Anda di halaman 1dari 28

MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN POST NATAL CARE

(PNC) FISIOLOGIS HARI KE- 2 POSTPATRUM PADA NY


“S” DI RUANG BERSALIN RSUD KOTA BAUBAU
TANGGAL 01-FEBRUARI-2013

No. Reg. : 01 05 90
Tgl. Masuk : 01- 02- 2013
Tgl. Pengkajian : 02- 02- 2013
Nama Pengkaji : NAWIA

LANGKAH I. IDENTIFIKASI DATA DASAR


A. Identitas Istri/ Suami
Nama : Ny “S” / Tn “A”
Umur : 20 tahun / 20 tahun
Suku : Buton/ Buton
Agama : Islam / Islam
Pendidikan : SMA / SMA
Pekerjaan : IRT / Buru bangunan
Alamat : Jln. Malik sirullah BWI
Lamanya menikah :1 tahun

B. Data Biologi/ Fisiologis


1. Keluhan utama : Ibu mengatakan nyeri perut bagian bawah
2. Riwayat keluhan utama
a. Mulai timbulnya :setelah inpartu
b. Sifat keluhan : Hilang timbul
c. Lokasi keluhan : Daerah perut bagian bawah
d. Faktor predisposisi : Adanya his pengiring
e. Pengaruh keluhan terhadap fungsi tubuh :Tidak terlalu
mengganggu
f. Usaha klien untuk mengatasi keluhan yaitu dengan berbaring
miring dan beristrahat di tempat tidur
3. Riwayat kesehatan yang lalu
a. imunisasi TT 2x.
b. Tidak ada penyakit yang diderita penyakit
c. Ibu tidak pernah di opname
d. Tidak ada riwayat trauma, tranfusi darah, alergi.
4. Riwayat obstetrik
a. Riwayat haid
- Manarche : 13 tahun
- Siklus haid : 28 – 30 hari
- Lamanya : 5 – 7 hari
- Banyaknya : 3 kali ganti pembalut
- Dismenorche: tidak ada
b. Tidak ada riwayat kehamilan, persalian dan nifas terdahulu
karena ini merupakan kehamilan yang pertama
c. Riwayat persalinan sekarang
- GI PIA0
- HpHt : 13- 05- 2012
- TP : 20 -02- 2013
- Tempat melahirkan : Ruang bersalin RSUD Baubau
- Penolong : Bidan
- Jenis persalinan:Spontan dengan letak belakang kepala (LBK)
- Kelainan persalinan : Kala II lama
- Lama persalinan

Kala I :
Pukul 09.00 – 13.00 wita
Kala II :
Pukul 13.00 – 13.15 wita
- Pukul 09.00 pasien masuk ruang bersalin, setelah
dilakukan pemeriksaan dalam kepala H III, ketuban belum
pecah, dan tidak terdapat kaput.
- Pukul 12.00 bayi belum lahir, klien dianjurkan untuk miring
kiri
- Pukul 12.30 bayi belum lahir, pemberian oksitosin ½ amp
secara drips
- Pukul 13.00 bayi belum lahir, klien dianjurkan untuk miring
kiri
- Pukul 13.15 bayi lahir spontan dengan LBK

Kala III :
- Injeksi oksitosis 1 amp secara IM
- Dilakukan penegangan tali pusat terkendali
- Pukul 13.25 plasenta lahir lengkap
- Perdarahan ± 200 cc
Kala IV :
- Nampak ruptur perineum derajat II dimana mengenai
mukosa vagina, kulit perineum, otot perineum,
perdarahan jumlah 100 cc
- Bayi lahir spontan BCB/ SMK dengan jenis kelamin laki-
laki
- BB : 2.950 gram, PB : 51 cm, LK : 33 cm, LD : 31 cm
- Tidak ada kelainan bawaan lakukandengan apgar skor
No Aspek yang dinilai 0 1 2 Mnt Mnt Mnt
1 2 3
1. APPEARENCE Biru Tubuh Seluruh 2 2 2
(warna kulit) pucat kemerahan tubuh
2. PULSE(ferekuensi Tidak ekstremitas biru kemerahan 2 2 2
jantung) ada < 100 > 100
3. GRIMASE (reaksi Tidak Sedikit gerakan Reaksi 1 2 2
rangsangan) bereaksi melawan
4. ACTIVITY (tonus Tidak Ekstremitas sedikit 2 2 2
otot) ada dalam keadaan gerakan
5. RESPIRATORY Tidak kulit fleksi Menangis 1 1 2
(pernapasan) ada Menangis kuat kuat
Jumblah 8 9 10

5. Riwayat Ginekologi
a. Infertilitas : Tidak ada
b. Massa : Tidak ada
c. Penyakit : Tidak ada
d. Operasi : Tidak ada
6. Riwayat KB
Ibu belum pernah ber KB

7. Riwayat Penyakit
a. Asma :Tidak ada
b. TBC :Tidak ada
c. Hepatitis B :Tidak ada
d. Jantung :Tidak ada
e. Hipertensi :Tidak ada
f. DM :Tidak ada
g. Penyakit yang lainnya :Tidak ada
8. Pola Nutrisi
Kebiasaan
- Jenis makanan : Nasi, ikan dan sayur
- Frekuensi makanan : 3 kali/ hari
- Frekuensi minum : 8 - 7 gelas/ hari
- Pantang makan :Tidak ada
Selama ibu hanya makan bubur, dan 1 gelas air
9. Pola Eliminasi
- Kebiasaan BAK
- Frekuensi : 2 - 3 kali / hari
- Warna : Kuning
- Bau : Amoniak
- Masalah : tidak ada
Selama postpartum ibu BAK 1 kali
Kebiasaan BAB
- Frekuensi : 1 kali / hari
- Konsistensi : Padat
- Warna :Kekuningan
- Masalah :tidak ada
Selama postpartum ibu belum BAB

10. Pola istirahat


Kebiasaan
- Tidur siang : ± 1 - 2 jam (12.00 – 14.00 wita)
- Tidur malam : ± 7 jam (21.00 – 05.00 wita)
Selama 2 jam pertama postpartum ibu hanya tidur 1 jam
11. Pesonal hygiene
Kebiasaan
- Keramas 3 kali seminggu dengan sampo
- Mandi 2 kali sehari dengan menggunakan sabun
- Sikat gigi dilakukan setelah sarapan pagi, dan sebelum tidur
dengan menggunakan pasta gigi
- Genitalia dibersihkan setiap kali BAB/ BAK
- Kuku tangan dan kuku kaki dipotong setiap kali penjang
- Pakaian diganti setiap kali kotor atau sesudah mandi

C. Pemeriksaan fisik
1. Pemeriksaan umum :
a. Keadaan umum ibu baik
b. Kesadaran composmetis
2. Tanda-tanda vital :
TD : 130/ 70 mmHg P : 22 x/ menit
N : 80 x/ menit S : 36,50C
3. Pemeriksaan Head ToToe :
a. Inspeksi kepala
Rambut tampak lurus, hitam, bersih, kulit kepala bersih, tidak
ada benjolan dan panjang
b. Inspeksi wajah
- Simetris kiri dan kanan
- Ekspresi wajah : senang dan kadang meringgis ketika
merasakan sakit pada perineum
- Tidak ada odema, dan tidak pucat
c. Inspeksi mata
- Simetris kiri dan kanan
- Konjungtiva tidak ademis
- Sklera tidak ikterus
- Penglihatan baik
d. Inspeksi hidung
- Simetris kiri dan kanan
- Tidak ada polip
- Tidak ada epitaksis
- Tidak ada pengeluaran sekret
e. Inspeksi mulut
- Mulut dan gigi tampak bersih
- Bibir tampak lembab
- Tidak ada caries
f. Inspeksi telinga
- Simetris kiri dan kanan
- Daun telinga terbentuk sempurna
- Tidak ada pengeluaran sekret
- Pendengaran baik
g. Inspeksi leher
- Tidak ada pembesaran vena jugularis
- Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid
h. Inspeksi payudara
- Simetris kiri dan kanan
- Putting susu menonjol
- Putting susu dan areola nampak hiperpigmentasi
- Tidak ada benjolan
- Ekresi sedikit
i. Inspeksi dan Palpasi Abdomen
Tampak linea nigra,tidak ada bekas operasi,TFU 2 jari bawah
pusat,ibu memekai gurita,kontraksi uterus baik,teraba keras
dan bundar dan nyeri saat ditekan
j. Inspeksi genetalia
- Tampak jahitan pada perineum yang masih basah
- Tampak pengeluaran lochia rubra
- Tidak ada varises dan tidak oedema
- bersih dan tidak ada varises
k. Inspeksi anus
- Tidak ada hemoroid
- Tidak ada oedema
l. Inspeksi ekstremitas
Atas :
- Simetris kiri dan kanan
- Warna kuku merah muda
- Jari-jari lengkap
- Tidak ada oedema
Bawah :
- Simetris kiri dan kanan
- Jari-jari lengkap
- Warna kuku merah muda
- Kaki nampak oedema

D. Data psikologis
1. Ibu sangat senang dengan kelahiran anak pertamannya
2. Ibu mengharapkan agar kondisi bayi dan dirinya sendiri
berlangsung baik
3. Hubungan ibu dan keluarga baik
4. Ibu sebagai pengelola keluarga rumah tangga bermusyawarah
dengan suami dalam mengambil keputusan.

E. Data spritual
Ibu selalu berdoa agar bayi dan dirinya sehat

LANGKAH II. IDENTIFIKASI DIAGNOSA/ MASALAH AKTUAL

Diagnosa :P1A0, 2 jam post partum keadaan ibu baik dengan masalah
nyeri perut bagian bawah
1. P1A0
Dasar :
DS :
- Ibu mengatakan melahirkan yang pertama kalinya
- Ibu mengatakan tidak pernah keguguran

DO :
- TFU 2 jari bawah pusat kontraksi uterus baik,teraba keras dan
bundar
- Tampak pengeluaran lochia rubra dari jalan lahir
- Tampak Asi klostrum belum ada

Analisa dan interpretasi data :


- Ibu mengatakan melahirkan anak pertama dan tidak pernah
keguguran pada pemeriksaan abdomen tampak linea nigra.
(Sarwono Prawirohardjo.Ilmu Kebidanan.2007.Hal.178)
- Lochia rubra berisi darah dan sisa-sisa selaput ketuban,sel-sel
desidua,verniks kaseosa,lanugo dan mekonium selama 1-3 hari
paska persalinan. (Yuni Kusmiyati,dkk.Perawatan Ibu
Hamil.2009.Hal.60)
- Setelah bersalin uterus akan berkontraksi untuk meneluarkan
stoisel,sisa-sisa bekuan darah yang di interprestasikan dengan rasa
nyeri pada perut bagian bawah dan hal ini merupakan hal yang
fisiologis terjadi. ( Sarwono Prawirohardjo.Ilmu
Kebidanan.2006.Hal.60)

2. Post partum jam ke-2


Dasar :
DS :
- Ibu mengatakan melahirkan tanggal 01 – 02 – 2012 jam 13.15
wita
DO :
- TFU 2 jari bawah pusat
- Kontraksi uterus baik, teraba, keras dan bundar
- Pengeluaran lochia rubra ± 50 cc
- TTV
TD : 130/ 70 mmHg P : 22 x / menit
N : 80 x / menit S : 36,50C
Analisa dan inerpretasi data
Setelah janin lahir, TFU setinggi pusat dan seterusnya uterus akan
berinfolusi sampai kembali keukuran normal, involusi uteri akan
disertai dengan pengeluaran sekret dari covum uteri dan vagina yang
disebut lochia. Lochia yang keluar dari hari pertama sampai ketiga
disebut lochia rubra. (Sarwono Prawirohardjo.Ilmi
Kebidanan.2007.Hal.238)

3. Nyeri perut bagian bawah


Dasar :
DS :
- Ibu mengatakan nyeri perut bagian bawah
DO :
- TFU 2 jari bawah pusat,kontraksi uterus baik,teraba keras
dan bundar.
Analisa dan inerpretasi data :
- Nyeri perut yang dirasakan merupakan hal yang fisiologis yang sering
dirasakan setelah persalinan 3-4 hari.
- Pada waktu uterus berkontraksiseviks vagina akan kembali keposisi
semula dengan adanya kontraksi.
(Asuhan persalinan normal.2008.Hal.115)
LANGKAH III. IDENTIFIKASI DIAGNOSA/ MASALAH POTENSIAL
Tidak ada data yang mendukung untuk terjadinya masalah potensial

LANGKAH IV. TINDAKAN SEGERA/ KOLABORASI


Tidak ada data yang mendukung untuk perlunya tindakan segera/
kolaborasi.
LANGKAH V. RENCANA ASUHAN
Tujuan :
- Keadaan umum ibu baik
- Masa nifas berlangsung normal
- Masalah teratasi
Kriteria keberhasilan :
- Kesadaran ibu baik
- TTV dalam batas normal :
 TD Sistolik :100-130 mmHg
 TD Diastolik : 60-90 mmHg
 Nadi :60-80x/menit
 Suhu :36-37 c
 Pernapasan :16-24x/menit
- Masa nifas berlangsung normal :
 Involusi ,pengerutan turun 1 cm setiap perhari
 Tidak terjadi perdarahan (< 500 cc),tidak terjadi bendungan Asi
 Tidak terjadi konstipasi
 Ibu dapat beradaptasi dengan nyeri

Rencana Asuhan :
1. Bina hubungan baik antara ibu dan bidan (senyum, salam, sapa, sentuh)
Rasional : Agar terjalin komunikasi yang baik saat melakukan tindakan.
Jelaskan setiap tindakan yang akan dilakukan serta hasilnya
Rasional : Agar ibu tidak merasa keberatan dan dapat menannya.
2. Observasi keadaan ibu dan tanda-tanda vital, involusio uterus, banyaknya
pengeluaran lochea dan baunya.
Rasional :TTV merupakan indikator utama untuk mengetahui keadaan
ibu dan indikator untuk dilakukan tindakan selanjutnya, involusio uterus
untuk mengetahui adanya tanda- tanda bahaya pada ibu dan jumlah serta
bau lochea untuk mengetahui adanya tanda- tanda infeksi .
3. Beri penjelasan tentang fisiologi nyeri
Rasional :Dengan mengetahui fisiologi nyeri,ibu dapat mengerti dan
beradaptasi dengan nyeri yang dirasakan setelah persalian
4. Jelaskan pada ibu tanda-tanda bahaya pada masa nifas,seperti lochia
berbau,perdarahan banyak,kejang-kejang
Rasional :Agar ibu dapat mengetahui secara dini komplikasi yang
dialaminya dan dapat mengambil langkah-langkah penanggulangannya yaitu
memeriksakan diri ke dokter / bidan
5. Beri HE,pada ibu tentang :
a. Pentingnya menjaga kebersihan diri terutama pada daerah genitalia
Rasional :Kebersihan dapat mencegah bakteri berkembang yang
dapat menyebabkan infeksi disekitar genitalia
b. Manfaat ASI ekslusif
Rasional :agar memenuhi kebutuhan nutrisi (ASI) bayi terpenuhi
c. Konsumsi makanan yang bergizi yang seimbang
Rasional :Agar dapat meningkatkan metabolisme tubuh dan mempercepat
proses pemulihan
d. Manfaat perawatan payudara masa nifas
Rasional : Melakukan perawatan payudara masa nifas dapat
memperlancar pengeluaran ASI
e. Manfaat posyandu dan imunisasi
Rasional : Agar ibu mengerti dan bersedia membawa anaknya ketempat
keposyandu dan agar ibu bersedia membawa anaknya ke posyandu
untuk imunisasi

f. Senam nifas
Rasional : Agar melatih otot-otot rahim berkontraksi sehingga dapat
mempercepat proses involusi uterus
6. Ajarkan pada ibu :
a. Perawatan payudara
Rasional : Agar ibu tahu bagaimana melakukan perawatan payudara
masa nifas
b. Tehnik menyusui yang benar
Rasional : Menghindari ibu terkena abses atau mastitis
c. Senam nifas
Rasional : Agar melatih otot-otot rahim berkontraksi sehingga dapat
mempercepat proses involusi uterus
7. Anjurkan pada ibu untuk memberikan bayinya ASI ekslusif dan sesering
mungkin menyusui bayinya
Rasional :Isapan bayi pada putting susu dapat merangsang oksitosin
yang menyebabkan adanya kontraksi yang baik pada rahim
sehinggamembantu mempercepat proses involusio dan merangsang
produksi ASI semakin banyak.
8. Anjurkan ibu untuk menyusui bayinya sampai umur 2 tahun
Rasional :ASI adalah makanan terbaik untuk bayinya karena
mengandung antibodi seta vitamin dan mineral yang komplit.
9. Anjurkan ibu untuk membawa bayinya ke posyandu setiap bulan untuk
ditimbang dan mendapatkan imunisasi yang lengkap
Rasional :Agar pertumbuhan dan perkembangan bayi dapat diketahui
juga dengan imunisasi yang lengkap dapat melindungi bayi dari berbagai
penyakit karena telah mendapatkan antibodi.
10. Beri konseling KB pada ibu tentang manfaat KB,jenis-jenis KB,efek samping
KB,kontra indikasi Kbdan KB yang cocok dengan keadaan ibu
Rasional :Agar ibu paham tentang manfaat,jenis-jenis,efek samping dan
kontra indikasi KB seta ibu bersedia untuk menjadi akseptor KB
11. Anjurkan ibu untuk segera ber-KB sesuai keinginannya
Rasional :Ber-KB dapat menjarangkan kehamilan, sehingga ibu dapat
merawat diri dan bayinya semaksimal mungkin, juga agar bayinya mendapat
kasih sayang yang cukup untuk perkembangan bayinya.

LANGKAH VI. IMPLEMENTASI


Tanggal 1 Februari 2013, Jam 15.30 wita
1. Membina hubungan baik antara ibu dan bidan (senyum, salam, sapa,
sentuh)
2. Mejelaskan setiap tindakan yang akan dilakukan serta hasilnya
3. Mengobservasi keadaan ibu dan tanda-tanda vital, involusio uterus,
banyaknya pengeluaran lochea dan baunya :
- Keadaan umum baik
- TTV :
 TD :130/70 mmHg
 N : 80x/menit
 S : 36,5 c
 P : 20x/menit
- TFU 2 jari dibawah pusat, teraba keras dan bundar
- Jumlah pengeluaran lochea 50 cc dan tidak berbau busuk
4. Menjelaskan kepada ibu tentang fisiologi nyeri
- Nyeri yang dialami pada perut ibu bagian bawah di sebabkasn karena
adanya his pengiring
- Nyeri yang dirasakan pada luka perineum akibat rusaknya jaringan di
sekitar perineum
5. Menjelasakan pada ibu tanda-tanda bahaya pada masa nifas
- Lochia berbau
- Perdarahan banyak
- Kejang-kejang
6. Memberi HE,pada ibu tentang :
a. Pentingnya personal hygiene terutama pada daerah genitalia,
Daerah genitalia di bersihkan setiap kali BAK atau BAB, pembalut di ganti
2x
Sehari atau ibu merasa tidak nyaman
b. Manfaat ASI eksklusi
- Bayi mendapat kekebalan pasif
- Sumber asupan gizi yang terbaik dan sempurna untuk tumbuh
kembang bayi yang optimal
- Mengurangi perdarahan pasca persalinan pada ibu
- Mengurangi resiko terjadinya anemia pada ibu
c. Mengkonsumsi makanan bergizi yang seimbang,Makan 3X / hari secara
teratur serta mengkonsumsi makanan berserat
d. Manfaat perawatan payudara masa nifas
- Menjaga kebersihan payudara terutama kebersihan putting susu
- Melenturkan dan menguatkan putting memudahkan bayi menyusu
- Merangsang kelenjar-kelenjar air susu sehingga produksi ASI banyak
dan lancar
e. Menjelaskan manfaat posyandu dan imunisasi :
- Manfaat posyandu :
 Memperoleh kemudahan untuk mendapatakan informasi dan
pelayanan kesehatan dasar terutama berkaitan dengan penurunan
AKI dan AKB.
 Memperoleh batuan secarah profesional terkait kesehatan ibu dan
bayi.
 Efisiensi dalam mendapatkan pelayanan terpadu kesehatan dan
sektor terkait.
- Manfaat Imunisasi :
 Dapat menurunkan angka kesakitan dan kematinan
 Upaya pencegahan yang sangat efektif terhadap timbulnya penyakit
 Untuk mencegah terjadinya penyakit tertentu pada bayi.
 Mencegah kecacatan atau kematian bayi
 Dapat meningkatkan derajat kesehatan derajat kesehatan untuk
menciptakan bangsa yang kuat dan berakal budi
f. Senam nifas
- Mempercepat involusi uteri
- Mengembalikan tubuh pada keadaan sebelumnya
7. Mengajarkan pada ibu tentang :
a. Perawatan payudara
- Terlebih dahulu mencuci tangan
- Memasang handuk pada bagian perut bawah dan bahu sambil
melepaskan pakaian atas
- Mengompres kedua puting dengan kapas yang dibasahi minyak
kelapa/ baby oil selama 2- 3 menit.
- Mengangkat kapas sambil membersihkan puting dengan melakukan
gerakan memutar dari dalam ke luar.
- Dengan kapas baru, bersihkan bagian tengah putting dari sentral ke
luar, jika inferted lakukan penarikan
- Membasahi kedua telapak tangan dengan minyak lalu melakukan
pengurutan dengan menggunakan telapak tangan berada diatara
kedua payudara dengan gerakan keatas, kesamping, kebawah, dan
kedepan sambil menghentakan payudara,
- Tangan kiri menopang payudara kiri dan tangan kanan melakukan
pengurutan dengan menggunakann sisi kelingking dilakukan
sebanyak 10- 15 kali
- Mengguyur payudara dengan air hangat 5 kali
- Memakai BH yang menopang payudara.
b. Tehnik menyusui yang baik dan benar
- Tubuh bagian depan bayi menempel pada payudara ibu
- Dagu bayi menempel pada payudara ibu
- Dagu bayi menempel pada dada ibu yang berada di dasar payudara
(bagian bawah)
- Telinga bayi berada dalam satu garis dengan leher dan lengan bayi
- Mulut bayi terbuka dengan bibir bawah terbuka
- Sebagian besar areola tidak tampak
- Bayi mengisap dalam dan perlahan
- Bayi puas dan tenang pada akhir menyusu
- Terkadang terdengar suara bayi menelan
- Putting susu tidak terasa sakit atau lecet
c. Senam nifas
- Berdiri tegak
- Gerak kepala kekenan dan kekiri
- Gerak kepala kebawah
- Mengangkat kepala
- Buka kedua kaki, tangan direntangkan, tekuklah lutut sambil
mengangkat tumit, kembali keposisi semula
- Berdiri tegak, perut di kencangkan tangan di rentangkan, ayunkan
badan kekanan-kiri
- Kaki terbuka, gerakan tangan mendorong kekanan – kiri
- Kaki dibuka di arahkan pandangan ke bawah, tekuk kaki kiri sampai
menyentuh lantai
- Posisi tetp merangkak, dorong salah satuh kaki ke samping
- Posisi duduk bersilah, memutar lengan, rentangkan tangan lalu putar
pergelangan tangan, lengan dan bahu
- Duduk dalam keadaan posisi kaki terbuka kemudian ayunkan badan
ke samping
- Lanjutkan gerakan dengan posisi kaki yang sama sambil
merentangkan tangan lalu serongkan badan kekanan kekiri
- Tidur miring ke kanan angkat kaki atas, kemudian turunkan perlahan-
lahan
- Ayunkan kaki depan bersama dengan tangan kanan ke arah yang
berlawan
- Tidur terentang angkat salah satu kaki di naikan ( naik turun )
- Angkat salah satu kaki bersama dengan angkat kepala dan bahu
sementara tangan meraih kaki, tahan dan turunkan
- Tidur terlentang, tertangkan tanggan ke atas, sambil mengatur nafas,
tekuk salah satu kaki, kemudian tarik dengan kedua tangan
- Tedur terlentang, tekuk kaki, sambil memiringkan badan, letakan kaki
kesisi lain
8. Menganjurkan pada ibu untuk memberikan bayinya ASI ekslusif dan
sesering mungkin menyusui bayinya
9. Menganjurkan ibu untuk menyusui bayinya sampai umur 2 tahun
10. Menganjurkan ibu untuk membawa bayinya ke posyandu setiap bulan
untuk ditimbang dan mendapatkan imunisasi yang lengkap
11. Memberi konseling KB pada ibu tentang manfaat KB,jenis-jenis KB,efek
samping KB,kontra indikasi Kbdan KB yang cocok dengan keadaan ibu.
 Manfaat KB
 Pil kombinasi
Memiliki efektifitas yang tinggi,resiko terhadap kesehatan kecil,tidak
menggangu hubungan seksual,siklus haid menjadi teratur,dapat
\digunakan jangka panjang,dapat digunakan sejak usia remaja hingga
menopause,mudah dihentikan setiap saat,kesuburan dapat segerah
kembali setelah penggunaan pil dihentikan,dapat digunakan sebagai
kontrasepsi darurat.
 Suntik
Resiko terhadap kesehatan kecil,tidak berpengaruh pada hubungan
suami istri,jangka panjang,klien tidak perlu menyimpan obat suntik.
 Jenis-jenis KB
 Pil kombinasi
o Monofasik yaitu pil yang tersedia pada kemasan 21 tablet
mengandung hormon aktif estrogen / progesteron dalam dosis yang
sama,dengan 7 tablet tanpa hormon aktif
o Bifasik yaitu pil yang tersedia pada kemasan 21 tablet mengandung
hormon aktif estrogen / progesteron dalam dosis yang sama,dengan 7
tablet tanpa hormon aktif
o Trifasik yaitu pil yang tersedia pada kemasan 21 tablet mengandung
hormon aktif estrogen / progesteron dalam dosis yang sama,dengan 7
tablet tanpa hormon aktif
 Suntik
o Suntikan kombinasi (25 mg Depo Medroksiprogesteron Asetat dan 5
mg Estradiol Sipionat yang diberikan sebulan sekali, dan 50 mg
Noretrindon Enantat dan 5 mg Estradiol valerat yang diberikan sebulan
sekali).
o Suntikan progestrin( Depo Medroksiprogesteron Asetat yang diberikan
setiap 3 bulan dan Depo Noretisteron Enantat yang diberikan setiap 2
bulan).
 Efek samping KB
 Pil kombinasi
Mahal dan membosankan karena digunakan setiap hari, mual terutama
pada tiap 3 bulan pertama, perdarahan bercak, pusing, nyeri payudara,
kenaikan berat badan, tidak boleh untuk ibu yang menyusui dan dapat
meningkatkan tekanan darah.
 Suntik
Amenorea , mual / pusing / muntah, perdarahan bercak (spotting),
meninggkatkan / menurunkan berat badab.
 Kontra indikasi KB
 Pil kombinasi
Hamil atau dicurigai hamil, menyusui esklusif, riwayat penyakit jantung
strok atau tekanan darah > 180/110 mmHg, kanker payudara atau
dicurigai kanker payudara, tidak dapat menggunakan pil secara teratur.
 Suntik
Hamil atau dicurigai hamil, perdarahan pervaginam yang belum jelas
penyebabnya, tidak dapat menerima terjadinya gangguan haid /
amenorea, diabetes melitus disertai komplikasi
 Jenis KB yang cocok dengan kondisi ibu saat ini adalah KB suntik
karena ibu masih harus memberikan Asi esklusif pada bayinya.
12. Menganjurkan ibu untuk segera ber-KB sesuai keinginannya
LANGKAH VII. EVALUASI

Tanggal 01 Februari 2013 pukul 15.30

1. Telah membina hubungan baik dengan ibu dan ibu merespon dengan baik
2. Telah menyampaikan pada ibu setiap tindakan yang dilakukan
3. Keadaan ibu baik, involusio uterus baik, 2 jari dibawah pusat teraba keras
dan bundar, banyaknya lochea 50 cc dan tidak berbau busuk dan TTV, :
 TD :130 x / 70 mmHg
 P : 20 x / menit
 N :80 x / menit
 S :36,5 0C
4. Telah memberikan penjelasan tentang nyeri yang dirasakan dan Ibu
mengerti
5. Ibu mengerti tentang tanda-tanda bahaya pada masa nifas
6. Ibu mengerti dan bersedia melakukan HE yang dianjurkan
7. Ibu bersedia melakukan semua yang diajarkan
8. Ibu bersedia memberikan bayinya ASI esklusif dan sesering mungkin
menyusui bayinya (on demand)
9. Ibu bersedia menyusui bayinya sampai umur 2 tahum
10. Ibu bersedia membawa bayinya ke posyandu untuk mendapat imunisasi
lengkap dan mengotrol berat badan bayinya
11. Ibu mengerti manfaat KB,jenis-jenis KB,efek samping KB,kontra indikasi
Kbdan KB yang cocok dengan keadaan ibu.
12. Ibu bersedia menjadi akseptor KB.
DOKUMEN HASIL ASUHAN KEBIDANAN POST NATAL
CARE (PNC) FISIOLOGIS JAM KE- 2 POST PARTUM PADA
NY”S” DI RUANG BERSALIN RSUD KOTA BAUBAU
TANGGAL 1 FEBRUARI 2013
(SOAP)

Identitas Istri/ Suami

Nama : Ny “S” / Tn “A”


Umur : 20 tahun / 20 tahun
Suku : Buton/ Buton
Agama : Islam / Islam
Pendidikan : SMA / SMA
Pekerjaan : IRT / Buru bangunan
Alamat : Jln. Malik sirullah BWI
Lamanya menikah : 1 tahun

Data Subjektif (S)


1. Ibu mengatakan nyeri perut bagian bawah
2. Ibu mengatakan imunisasi TT 2 kali.
3. Ibu mengatakan tidak ada riwayat trauma, transfusi darah dan
opname
4. Ibu mengatakan melahirkan yang pertama kalinya dan tidak pernah
keguguran
5. Ibu mengatakan melahirkan tanggal 01- 02- 2013 jam 13.15
6. Ibu mengatakan belum pernah ber KB
7. Ibu mengatakan tidak pernah menderita riwayat penyakit seperti
Asma, Hepatitis B, diabetes melitus, dan penyakit lainnya
Data Objektif (O)
1. Keadaan umum ibu baik
2. Kesadaran composmetis
3. TTV
TD :130/ 70 mmHg P :22 x/ menit
N :80 x/ menit S :36,5 0C
4. Kontraksi uterus baik, teraba keras dan bundar, TFU 2 jari bawah
pusat kontraksi uterus baik,teraba keras dan bundar
5. Tampak pengeluaran lochia rubra dari jalan lahir
6. Tampak Asi klostrum belum ada

Assesment (A)
1. Diagnosa : P1A0, post partum jam ke-2
2. Masalah nyeri perut bagian bawah

Peanning (P)
1. Membina hubungan baik antara ibu dan bidan (senyum, salam, sapa,
sentuh)
Hasil : Komunikasi dengan ibu berjalan dengan lancar
2. Menjelaskan setiap tindakan yang akan dilakukan serta hasilnya
Hasil : Ibu mengerti tindakan yang akan dilakukan
3. Mengobservasi keadaan ibu dan tanda-tanda vital, Involusio uterus,
banyaknya pengeluaran lochea dan baunya.
- TTV :
 TD :130/70 mmHg
 N : 80x/menit
 S : 36,5 c
 P : 22x/menit
- TFU 2 jari dibawah pusat, teraba keras dan bundar
- Pengeluaran lochea 50 cc dan tidak berbau busuk
Hasil : TTV dalam batas normal dan infolusio uterus baik
4. Menjelaskan kepada ibu tentang fisiologi nyeri
- Nyeri yang dialami pada perut ibu bagian bawah di sebabkan karena
adanya his pengiring
- Nyeri yang dirasakan pada luka perineum akibat rusaknya jaringan di
sekitar perineum.
Hasil : Ibu mengerti tentang fisiologi nyeri
5. Menjelaskan pada ibu tanda-tanda bahaya pada masa nifas
- Lochia berbau
- Perdarahan banyak
- Kejang-kejang
Hasil :Ibu mengerti tentang tanda-tanda bahaya masa nifas
6. Memberikan HE,pada ibu tentang :
a. Pentingnya personal hygiene terutama pada daerah genitalia,
Daerah genitalia di bersihkan setiap kali BAK atau BAB, pembalut di
ganti 2x
Sehari atau ibu merasa tidak nyaman.
Hasil : Ibu bersedia melakukan HE yang dianjurkan
b. Manfaat ASI eksklusi
- Bayi mendapat kekebalan pasif
- Sumber asupan gizi yang terbaik dan sempurna untuk tumbuh
kembang
- Mengurangi perdarahan pasca persalinan pada ibu
- Mengurangi resiko terjadinya anemia pada ibu
Hasil : Ibu paham akan manfaat ASI eksklusif
c. konsumsi makanan bergizi yang seimbang,Makan 3X / hari secara teratur
serta mengkonsumsi makanan berserat
Hasil : Ibu bersedia konsumsi makanan bergizi
d. Manfaat perawatan payudara masa nifas
- Menjaga kebersihan payudara terutama kebersihan putting susu
- Melenturkan dan menguatkan putting memudahkan bayi menyusu
- Merangsang kelenjar-kelenjar air susu sehingga produksi ASI banyak
dan lancar
Hasil : Ibu mengerti tentang manfaat perawatan payudar masa nifas
e. Menjelaskan manfaat posyandu dan imunisasi
- Manfaat posyandu :
 Memperoleh kemudahan untuk mendapatakan informasi dan pelayanan
kesehatan dasar terutama berkaitan dengan penurunan AKI dan AKB.
 Memperoleh batuan secarah profesional terkait kesehatan ibu dan baik.
 Efisiensi dalam mendapatkan pelayanan terpadu kesehatan dan sektor
terkait.
Hasil : Ibu mengerti tentang manfaat posyandu
- Manfaat Imunisasi :
 Dapat menurunkan angka kesakitan dan kematinan
 Upaya pencegahan yang sangat efektif terhadap timbulnya penyakit
 Untuk mencegah terjadinya penyakit tertentu pada diri seseorang
 Mencegah kecacatan atau kematian bayi
 Dapat meningkatkan derajat kesehatan derajat kesehatan untuk
menciptakan bangsa yang kuat dan berakal budi.
f. Senam nifas
- Mempercepat involusi uteri
- Mengembalikan tubuh pada keadaan sebelumnya
Hasil : Ibu mengerti manfaat imunisasi
7. Mengajarkan pada ibu tentang :
a. Perawatan payudara
- Terlebih dahulu mencuci tangan
- Memasang handuk pada bagian perut bawah dan bahu sambil
melepaskan pakaian atas
- Mengompres kedua puting dengan kapas yang dibasahi minyak
kelapa/ baby oil selama 2- 3 menit.
- Mengangkat kapas sambil membersihkan puting dengan melakukan
gerakan memutar dari dalam ke luar.
- Dengan kapas baru, bersihkan bagian tengah putting dari sentral ke
luar, jika inferted lakukan penarikan
- Membasahi kedua telapak tangan dengan minyak lalu melakukan
pengurutan dengan menggunakan telapak tangan berada diatara
kedua payudara dengan gerakan keatas, kesamping, kebawah, dan
kedepan sambil menghentakan payudara,
- Tangan kiri menopang payudara kiri dan tangan kanan melakukan
pengurutan dengan menggunakann sisi kelingking dilakukan
sebanyak 10- 15 kali
- Mengguyur payudara dengan air hangat 5 kali
- Memakai BH yang menopang payudara..
Hasil :Ibu paham tentang cara perawatan payudra
b. Tehnik menyusui yang baik dan benar
- Tubuh bagian depan bayi menempel pada payudara ibu
- Dagu bayi menempel pada payudara ibu
- Dagu bayi menempel pada dada ibu yang berada di dasar payudara
(bagian bawah)
- Telinga bayi berada dalam satu garis dengan leher dan lengan bayi
- Mulut bayi terbuka dengan bibir bawah terbuka
- Sebagian besar areola tidak tampak
- Bayi mengisap dalam dan perlahan
- Bayi puas dan tenang pada akhir menyusu
- Terkadang terdengar suara bayi menelan
- Putting susu tidak terasa sakit atau lecet
Hasil : Ibu mengerti tentang tehnik menyusui baik dan benar
c. Senam nifas
- Berdiri tegak
- Gerak kepala kekenan dan kekiri
- Gerak kepala kebawah
- Mengangkat kepala
- Buka kedua kaki, tangan direntangkan, tekuklah lutut sambil
mengangkat tumit, kembali keposisi semula
- Berdiri tegak, perut di kencangkan tangan di rentangkan, ayunkan
badan kekanan-kiri
- Kaki terbuka, gerakan tangan mendorong kekanan – kiri
- Kaki dibuka di arahkan pandangan ke bawah, tekuk kaki kiri sampai
menyentuh lantai
- Posisi tetp merangkak, dorong salah satuh kaki ke samping
- Posisi duduk bersilah, memutar lengan, rentangkan tangan lalu putar
pergelangan tangan, lengan dan bahu
- Duduk dalam keadaan posisi kaki terbuka kemudian ayunkan badan
ke samping
- Lanjutkan gerakan dengan posisi kaki yang sama sambil
merentangkan tangan lalu serongkan badan kekanan kekiri
- Tidur miring ke kanan angkat kaki atas, kemudian turunkan perlahan-
lahan
- Ayunkan kaki depan bersama dengan tangan kanan ke arah yang
berlawan
- Tidur terentang angkat salah satu kaki di naikan ( naik turun )
- Angkat salah satu kaki bersama dengan angkat kepala dan bahu
sementara tangan meraih kaki, tahan dan turunkan
- Tidur terlentang, tertangkan tanggan ke atas, sambil mengatur nafas,
tekuk salah satu kaki, kemudian tarik dengan kedua tangan
- Tedur terlentang, tekuk kaki, sambil memiringkan badan, letakan kaki
kesisi lain
Hasil : ibu mengerti tentang senam nifas
8. Menganjurkan pada ibu untuk memberikan bayinya ASI ekslusif dan
sesering mungkin menyusui bayinya
Hasil : Ibu bersedia memberikan bayinya ASI ekslusif
9. Menganjurkan ibu untuk menyusui bayinya sampai umur 2 tahun
Hasil : Ibu bersedia melakukannya
10. Mengajurkan ibu untuk membawa bayinya ke posyandu setiap bulan
untuk ditimbang dan mendapatkan imunisasi yang lengkap.
Hasil : Ibu bersedia melakukannya
11. Memberi konseling KB pada ibu tentang manfaat KB,jenis-jenis KB,efek
samping KB,kontra indikasi Kbdan KB yang cocok dengan keadaan ibu.
 Manfaat KB
 Pil kombinasi
Memiliki efektifitas yang tinggi,resiko terhadap kesehatan kecil,tidak
menggangu hubungan seksual,siklus haid menjadi teratur,dapat
digunakan jangka panjang,dapat digunakan sejak usia remaja hingga
menopause,mudah dihentikan setiap saat,kesuburan dapat segerah
kembali setelah penggunaan pil dihentikan,dapat digunakan sebagai
kontrasepsi darurat.
 Suntik
Resiko terhadap kesehatan kecil,tidak berpengaruh pada hubungan
suami istri,jangka panjang,klien tidak perlu menyimpan obat suntik.
 Jenis-jenis KB
 Pil kombinasi
o Monofasik yaitu pil yang tersedia pada kemasan 21 tablet
mengandung hormon aktif estrogen / progesteron dalam dosis yang
sama,dengan 7 tablet tanpa hormon aktif
o Bifasik yaitu pil yang tersedia pada kemasan 21 tablet mengandung
hormon aktif estrogen / progesteron dalam dosis yang sama,dengan
7 tablet tanpa hormon aktif
o Trifasik yaitu pil yang tersedia pada kemasan 21 tablet mengandung
hormon aktif estrogen / progesteron dalam dosis yang sama,dengan
7 tablet tanpa hormon aktif
 Suntik
o Suntikan kombinasi (25 mg Depo Medroksiprogesteron Asetat dan
5 mg Estradiol Sipionat yang dinerikan sebulan sekali, dan 50 mg
Noretrindon Enantat dan 5 mg Estradiol valerat yang diberikan
sebulan sekali).
o Suntikan progestrin( Depo Medroksiprogesteron Asetat yang
diberikan setiap 3 bulan dan Depo Noretisteron Enantat yang
dinerikan setiap 2 bulan).
 Efek samping KB
 Pil kombinasi
Mahal dan membosankan karena digunakan setiap hari, mual
terutama pada tiap 3 bulan pertama, perdarahan bercak, pusing,
nyeri payudara, kenaikan berat badan, tidak boleh untuk ibu yang
menyusui dan dapat meningkatkan tekanan darah.
 Suntik
Amenorea , mual / pusing / muntah, perdarahan bercak (spotting),
meninggkatkan / menurunkan berat badab.
 Kontra indikasi KB
 Pil kombinasi
Hamil atau dicurigai hamil, menyusui esklusif, riwayat penyakit
jantung strokr atau tekanan darah > 180/110 mmHg, kanker
payudara atau dicurigai kanker payudara, tidak dapat menggunakan
pil secara teratur.
 Suntik
sHamil atau dicurigai hamil, perdarahan pervaginam yang belum
jelas penyebabnya, tidak dapat menerima terjadinya gangguan haid
/ amenorea, diabetes melitus disertai komplikasi
 Jenis KB yang cocok dengan kondisi ibu saat ini adalah KB suntik
karena ibu masih harus memberikan Asi esklusif pada bayinya.
Hasil : Ibu telah paham akan manfaat KB,jenis-jenis KB,efek samping
KB,kontra indikasi Kbdan KB yang cocok dengan keadaan ibu.
12. Mengajurkan ibu untuk segera ber-KB sesuai keinginannya
Hasil : Ibu bersedia ber-KB