Anda di halaman 1dari 3

INDONESIA EROPA AMERIKA

Postulat Asumsi dasar akuntansi  Accrual Assumption: Transaksi  Business Entity Assumption: Bisnis
berdasarkan dasar akrual dan dicatat dalam pembukuan diperlakukan sebagai unit atau
kelangsungan usaha (going concern) berdasarkan basis akrual, yaitu entitas terpisah dari pemiliknya,
 Asumsi akrual: Pengaruh ketika penyelesaian transaksi kreditor, manager, dan lainnya.
transaksi dan peristiwa lain terjadi.  Money Measurement Assumption:
diakui pada saat kejadian  Going Concern Assumption: Dalam akuntansi setiap peristiwa
(bukan pada saat kas Diasumikan bahwa kehidupan pencatatan nilai, peristiwa atau
diterima) dan dicatat dalam bisnis tidak terbatas, yaitu transaksi dicatat dalam bentuk uang
catatan akuntansi serta entitas akan melanjutkan  Going Concern Assumption:
dilaporkan dalam laporan operasinya untuk periode yang menyatakan bahwa entitas
keuangan pada periode tidak terbatas. akuntansi akan terus beroperasi
bersangkutan  Fair Value: Aset harus untuk melaksanakan projek,
 Kelangsungan usaha: tercermin pada nilai wajar saat komitmen, dan aktivitas yang
menyatakan bahwa entitas ini. sedang berjalan.
akuntansi akan terus  Constant Purchasinng Powes  Accounting Period: Kehidupan
beroperasi untuk Assumption: Nilai modal ekonomi suatu perusahaan secara
melaksanakan projek, disesuaikan dengan inflasi artifisial dibagi menjadi menjadi
komitmen, dan aktivitas dalam perekonomian pada interval periodik, yang dikenal
yang sedang berjalan. akhir tahun keuangan. sebagai periode akuntansi. Pada
Postulat mengasumsikan akhirnya laporan laba rugi dan
bahwa perusahaan tidak laporan posisi keuangan disusun
diharapkan untuk untuk menunjukkan kinerja dan
dilikuidasi dalam masa posisi keuangan.
mendatang yang dapat
diketahui dari sekarang
atau bahwa entitas akan
terus beroperasi untuk
periode waktu yang tidak
tertentu.
Prinsip  Historical Cost Principle:  Fair Presentation: Laporan  Revenur Recognition Principle:
cost perolehan atau cost keuangan harus menyajikan Pengakuan pendapatan umumnya
historis merupakan dasar “secara wajar” posisi terjadi (1)ketika direalisasikan
penilaian yang memadai keuangan, kinerja keuangan, (2)ketika diterima. Pendekatan ini
untuk mengakui perolehan dan arus kas suatu entitas. sering disebut sebagai prinsip
semua barang dan jasa, Prsentasi yang adil pengakuan pendapatan.
expense, cost dan equitas. membutuhkan representasi  Historical Cost Principle: cost
Dengan kata lain, item yang setia dari efek transaksi, perolehan atau cost historis
dinilai dengan harga peristiwa lainnya, dan kondisi merupakan dasar penilaian yang
pertukaran pada saat harga sesuai dengan definisidan memadai untuk mengakui
barang tersebut dibeli & kriteria pengakuan untuk aset, perolehan semua barang dan jasa,
dicatat dalam laporan kewajiban, pendapatan, dan expense, cost dan equitas. Dengan
keuangan pada nilai atau pengeluaran yang ditetapkan kata lain, item dinilai dengan harga
porsi amortisasi nilai dalam kerangkan konseptual. pertukaran pada saat harga barang
barang.  Going Concern: Perusahaan tersebut dibeli & dicatat dalam
 Matching Principle: Biaya akan terus beroperasi selama laporan keuangan pada nilai atau
yang dipertemukan dengan mungkin di masa depan yang porsi amortisasi nilai barang.
pendekatan yang diterima dekat atau dapat diperkirakan.  Matching Principle: Biaya yang
dengan tujuan menentukan Dengan mengikuti prinsip ini, dipertemukan dengan pendekatan
besar/kecilnya laba bersih perusahaan dapat menunda yang diterima dengan tujuan
setiap periode depresiasi atau pengeluaran menentukan besar/kecilnya laba
 Revenue Recognition: serupa untuk periode waktu bersih setiap periode
Pendapatan diakui saat beriktnya.  Full Disclosure Principle: prinsip ini
direalisasi atau dihasilkan  Accrual Basis: Perusahaan mengharuskan penyajian indormasi
 Full Disclosure: prinsip ini harus mencatat transaksi di laporan keuangan secara lengkap.
mengharuskan penyajian akuntansi pada periode yang  Objective Principle: menyatakan
indormasi di laporan sama terjadi, bukan ketika kas bahwa laporan keuangan yang
keuangan secara lengkap. diterima. dihasilkan haruslah didasarkan pada
 Consistency: mengatakan data akuntansi yang didukung oleh
bahwa laporan keuangan bukti-bukti transaksi yang obyektif.
tersebut harus mempunyai Bukti transaksi yang obyektif dapat
daya banding. Daya banding ini diperoleh bila transaksi yang
untuk perusahaan-perusahaan dilakukan berdasarkan kesepakatan
yang sama dalam periode yang antara pihak-pihak yang
berbeda atau dalam bertransaksi, serta didukung oleh
perusahaan yang berbeda
untuk periode yang sama. pengawasan dan pengendalian
Daya banding laporan internal yang baik.
keuangan akan ditentukan
oleh konsistensi penggunaan
teori, metode, dasar,
pedoman, dan praktik
akuntansi yang sama dengan
yang diterapkan sebelumnya.
 Materiality: Menyatakan
bahwa transaksi & peristiwa
yang tidak memiliki dampak
ekonomi sgnifikan dapat
diatasi dengan cara yang
paling tepat, apakah transaksi
dan peristiwa tersebut sesuai
dengan prinsip berterima
umum atau tidak, dan tidak
perlu diungkapkan.
Konsep
Standard