merupakan gabungan pengelolaan ekstensif dengan intensif, tetapi biasanya

membutuhkan penggembalaan terkontrol dan pemberian pakan konsentrat

tambahan. Hal ini sesuai dengan pendapat Ansar (2015) bahwa sistem

pemeliharaan secara semi intensif merupakan gabungan dari pengelolaan ekstensif

(tanpa penggembalaan) dengan intensif, tetapi membutuhkan penggembalaan

terkontrol dan pemberian pakan konsentrat.

Sistem pemeliharaan yang diterapkan di laboratorium pemuliaan ternak

unit kambing ada dua jenis, yaitu sistem pemeliharaan secara intensif dan semi

intensif. Hal ini terjadi karena di kandang kambing terdapat kandang kelompok

yang terisi berdasarkan umur atau jenis kelamin kambing serta kandang tunggal.

7
Kandang kelompok untuk kambing lepas sapih, indukan, sehingga kambing

dipelihara dengan sistem intensif. Sedangkan kandang tunggal digunakan untuk

penggemukan sehingga kambing dipelihara dengan sistem pemeliharaan secara

intensif.

D. Sistem Perkandangan

Kandang berguna untuk melindungi ternak dari gangguan luar (misalnya:

panas, hujan, angin, binatang buas, dan lain-lain), memudahkan pemeliharaan dan

pengawasan sehari-hari, dan memudahkan pengumpulan kotoran sehingga kebersihan

lingkungan dapat terjaga dan kotoran dapat digunakan sebagai pupuk organik. Guna

memenuhi fungsi tersebut, kandang harus memenuhi persyaratan-persyaratan yang

ditentukan, ditinjau dari lokasi, bahan, konstruksi, dan bentuknya (Rianto, 2004).

Kandang kambing merupakan salah satu kandang yang terdapat di

Fakultas Peternakan Universivtas Hasanuddin. Kandang ini menjadi sarana bagi

mahasiswa S1 dalam menunjang pelaksanaan praktikum dan penelitian yang

diharapkan dapat meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam mendukung

perkembangan produktivitas kambing.

Model kandang kambing ada dua, yaitu model lantai dan model panggung.

Kandang yang terdapat di laboratorium pemuliaan ternak kambing adalah

kandang model panggung tipe tunggal dan koloni (kelompok) karena memiliki

beragam kelebihan, diantaranya yaitu kemudahan dalam sanitasi kandang, feses

dan urin kambing langsung jatuh di kolong kandang sehingga dasar kandang tidak

lembab dan memudahkan ketika mengumpulkan feses kambing. Hal ini sesuai

dengan pendapat Suherman dan Kurniawan (2017) yang menyatakan bahwa

sistem perkandangan yang lebih baik adalah sistem panggung. Pengambilan

8
kotoran ternak pada kandang panggung lebih mudah dilakukan. Kotoran berada di

bawah kandang sehingga pengambilan kotoran tidak mengganggu ternaknya

sendiri. Penggunaan kandang panggung lebih disenangi karena memudahkan

peternak dalam melakukan sanitasi kandang serta tidak bercampur dengan pakan.

E. Keadaan Khusus (Aspek yang dikerjakan)

Laboratorium pemuliaan ternak unit kambing merupakan salah satu lokasi

yang banyak diminati oleh mahasiswa Fakultas Peternakan sebagai tempat

Praktek Kerja Lapang. Hal ini dapat dilihat dari antusiasme mahasiswa yang

begitu tinggi, dibuktikan dengan banyaknya pendaftar untuk PKL di kandang

kambing sehingga pesertanya perlu dibatasi sampai empat orang. Adapun

kegiatan selama praktek kerja lapang adalah:

1. Pemberian pakan dan air minum

Pakan dan air minum adalah dua hal yang harus selalu diperhatikan selama

proses pemeliharaan karena berperan langsung dalam menentukan keberhasilan

suatu peternakan. Pakan yang baik harus mampu memenuhi kebutuhan nutrisi

ternak, yaitu sebagai sumber energi, protein, mineral, dan vitamin, Hal ini sesuai

dengan pendapat Subekti (2009) yang menyatakan bahwa pakan dapat

dikelompokkan menjadi sumber energi, protein, vitamin, dan mineral.

Pemberian pakan dan air minum kepada ternak dilakukan setiap hari pada

pagi dan sore hari. Pakan yang diberikan pada pagi hari adalah ampas tahu, dan

pada sore hari diberikan hijauan, ampas tahu atau pakan komplit yang terdiri dari

campuran rumput gajah, dedak, bungkil kelapa, tepung kepala udang, dan

molases. Hal ini sesuai dengan pendapat Suwignyo, dkk. (2016) yang

menyatakan bahwa kambing diberi pakan sebanyak dua kali sehari. Setengah dari

9
jatah sehari diberikan pada pagi hari, dan setengahnya lagi diberikan pada sore

hari.

Pemberian air minum pada ternak juga harus diperhatikan. Tempat air

minum ternak harus selalu terisi dan terjaga kebersihannya. Oleh karena itu,

tempat air minum selalu dibersihkan terlebih dahulu sebelum diisi dengan air. Air

minum yang diberikan kepada ternak dicampurkan dengan garam untuk

memenuhi kebutuhan mineral kambing. Hal ini sesuai dengan pendapat Seftiarini

(2011) yang menyatakan bahwa kambing membutuhkan air minum yang

ditambahkan garam beryodium secukupnya.

2. Pencegahan dan penanganan penyakit

Kambing merupakan ternak yang sangat rentan terhadap penyakit.

Umumnya penyakit tersebut disebabkan karena kurangnya perhatian dari peternak

itu sendiri. Oleh karena itu dibutuhkan penerapan pengendalian penyakit yang

diharapkan mampu meminimalkan dampak negatif dari penyakit tersebut (Aldino,

2016).

Tindakan preventif terhadap penyakit yang menyerang kambing adalah

dengan melakukan sanitasi kandang dan sanitasi kambing. Sanitasi kandang dan

ternak merupakan suatu usaha dari peternak untuk mencegah penyakit

menjangkiti ternak, yaitu dengan cara membersihkan kandang dan ternak tersebut.

Hal ini sesuai dengan pendapat Qomaruddin dan Purnomo (2011) yang

menyatakan bahwa sanitasi kandang merupakan kegiatan membersihkan kandang

dan lingkungannya.

Tindakan pencegahan dan pengobatan penyakit pada ternak berbeda-beda

sesuai dengan gejala dan penyakit yang menyerang ternak itu sendiri. Untuk

10
mencegah ternak terjangkit penyakit busuk kuku, maka dilakukan tindakan

pencegahan dengan memotong kuku ternak kambing yang panjang dengan

menggunakan gunting kuku khusus. Hal ini sesuai dengan pendapat Sinta (2015)

yang menyatakan bahwa pemotongan merupakan langkah langkah preventif

terhadap kemungkinan terjangkitnya penyakit kuku.

Penyakit yang umum menyerang kambing di laboratorium pemuliaan

ternak unit kambing adalah scabies dan pink eye. Ciri – ciri kambing yang

terjangkit scabies adalah rontoknya bulu pada kulit yang terinfeksi dan terjadi

penumpukan jaringan kulit mati pada bagian tersebut sehingga terlihat seperti

sisik. Tindakan pengobatan yang dilakukan adalah menyemprotkan bagian kulit

yang terinfeksi menggunakan air yang dicampurkan dengan Amitraz dan

penyuntikan dengan Ivomec (Ivermectin). Hal ini sesuai dengan pendapat

Wardhana (2006) yang menyatakan bahwa upaya pengobatan kambing yang

terjangkit scabies adalah dengan melakukan penyuntikan Ivermectin secara

subkutan.

Penyakit pink eye merupakan penyakit yang ditandai dengan berkurangnya

nafsu makan kambing dan kornea mata kambing menjadi keruh. Penyakit pink eye

dapat menyebabkan kebutaan apabila dibiarkan. Oleh karena itu dilakukan

tindakan preventif berupa penyuntikan dengan Vetoxy - LA dan Vitamin B

Komplex untuk meningkatkan nafsu makan ternak.

3. Pengolahan pakan

Pakan yang paling sering diberikan kepada ternak di laboratorium

pemuliaan ternak unit kambing adalah ampas tahu. Ampas tahu mengandung

kadar air yang tinggi serta berperan sebagai sumber energi, namun kandungan

11
vitamin dan mineralnya masih sangat kurang sehingga diperlukan bahan pakan

yang lain untuk memenuhi kebutuhan nutrisi kambing. Oleh karena itu

diperlukan suatu upaya pengolahan pakan menjadi pakan komplit sehingga

mampu memenuhi kebutuhan nutrisi kambing.

Pakan komplit merupakan campuran dari beberapa jenis pakan yang

mampu memenuhi kebutuhan nutrisi ternak tanpa perlu adanya tambahan

substansi lain kecuali air (Indayani, 2014). Pakan yang dicampurkan terdiri dari

hijauan segar (rumput gajah), ampas tahu, dedak, bungkil kelapa, tepung kepala

udang, dan molases. Proses pencampuran dilakukan secara manual menggunakan

sekop dan mixer.

Manfaat dari pengolahan pakan ini adalah untuk memanfaatkan kembali

limbah dari industri pertanian menjadi pakan berkualitas untuk ternak sehingga

terjadi efisiensi sumber daya yang juga mengurangi biaya pakan ternak sekaligus

mengurangi pencemaran karena limbah pertanian. Hal ini sesuai dengan pendapat

Kadir (2014) yang menyatakan bahwa penggunaan pakan komplit pada ternak

kambing dapat digunakan untuk meningkatkan taraf penggunaan hasil

sisa/samping industri pertanian.

12
BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil praktek kerja lapang yang telah dilakukan dapat

disimpulkan bahwa sistem perkandangan yang diterapkan di peternakan kambing

yang ada di Laboratorium Pemuliaan Ternak Unit Kambing sistem kandang

panggung yang terdiri dari tipe kelompok/koloni dan tunggal/individu. Masing –

masing sistem perkandangan memiliki keunggulan dan kelemahan. Ini selain

meningkatkan produktivitas kambing, juga dapat memudahkan dalam sanitasi

kandang.

B. Saran

Saran untuk teman-teman yang praktek kerja lapang di kandang kambing,

sebaiknya selalu berhati-hati dan menggunakan sepatu boot ketika berada dalam

wilayah kandang kambing untuk mengurangi dampak dari terinjak oleh kambing

yang dilepas.

Saran untuk fakultas, sebaiknya Praktek Kerja Lapang dilaksanakan

sebelum mahasiswa peternakan mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN).

13
DAFTAR PUSTAKA

A.H. Wardhana, J. Manurung, dan T. Iskandar. 2006. Skabies: Tantangan


Penyakit Zoonosis Masa Kini Dan Masa Datang. Ivartazoa. 16(1): 40-
52.
Aldiano, V. 2016. Manajemen Kesehatan Kambing Perah di Balai Besar Pelatihan
Peternakan Batu Jawa Timur. Tugas Akhir. Fakultas Vokasi.
Universitas Airlangga, Surabaya.
Ansar. 2015. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kemudahan Pemeliharaan
Ternak Kambing Kacang dengan Sistem Semi Intensif di Desa
Borongtala Kec. Tamalatea, Kab. Jeneponto. Skripsi. Universitas
Hasanuddin, Makassar.
Indayani, D. 2014. Pengaruh Pemberian Wafer Pakan Komplit yang Mengandung
Berbagai Level Tongkol Jagung terhadap Konsumsi Bahan Kering,
Bahan Organik, dan Protein Kasar pada Kambing Kacang Jantan.
Skripsi. Universitas Hasanuddin, Makassar.
Kadir, J. 2014. Pengaruh Pemberian Wafer Pakan Komplit Mengandung Berbagai
Level Tongkol Jagung terhadap Dinamika Nitrogen pada Kambing
Kacang Jantan. Skripsi. Universitas Hasanuddin, Makassar.
Qomaruddin, M., A.N. Purnomo. 2011. Studi manajemen pemberian pakan pada
ternak sapi potong di kelompok tani ternak mekar sari Desa Tambak
Rigadung Kecamatan Tikung Kabupaten Lamongan. Jurnal Ternak.
2(1):21-23.
Rianto, E. 2004. Kandang Kambing. Semarang: Universitas Diponegoro. Hlm. 1.
Seftiarini, N. 2011. Studi Komparasi Pengelolaan Peternakan Kambing Peranakan
Etawa (PE) di Dusun Nganggring dan Dusun Kebonan di Kabupaten
Sleman. Skripsi. Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta.
Sinta, P. 2015. Profil Indeks Klinis dan Kesehatan Kuku Berdasarkan Kelompok
Ternak pada Domba Garut. Skripsi. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Subekti E. Ketahanan pakan ternak Indonesia. MEDIAGRO. 5(2):63-71.
Suherman dan Kurniawan, E. 2017. Manajemen Pengelolaan Ternak Kambing Di
Desa Batu Mila Sebagai Pendapatan Tambahan Petani Lahan Kering.
Jurnal Dedikasi Masyarakat . hlmn. 7-13
Suwignyo B., U.A. Wijaya, R. Indriani, A. Kurniawati, I. Widiono, dan Sarmin.
Konsumsi, kecernaan nutrien, perubahan berat badan dan status
fisiologis kambing bligon jantan dengan pembatasan pakan. Jurnal San
Veteriner. 34(2):210-219.

14