Anda di halaman 1dari 4

FILIPINA

Ibu Kota : Manila


Bentuk Pemerintahan : Republik
Kepala Negara : Presiden
Kepala Pemerintahan : Presiden
Bahasa Nasional : Bahasa Tagalok ( resmi ) dan bahasa Inggris
Lagu Kebangsaan : Tiera Adorada
Mata Uang : Peso
Agama : Katolik ( 90 % ), agama lainnya ( 10 % )

A. Sejarah
Filipina adalah sebuah negara republik di Asia Tenggara, sebelah utara
Indonesia dan Malaysia. Filipina merupakan sebuah negara kepulauan. Negara
ini terdiri dari 7.107 pulau. Filipina seringkali dianggap sebagai satu-satunya
negara Asia Tenggara di mana pengaruh budaya Barat terasa sangat kuat.
Filipina adalah negara paling maju di Asia setelah Perang Dunia II,
namun sejak saat itu telah tertinggal di belakang negara-negara lain akibat
pertumbuhan ekonomi yang lemah, penyitaan kekayaan yang dilakukan
pemerintah, korupsi yang luas, dan pengaruh-pengaruh neo-kolonial. Saat ini
Filipina mengalami pertumbuhan ekonomi yang moderat, yang banyak
disumbangkan dari pengiriman uang oleh pekerja-pekerja Filipina di luar
negeri dan sektor teknologi informasi yang sedang tumbuh pesat.
Filipina merupakan anggota aktif dari PBB sejak penerimaannya pada
24 Oktober 1945. Filipina juga merupakan negara pendiri ASEAN, dan
merupakan pemain aktif dalam APEC, Uni Latin dan anggota dari Grup 24.
Filipina juga merupakan sekutu Amerika Serikat, tetapi juga merupakan
anggota dari Gerakan Non-Blok.
Filipina bersengketa dengan Republik Cina (Taiwan), Republik Rakyat
Cina, Vietnam, dan Malaysia atas minyak dan gas alam di Kepulauan Spratly
dan Scarborough Shoa, dan dengan Malaysia atas Sabah.
Sejarah Awal Berdiri Negara Filipina
Peninggalan tertulis Filipina dimulai sekitar abad ke-8 berdasarkan temuan
lempeng tembaga di dekat Manila. Dari tulisan pada lempeng itu diketahui
bahwa Filipina berada dalam pengaruh Sriwijaya. Namun demikian bukti
tertulis ini sangat sedikit sehingga bahkan ahli-ahli sejarah Filipina masih
beranggapan sejarah Filipina dimulai pada era kolonialisme.
Sebelum orang-orang Spanyol datang pada abad ke-16, di Filipina berdiri
kerajaan-kerajaan kecil yang bercorak animisme yang terpengaruh sedikit
kultur India dan yang bercorak Islam di bagian selatan kepulauan. Kerajaan-
kerajaan muslim ini mendapat pengaruh kuat dari Kerajaan Malaka.
Sepanjang masa 265 tahun, Filipina merupakan koloni Kerajaan
Spanyol (1565-1821) dan selama 77 tahun berikutnya diangkat menjadi
provinsi Spanyol (1821-1898). Negara ini mendapat nama Filipina setelah
diperintah oleh penguasa Spanyol, Raja Felipe II. Setelah Perang Spanyol-
Amerika pada tahun 1898, Filipina diperintah Amerika Serikat. Ia kemudian
menjadi sebuah persemakmuran di bawah Amerika Serikat sejak tahun 1935.
Periode Persemakmuran dipotong Perang Dunia II saat Filipina berada di
bawah pendudukan Jepang. Filipina akhirnya memperoleh kemerdekaannya
(de facto) pada 4 Juli 1946. Masa-masa penjajahan asing ini sangat
mempengaruhi kebudayaan dan masyarakat Filipina. Negara ini dikenal
mempunyai Gereja Katolik Roma yang kuat dan merupakan salah satu dari dua
negara yang didominasi umat Katolik di Asia selain Timor Leste.

B. Bentang Alam
Filipina merupakan negara kepulauan yg terdiri atas 7.107dan luas
daratannya 300.076 km2 dan pulau besarnya adalah mindanao di selatan dan
luzon di utara. filipina mirip dgn indonesia dan banyak gunung api aktif
kebanyakan ditutupi hujan tropis dan diantaranya gunung pinatubo di pulau
luzon puncak tertinggi adalah gunung apo 954 meter dan gunung mayon 2.421
meter dan terdapat palung yg dalam sekitar 10.000 meter yaitu palung
mindanao letak kep filipina adalah gunung sirkum pasifik besifat vulkanis dan
sering terjadi gempa bumi.

C. Letak, Luas dan Batas Wilayah

Letak Astronomis : 4 – 21 LU dan 116 – 128BT


Luas Wilayah : 300.076 Km2
Batas Negara :
Utara : Taiwan
Timur : Samudera Pasifik
Selatan : Laut Sulawesi dan Laut Sulu
Barat : Laut Cina Selatan

D. Iklim
Filipina beriklim musim tropis. Pada bulan November –Maret Filipina
bagian timur mengalami musim penghujan yang dibawa oleh anginmusim
timur laut. Bulan Juni – Oktober musim kemarau, akibat angin musim barat
daya. Badai tropis sering bertiup antara akhir September dan awal November
yang bertiup dari Samudra Pasifikmenuju Laut Cina Selatan, melanda Filipina
bagian utara.
E. Sumber Daya Alam
Sumber daya alam yang dimiliki Filipina adalah kelapa, padi dan abaka
di bidang pertanian, serta nikel di bidang pertambangan.
Filipina adalah penghasil beras terbesar ke-8 di dunia, menyumbang
2,8% dari produksi beras dunia. Negara ini menghasilkan sekitar 15 juta ton
beras setiap tahunnya. Namun Filipina juga merupakan salah satu pengimpor
beras terbesar di dunia.
Filipina adalah penghasil nikel terbesar di dunia, dengan produksi lebih
dari 500 ribu ton per tahun. Nikel digunakan untuk berbagai aplikasi termasuk
membuat stainless steel dan uang logam.

F. Sumber Daya Manusia


Penyebaran tenaga kerja mereka cukup beragam, bukan saja tenaga
kerja yang mengandalkan otot dan tenaga saja, akan tetapi juga tenaga kerja
yang mengandalkan kecerdasan tinggi dan bekerja sebagai tenaga ahli
keuangan dan teknologi lainnya, seperti adik saya yang ada di Bangkok saat
ini. Kembali kepada hati saya yang miris tadi, dimana bangsa kita yang sedang
terpuruk ini, Indonesia, apakah mau belajar dari situasi di negara negara Asia
lainnya? Apakah kita hanya menjual tenaga murah saja? Saya sering sedih
mendengar teman-teman dari Singapura yang mengatakan mereka lebih
memilih ‘maiden’ dari Filipina atau Sri Lanka dibandingkan yang dari
Indonesia, walaupun mungkin gaji mereka lebih tinggi.
Sekali lagi ini adalah soal SDM, bahkan yang namanya tenaga kasar
saja mereka masih memilih SDM yang bermutu, menyedihkan. Di Manila saya
jumpa dengan seorang supir taxi yang membawa saya ke Makati Green Belt 1-
4, dan dia mengatakan bahwa dia pernah menjadi supir truk di Saudi dan
Bahrain selama 7 tahun. Ia akan pergi ke sana lagi awal tahun 2007. Saya
bukan menunjukkan bahwa ke luar negeri itu adalah solusi, akan tetapi saya
melihat bahwa sampai ke posisi yang paling kecilpun mereka, orang-orang
Filipina, dapat diberikan acungan jempol karena mereka punya SDM yang
cukup tinggi. Bahasa Inggris terutama. Jika ini dikembangkan di masyarakat
kita, disamping bahasa Indonesia dan bahasa Karo, wah Indonesia pasti jadi
luar biasa. Koran bahasa Inggris juga akan dilahap oleh semua elemen bangsa,
bukan saja kaum expatriate di kota-kota besar saja.