Anda di halaman 1dari 10

BAB VII

STUDI KASUS

7.1 Soal Studi Kasus


7.1.1 Topografi dan Penaksiran Sumber Daya

Studi Kasus 1
7.1.2 Dips
DIPS STUDI KASUS 2016

Dari data geoteknik dan data dilapangan diketahui :


 Arah kemiringan lereng atau Dip/Dip direction, besarnya sudut geser
dalam (Ø) dan data kelengkapan kekar terdapat pada data EXCEL
masing-masing kelompok sesuai bahan galiannnya.
Buatlah analisa orientasi menggunakan software dips dengan ketentuan
 Projection : Equal Area
Pertanyaan :
1) Apakah terjadi longsoran? Bila terjadi longsoran, jenis longsorannya
apa yang terjadi, sebutkan alasannya?
 Jika tidak terjadi longsoran tentukan arah umun bidang diskontinu
nya?
 Jika terjadi longsoran tentukan arah umum longsorannya?
2) Tentukan berapa arah peledakannya, agar diperoleh fragmentasi yang
seragam (tidak menimbulkan boulder)?
3) Tentukan Klasifikasi Massa Batuan (RMC) dengan pembobotan Rock Mass
Rating (RMR)?

Catatan :
Jika Mengalami kesulitan dapat menghubungi asisten yang bersangkutan.

Studi Kasus 2
TABEL PENENTUAN BOBOT UNTUK KLASIFIKASI MASSA BATUAN
PADA SOFTWARE DIPS

Gambar 1
Jenis-jenis Longsoran

Tabel 1
Deskripsi Bukaan

Studi Kasus 3
Gambar 2
Tipe Kekasaran untuk Rentang JRC

Tabel 2
Parameter klasifikasi dan pembobotannya dalam sistem RMR

Parameter
Selang Nilai
Kuat Untuk kuat tekan
PLI (MPa) >10 4-10 2-4 1-2
Tek rendah perlu UCS
an
Batu
1 UCS 100- 5-
an >250 50-100 25-50 1-5 <1
(MPa) 250 25
Utu
h
Bobot 15 12 7 4 2 1 0
RQD (%) 90-100 75-90 50-75 25-50 < 25
2
Bobot 20 17 13 8 3
Jarak Diskontinuiti
>2 0.6-2 0.2-0.6 0.06-0.2 <0.06
3 (m)
Bobot 20 15 10 8 5

Studi Kasus 4
Sangat
kasar ,
tidak Agak
Agak
meneru kasar, Slinkensided
kasar,
s, tidak pemisa /tebal gouge Gouge lunak tebal
pemisaha
Kondisi ada han 1 <5mm, atau >5mm, atau
4 n <1 mm,
Diskontinuiti pemisa mm, pemisahan 1- pemisahan >5mm,
dinding
han, dindin 5mm, menerus
sangat
dindin g agak menerus
lapuk
g batu lapuk
tidak
lapuk
bobot 30 25 20 10 0

Aliran/10m
panjang
None <10 10-25 25-125 >125
tunnel
Air (ltr/menit)
tana
h Tek. Air
5 pada pada
keka kekar/maks
0 <0.1 0.1-0.2 0.2-0.5 >0.5
r tegangan
utama
(MPa)
Kondisi Lemba
Kering Basah Menetes Mengalir
Umum b
Bobot 15 10 7 4 0

Tabel 3
Klasifikasi Kondisi Kekar.

Tabel 4
Penyesuaian Bobot untuk Orientasi Kekar.

Studi Kasus 5
Tabel 5
Kelas Massa Batuan untuk Bobot Total.

7.1.3 Slide

DATA DEFINE MATERIAL SLIDE BENTONIT


Bahan Galian Unit weight Cohesi (KN/m2) Friction Angle
(KN/m3)
Soil 14 18 15
Diorite 29 105 36
Tanah setebal 3 meter SOAL
1. Buatlah rekomendasi geometri jenjang yang memenuhi syarat single slope
Memiliki FK > 1,33 dan Overall Slope memiliki FK diantara 1,33
sampai 2 untuk metode Bishop saja
2. Buat sayatan pada lereng yang terdapat jalan tambang (Ramp). Lakukan
analisis pada sayatan tersebut. Analisis kestabilan lereng sesuai dengan
kemajuan tambangnya.

Analisis menggunakan kondisi lereng jenuh (full saturated) dengan faktor


kegempaan 0,03.
Untuk ketentuan tinggi jenjang Tunggal menggunakan kepmen
no.555.K/26/M.PE/1995 pasal 241
1. Kemiringan, tinggi, dan lebar teras harus dibuat dengan baik dan aman untuk
keselamatan para pekerja agar terhindar dari material atau benda jatuh
2. Tinggi jenjang (bench) untuk pekerjaan yang dilakukan pada lapisan yang
mengandung pasir, tanah liat, kerikil, dan material lepas lainnya harus:

◦ tidak boleh lebih dari 2,5 m apabila dilakukan secara manual

◦ tidak boleh lebih dari 6 m apabila dilakukan secara mekanis

Studi Kasus 6
◦ tidak boleh lebih dari 20 m apabila dilakukan dengan
menggunakan clamsheel, dragline, bucket wheel excavator atau
alat sejenis, kecuali mendapat persetujuan KAPIT

3. Tinggi jenjang untuk pekerjaan yang dilakukan pada material kompak tidak
boleh lebih dari 6 m apabila dilakukan secara manual

Dalam hal penggalian dilakukan sepenuhnya dengan alat mekanis yang dilengkapi
dengan kabin pengaman yang kuat, maka tinggi jenjang maksimum untuk jenis
material kompak 15 m, kecuali mendapat persetujuan KTT
Studi kemantapan lereng harus dibuat apabila:
- tinggi jenjang keseluruhan pada sistem penambangan berjenjang lebih dari
15 m
- tinggi setiap jenjang lebih dari 15 m
Lebar lantai teras kerja sekurang-kurangnya 1,5 kali tinggi jenjang atau
disesuaikan dengan alat-alat yang digunakan sehingga dapat bekerja dengan aman
dan harus dilengkapi dengan tanggul pengaman (safety berm) pada tebing yang
terbuka dan diperiksa pada setiap gilir kerja dari kemungkinan adanya rekahan
atau tanda-tanda tekanan atau tanda-tanda kelemahan lainnya.

7.1.4 Rancangan Penambangan

SOAL STUDI KASUS RANCANGAN BUKAAN TAMBANG


Ketentuan :
 Grade jalan maksimal 12 %
 Lebar jalan disesuaikan dengan spesifikasi alat angkut yang terlampir.
 Buat lokasi kantor, kantin, pabrik, mess, pos kemanan, gudang, bengkel,
genset, stock pile, tempat ibadah, rencana pengolahannya terserah anda
 Untuk lokasi dan dimensi bukaannya terserah anda
 Buat pushbacknya pertahun untuk yang umur tambangnya pendek atau
buat pushback dengan angka kelipatan tahun untuk umur tambang yang
lama (contoh : 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun dst).
 Sudah ditentukan elevasi pit bottom dan target produksinya seperti
dibawah ini :

Studi Kasus 7
(NB : hitung sendiri tonasenya berdasarkan densitas material yg anda
dapat, ingat target yang nanti anda kerjakan dalam bentuk volume)

Kelopok :
1. Elevasi pit bottom = 10 , target produksi = 5.000.000 m3/tahun
2. Elevasi pit bottom = 30 , target produksi = 3.300.000 m3/tahun
3. Elevasi pit bottom = 10 , target produksi = 2.000.000 m3/tahun
4. Elevasi pit bottom = 5 , target produksi = 2.000.000 m3/tahun
5. Elevasi pit bottom = 5 , target produksi = 1.500.000 m3/tahun
6. Elevasi pit bottom = 60 , target produksi = 2.000.000 m3/tahun
7. Elevasi pit bottom = 40 , target produksi = 3.000.000 m3/tahun
8. Elevasi pit bottom = 40 , target produksi = 2.000.000 m3/tahun
9. Elevasi pit bottom = 50 , target produksi = 2.000.000 m3/tahun
10. Elevasi pit bottom = 30 , target produksi = 2.000.000 m3/tahun
11. Elevasi pit bottom = 5 , target produksi = 5.500.000 m 3/tahun
12. Elevasi pit bottom = 20 , target produksi = 4.000.000 m3/tahun
13. Elevasi pit bottom = 15 , target produksi = 1.600.000 m 3/tahun
14. Elevasi pit bottom = 10 , target produksi = 1.200.000 m 3/tahun
15. Elevasi pit bottom = 10 , target produksi = 1.500.000 m 3/tahun
16. Elevasi pit bottom = 70 , target produksi = 2.000.000 m3/tahun
17. Elevasi pit bottom = 40 , target produksi = 3.500.000 m 3/tahun
18. Elevasi pit bottom = 40 , target produksi = 3.000.000 m 3/tahun
19. Elevasi pit bottom = 60 , target produksi = 1.500.000 m3/tahun
20. Elevasi pit bottom = 40 , target produksi = 2.000.000 m 3/tahun
21. Elevasi pit bottom = 10 , target produksi = 4.000.000 m3/tahun
22. Elevasi pit bottom = 20 , target produksi = 3.300.000 m3/tahun
23. Elevasi pit bottom = 20 , target produksi = 2.000.000 m3/tahun
24. Elevasi pit bottom = 15 , target produksi = 2.000.000 m3/tahun
25. Elevasi pit bottom = 20 , target produksi = 1.500.000 m3/tahun
26. Elevasi pit bottom = 70 , target produksi = 2.500.000 m3/tahun
27. Elevasi pit bottom = 30 , target produksi = 3.000.000 m3/tahun
28. Elevasi pit bottom = 30 , target produksi = 2.000.000 m3/tahun
29. Elevasi pit bottom = 40 , target produksi = 3.000.000 m3/tahun
30. Elevasi pit bottom = 50 , target produksi = 2.000.000 m3/tahun
31. Elevasi pit bottom = 10 , target produksi = 1.500.000 m 3/tahun
32. Elevasi pit bottom = 10 , target produksi = 2.000.000 m3/tahun
33. Elevasi pit bottom = 40 , target produksi = 2.000.000 m3/tahun
34. Elevasi pit bottom = 10 , target produksi = 2.500.000 m3/tahun
35. Elevasi pit bottom = 5 , target produksi = 3.000.000 m 3/tahun
36. Elevasi pit bottom = 30 , target produksi = 1.500.000 m3/tahun
37. Elevasi pit bottom = 20 , target produksi = 2.000.000 m3/tahun

Studi Kasus 8
38. Elevasi pit bottom = 20 , target produksi = 4.000.000 m3/tahun
39. Elevasi pit bottom = 10 , target produksi = 3.000.000 m3/tahun
40. Elevasi pit bottom = 15 , target produksi = 2.500.000 m3/tahun
41. Elevasi pit bottom = 50 , target produksi = 3.000.000 m3/tahun
11. Elevasi pit bottom = 60 , target produksi = 3.000.000 m 3/tahun
42. Elevasi pit bottom = 40 , target produksi = 2.500.000 m3/tahun
43. Elevasi pit bottom = 70 , target produksi = 3.000.000 m 3/tahun
44. Elevasi pit bottom = 15 , target produksi = 2.500.000 m3/tahun
45. Elevasi pit bottom = 60 , target produksi = 4.000.000 m3/tahun
46. Elevasi pit bottom = 10 , target produksi = 2.000.000 m3/tahun
47. Elevasi pit bottom = 20 , target produksi = 3.000.000 m3/tahun
48. Elevasi pit bottom = 30 , target produksi = 2.500.000 m3/tahun

Spesifikasi alat angkut yang digunakan :

Studi Kasus 9
7.1.5 Evaluasi Ekonomi Proyek Mineral ( Evapro)
SOAL STUDI KASUS EVAPRO 2016

Berdasarkan data yang ada, buatlah analisis kelayakan ekonomi proyek tersebut
dengan ketentuan:
1. Tentukan sendiri biaya perijinan, eksplorasi, konstruksi, pembelian peralatan
operasi, barang-barang inventaris, BBM, listrik, telepon, air, K3L dan CSR,
jumlah dan gaji karyawan sesuai dengan kondisi proyek yang direncanakan.
2. Peralatan tambang dan pengolahan yang digunakan disesuaikan dengan
sistem penambangan dan bentuk produk akhir yang akan dipasarkan.
Jumlahnya juga disesuaikan dengan target produksi penambangan.
3. Depresiasi dan amortisasi menggunakan metode Garis Lurus disesuaikan
dengan UU No. 36 Tahun 2008.
4. Biaya Operasi mengalami eskalasi sebesar 7%.
5. Target produksi dan umur tambang disesuaikan dengan ketentuan yang
terdapat pada soal Rancangan Tambang.
6. Harga jual produk disesuaikan dengan harga yang berlaku di pasaran saat ini
dan mengalami eskalasi sebesar 6%.
7. Proyek menggunakan modal sendiri sebesar 60% dan modal pinjaman
sebesar 40% dari total investasi. Besarnya bunga pinjaman sesuai dengan
bunga bank yang diterapkan bank tersebut.
8. Modal kerja diperlukan untuk operasional 5 bulan pertama penambangan.
9. Untuk daftar harga BBM gunakan daftar harga BBM Non Subsidi terbaru.
Buatlah cashflow dan sheet-sheet yang terkait dengan semua komponen
perhitungan analisis kelayakan (NPV, IRR dan PBP). Asumsi yang dilakukan
untuk setiap komponen biaya harus berdasarkan perhitungan yang tepat dan sesuai
dengan rencana proyek, serta lampirkan seluruh daftar harga pembelian
barang.

Studi Kasus 10