Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH

DINAMIKA PENDUDUK THAILAND

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial

Oleh :

Risna Nurlaela Apriani

Rita Sadiatul Aliyah

Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Bantarujeg

2018
PENDAHULUAN

Kerajaan Thai (nama resmi bahasa Thai: ราชอาณาจักรไทย Ratcha Anachak Thai;
atau Prathēt Thai, bahasa Inggris: Thailand) atau dalam bahasa aslinya Mueang
Thai (dibaca: "meng-thai", sama dengan versi Inggrisnya, berarti "Negeri Thai") adalah
sebuah negara di Asia Tenggara. Thailand merupakan negara dengan bentuk kerajaan. Zaman
dahulu Thailand terkenal dengan nama kerajaan Siam. Sejarah mencatat bahwa Thailand
merupakan satu-satunya negara di Asia Tenggara yang tidak pernah dijajah negara lain.
Secara geografis Kerajaan Thailand berbatasan dengan Malaysia di sebelah selatan,
selanjutnya berbatasan dengan Laos dan Kamboja di sebelah timur, berbatasan dengan
Myanmar di sebelah barat.

Kata "Thai" (ไทย) berarti "kebebasan" dalam bahasa Thai, namun juga dapat merujuk
kepada suku Thai, sehingga menyebabkan nama Siam masih digunakan di kalangan warga
negara Thai terutama kaum minoritas Tionghoa. Jadi, Thailand berarti “tanah kebebasan”
untuk menunjukkan bahwa Thailand adalah satu-satunya negara di Asia Tenggara yang tidak
pernah dijajah bangsa Eropa. Kata Mueang Thai (Thai: เมืองไทย) berasal dari
kata mueang (Thai: เมือง) yang berarti bangsa tetapi umumnya merujuk kepada

“kota”. Ratcha Anachak Thai (Thai: ราชอาณาจักรไทย) berarti “Kerajaan Thailand”.

Motto: ชาติ ศาสนา พระมหากษัตริย ์ (Thai) “Negara, Agama, Raja”. Lagu


kebangsaan: Phleng Chat Thai. Lagu kerajaan: Phleng Sansoen Phra Barami. Sampai
tanggal 23 Juni 1939, negara ini bernama resmi Siam (bahasa Thai: สยาม [dibaca: Sayam])
dan kemudian diganti menjadi Thailand. Sempat dirubah kembali menjadi Siam dari tahun
1945 sampai 11 Mei 1949, dan setelah itu kembali ke Thailand. Kata Siam teridentifikasi
dengan bahasa Sansekerta Śyâma (शशशशश, artinya “gelap” atau “coklat”).

Secara etimologi, kata Ratcha Anachak Thai berasal dari: -Ratcha- (dari bahasa
Sansekerta: rajayang berarti “raja”); -ana- (dari bahasa Sansekerta: ājñā yang berarti
“otoritas, komando, kekuatan”); –chak (dari bahasa Sansekerta: cakra atau cakram yang
berarti “roda” yang merupakan simbol dari kekuatan).

PEMBAHASAN
A. Jumlah dan Sebaran Penduduk Thailand
Menurut data tahun 2015, penduduk Thailand mencapai 65.104.000 jiwa.
Jumlah ini menempatkan Thailand dengan jumlah penduduk terbesar keempat di Asia
Tenggara, di bawah Indonesia peringkat pertama, kedua Filipina, dan ketiga Vietnam.
Penduduk negara Thailand sebagian besar tinggal di pedesaan mencapai 55% dari
jumlah semua penduduk. Sedangkan 45% hidup di perkotaan khusus daerah sekitar
mentropolitan Bangkok. Mayoritas penduduk Thailand bermatapencaharian sebagai
petani, hal ini tentu berdampak positif bagi bidang produk ekspor pertanian Thailand
yang menyumbang lebih dari 60% PDB (Produk Domestik Bruto).
Jumlah penduduk Thailand adalah sekitar 64 juta jiwa. Pertumbuhan rata-
ratanya 1,5%, dengan kematian bayi sebesar 26 jiwa dari 1.000 bayi yang lahir.
Jumlah penduduk yang melek huruf sebesar 93.8%. Jumlah penduduk Thailand lebih
sedikit daripada Vietnam (80 juta jiwa), Filipina (73 juta jiwa) dan Indonesia (210 juta
jiwa), tetapi lebih banyak daripada negara terdekatnya, yaitu Myanmar (50 juta jiwa),
Malaysia (22 juta jiwa), Kamboja (11 juta jiwa) dan Laos (5 juta jiwa).
Pertumbuhan rata-rata penduduk Thailand lebih tinggi dari Cina (1,2%), tetapi
lebih rendah dari negara-negara tetangga lainnya, yaitu Laos (2,9%), Filipina (2,3%),
Malaysia (2,4%), Vietnam (2,3%), Kamboja (2,5%), Myanmar (2,1%) dan Indonesia
(1,7%). Rata-rata kematian bayi di Thailand lebih rendah dari semua negara-negara
yang disebutkan di atas, kecuali Malaysia. Rata-rata jumlah penduduk yang melek
huruf di Thailand lebih tinggi daripada negara-negara tersebut.
Thailand yang memiliki area seluas 513.115 km2, besarnya hampir sama
dengan Pulau Sumatera. Terletak diantara 6° dan 21° lintang utara dan 97° dan 106°
bujur timur. Di sebelah utara berbatasan dengan Myanmar dan Laos, di sebelah barat
dengan Myanmar, di sebelah timur dengan Kamboja dan Laos, dan di sebelah selatan
berbatasan dengan Malaysia (dan Teluk Thailand). Jarak terjauh utara-selatannya
sekitar 1500 km dan jarak terjauh timur baratnya sekitar 800 km.
Topografinya berupa tapak tanah yang dilewati oleh aliran sungai-sungai yang
berliku-liku di pusat Thailand, dengan dataran tinggi di timur laut, hutan dan
pegunungan serta bukit-bukit di sebelah utara, dan di selatan kebanyakan berupa
bukit-bukit.
Pusat Thailand – Daerah pusat dianggap sebagai jantungnya negara Thailand.
Pada dasarnya daerah ini berupa tapak tanah yang dilewati oleh Sungai Chao Phaya.
Daerah ini merupakan daerah yang paling subur sehingga dikembangkan proyek
irigasi serta kanal, yang menjadikan daerah ini sebagai penghasil utama beras. Daerah
ini juga merupakan daerah yang padat penduduknya, dengan ibukota Bangkok di
tengah-tengahnya.
Utara Thailand – Wilayah ini terdiri dari barisan pegunungan dengan
ketinggian rata-rata 1.200 m di bawah permukaan laut, serta lembah Ping, Wang,
Yom dan sungai Nan. Sebagian besar daerah pegunungan ini berupa hutan hujan
tropis, yang banyak menghasilkan kayu-kayu bermutu seperti kayu jati. Tetapi pohon-
pohon mulai banyak ditebangi, sehingga pemerintah menjatuhkan hukuman bagi yang
menebang secara liar. Doi Inthanon yang memiliki ketinggian 2.595m merupakan
daerah tertinggi di barat laut Thailand. Dahulu di wilayah Indocina terdapat tiga
kerajaan Thai yang pertama yang terletak di sebelah utara Thailand, yaitu Sukhothai,
Chiang Mai dan Chiang Saen. Kota terbesar kedua di Thailand adalah Chiang Mai
yang terletak di daerah utara. Wilayah paling utara Thailand dijuluki sebagai Golden
Triangle (segitiga emas), salah satu penghasil opium terbesar di dunia.
Timur Laut Thailand – Wilayah ini terdiri dari dataran tinggi yang disebut
Dataran Tinggi Khorat dengan ketinggian rata-rata 200m. Tanah di daerah ini kurang
subur, berpasir dan jarang turun hujan, kecuali pada saat musim hujan dari bulan Juni
sampai Oktober. Sehingga daerah ini memiliki sedikit daerah pertaniannya, karena
banyak wilayahnya yang berupa padang rumput dan semak belukar. Wilayah timur
laut ini merupakan wilayah yang pembangunannya lambat dan kurang dikenal.
Pantai Timur – Secara geografis, wilayah ini terletak di sepanjang bagian
paling selatan dari timur laut Thailand dan tidak terpisah dengan bagian timur laut
Thailand tersebut. Secara administratif, wilayah ini berdiri sendiri. Tetapi secara
geografis, wilayah ini memang masuk dalam wilayah timur laut Thailand. Wilayah ini
terkenal sebagai wilayah terkaya kedua setelah pusat Thailand. Perindustrian Pantai
Timur berkembang dengan baik dan memiliki prasarana pariwisata yang lengkap.
Daerah ini terkenal sebagai penghasil buah durian dan mangga, dan juga penghasil
batu-batuan (batu delima dan batu safir).
Selatan Thailand – Sebagian wilayah selatannya merupakan Malay Peninsula,
dimana topografinya berupa pegunungan dengan tanah teras. Wilayah ini sedang
mengembangkan wilayahnya sebagai daerah pariwisata. Wilayah ini juga
menghasilkan kekayaan alam yang paling penting, yaitu timah dan karet.

B. Komposisi Penduduk Thailand


Berdasarkan umur penduduk sebagian besar penduduk Thailand merupakan
usia produktif antara 15-64 tahun sebanyak 70% sedangkan usia 0-4 tahun mencapai
22% dan usia 65 tahun ke atas mencapai 8%. Sebagian penduduk Thailand
merupakan suku Thai dan Suku Lao, selain itu juga terdapat suku Tionghoa serta
Suku Melayu yang banyak tinggal di bagian selatan Thailand. Sedangkan kompoisisi
penduduk berdasarkan penganut agama maka penganut terbesar adalah agama
Buddha mencapai jumlah 94,5%, agama Islam mencapai 4,3% sedangkan Kristen
mencapai 1,2%.
Populasi Kerajaan Thai didominasi etnis Thai dan etnis Lao, yang berjumlah
3/4 dari seluruh penduduk. Selain itu juga terdapat komunitas besar etnis
Tionghoa yang secara sejarah memegang peranan yang besar dalam bidang ekonomi.
Etnis lainnya termasuk etnis Melayu di selatan, Mon, Khmer dan berbagai suku orang
bukit. Sekitar 94.63% penduduk Kerajaan Thai adalah pemeluk
agama Buddhaaliran Theravada, namun ada minoritas kecil pemeluk
agama Islam, Kristen dan Hindu. Bahasa Thai merupakan bahasa nasional Kerajaan
Thai, yang ditulis menggunakan aksaranya sendiri, tetapi ada banyak juga bahasa
daerah lainnya. Bahasa Inggris juga diajarkan secara luas di sekolah.
Di Thailand modern, tidak ada konflik antar suku. Bila ada konflik, biasanya
terjadi di sebagian besar wilayah selatan kerajaan. Tetapi konflik yang terjadi bukan
karena perbedaan suku, melainkan karena perbedaan agama. Mayoritas penduduk di
wilayah selatan menganut agama Islam, dan mereka memiliki ciri khas Melayu serta
menggunakan bahasa Melayu di samping bahasa Thai. Walaupun hubungan antara
wilayah selatan dan Bangkok kerap kali kurang harmonis, tetapi konflik tidak pernah
berkembang hingga wilayah tersebut ingin memisahkan diri dari Thailand.
Hubungan antar suku di Thailand merupakan hubungan yang harmonis, sebab
tidak pernah terjadi konflik antar suku. Walaupun tidak ada suku minoritas di
Thailand (seperti suku kurdi di Irak, Iran dan Turki), tetapi ada banyak suku-suku
bangsa kecil yang hidup bermasyarakat di samping masyarakat Thai sendiri.
Kebanyakan masyarakat suku-suku bangsa ini tinggal di wilayah bagian utara
Thailand.
Di samping masyarakat Thai sendiri, ada juga masyakat budaya lain yang
tinggal di Thailand. Orang-orang Thai ada juga yang tinggal di wilayah Yunnan di
selatan Cina, dan bahasa yang digunakan adalah bahasa Thai dengan dialek seperti
orang Cina (lebih lengkapnya lagi, lihat bab mengenai bahasa). Semenjak awal abad
milenium kedua masehi, mulai banyak orang yang berimigrasi ke Thailand. Sehingga
saat ini masyarakat Thailand sudah berbaur dengan masyarakat imigran yang tinggal
di Thailand. Adapula sejumlah kawasan khusus bagi masyarakat pendatang.
Thailand, atau yang sering disebut Siam, memberikan suaka politik bagi
bangsa-bangsa dari negara-negara tetangga yang pergi meninggalkan wilayahnya
akibat konflik agama maupun suku yang dialaminya. Seperti orang-orang Kristen
Vietnam, masyarakat Mon dari Myanmar, dan masyarakat yang menentang kebijakan
politik dari Kamboja, mencari dan mendapat tempat-tempat penampungan di Thailand
sejak beratus tahun yang lalu. Selain itu juga banyak orang Cina yang berimigrasi ke
Thailand. Orang-orang Cina yang datang ke Thailand biasanya untuk tujuan
berdagang. Taksin merupakan satu-satunya raja Thailand (1767-1782) yang
mempunyai ayah orang Cina dan ibunya orang Thai.

C. Budaya Thailand
Kebudayaan Thailand terbentuk dari beberapa pengaruh kebudayaan dari
China, Indoia, Kamboja, Laos, dan Burma. Pengaruh agama Buddha sangat tinggi
dalam kebudayaan negara tersebut. Arsitektur sangatdipengaruhi kebudayaan dari
agama Buddha sedangkan karya-karya sastra mendapat pengaruh dari budaya Hindu
di India seperti cerita Ramayana yang dalam budaya Thailand disebut Ramakein.
Sebagian besar wilayah utara Thailand masih di bawah pengaruh Myanmar. Tidak
hanya berpengaruh pada arsitektur bangunannya saja, tapi juga budaya dari suku-suku
yang mendiami wilayah tersebut.
Ciri khas dari penduduk Thailand dapat dilihat dari budaya, bahasa, agama
dan politiknya, ketimbang kesukuannya. Dalam pengucapan bahasa Thai, memiliki
sedikit perbedaan antara masyarakat di wilayah selatan, utara maupun timur laut.
Tetapi penulisannya tetap sama. Kebijakan politik Thailand di bawah pengaruh
kerajaan, yang saat ini dipimpin oleh raja Bhumiphol Adulyadej.
Ucapan penyambutan yang umum di Thailand adalah isyarat bernama wai,
yang gerakannya mirip dengan gerakan sembahyang. Hal-hal yang tabu dilakukan di
antaranya menyentuh kepala seseorang dan menunjuk dengan kaki, karena kepala dan
kaki masing-masing merupakan bagian tubuh yang paling atas dan bawah.
Masakan Thailand mencampurkan empat macam rasa yang dasar: manis,
pedas, asam dan asin. Rempah-rempah yang umumnya digunakan dalam masakan
Thailand adalah bawang, cabe, perasan jeruk nipis, daun jeruk nipis, dan saus ikan.
Thailand adalah pengekspor beras terbesar di dunia dan penduduk Thailand
mengkonsumsi lebih dari 100 kg beras per orang per tahun.
Beberapa makanan khas Thailand sudah terkenal di mancanegara seperti Phad
Thai, Tom Yam, Kalamae, Som Tam, Tom Khai Kai, Thai Tea dan Mango Sticky
Rice. Pakaian khas Thailand yaitu Model pakaian tradisional Thailand yang paling
populer dan paling banyak dikenakan oleh para wanita setempat memiliki ukuran
yang sangat panjang dan sangat ketat pada bagian roknya. Secara garis besar busana
tersebut terdiri atas tiga bagian utama, yaitu bagian atas yang disebut hua dosa, bagian
tengah (perut) yang disebut dosa tua, serta bagian bawah (frill) yang disebut timah
dosa. Semua bagian ini terbuat dari bahan yang sama meski warna dan pola hiasnya
berbeda. Sedangkan olahraga yang terkenal ada Thai Boxing.

Gambar 1. Street Food Thailand Gambar 2. Olahraga Thai Boxing

Gambar 3. Pakaian Adat Thailand

KESIMPULAN

Thailand merupakan negara berbentuk kerajaan yang berada di Asia Tenggara.


Kerajaan Thai (nama resmi bahasa Thai: ราชอาณาจักรไทย Ratcha Anachak Thai;
atau Prathēt Thai, bahasa Inggris: Thailand) atau dalam bahasa aslinya Mueang
Thai (dibaca: "meng-thai", sama dengan versi Inggrisnya, berarti "Negeri Thai"). Thailand
berbatasan dengan Laos dan Kamboja di timur, Malaysia dan Teluk Siam di selatan, dan
Myanmar dan Laut Andaman di barat. Thailand dahulu dikenal sebagai Siam sampai tanggal
11 Mei 1949. Kata "Thai" (ไทย) berarti "kebebasan" dalam bahasa Thai, namun juga dapat
merujuk kepada suku Thai, sehingga menyebabkan nama Siam masih digunakan di kalangan
warga negara Thai terutama kaum minoritas Tionghoa.

Menurut data tahun 2015, penduduk Thailand mencapai 65.104.000 jiwa. Jumlah ini
menempatkan Thailand dengan jumlah penduduk terbesar keempat di Asia Tenggara, di
bawah Indonesia peringkat pertama, kedua Filipina, dan ketiga Vietnam. Penduduk negara
Thailand sebagian besar tinggal di pedesaan mencapai 55% dari jumlah semua penduduk.
Sedangkan 45% hidup di perkotaan khusus daerah sekitar mentropolitan Bangkok. Mayoritas
penduduk Thailand bermatapencaharian sebagai petani, hal ini tentu berdampak positif bagi
bidang produk ekspor pertanian Thailand yang menyumbang lebih dari 60% PDB (Produk
Domestik Bruto).

Berdasarkan umur penduduk sebagian besar penduduk Thailand merupakan usia


produktif antara 15-64 tahun sebanyak 70% sedangkan usia 0-4 tahun mencapai 22% dan
usia 65 tahun ke atas mencapai 8%. Sebagian penduduk Thailand merupakan suku Thai dan
Suku Lao, selain itu juga terdapat suku Tionghoa serta Suku Melayu yang banyak tinggal di
bagian selatan Thailand. Sedangkan kompoisisi penduduk berdasarkan penganut agama maka
penganut terbesar adalah agama Buddha mencapai jumlah 94,5%, agama Islam mencapai
4,3% sedangkan Kristen mencapai 1,2%.

Beberapa makanan khas Thailand sudah terkenal di mancanegara seperti Phad Thai,
Tom Yam, Kalamae, Som Tam, Tom Khai Kai, Thai Tea dan Mango Sticky Rice. Pakaian
khas Thailand yaitu model pakaian tradisional Thailand yang paling populer dan paling
banyak dikenakan oleh para wanita setempat memiliki ukuran yang sangat panjang dan
sangat ketat pada bagian roknya. Sedangkan olahraga yang terkenal ada Thai Boxing.

Referensi :

https://id.wikipedia.org/wiki/Thailand

https://eurekatraveler.wordpress.com/2008/05/17/semuanya-tentang-thailand/

http://hedisasrawan.blogspot.com/2013/03/thailand-artikel-lengkap.html