Anda di halaman 1dari 11

Penyimpangan Aqidah 1 diikuti dengan keesaan tauhid, iman, serta

ikhlas maka hal dipandang syirik


1. Ketidaktahuan terhadap aqidah shahihah - Syirik ada yang mengklasifikasikan kepada dua,
(yang benar). Hal ini bisa dikarenakan tidak yaitu syirik akbar (besar) dan syirik asghar
mau (enggan) mempelajari dan (kecil).
mengajarkannya, atau bisa juga karena - Syirik akbar adalah dapat mengeluarkan
kurangnya perhatian terhadap masalah pelakunya dari jalan islam dan baginya wajib
aqidah ini kekal di dalam neraka, dan haram pula
2. Ta’ashshub (fanatisme) terhadap sesuatu untuknya surga hal ini apabila ia mati dalam
yang diwarisi dari nenek moyang atau orang keadaan syirik
terdahulu, sekalipun itu salah - Syirik asghar, ia tidak sampai mengeluarkan
3. Taqlid buta, yaitu mengambil dan mengikuti pelakunya dari Islam, tetapi ia termasuk
pendapat manusia dalam masalah aqidah sebesarbesarnya diantara dosa yang paling
tanpa mengetahui dalilnya dan tanpa besar
menyelidiki seberapa jauh kebenaran dalil
Bentuk syirik:
tersebut
4. Ghuluw (berlebihan) dalam mencintai para - Bersumpah kepada selain Allah
wali dan orang-orang shalih. Menjadikan - Menggantung/memakai Jimat
para wali sebagai perantara antara Allah dan - Rukyah dan Pelet. Untuk rukyah tidak dilarang
makhlukNya, sehingga sampai pada tingkat apabila mmenuhi syarat:
penyembahan para wali tersebut dan bukan (a) menggunakan kalam Allah (al-
menyembah Allah Qur’an) atau nama dan sifat-sifat-Nya,
5. Ghaflah (lalai) terhadap perenungan ayat- (b) Dengan bahasa ‘arab atau dengan
ayat Allah yang terhampar di jagat raya ini bahasa yang diketahui atau dipahami
(ayat-ayat kauniyah) dan ayat-ayat Allah maknanya,
yang tertuang dalam KitabNya (ayat-ayat (c) menyakini bahwa rukyah itu tidak
Qur’aniyah), lebih mengedepankan memberi bekas/pengaruh, kecuali
rasionalitas. Sikap ini melahirkan keyakinan dengan kekuasaan Allah
bahwa kemajuan teknologi dan sains adalah 2. BID’AH. Bid’ah merupakan segala sesuatu
hasil jerih payah manusia semata, tidak ada yang dibuat-buat oleh sebagian orang yang
campur tangan Allah SWT dulunya tidak ada menjadi ada
- Hasbi Ash Shiddiqi menytajan bahwa bid’ah
Bentuk Penyimpangan
adalah “yaitu segala sesuatu yang diada-
1. SYIRIK. Syirik kata dasarnya adalah syarika adakan dalam bentuk yang belum ada
yang berarti ‘jadilah ia berteman atau contohnya”
bersekutu’, kemudian ditambah awalan - Pekerjaan menciptakan bid’ah dalam bahasa
hamzah menjadi asyraka yang berarti arab dinamai ibtida’. Barang yang dibuat itu,
menyekutukan atau menjadikan sesuatu dinamai bid’ah, demikian juga rupa dan
(yang satu) menjadi dua (ja’ala syarīkan) kelakuannya
- Dalam Islam syirik di artikan dengan keyakinan - id’ah menurut definisi syar’i adalah setiap
Tuhan yang banyak orang yang menyembah Allah tanpa syariat
- Dalam tauhid, syirik dimaknai sebagai suatu yang Dia tetapkan, baik itu dalam akidah,
keyakinan bahwa terdapat kekuatan lain ucapan, dan perbuatan
bersama Allah dalam pelaksanaan takdir dan - Barang siapa menyembah Allah tanpa syariat
pengaturan alam yang ditetapkan-Nya, baik dari segi akidah,
- Syirik juga diartikan ialah percaya, bahwa ada ucapan, atau perbuatan maka ia adalah
yang memberi bekas selain Allah dan percaya seorang Mubtadi’ (pelaku)
bahwa ada sesuatu yang mempunyai
Contoh perbuatan bid’ah:
kekuasaan yang mutlak selain Allah
- Dalam tataran pelaksanaan ibadah/amaliyah, - Segala hal yang bertentangan dengan sunnah
syirik juga ada yang memaknai apabila berupa ucapan, pebuatan atau keyakinan,
seseorang yang melakukan ibadah atau walaupun berasal dari ijtihad
‘amaliyah dengan tujuan selain Allah tanpa
- Segala perkara yang digunakan untuk - Mengkafirkan sesama muslim tanpa dalil syar’i
mendekatkan diri kepada Allah, padahal seperti mengkafirkan muslim hanya karena
Rasulullah telah melarangnya bukan kelompoknya
- Segala perkara yang tidak mungkin disyariatkan
PLURALISME AGAMA
kecuali dengan nash (dalil), kecuali amalan
yang berasal dari sahabat pada masa Pluralisme agama adalah suatu paham yang
Rasulullah SAW mengajarkan bahwa semua agama adalah sama
- Peribadatan dari kebiasaan kaum kafir atau dan karenanya kebenaran setiap agama adalah
sesuatu yang diklaim bagian darinya relatif; oleh sebab itu, setiap pemeluk agama
- Apa yang ditetapkan sebagian ulama tentang tidak boleh mengklaim bahwa hanya agamanya saja
kesunahannya, padahal tidak ada dalilnya yang benar sedangkan agama yang lain salah •
- Segala ibadah yang tatacaranya tidak Pluralisme agama juga mengajarkan bahwa semua
disebutkan kecuali dari hadis dha’if atau pemeluk agama akan masuk dan hidup
maudhu berdampingan di surga
- Berlebih-lebihan dalam ibadah
- Segala ibadah yang disyariatkan oleh syar’i, LIBERALISME
tetapi manusia membatasinya dengan - Liberalisme agama adalah memahami nash-
beberapa batasan, seperti tempat, waktu, cara nash agama (alQur’an dan Sunnah) dengan
atau bilangan menggunakan akal pikiran yangg bebas; dan
Cara Menghindari Penyimpangan hanya menerima doktrin-doktrin agama yang
sesuai dengan akal pikiran semata
- Terus mendekatkan diri kepada Allah
- Belajar aqidah dan ajaran Islam lainnya dengan SEKULARISME
benar dan bersumber pada rujukan yang benar - Sekularisme agama adalah memisahkan urusan
- Mengamalkan ajaran Islam dengan benar dan dunia dari agama; agama hanya digunakan
didasarkan dalil yang bersumber dari al-Qur’an untuk mengatur hubungan pribadi dengan
dan as-Sunnah Tuhan, sedangkan hubungan sesama manusia
- bergaul dengan orang sholeh; orang yang diatur hanya dengan berdasarkan
memiliki pemahaman dan pengamalan Islam kesepakatan sosial
dengan benar
SYI’AH
PENYIMPANGAN AQIDAH (2)
- Kata "Syi'ah" menurut etimologi bahasa Arab
CIRI – CIRI AJARAN SESAT bermakna: Pembela dan pengikut seseorang.
Selain itu juga bermakna: Kaum yang
- Mengingkari salah satu dari rukun iman dan
berkumpul atas suatu perkara
rukun Islam - dapun menurut terminologi Islam, kata ini
- Meyakini dan atau mengikuti aqidah yang tidak
bermakna: mereka yang menyatakan bahwa Ali
sesuai dengan Alquran dan sunnah
bin Abi Thalib adalah yang paling utama di
- Meyakini turunnya wahyu setelah al quran
antara para sahabat dan yang berhak untuk
- Mengingkari otentisitas dan atau kebenaran isi memegang tampuk kepemimpinan atas kaum
Alquran
Muslim, demikian pula anak cucunya
- Melakukan penafsiran Alquran yang tidak
berdasarkan kaidah-kaidah tafsir • CIRI SYI’AH
Mengingkari kedudukan Hadist/Sunnah
- Kesucian para imam (‘Ishmatul A’immah)
Rasulullah SAW
- Wasiat pengganti Nabi (al-Washiyah). Dalam
- Menghina, melecehkan dan atau merendahkan
Syiah dikenal istilah Rafidhah yaitu orang yang
para nabi dan rasul
menolak para sahabat, menyakini pengganti
- Mengingkari Nabi Muhammad sebagai nabi
Nabi itu adalah Ali bin Abi Thalib
dan rasul terakhir
- Kultus terhadap Ali bin Abi Thalib
- Mengubah, menambah dan atau mengurangi
- Validitas Hadits hanya berasal dari ahlu baits
pokokpokok ibadah yang telah ditetapkan oleh
(keluarga Nabi)
syariah, seperti haji tidak ke baitullah, salat
wajib tidak 5 waktu.
MACAM SYI’AH

- Syiah Ghaliyah atau Ghulat, kelompok ini


sampai menganggap Ali sebagai Nabi
bahkan sampai menuhankannya. Ulama
sepakat kelompok ini sesat dan kafir
- Syiah Rafidhah, kelompok ini meyakini
adanya wasiat Nabi terhadap Ali dan
mencaci sahabat Nabi yang lain, bahkan
mengkafirkannya. Ulama sepakat
kelompok ini sesat
- Syiah Zaidiyah, kelompok ini pengikut
Zaid bin Ali Zainal Abidin yang lebih
mengutamakan Ali bin Abi Thalib
dibanding sahabat Nabi lainnya, tetapi
masih menghormati serta loyal kepada
Abu Bakar dan Umar bin Khattab sebagai
khalifah yang sah

AHMADIYAH

- Ahmadiyah adalah suatu aliran yang


meyakini ada nabi setelah Nabi
Muhammad saw, mereka meyakini Mirza
Gulam Ahmad sebagai nabi mereka
- Selain itu mereka mempunyai kitab suci
yang dikenal dengan nama Tadzkirah
sebagaimana umat Islam mempunyai
AlQur`an
- Aliran ini didirikan oleh Mirza Ghulam
Ahmad (1835-1908) pada tahun 1889, di
sebuah kota kecil yang bernama Qadian
Punjab India. Mirza Ghulam Ahmad
mengaku sebagai Mujaddid, al-Masih
dan al-Mahdi
- Ahmadiyah adalah suatu aliran yang
meyakini ada nabi setelah Nabi
Muhammad saw, mereka meyakini Mirza
Gulam Ahmad sebagai nabi mereka
- Selain itu mereka mempunyai kitab suci
yang dikenal dengan nama Tadzkirah
sebagaimana umat Islam mempunyai
AlQur`an
- Aliran ini didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad Rukun Iman dan Hikmahnya (1)
(1835-1908) pada tahun 1889, di sebuah kota
Makna Iman
kecil yang bernama Qadian Punjab India. Mirza
Ghulam Ahmad mengaku sebagai Mujaddid, al- - Iman adalah percaya dan membenarkan bahwa
Masih dan al-Mahdi tiada Tuhan kecuali Allah dan Nabi Muhammad
adalah utusan-Nya.
- Pengertian ini membawa tidak hanya pada
obyek-obyek rukun iman saja, tetapi juga
mencakup pengimanan atas kewajiban shalat,
zakat, puasa, haji dan sebagainya, demikian
juga mengimani pengharaman sesuatu dan
semua larangan-Nya (M. Amin Syukur, 2006: - Pengetahuan manusia tentang malaikat
39) semata-mata berdasar al-Qur’an dan
- Iman adalah kepercayaan yang terhujam di keterangan Nabi SAW
kedalaman hati dengan penuh keyakinan, tak
TUGAS MALAIKAT
ada perasaan syak dan ragu-ragu, serta
mempengaruhi orientasi kehidupan, sikap dan - Mendoakan orang mukmin; memohon rahmat
aktifitas keseharian (Qardlawi, 2003: 27) dan ampunan bagi mereka
- Iman memiliki unsur-unsur yang merupakan - Mencatat perbuatan manusia
satu kesatuan tak terpisahkan, yaitu: - Memperkukuh pendirian orang mukmin
 membenarkan dengan hati (tasdiq bil qalb) - Mencabut nyawa
 mengucapkan dengan lisan (iqrar bil lisan) - Menggembirakan hati orang mukmin
 melakukan perbuatan dengan anggota - Membaca doa bersama orang yang shalat
badan (al-amal bil arkan) - Hadir dalam shalat-shalat Subuh dan Ashar
- - Mendengarkan bacaan al-Qur’an
- Menghadiri majelis dzikir dan pengajian
Iman Kepada Allah - Memberitahu tentang orang-orang yang
dicintai Allah dan orang-orang yang dibenci
- Iman kepada Allah berarti menyakini akan
Allah
wujud Allah serta mengesakan-Nya, baik dalam
dzat, asma, sifat maupun perbuatan-Nya Konsep Jin, Iblis, dan Syetan
- Iman kepada Allah harus bersih dan murni,
menutup setiap celah yang akan menimbulkan - Selain malaikat, ada makhluk ghaib lain yang
perbuatan syirik (menyekutukan Allah) bernama Jin, Iblis, dan Syetan
- Bukti adanya Allah - Jin secara bahasa artinya bersembunyi.
 melalui akal fikiran dengan merenungi Dinamakan al-jin karena tersembunyi dari
ciptaan-Nya (Al-Baqarah/2: 164) pandangan manusia
 melalui dalil fitrah (.S. ar-Ruum/30: 30) - Iblis menurut sebagian ahli bahasa berarti
putus asa. Dinamakan iblis karena ia putus asa
 dengan naqli (al-Qur’an dan as-Sunnah)
dari rahmat Allah
Iman Kepada Malaikat - Jin merupakan makhluk ghaib yang diciptakan
Allah SWT dari api
- Iman pada malaikat adalah salah satu unsur - Sebagaimana manusia, jin merupakan makhluk
rukun iman yang tidak boleh tercampur Allah yang mukallaf (terkena beban untuk
sedikitpun dengan keraguan menjalankan syari’at Allah). Ajaran yang diikuti
- Malaikat secara bahasa berarti ar-risalah (misi adalah ajaran Rasul seperti Rasulnya manusia
atau pesan) - Bangsa jin ada yang patuh dan juga ada
- Secara istilah malaikat adalah makhluk ghaib durhaka
yang diciptakan oleh Allah SWT dari cahaya - Jin yang durhaka adalah Iblis, karena dia
dengan wujud dan sifat-sifat tertentu menolak perintah Allah untuk sujud kepada
- Malaikat merupakan makhluk ghaib yang Adam
wujudnya tidak dapat dilihat, diraba, didengar, - Iblis merupakan nenek moyang syetan yang
dicium, dan dicicipi (dirasakan) oleh manusia, selalu durhaka kepada Allah SWT dan bertekad
kecuali jika Malaikat menampilkan diri dalam untuk menggoda manusia agar mengkuti
rupa seperti manusia langkah mereka dan menentang Allah SWT
- Malaikat tidak bersifat materi, tetapi sebagai  Terkait Jin Qorin
tabiatnya ia dapat menjelma ke alam materi - Qorin adalah jin yang ditugasi untuk
- Malaikat tidak dilengkapi hawa nafsu, tidak mendampingi setiap manusia dengan tugas
memiliki keinginan seperti manusia, tidak menggoda dan menyesatkannya dan dia
berjenis lelaki dan perempuan, dan tidak termasuk setan dari kalangan jin
berkeluarga - Qorin adalah setan yang ditugasi untuk
- Malaikat memiliki sifat selalu menyesatkan manusia dengan izin Allah. Dia
memperhambakan diri kepada Allah dan patuh bertugas memerintahkan kemungkaran dan
akan segala perintah-Nya, serta tidak pernah mencegah yang ma’ruf (Syaikh Ibnu Utsamain)
berbuat maksiat dan durhaka kepada Allah - silahkan lihat al-Baqarah ayat 286)
SWT - Keberadaan jin qorin ini dimaknai dari:
- “Siapa yang berpaling dari dzikir kepada Ar- - Kitab terdahulu menggunakan bahasa yang
Rahman maka kami akan buat syaithon telah hilang, bahasa Al-Qur’an masih tetap
berkuasa terhadap sehingga dia menjadi terjaga
qorinnya” [Az-Zukhruf: 36] - Wahyu Allah dalam kitab dahulu bercampur
- “Setiap orang di antara kalian telah diutus dengan perkataan manusia, wahyu dalam al-
untuknya seorang qorin (pendamping) dari Qur’an murni berasal dari Allah
golongan jin.” Para sahabat bertanya, - Al-Qur’an mengukuhkan kebenaran kitab-kitab
“Termasuk Anda, wahai Rasulullah?” Beliau sebelumnya
menjawab: “Termasuk saya, hanya saja Allah
Hikmah Iman Kepada Kitab (al-Qur’an)
membantuku untuk menundukkannya,
sehingga dia masuk Islam. Karena itu, dia tidak - Menumbuhkan rasa cinta sejati
memerintahkan kepadaku kecuali yang baik.” - Menimbulkan gairah untuk membacanya,
(HR. Muslim) karena membacanya merupakan bagian dari
ibadah
- Memberi inspirasi untuk belajar dari kehidupan
Golongan Syetan (Hizbu Syaithan) umat terdahulu
- Menjadikan hidup lebih terarah dan nyaman
- Cara syetan menggoda manusia dengan; tadhil karena adanya panduan yang jelas
(menyesatkan) dan takhwif (menakut-nakuti)
- Syetan menyesatkan manusia melalui; bisikan Iman Kepada Nabi/Rasul
(waswasah), lupa, angan-angan (menghayal),
- Nabi berarti yang ditinggikan atau dapat juga
memandang baik perbuatan maksiat, janji
berita
palsu, tipu daya, hambatan (menghalangi), dan
- Nabi berarti orang yang ditinggikan derajatnya
permusuhan
oleh Allah dengan memberinya berita (wahyu)
- Syetan menakut-nakuti yaitu menakut-nakuti
- Rasul berarti yang diutus
manusia agar tidak berani mengatakan yang
- Rasul berarti seorang yang diutus Allah SWT
benar, dengan dimunculkannya kekhawatiran
untuk menyampaikan misi atau pesan
terhadap dampak yang akan diakibatkan bila
- Nabi atau Rasul adalah manusia biasa, laki-laki,
manusia itu memiliki sikap berani
yang dipilih oleh Allah untuk menerima wahyu
Hikmah Iman Kepada Malaikat - Apabila tidak diiringi kewajiban menyampaikan
wahyu tersebut maka dinamakan Nabi
- Semangat berbuat baik di segala tempat dan - Namun apabila diiringi kewajiban
waktu menyampaikan wahyu tersebut maka
- Mendorong untuk selalu dekat dengan Allah, dinamakan Rasul
mensucikan hati dan membersihkan diri dari - Tidak semua orang bisa menjadi seorang
sifat-sifat yang tidak disukai Allah Nabi/Rasul
- Menjauhkan diri dari sikap kufur (kekafiran) - Pemilihan seseorang menjadi Nabi/Rasul
Iman kepada Kitab Allah ditentukan dan hak preogratif dari Allah SWT
- Seseorang yang terpilih sebagai Nabi/Rasul
- Kitab berarti tulisan. Kitab adalah kitab suci memiliki prasyarat kepribadian, sebagai
yang diturunkan oleh Allah kepada para Nabi berikut:
dan Rasul-Nya - al-Mitsaliyah (keteladanan)
- Kitab berisikan wahyu Allah yang berarti kalam - Syaraf al-Nasab (keturunan yang mulia)
Allah yang diturunkan kepada para Nabi dan - ‘Amil al-Zaman (dibutuhkan oleh zaman)
Rasul-Nya
- Kitab Allah terdiri dari: Kitab Zabur, Taurat, Injil Sifat Nabi/Rasul
dan al-Qur’an - Setiap Nabi dan Rasul memiliki sifat: Shidiq
Perbedaan Al-Quran dengan Kitab Terdahulu (Benar), Amanah (dapat dipercaya), Fathonah
(Cerdas),, dan Tabligh (Menyampaikan)
- Kitab terdahulu sudah hilang keutuhan dan - Nabi/Rasul adalah manusia yang ma’shum,
kemurniaannya, al-Qur’an masih tetap terjaga terjaga dari segala perbuatan dosa dan
- Kitab terdahulu untuk golongan tertentu, al- maksiat, baik kecil maupun besar
Qur’an untuk seluruh umat hingga hari akhir
- Sebagai manusia Nabi/Rasul bisa juga berlaku ALAM KUBUR (ALAM BARZAKH)
salah dan lupa
- Setiap jiwa manusia akan mengalami mati,
Tugas dan Mukjizat Rasul kematian sering disebut juga sebagai kiamat
shugra (kiamat kecil)
- Setiap Rasul ditugaskan untuk mengajak umat
- Alam kubur bukan dimaknai sebagai
manusia untuk bertauhid, mengesakan dan
“kuburan”, tetapi sebuah masa yang akan
menyembah hanya kepada Allah
dilalui oleh setiap orang yang mengalami
- Cara penyampaiannya dapat dilakukan dengan
kematian
basyiran (kabar gembira) dan nadziran
- Sering disebut sebagai alam barzakh, yang
(peringatan)
berarti pemisah dua hal, yaitu pemisah antara
- Untuk pelaksanaannya Nabi/Rasul terkadang
dunia dan akhirat
diberi Mukjizat; kejadian luar biasa yang
diberikan Allah kepada Rasul yang bersifat PERHATIAN AL-QUR’AN TERHADAP HARI AKHIR
melemahkan dan tidak bisa ditandingi
- Sering disebut langsung iman kepada hari akhir
Perbedaan Sikap kepada Rasulullah SAW dan setelah iman kepada Allah
Rasul sebelumnya - Banyaknya al-Qur’an menyebut hari akhir
dibanding masalah ghaib lainnya
- Kepada Rasulullah mengakui kebenarannya,
- Banyaknya nama-nama hari akhir yang masing-
mencintai, mentaati, dan mengikuti beliau
masing menunjukkan proses, peristiwa, dan
- Kepada Rasul sebelumnya mengakui
keadaan yang terjadi pada hari itu
kebenarannya dan mencintainya
TANDA-TANDA HARI AKHIR
Hikmah Iman Kepada Rasul
- Tanda-tanda Kecil (shugra):
- Semakin memantapkan keimanan kepada Allah
 diutusnya Nabi Muhammad SAW,
- Semakin memantapkan keimanan pada
 wanita budak melahirkan tuannya,
Rasulullah SAW
 orang sudah berlomba-lomba bermegah-
- Belajar meneladani kehidupan para Rasul dan
megahan,
mengambil ibrah dari cara hidup umat
 lenyapnya ilmu pengetahuan,
terdahulu
 maraknya perzinaan dan minuman keras
Rukun Iman dan Hikmahnya (2) (termasuk Narkoba),
 meluasnya kebodohan,
IMAN KEPADA HARI AKHIR  waktu terasa pendek,
 laki menyerupai wanita dan sebaliknya, dan
- Pokok keimanan kelima adalah percaya kepada
lain sebagainya
hari akhir, hari penghabisan kehidupan
- Tanda-tanda Kubra (besar):
makhluk dunia
 keluarnya asap (dukhan),
- Beriman kepada hari akhir berarti percaya akan
 keluarnya sejenis binatang aneh (dabbah),
terjadi hari kiamat dan apa saja yang
 keluarnya dajjal,
berhubungan dengannya
 terbitnya matahari dari barat,
- Akhir kehidupan di dunia bukanlah akhir
 turunnya Isa Putra Maryam,
kehidupan manusia
 munculnya Ya’juj dan Ma’juj,
- Proses iman kepada hari akhir termasuk suatu
 terjadinya gerhana di timur,
yang sulit dipahami oleh manusia, karenanya
 gerhana di barat,
banyak manusia yang tidak mempercayai
 dan gerhana di jazirah Arab,
- Hal ini karena hari akhir belum pernah terjadi
 serta keluarnya Api dari Yaman (H.R.
dan belum pernah ada orang yang
Muslim)
mengalaminya
- Keimanan kepada hari akhir dibutuhkan GAMBARAN HARI AKHIR
keyakinan yang kuat dan kepercayaan akan
kebenaran informasi Allah dan Rasul dalam al- “Hari kiamat; Apakah hari kiamat itu?;
Qur’an dan as-Sunnah tahukah kamu Apakah hari kiamat itu?; pada hari
itu manusia adalah seperti anai-anai yang
bertebaran; dan gunung-gunung adalah seperti
bulu yang dihambur-hamburkan; dan Adapun
orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya; dalamnya antara sebab dengan musababnya
Maka Dia berada dalam kehidupan yang atau antara sebab dan akibatnya (Sayyid Sabiq)
memuaskan; dan Adapun orang-orang yang ringan
TINGKATAN IMAN KEPADA TAKDIR
timbangan (kebaikan)nya; Maka tempat
kembalinya adalah neraka Hawiyah; tahukah kamu - Al-Ilmu; Allah mengetahui segala sesuatu
Apakah neraka Hawiyah itu?; (yaitu) api yang - Al-Kitabah; Allah telah menentukan segala
sangat panas” (Al-Qori’ah ayat 1- 11) sesuatu
- Al-Masyi’ah; Allah memiliki kehendak atas
Nama lain hari Kiamat
segala sesuatu
- Yaumul qiyamah (kebangkitan sesudah mati) - Al-Khalq; Allah menciptakan segala sesuatu
- Yaumul ba’ts (kebangkitan dari kubur)
MANUSIA DAN TAKDIR
- Yaumul jam’i (berkumpul)
- Yaumul hisab (perhitungan amal) - Manusia adalah Makhluk yang Musayyar dan
- Yaumul fashl (keputusan) Mukhoyyar
- Yaumuddin (pembalasan) - Musayyar berarti manusia sama seperti benda,
- Yaumul wa’id (terlaksananya ancaman) tanaman, hewan yaitu manusia tidak bisa
menolak atas kehendak Allah. Hal ini seperti
Dialog Antara Penghuni Surga dan Neraka
kelahiran, jenis kelamin, ukuran tubuh,
 “dan penghuni-penghuni surga berseru kepada kematian, dan lain sebagainya
penghuni-penghuni neraka (dengan - Ada yang mengatakan ini adalah takdir
mengatakan): "Sesungguhnya Kami dengan mubram
sebenarnya telah memperoleh apa yang Tuhan - Mukhayyar berarti manusia berkehendak
Kami menjanjikannya kepada kami. Maka untuk memilih sehingga manusia memiliki
Apakah kamu telah memperoleh dengan kebebasan untuk free will, free act, free choice.
sebenarnya apa (azab) yang Tuhan kamu Seperti bebasnya manusia untuk melakukan
menjanjikannya (kepadamu)?" mereka sesuatu atau tidak melakukan sesuatu
(penduduk neraka) menjawab: "Betul". - Ada yang mengatakan ini adalah takdir
kemudian seorang penyeru (malaikat) mu’allaq
mengumumkan di antara kedua golongan itu: - Manusia diperintahkan untuk ikhtiar, berusaha
"Kutukan Allah ditimpakan kepada orang-orang dengan segala kemampuan untuk
yang zalim” mendapatkan apa yang ingin diraihnya
- Manusia pula diperintahkan untuk tawwakal,
 “(yaitu) orang-orang yang menghalang-halangi
menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah
(manusia) dari jalan Allah dan menginginkan
terhadap ketetapan dan keputusan yang akan
agar jalan itu menjadi bengkok, dan mereka kafir
diberikan-Nya kepada dirinya
kepada kehidupan akhirat.“ (TQS. Al-A’raf 44 –
45) HIKMAH IMAN KEPADA TAKDIR

HIKMAH IMAN KEPADA HARI AKHIR - Mempercayai bahwa apa yang terjadi berdasar
ketetapan Allah, karenanya apabila ada hal
- Hidup manusia memiliki tujuan
buruk jangan menyesal, sebaliknya kalau
- Manusia akan berusaha semaksimal mungkin
menyenangkan tidak lupa diri
berjuang untuk kebaikan dan menjauhkan
- Menimbulkan keberanian untuk menghadapi
sejauh mungkin dari dosa
berbagai kesulitan dan melahirkan optimisme
- Manusia akan lebih berhati-hati dalam
dalam hidup
bersikap dalam kehidupan dunia
- Selalu berupaya memilih takdir yang baik bagi
IMAN KEPADA TAKDIR hidupny

- Taqdir atau qadar secara bahasa berarti


ukuran, batasan, atau ketentuan
- Takdir adalah peraturan yang dibuat Tuhan
untuk segala yang maujud di alam semesta
yang merupakan undang-undang umum atau
kepastian-kepastian yang berkaitan di
Aqidah Islamiyah dan Hikmahnya dan iman, sehingga aqidah dan iman sering
diidentikkan dengan istilah Tauhid
dalam Kehidupan
- USHULUDDIN --- artinya pokok-pokok
- Secara Istilah aqidah adalah: agama. Aqidah, iman, dan tauhid disebut juga
“Beberapa perkara yang wajib diyakini ushuluddin karena ketiga adalah pokok-pokok
kebenarannya oleh hati(mu), mendatangkan ajaran agama
ketentraman jiwa, menjadi keyakinan yang - ILMU KALAM --- kalam artinya berbicara
tidak bercampur sedikitpun dengan keragu- atau pembicaraan. Dinamai ilmu kalam karena
raguan” (Syeikh Hasan al-Banna, dikutip dari dalam aqidah banyak luasnya dialog dan
Yunahar Ilyas, 2011, Kuliah Aqidah, LPPI UMY) perdebatan yang terjadi antara pemikir
- Secara Istilah aqidah adalah: masalah aqidah
“Sejumlah kebenaran yang dapat diterima - FIKIH AKBAR ATAU FIKIH BESAR --
secara umum oleh manusia berdasarkan akal, pemahaman ini didasarkan pemaknaan
wahyu, dan fitrah. (Kebenaran) itu dipatrikan terhadap perintah tafaqquh fiddin (Q.S. At-
(oleh manusia) di dalam hati (serta) diyakini Taubah: 22) tidak hanya masalah fikih, tetapi
kesahihan dan keberadaannya (secara pasti) juga aqidah
dan ditolak segala sesuatu yang bertentangan
FUNGSI AQIDAH
dengan kebenaran itu” (Abu Bakar Jabir al-
Jazairy, dikutip dari Yunahar Ilyas, 2011, Kuliah - Aqidah merupakan akar atau pondasi yang
Aqidah, LPPI UMY) memiliki pengaruh kuat terhadap bangunan
- Keyakinan yang tersimpul dengan kokoh di kepribadian seorang muslim
dalam hati, bersifat mengikat, dan - Aqidah kuat dan Salimah
mengandung perjanjian yang bersumber  bTertib Ibadah
kepada al-Qur’an dan As-Sunnah  Ber-akhlakul karimah
- Sumber pokok aqidah Islam adalah al-Qur’an  Muamalah baik
dan as-Sunnah
TAUHIDULLAH (MENGESAKAN ALLAH)
Ruang Lingkup Aqidah
- Tauhid atau meng-Esa-kan Allah merupakan
- Ilahiyat. Yakni pembahasan tentang segala esensi ajaran Iman dalam agama Islam
sesuatu yang berhubungan denga Ilah. - Meng-Esa-kan Allah meliputi aspek dzat-Nya,
- Nubuwat. Yakni pembahasan tentang segala asma’ wa-shiffat-Nya, dan af’al-Nya
sesuatu yang berhubungan dengan Nabi dan - Tauhid adalah mengesakan Allah semata dalam
Rasul. beribadah dan tidak menyekutukan-Nya.
- Ruhaniyat. Yakni pembahasan tentang segala - Tauhid sesungguhnya merupakan ajaran
sesuatu yang berhubungan dengan alam semua Rasul. Bahkan tauhid merupakan pokok
metafisik. yang dibangun di atasnya semua ajaran, maka
- Sam’iyyat. Yakni pembahasan tentang segala jika pokok ini tidak ada, amal perbuatan
sesuatu yang hanya diketahui lewat sam’i (dalil menjadi tidak bermanfaat dan gugur, karena
naqli) tidak sah sebuah ibadah tanpa tauhid.
- Selain keempat di atas, pembahasan aqidah - Tauhid adalah pemurnian ibadah kepada Allah.
juga mengikuti sistematika rukun iman. Yaitu: menghambakan diri hanya kepada Allah
secara murni dan konsekwen dengan mentaati
ISTILAH LAIN TERKAIT AQIDAH
segala perintah-Nya dan menjauhi segala
- IMAN --- adalah keyakinan, sehingga ada larangan-Nya, dengan penuh rasa rendah diri,
pendapat yang menyamakan antara aqidah cinta, harap dan takut kepada-Nya
dan iman. Tetapi ada yang membedakan, di (Muhammad Ibn Abdul Wahab)
mana aqidah lebih dipahami sebagai - Tauhid adalah pegangan pokok dan sangat
keyakinan, sedangkan iman adalah keyakinan menentukan bagi kehidupan manusia, karena
yang meliputi ucapan dengan lisan dan tauhid menjadi landasan bagi setiap amal yang
pengamalan dengan anggota tubuh dilakukan.
- TAUHID --- berarti meng-Esa-kan Allah SWT. - Hanya amal yang dilandasi dengan tauhidullah,
Ajaran tauhid adalan inti dari aqidah Islamiyah menurut tuntunan Islam, yang akan
menghantarkan manusia kepada kehidupan
yang baik dan kebahagiaan yang hakiki di alam - Membesarkan hati dan menumbuhkan
akhirat nanti keberanian (Q.S. Al-Jumuah 62: 8)
- “Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh, - Menenangkan hati dan menentramkan jiwa
baik laki-laki maupun perempuan, sedang ia (Q.S. al-Fath 48: 4)
dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya - Menumbuhkan harapan dan optimisme (Q.S.
akan kami berikan kepadanya kehidupan yang Al-Insyirah 94: 5-6)
baik, dan sesungguhnya akan kami beri - Menumbuhkan perasaan harga diri (Q.S. Al-
balasan kepada mereka dengan pahala yang Isra’ 17: 70)
lebih baik lagi dari apa yang telah mereka - Memelihara kebersihan diri dan mempertinggi
kerjakan.” (TQS. An Nahl: 97) nilai-nilai moril
- Menimbulkan rasa dekat dengan Tuhan (Q.S.
MACAM TAUHIDULLAH
Al-Baqarah 2: 186)
- Tauhid Rububiyah:
Yaitu menyatakan bahwa tidak ada Tuhan
Penguasa seluruh alam kecuali Allah yang Makna Agama, FUNGSINYA DAN ISLAM
menciptakan dan memberi mereka rizki SEBAGAI PILIHAN
- Tauhid Mulkiyah
Fitrah Manusia Beragama
Yaitu mengimani Allah adalah satu-satunya
Raja yang menguasai alam semesta. Allah - Fakta-fakta tadi menunjukkan bahwa manusia tidak
sesungguhnya Pemimpin (Wali), Penguasa bisa dilepaskan dari agama
yang menentukan (hakim), dan Yang menjadi - Tidak ada masyarakat yang hidup tanpa bentuk
Tujuan (ghayah) bagi manusia agama
- Tauhid Asma’ dan Sifat. - Agama ada sejalan dengan adanya sejarah manusia
Yaitu beriman bahwa Allah ta’ala memiliki zat itu sendiri
yang tidak serupa dengan berbagai zat yang - HM Rasyidi (mantan Menag RI) menyatakan bahwa
ada, serta memiliki sifat yang tidak serupa agama itu adalah “problem of ultimate concern”
dengan berbagai sifat yang ada
(problem dari kepentingan mutlah kehidupan
- Tauhid Uluhiyah.
manusia)
Tauhid Uluhiyah adalah tauhid ibadah, yaitu
mengesakan Allah dalam seluruh amalan - Agama merupakan suatu fenomena yang tidak bisa
ibadah yang Allah perintahkan, seperti: berdoa, dilepaskan dari kehidupan manusia
khouf (takut), raja’ (harap), tawakkal, raghbah - Dalam Islam, dorongan beragama atau ber-Tuhan
(berkeinginan), rahbah (takut), Khusyu’, adalah naluri atau pembawaan alamiah (fitrah)
ََ َ ِّ ٗ َ َ َ َ َ َ َّ َ َ َ َ َ َ
Khasyah (takut disertai pengagungan), taubat, ‫ٱّلل ِفط َرت َح ِنيفا ِللدين َوج َهك فأ ِقم‬
ِ ‫اس فط َر ٱل ِ َِت‬ ‫تب ِديل ل عليها ٱلن‬
minta pertolongan, menyembelih, nazar dan
ۡ َ َ َ َٰ َ ِّ ِّ َ ۡ َّ َٰ َ َ َ َ ۡ َّ َ َ َ َ
‫ٱّلل ِلخل ِق‬
ِ ‫ يعلمون ل ٱلناس أ كث ول َٰ َِٰكن ٱلقيم ٱلدين ذ ِلك‬٣٠
ibadah yang lainnya yang diperintahkan-Nya
- Manusia = homo religius
PRINSIP MEMAHAMI MACAM TAUHID Homo religius adalah tipe manusia yang hidup di
alam yang sakral, penuh dengan nilai-nilai
- Teori (dalil) at-Talazum (kemestian)
keagamaan dan dapat menikmati sakralitas yang ada
- Seseorang yang menyakini tauhid rububiyah
dan tampak pada alam semesta. Pengalaman dan
mesti menyakini tauhid mulkiyah, asma wa
penghayatan akan yang suci atau realitas mutlak
shifat, dan uluhiyah
selanjutnya akan mempengaruhi. Membentuk, dan
- Teori (dalil) at-Tadhamun (cakupan)
ikut menentukan corak serta cara hidupnya (Mircea
- Seseorang yang sudah mencapai tingkat
Eliade, dikutip oleh Sastrapratedja)
tauhid uluhiyah tentunya sudah mencapai
MAKNA AGAMA
tingkat tauhid sebelumnya. Kenapa dia
-Agama berasal dari kata A dan GAMA, yang berarti
beribadah? Tentu karena dia yakin bahwa Allah
tidak berantakan atau hidup teratur
adalah Dzat yang suci, Raja, dan memelihara
alam semesta, dan seterusnya - Agama dari arti ini dimaknai bahwa agama
memberikan serangkaian aturan kehidupan kepada
HIKMAH MEMILIKI TAUHID
para penganutnya sehingga hidupnya tidak
- Membebaskan diri dari penguasaan orang lain berantakan. Agama mengantarkan para pemeluknya
(Q.S. Yunus 10: 106-107)
suatu cara hidup yang teratur (Saifuddin Anshari, ISLAM SEBAGAI PILIHAN
1979: 11) - Fitrah ketuhanan yang melekat dalam setiap diri
manusia tentunya tidak bisa dibiarkan tumbuh
- Religion = terbangun dua akar kata yaitu religere
sendiri
dan religare
- Melainkan harus dipelihara, ditumbuhkan dan
- Religere berarti to treat carefully (melakukan
dikembangkan secara benar melalui proses yang
perbuatan dengan kehati-hatian atau melakukan
diusahakan
perbuatan dengan penuh penderitaan untuk yang
-Bila diibaratkan, bahwa setiap diri kita memiliki
ghaib
insting bila lapar maka akan makan, kalau kita tidak
-.Religare berarti to bind together (mengikat
mengarahkan insting makan kita dengan benar maka
menjadi satu atau perikatan bersama)
kita akan makan apa saja yang penting kenyang,
- Agama membawa satu ajaran yang membentuk
tetapi kalau kita bimbing dengan benar, maka kita
aturan yang mengikat pemeluknya (Harun Nasution)
kita akan makan yang tepat dan di tempat yang
-.Al-Din = menguasai, menundukkan, patuh, hutang, tepat pula
balasan, dan kebiasaan
-.Dalam pandangan Islam, Dzat yang harus dijadikan
- Al-Din = keadaan berhutang, kepatuhan,
sandaran hanyalah Allah SWT, Tuhan seru sekalian
kecenderungan atau tendensi alamiah, kekuasaan
alam, Maha Esa, Maha Mutlak, Maha Kekal, tidak
yang bijaksana (Naquib al-Attas)
beranak dan diperanakan, Maha Suci dari sifat-sifat
- Din merupakan peraturan-peraturan yang
nisbi yang melekat pada alam semesta dan seisinya
merupakan hukum yang harus dipatuhi. Kewajiban
-.Tuhan yang Maha Esa adalah wujud yang tidak
yang apabila tidak dipenuhi akan menjadi hutang
dapat diingkari. Hakikat-Nya tidak dapat diketahui
baginya, yang memiliki akibat balasan, dan apabila
dan dijangkau oleh manusia, karena manusia tidak
sering dilakukan maka bisa menjadi kebiasaan
memiliki sarana menembus alam ghaaib itu
- K.H. Azhar Basyir (dalam Mulkhan, 1996), agama
- Manusia harus puas dengan apa yang Dia
adalah: “Hubungan manusia dengan sesuatu perkenalkan tentang Dzat-Nya sendiri, baik melalui
kekuasaan suci yang lebih tinggi dari pada dia, dari firman atau informasi utusan-Nya, atau melalui
mana ia merasa tergantung dan berusaha tanda-tanda keberadaan-Nya di alam semesta
mendekatinya”
- Dalam pandangan al-Qur’an setiap manusia
“Keyakinan tentang adanya kenyataan lain dari pada sesungguhnya telah bersaksi dalam kandungan
adanya kenyataan ini” (Dr. D.C. Murder) ibunya bahwa Allah adalah Tuhan seru sekalian alam
- Namun sebagian manusia lupa akan persaksiannya
URGENSI AGAMA UNTUK KEHIDUPAN saat dalam kandungan, sehingga muncul sikap
- Mendidik dan membuka alam pikiran serta penolakan terhadap Allah SWT sebagai Tuhan yang
mendorong manusia meraih kesempurnaan rohani, harus disembahnya
jasmani, kesejahteraan material dan spiritual - Hal ini mungkin terjadi, karena tidak semua akan
-.Konstitusi sempurna dan pedoman Ilahi bagi umat ingat dengan persaksian itu, sebagaimana kita tidak
manusia untuk membina kehidupan yang bermoral ingat bagaimana yang kita alami pada tanggal 1
- Menghidupkan jiwa yang beku, menggugah hati Januari di 10 tahun yang lalu
yang layu dan membangkitkan naluri kebaikan pada - Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan
diri manusia sehingga mampu menjalin hubungan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan
yang baik dan pergaulan yang rukun dan damai Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka
- Menuntun kehidupan manusia yang jauh dari (seraya berfirman): "Bukankah aku ini Tuhanmu?"
perilaku syirik dan tidak mengenal penganiayaan, mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami),
penindasan, dan kezaliman, sehingga kehidupan Kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian
menjadi penuh dengan keadilan, kebebasan yang itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan:
terbimbing, jauh dari sifat iri, dengki, tamak, serta "Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-
penuh dengan cinta kasih orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)"
- Agama berfungsi untuk menuntun akal dan nafsu (TQS. Al-A’raf 7: 172)
yang dimiliki oleh setiap manusia agar berjalan ARTI DAN HAKIKAT ISLAM
dengan benar dan meraih kehidupan yang baik dan - Islam berasal dari bahasa Arab, yaitu aslama yang
benar artinya menyerahkan diri
- Menurut Al-Maududi (1991), Islam berarti tunduk
dan patuh kepada perintah orang yang memberi satu persatu tanpa terkait dengan yang lain,
perintah dan kepada larangannya tanpa membantah kesempurnaan Islam seseorang adalah ketika ia
Islam hakikatnya adalah agama alam semesta karena dapat mengamalkan ajaran pokok tersebut secara
sesungguhnya alam semesta ini tunduk pada patuh bersama dan semaksimal mungkin (sekuat tenaga)
kepada Allah SWT

Menurut K.H. AR Fakhruddin (1984):


“Agama Islam adalah petunjuk, peraturan hidup lahir
dan bathin, yang berasal dari Allah di mana orang
mempunyai rasa, anggapan dan keyakinan bahwa
tiap-tiap tindakannya akan mendapatkan
pembalasan sesudah mati, baik tindakan yang
terpuji maupun tindakan tercela”
Berdasar pengertian di atas, maka agama Islam
memiliki ciri:
Sumber ajaran al-Qur’an dan as-Sunnah
Berisi perintah dan larangan
Berisi petunjuk untuk kebaikan hidup manusia, baik
di dunia (saat ini) maupun di akherat (masa depan)
Islam adalah Agama Allah yang diwahyukan kepada
Rasul-Nya, sejak Nabi Adam, Nuh, Ibrahim, Musa,
Isa, dan seterusnya sampai kepada Nabi penutup
Muhammad SAW sebagai hidayah dan rahmat Allah
kepada umat manusia sepanjang masa dan
menjamin kesejahteraan hidup materiil dan spirituil,
duniawi dan ukhrawi
Islam adalah agama tauhid yang menuntunkan
manusia untuk beribadah (taqarrub/mendekatkan
diri) kepada Allah dan menjalankan fungsi dan
misinya sebagai hamba dan khalifah Allah di bumi
Islam adalah agama yang dapat mengantarkan
manusia pada tata kehidupan masyarakat yang baik
guna mewujudkan kemakmuran dunia, dalam rangka
ibadah kepada Allah
SISTEMATIKA AJARAN ISLAM
Ajaran Islam terdiri dari:
Aqidah: berisi hal-hal pokok terkait dengan
keyakinan terhadap Allah SWT
Akhlaq: berisi panduan berperilaku, baik antara
manusia dengan Allah maupun manusia dengan
manusia
Ibadah: berisi mengenai tata cara mendekatkan diri
kepada Allah SWT
Muamalat Duniawiyat: berisi panduan mengenai
bagaimana pengelolaan kehidupan manusia secara
umum dalam kehidupan dunia
Ke empat pokok ajaran Islam tidak berdiri sendiri,
tetapi saling terkait dan mempengaruhi satu sama
lain untuk kesempurnaan Islam
Ke empat pokok ajaran memberikan pengaruh yang
sama bagi kebermaknaan Islam sebagai agama bagi
kehidupan manusia
Ke empat pokok ajaran Islam tidak bisa dilakukan