Anda di halaman 1dari 6

INDONESIA

Nama Negara : Indonesia


Ibu Kota : Jakarta
Bentuk Pemerintahan : Republik
Kepala Negara : Presiden
Bahasa Nasional : Indonesia
Lagu Kebangsaan : Indonesia Raya
Mata Uang : Rupiah
Agama : Islam, Kristen, Hindu, dan Budha

A. Sejarah
Secara singkat, Indonesia dijajah dimulai dari Portugis saat pertama tiba
di Malaka pada tahun 1509. Di saat itu Portugis menguasai Malaka berhasil
pada 10 Agustus 1511 dalam pimpinan Alfonso de Alburquerque. Setelah
menguasai area Malaka penjelajahan Portugis yang ingin menguasai Indonesia
ke Ternate dan Madura. Untuk bangsa Indonesia melakukan berbagai
perlawanan terhadap Portugis. Salah satu perlawanan yang menonjol adalah
dari Fatahillah berasal dari Demak dan berhasil merebut Sunda Kelapa dari
Portugis.
Sebelum Indonesia merdeka secara singkatnya pada saat masa
penjajahan portugis beakhir pada tahun 1602 setelah Indonesia di masuki oleh
Belanda. Belanda masuk Indonesia, Banten dalam pimpinan Cornelis de
Houtman. Pada saat itu Belanda berkeinginan membentuk VOC yang
menguasai rempah-rempahan Indonesia pada tahun 1602. Belanda menguasai
Indonesia selama 350 tahun, pemerintahan Belanda di Indosia digantikan oleh
Jepang. Pada saat Belanda menyerang, mereka menyerah tanpa syarat kepada
Jepang dengan melakukan perjanjian Kalijati pada tanggal 8 Maret 1942. Masa
pendudukan Jepang ini selama 3,5 tahun dengan rentan waktu pada tahun 1942
dan berakhir pada tanggal 17 Agustus 1945.
Pada saat Indonesia yang akan bangkit dari penjajahan yang terus
menerus di Indonesia. Dari Jepang sendiri selama memerintah membentuk
beberapa organisasi. Organisasi yang dibuat Jepang salah satunya adalah PETA
(Pembela Tanah Air), PUTERA, Heiho (tentara pembantu) dan lain-lain.
Pemerintahan Jepang di Indonesia berakhir setelah Jepang kalah dari
tentara sekutu pada saat Perang Dunia II. Dua kota di Jepang Hirosima dan
Nagasaki di bom oleh tentara sekutu. Setelah mendengar adanya kekalahan
Jepang, dibentuklah sebuah badan yakni BPUPKI atau Dokuritsu Junbi
Cosakai yang diketuai oleh Dr. Radjiman Widyodiningrat. Mereka dikabarkan
bahwa pasukan Jepang sedang diambang kekalahan dan akan memberikan
kemerdekaan kepada Indonesia. Namun pada tanggal 10 Agustus 1945, Sutan
Syahrir telah mendengar kekalahan Jepang melalui radio. Para pejuang bawah
tanah siap-siap untuk memproklamasikan kemerdekaan RI, dan menolak
kemerdekaan RI sebagai hadiah dari Jepang. Setelah mendengar kekalahan
Jepang pada tanggal 14 Agustus 1945, golongan muda mendesak agar
golongan tua cepat melakukan proklamasi kemerdekaan. Namun, golongan tua
tidak ingin terburu-buru, mereka tidak mau pertumpahan darah di Indonesia
terjadi.
Soekarno-Hatta dan Achmad Soebardjo mendatangi rumah Laksamana
Maeda membicarakan tentang kemerdekaan RI. Pagi hari sekitar jam 10 pagi
tepat pada 16 Agustus 1945 Soekarno tidak muncul jadi tidak bisa di
laksanakan proklamasi. Peserta rapat sendiri tidak tahu atas terjadinya
peristiwa yang menimpa mereka yaitu peristiwa Rengasdengklok adalah
peristiwa penculikan terhadap Soekarno dan Hatta oleh golongan muda untuk
mempercepat pelaksanaan proklamasi. Setelah kembali ke Jakarta sepulangnya
dari Rengasdengklok, Soekarno dan Hatta menyusun teks proklamasi di rumah
Laksamana Maeda yang dibantu oleh Achmad Soebardjo dan disaksikan oleh
Soekarni, B.M. Diah, Sudiro dan Sajuti Melik. Setelah konsep selesai, Sayuti
Melik mengetik naskah tersebut. Teks tersebut akhirnya di bacakan pada hari
Jumat tanggal 17 Agustus 1945. Pada awalnya pembacaan proklamasi akan
dilakukan di Lapangan Ikada, namun berhubung alasan keamanan dipindahkan
ke Jalan Pegangsaan Timur 56, kediaman Soekarno.
Tanggal 18 Agustus 1945, anggota PPKI atau Panitia Persiapan
Kemerdekaan Indonesia mengambil keputusan, mengesahkan dan menetapkan
Undang-Undang Dasar (UUD) sebagai dasar negara Republik Indonesia yang
masyarakat kenal sebagai UUD 45. Lalu terbentuklah pemerintahan Negara
Kesatuan Indonesia berbentuk Republik (NKRI) dengan kedaulatan di tangan
rakyat yang dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat atau
MPR. Setelah itu Soekarno dan M. Hatta terpilih sebagai Presiden dan wakil
Presiden Indonesia yang pertama kalinya. Di usul dari Oto Iskandardinata dan
persetujuan dari PPKI. Indonesia memiliki wilayah yang bisa di bilang luas,
transportasi dan komunikasi sekitar tahun 1945 masih sangat terbatas.
Larangan dan hambatan untuk menyebarkan berita proklamasi oleh pasukan
Jepang di Indonesia merupakan faktor yang menyebabkan berita proklamasi
mengalami keterlambatan di berbagai daerah.
Penyebaran proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 dilakukan
secara cepat dan menyebar secara luas. Pada saat itu juga teks proklamasi telah
sampai di tangan Kepala Bagian Radio dari Kantor Domei atau Kantor Berita
ANTARA. Selain lewat radio, yang di lakukan para pemuda dalam
menyebarkan berita proklamasi juga dilakukan melalui media pers dan surat
selebaran. Hampir seluruh koran harian di Jawa yang penerbitannya tanggal 20
Agustus 1945 memuat berita proklamasi kemerdekaan dan UUD 1945. Koran
yang pertama kali memuat berita proklamasi adalah Harian Suara Asia yang
berada di Surabaya.

B. Bentang Alam
Indonesia merupakan Negara kepulauan yang terletak diantara
Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, serta Benua Asia dan Australia.
Secara geologis Indonesia di bagi menjadi 3, yaitu :
1. Wilayah Indonesia barat sering disebut dengan dangkalan atau paparan
sunda. Antara wilayah Indonesia bagian barat dengan wilayah Indonesia
bagian tengah dibatasi oleh garis Wallace.
2. Wilayah Indonesia bagian tengah merupakan wilayah peralihan antara
wilayah bagian barat dan timur.
3. Wilayah bagian timur terdiri atas kepulauan Maluku dan pulau-pulau.
Wilayah ini juga disebut Indonesia bagian timur dan Indonesia bagian
dibatasi oleh weber, wilayah ini dilalui oleh pegunungan yang merupakan
rangkaian dari sirkum pasifik.

C. Letak, Luas dan Batas Wilayah

Letak Astronomis : 6oLU – 11oLS dan 95oBT – 141oBT


Luas Wilayah : 1.904.000 Km2
Batas Negara :
Utara : Singapura, Malaysia, Laut Cina Selatan. Selat Malaka, dan
Samudera Pasifik.
Timur : Papua Nugini
Selatan : Samudera Hindia
Barat : Samudera Hindia

D. Iklim
Iklim merupakan cuaca yang ada di suatu tempat. Dengan pengertian
seperti ini maka kita bisa mengatakan bahwa setiap negara mempunyai
iklimnya masing- masing. Begitu pula dengan Indonesia. Indonesia merupakan
negara yang mempunyai letak strategis menurut geografis. Dan secara
astronomis pun letak Indonesia sangat strategis.
Sebenarnya Indonesia merupakan negara yang mempunyai 3 jenis iklim
yakni iklim musim (iklim muson), iklim tropika (iklim panas) dan iklim laut.
Dari ketiga iklim tersebut yang paling melekat dengan Indonesia dan paling
dikenal oleh orang banyak adalah iklim tropis atau iklim panas. Iklim tropis
merupakan iklim yang dimiliki oleh negara atau wilayah yang berada di sekitar
garis khatulistiwa, sehingga tidak banyak negara yang memiliki iklim tropis
dimana matahari bersinar dengan cerahnya ini. Maka dari itulah banyak
wisatawan dari mancanegara, terutama dari negara- negara beriklim sub tropis
hingga sedang sangat senang berkunjung ke Indonesia untuk berjemur dibawah
terik matahari.

E. Sumber Daya Alam


Indonesia merupakan negara dengan sumber daya alam (SDA)
berlimpah. Mulai kekayaan di daratan sampai di lautannya, mulai
pertambangan, minyak dan gas, sampai kekayaan bawah laut yakni perikanan
dan sebagainya. Potensi ini juga didukung sumber daya manusia (SDM)
Indonesia yang tinggi kuantitasnya.
Dengan jumlah penduduk mencapai 253,61 juta jiwa pada 2014,
Indonesia menduduki peringkat keempat penduduk terbesar, di bawah posisi
Tiongkok, India dan Amerika Serikat. Jumlah penduduk ini akan terus
bertambah dengan proyeksi Badan Pusat Statistik pada 2035 mencapai 305,6
juta. Suatu angka yang luar biasa.
Idealnya, kalau kekayaan SDA berlimpah, tidak ada rakyat kelaparan,
tidak ada yang mencari-cari pekerjaan, tidak ada rakyat sakit yang mengalami
pembiaran dan tidak ada anak putus sekolah karena ketiadaan biaya. Ironisnya,
di balik melimpahnya kekayaan itu ada kejanggalan yang menyayat hati.
Kekayaan tersebut justru berbanding terbalik dengan keadaaan ekonomi
rakyatnya, yaitu masih banyak yang hidup di bawah garis kemiskinan. Berita
tentang kelaparan masih menjadi headline media massa. Kesenjangan sosial,
pertumbuhan ekonomi yang lambat, korupsi, kriminalitas dan masih banyak
permasalahan ekonomi lainnya. Kesejahteraan ekonomi rasanya masih jauh
dari harapan.
F. Sumber Daya Manusia
Memperbaiki Kualitas SDM Indonesia memang memiliki kekayaan
SDA melimpah, namun potensi terbesarnya bukan kekayaan SDA, bukan pula
letak geografis yang selama berpuluh tahun dibangga-banggakan dan membuai
bangsa ini hingga terlena dalam mimpi indah nyaris tak berujung. Dua potensi
itu hanyalah faktor pendukung. Potensi utamanya berasal dari sumber daya
manusia (SDM) berkualitas. SDM berkualitas akan memiliki daya ungkit
bertenaga superbesar bila bangsa ini mampu mendongkrak potensi
penduduknya, terutama anak muda agar memiliki SDM berkualitas dan mampu
mengelola SDA bangsa sendiri. SDM Indonesia memang melimpah, sayangnya
kemampuannya rendah dalam mengelola pekerjaan. Dampaknya pengangguran
yang terjadi, karena tenaga kerja tidak memiliki skill atau keahlian yang
diperlukan. Karenanya, jika ingin Indonesia menjadi negara maju, adalah
keharusan generasi mudanya dibimbing dan dibantu dengan layak dan terarah.
Generasi muda yang berkualitas adalah aset suatu negara untuk mengubah
keadaan di negara tersebut termasuk di Indonesia.
Salah satu hal yang perlu di perhatikan untuk membangun generasi
muda berkualitas adalah dengan memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia.
Sangat diperlukan kerangka sistem penyelenggaraan pendidikan meliputi
kejelasan arah kebijakan yang ditetapkan, dengan tujuan untuk membangun
SDM yang bervisi dan misi sesuai potensi kekayaan negara Indonesia. Ada
sinkronisasi antara SDA dan SDM. Bila masih saja membangun dengan sistem
investasi asing, sedangkan SDM tidak dididik memiliki kemampuan, bangsa
Indonesia akan menjadi bangsa pedagang. Bangsa yang menjual SDA dengan
alasan investasi, padahal SDM-nya yang bermasalah karena tidak memiliki
kemampuan mengelola SDM sendiri.