Anda di halaman 1dari 2

Terdapatnya kegagalan-kegagalan dalam mengembangkan berbagai program di negara-

negara berkembang menimbulkan kesadaran ahli-ahli ekonomi dan berbagai kalangan


lainnya bahwa kemampuan suatu masyarakat untuk merencanakan dan melaksanakan
pembangunan tergantung kepada taraf pendidikan masyarakatnya. Todaro (2006)
menyatakan bahwa sumberdaya modal bukanlah yang sepenuhnya menentukan laju
perkembangan ekonomi suatu negara melainkan sumberdaya manusia. Setiap masyarakat
mempunyai kemampuan yang berbeda untuk menciptakan pembangunan ekonomi dan salah
satu cara untuk mempertinggi kemampuan tersebut adalah dengan mempertinggi taraf
pendidikan masyarakatnya. Kualitas sumberdaya manusia merupakan faktor terpenting dalam
pembangunan ekonomi suatu negara dan untuk meningkatkannya maka diperlukan mutu
pendidikan yang berkualitas. Kualitas pendidikan suatu negara dapat diukur melalui
indikator-indikator pendidikan seperti yang telah dilansir oleh Badan Pusat Statistik (BPS),
antara lain: angka melek huruf, rata-rata lama sekolah, dan angka partisipasi sekolah.

Kualitas sumber daya manusia juga ditandai oleh semakin tingginya tingkat pendidikan yang
ditempuh. Tingkat pendidikan yang lebih tinggi akan memperluas pengetahuan masyarakat
dan mempertinggi rasionalitas mereka sehingga memungkinkan masyarakat dalam
mengambil langkah yang bijaksana dalam mengambil keputusan selain itu dengan tingkat
pendidikan yang lebih tinggi ditandai oleh kemampuan seseorang dalam menyerap dan
mengembangkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang dapat memicu penciptaan
teknologi-teknologi terbaru dalam kehidupan masyarakat serta memiliki keterampilan yang
memadai. Malalui penguasaan IPTEK, kemampuan suatu negara akan lebih maju dan
berkembang sehingga dapat meningkatkan daya saing suatu wilayah baik di tingkat lokal,
nasional, ataupun global. Dengan demikian tingkat pendidikan yang lebih tinggi akan dapat
menjamin perbaikan yang terus berlangsung dalam tingkat teknologi yang digunakan
masyarakat. Dalam melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas dibutuhkan
pendidikan, terutama di tingkat menengah dan tinggi sehingga penguasaan pengetahuan,
keterampilan, dan teknologi dapat lebih baik. Pendidikan akan berpengaruh terhadap
penawaran tenaga kerja, seseorang dengan tingkat pendapatan yang lebih tinggi akan
mendapatkan gaji yang lebih tinggi dengan kata lain tingkat pendidikan mempengaruhi tinggi
rendahnya pendapatan seseorang. Dengan meningkatkan tingkat pendidikan maka tingkat
pengetahuan dan keterampilan juga akan meningkat. Hal tersebut mengakibatkan
produktivitas kerja seseorang meningkat sehingga akan berpengaruh positif dengan tingkat
pendapatannya. Seseorang yang memiliki tingkat pendapatan yang lebih baik maka tingkat
kesejahteraannya juga akan meningkat.
Tenaga kerja dari kalangan tidak mampu dianggap rendah dalam produktivitas, hal itu
dikarenakan kurangnya kemampuan dalam mengakses pendidikan. Peran pemerintah sangat
dibutuhkan melalui program bantuan pendidikan, seperti beasiswa sehingga kesempatan
memperoleh tingkat pendidikan dapat diperoleh oleh seluruh kalangan. Pendidikan
merupakan satu-satunya cara untuk memutus rantai kemiskinan. Tingkat pendidikan yang
semakin tinggi akan memperbaiki kehidupan seseorang sehingga ia menjadi lebih sejahtera
dan dapat terlepas dari tingkat kemiskinan.