Anda di halaman 1dari 18

DINAMIKA KEPENDUDUKAN DI INDONESIA

MAKALAH

Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial

KELAS IX E

Disusun Oleh:
Alin Mulyani
Astri Nurajijah
Dikdik Somantri
Egi Agaria
Farda Maulana

SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 1 BANTARUJEG


Jl. Lapang Olahraga Babakansari, Bantarujeg
2018
KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
makalah ini tanpa mengalami hambatan yang berarti. Shalawat beserta salam kita
panjatkan kepada jujunan kita yakni Nabi Besar Muhammad SAW. Tidak lupa
kepada keluarganya, para sahabatnya dan mudah-mudahan sampai kita selaku
umatnya yang taat hingga akhir zaman. Amiin.
Makalah dengan judul “Dinamika Penduduk Indonesia” secara khusus
disusun dengan maksud untuk memenuhi salah satu tugas mata pelajaran Ilmu
Pengetahuan Sosial. Selain dari pada itu semoga karya tulis ini dapat memberikan
nilai tambah pengetahuan bagi semua pihak yang membacanya.
Dalam penyusunan makalah ini penyusun telah mendapat banyak bantuan
dan dorongan serta bimbingan dari berbagai pihak, maka dalam kesempatan ini
penyusun mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.
Penyusun menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna,
masih terlalu banyak kekurangan baik dari segi isi maupun dari teknik
penulisannya. Maka dengan rendah hati penulis menerima semua saran dari
semua pihak demi penyempurnaan makalah ini di kemudian hari.
Akhirnya mudah–mudahan Allah SWT., senantiasa memberikan petunjuk
dan bimbingan serta kekuatan kepada penyusun khususnya dan kita semua
sehingga dapat menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.

Bantarujeg, September 2018


Penulis,

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................ i


DAFTAR ISI .......................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 1
A. Latar Belakang ............................................................................................ 1
B. Rumusan Masalah ....................................................................................... 1
C. Tujuan.......................................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN ....................................................................................... 2
A. Pengertian Dinamika Penduduk .................................................................. 2
B. Jumlah Penduduk ........................................................................................ 2
C. Persebaran Penduduk Indonesia .................................................................. 4
D. Komposisi penduduk ................................................................................... 5
E. Pertumbuhan dan Kualitas Penduduk Indonesia ......................................... 8
BAB III PENUTUP ............................................................................................. 14
A. Kesimpulan ............................................................................................... 14
B. Saran .......................................................................................................... 14
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 15

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dinamika penduduk adalah perubahan keadaan penduduk.
Perubahan perubahan tersebut dipengaruhi oleh beberapa hal. Dinamika
atau perubahan lebih cenderung pada perkembangan jumlah penduduk
suatu Negara atau wilayah tersebut. Jumlah penduduk tersebut dapat
diketahui melalui sensus, registrasi dan survey penduduk. Sensus pertama
dilaksanakan pada tahun 1930 pada zaman Hindia Belanda. Sedangkan
sensus yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia dimulai pada tahun
1961,1971, 1980, 1990, 2000, dan yang terakhir tahun 2010. Pertumbuhan
penduduk merupakan salah satu factor yang penting dalam masalah social
ekonomi dan masalah penduduk. Jumlah penduduk akan berpengaruh
terhadap kondisi social ekonomi suatu daerah.

B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam penyusunan makalah ini adalah
sebagai berikut.
1. Apa yang dimaksud dinamika penduduk?
2. Bagaimana jumlah penduduk dan penyebaran penduduk di Indonesia?
3. Bagaimana komposisi penduduk di Indonesia?
4. Bagaimana pertumbuhan dan kualitas penduduk Indonesia?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui definisi dinamika penduduk
2. Untuk mengetahui jumlah dan penyebaran penduduk di Indonesia
3. Untuk mengetahui komposisi di Indonesia
4. Untuk mengetahui pertumbuhan dan kualitas penduduk Indonesia

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Dinamika Penduduk


Dinamika penduduk adalah perubahan keadaan penduduk.
Perubahan perubahan tersebut dipengaruhi oleh beberapa hal. Dinamika
atau perubahan lebih cenderung pada perkembangan jumlah penduduk
suatu Negara atau wilayah tersebut. Jumlah penduduk tersebut dapat
diketahui melalui sensus, registrasi dan survey penduduk. Sensus pertama
dilaksanakan pada tahun 1930 pada zaman Hindia Belanda. Sedangkan
sensus yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia dimulai pada tahun
1961,1971, 1980, 1990, 2000, dan yang terakhir tahun 2010. Pertumbuhan
penduduk merupakan salah satu factor yang penting dalam masalah social
ekonomi dan masalah penduduk. Jumlah penduduk akan berpengaruh
terhadap kondisi social ekonomi suatu daerah.

B. Jumlah Penduduk
Penduduk adalah semua orang yang berdomisili di wilayah geografis
suatu negara selama 6 bulan atau lebih dan atau mereka yang berdomisili
kurang dari 6 bulan tetapi bertujuan untuk menetap. Jumlah penduduk adalah
banyaknya penduduk yang menempati suatu wilayah pada waktu tertentu.
Berdasarkan ketentuan yang berlaku di Indonesia, penduduk Indonesia adalah
semua orang yang sekurang-kurangnya telah enam bulan bertempat tinggal di
wilayah Indonesia. Dengan demikian, penduduk Indonesia terdiri atas warga
negara Indonesia dan warga negara asing, kecuali para Diplomat atau
perwakilan negara asing yang ada di Indonesia.
Untuk mengetahui jumlah penduduk suatu negara, dapat dilakukan
dengan berbagai cara. Cara tersebut adalah sebagai berikut:
1. Sensus penduduk
Sensus penduduk diartikan sebagai penghitungan jumlah penduduk
suatu negara dengan cara mengumpulkan, menghimpun, dan menyusun

2
data penduduk atau semua orang pada waktu tertentu di wilayah tertentu.
Di Indonesia sensus penduduk dilakukan setiap 10 tahun sekali. Ada dua
macam sensus penduduk, yaitu :
a. Sensus de Facto
Sensus de facto adalah perhitungan penduduk atau pencacahan yang
dikenakan pada setiap orang yang ada pada waktu sensus diadakan
berada dalam wilayah sensus.
b. Sensus de Jure
Sensus de jure adalah perhitungan atau pencacahan penduduk yang
hanya dikenakan pada penduduk yang benar-benar berada dalam
wilayah sensus tersebut.
2. Registrasi
Registrasi atau pencatatan merupakan kumpulan keterangan
mengenai kelahiran, kematian, dan segala kejadian penting lainnya,
seperti perkawinan, perceraian, pengangkatan anak, dan perpindahan
penduduk.
3. Survei
Survei dilakukan dengan cara mengambil sampel dari daerah.
Survei dilakukan oleh pemerintah untuk melakukan penelitian dan
menyediakan data statistik kependudukan pada waktu dan tempat
tertentu. Antara lain survei ekonomi nasinal, survei angkatan kerja
nasional dan lain sebagainya.
Amatilah gambar tabel jumlah penduduk dunia berikut!

Berdasarkan data tabel tersebut, saat ini Indonesia menduduki urutan


keempat jumlah penduduk terbesar di dunia.

3
C. Persebaran Penduduk Indonesia
Persebaran penduduk di Indonesia tidak merata. Pulau Jawa dan Bali
adalah pulau yang paling padat penduduknya. Adapun pulau Sumatra,
Kalimantan, Sulawesi, dan Papua merupakan pulau yang sedikit
penduduknya.
Perhatikan gambar peta kepadatan penduduk berikut!

Penyebab kepadatan penduduk di suatu wilayah lebih tinggi dari


wilayah lain, terutama faktor keadaan alam dan faktor sosial ekonomi,
seperti:
1. Lahan pertaniannya subur dan atau teknologinya pertaniannya sangat
mendukung
2. Memiliki pusat pemerintahan
3. Memiliki pusat kegiatan perekonomian ( industri dan perdagangan )
4. Memiliki kelengkapan sarana serta prasarana transportasi dan komunikasi
5. Fasilitas umumnya lebih memadai, seperti fasilitas pendidikan, kesehatan,
olahraga, rekreasi, kesenian, dan lain sebagainya.
Persebaran penduduk yang tidak merata di wilayah negara Indonesia
menjadikan kepadatan penduduk berbeda-beda. Ada daerah dengan
kepadatan penduduk tinggi dan ada daerah dengan kepadatan penduduk
rendah. Kepadatan penduduk adalah jumlah penduduk dalam setiap wilayah
seluas satu kilometer persegi. Rumus menghitung kepadatan penduduk,
adalah sebagai berikut :

4
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑃𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘
Kepadatan Penduduk = 𝐿𝑢𝑎𝑠 𝑊𝑖𝑙𝑎𝑦𝑎ℎ (km²)

Persebaran penduduk yang belum merata menimbulkan masalah


sosial, ekonomi, dan pertahanan keamanan. Untuk pulau yang padat, akan
terjadi masalah kurangnya lapangan pekerjaan, serta terjadinya banyak
pengangguran dan kriminalitas yang tinggi. Sementara itu, untuk pulau yang
jarang penduduknya, terjadi kekurangan sumber daya manusia dalam
mengelola daya dukung alam yang tersedia.

D. Komposisi penduduk
Komposisi penduduk adalah pengelompokan penduduk atas dasar
kriteria tertentu dan untuk tujuan tertentu. Pengelompokan disesuaikan
dengan tujuan tertentu, misalnya menurut usia dan jenis kelamin, mata
pencaharian, pendididikan, agama, tempat tinggal dan lain sebagainya.
1. Komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin
Komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin dapat
digambarkan secara grafis dengan perbedaan atas dan bawah. Gambaran
tersebut dinamai piramida penduduk. Macam-macam bentuk piramida
penduduk, yaitu :
a. Piramida penduduk muda

5
b. Piramida penduduk tua

c. Piramida penduduk tetap

Data tentang komposisi penduduk berdasarkan umur dan jenis


kelamin dapat dipergunakan untuk mengetahui :
a. Angka beban ketergantungan
Angka beban ketergantungan adalah angka yang menyatakan
perbandingan antara banyaknya orang yang termasuk usia tidak
produktif dengan banyaknya orang yang termasuk usia produktif.
Penggolongan usia tersebut adalah sebagai berikut :
1) Usia 0 – 14 tahun usia belum produktif
2) Usia 15 – 64 tahun usia produktif

6
3) Usia di atas 65 tahun usia tidak lagi produktif
Rumus untuk menghitung angka beban ketergantungan/dependency
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑃𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘 𝑢𝑠𝑖𝑎 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑝𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑡𝑖𝑓
Ratio (DR) adalah : DR = x 100
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘 𝑢𝑠𝑖𝑎 𝑝𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑡𝑖𝑓

b. Angka usia harapan hidup


Angka harapan hidup adalah angka yang menunjukkan batasan usia
rata-rata seseorang memiliki harapan hidup sejak lahir sampai
meninggal dunia dalam suatu populasi pada periode tertentu bila
tidak terjadi bencana alam, wabah penyakit, ataupun perang.
c. Rasio jenis kelamin ( sex ratio )
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑃𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘 𝑙𝑎𝑘𝑖−𝑙𝑎𝑘𝑖
Sex ratio = x 100
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘 𝑤𝑎𝑛𝑖𝑡𝑎

Rasio jenis kelamin adalah angka yang menunjukkan perbandingan


antara banyaknya penduduk laki-laki dari setiap 100 penduduk
wanita.
2. Komposisi penduduk berdasarkan pendidikan
Komposisi penduduk berdasarkan pendidikan dapat dipergunakan
oleh penentu kebijakan pendidikan, seperti penentuan penambahan
sekolah, guru, buku paket, sarana dan prasarana pendidikan, dan lain
sebagainya. Perhatikan gambar tabel tingkat pendidikan masyarakat
Indonesia berikut! Jumlah usia produktif

7
3. Komposisi penduduk berdasarkan pekerjaan
Komposisi penduduk berdasarkan pekerjaan didasarkan pada kegiatan
ekonomi atau jenis usaha yang digeluti masyarakat. Perhatikan gambar
tabel lapangan pekerjaan penduduk Indonesia berikut!

E. Pertumbuhan dan Kualitas Penduduk Indonesia


Pertumbuhan penduduk suatu wilayah atau negara di pengaruhi oleh faktor :
1. Kelahiran
Kelahiran adalah faktor pertumbuhan penduduk yang bersifat menambah
jumlah penduduk. Rumus untuk menghitung angka kelahiran kasar
(CBR) adalah sebagai berikut!

CBR = Jumlah kelahiran x 1.000


Jumlah penduduk
Faktor pendorong peningkatan kelahiran ( pro natalitas) di suatu daerah
atau wilayah, diantaranya disebabkan oleh :
a. Menikah pada usia muda
b. Banyak anak banyak rejeki
c. Anak sebagai penerus garis keturunan
d. Anak sebagai tumpuan orang tua dihari tua
e. Besarnya angka kematian bayi mendorong orang untuk memiliki
banyak anak
Faktor penghambat kelahiran ( anti natalitas) adalah sebagai berikut :
a. Adanya batasan usia minimal untuk menikah
b. Adanya program pemerintah untuk membatasi kelahiran (KB)

8
c. Beban pendidikan yang mahal menyebabkan membatasi diri untuk
mempunyai banyak anak
d. Penundaan usia pernikahan dengan alasan pendidikan dan belum
bekerja
2. Kematian
Kematian adalah faktor pertumbuhan penduduk yang bersifat
mengurangi jumlah penduduk. Rumus untuk menghitung angka kematian
kasar (CDR) adalah sebagai berikut!

CDR = Jumlah kematian x 1.000


Jumlah penduduk

Faktor pendorong peningkatan angka kematian (pro mortalitas) disuatu


daerah atau wilayah adalah sebagai berikut :
a. Fasilitas kesehatan yang belum memadai
b. Tingkat kesehatan masyarakat masih rendah
c. Bencana alam dan wabah penyakit
d. Terjadinya kecelakaan lalu lintas, bunuh diri, pembunuhan dan
peperangan
e. Gizi buruk yang menimpa para blita
Faktor penghambat kematian ( anti mortalitas) adalah sebagai berikut :
a. Meningkatnya fasilitas kesehatan
b. Tingginya tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan
c. Adanya peningkatan gizi bagi balita
d. Lingkungan yang bersih dan teratur
e. Ajaran agama yang melarang membunuh orang lain dan bunuh diri
3. Migrasi
Migrasi berarti perindahan penduduk dari satu tempat ke tempat
lain dengan tujuan menetap. Menurut dimensi daerah, migrasi dibedakan
atas migrasi nasional dan migrasi Internasional. Migrasi adalah bagian
dari mobilitas penduduk, yang dibedakan atas :
a. Mobilitas penduduk sirkuler (tidak permanen)

9
Mobilitas penduduk sirkuler yaitu perpindahan penduduk dari satu
tempat ke tempat lain tanpa bertujuan menetap ( bersifat sementara).
Jenis mobilitas penduduk sirkuler meliputi mobilitas ulang-alik dan
musiman.
b. Mobilitas penduduk permanen
Mobilitas penduduk permanen (migrasi) adalah perpindahan
penduduk dari suatu tempat ke tempat lain dengan tujuan menetap.
Orang yang melakukan migrasi disebut migran. Berdasarkan
wilayah yang dilaluinya, migrasi terbagi atas dua mcam, yaitu :
a. Migrasi Internal (Nasional)
Migrasi internal , yaitu perpindahan penduduk masih dalam satu
wilayah negara atau merupakan perpindahan penduduk antar daerah
di dalam negeri. Yang termasuk ke dalam migrasi dalam negeri
adalah :
1) Transmigrasi
Transmigrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu pulau atau
provinsi yang berpenduduk padat ke suatu pulau atau provinsi
lain yang penduduknya jarang.
2) Urbanisasi
Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota.
b. Migrasi eksternal (Internasional)
Migrasi Eksternal, yaitu perpindahan penduduk dari suatu negara ke
negara lain. Hal ini terjadi karena beberapa hal, antara lain karena
terjadinya peperangan, bencana alam atau mencari kehidupan yang
lebih baik. Migrasi eksternal dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :
1) Imigrasi
Imigrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu negara lain
ke dalam suatu negara. Contoh orang Arab masuk ke Indonesia.
Imigrasi merupakan perpindahan orang dari suatu negara (bangsa)
ke negara lain, dimana ia bukan merupakan warga negara.

10
2) Emigrasi
Emigrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu negara menuju
ke negara lain. Contohnya para TKI yang bekerja di Arab Saudi.
Adapun yang dimaksud dengan kualitas Penduduk adalah tingkatan
mutu kehidupan penduduk pada suatu wilayah atau daerah. Bermutu
tidaknya suatu kehidupan ditandai oleh pemenuhan kebutuhan hidup,
seperti kebutuhan makanan, pakaian, perumahan, kesehatan dan
pendidikan. Kualitas penduduk dikatakan rendah apabila taraf hidupnya
rendah. Cirinya, tidak terpenuhi sebagian besar kebutuhan hidup.
Kualitas penduduk tinggi , apabila taraf hidupnya tinggi, dengan ciri
mudah atau dapat terpenuhinya sebagian besar kebutuhan hidup, baik
kebutuhan jasmani maupun rohani.
Kualitas atau keadaan penduduk dapat dilihat atau diukur
berdasarkan :
1. Tingkat Pendidikan
Pendidikanmerupakan salah satu kunci utama untuk mencapai
kemajuan suatu negara. Cepat lambatnya suatu negara dalam
meningkatkan kemajuan ekonominya sangat bergantung pada
keberhasilan negara dalam memberikan pendidikan kepada
penduduknya. Tingkat pendidikan akan mempengaruhi kualitas
penduduk di bidang lain, yaitu tingkat kesejahteraan dan pendapatan.
Penduduk Indonesia dilihat dari segi pendidikan masih tergolong
rendah. Hal ini disebabkan oleh :
a. Tingkat pendapatan penduduk rendah
b. Tidak imbangnya jumlah murid dengan sarana dan prasarana
pendidikan
c. Masih kurangnya kesadaran orang tua untuk menyekolahkan anak-
anaknya.
Beberapa upaya yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi
rendahnya pendidikan di Indonesia adalah sebagai berikut :
a. Mencanangkan program wajib belajar 12 tahun sejak tahun 2016

11
b. Melakukan peenyempurnaan kurikulum, pembaharuan metode, serta
media pengajaran.
c. Peningkatan kualitas tenaga pendidikan melalui Diklat dan Pelatihan
d. Penyediaan fasilitas pendidikan yang lengkap dan merata disetiap
daerah
e. Mencanangkan program orang tua asuh
2. Tingkat Kesehatan
Kualitas penduduk dalam hal kesehatan merupakan faktor yang
berpengaruh terhadap kinerja dan produktivitas seseorang.tinggi
rendahnya tingkat kesehatan penduduk dapat dilihat dari besarnya angka
kematian bayi dan ibu melahirkan. Rendahnya tingkat kesehatan
penduduk, antara lain disebabkan masih banyaknya lingkungan yang
kurang sehat yang memudahkan penyebaran penyakit menular. Selain itu
terbatasnya layanan kesehatan di daerah-daerah terpencil. Perhatikan
gambar anak yang mengalami gizi buruk berikut ini!

Untuk mendapatkan kualitas kesehatan yang baik, diperlukan


berbagai sarana dan prasarana, serta berbagai fasilitas pendukung seperti:
a. Tenaga medis yang seimbang dengan jumlah penduduk
b. Rumah sakit dan peralatan kedokteran yang sesuai dengan jumlah
penduduk
c. Fasilitas-fasilitas pendukung lainnya seperti posyandu.

12
3. Tingkat Pendapatan
Tingkat pendapatan penduduk diukur dari besarnya pendapatan
perkapita. Pendapatan perkapita adalah pendapatan yang diperoleh rata-
rata penduduk dalam satu tahun. Pendapatan perkapita dapat
mencerminkan tingkat kesejahteraan suatu negara. Semakin tinggi
pendapatan perkapita semakin tinggi tingkat kesejahteraan penduduknya.
Pendapatan seseorang menentukan tingkat kesejahteraannya.
Pendapatan seseorang dipengaruhi oleh mata pencahariannya. Seorang
pengusaha tentu memilki pendapatan yang lebih besar dibandingkan
tenaga kerjanya. Tingkat kesejahteraan suatu negara dapat diukur dari
pendapatan penduduknya, yang ditunjukkan oleh pendapatan perkapita.

13
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dinamika penduduk adalah perubahan keadaan penduduk.
Perubahan perubahan tersebut dipengaruhi oleh beberapa hal. Dinamika
atau perubahan lebih cenderung pada perkembangan jumlah penduduk
suatu Negara atau wilayah tersebut. Jumlah penduduk tersebut dapat
diketahui melalui sensus, registrasi dan survey penduduk.
1. Rumus menghitung kepadatan penduduk, adalah sebagai berikut :
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑃𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘
Kepadatan Penduduk = 𝐿𝑢𝑎𝑠 𝑊𝑖𝑙𝑎𝑦𝑎ℎ (km2 )

2. Rumus untuk menghitung angka beban ketergantungan/dependency


adalah sebagai berikut:
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑃𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘 𝑢𝑠𝑖𝑎 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑝𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑡𝑖𝑓
Ratio (DR) adalah : DR = x 100
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘 𝑢𝑠𝑖𝑎 𝑝𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑡𝑖𝑓

3. Rumus Rasio jenis kelamin ( sex ratio )


𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑃𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘 𝑙𝑎𝑘𝑖−𝑙𝑎𝑘𝑖
Sex ratio = x 100
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘 𝑤𝑎𝑛𝑖𝑡𝑎

B. Saran
Dengan selesainya makalah ini tidak terlepas dari banyaknya
kekurangan-kekurangan pembahasannya dikarenakan oleh berbagai macam
faktor keterbatasan waktu, pemikiran dan pengetahuan penulis yang terbatas,
oleh karena itu untuk kesempernuan makalah ini penulis sangat
membutuhkan saran-saran dan masukan yang bersifat membangun kepada
semua pembaca.

14
DAFTAR PUSTAKA

http://nuraini17depok.blogspot.com/2017/09/dinamika-kependudukan-
indonesia.html
http://smpn1haurgeulis1.blogspot.com/p/dinamika-kependudukan-indonesia.html
http://rirydeputry.blogspot.com/2014/10/dinamika-penduduk-indonesia.html

15