Anda di halaman 1dari 10

Laporan Praktikum

KONSUMSI OKSIGEN

Dosen Pengampu:
Iwan Ridwan Yusuf, M. Pd.
Ukit, M. Si

Disusun Oleh:

Ilma Nurfajriani 1162060046


Insi Ayunisa Fadilah 1162060049
Isma Yulia Ningsih 1162060058
Kintan Maudy 1162060058
Mutiara Qurota ‘Ayun 1162060069
Nazma Khamilatul Hidayah 1162060071

Program Studi Pendidikan Biologi


Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
2018 M / 1440 H
ABSTRAK
Semua makhluk hidup pasti melakukan pernapasan atau respirasi. Secara umum,
pernapasan dapat diartikan sebagai proses menghirup oksigen dari udara serta mengeluarkan
karbon dioksida dan uap air. Dalam proses pernapasan, oksigen merupakan zat kebutuhan
utama. Tujuan dalam praktikum ini kita akan mengetahui berapa banyak oksigen yang
dikomsumsi oleh berbagai serangga dalam beberapa menit. Dan hal ini dapat diketahui dengan
menghitung jumlah konsumsi oksigen yang diperlukan oleh serangga. Tempat
dilaksanakannya praktikum yaitu di Gedung Labolatorium terpadu UIN Sunan Gunung Djati.
Alat dan bahan yang digunakan ada praktikum ini berupa respirometer, vaselin, kristal NaOH,
betadin, dan berbagai serangga. Hasil yang diperoleh pada kegiatan ini berbeda – beda sesuai
dengan pengamatan konsumsi oksigen pada serangga tertentu. Contohnya pada kupu – kupu
setelah diamati hasilnya bahwa laju konsumsi pada kupu – kupu setiap 5 menit berturut – turut
selama 5 kali menurun lajunya. Dengan dilakukannya kegiatan ini memberikan pengalaman
khusus bagi kami serta pengetahuan tentang konsumsi oksegen pada berbagai serangga yang
diamati.
Kata kunci: Respirasi, Oksigen, Respirometer, Laju konsumsi Oksigen.

PENDAHULUAN bertahan hidup dan energi tersebut tidak


Semua makhluk hidup pasti terbentuk atau tersedia begitu saja dalam
melakukan pernapasan atau respirasi. tubuh tapi diperoleh dari makanan yang
Menurut Saktiyono (2004: 100) pernapasan dikonsumsi. Dan proses respirasilah yang
atau respirasi adalah pertukaran gas antara merubah makanan (seperti karbohidrat) itu
makhluk hidup (organisme) dengan kedalam bentuk yang lain. Serangga juga
lingkungannya. Secara umum, pernapasan melakukan respirasi yang menggunakan
dapat diartikan sebagai proses menghirup trakea untuk memperoleh udara. Respirasi
oksigen dari udara serta mengeluarkan dilakukan oleh organisme setiap saat dan
karbon dioksida dan uap air. Dalam proses berlangsung secara aerob dan anaerob.
pernapasan, oksigen merupakan zat Aerob adalah respirasi yang memerlukan
kebutuhan utama. Oksigen dibutuhkan oksigen bebas, sementara anaerob tidak
untuk oksidasi (pembakaran) zat makanan. memerlukan oksigen bebas pada respirasi
Zat makanan yang dioksidasi tersebut yaitu aerob jika akseptor hidrogen terakhir adalah
gula (glukosa). Glukosa merupakan zat oksigen, sedangkan anaerob itu akseptor
makanan yang mengandung energi. Setiap terakhir ion hidrogennya bukan oksigen
makhluk hidup memerlukan energi untuk misalnya etanol (Ruahno, 2007: 59).
Respirasi merupakan aktivitas pernapasan pada hewan (Wismono dan
metabolik spesifik yang berhubungan Riyanto, 2012: 19).
dengan jumlah oksigen perunit waktu, Mekanisme respirasi biota telah
terjadi pemanfaatan oksigen dan mengalami adaptasi fisiologi dan morfologi
pengeluaran karbondioksida (Karyawati, pada lingkungan hidupnya. Adaptasi ini
Hartati, dan Rudiana, 2004: 169). Respirasi memungkinkan biota untuk menempati
digunakan sebagai petunjuk pada laju berbagai habitat yang ekstrim dan
metabolisme. Laju konsumsi oksigen biota bervariasi pada penggunaan oksigennya
pada periode waktu yang spesifik (Ville et al, 1988). Suplai dan konsumsi
merupakan aktivitas dari metabolisme. oksigen yang tidak konstan mengakibatkan
Sedangkan penetapan laju konsumsi jumlah oksigen terlarut juga tidak stabil,
oksigen sewaktu biota mempertahankan pada kodisi tertentu seperti pada intensitas
kondisi aktivitas yang baik merupakan cahaya matahari tinggi biota fotosintetik
standar metabolisme. Laju konsumsi menghasilkan oksigen terlarut di air sangat
oksigen berhubungan dengan jumlah besar. Sebaliknya pada saat gelap tingkat
konsumsi oksigen perunit waktu dan berat konsumsi oksigen lebih besar dari pada
(Moyle and Chech, 1982). suplai yang mengakibatkan oksigen terlarut
Dalam respirasi terdapat respirasi di air sangant rendah (Zonneveld et al,
eksternal dan respirasi internal. Menurut 1991).
Isnaeni (2006: 191) respirasi eksternal bisa Kecepatan respirasi bergantung
dikatakan sama dengan bernapas, pada aktivitas, berat tubuh, posisi tubuh,
sedangkan respirasi respirasi internal atau dan kadar O2 yang ada dilingkungan
respirasi seluler ialah proses penggunaan tersebut. Jumlah oksigen yang dikonsumsi
oksigen oleh sel tubuh dan pembuangan zat atau dihirup pada waktu inspirasi dapat
sisa metabolisme sel yang berupa CO2. diukur dengan alat yang disebut
Penyelenggaraan respirasi harus didukung respirometer (Campbell, 1995).
oleh alat pernapasan yang sesuai, yaitu alat Oksigen dibutuhkan untuk proses
yang digunakan oleh hewan untuk oksidasi bahan-bahan makanan dalam
melakukan pertukaran gas dengan tubuh hewan agar dihasilkan energi berupa
lingkungannya. Alat yang dimaksud dapat ATP yang prosesnya disebut metabolik
berupa alat pernapasan khusus ataupun aerobik, yakni pengambilan oksigen dan
tidak. Sebagai contoh yaitu respirometer. pengeluaran karbondioksida sebagai
Respirometer merupakan alat pengukur sampah metabolik dengan mekanisme yang
menggunakan sistem respirasi (Kimball,
1992). Konsumsi oksigen dipengaruhi oleh Abdulgani, N., Mahasari, G., 2013: 1).
beberapa faktor seperti temperatur, ukuran Kenaikan salinitas menyebabkan kenaika
tubuh dan aktifitas yang dilakukannya konsumsi oksigen oleh ikan dan
(Djuhanda, 1981). Konsumsi oksigen pada ketersediaan oksigen di dalam airnya
tiap organisme berbda-beda tergantung (Malini, dan Muliani, 2016: 111).
pada aktivitas, jenis kelamin, ukuran tubuh, Cara mengukur respirasi yaitu
temperature dan hormone. Hurkat dan dengan menghitung oksigen yang
Marthur (1976) mengemukakan bahwa dikonsumsi makhluk hidup per satuan
factor lain yang menyebabkan perbedaan waktu. Karena oksigen dari bahan makanan
konsumsi oksigen terlarut adalah nutrisi memerlukan oksigen untuk menghasilkan
dan usia (Sahetapy, 2013: 129). energi yang dapat diketahui jumlahnya
Konsumsi Oksigen dapat juga. Laju metabolisme biasanya cukup
dipengaruhi oleh: intensitas dari diekspresikan dalam bentuk laju konsumsi
metabolisme oksidatif dalam sel, kecepatan oksigen. Beberapa faktor yang
pertukaran yang mengontrol perpindahan mempengaruhinya antara lain temperatur,
air disekitar insang yang berdifusi spesies hewan, ukuran badan, dan aktivitas
melewatinya, faktor internal yaitu (Tobin, 2005: 64).
kecepatan sirkulasi darah dan volume darah Alat pernapasan pada serangga
yang dibawa menuju insang dan afinitas berupa trakea, udara masuk dan keluar
oksigen dari hemoglobin (Lagler, 1977). melalui lubang kerut yang disebut spirakel
Semakin tinggi temperatur, maka semakin atau stigma yang terletak di kanan kiri
Semakin tinggi temperatur, maka semakin tubuhnya. Dari stigma udara terus masuk ke
sedikit oksigen terlarut dan bertambah pembuluh trakea memanjang dan sebagian
besar konsumsi oksigen (Singh, 1997). ke kantung hawa halus yang masuk
Semakin padat suatu tempat maka keseluruh jaringan tubuh. Pada sistem
semakin rendah laju metabolisme yang trakea ini pengangkutan oksigen dan
dilakukan oleh suatu makhluk hidup, hal ini karbon dioksida tidak memerlukan bantuan
disebabkan oleh faktor persaingan sistem transportasi khususnya darah
konsumsi oksigen dimana proses (Cartono, 2005: 83).
perombakan karbon menjadi terhambat Sistem pernapasan pada serangga,
(Sharfrudin, Yuniarti, dan Setiawati, 2006: dikenal dengan sistem pernapasan trakea,
143). lingkungan perairan dengan yakni berupa pipa udara yang membentuk
perubahan salinitas dapat mempengaruhi sistem pernapasan. Saat abdomen (bagian
laju konsumsi oksigen (Yurisma, E.H., belakang dada) mengembang, udara yang
banyak mengandung oksigen masuk Tujuan dalam praktikum ini kita
melalui stigma, dan disalurkan ke sistem akan mengetahui berapa banyak oksigen
trakea. Saat abdomen mengempis, udara yang dikomsumsi oleh berbagai serangga
yang mengandung karbon dioksida dalam beberapa menit. Dan hal ini dapat
dikeluarkan dari tubuh srangga melalui diketahui dengan menghitung jumlah
stigma (Herlina, 2013: 88). konsumsi oksigen yang diperlukan oleh
serangga.

HASIL PENGAMATAN
Tabel 5. 1. Hasil pengamatan kecepatan konsumsi oksigen pada beberapa serangga uji.
Keadaan Zat Pewarna pada Respirometer
Massa Per 5 Menit
No. Respirometer
Serangga 5 menit 5 menit 5 menit 5 menit 5 menit
ke-1 ke-2 ke-3 ke-4 ke-5
1. Jangkrik 0,4 gram 4,70 3,00 0,85 0,15 2,23
2. Kecoa 1,1 gram 0,16 0,33 0,13 0,18 0,13
3 Semut 0,2 gram 0,13 0,24 0,19 0,10 0,20
4. Kupu-Kupu 0,1 gram 0,09 0,04 0,09 0,00 0,00
5. Belalang 2,9 gram 0,42 0,68 0,60 0,51 0,22
6. Bengat 0,2 gram 0,06 0,06 0,06 0,06 0,06

Grafik 5. 1. Grafik perbandingan kecepatan konsumsi oksigen antarserangga uji.

Perbandingan Kecepatan Serangga Uji dalam Konsumsi Oksigen


5
4.5
4
Angka Respirometer

3.5
3
2.5
2
1.5
1
0.5
0
5 menit ke-1 5 menit ke-2 5 menit ke-3 5 menit ke-4 5 menit ke-5
Waktu Pengamatan
Jangkrik (0,4 gram) Kecoa (1,1 gram)
Semut (0,2 gram) Kupu-kupu (0,1 gram)
PEMBAHASAN lama pernapasan. Dalam percobaan ini
Dalam percobaan ini, metode yang diambil tiap 5 menit sekali dan jarak yang
digunakan adalah pengukuran pernafasan ditempuh oleh larutan betadin bergerak.
serangga menggunakan respirometer dan Pada hitungan kenaikan interval kedua,
NaOH. Respirometer sederhana adalah alat dicari dengan interval 2 dikurangi interval 1
yang dapat digunakan untuk mengukur dan begitu seterusnya untuk mencari
kecepatan pernapasan beberapa macam kenaikan nilai interval berikutnya.
organisme hidup seperti serangga, bunga, Berdasarkan tabel hasil
akar, kecambah yang segar. Jika tidak ada pengamatan, bahwa setiap hewan
perubahan suhu yang berarti, kecepatan khususnya serangga memiliki laju
pernapasan dapat dinyatakan dalam pernafasan yang berbeda-beda. Laju
ml/detik/g, yaitu banyaknya oksigen yang metabolisme adalah jumlah total energi
digunakan oleh makhluk percobaan tiap 1 yang diproduksi oleh tubuh per satuan
gram berat tiap detik. Alat ini bekerja atas waktu. Laju metabolisme berkaitan erat
suatu prinsip bahwa dalam pernapasan ada dengan respirasi karena respirasi
oksigen yang digunakan oleh organisme merupakan proses ekstrasi energi dari
dan ada karbon dioksida yang dikeluarkan molekul makanan yang bergantung pada
olehnya. Jika organisme yang bernapas itu adanya oksigen. Secara sederhana, reaksi
disimpan dalam ruang tertutup dan karbon kimia yang terjadi dalam respirasi dapat
dioksida yang dikeluarkan oleh organisme dituliskan sebagai berikut:
dalam ruang tertutup itu diikat, maka C6H12O6 + 6O2 → 6CO2 + 6H2O +
penyusutan udara akan terjadi. Kecepatan ATP.
penyusutan udara dalam ruang itu dapat Distribusi oksigen dan pengeluaran
dicatat (diamati) pada pipa kapiler berskala. karbondioksida tidak dilakukan lewat
NaOH berfungsi untuk mengikat system peredaran. Pada kebanyakan
CO2, selain itu menggunakan betadine serangga dengan difusi saja sudah tercukupi
untuk pergerakan konsumsi oksigen oleh karena itu tubuh serangga pada
serangga itu sendiri. Tujuan pemberian umumnya berukurab kecil. Pada beberapa
vaselin yaitu agar hubungan antara tabung spesies difusi ini dibantu dengan gerakan
dan bagian bersekala licin serta udara tidak ritmiks toraks atau abdomen. Menurut
dapat keluar masuk. Perhitungan dilakukan Djamhur (1985), serangga mempunyai
untuk memperoleh angka kecepatan sistem pernafasan dengan trakea. Trakea
respirasi organisme tertentu dalam ml tiap merupakan lekukan dalam dari ektoderm
satuan waktu. Data yang diambil adalah dan umumnya mempunyai lubang keluar
yang disebut spirakel. Bentuknya berupa sedikit O2 yang dapat dihirup belalang.
pembuluh yang silindris yang mempunyai Sebagai akibatnya belalang pada daerah
lapisan kiti. Lapisan kitin ini mempunyai ketinggian memiliki laju pernapasan yang
penebalan seperti spiral. Spirakel terdapat meningkat, juga kedalaman pernapasan
sepasang dan tiap ruas tubuh yang kadang- yang meningkat. (2) Ketersediaan oksigen
kadang mmpunyai katup untuk menjaga akan mempengaruhi laju respirasi, namun
penguapan air. Trakea mempunyai cabang- besarnya pengaruh tersebut berbeda bagi
cabang dan cabang yang terkecil yang masing-masing spesies dan bahkan berbeda
menembus jaringan disebut trakeolus yang antara organ pada yang sama. Fluktuasi
berdiameter 1-24. Trakeolus tidak normal kandungan oksigen di udara tidak
mempunya lapisan kitin dan dibentuk oleh banyak mempengaruhi laju respirasi karena
sel yang disebut dengan trakeoblas. jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk
Trakeolus pada serangga ujungnya buntu berespirasi jauh lebih rendah dari oksigen
dan berisi udara atau kadang-kadang berisi yang tersedia di udara. (4) Hubungan antara
cairan. Sistem trakea merupakan suatu berat dengan penggunaan oksigen
sistem yang berfungsi untuk mengambil berbanding lurus. Karena setiap makhluk
oksigen dari udara, mendistribusikannya ke hidup membutuhkan O2 (Oksigen) dalam
seluruh tubuh dan megeluarkan karbon jumlah yang besar.Semakin berat serangga
dioksida. Jadi darah serangga tidak semakin cepat pergerakan larutan betadine
berfungsi sebagai pengangkutan gas. pada pipa berskala, begitupun sebaliknya,
Perkembangan sistem trakea disesuaikan semakin ringan serangga maka semakin
dengan perkembangan pada serangga. Pada lambat pergerakan larutan betadine pada
serangga yang primitif tiap segmen pipa berskala. Ini artinya semakin berat
mempunyai trakea yang terpisah namun tubuh serangga, akan semakin banyak
pada serangga yang tingkatannya lebih membutuhkan oksigen sehingga akan
tinggi, seluruh sistem trakea saling semakin cepat pernafasannya. Sebaliknya,
berhubungan. Pada serangga yang paling semakin ringan tubuh serangga akan
primitif bernafas cukup dengan difusi gas semakin lambat respirasinya. Seperti
dari permukaan tubuhnya. halnya manusia apabila dia berbadan
Laju respirasi pada serangga dapat gemuk dia lebih banyak membutuhkan
dipengaruhi oleh beberapa faktor. Menurut oksigen sehingga akan bernafas cepat.
Aryulina (2010) (1) Ketinggian
mempengaruhi pernapasan. Makin tinggi
daratan, makin rendah O2, sehingga makin
PERTANYAAN DISKUSI setiap organisme dipengaruhi oleh jenis

Pertanyaan organisme, ukuran, berat tubuh, serta

1. Mengapa dalam botol respirometer aktivitas organism tersebut lalu Tidak

disimpan kristal NaOH? Jelaskan! semua jenis hewan memiliki sistem

2. Mengapa tetesan betadine/eosin respirasi yang sama, habitat yang mereka

dalam pipa berskala bergeser tempati juga mempengaruhi sistem

mendekati bagian tabung/botol respirasi mereka walaupun pada jenis

respirometer? Jelaskan! serangga jenis hewan yang serupa.

Jawaban DAFTAR PUSTAKA

1. Karena Kristal NaOH/KOH dapat Aryulina, Diah., Choirul Muslim, dan


mengikat CO2 yang terdapat di Syalfinaf Manaf. 2010. Biology 2B for
dalam botol respirometer Senior High School Grade XI Semester
tersebut,sehingga Kristal II. Jakarta: ESIS.
NaOH/KOH tersebut berfungsi Campbell. 1995. Biologi, Jilid III Edisi
Untuk mengikat karbondioksida Kelima. Jakarta: Erlangga.
yang dikeluarkan selama Cartono. 2005. Biologi Umum untuk
pernapasan oleh serangga. Perguruan Tinggi LPTK. Bandung:
2. Karena serangga pada botol Prime Press.
melalukan pernapasan atau menarik Djamhur, Winatasasmita. 1985. Fisiologi
oksigen sehingga tetesan eiosin Hewan dan Tumbuhan. Jakarta:
yang terdapat pada pipa skala ikut Universitas Terbuka
bergerak karena tertarik. Djuhanda, T. 1981. Dunia Ikan. Armico.
Bandung
SIMPULAN Herlina, Rose. 2013. Intisari IPA Biologi
Pada praktikum kali ini dapat SMP. Jakarta: Kawan Pustaka.
disimpulkan bahwa konsumsi oksigen pada Isnaeni, Wiwi. 2006. Fiologi Hewan.
hewan berbeda-beda. konsumsi oksigen Jakarta: Kanisius.
yang paling sedikit dari kupu-kupu yang Karyawati, Tri., Hartati, Retno., Rudiana,
beratnya hanya 0,1 gram dan yang paling Esti. 2004. Konsumsi Oksigen
banyak mengkonsumsi oksigen adalah pada Teripang Hitam (Holothuria atra) pada
hewan belalang dengan beratnya yang Sistem Statis dan Sistem Dinamis. Ilmu
mencapai 2,9 gram. Kebutuhan oksigen Kelautan. Vol. 9 (3): 169 – 173.
Kimball JW. 1992. Biologi Umum. Jakarta: Tobin. 2005. Asking About Life. Canada:
Erlangga. Thomson Brooks Cole.
Lagler, K. F. et al. 1977. Ichthyology. Ville, C.A; Warren, F.W; Robert, D.B.
London: Jhon Willey and Sons. Inc. 1988. Zoology Umum. Jakarta:
Malini, Desak Dede, dan Muliani, Reni. Erlangga, pg. 484.
2016. Konsumsi Oksigen Ikan Pelagis Wismono dan Riyanto. 2012. Sains.
di Muara Segara Anak, Taman Jakarta: Grasindo.
Nasional Alas Purwo. Bioeksperimen.
Vol. 2 (2): 111 – 118. ISSN 2460-1365.
Mathur, P.N., dan Hurkat, P.C. 1976. A
Text Book of Animal Physiologi. New
Delhi: Schand Co Ltd,
Moyle, P. B, & J. J. Cech, Jr. 2004. Fishes
an Introduction to Ichthyology.
Prentice Hall, Upper Saddle River.
Ruahno, Benny. 2007. Permata Biologi.
Solo: Cahaya Pustaka.
Sahetapy, Jacqueline M.F. 2013. (The
Effects of Difference Water Volume to
Th Oxygen Consumption of Nile
Tilapia (Oreochromis sp.). Jurnal
TRITON. Vol. 9 (2): 127 – 130.
Saktiyono. 2004. IPA Biologi SMP dan
MTs Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Shafrudin, D., Yuniarti, dan Setiawati, M.
2006. Effect of Rearing Density of
“Dumbo” Catfish (Clarias sp.) Fry on
Production in the Controlled Nitrogen
Culture System by Adding Wheat
Powder. Jurnal Akuakultur Indonesia.
Vol. 5 (2): 137 – 147.
Singh, K.S., 1997. Animal Nutrition. First
Edition. New Delhi: Kalyani
Publishers.
LAMPIRAN

Gambar 5. 1. Gambar 5. 2. Gambar 5. 3. Memasukkan Gambar 5. 4. Memasukkan


Mengukur massa plastic Menyiapkan botol kristal NaOH (berbentuk sampel uji ke dalam botol
dan serangga. respirometer. serbuk) yang dibungkus kasa respirometer.
ke dalam botol respirometer.

Gambar 5. 5. Melapisi Gambar 5. 6. Menetesi Gambar 5. 7. Melakukan Gambar 5. 8. Melakukan


tutup botol respirometer tabung ukur pengamtan pergerakan zat pengamtan pergerakan zat
dengan vaseline. respirometer dengan warna di tabung respirometer warna di tabung respirometer
zat warna selama 25 menit pada 5 menit selama 25 menit pada 5 menit
(Betadine/Eosin). pertama. kedua.

Gambar 5. 9. Gambar 5. 10. Gambar 5. 11. Melakukan Gambar 5. 12. Mencatat


Melakukan pengamtan Melakukan pengamtan pengamtan pergerakan zat hasil pengamatan pada tabel
pergerakan zat warna di pergerakan zat warna di warna di tabung respirometer hasil pengamatan.
tabung respirometer tabung respirometer selama 25 menit pada 5 menit
selama 25 menit pada 5 selama 25 menit pada 5 kelima.
menit ketiga. menit keempat.

Anda mungkin juga menyukai