Anda di halaman 1dari 5

DASAR RACANA DAN AMBALAN GUGUS DEPAN PERGURUAN TINGGI

AMBALAN DAN RACANA

Perkumpulan (Wadah) dalam Gudep Untuk Penegak disebut Ambalan sedangkan Pandega

disebut Racana :

1. Ambalan atau Racana terdiri atas paling banyak 40 orang Pramuka.

2. Ambalan Penegak dapat dibagi dalam satuan-satuan kecil yang disebut ‘sangga’ yang masig-

masing terdiri atas 5 sampai dengan 10 orang Pramuka Penegak. Sedangkan Racana Pandega

tidak dibagi dalam satuan-satuan kecil

3. Pembentukan sangga dilakukan oleh para Pramuka Penegak sendiri.

4. Tiap sangga menggunakan nama dan lambang sesuai dengan aspirasinya, dengan ketentuan

tidak menggunakan nama dan lambang yang sudah digunakan oleh badan dan organisasi

lain.

5. Untuk mengerjakan suatu pekerjaan atau tugas, Ambalan Penegak atau Racana Pandega

dapat membentuk Sangga Kerja .Sangga Kerja bersifat sementara sesuai dengan tugas yang

harus dikerjakannya.

6. Nama Ambalan/ Racana dapat mengambil nama Pahlawan, Tokoh yang berjasa kepada

Negara atau nama lain yang memiliki arti bagi Ambalan/ Racana itu.

SANDI AMBALAN-RACANA

Sandi Ambalan yaitu karangan atau ungkapan bebas berisi kode kehormatan dan

gambaran pernyataan kata hati para pramuka penegak atau pandega di ambalan/ racana. Cipta,

rasa, karsa dan cita-cita terasa bermakna bagi para anggotanya, maka dengan adanya sandi

ambalan/ racana dapat menunjukan sikap positif dan kreatif dalam kehidupan sehari hari bagi

ambalan/ racana tersebut.

By Dedy Mirwansyah dmirwansyah@spb.ac.id

Menciptakan sandi :

1. Sandi ambalan/ racana diciptakan oleh penegak/ pandega dan diterima oleh seluruh anggotanya.

2. Penetapan sandi ambalan/ racana dilakukan dalam musyawarah ambalan/ racana.

3. Sandi ambalan/ racana yang telah ditetapkan menjadi milik ambalan/ racana dan ditentukan masa berlakunya.

4. Sandi ambalan/ racana dibaca di depan anggota pada saat diperlukan, antara lain dalam rangkaian upacara pembukaan dan penutupan latihan. Demikian pula sesuai adat istiadat yang telah ditetapkan.

5. Tulisan Sandi ambalan dapat ditulis dalam selembar kertas saja atau kain yang digulung, dan lainnya sesuai kreatifitas ambalan/ racana tersebut.

Berikut contoh Sandi Ambalan/ Racana :

SANDI AMBALAN/ RACANA

KEHORMATAN ITU SUCI JAGA DIRI KARENA HARGA DIRI BERBUDI LUHUR MENOLONG SESAMA TAK KURANG AMAL KARENA KESUKARAN

SABDA PANDITA RATU SATU KATA DALAM KEBENARAN BERKETAPAN HATI SETIAP LANGKAH PANTANG MENJILAT DAN MENYERAH

WIRA ADHI TARUNA KSATRIA YANG SOPAN DAN PERWIRA TAK KENAL STRATA DAN KASTA MEMAPAH BAGI DUKA TANPA PAMRIH

BERSIAP UNTUK HIDUP DAN MATI DENGAN BAHAGIA ITULAH KEHENDAK DAN CITA CITA AMBALAN/ RACANA KITA SEMOGA TUHAN MERACHMATINYA.

Dengan demikian sandi ambalan/ racana merupakan gambaran watak dan pedoman kehidupan

sehari-hari sebagai pegangan kehidupan di lingkungan di ambalan/ racana tersebut.

By Dedy Mirwansyah dmirwansyah@spb.ac.id

ADAT AMBALAN-RACANA

Adat ambalan adalah adat kebiasaan yang ditentukan dan ditaati oleh para Pramuka

Penegak dan Pandega di Suatu Ambalan/ Racana. Adat memiliki tujuan yakni agar dengan adanya

adat kebiasaan tersebut, para Pramuka Penegak dan Pandega dapat membiasakan diri menepati

segala peraturan yang berlaku di tempat mereka.

Memahami adat ambalan/ racana:

1. Proses pembuatan adat ambalan/ racana dilakukan seperti pembuatan sandi ambalan/

racana yaitu melalui musyawarah ambalan.

2. Adat ambalan/ racana sebaiknya tidak usah tertulis, tetapi benar-benar dihayati dan dipatuhi

oleh setiap anggotanya. Jika seseorang merasa telah melanggar adat yang berlaku bersedia

menerima sangsi.

3. Adat Ambalan / Racana harus mampu mendorong para anggotanya untuk bertindak disiplin.,

patuh dan mengarah kepada kehidupan bermasyarakat yang baik dan maju.

4. Di dalam adat Ambalan/ Racana harus terdapat ketentuan :

a. Wajib mengikuti renungan jiwa sebelum dilantik sebagai Penegak Bantara.

b. Variasi dalam melaksanakan pelantikan, dapat menimbulkan kesan menyenangkan yang

sukar dilupakan bagi yang dilantik, seperti misalnya : sebelum dilantik harus mencuci

wajahnya, lalu membersihkan dengan handuk putih, lalu menghormat kepada bendera

sebelum memasuki ruangan, sujud kepada orang tuannya sebelum dilantik dll.

c. Pada upacara kenaikan tingkat, dari Penegak Bantara ke Penegak Laksana ada

pemberian pusaka sesuai dengan adat setempat, antara lain seperti : bamboo runcing

beserta bendera merah putihnya, Panah beserta busurnya, keris dll. Pengadaan dan

pemberian pusaka ini harus disertai maknanya.

5. Adat ambalan/ racana merupakan adat kebiasaan di lingkungan ambalan/ racana yang

merupakan tingkah perilaku yang unik dan positif, contoh :

a. Bagi yang terlambat datang harus menyalami seluruh anggota yang telah hadir

terlebih dahulu,

b. Saling memberikan salam saat bertemu dimana saja.

By Dedy Mirwansyah dmirwansyah@spb.ac.id

c.

Pada saat pembacaan sandi ambalan dalam upacara pembukaan/ penutupan latihan

mengambil sikap/ gerakan tertentu.

d. Pada hakekatnya Adat ambalan/ racana merupakan gambaran watak dan ciri khas

kehidupan di lingkungan ambalan/ racana.

WARNA DAN ARTI KIASAN TKU

Warna dan Arti Kiasan Tanda Kecakapan Umum ( TKU )

1. Kelopak bunga kelapa yang mulai merekah, menggambarkan pertumbuhan tanaman,

mengibaratkan Pramuka Siaga yang sedang tumbuh menjadi tunas calon bangsa.

2. kelopak bunga diletakkan miring, menggambarkan bunga kelapa yang selalu

memperlihatkan sudut miring terhadap batang pohonnya, mengibaratkan keterikatan

Pramuka Siaga dengan keluarga dan orang tuanya.

3. Mayang terurai bertangkai tiga buah, menggambarkan bunga yang sudah mulai

berkembang, indah dan menarik, mengibaratkan Pramuka Penggalang yang riang, lincah

dan bersikap menarik, sebagai calon tunas bangsa yang sedang berkembang, menggladi

dirinya dengan jiwa Pramuka yang berlandaskan pada Trisatya.

4. Mayang terurai yang mekar ke samping, mengibaratkan makin terbukanya pandangan

Pramuka Penggalang, dan menerima pengaruh yang baik dari lingkungan sekitarnya.

5. Bintang bersudut lima mengibaratkan Ketuhanan Yang Mahaesa dan Pancasila.

6. Dua buah tunas kelapa yang berpasangan mengibaratkan keselarasan dan kesatuan gerak

Pramuka Penegak dan Pandega, putera dan puteri, yang sedang membina dirinya sebagai

mahluk pribadi, mahluk sosial dan mahluk Tuhan, menuju cita-cita bangsa yang tinggi,

setinggi bintang di langit, untuk kemudian mengabdikan dirinya ke dalam dank e luar

organisasi Gerakan Pramuka.

7. Tanda Penegak Bantara, Penegak Laksana dan Pandega diletakkan di atas pundak kiri dan

kanan, mengibaratkan pemberian tanggung jawab yang tidak ringan yang dipikulnya sebagai

anggota Gerakan Pramuka dan kader pembangunan bangsa dan negara.

By Dedy Mirwansyah dmirwansyah@spb.ac.id

Arti warna:

1. warna hijau melambangkan kesegaran hidup sesuatu yang sedang tumbuh.

2. warna merah melambangkan kemeriahan hidup sesuatu yang sedang berkembang.

3. warna kuning dan kuning emas melambangkan kecerahan hidup yang menuju ke keagungan

dan keluhuran budi.

4. warna coklat melambangkan kematangan jasmani dan rohani, kedewasaan dan keteguhan.

By Dedy Mirwansyah dmirwansyah@spb.ac.id