Anda di halaman 1dari 4

1.

1 Identitas Buku 1

Judul Buku : Teori-Teori Belajar & Pembelajaran

Penulis : Prof. Dr. Ratna Wilis Dahar, M.Sc.

Penerbit : Erlangga

ISBN : 9789790991910

Tahun : 2011

Kota Terbit : Bandung

Tebal Buku : 188 Halaman

1.2 Ringkasan Buku 1

A. TEORI BELAJAR PERILAKU

1. Evolusi Teori Perilaku

 Ivan Pavlov : Classical Conditioning

Pavlov dan kawan-kawannya mempelajari proses pencernaan dalam anjing. Selama


penelitian, mereka para ahli memperhatikan perubahan dalam waktu dan kecepatan
pengeluaran air liur. Pentingnya studi yang dilakukan oleh Pavlov terletak pada metode
yang digunakannya serta hasil-hasil yang diperolehnya (Slavin,1988). Alat-alat yang
digunakannya memperlihatkan bagaimana Pavlov dan kawan-kawannya dapat mengamati
secara teliti dan mengukur respon subjek-subjek dalam eksperimen-eksperimen itu.
Penekanan yang diberikan Pavlov pada observasi dan pengukuran yang teliti dan
eskplorasinya secara sistematis tentang berbagai aspek belajar menolong kemajuan studi
ilmiah tentang belajar. Akan tetapi hanya sedikit penemuan pavlov yang diterapkan pada
belajar di sekolah.

 E.L. Thorndike : Hukum Pengaruh

Dalam studi Thorndike terdahulu,ia memandang perilaku sebagai suatu respons terhadap
stimulus-stimulus dalam lingkungan (perhatikan kesesuaian dengan Pavlov). Dalam sejumlah
eksperimennya,Thorndike menempatkan kucing-kucing dalam kotak-kotak. Dari kotak-kotak
ini,kucing-kucing itu harus keluar untuk memperoleh makanan. Ia mengamati bahwa sesudah
selang waktu,kucing-kucing itu belajar bagaimana dapat keluar dari kotak-kotak itu lebih cepat
dengan mengulangi perilaku-perilaku yang mengarah pada keluar,dan tidak mengulangi
perilaku-perilaku yang tidak efektif. Thorndike mengembangkan hukumnya yang dikenal
dengan hukum pengaruh atau “Law of Effect” yaitu bahwa suatu tindakan diikuti oleh suatu
perubahan yang memuaskan dalam lingkungan,kemungkinan tindakan itu diulangi dalam
situasi yang mirip akan meningkat. Akan tetapi,bila suatu perilaku diikuti oleh suatu perubahan
yang tidak memuaskan dalam lingkungan,kemungkinan perilaku itu diulangi akan menurun.
Jadi,konsekuensi perilaku seseorang pada suatu waktu memegang peranan penting dalam
menentukan perilaku orang itu selanjutnya.

 B.F.Skinner : Operant Conditioning

Eksperimen Skinner dipusatkan pada penempatan subjek dalam situasi yang terkontrol dan
mengamati perubahan dalam perilaku subjek-subjek itu yang dihasilkan dengan mengubah
secara sistemaatis konsekuensi perilaku subjek tersebut. kontribusi Skinner,seperti halnya
dengan Pavlov,bukan terdiri hanya atas apa yang telah ditemukannya,melainkan juga atas
metode yang digunakannya. Skinner terkenal dengan pengembangan dan penggunaan aparatus
yang biasa disebut kotak Skinner. Dengan kotak ini,ia meneliti perilaku hewan,biasanya tikus
dan burung merpati. Pekerjaan Skinner dengan tikus dan burung merpati menghasilkan
sekumpulan prinsip tentang perilaku yang telah ditunjang oleh beratus-ratus studi yang
melibatkan manusia ataupun hewan.

Prinsip-Prinsip Teori Belajar Perilaku

Prinsip yang paling penting pada teori-teori perilaku ialah perilaku berubah menurut
konsekuensi langsung. Konsekuensi yang menyenangkan “memperkuat perilaku” , sedangkan
konsekuensi-konsekuensi yang tidak menyenangkan “melemahkan” perilaku. Bila seekor tikus
yang lapar menerima butiran makanan,saat ia menekan sebuah papan,tikus itu akan lebih sering
menekan papan itu. Akan tetapi,bila tikus itu menerima denyutan listrik,frekuensi tikus itu
dalam menekan papan akan semakin bekurang atau berhenti sama sekali.

2. Teori Belajar Sosial

Teori belajar sosial menekankan bahwa lingkungan kerap kali dipilih dan diubah seseorang
melalui perilakunya. Pembahasan tentang konsep-konsep utama teori belajar sosial dibagi
menjadi :

 pemodelan (modeling),yaitu meniru perilaku orang lain dan pengalaman,yaitu belajar


dari keberhasilan dan kegagalan orang lain.
 Fase Belajar dibagi menjadi empat model yaitu Fase perhatian,retensi,reproduksi,dan
motivasi.
 Belajar Vicarious,termotivasi oleh harapan bahwa meniru model dengan baik akan
meningkatkan kemungkinan untuk memperoleh reinforcement.
 Pengaturan Sendiri,bahwa manusia mengamati perilakunya sendiri

B. TEORI BELAJAR KOGNITIF

Telah dikemukakan terlebih dahulu bahwa para penganut teori belajar kognitif
berpendapat bahwa perilaku yang tidak dapat diamati pun dapat dipelajari secara ilmiah.
Para ahli psikologi kognitif mengemukakan suatu kerangka teoritis yang dikenal dengan
model pemrosesan informasi. Dalam model ini peristiwa-peristira mental diuraikan sebagai
transforasi-transformasi informasi dari input (Stimulus) ke output (respons).

Beberapa Teori belajar menurut para ahli,yaitu:

1. Bruner dan Teorinya


Jerome S.Bruner memusatkan perhatiannya pada masalah apa yang dilakukan
manusia dengan informasi yang diterimanya dan apa yang dilakukannya sesudah
memperoleh informasi yang diterimanya dan yang di sekret itu mencapai
pemahaman yang memberikan kemampuan padanya. Hal yang penting baginya
ialah cara bagaimana orang memilih,mempertahankan,dan mentransformasi
informasi secara aktif,dan inilah menurut Bruner inti belajar. Oleh karena
itu,Bruner memusatkan perhatiannya pada masalah apa yang dilakukan manusia
dengan informasi yang diterimanya dan apa yang dilakukannya sesudah
memperoleh informasi yang diskret itu mencapai pemahaman yang memberikan
kemampuan padanya.

2. Belajar Menurut Ausubel


Inti teori Ausebel tentang belajar ialah belajar bermakna (Ausubel,1968). Bagi
Ausubel,belajar bermakna merupakan suatu proses dikaitkannya informasi baru
pada konsep-konsep yang relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang.

3. Hasil Belajar Menurut Gagne


Gagne mengemukakan lima macam hasil belajar,tiga di antaranya bersifat
kognitif,satu bersifat afektif,dan satu lagi sifat psikomotorik. Menurut Gagne,ada
lima kemampuan yang dikatakan sebagai hasil belajar,yaitu keterampilan
intelektual,Strategi kognitif,sikap,informasi verbal,dan keterampilan motorik.

4. Teori Piaget
Teori Piaget muncul karena keberatannya terhadap baik empirisme maupun
rasionalisme,dan menurutnya,teorinya merupakan suatu sintesis keduanya. Piaget
berpendapat bahwa observasi dan penalaran tidak hanya penting karena
berimpitannya,tetapi keduanya saling bergantung karena yang satu tidak terjadi
tanpa yang lain.

5. Teori Pembelajaran Lawson


Postulat-postulat yang melandasi Teori pembelajaran menurut Lawson:
1. Para siswa kerap kali mempuyai miskonsepsi
2. Miskonsepsi dapat begitu kuat dan bertahan terhadap perolehan konsepsi
ilmiah yang berlaku
3. Untuk menghilangkan miskonsepsi,para siswa diharapkan bergerak melalui
suatu fase
4. Perkembangan atau perbaikan kemampuan menular dari situasi
5. Argumentasi menyediakan pengalaman-pengalaman
6. Siklus belajar merupakan suatu metode instruksional
7. Penggunaan siklus belajar memberi kesempatan pada para siswa untuk
mengungkpkan miskonsepsi
8. Ada tiga macam siklus belajar,yaitu deskriptif,empiris-induktif,hipotesis-
deduktif).
9. Perbedaan ketiga macam siklus belajar yaitu seberapa jauh para siswa
mengumpulkan data
10. Siklus belajar deskriptif bertujuan untuk meminta siswa mengamati
sebagian kecil alam ini.