Anda di halaman 1dari 10

MANAJEMEN KEUANGAN JANGKA PANJANG

OLEH

ANDI REZKY ANANDA AMALIA (A021171006)

DEPARTEMEN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS HASANUDDIN

2019
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Manajemen Keuangan II (lanjutan) membahas mengenai pengelolaan


keuangan perusahaan dalam jangka panjang tentang bagaimana
perusahaan melakukan perencanaan keuangan, pendanaan hingga
investasi jangka panjang. Melalui pengelolaan keungan yang berorientasi
masa depan mendorong tercapainya tujuan perusahaan yaitu
maksimalkan laba untuk memaksimalkan kesejahteraan para pemegang
saham.

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian manajemen keuangan?
2. Apa saja keputusan-keputusan dalam manajemen keuangan?
3. Bagaimana perencanaan keuangan jangka panjang?
4. Bagaimana pendanaan keuangan jangka panjang?
5. Bagaimana investasi dalam keuangan jangka panjang?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian manajemen keuangan.
2. Untuk mengetahui keputusan-keputusan dalam manajemen
keuangan.
3. Untuk mengetahui perencanaan keuangan jangka panjang.
4. Untuk mengetahui pendanaan keuangan jangka panjang.
5. Untuk mengetahui investasi dalam keuangan jangka panjang.

1
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Manajemen Keuangan


Manajemen Keuangan adalah suatu kegiatan perusahaan dalam
memperoleh pendanaan dan mengalokasikannya secara efektif dan
efesien dalam mencapai tujuan perusahaan. Manajemen keuangan
berkepentingan dengan bagaimana cara menciptakan dan menjaga nilai
ekonomis atau kekayaan. Sehingga selalu dihadapkan pada keputusan
keuangan terkait ketika memperkenalkan produk baru, melakukan
investasi asset baru, mengganti asset yang sudah ada, melakukan
pinjaman dari bank, menerbitkan saham atau obligasi, perluasan kredit
pada pelanggan dan jumlah kas yang harus dipertahankan.

Dalam jangka panjang manajemen keuangan berfokus pada bagaimana


memaksimalkan kekayaan/kesejahteraan para pemegang saham melalui
maksimalisasi laba perusahaan yang terwujud dengan meningkatnya nilai
perusahaan. Oleh karena itu, manajer keuangan dituntut untuk
memutuskan hal – hal yang berkaitan dengan keuangan perusahaan yang
dapat meningkatkan nilai perusahaan

B. Keputusan Dalam Manajemen Keuangan


Terdapat 3 keputusan manajemen keuangan yaitu:
1. Keputusan Investasi
Keputusan investasi berkaitan dengan manajer harus mengalokasin
dana ke dalam bentuk – bentuk investasi yang akan menguntungkan
di masa yang akan dating. Ada pun keuntungan dari investasinya
belum dapat dipastikan. Investasi ini juga mengandung risiko. Risiko
dan ketidakpastian akan mempengaruhi nilai perusahaan. Dalam hal
keputusan investasi, terdapat beberapa metode penilaian investasi,
yaitu metode average rate of return, net present
value (NPV), internal rate of return (IRR), dan profitability index (PI).

2
2. Keputusan Pendanaan
Keputusan pendanaan sering disebut juga sebagai kebijakan capital
structure atau struktur modal. Dalam hal ini, manajer keuangan
dituntut untuk memperoleh dana yang ekonomis yang akan
dibelanjakan untuk usaha – usaha perusahaan dan investasinya.
Dalam memperoleh sumber dana, tentu saja manajer keuangan juga
dituntut untuk menganalisis dan mengkombinasikannya dari sumber
– sumber dana yang ekonomis tersebut. Ada pun sumber dana
tersebut dapat diperoleh dari internal perusahaan (laba ditahan),
sedangkan dana dari eksternal dapat diperoleh dari menerbitkan
saham baru, menerbitkan/menjual obligasi, dan memperoleh
pinjaman dari bank.
3. Kebijakan Dividen
Kebijakan dividen merupan kebijakan yang membagikan sebagian
keuntungan perusahaan kepada para pemegang saham. Keputusan
dividen juga menentukan porsi laba yang akan dibagikan dan juga
porsi laba yang akan disimpan sebagai laba ditahan. Kebijakan ini
juga dapat mempengaruhi financial structure maupun capital
structure.

C. Perencanaan Keuangan Jangka Panjang


Perencanaan keuangan dimaksudkan untuk memperkirakan
bagaimana posisi keuangan perusahaan dimasa yang akan termasuk
didalamnya perkiraan tentang berapa dana yang dibutuhkan. Pada
dasarnya sebuah perencanaan tentang masa depan merupakan
perencanaan jangka panjang. Perencanaan keuangan sangat terkait
dengan strategi perusahaan, karena itulah perencanaan keuangan
jangka panjang dilakukan bersama sama dengan penyusunan rencana
strategis perusahaan. Perencanaan strategis merupakan upaya yang
dilakukan secara sadar untuk mempengaruhi posisi perusahaan dalam
persaingan, baik untuk masa kini dan terutama masa yang akan dating.

3
Elemen-elemen Perencanaan Keuangan

Dalam hal perencanaan keuangan jangka panjang perusahaan,


dibutuhkan unsur-unsur dasar dari kebijakan keuangan
perusahaan, yang terdiri atas 4 (empat) unsur yakni :

1. Pembelian (investasi) dalam aset-aset tetap baru yang ditentukan


dalam keputusan penganggaran modal (capital budgeting).
2. Tingkat pinjaman (financial leverage) yang ditentukan dalam
keputusan struktur modal (capital structure).
3. Pembayaran dividen kepada para pemegang saham yang
ditentukan dalam keputusan kebijakan dividen (dividend policy).
4. Persyaratan likuiditas yang ditentukan dalam keputusan modal kerja
bersih (net working capital)

Jadi keputusan tentang perencanaan keuangan perusahaan dalam


jangka panjang tersebut akan mencakup ke-empat elemen ini yang
pada gilirannya akan mencakup peluang pertumbuhan perusahaan
yang berimbas pada pemenuhan kebutuhan pendanaan baik melalui
internal maupun eksternal yang akan menentukan profitabilitas
perusahaan tersebut.

D. Pendanaan Jangka Panjang


Pendanaan Jangka Panjang merupakan salah satu jenis
pendanaan yang bisa dimanfaatkan oleh perusahaan dalam jangka
waktu yang relatif lama dibandingkan dengan alternatif jenis
pendanaan lainya dalam memenuhi kebutuhan pembelanjaan
perusahaan atau lebih dari satu tahun. Sumber pembelanjaan dana
jangka panjang terdiri dari 2 yaitu;
a. Modal Asing (MA) yang berasal dari para kreditur dan merupakan
hutang jangka panjang bagi perusahaan,
b. Modal Sendiri (MS) yang berasal dari pemilik perusahaan dalam
jangka waktu tidak tertentu.

4
Adapaun jenis pembelanjaan jangka panjang ada 2 yaitu; (Long
Term Debt (hutang jangka panjang) dan Equity (modal sendiri).
1. Long Term Debt (Ltd) atau hutang jangka panjang adalah Modal
Asing yang berasal dari para kreditur dan merupakan hutang bagi
perusahaan yang bersangkutan dengan jangka waktu di atas 10
tahun. Pada umumnya digunakan untuk membelanjai kegiatan
ekspansi, atau modernisasi perusahaan yang membutuhkan
dana dalam jumlah besar. Hutang jangka panjang ini mempunyai
tiga karakteristik yaitu: cepat,fleksibel dan biaya yang rendah. Ini
disebabkan karena pinjaman ini dinegosiasikan langsungantara
peminjam dengan kreditur. Biaya administrasi menjadi relatif kecil
dan tidka diperlukanadanya persetujuan dengan pengawas pasar
modal seperti halnya jika perusahaan mengeluarkan obligasi.
Ada 2 macam Ltd yaitu;
a. Obligasi adalah surat pengakuan hutang yang memiliki nilai
nominal tertentu dengan jangka waktu pelunasannya di atas
10 tahun. Adapun penentuan jangka waktu dan pembayaran
obligasi didasarkan pada; (i) jangka waktu obligasi
disesuaikan dengan jangka waktu penggunaan dana tersebut
dalam perusahaan, dan (ii) jumlah pembayaran angsuran
obligasi disesuaikan dengan jumlah penyusutan aktiva tetap.
Sedangkan sistem pembayaran obligasi ada 2 juga yaitu;
1. Sinking Fund System, yaitu sistem pelunasan
(pembayaran) obligasi yang dilakukan sekaligus pada
akhir jatuh tempo obligasi tersebut,
2. Amortization System, yaitu sistem pelunasan
(pembayaran) obligasi yang dilakukan secara angsuran
dan disesuaikan dengan jumlah penyusutan aktiva
tetap.

Obligasi ada 3 macam yaitu;

5
1. Bonds, yaitu obligasi biasa yang bunganya dibayarkan 2
kali setahun dalam bentuk coupon kepada pemilik
obligasi, baik perusahaan mengalami untung maupun
menderita kerugian.
2. Income Bonds, obligasi pendapatan yang bunganya akan
dibayarkan kepada pemilik obligasi, jika perusahaan
menghasilkan keuntungan saja, dan jika perusahaan
menderita kerugian, maka pemilik obligasi tidak
mendapatkan bunga obligasi.
3. Convertible Bonds, yaitu obligasi yang dapat
dipertukarkan dengan saham yang dikeluarkan oleh
perusahaan yang sama.
b. Hipoteek adalah juga merupakan surat pengakuan hutang
yang memiliki nilai nominal tertentu yang jangka waktu
pelunasannya di atas 10 tahun. Pihak yang meminjamkan
uang (kreditur) diberi hak hipoteek terhadap suatu aktiva tetap
yang jika perusahaan peminjam (debitur) tidak dapat
memenuhi kewajibannya (hipoteek) saat jatuh tempo, maka
aktiva tetap tersebut dapat dijual oleh pihak kreditur dan
digunakan untuk menutupi jumlah kewajiban (nilai hipoteek).
2. Equity atau Modal Sendiri, adalah merupakan modal yang
berasal dari para pemilik perusahaan yang jangka waktunya tidak
ditentukan.sumber pembelanjaan, modal sendiri terdiri dari 2
macam yaitu;
a. Sumber Intern, yang bersal dari laba perusahaan dan
akumulasi penyusutan,
b. Sumber Ekstern, yang berasal dari pemilik perusahaan yang
meliputi modal saham, cadangan ekspansi, dan laba ditahan
(Retained earning)
Manfaat yang diperoleh dari pemilikan saham adalah sebagai
berikut

6
a. Deviden : bagian dari keuntungan yang dibagikan kepada
pemilik saham
b. Capital gain : keuntungan yang diperoleh dari selisih positif
harga beli dan harga jual saham.
c. Manfaat nonfinansial, yaitu mempunyai hak suara dalam
aktivitas perusahaan

E. Investasi Jangka Panjang


Investasi jangka panjang didefinisikan sebagai investasi dengan
jangka waktu lebih dari satu tahun, dalam hal ini dana yang
ditanamkan pada aktiva jangka panjang akan diterima kembali dalam
waktu lebih dari satu tahun dan kembalinya secara bertahap. Tujuan
perusahaan berinvestasi pada aktiva jangka panjang adalah untuk
meningkatkan nilai perusahaan. Secara umum investasi jangka
panjang dapat dikelompokkan menjadi empat macam:
1. Investasi penggantian asset karena sudah usang atau karena
adanya teknologi baru
2. Investasi ekspansi berupa penambahan kapasitas produksi
karena adanya kesempatan usaha yang lebih baik
3. Investasi penambahan produk baru atau diversifikasi produk
4. Investasi lain yang tidak termasuk ke dalam ketiga kategori
tersebut, meliputi investasi peralatan pengendalian polusi dan
investasi peningkatan keselamatan kerja.

7
BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Manajemen Keuangan adalah suatu kegiatan perusahaan dalam


memperoleh pendanaan dan mengalokasikannya secara efektif dan
efesien dalam mencapai tujuan perusahaan. Terdapat 3 keputusan utama
dalam manajemen keuangan yaitu keputusan investasi, keputusan
pendanaan dan keputusan dividen. Manajemen Keuangan II (lanjutan)
membahas mengenai keuangan dalam jangka panjang yang mengenai
bagaimana perusahaan melakukan perencanaan keuangan, pendanaan
hingga investasi jangka panjang.

8
DAFTAR PUSTAKA

Afriyeni, Endang (2012). Keputusan Investasi Jangka Panjang:Capital


Budgeting.Polibisnis, 4, 66. Retrieved from
http://repo.polinpdg.ac.id/284/1/650-629-1-PB.pdf

Dr. Dedy Takdir Syaifuddin, SE.M.S. 2008. Manajemen Keuangan. Unhalu


Press:Sulawesi Tenggara

Keown, Arthur J, dkk. 2018. Manajemen Keuangan. Jld 1.


PT.Indeks:Jakarta Barat

http://duniasyukron.blogspot.com/2009/12/perencanaan-keuangan-dan-
manajemen.html

http://rahmatcorp9.blogspot.com/2015/03/tiga-keputusan-utama-
manajemen-keuangan.html