Anda di halaman 1dari 32

SKRIPSI

ANALISA EFISIENSI ENERGI DAN EKSERGI PADA


HRSG (HEAT RECOVERY STEAM GENERATOR)
UNIT PLTGU PT PJB UP GRESIK

1 Nama Nur Widya


NIM : 2031510042
2. Nama : Usnatun Nafsika Desy Artawiddi
NIM : 2031510052

Dosen Pembimbing
Yuni Kurniati, S.T., M.T.
Mala Hayati Nasution, S.T.,M.T.

PROGRAM SARJANA
DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA
UNIVERSITAS INTERNASIONAL SEMEN INDONESIA
GRESIK
2019
SKRIPSI

ANALISA EFISIENSI ENERGI DAN EKSERGI PADA


HRSG (HEAT RECOVERY STEAM GENERATOR)
UNIT PLTGU PT PJB UP GRESIK

1. Nama : Nur Widya


NIM : 2031510042
2. Nama : Usnatun Nafsika Desy Artawiddi
NIM : 2031510052

Dosen Pembimbing
Yuni Kurniati, S.T., M.T.
Mala Hayati Nasution, S.T.,M.T.

PROGRAM SARJANA
DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA
UNIVERSITAS INTERNASIONAL SEMEN INDONESIA
GRESIK
2019
LEMBAR PENGESAHAN
PROPOSAL SKRIPSI

Judul : Analisa Efisiensi Energi dan Eksergi Pada HRSG Unit PLTGU PT
PJB UP Gresik
Nama : 1. Nur Widya
2. Usnatun Nafsika Desy Artawiddi
NIM : 1. 2031510042
2. 2031510052

Telah diseminarkan pada :

Hari : Rabu
Tanggal : 20 Februari 2019
Tempat : Ruang Thanglong Gedung 1 UISI

DEWAN PENGUJI
1. Fandi Angga Prasetya, S.Si.,M.Si. (Penguji)
NIP. 9116229
2. Victor Purnomo, S.T.,M.T.,M.Sc. (Penguji)
NIP. 2016013

Disetujui oleh Tim Pembimbing Skripsi


1. Yuni Kurniati, S.T.,M.T. (Pembimbing)
NIP. 9117249
2. Mala Hayati Nasution, S.T.,M.T (Co Pembimbing)
NIP.20818009

ii
Analisa Efisiensi Energi dan Eksergi Pada HRSG Unit
PLTGU PT PJB UP Gresik

Nama Mahasiswa : 1.Nur Widya


2.Usnatun Nafsika Desy Artawiddi
NIM : 1. 2031510042
: 2 2031510052
Pembimbing : Yuni Kurniati, S.T.,M.T.
Co Pembimbin : Mala Hayati Nasution, S.T.,M.T.

ABSTRAK

HRSG (Heat Recovery Steam Generator) adalah suatu komponen antara


turbin gas dan turbin uap pada sistem siklus kombinasi (Combine Cycle) dalam
industri pembangkit. HRSG merupakan alat yang memanfaatkan sisa gas buang
dari turbin gas. Gas buang tersebut masih memiliki temperatur yang cukup tinggi
sehingga masih dapat digunakan untuk memanaskan air pada HRSG menjadi uap
kering sehingga memutar turbin uap. Pada penelitian ini membahas termodinamika
dari HRSG yang terdapat didalam aspek analisa eksergi. Analisa eksergi berguna
untuk mengidentifikasi penggunaan energi atau kualitas terhadap konsumsi energi
aktual dan kehilangan energi akibat irreversibilitas proses. Eksergi dapat
mengalami destruksi melalui sifat irreversibilitas proses dan perpindahan kalor ke
lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa efisiensi energi, efisiensi
eksergi dan eksergi destruksi pada HRSG. Adapun metode pada penelitian ini yaitu
mengumpulkan data berupa input dan output dari temperatur, tekanan, dan laju alir
massa pada masing-masing aliran di HRSG. Kemudian menghitung energi dan
eksergi masing-masing data dan menyusun neraca energi dan eksergi. Melakukan
simulasi pada simulator HYSYS. Variabel yang digunakan adalah input dan output
dari temperatur, tekanan, dan laju alir massa masing-masing aliran pada HRSG.

Kata Kunci : HRSG, Eksergi, Energi, Eksergi Dekstuksi

iii
Energy Efficiency and Exergy Analysis on HRSG Unit PLTGU
PT PJB UP Gresik

By : 1.Nur Widya
2.Usnatun Nafsika Desy Artawiddi
Student Identification Number : 1. 2031510042
: 2 2031510052
Supervisor : Yuni Kurniati, S.T.,M.T.
Co Supervisor : Mala Hayati Nasution, S.T.,M.T.

ABSTRACT

HRSG (Heat Recovery Steam Generator) is a component between a gas


turbine and a steam turbine in a Combine Cycle system in the generating industry.
HRSG is a device that utilizes the rest of the exhaust gas from the gas turbine. The
exhaust gas still has a high enough temperature so that it can still be used to heat
the water on the HRSG to dry steam so that it rotates the steam turbine. In this study
discuss the thermodynamics of HRSG contained in the exergy analysis aspects.
Exergy analysis is useful for identifying energy use or quality for actual energy
consumption and energy loss due to irreversibility of the process. Exergy can
undergo destruction through the irreversibility of the process and heat transfer to
the environment. The purpose of this study was to analyze energy efficiency, exergy
efficiency and exergy destruction in HRSG. The method in this study is to collect
data in the form of input and output from temperature, pressure, and mass flow rate
in each flow in the HRSG. Then calculate the energy and exergy of each data and
compile the energy balance and exergy. Simulate the HYSYS simulator. The
variables used are input and output of the temperature, pressure, and mass flow rate
of each flow in the HRSG.

Keywords: HRSG, Exergy, Energy, Exergy Decrease

iv
DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN PROPOSAL SKRIPSI ............................................ii


ABSTRAK ........................................................................................................iii
DAFTAR ISI .....................................................................................................iv
DAFTAR TABEL .............................................................................................vi
DAFTAR GAMBAR .........................................................................................vii
BAB 1 PENDAHULUAN .................................................................................1
1.1 Latar Belakang .......................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah ..................................................................................3
1.3 Tujuan ....................................................................................................3
1.4 Batasan Masalah.....................................................................................4
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA .........................................................................5
2.2 Sistem Produksi PLTGU ...................................................................5
2.3 Heat Recovery Steam Generator ........................................................8
2.2.1 Bagian-bagian HRSG………………………………………...……10
2.4 Analisa Energi dan Eksergi ................................................................12
2.3.1 Teori Analisa Perhitungan Energi dan Eksergi…………………….15
2.3.2 Penelitian Terdahulu ......................................................................16
BAB 3 METODE PENELITIAN .......................................................................19
3.1 Alat dan Bahan .......................................................................................19
3.2 Metodologi Penelitian…………………………………..………………..19
3.3 Flowchart Penelitian ...............................................................................22
3.4 Variabel..................................................................................................23
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................24

v
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu ...........................................................................16

vi
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Siklus PLTGU ................................................................................5


Gambar 2.2 Heat Recovery Steam Generator…………………………………....9
Gambar 3.1 Flowchart Penelitian………………………………………………..22

vii
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Peningkatan pertumbuhan perekonomian di Indonesia
menyebabkan kebutuhan energi juga semakin meningkat. Hal ini ditandai
dengan meningkatnya kebutuhan listrik di Indonesia. Pada tahun 2014
konsumsi listrik di Indonesia mencapai 199 TWh yang didominasi oleh
sektor rumah tangga sebesar 42%. Setelah itu ada sektor industri sebesar
33%, sektor komersial 24% dan sektor transportasi 0,1%. Seiring dengan
meningkatnya target rasio elektrifikasi hingga mencapai 100% pada tahun
2030, maka kebutuhan listrik pada tahun 2050 diperkirakan akan
meningkat secara signifikan hingga mencapai 1.205-1.491 TWh. Namun
anehnya, pada tahun 2050 diprediksikan akan terjadi pergeseran pola
konsumsi listrik dimana akan didominasi oleh sektor industri sebesar 57%,
sektor komersial 27% dan sektor rumah tangga 16%. Peningkatan
konsumsi listrik pada sektor industri terjadi karena meningkatnya jumlah
industri di Indonesia baik industri baru maupun perluasan industri
(Kemenperin, 2016). Salah satu industri yang semakin berkembang dan
merupakan salah satu produsen listrik besar di Indonesia khusunya pulau
Jawa yaitu industri pembangkit PT.PJB UP Gresik.
PT.PJB UP Gresik mempunyai 3 jenis pembangkit yaitu PLTG,
PLTU dan PLTGU. Dari ketiga jenis pembangkit ini, PLTGU merupakan
pembangkit yang dapat menghasilkan kapasitas listrik cukup besar yaitu
1578 MW. Energi listrik tersebut dihasilkan dari komponen penting yang
saling terintegrasi dalam prosesnya. Komponen utama tersebut antara lain
yaitu boiler, turbin, kondensor dan generator. Tetapi dalam PLTGU
(Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap) terdapat salah satu komponen utama
yang berperan penting dalam menghasilkan listrik adalah HRSG (Heat
Recovery Steam Generator). HRSG menjadi peran utama yang sangat
penting karena komponen ini yang mengubah air menjadi uap dengan

1
adanya proses pemanasan dengan memanfaatkan sisa gas buang dari
PLTG. (PT PLN, 2001). Hasil uap inilah yang akan digunakan untuk
memutar turbin dan dibangkitkan menjadi energi listrik sesuai dengan
sistem kerja yang ada pada perusahaan tersebut. HRSG tersebut bekerja
pada temperatur dan tekanan yang tinggi.
Setiap jenis pembangkit mempunyai efisiensi termal yang berbeda
tergantung dari jenis boiler dan siklus termodinamika yang digunakan.
HRSG yang memanfaatkan panas sisa dari turbin gas mempunyai efisiensi
pembangkit. Namun besarnya efisiensi pembangkit masih belum
menggambarkan efisiensi yang sebenarnya dalam arti efisiensi
pembangkit masih bisa ditingkatkan. Terdapat beberapa cara yang dapat
dilakukan untuk meningkatkan efisiensi pembangkit. Pertama, dengan
cara melakukan perbaikan terhadap kerugian atau kehilangan panas yang
terjadi didalam sistem panas pembangkit. Kedua, efisiensi pembangkit
juga dapat ditingkatkan melalui penerapan system koegenerasi, dimana
panas pembangkit digunakan selain untuk produksi listrik, juga
dimanfaatkan untuk panas proses industri atau produksi lainnya.
Pemanfaatan panas ini yang dapat meningkatkan efisiensi HRSG.
Meningkatkan efisiensi pembangkit merupakan salah satu cara untuk
meningkatkan keekonomian pembangkit. Saat ini, besarnya efisiensi
pembangkit ditentukan hanya mengacu pada efisiensi energi saja seperti
yang didasarkan pada hukum I termodinamika dan metode tesebut dirasa
kurang menggambarkan aspek-aspek penting dari pemanfaatan energi.
Karena itu, perlu dikombinasikan dengan pendekatan eksergi yang
berdasarkan hukum II termodinamika untuk mengetahui ketepatan
besarnya efisiensi pembangkit. Karena itu, perlu dilakukan perhitungan
dan analisa untuk mengetahui ketepatam tingkat efisiensi suatu
pembangkit yaitu dengan cara menganalisa eksergi dan juga dapat
digunakan untuk mengidentifikasikan jenis, penyebab, beserta lokasi
terjadinya kerugian atau kehilangan panas pada sistem dan subsistem
termal, sehingga perbaikan-perbaikan serta peningkatan kualitas dapat
dilakukan. (Bejan, 1996)

2
Berdasarkan permasalahan yang telah dijelaskan mengenai efisiensi
termal, penulis akan melakukan penelitian yang berjudul “Analisa
Efisiensi Energi dan Eksergi Pada HRSG PT PJB UP Gresik”. Selain itu
tujuan dari penelitian ini yaitu melakukan Analisa terhadap kuantitas
energi serta nilai efisiensi energi dan eksergi yang dihasilkan HRSG.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang tersebut, didapatkan rumusan masalah
dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana performansi dari HRSG yang ditinjau dari tingkat
efisiensi energi dan eksergi ?
2. Bagaimana kuantitas energi yang dibutuhkan HRSG?
3. Berapa jumlah energi yang hilang dalam proses pemanasan di
HRSG PT PJB UP Gresik?
4. Bagaimana perhitungan nilai efisiensi energi dan eksergi pada
HRSG PT PJB UP Gresik?
5. Bagaimana permodelan nilai efisiensi energi dan eksergi pada
HRSG dengan menggunakan software HYSYS?
1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah tersebut, penelitian ini bertujuan
untuk :
1. Untuk mengetahui performansi dari HRSG yang ditinjau dari
tingkat efisiensi energi dan eksergi.
2. Untuk menganalisa kuantitas energi yang dibutuhkan dari HRSG
3. Untuk menganalisa energi yang hilang dalam proses pemanasan di
HRSG PT PJB UP Gresik
4. Untuk menganalisa nilai perhitungan efisiensi energi dan eksergi
pada HRSG PT PJB UP Gresik.
5. Untuk mengetahui permodelan nilai efisiensi energi dan eksergi
pada HRSG dengan menggunakan software HYSYS

3
1.4 Batasan Masalah
Ruang lingkup batasan masalah dari penelitian yang akan dibahas
antara lain :
1. HRSG yang akan diteliti adalah HRSG setiap blok Unit PLTGU.
2. HRSG digunakan secara kontinyu dan tidak memperhatikan
kondisi cuaca.
3. Aliran fluida dan panas steady state
4. Pengaruh energi potensial dan kinetik diabaikan.

4
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Sistem Produksi PLTGU


Pada dasarnya Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap merupakan gabungan
antara Turbin Gas (PLTG) dan Turbin Uap (PLTU) yang disebut siklus ganda
(Combine Cycle). Tujuan utama dari pembangkit kombinasi tersebut yaitu untuk
meningkatkan efisiensi termal yang cukup tinggi mencapai 50%. Hal ini
dikarenakan pertumbuhan akan energi listrik yang meningkat pesat. Sedangkan
penggunaan tubin gas sebagai pembangkit energi listrik (PLTG) mempunyai
efisiensi termal rendah yaitu 30% dan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU)
memiliki efisiensi termal 35%. Sehingga dibutuhkan suatu pembangkit listrik
dengan siklus kombinasi yang menghasilkan listrik lebih besar.
Pembangkit energi listrik pada sebuah pembangkit siklus ganda tipe unfired,
dalam hal ini PLTGU Gresik memiliki alur kerja yang proses produksinya
dijelaskan pada gambar 2.1

Gambar 2.1 Siklus PLTGU

5
Adapun penjelasan dari gambar 2.1 sebagai berikut :
1. Kompressor menghisap udara bebas masuk melalui filter, kemudian
menekannya ke dalam ruang bakar(furnace)
2. Udara bertekanan dalam gas alam dibakar dalam ruang bakar dan
menghasilkan panas bertekanan tinggi yang diarahkan menuju sudut –
sudut turbin nozzle.
3. Turbin berputar akibat pancaran gas panas terarah pada sudut – sudutnya
dan daya putaran turbin dan generator .
4. Generator yang digerakkan oleh turbin gas menghasilkan energi listrik .
5. Gas panas yang keluar dari turbin gas (exhaust gas) masuk ke HRSG untuk
memanaskan air.
6. LP BFP (Low Pressure Boiler Feed Pump) memompa air dari deaerator ke
LP Economizer dan HP BCP (High Pressure Boiler Circulating Pump)
memompa air dari deaerator ke HP economizer.
7. Air dari economizer dialirkan ke LP Drum untuk kemudian di pompa oleh
LP BCP (Low Pressure Boiler Circulating Pump) ke LP Evaporator.
Selanjutnya, uap yang dihasilkan LP Evaporator dialirkan kembali ke LP
Drum.
8. Air dalam HP economizer dialirkan ke HP Drum untuk kemudian dipompa
oleh HP BCP (High Pressure Boiler Circulating Pump) ke HP evaporator
dialirkan kembali ke turbin LP.
9. Uap dari LP Drum dialirkan ke LP Steam Turbin guna menggerakkan
sudu – sudu turbin.
10. Uap dari HP Drum dialirkan ke super heater untuk mendapatkan uap
kering, kemudian uap tersebut dialirkan ke HP Steam Turbin guna
menggerakkan sudu – sudu turbin HP. Selanjutnya uap dari turbin
HP dialirkan ke turbin LP gun menggerakkan sudu – sudu turbin LP.
11. Generator digerakkan oleh turbin uap (HP dan LP) menghasilkan energi
listrik.
12. Dalam kondensor uap dari turbin mengalami pengembunan air . Hasil dari
pengembunan di pompa oleh CEP (Condensat Extraction Pump) ke
preheater.

6
13. Setelah dipanaskan ke dalam preheater, air tersebut dialirkan ke deaerator.
Penggabungan Turbin Gas (PLTG) dan Turbin Uap (PLTU) memanfaatkan
gas buang sisa pembakaran yang masih bersuhu cukup tinggi (1000 oF atau 500 oC)
yang keluar dari exhaust turbin gas guna memanaskan HRSG atau ketel uap, akan
dapat dicapai efisiensi termal yang keseluruhan relatif tinggi dari suatu instalasi
power plant. Dimana tiap blok pada unit PT.PJB UP Gresik ini memiliki 3 buah gas
turbin, 3 buah HRSG (Boiler) dan satu buah steam turbin. Sedangkan alat utama
PLTGU terdiri dari :
1. Turbin Gas
Turbin gas merupakan alat pembangkit tenaga yang memanfaatkan
langsung tenaga panas yang mengembang akibat pembakaran dari bahan
bakar dan udara yang dikompresikan. Adapun sistem turbin gas yang paling
sederhana terdiri dari 3 komponen utama yaitu : Compressor, ruang bakar,
dan turbin.
2. Heat Recovery Steam Generator (HRSG)
HRSG merupakan ketel uap yang berfungsi memanaskan air agar
menghasilkan uap panas bertekanan tinggi yang memanfaatkan gas sisa
pembakaran dari turbin gas sebagai pemanas. Karena suhu dari sisa turbin
gas masih tinggi yaitu sekitar 500oC jadi masih bisa digunakan untuk
menghasilkan uap. Peralatan utama HRSG adalah sebagai berikut : Super
heater, HP Evaporator, HP Economizer, LP Evaporator, LP Economizer,
Preheater, LP Drum dan HP drum.
3. Turbin Uap
Turbin uap merupakan peralatan pembangkit yang memanfaatkan uap
kering hasil pemanasan air dalam Boiler (Heat Recovery Steam Generator)
oleh gas panas yang keluar dari turbin sehingga mempunyai nilai ekonomis
yang sangat tinggi.
4. Kondensor
Merupakan alat untuk mengembunkan kembali uap yang telah
dimanfaatkan untuk memutar turbin. Hal ini menghemat penggunaan air
serta menjaga kemurnian air yang digunakan dalam HRSG dengan
menggunakan pendingin yang berasal dari air laut.

7
5. Deaerator
Merupakan alat untuk menghilangkan gas-gas yang tidak terlarut dalam air
proses. Gas – gas ini timbul dari kebocoran atmosfir atau gas – gas yang
terbentuk dari dekomposisi air menjadi oksigen dan hidrogen akibat reaksi
termal. Karena gas – gas ini dapat menimbulkan permasalahan dan dapat
merusak ketel uap yaitu terjadinya korosi dan kerak pada alat proses.
6. Generator
Generator adalah alat untuk membangkitkan listrik. Generator harus dikopel
menjadi satu dengan poros turbin agar generator dapat berputar dan
membangkitkan listrik
7. Transfomator
Peralatan listrik yang dapat memindahkan dan mengubah energi listrik dari
salah satu atau lebih rangkaian listrik ke rangkaian listrik melalui suatu
gandengan magnet dan berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik. Alat
ini berfungsi untuk pemilihan tegangan yang sesuai dan ekonomis untuk
tiap-tiap keperluan, misalnya kebutuhan akan tegangan transmisi daya
listrik jarak jauh.

2.2 Heat Recovery Steam Generator


Gas sisa pembakaran dari turbin gas dilewatkan dalam HRSG untuk
menghasilkan uap tekanan tinggi (High Pressure/ HP) dan tekanan rendah (Low
Pressure/ LP). Ketel uap ini menggunakan gas sisa pembakaran dari turbin gas.
Karena suhu dari sisa turbin gas masih tinggi yaitu sekitar 500 C jadi masih bisa
digunakan untuk menghasilkan uap. Peralatan utama HRSG yaitu Super heater, HP
Evaporator, HP Economizer, LP Evaporator, LP Economizer, Preheater, LP Drum
dan HP drum. Untuk bentuk HRSG dapat dilihat pada gambar 2.2 .

8
Gambar 2.2 Heat Recovery Steam Generator
Boiler (HRSG) yang digunakan untuk menghasilkan uap di PLTGU terdiri dari dua
jenis yaitu :
a. Boiler bertekanan tinggi
alat yang digunakan untuk mengontrol kualitas air Boiler bertekanan tinggi
adalah:
1. pH meter
Alat ini digunakan untuk mengetahui apakah kualitas air Boiler aman
atau tidak dan juga untuk menentukan banyaknya Na3PO4 yang harus
diinjeksikan ke dalam Boiler untuk menjaga kualitas airnya. Batasan nilai
pH tertinggi pada air Boiler bertekanan tinggi adalah 9,5 – 10,5 pada suhu
25 oC.
2. Conductivity meter
Alat ini sangat berpengaruh untuk mengetahui banyaknya blowdown
yang harus dilakukan untuk menjaga kualitas air Boiler dan untuk
menentukan jumlah Na3PO4 yang harus diinjeksikan ke dalam air Boiler.
Batasan untuk konduktivitas dari Boiler bertekanan tinggi adalah <50
µs/cm.

9
b. Boiler bertekanan rendah
Alat yang digunakan untuk mengontrol kualitas air Boiler bertekanan rendah
adalah:
1. pH meter
Alat ini digunakan untuk mengetahui apakah kualitas air Boiler
aman atau tidak dan juga untuk menentukan banyaknya Na3PO4 yang harus
diinjeksikan ke dalam Boiler untuk menjaga kualitas airnya. Batasan nilai
pH tertinggi pada air Boiler bertekanan rendah adalah 9,5 – 10,2 pada suhu
30 oC..
2. Conductivity meter
Alat ini sangat berpengaruh untuk mengetahui banyaknya blowdown
yang harus dilakukan untuk menjaga kualitas air Boiler dan untuk
menentukan jumlah Na3PO4 yang harus diinjeksikan ke dalam air Boiler.
Batasan untuk konduktivitas dari Boiler bertekanan rendah adalah <90
µs/cm.
2.2.1 Bagian-Bagian HRSG
1. Super heater
Berfungsi untuk memanaskan uap jenuh yang keluar dari HP
steam drum dengan gas buang PLTG (GT) sebelum masuk dalam
turbin, agar uap tersebut benar – benar kering dan bebas dari
kandungan air. Tujuan mendapatkan uap kering ini adalah untuk
kerusakan turbin yang disebabkan oleh pukulan air pada sudut – sudut
turbin.
Pada PLTGU Gresik, Super heater yang digunakan mempunyai
2 tingkat yaitu tingkat pertama merupakan Primer Super heater, dan
yang tingkat kedua merupakan Secondary Super heater.
2. Economizer
Economizer terdiri dari beberapa pipa bengkok dalam lengkung
horizontal air masuk unit pembangkit uap melalui economizer. Air
panas dari economizer keluar mengalir langsung ke steam drum
melalui pipa pengisian tidak panas. Economizer berfungsi sebagai

10
pemanas awal setelah preheater dari deaerator dimana air mencapai
titik didihnya masuk ke HP dan LP evaporator.
 LP Evaporator
LP Evaporator berfungsi sebagai alat penguap yang mengubah
air dalam LP steam drum menjadi uap basah yang kemudian
ditampung kembali pada LP Steam drum untuk dialirkan ke LP
steam turbin dan sebagian ke deaerator.
 HP Evaporator
HP Evaporator berfungsi sebagai pengubah wujud air dari HP
drum menjadi uap kering yang selanjutnya dengan melalui HP
super heater masuk ke HP turbin.
3. Preheater
Berfungsi sebagai pemanas awal air sebelum diuapkan pada
evaporator dengan memanfaatkan gas buang yang akan dibuang
melalui cerobong. Sedangkan peralatan bantu HRSG adalah BFP
(Boiler Feed Pump), BCP (Boiler Circulating Pump), chemical
injection, Instrument air condition (IAC), Service Air Compressor
(SAC), Bypass damper dan atmosfer Damper (Exhaust Damper).
 Boiler Feed Pump (BFP) berfungsi untuk memompa air dari
steam drum ke evaporator.
 Chemical Injection adalah proses injeksi bahan-bahan kimia
guna menjaga kualitas air dalam HRSG.
 Instrument Air Compressor (IAC) dan Service Air Compressor
(SAC) merupakan alat untuk memproduksi udara bertekanan
guna keperluan pengaturan kontrol pneumatic.
 Bypass Damper berfungsi untuk mengalirkan air gas panas dari
exhaust gas turbin ke udara bebas dan Atmosfer Dumper
(Exhaust Dumper) berfungsi untuk mengalirkan gas panas dari
exhaust gas turbin ke HRSG (PT PJB, 2001)

11
2.3 Analisa Energi dan Eksergi
Energi merupakan suatu kemampuan untuk melakukan pekerjaan
atau menghasilkan kerja. Suatu energi tidak dapat hilang atau dimusnahkan,
sesuai dengan hukum termodinamika pertama yaitu hukum konservasi energi
yang menyatakan bahwa suatu energi tidak dapat dihilangkan atau
dimusnahkan. Energi dari sebuah sistem yang berubah dalam proses tertentu
dapat bertambah atau berkurang akibat terjadinya perubahan dari suatu bentuk
ke bentuk lainnya atau adanya pertukaran energi dengan kondisi yang ada
disekitar. Sedangkan eksergi merupakan proses kerja maksimum yang dapat
dilakukan oleh sistem terhadap lingkungan yang ada disekitarnya. Pada
umumnya lingkungan ini dipengaruhi oleh temperatur, tekanan dan komposisi
bahan. Eksergi dalam sebuah system dapat meningkat apabila dalam keadaan
reversible. Sedangkan, eksergi dapat dihancurkan apabila dalam keadaan
irreversible (Agustian,2016).
Pernyataan pada hukum pertama termodinamika dapat digambarkan
melalui suatu proses, yaitu kenaikan energi internal dari suatu proses
termodinamika (ΔU) sama dengan jumlah energi panas yang diberikan ke
dalam sistem (Q) dikurangi dengan kerja yang dilakukan oleh sistem (W).
Pernyataan tersebut dapat dituliskan dalam persamaan (2.1)
ΔU = Q – W (2.1)
Pembahasan energi mencakup semua bentuk energi di dalam sebuah
sistem. Perubahan energi dalam system selama proses dituliskan sebagai ΔE
system. Total energi dapat dituliskan dalam persamaan (2.2)
E = U + KE + PE (2.2)
Energi dapat berpindah dalam bentuk panas, kerja dan aliran massa.
Interaksi energi diketahui saat energi melintas batas suatu system. Interaksi
energi menunjukkan adanya energi yang ditambahkan ataupun energi yang
hilang dari sistem selama proses berlangsung. Pada hukum pertama
termodinamika menyatakan bahwa energi dapat berubah dari satu bentuk ke
bentuk yang lainnya tetapi jumlah total energinya tetap sama. Secara matematis
dinyatakan bahwa jumlah energi dari suatu system sama dengan selisih antara

12
energi masuk dan keluar pada persamaan (2.3) yang dikenal dengan sebutan
kesetimbangan energi.
Ein – Eout = Esystem (2.3)
Terdapat dua bentuk dari energi yang sangat erat dengan system
tertutup yaitu perpindahan kalor dan kerja. Suatu siklus system tertutup
memiliki kondisi awal dan kondisi akhir yang bernilai sama, dapat dituliskan
ΔEsystem = E2 – E1 = 0. Keseimbangan untuk siklus tersebut menjadi
Ein-Eout = 0, maka Ein = Eout. Sedangkan kesetimbangan energi yang terkait
dengan kalor dan kerja untuk sebuah siklus dapat dituliskan pada persamaan
(2.4). Pada persamaan tersebut sebuah siklus memiliki nilai output kerja netto
sama dengan nilai kalor input netto.
W net,out = Qnet,in (2.4)
Dalam hukum pertama termodinamika, tidak terdapat informasi mengenai arah
suatu proses yang berlangsung yaitu proses reversible dan irreversible. Selain
itu pada hukum pertama termodinamika, tidak terdapat informasi mengenai
arah saat proses berlangsung yaitu proses reversible dan irreversible. Selain itu
pada hukum pertama termodinamika juga tidak menjelaskan bahwa suatu
proses konversi energi terdapat nilai kerugian. Oleh karena itu perlu adanya
analisa tambahan mengenai hukum kedua termodinamika dengan pendekatan
eksergi.
Pada hukum termodinamika kedua menyatakan bahwa selain
memiliki kuantitas, energi juga memiliki kualitas, dan suatu proses yang riil
akan berlangsung pada arah kualitas energi yang semakin menurun, jadi
walaupun tidak ada kuantitas energi yang hilang, kualitas energi selalu akan
berkurang selama proses. Besaran energi ini disebut energi yang tersedia pada
suhu H dan suhu lingkungan T0.
ExH = Q - T0ΔS (2.5)
Hukum termodinamika kedua memberikan batasan-batasan
mengenai arah suatu proses, apakah suatu proses tersebut Reversible atau
irreversible dan salah satu akibat dari hukum kedua termodinamika adalah
perkembangan dari suatu sifat fisik yang disebut Entropi. Entropi merupakan
nilai dari suatu energi yang secara spesifik menggambarkan setiap satu satuan

13
temperature. Suatu system akan selalu menuju ke dalam suatu kesetimbangan
termal terhadap lingkungannya, yaitu melalui kesetimbangan entropi. Hal
tersebut disebabkan oleh perubahan entropi pada system terhadap lingkungan.
Berdasarkan hukum termodinamika kedua, R.J.E Clausius menuliskan sebuah
persamaan yang dikenal dengan nama Clausiun Inequality. Mengungkapkan
sebuah proses reversible atau irreversible yang dituliskan sebagai berikut :
1. ΔStotal = ΔSsystem + ΔSsuround = 0, maka proses tersebut reversible.
2. ΔStotal = ΔSsystem + ΔSsuround > 0,maka proses tersebut irreversible.
Dengan perubahan entropi pada system (ΔSsystem) bernilai positif, dan
perubahan entropi pada lingkungan (ΔSsystem) bernilai negatif.
Eksergi adalah energi yang dapat dimanfaatkan (available energy)
atau ukuran dari ketersediaan energi untuk melakukan kerja. Eksergi
merupakan suatu sumber daya yang dapat memberikan indikasi seberapa besar
kerja yang dapat dilakukan oleh sumber daya tersebut pada suatu lingkungan
tertentu. Pada umumnya lingkungan dispesifikasikan oleh kondisi temperature,
tekanan dan komposisi kimia. Eksergi akan meningkat jika terjadi kerja pada
suatu sistem. Sedangkan ketika semua proses dari sistem dan lingkungan dalam
keadaan reversible maka eksergi bersifat kekal. Namun, eksergi akan hancur
jika terjadi sebuah proses irreversible. Seperti halnya energi, eksergi dapat
berpindah melewati batas dari sebuah system. Perpindahan eksergi
berlangsung bersama dengan perpindahan panas tergantung temperatur sistem
terhadap temperatur lingkungan. (Shapiro, 2004)

14
2.3.1 Teori Analisa Perhitungan Energi dan Eksergi
1. Perhitungan energi dan eksergi
∑ 𝑚𝑖𝑛 = ∑ 𝑚𝑜𝑢𝑡 ...................................................................(1)
Keterangan :
𝑚𝑖𝑛 = massa masuk
𝑚𝑜𝑢𝑡 = massa keluar

ψ = (h − h0 ) − T0 (S − S0 )...................................................(2)
Keterangan :
ψ = aliran eksergi
h = entalpi
h0 = entalpi pada temperatur lingkungan
T0 = temperatur lingkungan
S = entropi spesifik
S0 = entropi spesifik pada temperatur lingkungan

2. Penyusunan Neraca Energi dan Neraca Eksergi


Persamaan dalam perhitungan neraca energi adalah sebagai
berikut :
∑ Ein = ∑ Ein .......................................................................(3)
Q + ∑ min × hin = W + ∑ mout × hout ............................(4)
Keterangan :
E𝑖𝑛 = energi masuk
E𝑜𝑢𝑡 = energi keluar
𝑄 = laju panas masuk dikurangi laju panas keluar
W = laju daya masuk dikurangi laju daya keluar
𝑚𝑖𝑛 = massa masuk
𝑚𝑜𝑢𝑡 = massa keluar
h = entalpi spesifik

15
Persamaan dalam perhitungan neraca eksergi adalah sebagai berikut :
∑ Exin − Exout = ∑ Exdest .......................................................................(5)
T
∑ Exdest = ∑ (1 − 0 ) Qk − W + ∑ min × ψin − ∑ mout × ψout ........(6)
T k

Keterangan :
Exin = laju eksergi masuk
Exout = laju eksergi keluar
Exdest = laju eksergi rusak
T0 = temperatur lingkungan
Tk = temperatur pada lokasi h
Qk = laju perpindahan panas pada batas k dan lokasi k
W = laju kerja

2.3.2 Penelitian Terdahulu

Pada penelitian sebelumnya mengenai analisa energi dan eksergi pada


industry pembangkit yang telah dilakukan oleh peneliti, diantaranya dapat dilihat
pada Tabel 2.1

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu

Penulis Judul Hasil


(Tahun)
Nilai eksergi physical pada produk
Yongki Analisa Efisiensi Eksergi
diperoleh sebesar 58,755.36 MW dan
Afrianto, HRSG di PLTGU Cilegon
exergy physical fuel 97,464.26 MW.
Tony Suryo,
Dan nilai eksergi chemical 0 karena
dan Berkah
pengaruh eksergi kimia pada proses
Fajar (2015)
sistem PLTGU terutama pada bagian
HRSG sangat kecil dikarenakan tidak
terjadinya proses pembakaran bahan
bakar. Nilai efisiensi eksergi HRSG

16
Penulis Hasil
Judul
(Tahun)

diperoleh sebesar 60,28% dan nilai


efisiensi energi 47.699%. Serta nilai
exergy destruction diperoleh sebesar
38.063 MW.

Aries Analisa Energi dan Eksergi Eksergi yang musnah tertinggi pertama
Karyadi, Pembangkit Listrik Tenaga terdapat pada boiler dengan besar
Chalilullah Uap Banten 3 Lontar. eksergi yang musnah sebesar 358,1
Rangkuti MW. Kedua terdapat pada deaerator
(2016) dengan besar eksergi yang musnah
sebesar 169,37 MW.

Dyos Analisis Eksergi Siklus Persentase rasio pemusnahan eksergi


Santoso, Kombinasi Turbin Gas-Uap pada masing-masing komponen
Hasan Basri Unit PLTGU Inderalaya terhadap pemusnahan eksergi total
(2011) maksimum diperoleh pada ruang bakar
(59,76%), diikuti oleh HRSG
(13,19%), turbin gas (9,74%)
Kompresor (7,39%) turbin uap
(7,06%), kondensor (2,71%), dan
kemudian pompa (0,15%)

Windy Analisis Exergy Pada Besar nilai pemusnahan exergy pada


Lusia Combustion Chamber combustion chamber yaitu sebesar
Samosir, PLTGU Teluk Lembu 30 36,46 MW.
Awaludin MW.
Nilai efisiensi exergetic yang terjadi
Martin
pada combustion chamber adalah
(2015)
sebesar 63,29%

17
Penulis Hasil
Judul
(Tahun)

Dedy Analisis Energi dan Eksergi Hasil studi analisis menunjukkan


Priambodo, Pada Sistem HTR-10 Siklus bahwa reaktor merupakan komponen
Erlan Turbin Uap. paling tidak efisien dari seluruh
Dewita, Ign komponen yang ada dalam sistem.
Djoko Reaktor menyumbang 61,8%
Arianto ketidakefisienan dalam sistem HTGR
(2015) siklus turbin uap

Slamet Analisa Efisiensi HRSG Unit Terjadi penurunan kinerja turbin uap
Priyoatmojo, 1 di PT PLN(Persero) Sektor karena adanya peningkatan pada heat
Margana Pembangkitan PLTGU rate dan penurunan efisiensi yang
(2016) Cilegon mengakibatkan biaya operasional
meningkat.

18
BAB III
METODE PENELITIAN

Secara umum penelitian ini diawali dengan cara studi literatur mengenai
rancangan efisiensi energi dan eksergi dari sistem HRSG Unit PLTGU PT PJB UP
Gresik dengan menerapkan persamaan analisa energi dan eksergi. Kemudian
melakukan pengumpulan data-data dan parameter yang digunakan dalam simulasi
serta membuat asumsi-asumsi yang diperlukan. Hasil yang diharapkan dari
penyelesaian persamaan analisa energi dan eksergi dari sistem HRSG adalah dapat
menjawab tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisa kuantitas energi yang
dibutuhkan dari HRSG, dapat menganalisa energi yang hilang dalam proses
pemanasan di HRSG dan menganalisa nilai perhitungan efisiensi energi dan eksergi
pada HRSG.

3.1 Alat dan Bahan


3.1.1 Alat
Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
1. HYSYS software engineering
3.1.2 Bahan
1. Data input dan output dari temperature, tekanan dan laju alir massa
masing-masing aliran di HRSG (Heat Recovery Steam Generator)

3.2 Metodologi Penelitian


1. Identifikasi Masalah
Proses identifikasi masalah dilakukan berdasarkan isu global terkait dengan
permasalahan penggunaan energi dan gas buang pada unit PLTGU.
2. Studi Literatur
Pada penelitian ini studi literatur adalah proses pencarian literatur dan kajian
pustaka yang dapat membantu dan mendukung dalam menyelesaikan
permasalahan penelitian. Pustaka yang digunakan diantaranya buku,
makalah, atau jurnal dan hasil penelitian yang memiliki permasalahan dan
ruang lingkup yang sama. Dasar teori yang digunakan dalam penelitian ini

19
adalah metode dasar yang terkait dengan proses produksi listrik dan prinsip
kerja dari HRSG Unit PLTGU. Selain itu juga mengacu pada teori
perhitungan terkait dengan neraca massa, neraca energi, yang nantinya akan
digunakan pada perhitungan energi dan eksergi.
3. Pengumpulan Data
Pada tahap ini, dilakukan pengumpulan data melalui wawancara, observasi,
dan pengambilan dokumentasi. Data-data yang akan dikumpulkan selama
pelaksanaan skripsi adalah sebagai berikut :
1. Skema proses pada unit PLTGU.
2. Data laju alir massa masing-masing aliran dari HRSG.
3. Data temperatur masing-masing aliran di HRSG.
4. Data tekanan masing–masing aliran di HRSG.
5. Perhitungan energi dan eksergi
Pengolahan data dilakukan dengan memperoleh data primer menjadi data
sekunder melalui persamaan–persamaan matematika. Persamaan sekunder
yang digunakan dalam perhitungan neraca massa adalah sebagai berikut :

∑ 𝑚𝑖𝑛 = ∑ 𝑚𝑜𝑢𝑡 .....................................................................................(1)


Keterangan :
𝑚𝑖𝑛 = massa masuk
𝑚𝑜𝑢𝑡 = massa keluar

ψ = (h − h0 ) − T0 (S − S0 )....................................................................(2)
Keterangan :
ψ = aliran eksergi
h = entalpi
h0 = entalpi pada temperatur lingkungan
T0 = temperatur lingkungan
S = entropi spesifik
S0 = entropi spesifik pada temperatur lingkungan

20
4. Penyusunan Neraca Energi dan Neraca Eksergi
Persamaan dalam perhitungan neraca energi adalah sebagai berikut :
∑ Ein = ∑ Ein ............................................................................................(3)
Q + ∑ min × hin = W + ∑ mout × hout ..................................................(4)
Keterangan :
E𝑖𝑛 = energi masuk
E𝑜𝑢𝑡 = energi keluar
𝑄 = laju panas masuk dikurangi laju panas keluar
W = laju daya masuk dikurangi laju daya keluar
𝑚𝑖𝑛 = massa masuk
𝑚𝑜𝑢𝑡 = massa keluar
h = entalpi spesifik

Persamaan dalam perhitungan neraca eksergi adalah sebagai berikut :


∑ Exin − Exout = ∑ Exdest .......................................................................(5)
T
∑ Exdest = ∑ (1 − 0 ) Qk − W + ∑ min × ψin − ∑ mout × ψout ........(6)
T k

Keterangan :
Exin = laju eksergi masuk
Exout = laju eksergi keluar
Exdest = laju eksergi rusak
T0 = temperatur lingkungan
Tk = temperatur pada lokasi h
Qk = laju perpindahan panas pada batas k dan lokasi k
W = laju kerja

5. Simulasi proses dengan simulator HYSYS dan validasi data


6. Analisa hasil
Analisa hasil dilakukan dengan mempelajari hasil validasi data, pengolahan
data dan membandingkan teori-teori ilmiah yang terdapat pada literatur.

21
7. Kesimpulan dan saran
Penyusunan kesimpulan dan saran berdasarkan hasil pengolahan dan
analisis data.

3.3 Flowchart Penelitian


Adapun diagram alir dari penelitian ini dapat dilihat pada gambar 3.1

Mulai A

Identifikasi Masalah Perhitungan Energi dan Eksergi

Studi Literatur Penyusunan Neraca Energi dan


Eksergi

Pengumpulan Data :
1. Skema Proses di Unit Simulasi Proses Dengan
PLTGU Simulator Hysys
2. Laju Alir Massa Masing-
Masing Aliran dari
HRSG Analisa Hasil Perhitungan
3. Temperatur Masing- Energi dan Eksergi
Masing Aliran di HRSG
4. Tekanan Masing-Masing
Aliran HRSG Kesimpulan dan Saran

A Selesai

Gambar 3.1 Flowchart Proses Penelitian

22
3.4 Variabel Penelitian
Adapun variabel dari penelitian ini adalah :
1. Laju alir massa masing-masing aliran di HRSG
2. Temperatur masing-masing aliran di HRSG
3. Tekanan masing-masing aliran di HRSG

23
DAFTAR PUSTAKA

Bejan A., Tsatsaronis G., and Moran A., “Thermal Design and Optimization”,
Willey,New York, 1996
Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementrian Energi dan Sumber Daya
Mineral, 2015, Statistik Ketenagalistrikan 2014, Edisi No.28, Dirjen
Ketenagalistrikan ESDM, Jakarta.
I.A.P (2016). Analisis Laju Kerusakan Eksergi dan Efisiensi Eksergi Mesin PLTGU
PT Indonesia Power Semarang.
Kemenperin (2016). Outlook Energi Indonesia 2016. Retrieved from bppt.go.id:
http://www.bppt.go.id/outlook-energi/bppt-outlook-energi-indonesia-2016
PT PJB, 2001, Pembangkit Listrik Tenaga Uap, UDIKLAT Gresik, Gresik.
PT PLN, 2001, Pendahuluan PLTGU, UDIKLAT Suralaya, Suralaya.
Shapiro, M. (2004). “Termodinamika Teknik Jilid 1 Edisi 4”. Erlangga.

24