Anda di halaman 1dari 9

Pertemuan 5

Pemasaran Sosial
Sosial marketing berbeda dibandingkan dengan strategi perubahan sosial,
di mana perubahan sosial mempunyai banyak strategi. Dalam strategi promosi
kesehatan ada tiga yaitu, strategi pemberdayaan, advokasi, dan dukungan sosial.
Pemasaran sosial masuk di strategi pemberdayaan. Sebenarnya pemasaran sosial
masuk di ketiga strategi tersebut, tetapi yang paling dekat adalah pemberdayaan
masyarakat. Apabila kita ingin mengubah perilaku, salah satunya memanfaatkan
strategi promosi kesehatan. Salah satunya promosi kesehatan adalah
meningkatkan kualitas hidup dan pemberdayaan masyarakat. Mengapa masuk di
pemberdayaan? Karena yang ingin diubah perilakunya adalah masyarakat.
Masyarakat perlu diubah perilakunya dan diketuk dari dalam hatinya, karena
prinsip pemberdayaan seperti itu. Kita ketuk pintu hatinya, dibukakan pintu, kita
masukkan muatan, kita tutup pintunya agar muatannya bertahan di dalam, dan
kemudian kita tinggalkan, dalam artian perilakunya itu bertahan. Mengapa bisa
berbeda dengan strategi lainnya? Advokasi, Jadi advokasi itu bagaimana kita
membawa kebijakan dan mempengaruhi kebijakan. Jadi, orang-orang kesmas ini
paham bahwa di dalam mengubah perilaku, salah satunya dengan melakukan
advokasi. Kita pengaruhi kebijakan. Contoh, FKM sulit dalam melakukan
perubahan perilaku terhadap perokok, sudah banyak promosi yang dilakukan,
sudah capek dengan melakukan edukasi, dan sudah mencoba memberdayakan,
tetapi tidak berhasil. Maka kita butuh strategi lain, yaitu advokasi, di mana kita
advokasi dekannya untuk mengagas yang namanya FKM bebas asap rokok
dengan denda satu juta apabila di temukan merokok. Jadi, salah satu strategi
mengubah perilaku dengan memberikan mereka aturannya. Strategi advokasi
berbeda dengan strategi pemasaran sosial di mana tidak adanya aturan yang
mengikat.
Apabila ingin menyampaikan pesan sosial yang pertama yang harus
dilakukan adalah need assessment dan mengenali karakteristik mereka, agar kita
bisa masuk dalam lingkungan sosial mereka. Jadi, kita masuk di dalam
lingkungan sosial mereka, kita beradaptasi dan kemudian kita melakukan
relationship dengan mereka, sehingga kita membangun hubungan saling percaya.
Ini adalah langkah-langkah atau proses dalam pemberdayaan masyarakat. Di
dalam hukum, apabila kita ingin mengubah perilaku seseorang adalah prinsip
compliance. Prinsip compliance ini yang di ambil oleh hukum kita. Compliance
artinya sifatnya yang mengikat dan memaksa. Jadi, primsip compliance ada
kaitannya dengan advokasi. Kita mengadvokasi agar ada aturan, agar orang
tersebut mau, jika perlu secara terpaksa ikut. Sementara di pemasaran sosial, kita
mengajak orang secara ikhlas agar dia mau mengikuti pesan yang kita bawa.
Orang tersebut merasakan manfaat dan nilai sehingga orang tersebut mau sendiri
dan secara sadar mengikuti pola perilaku yang kita bawakan.
Pemasaran sosial dimana kita mengajak seseorang supaya orang tersebut
mau mengubah perilakunya secara sadar, sementara di advokasi, kita membawa
aturan dan hukum yang mempunyai efek dan jika kita orang tersebut tidak ikut
maka akan ada sanksinya. Di pemasaran sosial hanya mengkampanyekan saja dan
berharap sebisa mungkin kita meruabh perilakunya dari dalam tetapi bukan dari
luar. Jika dari dalam, maka orang secara sadar mengikuti, yang disebut dengan
public awareness (kesadaran publik). Public awareness ini yang harus kita kejar.
Sementara tujuan advokasi memang akhirnya mengharapkan public awareness,
tetapi dengan cara yang berbeda. Satu dengan cara pemaksaan, satu dengan cara
yang halus. Konsep kunci di dalam pemasaran sosial adalah memanfaatkan
pemasaran komersil atau prinsip-prinsip komersil dan teorinya. Memanfaatkan
artinya tidak dipakai secara langsung atau tidak dipakai seutuhnya, disesuaikan
dengan yang kita butuhkan di dalam pemasaran sosial. Kedua ada volunteering,
yaitu relawan. Prinsip awal relawan adalah rasa ikhlas. Apabila mau menjadi
volunteering dan tidak mempunyai rasa ikhlas, percuma. Jadi yang perlu dibangun
adalah empati, rasa solidaritas yang tinggi. Volunteering of behavior change
adalah orang-orang yang jadi sukarelawan untuk perubahan perilaku.
Volunteering adalah kita mencoba membagikan rasa ikhlas. Berikutnya target
spesifik audience, audiencenya adalah orang-orang yang sudah punya spesifik kita
tuju, ini kaitannya dengan segmentasi. Target spesifik adalah bagaimana kita
mampu memisahkan orang-orang berdasarkan karakteristiknya. Kemudian
berikutnya adalah fokus personal. Jadi yang menjadi fokus adalah personalnya,
tetapi merupakan rangkaian menyeluruh dari sebuah lingkungan sosial. Sistem
sosial yang kita ingin buatkan agar arahnya positif. Pemasaran sosial merupakan
salah satu strategi perubahan perilaku dan dalam promosi kesehatan dikenal
dengan strategi pemberdayaan.
Prinsip pemasaran sosial :
1. Menerima perilaku yang baru. Masyarakatnya harus membuka diri dan
masyarakat yang dinamis.
2. Menolak perilaku potensial. Mengidentifikasi perilaku dan meninggalkan
perilaku yang lama (memodifikasi).
Elemen-elemen pemasaran sosial dalam upaya promosi kesehatan di
PUSKESMAS :
1. Segmentasi, yaitu memilah-milah.
2. Targeting, berarti kita menargetkan sebuah komunitas yang siapa yang kita
sasar. Targeting asal mulanya dari segmentasi
3. Positioning,posisi semua produk didalam image konsumen. Jadi, mengambil
positioning adalah bagaimana cara mendapatkan perhatian dari konsumen.
Produknya dibuat semenarik mungkin disesuaikan dengan seleranya
konsumen, inovasi terkini, kualitas, dan promosi. Promosi juga memegang
peranan penting dalam memposisikan produk ditengah-tengah masyarakat.
Melalui promosi kita bisa merebut posisi. Jika kita bicara promosi, yang
menjadi kelemahan dalam sebuah pemasaran sosial adalah kurangnya dana,
kalau produk komersil sudah disiapkan anggarannya. Intinya semakin besar
jangkauan media, semakin bagus dampaknya. Cara yang paling sering
digunakan dalam meyampaikan pesan sosial adalah media sosial, media
penyuluhan.
Strategi promosi kesehatan ada advokasi, sosial umum, dan pemberdayaan
masyarakat.
Bauran pemasaran atau marketing mix disini sebenarnya konsep kekuatan
inti dari konsep pemasaran sosial. Ada 4 aspek sosial marketing yang disebut
dengan marketing mix :
1. Aspek produknya, Inovasi produk , semakin berkualitas produknya
maka lebih mudah mendapatkan posisi pasar.
2. Harga, masyarakat psikologi konsumennya adalah jika saya bisa
mengeluarkan biaya kecil untuk mendapatkan manfaat yang besar,
maka ini saya pilih. Artinya ada harga ada penerimaan. Ketika dia
mendapatkan harga murah maka dia bisa menerima. Semakin rendah
harganya, semakin mudah dan daya menerimanya semakin puas.
3. Price, sebisa mungkin sebuah produk kita ingin memberikan manfaat
maka pricenya kita tekan. Kalau di produk komersil sudah jelas, jika
saya punya kualitas lalu harganya dibawah maka cenderung pasti
konsumen memilih itu. Contoh disuatu tempat sama-samamenjual
jilbab kain sifon, tetapi penjual yang satu menjual seharga Rp. 120.000
dan penjual satunya lagi menjual seharga Rp. 150.000. Pasti orang
akan memilih dengan harga yang lebih murah. Sebab sudah seperti itu
psikologi manusia. Kalau saya bisa mendapatkan manfaat yang sama,
maka saya memilih harga yang lebih murah.
4. Place (tempat). Di pemasaran komersil tempat memiliki aspek yang
paling besar.
Jatuh pada pertanyaan, apa yang membuat sosial marketing berbeda dibandingkan
strategi perubahan sosial? Jadi perubahan sosial ini banyak strateginya. Kalau
dalam promosi kesehatan ada tiga yaitu, startegi pemberdayaan, advokasi, dan
dukungan sosial. Pemasaran sosial masuk di strategi pemberdayaan. Sebenarnya
masuk di tiga2 nya, hanya yang paling dekat adalah pemberdayaan masyarakat.
Jadi kalau kita ingin merubah perilaku salah satunya memanfaatkan strategi
promosi kesehatan. Salah satunya promosi kesehatan adalah meningkatkan
kualitas hidup dan ........ masyarakat. Kenapa di pemberdayaan dia masuk? Karena
yang kita rubah perilakunya adalah masyarakat. Masyarakat perlu dirubah
perilakunya, di ketuk dari dalam hatinya. Karena prinsip pemberdayaanya seperti
itu. Kita ketuk pintu hatinya, dibukakan pintu, kita masukkan muatan, kita tutup
pintunya supaya muatannya bertahan di dalam dan kemudian kita tinggalkan.
Artinya perilakunya bertahan. Kenapa dia bisa berbeda dengan strategi lainnya?
Advokasi, Jadi advokasi itu bagaimana kita membawai kebijakan. Jadi
mempengaruhi kebijakan. Jadi orang2 kesmas mereka ini paham bahwasannya
didalam merubah perilakunya salah satunya dengan melakukan advokasi. Kita
pengaruhi kebijakan. Contoh misalnya, FKM susah misalnya, banyak sekali
promosi, kita sudah capek mengedukasi, kita coba memberdayakan, tidak
mempan. Maka kita butuhkan strategi lain, yaitu advokasi, advokasi apa? Kita
advokasi dekannya supaya kita gagas namanya FKM bebas asap rokok dengan
denda 1jt jika didapat. Ini advokasi karena adanya aturan, ada sanksi yang dibuat,
kita buatkan norma hukum. Jadi salah satu strategi mengubah perilaku dengan
memberikan mereka aturannya. Jika dilanggar ada sanksinya kalau ditepati ......
Apa bedanya? Apa yang membedakan antara strategi ini dengan strategi
pemasaran sosial? Tidak ada aturan yang mengikat. Kalau anda ingin
meyampaikan pesan sosial yang pertama yang harus anda lakukan adalah need
accesment dan mengenali apa yang mereka punya karakteristik agar kita bisa
masuk dalam lingkungan sosial mereka. Jadi kita masuk didalam lingkungan
sosial mereka, kita beradaptasi dan kemudian kita melakukan relatioship dengan
mereka, penyetaraan, sehingga kita membangun hubungan saling percaya. Ini
adalah langkah-langkah atau proses dalam pemberdayaan masyarakat. Ketika kita
datang, masyarakat sudah terbuka dengan kita, maka kita masukkan muatan. Itu
semua langkah-langkah dalam pemberdayaan masyarakat. Apakah disana ada
aturan yang dibawa? Kadang-kadang aturan dari pemerintah, bukan sisi murni
dari sebuah pemasaran sosial. Kenapa? Karena pemasaran sosial itu. Didalam
hukum, kalau kita ingin merubah perilaku seseorang adalah prinsip complance,
prinsip complance ini yang diambil oleh hukum kita. Complace artinya dia
sifatnya mengikat dan memaksa. Jika anda melakukan sesuatu maka ada
sanksinya, ada yang akan didapatkan. Jadi prinsip compalance ada kaitannya
dengan advokasi. Kita mengadvokasi supaya ada aturan, supaya orang itu mau,
kalau perlu secara terpaksa ikut. Sementara kalau dipemasaran sosial, kita
mengajak orang secara ikhlas, supaya dia mau mengikuti pesan yang kita bawa.
Dia merasakan manfaat dan nilai, sehingga dia mau sendiri dan secara sadar
mengikuti pola perilaku yang di bawa ke kita. Pemasaran sosial itu kita mengajak
seseorang supaya dia mau merubah perilakunya secara sadar, sementara kalau di
advokasi kita membawa aturan dan hukum yang mempunyai efek, ada sanksi,
kalau anda tidak ikut ada sanksinya. Anda merokok disini ada sanksinya. Kalau
pemasaran sosial kita hanya mengkampanyekan saja dan berharap sebisa mungkin
kita merubah perilakunya dari dalam tetapi bukan dari luar. Kalau dari dalam,
maka orang secara sadar mengikuti, ada namanya public euremes(kesadaran
publik). Ini yang harus kita kejar. Public aurenmes . Sementara tujuan advokasi
memang ujung-ujungnya mengharapkan public aurenmes, tetapi dengan cara yang
berbeda. Satu dengan cara pemaksaan, satu dengan cara yang halus.
Konsep kunci didalam pemasaran sosial adalah memanfaatkan pemasaran
komersil atau prinsip-prinsip pemasaran komersil dan teorinya. Memanfaatkan
artinya tidak dipakai secara blak-blakan atau tidak dipakai seutuhnya, disesuaikan
dengan yang kita butuhkan didalam pemasaran sosial. Yang kedua ada volinteri,
relawan, keikhlasan. Prinsip awal relawan adalah rasa ikhlas. Mau jadi volinteri
dan tidak mempunyai rasa ikhlas percuma. Jadi yang perlu dibangun adalah
empati, rasa solidaritas yang tinggi. Volinteri of behavior change adalah orang-
orang yang jadi sukarelawan untuk perubahan perilaku. Volinteri adalah kita
mencoba membagikan rasa ikhlas. Berikutnya target spesifik audience,
audiencenya adalah orang-orang yang sudah punya spesifik kita tuju, ini
kaitannya dengan segmentasi. Target spesifik adalah bagaimana kita mampu
memisahkan orang-orang berdasarkan karakteristiknya. Kemudian berikutnya
adalah fokus izon personal felveirs and lat of sain, jadi yang kita fokuskan adalah
personalnya, tetapi merupakan rangakain menyeluruh dari sebuah lingkungan
sosial. Sistem sosial yang kita mau buatkan supaya arahnya positif. Kenapa
manusia bisa ada sampai hari ini karena adanya peradaban. Peradaban kenapa bisa
ada karena ada aturan yang mengikat supaya masyarakat ikut dan saling
menghargai. Jadi jika anda mau dibilang beradab maka hargailah yang namanya
norma. Jika ingin merubah perilaku pakai prinsip layang-layang tarik ulur.
Pemasaran sosial merupakan salah satu startegi perubahan perilaku dan
dalam promosi kesehatan dikenal dengan strategi pemberdayaan.
Prinsip pemasaran sosial :1. menerima perilaku yang baru, bagaiamana
orang bisa menerima perilaku yang baru? Masyarakatnya harus membuka diri,
masyarakat yang dinamis. Kalau Masyarakatnya statis, tidak mau membuka diri,
bagaiman caranya menerima perilaku baru? Itu tidak bisa, ibaratnya kalau anda
mau makan kepiting , buka dulu kulitnya yg keras. 2. Menolak perilaku potensial,
mengidentifikasi perilaku dan meninggalkan perilaku yang lama (memodifikasi)
Elemen-elemen pemasaran sosial dalam upaya promosi kesehatan di
PUSKESMAS :
4. Segmentasi, adalah memilah-milah
5. Targeting, berarti kita menargetkan sebuah komunitas yang siapa yang kita
sasar. Targeting asal mulanya dari segmentasi
6. Posisning, Posisi semua prodak didalam image konsumen. Jadi mengambil
posisning adalah bagaimana cara mendapatkan perhatian dari konsumen.
Prodaknya dibuat semenarik mungkin disesuaikan dengan seleranya
konsumen, inovasi terkini, kualitas, promosi. Promosi juga memegang
peranan penting dalam memposisikan kita punya prodak ditengah-tengah
masyarakat. Melalui promosi kita bisa merebut posisi.
Kalau kita bicara promosi, yang menjadi kelemehan dalam sebuah
pemasaran sosial adalah kurangnya dana, kalau prodak komersil sudah
disiapkn anggarannya. Intinya semakin besar jangkauan media, semakin
bagus dampaknya.
Cara yang paling sering digunakan dalam meyampaikan pesan sosial
adalah media sosial, media penyuluhan.
Strategi promosi kesehatan ada advokasi, sosial umum, dan pemberdayaan
msayarakat.
Tehnik pemasaran sosial mempunyai 3 difere nsiasi.
Bauran pemasaran atau marketing mix disini sebenarnya konsep kekuatan
inti dari konsep pemasaran sosial. Ada 4 aspek sosial marketing yang
disebut dengan marketing mix :
5. Aspek produknya, Inovasi produk , semakin berkualitas kita punya
produk maka lebih mudah mendapatkan posisi pasar
6. Harga, masyaraka psikologi konsumennya adalah jika saya bisa
mengeluarkan biaya sekecil untuk mendapatkan manfaat yang besar,
mak ini saya pilih, Artinya ada harga ada penerimaan. Ketika dia
mendapatkan harga murah maka dia bisa menerima. Semakin rendah
harganya, semakin mudah dan daya menerimanya semakin puas.
7. Price, sebisa mungkin sebuah produk kita ingin memberikan manfaat
maka pricenya kita tekan. Kalau di produk komersil sudah jelas, Jika
saya punya kualitas terus harganya dibawah maka cenderung pasti
konsumen memilih yang itu. Contoh disuatu tempat menjual sama-
sama jilbab kain sifon, tetapi penjual yang satu menjual seharga Rp.
120.000 dan penjual satunya lagi menjual seharga Rp. 150.000. Pasti
orang akan memillih dengan harga yang lebih murah. Sebab sudah
seperti itu psikologi manusia. Kalau sayan bisa mendapatkan manfaat
yang sama, maka saya memilih harga yang lebih murah.
8. Place (tempat). Di pemasaran komersil tempat memiliki aspek yang
paling besar.