Anda di halaman 1dari 213

Fisika Kelas XII i

Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu:


1. mengevaluasi prinsip kerja peralatan listrik searah (DC) dalam kehidupan sehari-hari;
2. melakukan percobaan untuk menyelidiki karakteristik rangkaian listrik;
3. menerapkan hukum Ohm dan hukum Kirchhoff dalam pemecahan masalah listrik;
4. menerapkan nilai arus dan tegangan listrik pada rangkaian seri dan paralel;
5. menggunakan voltmeter dan amperemeter untuk menentukan nilai tegangan dan arus.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, peserta didik:
1. menyadari kebesaran Tuhan yang menciptakan keseimbangan sehingga memungkinkan manusia mengembangkan teknologi
untuk mempermudah kehidupan;
2. berperilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, objektif, jujur, teliti, cermat, tekun, hati-hati, bertanggung jawab, terbuka, kritis, dan
inovatif) dalam melakukan percobaan, melaporkan, dan berdiskusi;
3. menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari-hari.

Rangkaian Searah

Mempelajari

Hukum Ohm Rangkaian Elektronik dan Aplikasi Listrik Searah


Hukum Kirchhoff
Mencakup Mencakup
Mencakup

• Pengukuran Arus dan • Energi Listrik


Tegangan Listrik • Rangkaian Komponen Elektro- • Daya Listrik
• Hubungan Kuat Arus dan nika • Sumber Energi Listrik
Tegangan Listrik • Hukum Kirchhoff
• Hambatan Listrik

Mampu

• Mengukur arus dan hambatan listrik serta menganalisis rangkaian listrik menggunakan hukum Ohm.
• Menganalisis rangkaian listrik menggunakan hukum Kirchhoff.
• Mengaplikasikan energi dan daya listrik dalam kehidupan sehari-hari.
• Bersyukur atas terciptanya listrik untuk mempermudah kehidupan.
• Bersikap objektif, berperilaku ilmiah, jujur, cermat, dan kritis dalam setiap kegiatan.

Fisika Kelas XII 1


A. Pilihan Ganda 5. Jawaban: b
Diketahui: A = 0,1 mm = 1 × 10–4 m
1. Jawaban: c
Diketahui: V =3V R = 2,5 × 108 Ω
I = 1,5 A d = 20 μm = 2 × 10–5 m
Ditanyakan: R Ditanyakan: ρ
Jawab: Jawab:
V 3V RA
R= = 1,5 A = 2 Ω ρ = A
I
Jadi, nilai hambatan R sebesarr 2 Ω. 1
(2,5 × 108 Ω)( 4 π (2 × 10 −5 m)2 )
=
2. Jawaban: e 1 × 10 −4 m
Diketahui: I =8A
(2,5 × 108 Ω)(π × 10 −10 m)2 )
t =4s = 1 × 10 −4 m
Ditanyakan: ne
Jawab: = 250π Ωm
Q Jadi, resistivitas akson sebesar 250π Ωm.
I= t
6. Jawaban: e
Q nilai pada skala
8A= 4s
I= nilai maksimum skala
× batas ukur
Q = 32 C 40
I = 50 × (1 A) = 0,8 A
Q = ne qe
Jadi, arus yang mengalir pada rangkaian sebesar
32 C = ne (1,6 × 10–19 C)
0,8 A.
32 C
ne = 1,6 × 10 −19 C 7. Jawaban: d
ne = 2 × 1020 Diketahui: RA = 18 Ω
IA = 0,5 A
Jadi, jumlah elektron yang mengalir sebanyak
I =5A
2,0 × 1020.
Ditanyakan: Rsh
3. Jawaban: a Jawab:
Ambil salah satu data pada grafik.
I
V 3V n= IA
R= I
= 0,5 A =6Ω
5A
Jadi, hambatan kawat sebesar 6 Ω. = 0,5 A
4. Jawaban: d = 10
Persamaan hambatan pada kawat penghantar
RA
sebagai berikut. Rsh =
(n − 1)
A
R= ρ 18 Ω
A = (10 − 1)
Hambatan sebanding dengan resistivitas bahan
(ρ) dan panjang kawat (A) serta sebanding terbalik 18 Ω
dengan luas penampang (A). = 9
Jadi, cara yang dapat dilakukan agar hambatan =2Ω
1 Jadi, hambatan shunt yang harus dipasang
menjadi R yaitu dengan cara mengganti
2 sebesar 2 Ω.
1
panjang kawat menjadi 2 A atau mengganti kawat
dengan luas penampang 2A.

2 Rangkaian Searah
8. Jawaban: c Jawab:
Banyaknya muatan listrik yang mengalir dalam Batas ukur pada amperemeter sebagai berikut.
hambatan dapat ditentukan dengan menentukan RA
luas pada grafik. Rsh = n − 1
Q = luas trapesium + luas persegi panjang
12 kΩ
(a + b )t 24 kΩ = n − 1
= 2
+ pA
(1A + 2 A)(10 S − 5 S) n – 1 = 0,5
= 2
+ (5 s)(2 A) n = 1,5
(3 S)(5 A) I
= 2
+ 10 C n= I
A
= 17,5 C
I = (1,5)(1 A)
Jadi, muatan listrik yang mengalir dalam hambatan
= 1,5 A
tersebut adalah 17,5 C.
Batas ukur pada voltmeter sebagai berikut.
9. Jawaban: a
Rf = Rv(n – 1)
Diketahui: R = 80 Ω
Ditanyakan: V 24 kΩ = 12 kΩ (n – 1)
Jawab: 2 = (n – 1)
Saat digunakan batas ukur 0,5 A, jarum n=3
menunjukkan skala 40. Dengan demikian, arus V
yang mengalir dapat dihitung sebagai berikut. n= V
v

40 V = (3)(5 V)
I = × 0,5 A = 0,2 A
100 = 15 V
V = IR = (0,2 A)(80 Ω) = 16 V Jadi, batas ukur amperemeter dan voltmeter
Jadi, beda potensial pada titik A dan B sebesar berturut-turut menjadi 1,5 A dan 15 V.
16 V. 2. Diketahui: A =5m
10. Jawaban: c r = 0,5 mm = 0,5 × 10–3 m
Diketahui: R0 = 40 Ω ρ = 1,7 × 10–8 Ωm
Rt = 126 kΩ Ditanyakan: R
T0 = 20°C Jawab:
α = 3,92 × 10–3/°C A = πr 2
Ditanyakan: T = (3,14)(0,5 × 10–3 m)2
Jawab: = (3,14)(0,25 × 10–6 m2)
= 0,785 × 10–6 m2
ΔR = R0 α ΔT
Hambatan listrik pada kawat
Rt – R0 = R0 α ΔT
(126 – 40) Ω = (40 Ω)(3,92 × 10–3/°C) ΔT A
R =ρA
86 = (0.1568/°C) ΔT
86 (5 m)
ΔT = ≈ 548,47°C = (1,7 × 10–8 Ωm) (0,785 × 10−6 m2 )
0,1568
Titik lebur aluminium= suhu akhir platina = 0,1083 Ω
ΔT = T – T0 Jadi, besar hambatan listrik kawat sebesar
T = ΔT + T0 0,1083 Ω.
= (548,47 + 20)°C
3. Diketahui: ne = 10.000
= 568,47°C
A = 4 m2
Jadi, titik lebur aluminium 568,47°C.
t = 100 s
B. Uraian qe = 1,6 × 10–19°C
Ditanyakan: J
1. Diketahui: IA = 1 A
Jawab:
Vv = 5 V Q = ne qe
Rsh = Rf = 24 kΩ
= (10.000)(1,6 × 10–19 C)
RA = Rv = 12 kΩ
= 1,6 × 10–15 C
Ditanyakan: I dan V

Fisika Kelas XII 3


Q 1,6 × 10 −15 C Ditanyakan: T2
I = t = = 1,6 × 10–17 A R2 – R1 = 0,02 R1
100 s

I 1,6 × 10 −17 A R2 = 1,02 R1


J = A = = 4 × 10–18 A/m2
4 m2 R2 = R1 (1 + α ΔT)
Jadi, rapat arus pada pelat sebesar 4 × 10–18 A/m2. 1,02 R1 = R1 (1 + (3,2 × 10–5°C)(T2 – T1)
4. Hambatan lampu dipengaruhi oleh panjang dan 0,02
luas penampang filamen. Lampu yang lebih T2 – T1 = 3,2 × 10−5 /°C
panjang dan lebih tipis memiliki hambatan yang
T2 – 25°C = 625°C
lebih besar. Oleh karena hambatan besar, maka
T2 = (625 + 25)°C
lampu akan dialiri arus lebih kecil sehingga lampu
T2 = 650°C
menyala lebih redup. Jadi, lampu P menyala lebih
redup dari lampu Q. Jadi, suhu kawat saat hambatannya 2% lebih
besar dari semula adalah 650°C.
5. Diketahui: R1 =R
T1 = 25°C
α = 3,2 × 10–5/°C
R2 = 1,02 R1

A. Pilihan Ganda
12 Ω
1. Jawaban: a
P Q
Diketahui: E =9V 12 Ω
V = 7,4 V
I =5A (12 Ω)(12 Ω)
Ditanyakan: r Rt =
12 Ω + 12 Ω
Jawab: 144
Pada hambatan rangkaian paralel berlaku beda = 24
W
potensial yang sama. =6W
E = V + Ir
V
9V = 7,4 V + (5 A) r I = R
t
1,6 V
r = 5A 6V
= 6Ω
Ω
= 0,32 Ω
Jadi, resistansi internal r baterai sebesar 0,32 Ω. =1A
Arus total sebesar 1 A. Saat ada percabangan
2. Jawaban: b pada hambatan Rs1 dan Rs2, arus terbagi dua. Oleh
Rangkaian pada soal dapat disederhanakan karena R s 1 = R s 2, arus yang mengalir pada
sebagai berikut.
keduanya sama besar yaitu 0,5 A. Pada Rs1, arus
Rs
1 yang mengalir pada hambatan 8 Ω dan 4 Ω sama
besar yaitu 0,5 A.
P Rp Q 3. Jawaban: a

Diketahui: R1 = 3 Ω
R2 = 9 Ω
Rs1 = 8 Ω + 4 Ω
V =6V
= 12 Ω
Ditanyakan: VAB
1 1 1 2
= + 8Ω = 8Ω Jawab:
Rp 8Ω
Rs = R1 + R2
Rp = 4 Ω = (3 + 9) Ω
Rs2 = 4 Ω + 8 Ω = 12 Ω = 12 Ω

4 Rangkaian Searah
V Loop cbedc
I = Rs Σε + ΣIR = 0
6V I3 + 3I2 + 3I3 – 2I = 0
= 12 Ω (I1 + I2) + 3I2 + 3(I1 + I2) = 21
= 0,5 A 4I1 + 7I2 = 21 . . . (2)
VAB = Itot R2 Substitusi persamaan (1) dan (2)
= (0,5 A)(9 Ω) 6I1 – 3I2 = 18 ×2 12I1 – 6I2 = 36
VAB = 4,5 V 4I1 + 7I2 = 21 ×3 12I1 + 21I2 = 63
Jadi, beda potensial di titik AB sebesar 4,5 V. ––––––––––––– –
–27I2 = –27
4. Jawaban: b
I2 = 1 A
Diketahui: R1 = R2 = 4 Ω
6I1 – 3I2 = 18 A
R3 = R4 = R5 = 2 Ω
6I1 – 3(1 A) = 18 A
V = 24 volt
6I1 = 21 A
Ditanyakan: I
21 A
Jawab: I1 = = 3,5 A
6
R1 dan R2 dirangkai seri
I3 = I1 + I2 = 3,5 A + 1 A = 4,5 A
Rs1 = R1 + R2
Jadi, nilai yang tepat I1 = 3,5 A, I2 = 1 A, dan I3 =
=4Ω+4Ω
4,5 A.
=8Ω
R3, R4, dan R5 dirangkai seri 6. Jawaban: a
Rs2 = R3 + R4 + R5 Diketahui: R1 = R2 = 6 Ω
=2Ω+2Ω+2Ω R3 = 5 Ω
=6Ω r =1Ω
E = 18 V
Rs1 dan Rs2 dirangkai paralel
Ditanyakan: Vab
Vtotal = VRs1 = VRs2 = 24 volt
Jawab:
VRs 24 volt
IRs1 = 1
= =3A 1 1 1
Rs1 8Ω = +
Rp R1 R2
IRs1 = IR1 = IR2 = 3 A
1 1 1
= +
VRs 24 volt Rp 6Ω 6Ω
IRs2 = 2
= 6Ω
=4A
R s2
1 2
= → Rp = 6 Ω = 3 Ω
IRs2 = IR3 = IR4 = IR5 = 4 A Rp 6Ω 2
Jadi, kuat arus terbesar adalah 4 A melewati R3.
Rs = R3 + Rp
5. Jawaban: c =5Ω+3Ω
f 6Ω e 3Ω d =8Ω
I1 I3 E = I(Rs + r)
I2
18 V = I(8 Ω + 1 Ω)
18 V 3Ω 21 V 18 V = I(9 Ω)
18 V
1Ω I =

a b c
I =2A
I3 = I1 + I2 Arus yang mengaliri resistor 5 Ω.
Loop afeba Iab = I = 2 A
Σε + ΣIR = 0 Vab = I R3
–18 + 6I1 – 3I2 = 0 = (2 A)(5 Ω)
6I1 – 3I2 = 18 . . . (1) = 10 V
Jadi, beda potensial di titik a dan b sebesar 10 V.

Fisika Kelas XII 5


7. Jawaban: d 9. Jawaban: b
Diketahui: R1 = 6 Ω Diketahui: R1 = R4 = 30 Ω
I1 = 0,5 A R2 = R3 = R5 = 50 Ω
R2 = 13 A VAB = 120 V
I2 = 0,25 A Ditanyakan: I
Ditanyakan: r Jawab:
Jawab: Nilai R1R5 = R2R4 sehingga arus yang mengalir
ε = V + Ir pada R3 bernilai nol. Oleh karena itu, rangkaian-
= I1R1 + I1r nya berubah menjadi seperti berikut.
= (0,5)(6) + 0,5 r
= 3 + 0,5 r . . . (1) R1

ε = V + Ir
= I2R2 + I2r R4 R2
= (0,25)(13) + 0,25 r R5
= 3,25 + 0,25 r . . . (2)
ε = 3 + 0,5 r R1 dan R2 disusun seri
ε = 3,25 + 0,25 r
Rs1 = R1 + R2
–––––––––––––– –
0 = –0,25 + 0,25 r = 30 Ω + 50 Ω
r =1 = 80 Ω
Jadi, hambatan dalam yang dimiliki baerai R4 dan R5 disusun paralel
sebesar 1 Ω. Rs2 = R4 + R5
8. Jawaban: e = 30 Ω + 50 Ω
Diketahui: R1 = 6 Ω R4 =2Ω = 80 Ω
R2 = 9 Ω R5 =3Ω Rs1 dan Rs2 dirangkai paralel
R3 = 5 Ω 1 1 1
Ditanyakan: Rtotal Rp
= R + R
s1 s2
Jawab:
1 1
Nilai R1R5 = R2R4 sehingga arus pada R3 bernilai = +
80 Ω 80 Ω
nol.
Oleh karena memenuhi kriteria jembatan = 2
wheatstone, maka rangkaiannya dapat di- 80 Ω
sederhanakan menjadi: Rp = 40 Ω
6Ω V
I = RAB
p

9Ω = 120 volt
40 Ω
=3A
3Ω Jadi, kuat arus yang mengalir pada rangkaian
1 1 1 sebesar 3 A.
= +
R total 6Ω+2Ω 9Ω+3Ω
10. Jawaban: a
1 1
= + Diketahui: E1 =3V
8Ω 12 Ω
8 + 12 E2 =2V
= 96 Ω E3 =5V
96 Ω R1 =5Ω
Rt = 20 R2 = 10 Ω
= 4,8 Ω Ditanyakan: I
Jadi, hambatan penggantinya adalah 4,8 Ω.

6 Rangkaian Searah
Jawab: V2 20 V
Tentukan arah loop pada rangkaian seperti berikut. I2 = R2 = 8 Ω = 2,5 A
V3 20 V
E1 = 3 V R1 = 5 Ω I3 = R3 = 2 Ω = 10 A
V4 20 V
E3 = 5 V E2 = 2 V I4 = R4 = 6 Ω = 3,33 A

R2 = 10 Ω 2. Diketahui: R1 =4Ω r1 =8Ω


R2 =8Ω r2 =2Ω
Berdasarkan hukum II Kirchhoff, arus yang R3 =2Ω E1 =6Ω
dihasilkan: R4 =6Ω E2 =6Ω
ΣE + ΣIR = 0 R5 =6Ω
(–E3 – E1 + E2) + I(R1 + R2) = 0
Ditanyakan: I dan VR1
(–5 – 3 + 2) + I(5 + 10) = 0
Jawab:
–6 + 15I = 0
Jika disederhanakan, rangkaian pada soal
15I = 6 sebagai berikut.
I= 6 R2 Rp
15
= 0,4
Jadi, kuat arus listrik yang melalui rangkaian
r2
sebesar 0,4 A. R1 V E2

B. Uraian r1
A
1. Diketahui: R1 =4Ω E1 R5
R2 =8Ω R3R 4
Rp = R + R
R3 =2Ω 3 4

R4 =6Ω (40 Ω)(40 Ω)


= 40 Ω + 40 Ω
V = 20 volt
Ditanyakan: a. I dan V jika hambatan disusun =
1.600
Ω
seri 80
b. I dan V jika hambatan disusun = 20 Ω
paralel ΣE + ΣIR = 0
Jawab: (E1 – E2) + I(R1 + R2 + Rp + R5 + r1 + r2) = 0
a. Hambatan disusun seri (6 V – 9 V) + I(20 Ω + 20 Ω + 20 Ω + 20 Ω
Rs = R1 + R2 + R3 + R4 + 0,5 Ω + 0,5 Ω) = 0
=4Ω+8Ω+2Ω+6Ω –3 V + I(81 Ω) = 0
= 20 Ω
3V
Arus total I= = 0,037 A
81Ω
V 20 V VR1 = IR1
I = Rs = 20 Ω = 1 A
= (0,037 A)(20 Ω)
I = I1 = I2 = I3 = I4 = 1 A = 0,74 V
Tegangan: Jadi, amperemeter menunjukkan nilai 0,037 A dan
V1 = I1R1 = (1 A)(4 Ω) = 4 volt voltmeter menunjukkan nilai 0,74 V.
V2 = I2R2 = (1 A)(8 Ω) = 8 volt 3. Diketahui: R1 = 2 Ω
V3 = I3R3 = (1 A)(2 Ω) = 2 volt R2 = 4 Ω
V4 = I4R4 = (1 A)(6 Ω) = 6 volt R3 = 6 Ω
E1 = 3 Ω
b. Hambatan disusun paralel
E2 = 6 Ω
Vtot = V1 = V2 = V3 = V4 = 20 volt
V1 20 V
Ditanyakan: skala yang ditunjuk amperemeter
I1 = R1 = 4Ω = 5 A

Fisika Kelas XII 7


Jawab: 21 skala yang ditunjuk
R1 22
= 10
× 2,5
A
210
Skala yang ditunjuk = 55
= 3,81 ≈ 3,8.
I1 I
R2 E1 Jadi, amperemeter menunjukkan pada skala 3,8.
I3 I2
4. Diketahui: R1 = 6 Ω
R3 II
R2 = 10 Ω
R3 = 2 Ω
E2 R4 = 3 Ω
R5 = 5 Ω
I2 = I1 + I3 . . . (1)
V = 10 volt
Loop I Ditanyakan: a. Rtotal
ΣE1 + ΣIR = 0 b. I
–E1 + I1R1 + I2R2 = 0 Jawab:
–3 + I1(2) + I2(4) = 0 a. Dalam rangkaian R1R5 = R2R4 sehingga
2I1 + 4I2 = 3 . . . (2) dapat ditentukan menggunakan jembatan
wheatstone. Oleh karena itu, tida ada arus
Loop II pada hambatan R 3 dan rangkaiannya
ΣE1 + ΣIR = 0 menjadi seperti berikut.
(E2 + E1) + I2R2 + I3R3 = 0
(6 – 3) + I2(4) + I3(6) = 0 R1 = 6 Ω R2 = 10 Ω
4I2 + 6I3 = –3 . . . (3)
Substitusi persamaan (1) ke persamaan (3).
I2 = I1 + I3 R4 = 3 Ω R5 = 5 Ω
I3 = I2 – I1 10 volt
4I2 + 6(I2 – I1) = –3
4I2 + 6I2 – 6I1 = –3
–6I1 + 10I2 = –3 . . . (4) R1 dan R2 dirangkai seri
Rs1 = R1 + R2
Eliminasi persamaan (2) dan (4). = 6 Ω + 10 Ω
2I1 + 4I2 = 3 ×3 6I1 + 12I2 = 9 = 16 Ω
–6I1 + 10I2 = –3 × 1 –6I1 + 10I2 = –3 R4 dan R5 dirangkai seri
––––––––––––– + Rs2 = R4 + R5
22I2 = 6 =3Ω+5Ω
I2 =
6 =8Ω
22 Hambatan total (R tot ) dapat ditentukan
2I1 + 4I2 = 3 dengan menggabungkan Rs1 dan Rs2 yang
6 dirangkai secara paralel.
2I1 + 4( 22 ) = 3
1 1 1
24 = +
2I1 = 3 – 22
Rp R s1 R s2

66 − 24 1 1
2I1 = = 16 Ω + 8 Ω
22
42
2I1 = 1+ 2
22 = 16 Ω
42 1 21
I1 =
× 2 = 22 22 16 Ω
Rp = 3
Skala yang ditunjuk amperemeter dapat dihitung
dengan persamaan sebagai berikut. = 5,33 Ω
skala yang ditunjuk
Jadi, hambatan total bernilai 5,33 Ω.
I= skala maksimum
× skala batas

8 Rangkaian Searah
b. Kuat arus yang mengalir R 2R3
Rp = R + R
V 2 3
I = R
p (3 Ω)(3 Ω)
= 3Ω+3Ω
10 V
= 16
Ω 9
3
= 6
Ω
3
= 10 V ( 16 Ω) = 1,5 Ω
r1r2
= 1,875 A rp = r + r
Jadi, kuat arus yang mengalir sebesar 1,875 A. 1 2

(1 Ω)(1 Ω)
5. Diketahui: R1 =4Ω r1 =1Ω = 1Ω + 1Ω
R2 =3Ω r2 =1Ω
= 0,5 Ω
R3 =3Ω E1 = 12 V
R4 =4Ω E2 = 12 V ΣE + ΣEIR = 0
–Ep + I(R1 + Rp + R4 + rp) = 0
Ditanyakan: VR4
–12 V + I(4 Ω + 1,5 Ω + 4 Ω + 0,5 Ω) = 0
Jawab:
(10 Ω) I = 12 V
R2
12
I= 10
A
= 1,2 A
R3 VR4 = IR4
R1 R4 = (1,2 A)(4 Ω)
= 4,8 V
r1 E
1
Jadi, nilai tegangan yang terukur pada voltmeter
sebesar 4,8 V.
r2 E2

Tegangan disusun secara paralel maka


Ep = E1 = E2 = 12 V

A. Pilihan Ganda V
R2 = I2
1. Jawaban: c
Diketahui: P = 125 W 200 V
=
1,25 A
V1 = 100 V
V2 = 200 V = 160 Ω
Ditanyakan: R Oleh karena R2 bernilai 160 Ω, lampu dapat
Jawab: menyala normal jika dipasang hambatan sebesar
80 Ω secara seri terhadap R1.
P
I = V1 2. Jawaban: a
Diketahui: P1 = 80 W
125 W
= 100 V V1 = 220 V
= 1,25 A V2 = 110 V
t = 10 menit = 600 s
V12
R1 = Ditanyakan: W
P

(100 V)(100 V)
=
125 W
= 80 Ω

Fisika Kelas XII 9


Jawab: Itot
R1 = R2 n = I
lampu

V12 V22 20 ampere


= =
P1 P2 0,5 ampere
= 40 lampu
2
⎛ V2 ⎞ Jadi, lampu yang dapat dipasang sebanyak
P2 = ⎜ ⎟ P1
⎝ V1 ⎠ 40 buah.
⎛ 110 V ⎞
2
5. Jawaban: e
= ⎜ 220 V ⎟ (80 W) Diketahui: V = 125 volt
⎝ ⎠
R = 25 Ω
80
= 4
W m = 2,7 kg
= 20 W c = 1 kal/g°C
W = Pt = 4.200 J/kg°C
= (20 W)(600 s) ΔT = 80°C – 30°C
= 12.000 J = 50°C
= 12 kJ Ditanyakan: t
Jadi, energi listrik yang diubah menjadi energi Jawab:
panas sebesar 12 kJ. W=Q
3. Jawaban: d V2
t = mcΔT
Diketahui: It = 30.000 mAh R
V =5V (125 volt)2
Ditanyakan: E t = (2,7 kg)(4.200 J/kg°C)(50°C)
25 Ω
Jawab:
(2,7 kg)(4.200 J/kg°C)(50°C)(25 Ω)
It = 30.000 mAh t= (125 volt)2
30.000
It = ( 1.000
)(3.600)As 1,4175 × 107
= 1,5625 × 10 4
s
It = 1,08 × 105 As
E = VIt = 907,2 s
= (5 V)(1,08 × 105 As) = 15,12 menit
= 5,4 × 105 J ≈ 15 menit
Jadi, energi yang tersimpan pada power bank Jadi, waktu yang dibutuhkan untuk memanaskan
sebesar 5,4 × 105 J. air sekitar 15 menit.
4. Jawaban: b 6. Jawaban: c
Diketahui: E = 300 V Diketahui: P = 100 W
r =4Ω t = 15 menit = 900 s
Itiap lampu = 0,5 A I = 450 kg m2
Vparalel = Vtiap lampu = 220 V Ditanyakan: ω
Ditanyakan: n (jumlah lampu) Jawab:
Jawab: Ekrotasi = W ; I1 = I2
E = V + Ir 1
300 volt = 220 volt + Itot (4 Ω) 2
I ω2 = Pt
(4 Ω) Itot = 300 volt – 220 volt 1
(450 kg m2)ω2 = (100 W)(900 s)
(4 Ω) Itot = 80 volt 2
80 volt ω2 = 400 rad2/s2
Itot = 4Ω
= 20 ampere ω = 20 rad/s
Pada rangkaian paralel berlaku: Jadi, kecepatan sudut kipas angin sebesar
Itotal = I1 + I2 + I3 + . . . . 20 rad/s.
Dengan demikian, jika setiap lampu I = 0,5 A,
jumlah lampu yang dapat dipasang (n):

10 Rangkaian Searah
7. Jawaban: c 8. Jawaban: e
Diketahui: R1 = 8 Ω Diketahui: P1 = 60 W
R2 = 6 Ω V1 = 120 V
R3 = 4 Ω P2 = 40 W
R4 = 8 Ω V2 = 120 V
V = 12 V Ditanyakan: Rtotal
Jawab:
Ditanyakan: Pterbesar
Jawab: V12
P1 =
Untuk menghitung daya dapat digunakan per- R1
samaan sebagai berikut.
V12
V2 R1 =
P= P1
R
(120 V)2
Sehingga untuk memperoleh daya terbesar =
60 W
digunakan hambatan terkecil.
Jika S1 tertutup, S2 tertutup, dan S3 terbuka maka 14.400
= 60
Ω
hambatan total rangkaian:
R = Rp + R4 = 240 Ω
R1R 2 V2 2
= ( R + R ) + R4 P2 =
1 2 R2

⎛ (8 Ω)(6 Ω) ⎞ V2 2
= ⎜ ⎟ +8Ω R2 =
⎝ (8 Ω) + (6 Ω) ⎠ P2
= 3,43 Ω + 8 Ω (120 V)2
= 11,43 Ω = 40 W
Jika S1 tertutup, S2 terbuka, dan S3 tertutup maka 14.400
hambatan total rangkaian: = 40
Ω
R = Rp + R4 = 360 Ω
R1R3 R1 dan R2 dirangkai seri
= ( R + R ) + R4 Rs = R1 + R2
1 3

⎛ (8 Ω)(4 Ω) ⎞ = 240 Ω + 360 Ω


= ⎜ ⎟ +8Ω = 600 Ω
⎝ (8 Ω) + (4 Ω) ⎠
= 2,67 Ω + 8 Ω Jadi, hambatan totalnya 600 Ω.
= 10,67 Ω
9. Jawaban: d
Jika S1 terbuka, S2 tertutup, dan S3 tertutup maka
Diketahui: P = 200 W
hambatan total rangkaian:
m = 120 gram = 1,2 kg
R = Rp + R4
t = 5 menit = 300 s
R 2R3 T2 = 30°C
= ( R + R ) + R4
2 3 c = 4.200 J/kg°C
⎛ (6 Ω)(4 Ω) ⎞ Ditanyakan: T2
= ⎜ ⎟ +8Ω
⎝ (6 Ω) + (4 Ω) ⎠ Jawab:
= 2,4 Ω + 8 Ω W=Q
= 10,4 Ω Pt = mcΔT
Jika S1 terbuka, S2 tertutup, dan S3 terbuka maka (200 W)(300 s) = (1,2 kg)(4.200 J/kg°C)ΔT
hambatan total rangkaian:
6 × 10 4 J
R = Rp + R4 ΔT = 5,04 × 10 3 J/ °C
= (6 Ω) + (8 Ω)
= 11,9°C
= 14 Ω
T2 = T1 + ΔT
Jika S1 terbuka, S2 terbuka, dan S3 terbuka maka
tidak ada arus yang mengalir sehingga daya = (30°C) + (11,9°C)
menjadi nol. = 41,9°C
Jadi, kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan Jadi, air mengalami kenaikan suhu menjadi
daya terbesar adalah S1 terbuka, S2 tertutup, dan 41,9°C.
S3 tertutup.

Fisika Kelas XII 11


10. Jawaban: d b. W =Pt
Diketahui: V = 12,5 V R3 =8Ω = (2.200 W)(8 jam/hari)(30 hari)
t =1s R4 =1Ω = 528.000 Wh
R1 = 16 Ω R5 =3Ω = 528 kWh
R2 =5Ω R6 =4Ω Biaya = (Rp1.352/kWh)(528 kWh)
= Rp713.856,00
Ditanyakan: W pada R = 16 Ω Jadi, pemakaian listrik sebesar 713.856,00.
Jawab:
Rs = 1 Ω + 3 Ω + 4 Ω = 8 Ω 2. Diketahui: Q =6C
t = 30 sekon
1 1 1 1 1 R = 40 Ω
= + Rs
= +
Rp 8Ω 8Ω 8Ω
Ditanyakan: W dan P
1 Jawab:
→ Rp = 8 Ω = 4 Ω
2
= Q
Rp 8Ω 2
I = t
Rtotal = 16 Ω + 4 Ω + 5 Ω = 25 Ω
6C
Vtotal = Itotal Rtotal = 30 s
Vtotal
Itotal = = 0,2 A
R total
W = I2 R t
12,5 V = (0,2 A)2(40 Ω)(30 s)
= 25 Ω
= (0,04 A2)(40 Ω)(30 s)
= 0,5 A = 48 J
Pada R = 16 Ω, nilai I = Itotal = 0,5 A W
W = I2 R t P = t
= (0,5 A)2(16 Ω)(1 s) 48 J
= (0,25)(16)(1) J = 30 s
=4J = 1,6 W
Jadi, energi yang dibebaskan setiap sekon Jadi, energi dan daya listrik yang digunakan
sebesar 4 J. secara berturut-turut sebesar 4 J dan 1,6 W.

B. Uraian 3. Diketahui: P = 60 W
V = 240 volt
1. Diketahui: P = 2.200 W t = 15 menit
V = 220 V = 900 sekon
t = 8 jam/hari Ditanyakan: a. W
biaya = Rp1.352,00/kWh b. Q
Ditanyakan: a. R Jawab:
b. biaya dalam sebulan (30 hari) a. Energi yang terpakai
Jawab: W =Pt
= (60 W)(900 s)
V2
a. P= = 54.000 J
R
Jadi, energi yang dipakai lampu pijar sebesar
V2 54.000 J.
R =
P b. Kalor yang timbul
(220 V)2 Q = (0,25)(54.000)(0,24) kalori
= 2.200 W = 12.960 kalori
Jadi, kalor yang timbul sebesar 12.960 kalori.
48.400
= 2.200 Ω
= 22 Ω
Jadi, hambatan oven sebesar 22 Ω.

12 Rangkaian Searah
4. Diketahui: R1 = 8 Ω r1 =1Ω 5. Heater digunakan untuk memanaskan air 800 mL
R2 = 16 Ω r2 =1Ω dari suhu 30°C menjadi 70°C selama 20 menit.
R3 = 16 Ω E1 = 12 V Tentukan daya listrik yang digunakan!
R4 = 4 Ω E2 = 12 V (Cair = 4.200 J/kg°C)
Jawaban:
Ditanyakan: PR
2 Diketahui: V = 800 mL
Jawab:
T1 = 30°C
1 1 1 1
= + + T2 = 70°C
Rp R1 R2 R3
t = 20 menit = 1.200 sekon
1 1 1
= + + c = 4.200 J/kg°C
8Ω 16 Ω 16 Ω
Ditanyakan: ρ
2 + 1+ 1
= Jawab:
16 Ω
4
m = ρV
= = (1 gram/mL)(800 mL)
16 Ω
4
= 800 gram
Rp = =4Ω = 0,8 kg
16 Ω
W =Q
ΣE + ΣIR = 0 Pt = mcΔT
(–E1 – E2) + I(Rp + R4 + r1 + r2) = 0 P = (1.200 sekon)
–12 V – 12 V + I(4 Ω + 4 Ω + 1 Ω + 1 Ω) = 0 = (0,8 kg)(4.200 J/kg°C(40°C)
10 Ω I = 24 V P =
134.400
= 112 W
1.200
24 V
I= = 2,4 A Jadi, daya listrik yang digunakan sebesar 112 W.
10 Ω

Vp = IRp = (2,4 A)(4 Ω) = 9,6 V


Vp2 (9,6 V )2 92,16
PR 2 = = (16 Ω) = 16
W = 5,76 W
R2
Jadi, daya yang dipakai oleh R2 sebesar 5,76 W.

A. Pilihan Ganda Q
I = t
1. Dalam suatu penghantar selama 1 menit mengalir
elektron sebanyak 1,125 × 1021 buah. Apabila 180 C
muatan elektron 1,6 × 10–19 C, kuat arus yang = 60 s
mengalir sebesar . . . . =3A
a. 3,0 A d. 12 A Jadi, kuat arus yang mengalir sebesar 3 ampere.
b. 4,5 A e. 15 A
c. 9,0 A 2. Jawaban: d
Jawaban: a Diketahui: n1 = 2 baterai
Diketahui: t = 1 menit = 60 s I1 = 0,4 A
n = 1,125 × 1021 n2 = 3 baterai
qe = 1,6 × 10–19 C Ditanyakan: I1
Ditanyakan: I Jawab:
Jawab: V1 = n1(1,5 V) = 2(1,5 V) = 3 V
Q = n qe V2 = n2(1,5 V) = 3(1,5 V) = 4,5 V
= (1,125 × 1021)(1,6 × 10–19 C) R1 = R2
= 1,8 × 102 C
V1 V2
= 180 C =
I1 I2

Fisika Kelas XII 13


3V 4,5 V R s1R3
= Rp1 =
0,4 A I2 R s1 + R3

1,8 (40 Ω)(20 Ω)


I1 = 3
A = (40 Ω) + (20 Ω)
= 0,6 A
= 13,3 Ω
Jadi, arus yang dihasilkan tiga baterai adalah 0,6 A.
Rs2 = Rp1 + R4 + R5
3. Jawaban: b = 13,3 Ω + 20 Ω + 20 Ω
Diketahui: ρ = 1,72 × 10–8 Ωm = 53,3 Ω
A = 15 m Jadi, hambatan pengganti dari rangkaian tersebut
A = 0,3 mm2 = 3 × 10–7 m2 adalah 53,3 Ω.
I = 25 A
Ditanyakan: V 6. Jawaban: c
Jawab: Diketahui: R1 = 3 Ω
V =IR R2 = 2 Ω
A R3 = 6 Ω
=IρA R4 = 2 Ω
R5 = 3 Ω
(25 A)(1,72 × 10 −8 Ωm)(15 m)
= Ditanyakan: Rtot
(3 × 10 −7 m2 )
Jawab:
= 21,5 V
Hambatan R3 dan R4 dirangkai paralel.
Jadi, tegangan antara ujung-ujung kawat sebesar
21,5 V. 1 1 1
= +
Rp R3 R4
4. Jawaban: b
Diketahui: RA = 8 Ω 1
= 6Ω + 3Ω
1
IA = 2,5 A
I = 12,5 A 1+ 2
= 6Ω
Ditanyakan: Rsh
Jawab: 3
= 6Ω
I
n =
IA 6Ω
Rp = 3 = 2 Ω
12,5 A
= 2,5 A Hambatan pengganti
=5 Rtotal = Rs = Rp + R1 + R2 + R5
RA = (2 + 3 + 2 + 3) Ω
Rsh = (n − 1) = 10 Ω
Jadi, hambatan pengganti dari rangkaian tersebut

= (5 − 1) adalah 10 Ω.
7. Jawaban: b

= Diketahui: R = 100 Ω
4
Ditanyakan: V
=2Ω
Jawab:
Jadi, diperlukan hambatan shunt sebesar 2 Ω.
skala terukur
5. Jawaban: c I = skala maksimum × batas ukur
Diketahui: R1 = R2 = R3 = R4 = R5 = 20 Ω 15
Ditanyakan: R = 25
× 50 mA
Rs1 = R1 + R2 = 30 mA
= (20 Ω) + (20 Ω) = 0,03 A
= 40 Ω V = IR
= (0,03 A)(100 W)
=3V
Jadi, tegangan yang digunakan sebesar 3 V.

14 Rangkaian Searah
8. Jawaban: d Alat dapat bekerja normal jika arus yang mengalir
Diketahui: R1 = 200 Ω sebesar 4A.
R2 = 100 Ω V 125 V
R3 = 100 Ω R2 = I2 = 4 A = 31,25 Ω
R4 = 50 Ω Jadi, harus ditambahkan hambatan sebesar 25 Ω
E1 = 12 V secara seri.
E2 = 12 V 11. Jawaban: d
Ditanyakan: VR4 Diketahui: E1 =6V
Jawab:
E2 = 12 V
R 2R3 E3 = 18 V
Rp =
R2 + R3
R1 = R2 = R3 = 4 Ω
(100 Ω)(100 Ω) R4 = R5 = 6 Ω
= (100 Ω) + (100 Ω)
Ditanyakan: IAB
= 50 Ω Jawab:
E = E1 = E2 = 12 V E1 R1
ΣE + ΣIR = 0
I(R1 + Rp + R4) = E
I R2
I(200 W + 50 W + 50 W) = 12 V I1
I2 R3 E2
12
I = 300
A = 0,04 A I3
VR4 = IR4 R4 II
= (0,04 A)(50 V) E3 R5
=2V
Jadi, nilai yang terukur pada voltmeter adalah 2 V.
I1 = I2 + I3 . . . (1)
9. Jawaban: a Loop I
Diketahui: Rv = 2 Ω ΣE + ΣIR = 0
I = 0,5 A
Rf = 2 Ω (–E1 + E2) + I1(R1 + R2) + I2R3 = 0
Ditanyakan: V (–12 V + 6 V) + I1(4 Ω + 4 Ω) + I2(4 Ω)= 0
Jawab: 8I1 + 4I2 = 6
Vv = Rv I = (2.000 Ω)(0,5 A) = 1.000 V –––––––––––––––––––––––––––––––––– : 2
Rf
4I1 + 2I2 = 3 . . . (2)
28 Ω
n–1 = Rv = 2Ω
= 14 Loop II
n = 15 ΣE + ΣIR = 0
V (E3 – E2) –I2R3 – I3(R4 + R5) = 0
n=
Vv (18 V – 16 V) – I2(4 Ω) + I3(6 Ω + 6 Ω) = 0
V = n Vv –4I2 + 12I3 = –2
= (15)(1 V) –––––––––––––––––––––––––––––––––– : 2
= 15 V –2I2 + 6I3 = –1 . . . (3)
Jadi, batas ukurnya menjadi 15 V. Subtitusi persamaan (1) ke persamaan (2).
10. Jawaban: c 4(I2 + I3) + 2I2 = 3
Diketahui: V1 = 25 V 4I2 + 4I3 + 2I2 = 3
P = 100 W 6I2 + 4I3 = 3 . . . (4)
V2 = 125 V Eliminasi persamaan (3) ke persamaan (4).
Ditanyakan: R yang ditambahkan –2I2 + 6I3 = –1 × 4 –8I2 + 24I3 = –4
Jawab: 6I2 + 4I3 = 3 ×6 36I2 + 24I3 = 18
V12 (25 V)2 625 V 2 ––––––––––––––––––– –
R1 = = 100 W
= 100 W
= 6,25 Ω –44I2 = –22
P
⇔ I2 = 0,5 A
P 100 W
I = V1 = 25 V
=4A

Fisika Kelas XII 15


Tanda minus menunjukkan arah loop terbalik. 13. Jawaban: c
Jadi, kuat arus yang melalui titik AB sebesar Diketahui: R1 = 10 Ω
0,5 A. R2 = 15 Ω
12. Jawaban: c R3 = 5 Ω
Diketahui: R1 = 5 Ω R4 = 5 Ω E =6V
R2 = 10 Ω R5 = 2 Ω r =1Ω
Ditanyakan: Ibuka dan Itutup
R3 = 10 Ω V = 15 volt
Jawab:
Ditanyakan: I
Saat sakelar dibuka, besar arus yang mengalir
Jawab: sakelar:
R1R3 = R2R5 sehingga hambatan total dapat R = R1 + R3 + r
ditentukan menggunakan jembatan wheatstone.
= 10 Ω + 5 Ω + 1 Ω
Jika menggunakan jembatan wheatstone, arus
= 16 Ω
yang mengalir pada Rs bernilai nol. Adapun dapat
E
disederhanakan. Ibuka = R
6V
R1 = 5 Ω = 16 Ω
R4 = 5 Ω
A B 3
= 8
A
R2 = 10 Ω
R3 = 10 Ω Saat sakelar ditutup, besar arus yang mengalir:
R1R 2
Rp = R + R
R1 dan R4 dirangkai secara seri 1 2

Rs = R1 + R4 (10 Ω)(15 Ω)
1
=5Ω+5Ω = (10 Ω) + (15 Ω)
= 10 Ω
=6Ω
R2 dan R3 dirangkai secara seri
R = Rp + R3 + r
Rs = R2 + R3
2 =6Ω+5Ω+1Ω
= 10 Ω + 10 Ω = 12 Ω
= 20 Ω
E
Hambatan total pada rangkaian Itutup = R
1 1 1 6V
= + =
Rp R s1 R s2 12 Ω

1 1 1
= 10 Ω + 20 Ω = 2
A
Perbandingan arus saat sakelar terbuka dan
2 +1 tertutup sebagai berikut.
= 20 Ω
3
Ibuka 8
3 =
= 20 Ω
I tutup 1
2

3 2
Rp = 20 Ω = ( 8 )( 1 )
3
Kuat arus yang mengalir dalam rangkaian 3
= 4
V
I = R Jadi, perbandingan arus saat sakelar terbuka dan
p
tertutup adalah 3 : 4.
15 V
= 20 14. Jawaban: e
Ω
3
Diketahui: R1 = 16 Ω R5 = 5 Ω
= (15 V)( 3 Ω) R2 =1Ω R6 = 8 Ω
20
45 R3 =3Ω V = 12,5 volt
= 20
A
R4 =4Ω
= 2,25 A
Ditanyakan: V3
Jadi, kuat arus yang mengalir dalam rangkaian
sebesar 2,25 A.

16 Rangkaian Searah
Jawab: E = I(R + r)
R2, R3, dan R4 dirangkai seri 12 V = I(3,2 Ω + 1,8 Ω)
Rs1 = R2 + R3 + R4 = I(5 Ω)
=1Ω+3Ω+4Ω 12 V
I= 5Ω
=8Ω
= 2,4 A
Rs dan R6 dirangkai paralel
Jadi, arus listrik yang mengalir pada rangkaian
1 1 1 sebesar 2,4 ampere.
Rp
= +
Rs R6
1
16. Jawaban: e
1
= + 8Ω Diketahui: R1 = R4 = R5 = 4 Ω

1+ 1 R2 =6Ω
= 8Ω R3 =3Ω
8Ω P = 1,125 W
Rp = 2 = 4 Ω Ditanyakan: V
Rp, R1, dan R5 dirangkai secara seri Jawab:
Rs = Rp + R1 + R5 R 2R3
2 Rp1 =
= 4 Ω + 16 Ω + 5 Ω R2 + R3
= 25 Ω (6 Ω)(3 Ω)
Arus yang mengalir dalam rangkaian =
(6 Ω) + (3 Ω)
Vs 12,5 V =2Ω
I = = 25 Ω
= 0,5 A
Rs
R 4R5
Tegangan yang mengalir pada Rp Rp2 =
R4 + R5
Vp = I Rp
= (0,5 A)(4 Ω) (4 Ω)(4 Ω)
=
(4 Ω) + (4 Ω)
=2V
Vp = V6 = Vs = 2 V =2Ω
Arus yang mengalir pada Rs1 R = R1 + Rp1 + Rp2
Vs 2V =4Ω+2Ω+2Ω
Is = = 8Ω
= 1 A =8Ω
R s1 4
V2
Beda potensial pada hambatan 3 Ω adalah P =
R

V3 = I3R3 = ( 1 A)(3 Ω) = 3 V V 2 = PR
4 4 = (1,125 W)(8 Ω)
Jadi, beda potensial pada hambatan 3 Ω adalah = 9 WΩ
3 V=3V
V atau 0,75 V.
4 Pada rangkaian digunakan dua baterai, maka
tegangan baterai yang digunakan adalah:
15. Jawaban: b
V
Diketahui: P = 15 W Vb = n
V = 12 V
E = 12 V 3V
= 2
r = 1,8 Ω
= 1,5 V
Ditanyakan: I
Jadi, tegangan setiap baterai sebesar 1,5 V.
Jawab:
V2 17. Jawaban: d
P = Diketahui: V1 = 200 V
R
V2 (12 V)2 144 V 2 48 R = 20 Ω
R = = = = 5 Ω ma = 1 kg
P 15 W 15 W
1 5 5 5
T0 = 20°C
= + + t = 7 menit = 420 s
Rp 48 Ω 48 Ω 48 Ω
V2 = 110 V
= 15 → Rp = 48 Ω = 3,2 Ω cair = 4.200 J/kg°C
48 Ω 15

Fisika Kelas XII 17


Ditanyakan: T Jawab:
Jawab: 1 1 1 1
Rp
= + +
V2 R2 R3 R4
P1 =
R
1 1 1
(200 V)2
= + +
6Ω 6Ω 3Ω
=
20 Ω
1+ 1+ 2
= 2.000 W = 6Ω
2
⎛ V2 ⎞ 4
P2 = ⎜⎜ ⎟⎟ P1 = 6Ω
⎝ V1 ⎠
2 6Ω
=
⎛ 110 V ⎞
(2.000 W) Rp = 4
⎜ ⎟
⎝ 200 V ⎠
= 1,5 Ω
= 605 watt
W=Q R = R1 + Rp + Rs
P t = ma ca ΔT = 1,5 Ω + 1,5 Ω + 2 Ω
(605 W)(420 s) = (1 kg)(4.200 J/kg°C)(T – 20°C) =5Ω
254.100 J = (4.200 J/°C)(T – 20°C) E = E1 + E2
254.100 J
=3V+6V
T – 20°C = 4.200 J/°C =9V
T – 20°C = 60,5°C E
I = R
T = 60,5°C + 20°C
= 80,5°C 9V
= 5Ω
Jadi, suhu akhir air menjadi 80,5°C.
= 1,8 A
18. Perhatikan rangkaian listrik berikut!
Vp = IRp
= (1,8 A)(1,5 Ω)
= 2,7 V
Daya pada R3 dapat dihitung dengan persamaan
berikut.
Vp2
P = R
3

( 2, 7 V ) 2
= 6Ω
7, 25
= 6
W
Pernyataan berikut yang benar adalah . . .
a. Hambatan total pada rangkaian adalah 1,5 = 1,215 W
Ω. Daya pada R4 dapat dihitung dengan persamaan
b. Arus total pada rangkaian adalah 1,6 A. berikut.
c. Daya yang dihasilkan pada R3 sama dengan Vp2
daya pada R4. P = R
4
d. Daya yang dihasilkan pada R4 adalah 2,43 W.
e. Usaha yang dilakukan pda R4 selama 5 menit ( 2, 7 V ) 2
= 3Ω
adalah 12,15 J.
Jawaban: d 7, 29
= W
Diketahui: R1 = 1,5 Ω R5 = 2 Ω 3
R2 = 6 Ω E1 = 3 V = 2,43 W
Jika rangkaian dinyalakan selama 5 menit, usaha
R3 = 3 Ω E2 = 6 V
yang dilakukan pada R4 adalah sebagai berikut.
R4 = 3 Ω W = Pt
Ditanyakan: P dan W pada R4 = (2,43 W)(300 s)
= 729 J
Jadi, pernyataan yang tepat pada pilihan jawaban d.

18 Rangkaian Searah
19. Jawaban: b B. Uraian
Apabila digambarkan arah arusnya seperti berikut.
1. Diketahui: ne = 3 × 1021
A qe = 1,6 × 10–19 C
t = 10 menit = 600 s
I A = 0,2 m2
C
Ditanyakan: J
I1 I2
neqe
B D
I = t
(3 × 10 21)(1,6 × 10 −19 C)
= ( 600 s)
Berdasarkan hukum I Kirchhoff 4, 8 × 10 2
I = I1 + I2 = 6 × 10 2
I1 > I2 karena I1 hanya melewati sebuah lampu,
= 0,8 A
sehingga urutan kuat arusnya I > I1 > I2.
Lampu yang dilalui oleh kuat arus dengan arus I
J =
terbesar akan menyala paling terang. Oleh karena A
itu, 0, 8 A
= 0, 2 m2
1) lampu A paling terang;
2) lampu B lebih redup dari lampu A; dan = 4 A/m2
3) lampu C dan D sama terang dan paling redup Jadi, rapat arus penghantar sebesar 4 A/m2.
dibandingkan lainnya.
Jadi, kesimpulan yang tepat berdasarkan gambar 2. Diketahui: Rv = 0,08 Ω
adalah lampu C dan D sama terang, dan A paling Vv = 50 V
terang. V = 600 V
Ditanyakan: Rf
20. Jawaban: b Jawab:
Diketahui: A = 62,8 cm = 6,28 × 10–1 m
V
R = 2,5 × 10–2 Ω n = V
v
d = 0,8 mm = 8 × 10–4 m
Ditanyakan: ρ 600 V
= 50 V
Jawab:
d = 12
r = 2 Rf = (n – 1) Rv
8 × 10 −4 m = (12 – 1)(0,08 Ω)
=
2
= 4 × 10–4 m = 0,88 Ω
Jadi, hambatan muka yang diperlukan sebesar
A
R =ρA 0,88 Ω.

RA
3. Diketahui: Aperak =2m
ρ = A Aperak = 0,5 mm2 = 5 × 10–7 m2
ρperak = 1,6 × 10–8 Ωm
Rπ r 2
= Aplatina = 0,48 m
A
Aplatina = 0,1 mm2 = 10–7 m2
(2, 5 × 10 −2 Ω)(3, 14)(4 × 10 −4 m)2
= ρplatina = 4 × 10–8 Ωm
6, 28 × 10 −1 m
V = 12 volt
(2, 5 × 10 −2 Ω)(3, 14)(16 × 10 −8 m2 )
= t = 1 menit = 60 s
6, 28 × 10 −1 m
Ditanyakan: W
125, 6 × 10 −10
= 6, 28 × 10 −1
Ωm
= 2 × 10–8 Ωm
Jadi, resistivitas kawat sebesar 2 × 10–8 Ωm.

Fisika Kelas XII 19


Jawab: R1 dan R3 dirangkai seri
Hambatan kawat perak Rs = R1 + R3
1
A perak =8Ω+4Ω
Rperak = ρperak A
perak = 12 Ω
2m R2 dan R6 dirangkai seri
= (1,6 × 10–8 Ωm) Rs = R2 + R6
(5 × 10−7 m2 ) 2
= 6,4 × 10–2 Ω =4Ω+4Ω
Hambatan kawat platina =8Ω
A platina Rs , Rs , dan Rp dirangkai paralel
Rplatina = ρplatina A 1 2 1
platina 1 1 1 1
= + +
R p2 R s1 R s2 Rp1
(0,48 m)
= (4 × 10–8 Ωm)
(10−7 m2 ) 1 1 1
= 12 Ω + 8 Ω + 6 Ω
= 1,92 × 10–1 Ω
Oleh karena dipasang seri maka hambatan 2+3+4
totalnya = 24 Ω
Rtotal = Rperak + Rplatina
9
= (0,64 × 10–1 Ω) + (1,92 × 10–1 Ω) = 24 Ω
= 2,56 × 10–1 Ω
24
Vtotal RP = 9 Ω
Itotal = R total
2

Hambatan totalnya
12 V Rtot = Rs = Rp2 + R7
= 2,56 × 10−1 Ω
24 Ω
= 46,875 A = 9
+4Ω
Oleh karena rangkaian seri, maka Itotal = Iperak 24 Ω 36 Ω
= Iplatina = 9
+ 9
P pada kawat platina = 9 Ω
60
P = 0,24 (I 2total Rplatina t)
= 6,67 Ω
= 0,24 kalori/J (46,875 A)2(1,92 × 10–1 Ω)(60 s)
Jadi, hambatan pengganti seluruh rangkaian
= 6.075 kalori
6,67 Ω.
Jadi, panas yang timbul pada kawat platina sebesar
6.075 kalori. b. V=IR
V
4. Diketahui: R1 = 8 Ω I = R
tot
R2 = R3 = R6 = R7 = 4 Ω 20 V
R4 = R5 = 12 Ω = 60
9
Ω
V = 20 volt 9
Ditanyakan: a. Rtotal = 20 60 A
b. I =3A
c. VAD Jadi, arus yang mengalir pada rangkaian
Jawab: sebesar 3 A.
a. R4 dan R5 dirangkai paralel c. Itotal = IRs = IR = 3 A
2 7
1 1 1 VAD = Rp IRp
= + 2 2
Rp1 R4 R5 24
=( 9
Ω)(3 A)
1 1
= +
12 Ω 12 Ω =8V
2 Jadi, tegangan di titik AD sebesar 8 V.
=
12 Ω
12
Rp = Ω
1 2
=6Ω

20 Rangkaian Searah
5. Diketahui: R1 = 40 Ω E1 = 6 V Subtitusi persamaan (1) ke persamaan (2).
R2 = 20 Ω E2 = 12 V 20(I2 + I3) + 10I2 = 3
R3 = 60 Ω E3 = 16 V 20I2 + 20I3 + 10I3 = 3
Ditanyakan: Ebuka dan Itutup 20I2 + 30I3 = 3 . . . (4)
Jawab: Eliminasi persamaan (3) dan persamaan (4).
Saat sakelar dibuka maka rangkaian dapat –10I2 + 30I3 = 2
ditunjukkan seperti gambar berikut. 20I2 + 30I3 = 3
P R1 = 40 Ω Q –––––––––––––– –
–30I2 = –1
E1 = 6 V
1
I2 = 30

R3 = 60 Ω = 0,03
I2 sebesar 0,03 A
E3 = 16 V Substitusi nilai I2 pada persamaan (2).
20(0,03) + 10I3 = 3
ΣE + ΣIR = 0 0,6 + 10I3 = 3
(–E3 + E1) + I(R1 + R3) = 0 10I3 = 2,4
(–16 V + 6 V) + I(40 Ω + 60 Ω) = 0
2, 4
100 ΩI = 10 V I3 = 10
10 V = 0,24
I = 100 Ω = 0,1 A
I3 sebesar 0,8 A. Nilai I1 sebagai berikut.
Saat sakelar ditutup maka rangkaian dapat ditunjuk- I1 = I2 + I3
kan seperti gambar berikut.
= 0,03 A + 0,24 A
P R1 = 40 Ω Q
= 0,27 A
E1 = 6 V Jadi, arus yang mengalir pada PQ saat sakelar
I dibuka dan ditutup berturut-turut adalah 0,1 A dan
I1 E2 = 12 V 0,27 A.
I2 R2 = 20 Ω
I3 6. Diketahui: R1 = 10 kΩ
II R3 = 60 Ω R2 = 15 kΩ
Ditanyakan: A1 : A2
E3 = 16 V Jawab:
Pada jembatan wheatstone berlaku:
I1 = I2 + I3 . . . (1)
R1A1 = R2A2
Loop I
(10 kΩ)A2 = (15 kΩ)A1
ΣE + ΣIR = 0
A1 10 kΩ
(E1 – E2) + I1R1 + I2R2 = 0 = 15 kΩ
A2
(6 – 12) + I1(40) + I2(20) = 0
A1 2
40I1 + 20I2 = 6 = 3
A2
–––––––––––––––––––––––– : 2
20I1 + 10I2 = 3 . . . (2) Jadi, perbandingan A1 : A2 adalah 2 : 3.
Loop II 7. Diketahui: P1 = 100 W
ΣE + ΣIR = 0 V1 = 220 V
(E2 – E3) –I2R2 + I3R3 = 0 V2 = 110 V
(12 V – 16 V) – I2(20 Ω) + I3(60 Ω) = 0 t2 = 30 menit = 1.800 s
–20I2 + 60I3 = 4 Ditanyakan: P1 dan W
––––––––––––––––––––––––––––––––––– : 2
–10I2 + 30I3 = 2 . . . (3)

Fisika Kelas XII 21


Jawab: A = 2(pl + pt + At)
V2 = 2((4 m)(6 m) + (4 m)(3 m) + (6 m)(3 m))
P =
R = 2(24 m2 + 12 m2 + 18 m2)
2 = 2(54 m2)
P1 ⎛ V1 ⎞
P2 = ⎜ ⎟ = 108 m2
⎝ V1 ⎠
P
100 W ⎛ 220 V ⎞
2 I = A
P2 = ⎜ ⎟
⎝ 110 V ⎠ 160 W
100 W = 108 m2
P2 =4
= 1,48 W/m2
100 W Jadi, intensitas cahaya yang diterima tiap bagian
P2 = 4 ruangan sebesar 1,48 W/m2.
= 25 W
10. 2,1 V ; 2 Ω 1,9 V ; 1 Ω
W = P2t C B E
= (25 W)(1.800 s)
= 4,5 × 104 J

45 Ω
I II
Jadi, daya dan energi listrik yang digunakan lampu I3
secara berturut-turut adalah 25 W dan 4,5 × 104 J.
D 8 Ω I1 A I2 9 Ω F
8. Diketahui: P = 250 W
V = 125 V I1 + I2 = I3 → = I1 = I3 – I2 . . . (1)
R
= 1,25 Ω/m Loop I
m
Ditanyakan: A ΣE + EIR = 0
Jawab: –2,1 + (8) I1 + (45) I3 + (2) I1 = 0
V2
–2,1 + 8 I1 + 45 I3 + 2 I1 = 0
P= 10 I1 + 45 I3 = 2,1
R
Masukkan persamaan (1)
(125 V)2
250 W = 10(I3 – I2) + 45 I3 = 2,1
R
10 I3 – 10 I2 + 45 I3 = 2,1
(125 V)2
R= –10 I2 + 55 I3 = 2,1 . . . (2)
250 W
Loop II
15.625
R= 250
Ω ΣE + EIR = 0
= 62,5 Ω –1,9 + (9) I2 + (45) I3 + (1) I2 = 0
–1,9 + 1,9 – 9 I2 + 45 I3 + I2 = 0
62,5 Ω
A = 1,25 Ω /m
= 50 meter 10 I2 + 45 I3 = 1,9
Jadi, panjang kawat adalah 50 meter. Eliminasi persamaan (2) dan (3):
–10I2 + 55 I3 = 2,1
9. Diketahui: R = 250 Ω
10I2 + 45 I3 = 1,9
V = 200 V
––––––––––––––– +
p =4m
100 I3 = 4
A =6m
4
t =3m I3 = 100 = 0,04
Ditanyakan: I Kuat arus I3 sebesar 0,04 A.
Jawab: VAB = I3 R3
V2 = (0,04 A)(45 Ω)
P =
R
= 1,8 volt
(200 V )2
= Jadi, tegangan antara titik AB sebesar 1,8 volt.
250 Ω
40.000 V 2
= 250 Ω
= 160 W

22 Rangkaian Searah
Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu:
1. mengevaluasi berbagai fenomena kelistrikan dalam kehidupan sehari-hari;
2. melakukan percobaan untuk menyelidiki konsep listrik statis;
3. menerapkan konsep gaya Coulomb dan kuat medan listrik dalam pemecahan masalah listrik;
4. menerapkan konsep energi potensial listrik dan potensial listrik;
5. menerapkan nilai muatan dan tegangan listrik pada rangkaian seri dan paralel kapasitor.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, peserta didik:
1. menyadari kebesaran Tuhan yang menciptakan keseimbangan dan keteraturan sehingga memungkinkan manusia
mengembangkan teknologi untuk mempermudah kehidupan;
2. berperilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, objektif, jujur, teliti, cermat, tekun, hati-hati, bertanggung jawab, terbuka, kritis, dan
inovatif) dalam melakukan percobaan, melaporkan, dan berdiskusi;
3. menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari-hari.

Listrik Statis

Mempelajari

Muatan Listrik, Gaya Coulomb, dan Energi Potensial dan Potensial


Kuat Medan Listrik Kapasitor
Listrik

Mencakup Mencakup Mencakup

• Muatan Listrik • Energi Potensial Listrik • Kapasitas Kapasitor


• Gaya Listrik • Potensial Listrik • Rangkaian Kapasitor
• Kuat Medan Listrik • Hukum Kekekalan Energi Mekanik
• Hukum Gauss dalam Medan Elektrostatik
• Kuat Medan Listrik Muatan Kontinu

Mampu

• Menganalisis berbagai fenomena kelistrikan mencakup konsep muatan listrik, gaya elektrostatik, dan
kuat medan listrik.
• Menganalisis berbagai kasus yang melibatkan energi potensial listrik dan potensial listrik serta
penerapannya pada kapasitor.
• Mensyukuri keseimbangan dan keteraturan yang diciptakan Tuhan dengan berupaya mengembangkan
teknologi untuk kepentingan umat manusia.
• Berperilaku ilmiah, menghargai kerja individu maupun kelompok dalam aktivitas sehari-hari.

Fisika Kelas XII 23


A. Pilihan Ganda Jawab:
1. Jawaban: d kq1q 2 kq1′q 2′
F = F′ =
Diketahui: qA = qB = 10 nC = 1 × 10–8 C r2 r ′2
rAB = 10 cm = 1 × 10–1 m
=
k (q )(2q )
=
k ( q ) (2q )
1
2
1 R2 (2R )2
= 9 × 109 Nm2/C2
4πε 0
2kq 2 kq 2
Ditanyakan: F = =
R2 2R 2
Jawab:
kq 2
k qA qB F′ =
F = 2R 2
rAB2
1 ⎛ 2kq 2 ⎞
=
1 qA qB = ⎜ ⎟
4 ⎜⎝ R 2 ⎟⎠
4πε rAB2
1
(1× 10−8 C)(1× 10−8 C) = 2F
= (9 × 109 Nm2/C2)
(1 × 10−1 m)2
1
(9 × 109 Nm2 /C2 )(10−16 C) Jadi, gaya antar dua muatan menjadi 4 kali besar
= =9× 10–5 N
(1 × 10−2 m2 ) gaya semula.
Jadi, gaya Coulomb kedua muatan sebesar
4. Jawaban: b
9 × 10–5 N.
Diketahui: qA = –4 μC = –4 × 10–6 C
2. Jawaban: e qB = –16 μC = –16 × 10–6 C
Diketahui: FAB = FBC = FCD = F qC = +6 μC = 6 × 10–6 C
Ditanyakan: FC rAC = x
Jawab: rCB = 1 m – x
Berdasarkan gambar, FAB dan FBC mengapit sudut Ditanyakan: x
60°. Oleh karena itu, besar FC seperti berikut. Jawab:
FC = 0
FC = FAB2 + FBC2 + 2FAB FBC cos α FCA – FCB = 0
FCA = FCB
= F 2 + F 2 + 2F F cos 60°
k qC qA k qC qB
=
2F 2 1
+ 2F 2 ( 2 ) rCA 2 rCB2
=
qA qB
=
= 3F rCA 2 rCB2
−6
=F 3 4 × 10 −6 C = 16 × 10 2C
x2 (1 m − x )
Jadi, gaya Coulomb di salah satu titik sudut
1 4
=
x2 (1 m − x )2
segitiga sebesar F 3 .
1 2
3. Jawaban: d =
x 1m − x
Diketahui: q1 = q FBC FAB 2x = 1 m – x
q2 = 2q 3x = 1 m
1
q1′ = 2 q C
x= 3 m
1

q2′ = 2q 1
r′ = 2R Jadi, jarak partikel C dari A adalah 3 m.
Ditanyakan: F ′
5. Jawaban: a
Diketahui: q1 = q2 = q3 = q
A B q′ = –q
Ditanyakan: F

24 Listrik Statis
Jawab: 1 kq 2 kq 2
q q = +2
2 r2 r2

kq 2
= 2,5
r2
–q
= 2,5 k q 2r –2 (arah ke kiri)
Jadi, gaya Coulomb di B sebesar 2,5 k q 2r –2 ke
kiri.
7. Jawaban: b
q q
Diketahui: qA = +9 μC
Gaya yang dialami q′ disebabkan oleh masing- qB = –4 μC
masing muatan. rA = rB = 5 cm
kqq ′ kqq kq 2 rAB = 25 cm (dari pusat bola)
F= = = = 2kq2
r2
2 2
⎛ 2⎞
⎜⎜ 2 ⎟⎟ 4
Ditanyakan: E0
⎝ ⎠
Jawab:
Oleh karena q 1 = q 2 = q 3 = q 4 , gaya yang Nilai E = 0 jika EA = EB, yang kemungkinan berada
disebabakan masing-masing muatan sama besar. di kanan B atau di kiri A. Medan listrik di antara
Jika dilihat pada diagram gaya di atas, q1 dan q3 A dan B tidak mungkin nol karena EA searah EB.
saling menghilangkan. q2 dan q4 saling meng- Oleh karena qB < qA maka rB < rA sehingga
hilangkan, sehingga gaya yang dialami muatan kemungkinan E = 0 terletak di kanan B.
sama dengan nol.
EA = EB
6. Jawaban: b qA qB
Diketahui: qA = +q k =k
rA 2 rB2
qB = –2q
9 μC 4 μC
qC = –q =
(25 cm + x )2 x2
k = 9 × 109 Nm2 C–2 2 2
⎛ 3 ⎞ ⎛2⎞
rAB = 2r ⎜ 25 cm + x ⎟ = ⎜x ⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠
rBC = r
3 2
Ditanyakan: FB dan arahnya = x
25 cm + x
Jawab:
3x = 2(25 cm + x)
Arah gaya yang terjadi di titik B dapat digambarkan
3x = 50 cm + 2x
seperti berikut.
3x – 2x = 50 cm
A FBC FBA B r C x = 50 cm
+q –2q –q Jadi, nilai E = 0 saat jarak 45 cm dari kulit bola B
ke arah kanan.
k qB qA
FBA = 2 8. Jawaban: a
rBA
1
k (2q )(q ) Diketahui: q1 = – 2 q
=
(2r )2
q2 = +2q
2kq 2 Ditanyakan: r → E = 0
= Jawab:
4r 2
Titik yang tidak terpengaruh medan lisrik
1 kq 2
= kemungkinan berada di kiri muatan 1 dengan
2 r2
pertimbangan arah vektor medan oleh muatan
k qB qC pertama dan arah vektor oleh muatan kedua.
FCB = 2
rBC E1 = E2
k (2q )(q ) q1 q2
= k = k y2
r2 x2
1
2kq 2 q 2q
= k 2
= k y2
r2 x 2

FB = FBA + FBC 4x2 = y2


y = 2x

Fisika Kelas XII 25


Jadi, titik yang memenuhi syarat y = 2x adalah q kq
titik A. EB = ED = k =
a2 a2
9. Jawaban: c
Diketahui: qA = +400 μC = +4 × 10–4 C
EA = E B2 + E D2
qC = –300 μC = –3 × 10–4 C
r = 6 cm = 6 × 10–2 m = E2 +E2
Ditanyakan: ED = 2E 2
Jawab:
Arah kuat medan listrik di titik D dapat dilihat sesuai = E 2
gambar berikut.
kq 2
=
a2
B
Agar medan listrik di A sama dengan nol maka
medan listrik yang disebabkan muatan di C harus
berlawanan arah dengan EA. Jadi, muatan di C
D C harus negatif. Besar muatan di C dapat dihitung
EC
sebagai berikut.
EB
k qB (9 × 109 Nm2 /C2 )(4 × 10−4 C)
rAC = a2 + a2
EB = =
r2 (6 × 10−2 m)2
= 2a 2 = a 2
36 × 105 Nm2 /C
= EA = EC
36 × 10−4 m2
= 1 × 109 N/C kq 2
=k
qC
= 10 × 108 N/C a2 (a 2)2
q 2
EC =
k qC
=
(9 × 109 Nm2 /C2 )(3 × 10−4 C) = qC2
r 2
(6 × 10−2 m)2 a2 2a

27 × 105 Nm2 /C qC = 2 2 q
= Jadi, titik sudut lainnya yang belum bermuatan
36 × 10−4 m2
= 0,75 × 109 harus diletakkan muatan sebesar –2q 2 .
8
= 7,5 × 10 N/C
B. Uraian
ED = E B2 + E C2 + 2E B FC cos α
1. Diketahui: = 0,53 År
= (10 × 108 N/C)2 + (7,5 × 108 N/C)2 + 2(10 × 108 N/C)(7,5 × 108 N/C) cos 120°
= 0,53 × 10–10 m
= 100 × 1016 N2 /C2 + 56,25 × 1016 N2 /C2 + (−75 × 1016 ) N2 /C2 = 5,3 × 10–11 m
2 2 qe = –1,6 × 10–19 C
= 81,25 × 1016 N /C qi = +1,6 × 10–19 C
= 9,01 × 108 N/C me = 9,1 × 10–31 kg
Jadi, kuat medan di titik D sebesar 9,01 × 108 N/C. Ditanyakan: a. F
10. Jawaban: c b. v
Visualisasikan soal seperti gambar berikut. Jawab:
EA ED qeqi
a. F =k
r2
A a B (1,6 × 10−19 C)(1,6 × 10−19 C)
EB = 9 × 109 Nm2/C2
+q (5,3 × 10−11 m)2

a 2,56 × 10 −38 C2
= 9 × 109 Nm2/C2 28,09 × 10 −22 m2

+q
= 8,202 × 10–8 N
D C
Jadi, gaya Coulomb antara elektron dengan
inti atom sebesar 8,202 × 10–8 N.

26 Listrik Statis
b. F = m asp = 54 × 10–9 N
v2
F1 = FEB – FED
8,202 × 10–8 N = (9,1 × 10–31 kg) = 36 × 10–9 N – 27 × 10–9 N
r
= 9 × 10–9 N
8,202 × 10−8 N v2
= m F2 = FEC – FEA
9,1× 10−31 kg 5,3 × 10 −11
= 54 × 10–9 N – 18 × 10–9 N
0,9013 × 1023 m/s2 =
v2
m = 36 × 10–9 N
5,3 × 10 −11
v 2 = 4,77689 × 1012 m2s2 FE = F12 + F22
v = 2,18561 × 106 m/s
≈ 2,19 m/s = (36 × 10−9 )2 + (9 × 10−9 )2
Jadi, kecepatan elektron tersebut 2,19 × 106 m/s.
–9
= 1.377 × 10 −18
2. Diketahui: qA = –2 × 10 C
= 37,11 × 10–9 N
qB = +4 × 10–9 C
Jadi, gaya Coulomb yang dialami qE sebesar
qC = –6 × 10–9 C
37,11 × 10–9 N.
qD = +3 × 10–9 C
qE = +2 × 10–9 C 3. Diketahui: q1 = +q
rBC = rAB = 2 m q2 = –4q
Ditanyakan: FE q′ = +q
Jawab: Ditanyakan: r → F = 0
Arah gaya Coulomb yang dialami qE seperti gambar Jawab:
berikut. q′ q1 q2
qD F1 F2
qC
+q +q –4q
FEB
FEC
qE
F1 = F2
2m q1q ′ q 2q ′
k y2
=k
( y + x )2
FED
FEA qq 4qq
k =k
2m
qB y2 ( y + x )2
qA
4y2 = (y + x)2
k qE qD 2 2
FED = Nm /C 2y = y + x
rED2
y=x
(9 × 109 Nm2 /C2 )(2 × 10−9 C)(3 × 10−9 C) Jadi, muatan q′ sebesar +q harus diletakkan
= sejauh x di kiri muatan +q.
( 2 m)2

= 27 × 10–9 N 4. Diketahui: qA = 40 μC = 4 × 10–5 C


k qE qA
qB = 30 μC = 3 × 10–5 C
FEA = qC = 60 μC = 6 × 10–5 C
rEA 2
qD = 80 μC = 8 × 10–5 C
(9 × 109 Nm2 /C2 )(2 × 10−9 C)(2 × 10−9 C) AB = BC = CD = DA = 10 cm
=
( 2 m)2
Ditanyakan: Epusat
= 18 × 10–9 N Jawab:
k qE qB A B
FEB =
rEB2

(9 × 109 Nm2 /C2 )(2 × 10−9 C)(4 × 10−9 C) EC


P
=
( 2 m)2
EB EA
= 36 × 10–9 N
ED
k qE qC
FEC = D C
rEC2

(9 × 109 Nm2 /C2 )(2 × 10−9 C)(6 × 10−9 C)


=
( 2 m)2

Fisika Kelas XII 27


AC = BD = (10 cm)2 + (10 cm)2 Epusat = E AC2 + E BD2

= 100 cm2 + 100 cm2 = (0,36 × 108 N/C)2 + (1,98 × 108 N/C)2

= 200 cm2 = 4,05 × 1016 N2 /C2


= 10 2 cm ≈ 2,012 × 108 N/C
–2
= 10 2 × 10 m Jadi, medan listrik di pusat persegi sekitar
1 2,012 × 108 N/C.
AP = PC = BP = PD = 2 AC
5. Diketahui: m = 3 × 10–2 kg
= 5 2 cm L = 0,15 m
θ = 5°
= 5 2 × 10–2 m Ditanyakan: q
qA (4 × 10−5 C)
EA = k = (9 × 109 Nm2/C2) (5 2 × 10−2 m)2
rAP2 θ
T
3,6 × 105 T cos θ′
= N/C
5 2 × 10 −3
= 7,2 × 107 N/C
= 0,72 × 108 N/C Fe
−5 q T sin θ′
qC 9 2 2 (6 × 10 C)
EC = k = (9 × 10 Nm /C ) (5 2 × 10−2 m)2
rPC2
mg
5,4 × 105
= N/C
5 2 × 10 −3 ΣFx = T sin θ – Fe = 0
= 1,08 × 108 N/C ΣFy = T cos θ – mg = 0
qB (3 × 10−5 C) Fe = mg tan θ
EB = k = (9 × 109 Nm2/C2) (5 2 × 10−2 m)2 = (3 × 10–2 kg)(10 m/s2)(tan 5°)
rBP2
= 2,6 × 10–2 N
2,7 × 105 Jarak bola dengan garis kesetimbangan:
= N/C
5 × 10−3 a = L sin θ
7
= 5,4 × 10 N/C = (0,15 m) sin 5°
= 0,54 × 108 N/C = 0,13 m
qD (8 × 10−5 C) Jarak kedua bola adalah r = 2a = 2(0,13 m) = 0,26 m
ED = k = (9 × 109 Nm2/C2) (5 2 × 10−2 )2 Tinjau hukum Coulomb antar dua muatan:
rPD2
kq1q 2 kq 2
7,2 × 105 Fe = =
= N/C r2 r2
5 × 10−3
= 1,44 × 108 N/C (9 × 109 N/m2 )q 2
2,6 × 10–2 N = (0,26 m)2
EAC = EC – EA = (1,08 × 108 – 0,72 × 108) N/C
= 0,36 × 108 N/C
(2,6 × 10−2 N)(0,26 m)2
EBC = EB + ED = (0,54 × 108 + 1,44 × 108) N/C q2 = (9 × 109 N/m2 )
= 1,98 × 108 N/C q = 0,44 × 10–6 C
= 0,44 μC
Jadi, besar muatan pada masing-masing bola
sebesar 0,44 μC.

28 Listrik Statis
Ditanyakan: W
A. Pilihan Ganda
Jawab:
W = ΔEp = Ep2 – Ep1
1. Jawaban: d
Diasumsikan distribusi muatan menciptakan = q′V2 – q′V1
medan listrik berbentuk bola sedemikian sehingga ⎛ 1 1⎞
rapat muatan hanya bergantung pada jarak radial. = q′(kq) ⎜ − ⎟
⎝ r2 r1 ⎠
dV = –E · ds
= (4 × 10–7 C)(9 × 109 Nm2/C2)(–2 × 10–6 C)
E · ds = Er dr ⇔ dV = –Er dr
⎛ 1 1 ⎞
dV ⎜ − ⎟
Er = – ⎝ 1× 10−2 m 5 × 10−3 m ⎠
dr
= (4 × 10–7 C)(9 × 109 Nm2/C2)(–2 × 10–6 C)
Dari persamaan turunan tersebut, medan
(100/m – 200/m)
merupakan turunan dari nilai negatif potensial
= 72 × 10–2 J
terhadap jarak. Jika medan bernilai nol, maka
= 0,72 J
potensial dapat berupa konstanta yang bernilai 0
Jadi, usaha yang harus dilakukan pada muatan uji
atau selain nol.
supaya terpisah sejauh 1 cm dari muatan sumber
2. Jawaban: c sebesar 0,72 joule.
Besar potensial listrik berbanding terbalik dengan
5. Jawaban: b
jari-jari.
Diketahui: ΔV = 200 V
V = kq m = 1,6 × 10–27 kg
r
q = 1,6 × 10–19 C
Saat balon ditiup, maka jari-jari balon membesar,
vB = 0 m/s
sehingga jarak antara muatan dengan permukaan
Ditanyakan: vA
balon semakin jauh. Oleh karena itu, potensial di
permukaan balon lebih kecil dari potensial semula. Jawab:
ΔEm = ΔEm
A B
3. Jawaban: d Ep + Ek = Ep + Ek
Diketahui: r = 3,0 × 10–4 m A A B B
1 1
Ep = 18 J qVA + 2
mvA2 = qVB + 2
mvB2
q1 = –6 × 10–7 C
1 1
Ditanyakan: q 2
mvA2 – 2 mvB2 = qVB – qVA
Jawab: 1
k q1 q 2 2
m(vA2 – vB2) = q(VB – VA)
Ep =
r
1
9 2 2 −7 2
(1,6 × 10–27 kg)(vA2 – 0) = (1,6 × 10–19 C)(200 V)
(9 × 10 Nm /C )(−6 × 10 C)q 2
18 J =
3,0 × 10−4 m (0,8 × 10–27 kg) vA2 = 3,2 × 10–17 J
(18 J)(3,0 × 10−4 m) 3,2 × 10−17 J
q2 = vA2 = 0,8 × 10−27 kg
(9 × 109 Nm2 /C2 )(−6 × 10−7 C)
vA2 = 4 × 1010 m2/s2
54 × 10 −4 Jm
= vA = 2 × 105 m/s
−54 × 102 Nm2 /C
= –1 × 10–6 C Jadi, kecepatan proton saat menumbuk pelat A
sebesar 2 × 105 m/s.
= –1 μC
Jadi, muatan sumber sebesar –1 μC. 6. Jawaban: a
1) Arah gaya listrik = arah kecepatan lintasan
4. Jawaban: c linear; 1) benar.
Diketahui: q′ = +4 × 10–7 C
1
q = –2 × 10–7 C 2) Ep listrik → Ek sehingga qV = 2 mv2 atau
r1 = 0,5 cm = 5 × 10–3 m 2 qV
r2 = 1 cm = 1 × 10–2 m V=
m
; 2) dan 3) benar

Fisika Kelas XII 29


F qE qV k
3) a = m = m → a = md m/s2; 4) benar = (q1 + q2 + q3 + q4)
rP
Jadi, pilihan yang benar adalah a.
1
7. Jawaban: c = 4πε r (q1 + q2 + q3 + q4)
0 P
Diketahui: V = 7,5 kV = 7,2 × 103 V
r = 0,3 m =
1
(–2 μC + 3 μC + (–1 μC) + 2 μC)
Ditanyakan: q 4πε 0 (0,1 2 m)
Jawab:
2 μC
=
V= kq 4πε 0 0,1 2 m
r
20 μC 2
7,5 × 103 V = 9 × 109 Nm2/C2
q = ×
0,3 m 4πε 0 2 m 2

2,25 × 103 Vm 20 2
q= = μV
9 × 109 Nm2 /C2 4πε 0 (2)
= 0,25 × 10–6 C 10 2
= 0,25 μC = μV
4πε 0
Jadi, elektron yang dihilangkan pada konduktor
sebesar 0,25 μC. Jadi, potensial listrik di tengah bujur sangkar adalah
10 2
8. Jawaban: c μV.
4πε 0
Diketahui: q1 = –2 μC
q2 = +3 μC 9. Jawaban: a
q3 = –1 μC Diketahui: q1 = –3 μC = –3 × 10–6 C
q4 = +2 μC q2 = –12 μC = –12 × 10–6 C
r12 = r23 = r34 = r14 = 0,2 m q3 = +18 μC = +18 × 10–6 C
Ditanyakan: Vpusat bujur sangkar qP = –0,2 μC = –0,2 × 10–6 C
r = 3 cm = 3 × 10 –2 m
Jawab:
Ditanyakan: Ep di P
Berdasarkan penjelasan dalam soal, apabila
Jawab:
digambarkan letak keempat muatan tersebut
Ep = Ep + Ep + Ep
sebagai berikut. 1 2 3
k q1 qP kq q kq q
q1 q4 = + 2 P + 3 P
r r r
k qP
= (q1 + q2 + q3)
r
(9 × 109 Nm2 /C2 )(−0,2 × 10 −6 C)
P = (–3 μC + –12 μC
3 × 10−2 m
+ 18 μC)
q2 q3 −1,8 × 103 Nm2 /C
= (3 μC)
3 × 10−2 m
r = (0,2 m)2 + (0,2 m)2 −1,8 × 103 Nm2 /C
= (3 × 10–6 C)
3 × 10−2 m
= 0,2 2 m = –1,8 × 10–1 J
Jarak tiap-tiap muatan ke pusat bujur sangkar Jadi, energi potensial di titik P sebesar –1,8 × 10–1 J.
adalah:
10. Jawaban: a
1 1
rp = r= 0,2 2 m) = 0,1 2 m Diketahui: qA = –5 μC = –5 × 10–6 C
2 2
qB = +2 μC = +2 × 10–6 C
Potensial listrik di pusat bujur sangkar adalah:
V = V1 + V2 + V3 + V4 qC = –0,2 μC = –2 × 10–5 C
rAC = rBC = 10 cm = 0,1 m
k q1 k q2 k q3 k q4
= + + + r1 = r2 = 6 cm = 6 × 10–2 m
rP rP rP rP
Ditanyakan: W

30 Listrik Statis
Jawab: vA = 1,05 × 1014
C ≈ 1,025 × 107 m/s
Jadi, kecepatan elektron saat tiba di anode kira-
kira 1,025 × 107 m/s.
10 cm 10 cm
2. Diketahui: q1 = +4,2 × 10–5 C
q2 = –6,0 × 10–5 C
C′ r = 34 cm = 3,4 × 10–1 m
A B
12 cm Ditanyakan: a. V → r = 14 cm dari q2
b. r → V = 0
Potensial di titik C′ adalah: Jawab:
qA qB a. Perhatikan gambar berikut!
VC′ = k( r1
+ )
r2 q1 q2
−6 −6
34 cm
−5 × 10 C 2 × 10 C
= (9 × 109 Nm2/C2)( + )
6 × 10 −2 m 6 × 10−2 m 14 cm
4
= –45 × 10 V
⎛ q1 q 2 ⎞
Potensial di titik C adalah: V = k⎜ + ⎟
⎝ r1 r2 ⎠
qA qB
VC = k( + ) ⎛ 4,2 × 10 −5 C −6 × 10 −5 C ⎞
rAC rBC
= 9 × 109 Nm2/C2 ⎜⎜ + ⎟
−1
⎝ 1,4 × 10 m 2 × 10 −1 m ⎟⎠
−5 × 10 −6 C 2 × 10 −6 C
= (9 × 109 Nm2/C2)( + ) = 9 × 109 Nm2/C2(3 × 10–4 C/m
0,1 m 0,1 m
– 3 × 10–4 C/m)
= –27 × 104 V
=0
W = qC(VC′ – VC) Jadi, potensial listrik pada titik yang berjarak
= (–0,2 × 10–6 C)(–45 × 104 V – (–27 × 104 V)) 14 cm dari muatan –6,0 × 10–5 C sebesar 0.
= 0,036 J b. Berdasarkan jawaban poin a maka titik yang
Jadi, usaha yang diperlukan untuk memindahkan memiliki potensial sama dengan nol terletak
muatan C ke tengah-tengah muatan A dan B pada jarak 4 cm dari muatan +4,2 × 10–5 C.
sebesar 0,036 J.
3. Diketahui: q1 = +6 μC = +6 × 10–6 C
q2 = +12 μC = +12 × 10–6 C
B. Uraian r1p = 6 m
r2p = 6 m
1. Diketahui: vK = 0
Ditanyakan: a. VA
VAK = 300 volt
b. VB
me = 9,1 × 10–31 kg
Jawab:
qe = –1,6 × 10–19 C
Berdasarkan soal, apabila dibuat dalam bentuk
Ditanyakan: vA
gambar seperti berikut.
Misalnya VA dan VK adalah potensial listrik di
anode dan di katode.
8 A
VA – VK = 300 volt
6
(EK + Ep)awal = (EK + Ep)akhir
4
1 1
2
m vK2 + q e (VK) = 2
m vA2 + q eVA 2
q1 q2
P
1
0 + q e VK = 2
m vA2 + q eVA –6 –4 –2 2 4 6

1 a. Potensial listrik di titik A


2
m vA2 = q e(VK – VA)
2q r1A = r1A = (6 m)2 + (8 m)2 = 10 m
vA2 = me (VK – VA)
q q2
2(−1,6 × 10−19 C) VA = k( r 1 + r2A
)
= 9,1 × 10−31 kg
(–300 V) 1A

−6
≈ 1,05 × 1014 m2/s2 12 × 10 −6 C
= (9 × 109 Nm2/C2)( 6 × 10 C
+ )
10 m 10 m

Fisika Kelas XII 31


= (9 × 109 Nm2/C2)(6 × 10–7 C/m 2(1,6 × 10 −16 C)
+ 12 × 10–7 C/m) v22 =
9,11× 10 −31 V
= 192 × 102 V
v22 = 0,351 × 1015 m2/s2
Jadi, potensial listrik di titik A adalah
1,92 × 104 V. v2 = 3,51× 1014 m2/s2
b. Potensial listrik di titik B di pusat koordinat = 1,87 × 107 m/s
r1B = r2B = 6 m Jadi, kecepatan pergerakan elektron sebesar
q q2 1,87 × 107 m/s.
VB = k( r 1 + r2B
)
1B
5. Diketahui: q/A = 2 μC/cm2
6 × 10 −6 C 12 × 10 −6 C d = 16 cm → r = 8 cm
= (9 × 109 Nm2/C2)( + )
6m 6m R = 10 cm
= (9 × 109 Nm2/C2)(1 × 10–6 C/m Ditanyakan: V
+ 2 × 10–6 C/m) Jawab:
= (9 × 109 Nm2/C2)(3 × 10–6 C/m) q
= 2 μC/cm2
= 27 × 103 V A
Jadi, potensial listrik di titik B adalah q
2,7 × 104 V. = 2 μC/cm2
4π r 2
4. Diketahui: ΔV = 1.000 V q = (2 μC/cm2)(4π (8 cm)2)
m = 9,11 × 10–31 kg = 512π μC
q = 1,6 × 10–19 C
V = kq
Ditanyakan: v R
Jawab:
(9 × 109 Nm2 /C2 )(0,512π × 10 −3 C)
ΔEk = ΔEp =
0,1 m
1
m(v22 – v12) = qΔV = 64,307 × 106 V
2
= 64,307 MV
1 Jadi, potensial di titik yang berjarak 10 cm dari
(9,11 × 10–31 kg)(v22 – 0)
2 pusat bola sebesar 64,307 MV.
= (1,6 × 10–19 C)(1.000 V)

32 Listrik Statis
A. Pilihan Ganda 3) Energi yang tersimpan pada C1
1
1. Jawaban: c W = 2 CV 2
A k
C = k ε0 ⇔C= εA 1
d d 0
= 2 (2 × 10–6 F)(12 V)2
k
Dicari faktor pengali .
d = 1,44 × 10–4 J
k 2 4) Energi yang tersimpan pada C2
1) Teflon → = 0,4 =5
d
3 1
2) Kuarsa →
k
= 0,8 = 3,75 W = 2 CV 2
d
k 4 1
3) Gelas → = 1,0 =4 = 2 (4 × 10–6 F)(12 V)2
d
k 5
4) Mika → = 1,2 = 4,167 = 2,88 × 10–4 J
d
6
Oleh karena pernyataan 1) dan 3) benar jawaban
k
5) Porselin → = 1,3 = 4,6 adalah b.
d
Jadi, kapasitas terbesar akan didapat dengan 4. Jawaban: a
menggunakan lembaran teflon. Diketahui: C1 = C2 = C3 = C4 = C5 = 10 μF
2. Jawaban: e V = 12 V
Diketahui: C1 = C Ditanyakan: Ctotal, VBC
1 Jawab:
d2 = 2 d1
C1 dan C2 dirangkai paralel.
A1 = A2
Cp = C1 + C2
k = 2,5 1
= 10 μF + 10 μF
Ditanyakan: C2
= 20 μF
Jawab:
C4 dan C5 dirangkai paralel.
A1
C1 = C = ε0 Cp = C4 + C5
d1 2

A2 = 10 μF + 10 μF
C2 = k ε0 = 20 μF
d2
A1 Cp , Cp , dan C3 dirangkai seri.
= (2,5)ε0 1
1 2
d
2 1
1 1 1 1
Cs
= + + C3
ε 0 A1 Cp1 Cp2
= 5,0 d1 = 5,0C
1 1 1
Jadi, kapasitas kapasitor menjadi 5,0C. = + + 10 μF
20 μF 20 μF
3. Jawaban: b 1+ 1+ 2
Diketahui: C1 = 2 μF = 20 μF
C2 = 4 μF
V = 12 V 4
= 20 μF
Ditanyakan: Ct, QC1, WC1, WC2
Jawab: 20
1) Nilai kapasitor pengganti Cs = 4 μF = 5 μF
Ct = C1 + C2 Muatan total
= 2 μC + 4 μC qtotal = Ctot V
= 6 μC
= (5 μF)(12 V)
2) Muatan pada C1
= 60 μC
QC1 = C1V
= (2 × 10–6 F)(12 V) qtot = qP = qP = qBC = 60 μC
1 2
= 24 × 10–6 C qBC 60 μF
V= = =6V
C3 10 μF

Fisika Kelas XII 33


Jadi, kapasitas kapasitor total dan beda potensial Muatan yang tersimpan:
BC secara berturut-turut adalah 5 μF dan 6 V. q = CV
= (0,22125 × 10–12 F)(12 V)
5. Jawaban: a = 2,66 × 10–12 C
Diketahui: C1 = C2 = C3= C4 = 5 μF Jadi, besar muatan yang tersimpan pada kapasitor
VAB = 300 volt keping sejajar sebesar 2,66 × 10–12 C.
Ditanyakan: W 7. Jawaban: e
Jawab: Diketahui: C1 = 50 μF
C2, C3, dan C4 dirangkai seri. C2 = 20 μF
1
=
1
+
1
+
1 C3 = C4 = 15 μF
Cs C2 C3 C4 V = 25 V
1 1 1 Ditanyakan: V2
= + +
5 μF 5 μF 5 μF
Jawab:
3 C2, C3, dan C4 dirangkai paralel.
=
5 μF Cp = C2 + C3 + C4
5 = 20 μF + 15 μF + 15 μF
Cs = 3 μF
= 50 μF
C5 dan C1 dirangkai paralel. C1 dan Cp dirangkai seri.
Ctot = Ct = C5 + C1 1 1 1
Cs
= C1
+
Cp
5
= 3 μF + 5 μF
1 1
5 + 15
= +
50 μF 50 μF
= 3
2
20 =
= 3 μF 50 μF

20 50
= 3 × 10–6 F Cs = 2 μF = 25 μF
Energi yang tersimpan dalam kapasitor: Muatan total pada rangkaian:
qtot = Cs V
W = 1C V2 = (25 μF)(25 V)
2
1 20 = 625 μC
= ( × 10–6 F)(300 V)2 qtot = q1 = qp = 625 μC
2 3
10 Besar tegangan pada rangkaian paralel:
= ( 3 × 10–6 F)(9 × 104 V2)
qp 625 μC
= 30 × 10–2 J Vp = = = 12,5 volt
Cp 50 μC
= 0,3 J
Jadi, energi yang tersimpan dalam rangkaian Vp = V2 = V3 = V4 = 12,5 volt
kapasitor sebesar 0,3 joule. Jadi, beda potensial kapasitor 20 μF adalah
12,5 volt.
6. Jawaban: d
Diketahui: A = 0,5 cm2 8. Jawaban: c
d = 0,2 cm Diketahui: A = 1,75 cm2 = 1,75 × 10–4 m2
V = 12 V d = 1 mm = 1 × 10–3 m
Ditanyakan: q k = 2,1
Jawab: Emaks = 60 × 106 V/m
A Ditanyakan: q
C =ε d Jawab:
ε A
0,5 × 10 −4 m2 C = k d0
= 8,85 × 10–12 C2/Nm2
0,2 × 10 −2 m
= 22,125 × 10–14 = 2,1
(8,85 × 10 −12 N2 /mC2 )(1,75 × 10 −4 m2 )
= 0,22125 pF 1× 10−3 m
= 32,5 × 10–13 F

34 Listrik Statis
Muatan maksimum yang dapat disimpan kapasitor Tegangan tiap-tiap kapasitor:
V = Emaks d Q1 144 μC
V1 = = = 7,2 volt
= (60 × 106 V/m)(1 × 10–3 m) C1 20 μF
= 6 × 104 V
Q2 144 μC
q = CV V2 = = = 4,8 volt
C2 30 μF
= (32,5 × 10–13 F)(6 × 104 V)
= 195 × 10–9 C Jadi, pernyataan yang tepat adalah pilihan a, yaitu
= 0,195 μC tegangan pada C1 sebesar 7,2 volt.

9. Jawaban: c
n buah kapasitor disusun seri. B. Uraian
1
= C
n 1. Diketahui: C1 = 3 μF = 3 × 10–6 F
Cs
C2 = 12 μF = 12 × 10–6 F
C C3 = 4 μF = 4 × 10–6 F
Cs = n
V = 24 volt
1 1 1 Ditanyakan: a. Ctot
= +
Cs′ Cs Cp
b. qtot
1 1
= C/n + nC c. q1, q2, q3
d. V1, V2, V3
n 1
= C + nC Jawab:
n2 + 1 1 1 1 1
= a. = + + C3
nC Cs C1 C2

nC 1 1 1
Cs′ = = + +
n2 + 1 3 μF 12 μF 4 μF
nC
Jadi, kapasitas rangkaian yaitu (n 2 + 1)
. =
4 + 1+ 3
12 μF
10. Jawaban: a 8 12
Diketahui: C1 = 20 μF = → C2 =
12 μF 8 μF
C2 = 30 μF = 1,5 μF
V = 12 volt = 1,5 × 10–6 F
Ditanyakan: a. Cs b. Muatan total pada kapasitor
b. Q1, Q2 qtot = CtotV
c. V1, V2
Jawab: = (1,5 × 10–6 F)(24 V)
1 1 1 = 3,6 × 10–5 C
= +
Cs C1 C2 c. Pada rangkaian seri berlaku:
=
1
+
1 q1 = q2 = q3 = qtot = 3,6 × 10–5 C
20 μF 30 μF
d. Tegangan pada masing-masing kapasitor
3+2 q 3,6 × 10−5 C
= V1 = = = 12 volt
60 μF C1 3 × 10−6 F
1 5
= q 3,6 × 10−5 C
Cs 60 μF
V2 = = = 3 volt
C2 12 × 10 −6 F
60
Cs = 5 μF = 12 μF q 3,6 × 10−5 C
V3 = = = 9 volt
C3 4 × 10−6 F
Muatan total:
Qtot = Cs V
= (12 μF)(12 V)
= 144 μC
Qtot = Q1 = Q2 = 144 μC

Fisika Kelas XII 35


2. Diketahui: C1 = 30 μF Jadi, kapasitas kapasitor sebelum dan
C2 = C4 = 20 μF sesudah disisipi bahan berturut-turut 8,85
C3 = 50 μF × 10–10 F dan 4,425 × 10–9 F.
C5 = 25 μF b. Beda potensial sesudah disisipkan bahan
V = 80 V dielektrik (V)
Ditanyakan: W4
V0 104
Jawab: V= = = 2.000 volt
k 5
Cp = C1 + C2 + C3
Jadi, beda potensial kapasitor sesudah
= 30 μF + 20 μF + 50 μF disisipkan bahan dielektrik adalah 2.000 volt.
= 100 μF
c. Muatan kapasitor setelah disisipkan bahan
qp = q4 = q5
dielektrik (q).
qp = q4 q = CV
VpCp = V4C4 = (4,425 × 10–9 C)(2 × 103 V)
Vp(100 μF) = V4(20 μF) = 8,85 × 10–6 C
Vp = 0,2V4 = 8,85 μC
Jadi, muatan kapasitor setelah disisipkan
q5 = q4
bahan dielektrik adalah 8,85 μC.
C5V5 = C4V4 d. Kuat medan dalam kapasitor
(25 μF)V5 = (20 μF)V4 V 2 × 103
E= d = = 4 × 105 V/m
V5 = 0,8V4 5 × 10 −3
V = Vp+ V4 + V5 Jadi, kuat medan dalam kapasitor setelah
80 V = 0,2V4 + V4 + 0,8V4 disisipkan bahan dielektrik adalah 4 × 105 V/m.
80 V = 2V4 4. Diketahui: A = 1 cm2 = 1 × 10–4 m2
V4 = 40 V d = 0,1 mm = 1 × 10–4 m
1 k = 173
W4 = 2 C4V 42
Ditanyakan: q
1 Jawab:
= 2 (20 μF)(40 V)2
ε A
1 C = d0
= 2 (2 × 10–5 F)(1.600 V 2)
= 1,6 × 10–2 J (8,85 × 10−12 C2 /Nm2 )(1× 10 −4 m2 )
Jadi, energi yang tersimpan dalam C4 sebesar = (173)
1× 10 −4 m
1,6 × 10–2 J. = 1.531,05 × 10–12 F
3. Diketahui: A = 5.000 cm2 = 0,5 m2 = 1,531 nF
d = 0,5 cm = 5 × 10–3 m Muatan maksimum yang dapat disimpan kapasitor
V0 = 10 kV q = CV
k =5 = (1,531 × 10–9 F)(9 V)
Ditanyakan: a. C0 dan Cb = 13,779 × 10–9 C
b. V ≈ 13,8 nC
c. q Jadi, muatan yang tersimpan dalam kapasitor
d. E sebesar 13,8 nC.
Jawab: 5. Bagian-bagian keyboard mulai dari terluar terdiri
a. Kapasitas kapasitor sebelum disisipi bahan dari tombol, keping yang bisa digerakkan, insula-
A tor lunak, dan keping tetap. Ketika tombol ditekan,
C0 = ε0 d
jarak antar keping semakin kecil. Hal ini menyebab-
5 × 10 −1 m2
= (8,85 × 10–12 C2/Nm2) kan nilai kapasitansi kapasitor bertambah sehingga
5 × 10−3 m
menyebabkan timbulnya beda potensial ΔV.
= 8,85 × 10–10 F
Kapasitansi bergantung pada bentuk kapasitor dan
Kapasitas kapasitor setelah disisipi bahan
tidak dipengaruhi rangkaian listrik di luar sistem
C = k C0
kapasitor.
= (5)(8,85 × 10–10 F)
= 4,425 × 10–9 F

36 Listrik Statis
Energi Potensial
Positif
WAB = EpB – EpA Listrik Muatan Listrik

Negatif
Energi Potensial
⎛ 1 1⎞ Potensial Listrik
⎜ − ⎟ Listrik dan
ΔV = kq ⎜r ⎟ Gaya Listrik
⎝ 2 r1 ⎠ kq1q 2
Potensial Listrik F= r2
Hukum Kekekalan
Energi Mekanik Muatan Listrik, Kuat Medan Listrik kq
dalam Medan Gaya Coulomb, dan E= r2
1
q1V1 + 2
mv12 Elektrostatik Kuat Medan Listrik
Hukum Gauss q
1 ∅ = EA cos θ = q0
= q1V2 + 2
mv22
Kuat Medan Listrik
ε0A
Keping Sejajar Kapasitas Pelat Bermuatan
C= d
Kapasitor
q σ
C = V
E= ε0
R
C = 4πε0R = k
Bola Kuat Medan Listrik
Listrik Statis Muatan Kontinu
Kuat Medan Listrik
2πε 0L Konduktor Bola Pejal
C= ⎛ ⎞ Silinder
Ln ⎜⎜ RA ⎟⎟
⎝ Rd ⎠
kq
r>R→E= r2

q = q1 = q2 = qn kq
r=R→E= r2
V = V1 + V2 + V3
kq
+ . . . + Vn
1 1 1
Seri r<R→E= r2
Cs = C1 + C2 +
1 1
C3 +...+ Cn Rangkaian Kuat Medan Listrik
Kapasitor Konduktor Kulit Bola
Kapasitor
kq
q = q1 + q2 + q3 + r>R→E= R2
. . . + qn
V = V1 = V2 = Vn Paralel kq
r=R→E= R2
Cp = C1 + C2 +
C3 + . . . + Cn
r<R→E=0

Energi yang

Fisika Kelas XII


1 q2 1
Tersimpan dalam
W = 2 C
= 2
qV = Kapasitor
1

37
2
CV 2
A. Pilihan Ganda
F = FAC2 + FBC2
1. Jawaban: a
Perhatikan skema medan elektrostatik pada setiap = (9 N)2 + (9 N)2
muatan uji berikut.
+Q = 81 + 81 N
FR +q FS FS +q F R –2Q F S +q FR
R S
A B C
= 162 N = 9 2 N
FS FS Jadi, resultan gaya listrik yang dialami muatan C
+q +q
D E
sebesar 9 2 N.

FR FR 3. Jawaban: d
a
Oleh karena medan sebanding dengan muatan dan D C
berbanding terbalik dengan kuadrat jarak, maka
dengan melihat skema tersebut titik yang mungkin
mengalamai gaya medan sama dengan nol adalah
a
titik A. Sementara titik B dan C tidak mungkin
karena muatan S > R. Pada titik B dan C
memungkinkan resultan gaya elektrostatiknya
F 2
tidak sama dengan nol. A B
2. Jawaban: d q2
Diketahui: qA = qB = 4 μC = 4 × 10–6 C FAB = FAD = F= k 2
a
qC = 5 μC = 5 × 10–6 C 1 q2
=
rAB = 20 cm = 2 × 10–1 m 4πε 0 a 2
Ditanyakan: FC q2 ⎛ 1 ⎞
=
Jawab: 4πε 0 ⎜⎝ a 2 ⎟⎠
10 cm kq 2
cos 45° = FAC =
AC (a 2)2
1 1 q2
2 = 10 cm = k
2 a2
2 AC
20 2 1
AC = × = 10 2 cm = 2
F
2 2
Resultan FAB dan FAD akan tepat berimpit dengan
AC = BC = 10 2 cm = 10 2 × 10–2 m diagonal AC (berimpit juga dengan FAC).
Arah gaya listrik pada muatan C:
FAC
F′ = FAB 2 + FAD2
FB

qC = F2 +F2
= F 2
Oleh karena F′ berimpit dengan FAC maka:
45° 45°
qA qB Ftot = F′ + FAC
20 cm
1
k qB q C (9 × 109 Nm2 /C2 )(4 × 10−6 C)(5 × 10−6 C)
= F 2 + 2F
FBC = =
r2 (10 2 × 10−2 m)2 1
= ( 2 + 2 )F
180 × 10 −3 Nm2 q2 1 2
=
200 × 10 −4 m2
=9N (x) = ( 2 + 2 ) q 2
4πε a 2 4πε a
FAC = FBC = 9 N 1
x= 2 + 2
1
Jadi, nilai x adalah 2 + 2.

38 Listrik Statis
4. Jawaban: b Jawab:
Diketahui: q1 = 2Q q 42 × 10 −6 C
q2 = Q σ = A
= = 9,88 × 10–4 C/m2
4,25 × 10 −2 m2
Ditanyakan: rp ε = k ε0
Jawab:
E1 = E2 = (5,4)(8,85 × 10–12 C2/Nm2)
= 4,779 × 10–11 C2/Nm2
kq1 kq 2 σ
= 2 E= ε
r1p2 r2p

9,88 × 10 −4 C/m2
Q 2Q =
= 4,779 × 10 −11 C2 /Nm2
x (6a − x )2
= 2,06 × 107 N/C
6a – x = 2x
Jadi, kuat medan keping tersebut sebesar
6a = 3x
2,06 × 107 N/C.
x = 6a = 2a 8. Jawaban: a
3
Jadi, titik P harus diletakkan pada koordinat (–1a, 0). Diketahui: A = (25 × 25) cm2
= 625 cm2
5. Jawaban: a = 6,25 × 10–2 m2
Diketahui: q1 = +16 × 10–9 C E = 800 N/C
r1 = 4 cm = 0,04 m Ditanyakan: φ
q2 = –9 × 10–9 C Jawab:
r2 = 2 cm = 0,02 m Bidang
Ep2 = 0
Ditanyakan: Ep3 60°
Jawab:
kq1q 2 −kq 3q 2 Garis normal
Ep2 = r12 r32
Oleh karena muatan q2 seimbang maka energi
potensial elektrostatik q3 sama dengan energi
potensial oleh muatan q1 dengan arah berlawanan. φ = EA cos θ
Ep32 = Ep12
= (800 N/C)(6,25 × 10–2 m2)(cos 30°)
kq1q 2
= = (800 N/C)(6,25 × 10–2 m2)( 2 3 )
1
r12
(16 × 10−9 C)( − 9 × 10 −9 C) = 43,3 Wb
= 9 × 109 Nm2/C2
4 × 10 −2 m Jadi, fluks listrik yang timbul sebesar 43,33 Wb.
= –3,24 × 10–5 J
Jadi, energi potensial elektrostatik oleh muatan 9. Jawaban: b
sebesar 3,24 × 10–5 J. Diketahui: m = 5,0 × 10–15 kg
q = 5e = 5(1,6 × 10–19 C)
6. Jawaban: e = 8,0 × 10–19 C
Muatan pada bola pejal akan tersebar merata ke g = 9,8 m/s2
seluruh bagian bola. Potensial di seluruh bagian Ditanyakan: E
bola sama dengan potensial di pusat bola sebesar Jawab:
kq F =w
V = . Adapun medan listrik di dalam bola
r Eq = mg
kq mg
sebesar E = . E =
r2 q

7. Jawaban: c (5,0 × 10 −15 kg)(9,8 m/s 2 )


=
Diketahui: A = 425 cm2 = 4,25 × 10–2 m 8,0 × 10 −19 C
q = 42 μC = 42 × 10–6 C = 61.250 N/C
k = 5,4 Jadi, kuat medan listrik di dalam keping 61.250
ε0 = 8,85 × 10–12 C2/Nm2 N/C.
Ditanyakan: E

Fisika Kelas XII 39


10. Jawaban: e 1 1
Diketahui: v = 4 × 105 m/s W = k q q′ ( r – r1
)
2
d = 5 mm 1
1
Ditanyakan: VAB = (200 Nm2/C)( 2,5 × 10–5 C)( – 0)
5 × 10−2 m
Jawab: = (5 × 10–3 Nm2)(20 C/m)
ΔEp = ΔEk = 10–1 J = 0,1 J
1 Jadi, usaha yang diperlukan sebesar 0,1 J.
q VAB = 2 m v2
13. Jawaban: e
mv 2 Diketahui: r = 30 cm = 0,3 m
VAB =
2q q = 0,03 × 10–6 C = 3 × 10–8 C
(1,6 × 10−27 kg)(4 × 105 m/s)2
RA = 70 cm + 30 cm = 100 cm = 1 m
= RB = 0,3 m
2(1,6 × 10−19 C)
Ditanyakan: VA dan VB
(1,6 × 10 −27 kg)(1,6 × 1011 m2 /s 2 ) Jawab:
= Potensial pada kulit bola bermuatan:
3,2 × 10 −19 C
a. Pada titik yang berjarak berjarak 70 cm dari
= 800 V permukaan bola
Jadi, beda potensial kedua keping sebesar 800 V.
q
11. Jawaban: a VA = k RA
Diketahui: mp = 1,6 × 10–27 kg
3 × 10 −8 C
qp = 1,6 × 10–19 C = 9 × 109 Nm2/C2
1m
ΔV = 200 V
= 270 V
Ditanyakan: vA
b. Pada titik yang terletak pada permukaan bola
Jawab:
q
1 1 VB = k
q VB + 2 mvB2 = q VA + 2 mvA2 RB

1 3 × 10 −8 C
m(vA2 – vB2) = q(VB – VA) = 9 × 109 Nm2/C2 0,3 m
2
= 900 V
2q
vA2 – vB2 = m ΔV
14. Jawaban: c
2(1,6 × 10 −19
C)
Diketahui: c1 =C
vA2 – 0 = 1,6 × 10−27 kg (200 V) d1 =d
d2 = 2d
= 400 × 108 m2/s2 k =2
vA = 400 × 108 m2 /s2 Ditanyakan: c2
Jawab:
= 2 × 105 m/s
Jadi, kecepatan proton sebelum menumbuk keping C0 = ε0 d
A
B sebesar 2 × 105 m/s.
d2 = 2d
12. Jawaban: c
k =2
Diketahui: q′ = 25 μC = 2,5 × 10–5 C A
r = 5 cm = 5 × 10–2 m Cb = k ε0 d
E = 8 × 104 N/C
Ditanyakan: W = 2ε0 A
2d
Jawab: A
q = ε0 d
E=k
r2 =C
k q = E r2 Jadi, kapasitasnya tidak berubah yaitu sebesar C.
= (8 × 104 N/C)(5 × 10–2 m)2 15. Jawaban: e
= 200 Nm /C 2 Diketahui: V = 7,5 kV = 7.500 V
me = 9,1 × 10–31 kg
q = –1,6 × 10–19 C

40 Listrik Statis
Ditanyakan: V 1 1
Jawab: = – 3 × 1013/m
r2 2 × 10−14 m
Energi listrik dari beda potensial akan berubah
menjadi energi kinetik elektron. = 5 × 1013/m – 3 × 1013/m
Ep = Ek = 2 × 1013/m
1
eV = 2
mv 2 1
r2 = m
2
2 × 1013
p
eV = = 5 × 10–14 m
2m
Jadi, jarak muatan tersebut 5 × 10–14 m saat
Sehingga: kecepatannya menjadi 0,88 × 108 m/s.
p2 = 2meV
17. Jawaban: d
p = 2meV
Diketahui: C1 = C2 = C
= 2(9,1× 10−31 kg)(1,6 × 10−19 C)(7.500 V) V = 10 volt
E1 = E
= 2,184 × 10−45 Ns Ditanyakan: E2 jika C disusun paralel
= 4,67 × 10–23 Ns Jawab:
Jadi, momentum elektron saat menumbuk tabung 1
kaca sebesar 4,67 × 10–23 Ns. E1 = 2 CV 2 = E
Jika E berbanding lurus dengan C dan dua buah
16. Jawaban: a
kapasitor dirangkai paralel, besar kapasitas
Diketahui: e = –1,6 × 10–19 C
kapasitor total adalah:
m2 = 9,1 × 10–31 kg
Cp = C1 + C2 = C + C = 2C
r1 = 2 × 10–14 m
v0 = 0,88 × 108 m/s Energi yang tersimpan jika kedua kapasitor
dihubungkan secara paralel sebagai berikut.
Ditanyakan: r2
Jawab: E1
=
C1
Hukum kekekalan energi mekanik: E2 C2
ΔEp = ΔEk E1 C
E2
= 2C
1 1
q ΔV = 2 mv2 + 2 mv2 E2 = 2E
qV = mv 2 Jadi, energi yang tersimpan jika kedua kapasitor
mv 2
dihubungkan secara paralel adalah 2E.
ΔV = q 18. Jawaban: b
(9,1× 10 −31
kg)(0,88 × 10 m/s) 8 2 Diketahui: C1 = 7 μF
ΔV = C2 = 5 μF
(1,6 × 10−19 C)
C3 = C4 = 4 μF
ΔV ≈ 44.000 V C5 = 2 μF
44.000 V = V1 – V2 Ditanyakan: W3
1 1 Jawab:
44.000 V = kq1( r – )
1 r2 Cp12 = C1 + C2
44.000 V = (9,1 × 109 kg)(1,6 × 10–19 C) = 7 μF + 5 μF
1 1 = 12 μF
( – )
2 × 10−14 m r2 Cp45 = C4 + C5
= 4 μF + 2 μF
1 1
44.000 V= 14,4 × 10–10 kg C( – ) = 6 μF
2 × 10−14 m r2
1 1 1 1
1 1 44.000 V = + +
– = Ct Cp12 Cp45 C3
2 × 10−14 m r2 14,4 × 10 −10 kg C
1 1 1
1 1 = + +
– = 3 × 1013/m 12 μF 6 μF 4 μF
2 × 10−14 m r2

Fisika Kelas XII 41


1+ 2 + 3 (20)(8,85 × 10 −12 )
= = 2π
12 μF An (1,5)

6 (20)(8,85 × 10 −12 )
=
12 μF
= 2π
0,405
12 μF = 2,744 × 10–9 F
Ct = = 2 μF = 2 × 10–6 F
6 Jadi, kapasitansi kapasitor sebesar 2,744 × 10–9 F.
Muatan total dalam rangkaian:
Q = Qp12 = Qp45 = Q3
= Ct V B. Uraian
= (2 × 10–6 F)(24 V) 1. Diketahui: q1 = 9 μC
= 48 × 10–6 C q2 = 4 μC
Energi yang tersimpan pada kapasitor C3: F = 3,6 N
1 Ditanyakan: r
W = 2 CV 2
Jawab:
1
= 2 C3 V 2 F=
kq1q 2
r2
2
1 ⎛Q ⎞
= C ⎜ 3⎟ (9 × 109 Nm2 /C2 )(9 × 10 −6 C)(4 × 10 −6 C)
2 3 ⎝ C3 ⎠ 3,6 N =
2
r2
1Q3 r 2 = 9 × 10–2 m2
= 2 C3

1 (48 × 10−6 C)2 r = 9 × 10 −2 m2 = 0,3 m = 30 cm


= 2 (4 × 10−6 F) Jadi, jarak kedua muatan sebesar 30 cm.
= 2,88 × 10–4 J 2. Diketahui: D = 40 cm = 0,4 m
= 28,8 mJ rbola = 20 cm = 0,2 m
19. Jawaban: c rA = 60 cm = 0,6 m
Diketahui: A = 100 cm2 = 0,01 m2 EA = 180 N/C
d = 2 cm = 0,02 m Ditanyakan: E di permukaan bola, E di rB = 10 cm
V = 400 V Jawab:
Ditanyakan: q Mencari nilai q :
Jawab: qA
V 400 V EA = k
V = Ed → E = = 4
= 2 × 10 N/C rA 2
d 0,02 m q
q 180 N/C = (9 × 109 Nm2/C2) (0,6 m)2
E= ε A
0
(180 N/C)(0,36 m2 )
q = E ε0 A q=
(9 × 109 Nm2 /C2 )
= (2 × 104 N/C)(8,85 × 10–12 C2/Nm2)(0,01 m2)
= 7,2 × 10–9 C
= 1,77 × 10–9 C
a. Mencari E di permukaan bola:
Jadi, muatan yang tersimpan dalam kapasitor
sebesar 1,77 × 10–9 C. q
E =k
rb2
20. Jawaban: a (7,2 × 10−9 C)
= (9 × 109 Nm2/C2)
Diketahui: a = 1 cm = 1 × 10–2 m (0,2 m)2
b = 1,5 cm = 1,5 × 10–2 m = 1.620 N/C
k = 20 Jadi, medan listrik di permukaan bola
Ditanyakan: C konduktor sebesar 1.620 N/C.
Jawab: b. Pada kulit bola bermuatan, semua area/titik
yang berada di dalam kulit bola memiliki
2π k ε 0
C = medan E = 0. Oleh karena titik B berada di rB
An ⎛⎜ b ⎞⎟
⎝a⎠ = 10 cm sedangkan jari-jari bola 20 cm, maka
rB < r, sehingga EB = 0.
2π (20)(8,85 × 10−12 )
=
An ⎛⎜ 1,5 ⎞⎟
⎝ 1 ⎠

42 Listrik Statis
3. Diketahui: qA = 12 μC 5. Diketahui: C1 = C5 = 9 μF
qB = 18 μC = +1,8 × 10–5 C C2 = C3 = C4 = 3 μF
qC = 6 μC = 6 × 10–6 C Ditanyakan: Q1 dan W1
mC = 2 × 10–18 kg Jawab:
rAC = rBC = 15 cm Cp = C2 + C3 + C4
rAB = 8 cm = 3 μF + 3 μF + 3 μF
= 9 μF
Ditanyakan: a. W
b. v 1 1 1 1
= + +
Ct C1 Cp C5
Jawab:
qA qB 1 1 1
a. VC = k( + ) = + +
rAC rBC 9 μF 9 μF 9 μF
12 μC 18 μC
= (9 × 109 Nm2/C2)( 15 cm + 15 cm ) 3
=
9 μF
⎛ (1,2 × 10 −5 C) + (1,8 × 10 −5 C) ⎞
= (9 × 109 Nm2/C2) × ⎜
0,15 × 10 −2 m

⎝ ⎠ 9 μF
9 2 2 –4
Ct = 3
= 3 μF
= (9 × 10 Nm /C )(2 × 10 C/m)
= 1,80 × 106 V Muatan total dalam rangkaian:
Q = Q1 = Qp = Q5
qA qB
VC′ = k( + ) = Ct V
rAC′ rBC′
= (3 × 10–6 F)(6 V)
−5
1,8 × 10 −5 C
= (9 × 109 Nm2/C2)( 1,2 × 10 C
+ ) = 18 × 10–6 C
0,04 m 0,04 m
= 18 μC
= (9 × 109 Nm2/C2)(7,5 × 10–4 C/m)
Energi yang tersimpan pada kapasitor C1:
= 6,75 × 106 V 1
W = 2 CV 2
WCC′ = qC(VC′ – VC)
1
= (6 μC)(6,75 × 106 V – 1,80 × 106 V) = 2 C1V 2
= (6 × 10–6 C)(4,95 × 106 V) 1
= 29,7 J = 2 (9 × 10–6 F)(6 V)2
Jadi, usaha untuk memindahkan muatan C = 162 × 10–6 J
sebesar 29,7 J. = 162 μJ
Jadi, muatan dan energi yang tersimpan pada C1
1
b. WCC′ = mv2 secara berturut-turut sebesar 18 μC dan 162 μJ.
2
2WCC′ 6. Diketahui: A = 2 cm2 = 2 × 10–4 m2
v= d = 0,5 mm = 5 × 10–4 m
m
k = 3,7
2(29,7 J)
= Emaks = 16 × 106 V/m
2 × 10−18 kg
Ditanyakan: q
= 2,97 × 1019 m2 /s2 Jawab:
≈ 5,45 × 109 m/s ε A
C = k d0
Jadi, kecepatan muatan C saat berada di tengah-
tengah A dan B adalah 5,45 × 109 m/s. (8,85 × 10−12 N2 /mC2 )(12 × 10 −4 m2 )
= 3,7
5 × 10−4 m
4. Material cat disemprot dari nozzle yang ujungnya
= 78,588 × 10–12 F
menghasilkan banyak muatan listrik dengan
Muatan maksimum yang dapat disimpan kapasitor
memberikan tegangan listrik yang sangat tinggi.
V = Emaks d
Partikel yang keluar dari nozzle mengikat sebagian
muatan tersebut sehingga berubah menjadi partikel = (16 × 106 V/m)(5 × 10–4 m)
bermuatan. Benda yang dicat umumnya dari bahan = 80 × 102 V
logam/konduktor diberikan muatan yang q = CV
berlawanan. Hal ini menyebabkan adanya tarik- = (78,588 × 10–12 F)(80 × 102 V)
menarik yang sangat kuat antara partikel zat = 6.287,04 × 10–9 C
dengan permukaan. = 6,287 μC
Jadi, muatan maksimum yang dapat disimpan
kapasitor sebesar 6,287 μC.

Fisika Kelas XII 43


7. Diketahui: q = 40 C 9. Diketahui: m = 10 g = 1 × 10–2 kg
V1 = 5 V

ΔV = 45 V Q = +1 μC = 1 × 10–6 C
V2 = 50 V q′ = –1 μC = –1 × 10–6 C
Ditanyakan: W r = 30 cm = 3 × 10–1 m
Jawab:
g = 10 m/s2
W = q ΔV
= (40 C)(45 V) 1
4π ε 0 = 9 × 109 Nm2/C2
= 1.800 J
Jadi, usaha yang diperlukan sebesar 1.800 joule. Ditanyakan: T
8. Diketahui: m = 1 g = 1 × 10 –3
kg Jawab:
q = 10–6 C
s1 = 20 m
E = 3 × 104 N/C T
g = 10 m/s2
s2 = 10 m
Q
Δs = (s1 – s2) m
= (10 – 20) m F
q1
= –10 m w
Ditanyakan: v
1 Qq ′
Jawab: F = 4π ε
0 r2
F = qE
(9 × 109 Nm2 /C2 )(1× 10−6 m)(1× 10−6 C)
=
(3 × 10−1 m)2

(9 × 109 Nm2 /C2 )(1× 10−6 C)(1× 10 −6 C)


w = mg =
9 × 10 −2 m2
20 m = 1 × 10–1 N
W = mg
= (1 × 10–2 kg)(10 m/s2)
= 1 × 10–1 N

ΣF = ma T = F 2 +W 2
w – F = ma
mg – qE = ma = (1× 10−1 N)2 + (1× 10−1 N)2
mg − qE
a= m = 2 × 10−2 N
(1× 10−3 kg)(10 m/s2 ) − (10 −6 C)(3 × 104 N/C) = 10–1 2 N
=
1× 10−3
10 −2 N − (10 −6 C)(3 × 104 N/C) = 2 × 10–1 N
=
1× 10−3 Jadi, besar tegangan tali 2 × 10–1 N.
= –20 m/s
10. F32
v 2 = v02 + 2a Δs
= 0 + 2(–20 m/s2)(–10 m) q3 = q
α
= 400 m2/s2 C

v = 400 m/s = 20 m/s θ


F31
Jadi, kecepatan pergerakan bola 20 m/s. r r

A
A B
–Q +Q

44 Listrik Statis
Nilai cos θ dapat dihitung dengan rumus kosinus
dalam ΔABC.
F3 = F312 + F322 + 2F31F32 cos α
AB2 = AC2 + BC2 – 2AC BC cos θ
A2 = r 2 + r 2 – 2r 2 cos θ = F 2 + F 2 + 2F 2 cos α
A2 = 2r 2 – 2r 2 cos θ = 2F 2 (1 + cos α )
2r cos θ = 2r 2 – A2
2

2r 2 − A 2 A 2 − 2r 2
cos θ = = 2F 2 (1+ )
2r 2 2r 2

2r 2 − A 2 2
+ A 2 − 2r 2
cos θ = = F 2(
2r
)
2r 2 2r 2
cos α = –cos θ
A2
−(2r 2 − A2 ) =F
= r2
2r 2
A
A 2 − 2r 2 F3 = F( r )
=
2r 2
F31 = F32 k qQ A
= (r )
r2
k qQ
=
r2 1 qQ A
= ( 4π ε ) (r )
=F 0 r2

1 qQ A
= ( 4π ε )
0 r3

Fisika Kelas XII 45


Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu:
1. menganalisis berbagai fenomena kemagnetan, fluks magnetik, induksi magnetik, dan gaya magnetik serta peranannya
pada berbagai produk teknologi;
2. melakukan percobaan tentang induksi magnetik dan gaya magnetik di sekitar kawat berarus listrik.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, peserta didik:
1. menyadari kebesaran Tuhan yang menciptakan keseimbangan sehingga memungkinkan manusia mengembangkan teknologi
untuk mempermudah kehidupan;
2. berperilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, objektif, jujur, teliti, cermat, tekum, hati-hati, bertanggung jawab, terbuka, kritis,
dan inovatif) dalam melakukan percobaan, melaporkan, dan berdiskusi;
3. menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari-hari.

Medan Magnetik

Mempelajari

Induksi Magnet Gaya Lorentz dan Fluks Magnetik

Mencakup Mencakup

• Hukum Biot-Savart • Gaya Lorentz


• Hukum Ampere • Fluks Magnetik

Mampu

• Menentukan arah-arah induksi magnetik menggunakan hukum Biot-Savart.


• Menentukan induksi magnetik menggunakan hukum Ampere.
• Menjelaskan gaya Lorentz pada kehidupan sehari-hari.
• Menjelaskan fluks magnetik pada kehidupan sehari-hari.
• Bersyukur atas terciptanya magnet untuk mempermudah kehidupan manusia.
• Bersikap ilmiah dalam melakukan percobaan serta menghargai kerja individu dan kelompok dalam
setiap kegiatan.

46 Medan Magnetik
A. Pilihan Ganda Arah induksi magnetik total di titik P adalah keluar
bidang.
1. Jawaban: c
Jadi, pernyataan yang tepat pada pilihan d.
Diketahui: I =5A
a = 30 cm = 0,3 m 3. Jawaban: d
Ditanyakan: B Diketahui: I =8A
Jawab: a = 16 cm = 0,16 m
μI Ditanyakan: B
B = 2π0a Jawab:
μI
(4π × 10 −7 Tm/A)(5 A) B = 1 0
= 2π (0,3 m)
2 2a

1 (4π × 10 −7 Tm/A)(8 A)
20 × 10 −7 =
= 0,6
T 2 2(0,16 m)

= 3,33 × 10–6 T 32π × 10 −7


= T
Jadi, induksi magnetik di titik P adalah 3,33 × 10–6 T. 0,64
= 5π × 10–6 T
2. Jawaban: d
Jadi, induksi magnetik di titik R adalah 5π × 10–6 T.
Diketahui: I1 = 2 A
I2 = 6 A 4. Jawaban: b
a1 = 10 cm = 0,1 m Diketahui: a1 = 8 cm = 8 × 10-2 m
a2 = 20 cm = 0,2 m a2 = 12 cm = 12 × 10-2 m
Ditanyakan: Btotal B = 2,49π × 10-5 T
Jawab: Ditanyakan: I
Induksi magnetik di titik P oleh kawat 1 masuk Jawaban:
bidang, sedangkan induksi magnetik di titik P oleh B = B1 – B2
kawat 2 keluar bidang. μ 0I μ0I
Induksi magnetik di titik P oleh kawat 1 dapat B= 2a1
– 2a2
dihitung dengan persamaan berikut.
(4π × 10−7 Tm/A)I (4π × 10−7 Tm/A)I
μI
B1 = 0 1 2,49π × 10–5 T = –
2π a1 2(8 × 10−2 m) 2(12 × 10−2 m)

(4π × 10 −7 Tm/A)I (4π × 10 −7 Tm/A)I


(4π × 10 −7 Tm/A)(2 A) 2,49π × 10–5 T = –
= 2π (0,1 m) 16 × 10−2 m 24 × 10 −2 m
2,49π × 10–5 = 2,5π × 10–6 I – 1,67π × 10–6 I
8 × 10 −7
= T 2,49π × 10–5 = 0,83π × 10–6 I
0,2π
= 4 × 10–6 T 2,49π × 10 −5
I= A
0,83π × 10 −6
Induksi magnetik di titik P oleh kawat 2 dapat
dihitung dengan persamaan berikut. = 30 A
Jadi, kuat arus yang mengalir pada kawat sebesar
μ0I 2
B2 = 30 A.
2π a2
5. Jawaban: a
(4π × 10 −7 Tm/A)(6 A)
= Diketahui: a1 = 4 cm = 4 × 10–2 m
2π (0,2 m)
a2 = 2 cm = 2 × 10–2 m
24π × 10 −7 a3 = 2 cm = 2 × 10–2 m
= 0,4π
T I1 = 2 A
= 6 × 10–6 T I2 = 1 A
Induksi magnetik total dapat dihitung dengan I3 = 1 A
persamaan berikut. Ditanyakan: BP
Btotal = B2 – B1
= 6 × 10–6 T – 4 × 10–6 T
= 2 × 10–6 T

Fisika Kelas XII 47


Jawab: 24π × 10 −7 8π × 10 −7
Berdasarkan kaidah genggaman tangan kanan, = T– T
0,16π 0,16π
medan magnet yang ditimbulkan oleh I1 berarah
= 15 × 10–6 T – 5 × 10–6 T
masuk bidang (B 1 bernilai negatif). Medan
= 10 × 10–6 T
magnet yang ditimbulkan oleh arus I2 dan I3 berarah
Jika titik P ditempatkan di kiri kawat B sejauh 6 cm
keluar bidang (B2 dan B3 bernilai positif). Dengan
maka induksi magnetik dapat dihitung dengan
demikian, medan magnet total di titik P sebagai
persamaan sebagai berikut.
berikut.
B = BB – BA
BP = –B1 + B2 + B3
μI μI
μ I μ I μ I = 2π0aB – 2π0aA
= – 2π0 a1 + 2π0 a2 + 2π0 a3 B A
1 2 3

(4π × 10 −7 Tm/A)(6 A) (4π × 10 −7 Tm/A)(2 A)


μ0 I I I = –
= (– a1 + a2 + a3 ) 2π (0,06 m) 2π (0,01 m)
2π 1 2 3

24π × 10 −7 8π × 10 −7
(4π × 10 −7 Tm/A) 2A 1A = T– T
= (– + 0,12π 0,8π
2π 4 × 10−2 m 2 × 10−2 m
= 20 × 10–6 T – 4 × 10–6 T
1A = 16 × 10–6 T
+ )
2 × 10−2 m Jika arus pada kawat A diubah menjadi dua kalinya
1A 1A dan titik P berada 8 cm di kanan kawat A sehingga
= 2 × 10–7 Tm/A(– + +
2 × 10−2 m 2 × 10−2 m induksi magnetik dapat dicari dengan persamaan
1A
berikut.
) B = BB – BA
2 × 10−2 m
μI μI
= 1 × 10–5 T = 2π0aB – 2π0aA
Jadi, besar medan magnet di P sebesar 1 × 10–5 T B A

arahnya keluar bidang. (4π × 10 −7 Tm/A)(6 A) (4π × 10 −7 Tm/A)(4 A)


= –
2π (0,08 m) 2π (0,08 m)
6. Jawaban: c
Diketahui: IA = 2 A 24π × 10 −7 16π × 10 −7
IB = 6 A = T– T
0,16π 0,16π
a = 16 cm = 15 × 10–6 T – 10 × 10–6 T
Ditanyakan: B = 5 × 10–6 T
Jawab: Jika arus pada kawat B diubah menjadi
Jika titik P ditempatkan di kanan kawat A sejauh setengahnya dan titik P berada 8 cm di kanan
4 cm maka induksi magnetik dapat dihitung dengan kawat A sehingga induksi magnetik dapat dicari
persamaan sebagai berikut. dengan persamaan berikut.
B = BB – BA B = BB – BA
μI μI μI μI
= 2π0aB – 2π0aA = 2π0aB – 2π0aA
B A
B A

(4π × 10 −7 Tm/A)(6 A) (4π × 10 −7 Tm/A)(2 A) (4π × 10 −7 Tm/A)(3 A) (4π × 10 −7 Tm/A)(2 A)


= – = –
2π (0,12 m) 2π (0,04 m) 2π (0,08 m) 2π (0,08 m)
24π × 10 −7 8π × 10 −7 12π × 10 −7 8π × 10 −7
= T– T = T– T
0,24π 0,08π 0,16π 0,16π
–5 –5
= 1 × 10 T – 1 × 10 T = 7,5 × 10–6 T – 5 × 10–6 T
=0 = 2,5 × 10–6 T
Jika titik P ditempatkan di kanan kawat A sejauh Jadi, kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan
8 cm maka induksi magnetik dapat dihitung dengan induksi magnetik terbesar adalah menempatkan
persamaan sebagai berikut. titik P di kiri kawat B sejauh 6 cm yaitu opsi c.
B = BB – BA
7. Jawaban: c
μI μI
= 2π0aB – 2π0aA Komponen kawat lurus tidak menimbulkan induksi
B A
magnet di titik P karena jika diperpanjang, kedua
(4π × 10 −7 Tm/A)(6 A) (4π × 10 −7 Tm/A)(2 A) komponen kawat lurus tersebut akan melalui titik P.
= –
2π (0,08 m) 2π (0,08 m)

48 Medan Magnetik
Komponen kawat yang menimbulkan induksi 10. Jawaban: b
1 Diketahui: A =2m
magnetik di titik P adalah kawat lingkaran yang
4 I =4A
dialiri arus I = 6 A. N = 500 lilitan
1 μ I Ditanyakan: B
BP = 4 20a
Jawab:
1 (4π × 10 −7 )(6)
Jika arus listrik diperbesar menjadi 6 A, untuk
= 4 (2)(3)
T menentukan induksi magnetik dapat digunakan
persamaan berikut.
= π × 10–7 T
Jadi, induksi magnetik di titik P adalah π × 10–7 T. μ0IN
B =
A
8. Jawaban: d
Diketahui: As = 4π cm = 4π × 10–2 m (4π × 10 −7 Tm/A)(6 A)(500)
=
Ns = 100 lilitan (2 m)

aT = 10 cm = 1 × 10–1 m 1,2π × 10−3


Is = IT = T
2
Bs = BT = 6π × 10–4 T
Ditanyakan: NT Jika arus listrik diperkecil menjadi 2 A, untuk
Jawab: menentukan induksi magnetik dapat digunakan
B s = BT persamaan berikut.
μ0N sI s μ0N TI T μ0IN
= 2π aT B =
As A
Ns NT (4π × 10 −7 Tm/A)(2 A)(500)
= =
As 2π a T (2 m)

N s 2π aT −4
NT = As
= 4π × 10 T
2

(100)(2π )(1× 10 −1
m)
= 2π × 10–4 T
= Jika solenoid dipotong menjadi dua bagian, maka
(4π × 10−2 )
panjang dan jumlah lilitan solenoid menjadi
20π setengahnya. Untuk menentukan induksi magnetik
=
4π × 10−2 dapat digunakan persamaan berikut.
= 500 μ0IN
Jadi, jumlah lilitan pada toroid sebanyak 500 lilitan. B =
A
9. Jawaban: a (4π × 10 −7 Tm/A)(4 A)(250)
Diketahui: I =8A =
(1 m)
N = 400 lilitan
B = 4 × 10–3 T 4π × 10 −4
= T
Ditanyakan: d 1
Jawab: = 4π × 10–4 T
Jika dua solenoid digabungkan, panjang dan jumlah
1 μ NI
B = 2 20π a solenoid menjadi dua kalinya. Untuk menentukan
induksi magnetik dapat digunakan persamaan
μ NI berikut.
a = 4π0 B
μ0IN
B =
(4π × 10−7 Tm/A)(400)(8 A) A
=
4π (4 × 10−3 T)
(4π × 10−7 Tm/A)(8 A)(1.000)
=
1,28π × 10 −3 (4 m)
= m
16π × 10 −3
32π × 10−4
= 0,08 m = T
4
= 8 cm = 8 × 10–4 T
d = 2a = 2(8 cm) = 16 cm
Jadi, diameter toroid sebesar 16 cm.

Fisika Kelas XII 49


Jika ditambahkan lilitan pada solenoid sebanyak
100 lilitan, untuk menentukan induksi magnetik B = B12 + B 2 2
dapat digunakan persamaan berikut.
μ0IN = (6 × 10−6 T)2 + (8 × 10−6 T)2
B =
A = 10 × 10–6 T
(4π × 10 −7 Tm/A)(4 A)(600)
= 1 × 10–5 T
= Jadi, medan magnet di titik P sebesar 1 × 10–5 T.
(2 m)

9,6π × 10 −4
2. Diketahui: A =5m
= T I = 2,5 A
2
= 4,8 × 10–4 T N = 800 lilitan
Jadi, kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan Ditanyakan: Bujung dan Bpusat
induksi magnetik di ujung solenoid terkecil adalah Jawab:
memperkecil arus listrik menjadi 2 A. μ0IN
Bujung =
2A

B. Uraian (4π × 10 −7 Tm/A)(2,5 A)(800)


=
2(5 m)
1. Diketahui: d = 5,0 cm = 5 × 10–2 m
−4
I1 = 0,9 A = 8π × 10 Tm
I2 = 1,6 A 10 m
a1 = 3 cm = 3 × 10–2 m = 8π × 10–5 T
a2 = 4 cm = 4 × 10–2 m μ0IN
Ditanyakan: BP Bpusat =
2A
Jawab:
(4π × 10 −7 Tm/A)(2,5 A)(800)
Anggap arus listrik masuk bidang kertas dan =
(5 m)
disimbolkan dengan tanda ⊗. Dengan aturan tangan
kanan, arah medan magnet di titik P oleh tiap-tiap −4
= 8π × 10 Tm
arus diperlihatkan pada gambar berikut. 5m
P = 1,6π × 10–4 T
Jadi, induksi magnetik di ujung dan di pusat
3 cm 4 cm solenoid berturut-turut sebesar 8 × 10–5 T dan
B2 B1
1,6 × 10–4 T.

i1 i2
3. Diketahui: N = 4.000 lilitan
5 cm
I =5A
rd = 8 cm
Besar tiap-tiap medan magnet sebagai berikut. rA = 12 cm
μ I Ditanyakan: B
B1 = 2π0a1
1 Jawab:
(4π × 10−7 Tm/A)(0,9 A) 1
= a = 2 (rd + rA)
(2π )(3 × 10−2 m)

= 6 × 10–6 T 1
= 2 (8 cm + 12 cm)
μ I = 10 cm = 1 × 10–1 m
B2 = 2π0 a2
2 μ0 I N
B =
(4π × 10−7 Tm/A)(1,6 A) 2π a
=
(2π )(4 × 10−2 m) (4π × 10−7 Tm/A)(5 A)(4.000)
=
(2π )(1× 10−1 m)
= 8 × 10–6 T
= 4 × 10–2 T
Oleh karena B1 dan B2 membentuk vektor yang
Jadi, induksi magnet pada sumbu toroid sebesar
saling tegak lurus maka resultan medan magnet
4 × 10–2 T.
di titik P adalah:

50 Medan Magnetik
4. Diketahui: I1 = 2 A 5. Diketahui: I1 =4A
I2 = 3 A I2 =6A
A = 25 cm a1 = 4 cm = 4 × 10–2 m
Ditanyakan: x a2 = 4 cm = 4 × 10–2 m
Jawab: Ditanyakan: B
B1 = B2 Jawab:
μ0 I1 μ0 I 2 B = B2 – B1
=
2π a1 2π a2 μ0 I 2 μ0 I1
= –
2a2 2a1
I1 I2
=
a1 a2 (4π × 10−7 Tm/A)(6 A) (4π × 10−7 Tm/A)(4 A)
= –
2(4 × 10−2 m) 2(4 × 10−2 m)
2A 3A
=
x (25 cm − x ) 24π × 10−7 16π × 10 −7
3x = 2 (25 cm – x) = T– T
8 × 10−2 8 × 10−2
3x = 50 cm – 2x –5
= 3π × 10 T – 2π × 10 T –5

5x = 50 cm = π × 10–5 T
50 cm Jadi, induksi magnetik di titik M sebesar π × 10–5 T.
x= 5
= 10 cm
Jadi, letak titik P berada pada 10 cm di kanan
kawat 1 dan 15 cm di kiri kawat 2.

Fisika Kelas XII 51


A. Pilihan Ganda Jawab:
1. Jawaban: e μ0 I
B=
Diketahui: A = 80 cm = 0,8 m 2πa
I =2A (4π × 10−7 Tm/A)(10 A)
B = 0,06 T =
(2π )(2 × 10−2 m)
Ditanyakan: F
Jawab: 4π × 10−6 Tm
=
F =BIA 4π × 10−2 m
= (0,06 T)(2 A)(0,8 m) = 1 × 10–4 T
= 9,6 × 10–2 N F=Bqv
Jadi, gaya Lorentz yang di alami kawat adalah
= (1 × 10–4 T)(1,6 × 10–19 C)(4 × 105 m/s)
9,6 × 10–2 N.
= 6,4 × 10–18 N
2. Jawaban: c Jadi, gaya Lorentz yang dialami elektron sebesar
Diketahui: I1 = 2 A 6,4 × 10–18 N.
I2 = 4 A
I3 = 6 A 4. Jawaban: a
A = 25 cm = 0,25 m Diketahui: A = 40 cm = 0,4 m
a21 = 8 cm = 8 × 10–2 m I =5A
a23 = 16 cm = 16 × 10–2 m a = 20 cm = 0,2 m
Ditanyakan: F2 Ditanyakan: F
Jawab: Jawab:
μ0 I
μ0I 2I1A B =
F21 = 2πa
2π a21
(4π × 10 −7 Tm/A)(5 A)
=
(4π × 10−7 Tm/A)(4 A)(2 A)(0,25 m) 2π (0,2 m)
=
2π (8 × 10−2 m) 2π × 10 −6 Tm
=
0,4π m
8π × 10−7
= N = 5 × 10–6 T
16π × 10 −2
F =BIA
= 5 × 10–6 N
= (5 × 10–6 T)(5 A)(0,4 m)
μ0I 2I 3 A = 1 × 10–5 N
F23 =
2π a23
Jadi, gaya Lorentz pada titik Q sebesar 1 × 10–5 N.
(4π × 10−7 Tm/A)(4 A)(6 A)(0,25 m) 5. Jawaban: b
=
2π (16 × 10−2 m) Diketahui: v1 = 2v2
R1 = 15 cm = 15 × 10–2 m
24π × 10−7
= N R2 = 25 cm = 25 × 10–2 m
32π × 10−2
= 7,5 × 10–6 N Ditanyakan:
m
F2 = F23 – F21 q
= 7,5 × 10–6 N – 5 × 10–6 N Jawab:
= 2,5 × 10–6 N FLorentz = Fsentripetal
Jadi, gaya magnetik yang terjadi pada kawat 2 mv 2
Bqv=
sebesar 2,5 × 10–6 N. R
⎛m ⎞
3. Jawaban: c ⎜ ⎟ = BR
⎝q ⎠ v
Diketahui: I = 10 A ⎛m ⎞
a = 2 cm = 2 × 10–2 m ⎜ ⎟
⎝ q ⎠1 R1 v 2
v = 4 × 105 m/s ⎛m ⎞
=
⎜ ⎟ v 1 R2
⎝ q ⎠2
q = e = –1,6 × 10–19 C
⎛m ⎞
Ditanyakan: F ⎜ ⎟
⎝ q ⎠1 15 × 10−2 m v2 3
⎛m ⎞ = =
⎜ ⎟ 2v 2 25 × 10−2 m 10
⎝ q ⎠2

52 Medan Magnetik
Jadi, perbandingan massa per muatan partikel Untuk menentukan arah gaya Lorentz dapat
pertama dan kedua adalah 3 : 10. digunakan kaidah tangan kanan. Ibu jari
menunjukkan arah arus, jari telunjuk menunjukkan
6. Jawaban: b
arah medan magnet, dan jari tengah menunjukkan
Diketahui: a = 100 cm = 1 m
arah gaya Lorentz. Dengan kaidah tangan kanan
I1 = 2 A
dapat ditentukan bahwa arah gaya Lorentz ke kiri.
I2 = 3 A
Jadi, besar dan arah gaya Lorentz pada kawat RS
F adalah 1,62 N ke kiri.
Ditanyakan: A
Jawab: 9. Jawaban: c
Diketahui: A = 80 cm = 0,8 m
F μ0 I1 I 2
= I =4A
A 2π a
N = 500 lilitan
(4π × 10 −7 Tm/A)(2 A)(3 A) Ditanyakan: F
= (2π )(1 m) Jawab:
24π × 10−7
=

N/m B = μ0IN
2A
= 1,2 × 10–6 N/m
(4π × 10 −7 Tm/A)(4 A)(500)
Jadi, gaya per satuan panjang kawat tersebut =
2(0,8 m)
sebesar 1,2 × 10–6 N/m.
8π × 10 −4
7. Jawaban: a = T
1,6
Diketahui: a = 3 cm = 5 × 10–4 T
IQ = 6 A F =BIA
IP = 3 A = (5π × 10–4 T)(4 A)(0,8 m)
IR = 1 A = 1,6π × 10–3 N
FR = 0 Jadi, gaya Lorentz yang dihasilkan pada ujung
Ditanyakan: aR solenoid sebesar 1,6 × 10–3 N.
Jawab:
Arah gaya magnet pada dua kawat lurus berarus 10. Jawaban: a
sebagai berikut. Diketahui: A =2m
FR = 0 P R Q a = 120 cm = 1,2 m
I1 = 2 A
FPR – FRQ = 0
FPR I2 = 5 A
FPR = FRQ FRQ Ditanyakan: F
IPIR I I Jawab:
k A = k aR Q A
aPR RQ 3–x x Jika jarak antarkawat diubah menjadi setengahnya,
maka untuk menghitung gaya Lorentz dapat
IP IQ 3 cm
= digunakan persamaan sebagai berikut.
aPR aRQ

(3 A) (6 A) F = μ0I1I2A
= 2π a
3 cm − x x
(4π × 10 −7 Tm/A)(2 A)(5 A)(2 m)
3x = 18 cm – 6x =
2π (0,6 m)
9x = 18 cm
x = 2 cm 8π × 10 −6
Jadi, kawat R diletakkan 2 cm di kiri Q atau 1 cm = N
1,2π
di kanan P. = 6,67 × 10–6 N
8. Jawaban: e Jika jarak antar kawat diubah menjadi dua kali,
Diketahui: A = 60 cm = 0,6 m maka untuk menghitung gaya Lorentz dapat
I =3A digunakan persamaan sebagai berikut.
B = 900 mT = 0,9 T
F = μ0I1I2A
Ditanyakan: F 2π a
Jawab:
(4π × 10 −7 Tm/A)(2 A)(5 A)(2 m)
F =BIA =
2π (2,4 m)
= (0,9 T)(3 A)(0,6 m)
= 1,62 N

Fisika Kelas XII 53


8π × 10 −6 3,2 × 10−4 kg m/s
= N =
4,8π 4 × 10−3 CT
= 1,67 × 10–6 N = 0,8 × 10–1 m
Jika arus listrik pada kawat 1 diubah menjadi 3 A, = 0,08 m = 8 cm
maka untuk menghitung gaya Lorentz dapat Jadi, jari-jari lintasan partikel sebesar 8 cm.
digunakan persamaan sebagai berikut.
2. Diketahui: d = 10 cm = 0,1 m
F = μ0I1I2A I =4A
2π a
Ditanyakan: F
(4π × 10 −7 Tm/A)(3 A)(5 A)(2 m) Jawab:
=
2π (1,2 m) d 0,1
a= = m = 0,05 m
12π × 10 −6 2 2
= N
2,4π
B = μ0IN
= 5 × 10–6 N 2a
Jika arus listrik pada kawat 2 diubah menjadi 3 A, (4π × 10 −7 Tm/A)(4 A)
maka untuk menghitung gaya Lorentz dapat =
2(0,05 m)
digunakan persamaan sebagai berikut.
1,6π × 10 −6
F = μ0I1I2A =
0,1
T
2π a
= 1,6π × 10–5 T
(4π × 10 −7 Tm/A)(2 A)(3 A)(2 m) Besarnya panjang kawat melingkar dapat dihitung
=
2π (1,2 m)
dengan menggunakan keliling lingkaran.
48π × 10 −7 A = 2π a = 2π (0,05 m) = 0,1π m
= N Untuk menghitung gaya Lorentz dapat meng-
2,4π
= 2 × 10–6 N gunakan persamaan sebagai berikut.
Jika panjang kawat 1 diubah menjadi 3 m, maka F =BIA
untuk menghitung gaya Lorentz dapat digunakan = (1,6π × 10–5 T)(4 A)(0,1π m)
persamaan sebagai berikut. = 6,4π 2 × 10–6 N
Jadi, gaya Lorentz pada pusat kawat melingkar
F = μ0I1I2A tesebut sebesar 6,4π 2 × 10–6 N.
2π a
3. Diketahui: I = 4 mA = 4 × 10–3 A
(4π × 10 −7 Tm/A)(2 A)(5 A)(3 m)
= B = 2 Wb/m2
2π (1,2 m)
F = 1,2 × 10–3 N
12π × 10 −6 A = 30 cm = 0,3 m
= N
2,4π Ditanyakan: θ antara arah arus dengan arah
= 5 × 10–6 N medan magnet
Jadi, kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan Jawab:
gaya Lorentz terbesar adalah membuat jarak F = B I A sin θ
antarkawat menjadi setengahnya yaitu pilihan a. F
sin θ = BI A

B. Uraian (1,2 × 10−3 N)


=
1. Diketahui: m = 40 mg = 4 × 10–5 kg (2 Wb/m2 )(4 × 10−3 A)(0,3 m)
q = 1,6 C 1,2 × 10 −3
B = 2,5 mT = 2,5 × 10–3 T =
2,4 × 10 −3
v = 8 m/s
Ditanyakan: r 1
= 2
Jawab:
Jari-jari lintasan partikel: 1
θ = sin–1( 2 ) = 30°
mv
r = qB Jadi, sudut yang dibentuk oleh arah arus dan arah
−5
medan magnet sebesar 30°.
(4π × 10 kg)(8 m/s)
=
(1,6 C)(2,5 × 10−3 T)

54 Medan Magnetik
4. Diketahui: I1 = 2 A 5. Diketahui: V = 200 V
I2 = 4 A B = 20 mT = 2 × 10–2 T
I3 = 3 A me = 9,1 × 10–31 kg
a12 = 25 cm = 0,25 m
q = 1,6 × 10–19 C
a32 = 15 cm = 0,15 m
Ditanyakan: a. v
a31 = (0,25 + 0,15)m = 0,4 m
b. r
Ditanyakan: F3
Jawab:
Jawab:
a. Elektron dipercepat dengan beda potensial
I1 200 V maka energi potensial listriknya diubah
Kawat I
menjadi energi kinetik.
Ep = Ek
1
I2 q V = 2m v2
Kawat II
1
F32 I3
F31 (1,6 × 10–19 C)(200 V) = 2 (9,1 × 10–31 kg)v 2
Kawat III
3,2 × 10–17 J = (4,55 × 10–31 kg)v 2
μ0I 3I1A v 2 = 7,03 × 1013 m2/s2
F31 =
2π a31 v = 8,38 × 106 m/s
(4π × 10 −7 Tm/A)(3 A)(2 A)(1 m)
Jadi, kecepatan elektron dalam medan mag-
= net sebesar 8,38 × 106 m/s.
2π (0,4 m)
b. Jari-jari lintasan elektron
2,4π × 10 −6 –6 FL = Fsp
= N = 3 × 10 N
0,8π
mv 2
qvB=
μ0I 3I 2 A r
F32 =
2π a32
mv (9,1× 10−31 kg)(8,38 × 106 m/s)
r= =
(4π × 10 −7 Tm/A)(3 A)(4 A)(1 m) qB (1,6 × 10−19 C)(2 × 10−2 T)
=
2π (0,15 m)
= 2,38 × 10–3 m = 2,38 mm
4,8π × 10 −6
Jadi, jari-jari lintasan elektron sebesar 2,38 mm.
= N = 16 × 10–6 N
0,3π
F3 = F31 + F32
= 3 × 10–6 N + 16 × 10–6 N
= 1,9 × 10–5 N
Jadi, gaya magnetik yang dialami kawat 3 sebesar
1,9 × 10–5 N.

Fisika Kelas XII 55


56
Induksi Magnet pada μ 0I
B= 2π a
Penghantar Lurus

Medan Magnetik
Hukum Biot-Savart
μ0Ia 2
Di Luar Lingkaran B= 4r 3

Induksi Magnet pada


Penghantar Melingkar
μ 0I
Di Pusat Lingkaran B= 2a
Induksi Magnet

Induksi Magnet pada μ0IN


B= 2π a
Sumbu Toroid
Hukum Ampere
μ0IN
Di Pusat Solenoid B= A

Induksi Magnet pada


Solenoid
μ0IN
Di Ujung Solenoid B= 2A

Medan Magnetik
Pada Kawat Penghantar F=BIA

Gaya Lorentz F=Bqv


Gaya Lorentz Pada Muatan yang Ber-
gerak dalam Medan
Magnet mv
Jari-Jari Lintasan r= qB

Pada Dua Kawat Sejajar μ0I1I 2 A


F= 2π a
Gaya Lorentz dan Berarus
Fluks Magnet

Fluks Magnetik
φ = A B cos θ
A. Pilihan Ganda 3. Jawaban: e
Diketahui: I1 = I2 = 4 A
1. Jawaban: d
A a1 = a2 = 4 cm = 4 × 10–2 m
Batang bergerak ke
kanan sehingga gaya I Ditanyakan: Bp
Lorentz berarah ke kiri. Jawab:
Berdasarkan kaidah FA v Dengan kaidah tangan kanan, arah medan
tangan kanan, arus listrik magnet kedua kawat sama menuju P (masuk
mengalir ke bawah (dari bidang).
A ke B). Oleh karena itu, Bp = B1 + B2
ujug atas (A) bermuatan B μ I μ0 I 2
= 2π0a1 +
positif, sedangkan ujung 1 2a2
bawah (B) bermuatan
μ0 I 1
negatif. = ( π + 1)
2a
Jadi, gambar yang tepat
adalah gambar d. (4π × 10−7 Tm/A)(4 A) 1
= ( 3,14 + 1)
(2)(4 × 10−2 m)

= (6,28 × 10–5 T)(1,3185)


2. Jawaban: c
Diketahui: I = 10 A = 8,28 × 10–5 T
a1 = 10 cm = 0,1 m Jadi, besar induksi magnet total di pusat lingkaran
a2 = 20 cm = 0,2 m sebesar 8,28 × 10–5 T.
Ditanyakan: B 4. Jawaban: d
Jawab: Diketahui: I =4A
μ0I a = 5 cm = 5 × 10–2 m
B1 =
2π a1 x = 12 cm = 12 × 10–2 m
Ditanyakan: B
(4π × 10 −7 Tm/A)(10 A)
= Jawab:
2π (0,1 m)

4π × 10 −6 Tm r = a2 + x 2
=
0,2π m
= (5 × 10−2 m) + (12 × 10−2 m)2
= 2 × 10–5 T

B2 =
μ0I = 169 × 10−4 m2
2π a1 = 13 × 10–2 m
(4π × 10 −7 Tm/A)(10 A) 1 μ0 Ia 2
= B =
2π (0,2 m) 2 2π r 3

4π × 10 −6 Tm 1 (4π × 10−7 Tm/A)(4 A)(5 × 10 −2 m)2


= = 2
0,4π m 2π (13 × 10−2 m)3
= 1 × 10–5 T
1 (4π × 10−7 Tm/A)(4 A)(25 × 10−4 m2 )
= 2 2π (2.197 × 10−6 m3 )
B = B12 + B2 2

4π × 10 −9
= (2 × 10 −5 2
T) + (1× 10 −5 2
T) = T
8.788π × 10 −6
–7
= 4,55 × 10 T
= 5 × 10−10 T 2 Jadi, medan magnetik di titik M sebesar
4,55 × 10–7 T.
= 5 × 10–5 T
Jadi, induksi magnetik di titik A sebesar
5 × 10–5 T.

Fisika Kelas XII 57


5. Jawaban: d Ftot = FAD – FBC
Diketahui: A = 30 cm = 0,3 m
I1 = 5 A μ0 I1 I 2 μ I I
=( – 0 1 2 )A
2π a1 2π a2
I2 = 10 A
Ditanyakan: x μ0 I1 I 2A 1 1
= ( – )
Jawab: 2π a1 a2
Untuk mendapatkan medan magnet nol, maka titik (4π × 10 −7 Tm/A)(10 A)(5 A)(0,2 m)
= ×
P diletakkan di kiri kawat 1. 2π

1 1
( – )
10−2 m 10 −1 m

P = 180 × 10–6 N
= 180 μN
Jadi, resultan gaya yang dialami kawat ABCD
I1 I2
sebesar 180 μN.
x
7. Jawaban: d
30 cm + x
A b B
Dari gambar tersebut, jarak titik P dari kawat 2
1
dapat dihitung dengan persamaan berikut. 2 b
B1 = B2 b b
μ0 I1 μ0 I 2
2π a1 = 2π a2
D b C
I1 I2
=
a1 a2 Kuat medan magnetik pada kawat tidak panjang.
5A 10 A A B
= 30 cm + x θ1 θ
x 2

10x = 150 cm + 5x
x = 30 cm
Jadi, letak titik P 30 cm di kiri kawat 1 atau 60 cm μI
di kiri kawat 2. BAB = 4π0a (cos θ1 – cos θ2)

6. Jawaban: d μ0I
= (cos 45° – cos 135°)
Diketahui: I1 = 10 A 1
4π ( 2 b )
I2 = 5 A
BC= 20 cm μI 1 1
= 2π0b ( 2 2 – (– 2 2 ))
A = 20 cm = 0,2 m
a1 = 1 cm = 1 × 10–2 m μI 2μ I
a2 = 10 cm = 1 × 10–1 m = 2π0b 2 = 0
2π b
Ditanyakan: Ftot Sementara itu, melalui kawat BC, CD, dan DA
Jawab: memiliki arah dan nilai yang sama. Oleh karena
Kawat AB dan CD tidak mengalami gaya dari kawat itu, kuat medan listrik di pusat bujur sangkar adalah:
PQ. Kawat ABCD adalah satu kesatuan sehingga ⎛ 2 μ0I ⎞ 2 2μ I
terjadi gaya tolak-menolak antarkawat AB dan CD. B = 4BAB = 4 ⎜⎜ 2π b ⎟⎟ = 0
⎝ ⎠ πb
10 cm Jadi, kuat medan listrik di pusat bujur sangkar
Q
A B 2 2 μ0I
adalah .
πb
F AD F BC 8. Jawaban: c
Diketahui: i =I
I1 I2 I2 20 cm
a =R
θ = 360° – 60° = 300°
Ditanyakan: Bp
P D C
1 cm 9 cm

58 Medan Magnetik
Jawab: 7 μ0IN
Jadi, medan magnet di pusat toroid sebesar .
Induksi magnet di pusat lingkaran: 24π a
300° 5 12. Jawaban: e
N = 360° = 6 Diketahui: A = 45 cm = 0,45 m
μ NI μ0I ⎛ 5 ⎞ 5 μI I = 0,5 A
Bp = 20a = 2R ⎜⎝ 6 ⎟⎠
= 12 R0 B = 250 mT = 0,25 T
5μ I α = 37°
Jadi, kuat medan magnet di titik P adalah 12R0 . Ditanyakan: F
Jawab:
9. Jawaban: e
F = B I A sin α
Diketahui: A =2m
= (0,25 T)(0,5 A)(0,45 m) sin 37°
B = 4 x 10-5 T
= 5,625 × 10–2 N(0,6)
N = 800 lilitan
= 3,375 × 10–2 N
Ditanyakan: I
= 33,75 mN
Jawab:
Jadi, gaya Lorentz yang dihasilkan sebesar
μ0IN
B = 33,75 mN.
A
BA 13. Jawaban: d
I = μ0N Diketahui: A = 1,5 m
(4π × 10−5 T)(2 m) I = 600 mA = 0,6 A
= (4π × 10−7 Tm/A)(800)
B = 2 × 10-5 N
8π × 10 −5 Ditanyakan: a
= A = 0,25 A
3,2π × 10 −4 Jawab:
Jadi, arus yang mengalir pada solenoid sebesar
μI
0,25 A. B = 2π0a
10. Jawaban: d
μI
Diketahui: I = 500 mA = 0,5 A a = 2π0B
a = 25 cm = 0,25 m
N = 900 lilitan (4π × 10−7 Tm/A)(0,6 A)
= 2π (2 × 10−5 T)
Ditanyakan: B
Jawab:
2,4π × 10−7
1 μ IN = m
4π × 10−5
B = 4 20π a –2
= 6 × 10 m
−7
1 (4π × 10 Tm/A)(0,5 A)(900) = 6 cm
= 4 2π (0,25 m) Jadi, jarak titik M dari kawat adalah 6 cm.
1,8π × 10−4 14. Jawaban: e
= T = 9 × 10–5 T Diketahui: I1 = 6 A

Jadi, medan magnet pada pusat toroid tersebut I2 = 2 A
sebesar 9 × 10–5 T. I3 = 4 A
a12 = 20 cm = 0,2 m
11. Jawaban: d a13 = (20 + 40) cm = 60 cm = 0,6 m
Diketahui: I1 = I2 = I A = 50 cm = 0,5 m
a1 = a Ditanyakan: F1
a2 = 1,2a Jawab:
Ditanyakan: B
Jawab: Kawat I Kawat II Kawat III
B = B1 + B2
1 μ 0IN 1 μ0IN
= 2 2π a1
+ 4 2π a2
μ IN 1 μ0IN
= 1 0 + F12
2 2π a 4 2π (1,2a )
F13
μ0IN μ IN
= + 0
4π a 24π a
6 μ IN + μ0IN 7 μ0IN
= 0 =
24π a 24π a

Fisika Kelas XII 59


μ0I1I 2 A Jawab:
F12 = 2π a12 Arah gaya yang terjadi pada kawat persegi.
Besar F1 B
(4π × 10 −7 Tm/A)(6 A)(2 A)(0,5)
= 2π (0,2 m) F μ0I1I 2 μ (2I )(4I )
P Q
= 2π a1
= 0
A 2π (a )
2,4π × 10 −6 I1
= 0,4π
N F1
I2
F2
4 μ0I 2
= 6 × 10 –6
N =
πa O R

μ II A Besar F2 A
F13 = 2π0 a1 3
13
F2 μ0I1I 2 μ0 (2I )(4I ) μ0I 2
= 2π a2
= =
(4π × 10 −7 Tm/A)(6 A)(4 A) A 2π (4a ) πa
= 2π (0,6 m)
(0,5 m) Gaya per satuan panjang pada kawat persegi
4,8π × 10−6 F F1 F2 4 μ0I 2 μ0I 2 3μ I 2
= N = – = – = 0
1,2π A A A πa πa πa
= 4 × 10-6 N Jadi, gaya per satuan panjang pada kawat persegi
F1 = F12 – F13 3 μ0I 2
sebesar .
= 6 × 10–6 N – 4 × 10–6 N πa
= 2 × 10–6 N
17. Jawaban: d
Jadi, gaya magnetik yang dialami kawat 1 adalah
Diketahui: q = –1,6 × 10–19 C
2 × 10–6 N.
α = 45°
15. Jawaban: b F = 32 2 × 10–14 N
Diketahui: A =1m B = 0,24 T
a = 16 cm = 16 × 10–2 m Ditanyakan: v
I1 = 4 A Jawab:
I2 = 6 A F = B q v sin α
I3 = 3 A F
Ditanyakan: x v = B q sinα
Jawab:
32 2 × 10−14 N
Untuk mendapatkan gaya magnetik nol, maka =
(0,24 T)(1,6 × 10−19 C)sin 45°
kawat 3 diletakkan di antara kawat 1 dan 2. 32 2 × 10−14 N
F31 = F32 =
(0,24 T)(1,6 × 10−19 C)(0,5 2)
μ0I 3I1A μII A
= 20π a3 2 3 2 × 10−14
2π a31 = m/s = 1,67 × 107 m/s
32
1,92 2 × 10−20
I1 I2
a31
= a32 Jadi, kecepatan elektron sebesar 1,67 × 107 m/s.
4A
= 6A 18. Jawaban: b
x 16 cm − x Diketahui: I =5A
64 cm – 4x = 6x a = 4 mm = 4 × 10–3 m
10x = 64 v = 10 m/s
x = 64 cm = 6,4 cm F = 5 μN = 5 × 10–6 N
10 Ditanyakan: q
Jadi, letak kawat 3 adalah 6,4 cm di kanan kawat
Jawab:
1 atau 9,6 cm di kiri kawat 2.
μ I (4π × 10−7 Tm/A)(5 A)
16. Jawaban: d B = 2π0 a =
2π (4 × 10−3 m)
Diketahui: I1 = 2I 20π × 10 −7
I2 = 4I = T = 2,5 × 10–4 T
8π × 10 −3
a1 =a F =Bqv
a2 = a + 3a = 4a
F 5 × 10−6 N
Ditanyakan: F q = =
Bv (2,5 × 10−4 T)(10 m/s)
5 × 10 −6
= C = 2 × 10–3 C = 2 mC
2,5 × 10 −3
Jadi, muatan partikel sebesar 2 mC.

60 Medan Magnetik
19. Jawaban: c Jawab:
Diketahui: q1 = 6 μC = 6 × 10–6 C μ0I
q2 = 8 μC = 8 × 10–6 C B =
2π a
r1 = 8 cm = 8 × 10–2 m μ0I
r2 = 24 cm = 24 × 10–2 m a =
2π B
v1 = v (4π × 10−7 Tm/A)(3 A)
v2 = 1,2v =
2π (9 × 10−6 T)
Ditanyakan: m1 : m2 12π × 10 −7
Jawab: = m
18π × 10 −6
FLorentz = Fsentripetal –2
= 6,67 × 10 m = 6,67 cm
mv 2 Jadi, jarak titik terhadap kawat adalah 6,67 cm.
Bqv=
R
2. Diketahui: I =4A
BqR
m= a1 = 8 cm = 8 × 10–2 m
v
a2 = 12 cm = 12 × 10–2 m
q1R1
m1 v1
Ditanyakan: B
m2
= q 2R 2 Jawab:
v2
B = B1 – B2
(6 × 10−6 C)(8 × 10−2 m)
m1 μ 0I μI
m2
= v
(8 × 10−6 C)(24 × 10−2 C)
= – 2a0
2a1 2
1,2v
(4π × 10−7 Tm/A)(4 A) (4π × 10−7 Tm/A)(4 A)
m1 48 × 10 −8 3 = −2 –
= = 2(8 × 10 m) 2(12 × 10−2 m)
m2 160 × 10 −8 10
16π × 10 −7 16π × 10 −7
Jadi, perbandingan massa partikel pertama dan = T– T
16 × 10−2 24 × 10−2
kedua adalah 3 : 10. –5 –5
= π × 10 T – 0,67π × 10 T
20. Jawaban: e = 3,33π × 10–6 T (arah medan menembus bidang)
Diketahui: q = 32 μC = 32 × 10–6 C Jadi, besar dan arah medan magnet di pusat
B = 500 mT = 0,5 T lingkaran adalah 3,33π × 10–6 T menembus bidang.
d = 16 cm = 16 × 10–2 m
3. Diketahui: a1 = a2 = 8 cm
ω = 1.000 rad/s
I1 = 4 A
Ditanyakan: m
I2 = 2 A
Jawab:
Ditanyakan: B
16 × 10−2 m Jawab:
R= d = = 8 × 10–2 m
2 2 B = B1 – B2
FLorentz = Fsentripetal
μ 0I μI
mv 2 = – 2π0a
Bqv= 2a1 2
R
BqR (4π × 10−7 Tm/A)(4 A) (4π × 10−7 Tm/A)(2 A)
m= = –
v 2(8 × 10−2 m) 2π (8 × 10−2 m)
BqR
= 16π × 10 −7 8π × 10−7
ωR = T– T
16 × 10−2 16π × 10 −2
Bq
= = 3,14 × 10 T – 0,5 × 10–5 T
–5
ω
= 2,64 × 10–5 T
(0,5 T)(32 × 10 −6 C)
= (1.000 rad/s) Jadi, besar dan arah medan magnet di titik A adalah
16 × 10 −6 2,64 × 10–5 T menembus bidang.
= kg = 1,6 × 10–8 kg.
1.000 4. Diketahui: A = 1,5 m
Jadi, massa partikel tersebut adalah 1,6 × 10–8 kg. B = 6π × 10–5 T
N = 300 lilitan
B. Uraian R = 50 Ω
Ditanyakan: V
1. Diketahui: I =3A
B = 9 × 10–6 T
Ditanyakan: a

Fisika Kelas XII 61


Jawab: 7. Diketahui: v = 6 × 105 m/s
μ0IN I =4A
B = a = 12 mm = 12 × 10–3 m
A
q = –1,6 × 10–19 C
BA
I = Ditanyakan: F
μ0N
Jawab:
(6π × 10−5 T)(1,5 m) F =Bqv
=
(4π × 10 −7 Tm/A)(300) μI
= ( 2π0a ) q v
9 × 10−5
= A (4π × 10−7 Tm/A)(4 A)(1,6 × 10−19 C)(6 × 105 m/s)
12 × 10 −5 =
2π (12 × 10−3 m)
= 0,75 A
V =IR 153,6π × 10−21
= N
= (0,75 A)(50 Ω) 24π × 10−3
= 37,5 V = 6,4 × 10–18 N
Jadi, tegangan power supply tersebut adalah Jadi, gaya magnetik yang dialami elektron sebesar
37,5 V. 6,4 × 10–8 N.
5. Diketahui: d = 20 cm = 0,2 m 8. Diketahui: E = 4 × 104 V/m
I =5A B = 0,2 T
N = 1.000 lilitan Ditanyakan: v
Ditanyakan: B Jawab:
Jawab: FL = Flistrik
d 0,2 m
qvB=qE
a = 2 = 2
= 0,1 m E
v= B
1 μ IN
B = 2 20π a
4 × 104 V/m
= 0,2 T
1 (4π × 10 −7 Tm/A)(5 A)(1.000)
= 2 2π (0,1 m) = 2 × 105 m/s
Jadi, kelajuan partikel sebesar 2 × 105 m/s.
2π × 10 −3
= 0,4π
T 9. Diketahui: m = 100 mg = 1 × 10–4 kg
q = 4 × 10–8 C
= 5 × 10–3 T
v = 5 × 104 m/s
Jadi, medan magnet di pusat toroid sebesar
Ditanyakan: B
5 × 10–3 T.
Jawab:
6. Diketahui: A = 120 cm = 1,2 m Partikel tidak berubah arah maka berlaku ΣF = 0
I =8A ΣF = 0
F = 0,48 N = 53° FL – w = 0
α = 53° FL = w
Ditanyakan: B Bqv=mg
Jawab: mg
F = B I A sin α B=
qv
F
B = (1× 10−4 kg)(10 m/s2 )
I A sinα =
0,48 N (4 × 10−8 C)(5 × 104 m/s)
=
(8 A)(1,2 m) sin 53°
1× 10 −3
0,48 = T
= T 2 × 10 −3
9,6(0,8)
= 0,5 T
0,48 Jadi, kerapatan fluks magnetiknya 0,5 T.
= T
7,68
= 6,25 × 10–2 T 10. Diketahui: E k = 2.500 eV
Jadi, medan magnet yang memengaruhi kawat = 2.500 × 1,6 × 10–19
sebesar 6,25 × 10–2 T. = 4 × 10–16 J

62 Medan Magnetik
B = 200 gauss
2(9,1× 10 −31 kg)(4 × 10 −16 J)
= 2 × 10–2 T =
(1,6 × 10 −19 C)(2 × 10 −2 T)
q = 1,6 × 10–19 C
m = 9,1 × 10–31 kg 72,8 × 10 −47
Ditanyakan: R = m
3,2 × 10 −21
Jawab:
2,69 × 10 −24
mv = m
R = 3,2 × 10 −21
qB
–4
= 8,4 × 10 m
2m E k
= Jadi, jari-jari lintasan elektron sebesar 8,4 × 10–4 m.
qB

Fisika Kelas XII 63


A. Pilihan Ganda 4. Jawaban: e
1. Jawaban: c Diketahui: T0 = 0°C R1 = 80 Ω
Diketahui: I = 0,4 A T1 = 100°C R2 = 75 Ω
t = 2 menit = 120 sekon R0 = 60 Ω
qe = 1,6 × 10–19 C Ditanyakan: T2
Ditanyakan: n Jawab:
Jawab: Koefisien suhu ditentukan dengan perhitungan
Muatan pada rangkaian listrik: berikut.
q = It R = R0(1 + α ΔT)
= (0,4 A)(120 s) R1 = R0(1 + α ΔT)
= 48 C 80 Ω = 60 Ω(1 + α(T1 – T2))
Jumlah elektron dalam rangkaian: 80 Ω = 60 Ω(1 + α(100°C – 0))
q 48 C 80 Ω = 60 Ω(1 + 100α)
n = = = 3 × 1020
qe 1,6 × 10 −19 C 80 Ω = 60 Ω + 6.000α Ω°C
Jadi, elektron dalam rangkaian sebanyak 6.000α Ω°C = 20°C
3 × 1020 buah. 1
α = ( 3 × 10–2)/°C
2. Jawaban: d Suhu ketika hambatan sebesar 75 Ω:
Diketahui: Vv = 20 V R = R0(1 + α ΔT)
V = 60 V
R1 = R0(1 + α ΔT)
R v = 2.000 Ω
75 Ω = 60 Ω(1 + α(T3 – T0))
Ditanyakan: Rf
1
Jawab: 75 Ω = 60 Ω(1 + ( 3 × 10–2)(T3 – 0))
Besar pengali untuk menaikkan batas ukur:
1
V 60 V 75 Ω = 60 Ω(1 + 3 × 10–2T3)
n= Vv
= = 3
20 V 75 Ω – 60 Ω = 0,2T3 Ω/°C
Besar hambatan muka yang terpasang: 15 Ω = 0,2T3 Ω/°C
Rf = (n – 1)R T3 = 75°C
= (3 – 1)(2.000 Ω) Jadi, suhu yang tercatat pada termometer
= 4.000 Ω sebesar 75°C.
= 4 kΩ
Jadi, besar hambatan muka yang terpasang 5. Jawaban: a
sebesar 4 kΩ. Diketahui: R1= R2 = R3 = R4 = R5 = R6 = R7 = R
Ditanyakan: Rtot
3. Jawaban: a
Jawab:
Diketahui: RA = 50 Ω
Jika rangkaian tersebut disusun dalam bentuk
I =1A
lain akan terlihat seperti berikut.
IA = 1 mA = 1 × 10–3 A
Ditanyakan: Rsh
R4
Jawab:
Besar pengali untuk menaikkan batas ukur:
R5
I 1A R1 R2 R3
n = = = 1.000
IA 1 × 10 −3 A
A B
Hambatan shunt yang harus dipasang: R6
RA 50 Ω
Rsh = = = 0,05 Ω
n −1 1.000 − 1
R7
Jadi, hambatan shunt yang harus dipasang
sebesar 0,05 Ω.
64 Penilaian Tengah Semester 1
R2 dirangkai seri dengan R3 sehingga hasilnya R4 R 5
sebagai berikut: RC = R1 + R4 + R5
Rs = R2 + R3 (5 Ω)(5 Ω)
=
Rs = R + R (10 + 5 + 5) Ω
Rs = 2R
= 1,25 Ω
Rs, R4, R5, R6, dan R7 dirangkai secara paralel. Berdasarkan perhitungan tersebut maka
1
= 1
+ 1
+ 1
+ 1 + 1 rangkaian hambatan akan berubah menjadi
Rp Rs R4 R5 R6 R7 seperti berikut.
1 1 1 1 1
= + + + +
2R R R R R R1 = 5 Ω R4 = 5 Ω
1 2 2 2 2
= + + + +
2R 2R 2R 2R 2R
2
Rp = 9
R
Hambatan total dapat ditentukan dengan R2 = 10 Ω R3 = 10 Ω
merangkai Rp dengan R1 secara seri.
Rs = R1 + Rp RB dan R2 dirangkai seri sehingga menjadi Rs ,
1
2 sedangkan RC dan R3 dirangkai seri sehingga
= R+ R
9 menjadi Rs . Adapun perhitungannya sebagai
2
11 berikut.
= 9R
Rs = RB + R2
1
= 1,22R = 2,5 Ω + 10 Ω
Jadi, hambatan total rangkaian sebesar 1,22R. = 12,5 Ω
Rs = RC + R3
6. Jawaban: c 2
= 1,25 Ω + 10 Ω
Diketahui: R1= R2 = R3 = 10 Ω = 11,25 Ω
R4 = R5 = 5 Ω
Hasil dari Rs dan Rs dirangkai secara paralel.
V = 5,571 volt 1 2
1 1 1
Ditanyakan: I = +
Rp Rs1 Rs2
R1R3 ≠ R2R4
1 1
Oleh karena itu, rangkaian hambatan dapat = +
12,5 Ω 11,25 Ω
diselesaikan dengan persamaan trasformasi ΔY.
Gambar pada rangkaian akan menjadi sebagai 18 20
= +
berikut. 225 Ω 225 Ω

R1 38
=
RB R2 225 Ω

Rp = 5,92 Ω
R5
A RA B Hasil dari rangkaian paralel dirangkai secara seri
dengan RA sehingga memperoleh hambatan to-
R4
RC R3 tal sebagai berikut.
Rtot = RA + Rp
Berdasarkan gambar tersebut diperoleh nilai: = (2,5 + 5,92) Ω
R1 R4 = 8,42 Ω
RA = R1 + R4 + R5 Arus yang mengalir pada rangkaian listrik
(10 Ω)(5 Ω) sebesar:
=
(10 + 5 + 5) Ω V 5,571V
I = = = 0,66 A
Rtot 8,42 Ω
= 2,5 Ω
R1 R5 Jadi, arus yang mengalir pada rangkaian tersebut
RB = R1 + R4 + R5 sebesar 0,66 ampere.
(10 Ω)(5 Ω)
=
(10 + 5 + 5) Ω
= 2,5 Ω

Fisika Kelas XII 65


7. Jawaban: e Jawab:
Diketahui: R1= R4 = 5 Ω Hambatan 30 Ω dan hambatan 15 Ω dirangkai
R2= R3 = 10 Ω paralel.
R5 = 2 Ω 1 1 1 2+1 3
V = 10 volt Rp
= 15 Ω
+ 30 Ω
= 30 Ω
= 30 Ω
Ditanyakan: I
30 Ω
Jawab: Rp = 3
= 10 Ω
R1R3 = R2R4
Rangkaian akan berubah seperti gambar berikut.
Oleh sebab itu, rangkaian tersebut dapat
ε
diselesaikan dengan konsep jembatan Wheat- I
r
stone sehingga arus yang mengalir pada R5 = 0.
13 Ω 6 Ω
RB R2

10 Ω
A B
RA Dengan menggunakan hukum II Kirchhoff, arus
RC R3 yang mengalir dalam rangkaian:
Σε + ΣI R = 0

R1 dirangkai seri dengan R4 dan R2 dirangkai seri (–ε) + (I)(r + R1 + R2 + Rp) = 0


dengan R3. (–40 V) + (I)(1 Ω + 6 Ω + 13 Ω + 10 Ω) = 0
Rs = R1 + R4 = 5 Ω + 5 Ω = 10 Ω 30I = 40
1
Rs = R3 + R4 = 10 Ω + 10 Ω = 20 Ω 4
2
Hambatan total dapat ditentukan dengan I= 3 A
merangkai paralel antara Rs dan Rs . Tegangan pada resistor 13 Ω:
1 2
1 1 1 4
= + V1 = I R1 = ( 3 A)(13 Ω) = 17,33 volt
Rtot Rs1 Rs2
1 1 Tegangan pada resistor 6 Ω:
= +
10 Ω 20 Ω 4
2 1 V2 = I R2 = ( 3 A)(6 Ω) = 8 volt
= +
20 Ω 20 Ω
Tegangan pada R p bernilai sama dengan
3
= Ω tegangan pada R3 dan R4.
20
20 4
Rtot = 3 Ω VRp = I Rp = ( 3 A)(10 Ω) = 13,33 volt
Jika rangkaian tersebut dihubungkan dengan Jadi, resistor yang memiliki beda potensial
sumber tegangan sebesar 10 volt, arus yang terbesar adalah resistor berhambatan 13 Ω.
mengalir dalam rangkaian:
9. Jawaban: a
V 10 volt Hubungan antara daya, tegangan, dan hambatan
I= Rtot
= 20 = 1,5 A
3
Ω ditulis dalam persamaan:
Jadi, arus yang mengalir dalam rangkaian sebesar V2
P =
1,5 A. R
V2
8. Jawaban: b R =
P
Diketahui: ε = 40 volt Jika peralatan listrik dirangkai secara paralel,
r =1Ω besar tegangan pada setiap peralatan listrik
R1= 13 Ω bernilai sama. Oleh karena itu, besarnya
R2= 6 Ω hambatan dan besarnya daya berbanding terbalik.
R3= 15 Ω Jadi, peralatan listrik yang memiliki hambatan
R4= 30 Ω terbesar adalah peralatan listrik yang memiliki
Ditanyakan: V terbesar daya terkecil, yaitu radio.

66 Penilaian Tengah Semester 1


10. Jawaban: d = (9 × 10–9 Nm2/C2)(2 × 10–2 C/m2– 1 × 10–2 C/m2)
Diketahui: qA = +9 μC = (9 × 10–9 Nm2/C2)(1 × 10–2) N/C
qB = +16 μC = 9 × 10–7 N/C
qC = –4 μC Jadi, besar medan listrik di titik P sebesar
rA–B = 10 cm 9 × 10–7 N/C.
Ditanyakan: rA–C 12. Jawaban: a
Jawab: Diketahui: F1 = F
Susunan ketiga muatan sebagai berikut. r2 = 2r1
FAC FBC
Ditanyakan: F2
Jawab:
qA qC qB
x cm (10 – x) cm Hubungan antara gaya dan jarak dituliskan
persamaan berikut.
10 cm q1 q 2
F1 = k
r2
FAC – FBC = 0
1
FAC = FBC F~
r2
qA qC qB qC Perubahan gaya tolak-menolak setelah jarak
k 2 = k 2
r AC rBC dijadikan dua kali semula yaitu:
qA qB 2
2 = 2 F1 ⎛ r2 ⎞
r AC rBC = ⎜ ⎟
F2 ⎝ r1 ⎠
9 μC 16 μC 2
= (10 cm − x )2 F ⎛ 2r1 ⎞
x2 = ⎜ ⎟
F2 ⎝ r1 ⎠
3 4
= 10 cm − x F 4
x = 1
F2
4x = 30 cm – 3x 4F2 = F
7x = 30 1
x = 4,28 F2 = 4
F = 0,25F
Jadi, jarak kedua muatan sebesar 4,28 cm.
Jadi, gaya tolaknya menjadi 0,25F.
11. Jawaban: a
Diketahui: qA = 8 μC = 8 × 10–6 C 13. Jawaban: e
qB = 9 μC = 9 × 10–6 C Diketahui: m = 0,3 g = 3 × 10–4 kg
rA = 2 cm = 2 × 10–2 m E = 500 N/C
rB = 3 cm = 3 × 10–2 m
θ = 45°
Ditanyakan: Ep
Jawab: Ditanyakan: q
Arah medan listrik yang ditimbulkan setiap Jawab:
muatannya sebagai berikut.
EB EA 45°
qA qB

P Flistrik
8 μC 9 μC E

w = mg
Berdasarkan gambar, medan listrik dihitung
dengan perhitungan: tan 45° =
F
Ep = EA – EB w
Eq
qA q 1=
=k – k B2 mg
rA2 rB
qA q mg (3 × 10 −4 kg)(10 m/s2 )
= k( – B2 ) q= =
E 500 N/C
rA2 rB
8 × 10 −6 C 9 × 10 −6 C = 6 × 10–6 C = 6 μC
= (9 × 10–9 Nm2/C2)( 2 – )
−2
(2 × 10 m) (3 × 10 −2 m)2 Jadi, keadaan dapat tercapai jika partikel tersebut
bermuatan 6 μC.

Fisika Kelas XII 67


EB
14. Jawaban: d 17. Jawaban: b
Diketahui: r = 4 cm = 4 × 10–2 m Potensial listrik yang terjadi pada sebuah bola
R = 6 cm = 6 × 10–2 m konduktor di permukaan bola memiliki nilai yang
k = 9 × 109 Nm2/C2 sama dengan potensial listrik yang terjadi dalam
q = 2 × 10–19 C sebuah bola konduktor. Oleh karena itu, potensial
Ditanyakan: V listrik pada R memiliki kesamaan dengan
Jawab: potensial listrik pada titik Q dan titik P. Adapun
kq potensial listrik terkecil terjadi pada titik terjauh
V= R dari pusat bola konduktor. Jadi, jawaban yang
(9 × 109 )(2 × 10 −19 ) tepat adalah pilihan B.
V= V
6 × 10 −2
18. Jawaban: d
V = 3 × 10–8 V Diketahui: q = 100 μC = 10–4 C
Jadi, potensial listrik di titik P sebesar 3 × 10–8 V. x = 10 cm = 10–1 m
15. Jawaban: e Ditanyakan: V3
Diketahui: V1 = 3 × 106 V Jawab:
V2 = 10 × 10–6 V Jarak q2 dan q3: q1 q2
q = 40 C 10 cm
Ditanyakan: W r23 = x2 + x2 p
Jawab:
W = qΔV = (10 2 + 10 2 ) cm
= q(V1 – V2) q3 q4
= (40 C)(10 × 10–6 V – 3 × 106 V) = 2 10 cm
= (40 C)(7 × 106 V) q1 q2 q3
V3 = k( + + )
= 2,8 × 108 J r13 r23 r34
Jadi, usaha yang dibutuhkan untuk memindahkan 10 −4 C 10 −4 C
= (9 × 109 Nm2/C2)( + +
muatan sebesar 2,8 × 108 joule. 10 −1 m 2 10 × 10 −2 m
10 −4 C
16. Jawaban: c )
10 −1 m
Diketahui: q1 = q3 = +2 × 10–6 V = (9 × 109 Nm2/C2)(10–3 C/m + 1,6 × 10–3 C/m
q2 = q4 = –2 × 10–6 V + 10–3 C/m)
x = 30 cm = (9 × 109 Nm2/C2)(3,6 × 10–3 C/m)
Ditanyakan: Vp = 32,4 × 107 V
Jawab: Jadi, potensial di titik perpotongan diagonal
d = (30 cm)2 + (30 cm)2 sebesar 32,4 × 107 V.
+2 μC –2 μC
= (900 + 900) cm2 30 cm 19. Jawaban: e
q1 q2 Diketahui: qC = 50 μC = 5 × 10–5 C


= 1.800 cm2 V = 10 volt



Ditanyakan: W

= 30 2 cm

Jawab:

d r

r = d W = 1q V


q3

2 q4

2
1 –2 μC
= ( 30 2 cm) +2 μC 1
2 = (5 × 10–5 C)(10 volt)
2
r = 15 2 cm = 15 2 × 10–2 m = 25 × 10–5 J = 2,5 × 10–4 J
q1 q2 q3 q4 Energi yang tersimpan sebesar 2,5 × 10–4 J.
Vp = k( r1 + r2 + r3 + r4 )
20. Jawaban: c
(2 × 10 −6
C) + (−2 × 10 −6
C) + (2 × 10 −6
C) + (−2 × 10 −6
C)
Diketahui: CX = CY = 6 F
=k CZ = 12 F
15 2 × 10−2 m
V = 24 volt
=0 t = 5 menit
Jadi, besar potensial listrik di pusat persegi Ditanyakan: WZ
bernilai 0.

68 Penilaian Tengah Semester 1


Jawab: Jawab:
Kapasitor CX dan kapasitor CY dirangkai secara Induksi magnetik di titik A keluar bidang gambar,
paralel. sedangkan induksi magnetik di titik B masuk ke
Cp = CX + CY bidang gambar.
= 6 F + 6 F μ0I
BA =
= 12 F 2aA
Hasil dari kapasitas kapasitor paralel dirangkai (4π × 10 −7 Wb/Am)(10 A)
= T
seri dengan kapasitor CZ sehingga diperoleh 2(4 × 10 −2 m)
kapasitas kapasitor total. = 5π × 10–5 T
1 1 1 μ0I
Ctot
= C + BB =
p CZ 2aB
1 1 (4π × 10 −7 Wb/Am)(10 A)
= + = T
12 F 12 F 2(8 × 10 −2 m)
2
=
12 F = 2,5π × 10–5 T
Ctot = 6 F Induksi magnet di titik P:
Muatan total pada rangkaian: BP = BA – BB
q = CtotV = 5π × 10–5 T – 2,5π × 10–5 T
= (6 F)(24 V) = 2,5π × 10–5 T
= 144 C Jadi, induksi magnet di titik P sebesar 2,5π × 10–5 T.
Besar energi yang tersimpan pada kapasitor CZ: 23. Jawaban: b
q 2 Diketahui: I =8A
W = 1 a =4m
2 C
Ditanyakan: BL
(144 C)2
= 1 Jawab:
2 12 F
μ0I 1 (4π × 10 −7 Wb/Am)(8 A)
= 864 J BL = N = 2 (4 m)
T = 4π × 10–7 T
2a
Jadi, energi yang tersimpan pada kapasitor CZ
Jadi, induksi magnet di titik L sebesar 4π × 10–7 T.
sebesar 864 joule.
24. Jawaban: a
21. Jawaban: d
Diketahui: I1 = 4 A
Arah induksi magnet dapat ditentukan meng-
I2 = 8 A
gunakan aturan genggaman tangan kanan
a1 = a2 = 2 m
dengan ibu jari menunjukkan arah arus,
Ditanyakan: BP
sedangkan genggaman keempat jari menunjukkan
Jawab:
arah induksi magnet. Berdasarkan gambar pilihan
μ0I1
yang tepat adalah pilihan d dengan arah induksi B1 =
2π a1
magnet masuk tegak lurus menembus bidang
(4π × 10 −7 Wb/Am)(4 A)
gambar/menjauhi pembaca. Pilihan a dan b juga = T
2π (2 m)
memiliki arah induksi magnet tegak lurus
menembus bidang gambar/menjauhi pembaca. = 4 × 10–4 T
Adapun pilihan c dan e memiliki arah induki μ0I 2
B2 =
2a2
magnet tegak lurus keluar bidang gambar/
mendekati pembaca. (4π × 10 −7 Wb/Am)(8 A)
= T
2(2 m)
22. Jawaban: c
Diketahui: IA = IB = 10 A = 8π × 10–7 T
aA = 4 cm = 4 × 10–2 m = 25,12 × 10–7 T
aB = 8 cm = 8 × 10–2 m
BP = B2 – B1
Ditanyakan: BP
= 25,12 × 10–7 T – 4 × 10–7 T
= 21,12 × 10–7 T
Jadi, induksi magnet di titik P sebesar 21,12 × 10–7 T.

Fisika Kelas XII 69


25. Jawaban: a 28. Jawaban: b
Diketahui: N = 50 Diketahui: I1 = 1 A
I = 20 A a = 10 cm = 1 × 10–1 m
a = 40 cm = 4 × 10–1 m F
A
= 8 × 10–7 Nm–1
Ditanyakan: B
Jawab: Ditanyakan: besar dan arah I2
Jawab:
μ0 I N
B = F μ II
2π a
A
= 20π1a2
(4π × 10 −7 Wb/Am)(20 A)(50)
= T = 5 × 10–4 T (4π × 10 −7 Wb/Am)(1A)(I 2 )
2π (4 × 10 −1 m) 8 × 10–7 =
2π (1 × 10 −1 m)
Jadi, induksi magnet di sumbu toroid sebesar
5 × 10–4 T. 8 × 10–7 = 2 × 10–6I2
8 × 10−7
26. Jawaban: e I2 = = 0,4 A
2 × 10−6
Diketahui: I =5A
Jika kedua kawat saling tarik-menarik, arah arus
a = 3 cm = 3 × 10–2 m
kawat kedua ke atas. Jadi, besar dan arah arus kawat
x = 4 cm = 4 × 10–2 m kedua (I2) adalah 0,4 A ke atas.
Ditanyakan: B di titik P
Jawab: 29. Jawaban: d
Diketahui: A =4m
r = x 2 + a2 r I = 2,5 A
3 cm

= 2
3 +4 2
cm B = 0,05 T
P Ditanyakan: F
= 9 + 16 cm 4 cm Jawab:
= 25 cm Gaya magnet yang dialami penghantar
F =IAB
= 5 cm = 5 × 10–2 m
= (2,5 A)(4 m)(0,05 T)
Induksi magnet di titik P = 0,5 N
μ0 I a 2 Adapun arah gaya magnet dapat ditentukan
BP =
2r 3 dengan aturan tangan kanan. Berdasarkan
(4π × 10 −7 Wb/Am)(5 A)(3 × 10 −2 m)2 gambar, jika arah arus ke arah timur dan arah
= kuat medan magnet mendekati pembaca, arah
2(5 × 10 −2 m)3
gaya magnet ke bawah.
= 0,72π × 10–5 Wb/m2
30. Jawaban: c
Jadi, induksi magnet di titik P sebesar
Diketahui: a = 6 cm = 6 × 10–2 m
0,72π × 10–5 Wb/m2.
R = 8 cm = 8 × 10–2 m
27. Jawaban: d
Diketahui: m = 40 g = 4 × 10–2 kg
r2 = a2 + R 2
q = 1,6 C = 62 + 82 cm
B = 5 mT = 5 × 10–3 T
r = 8 mm = 8 × 10–3 m = 10 cm
= 10 × 10–2 m
Ditanyakan: p I1 = I2 = 12 A
Jawab:
Momentum partikel dapat ditentukan dengan Ditanyakan: B
perhitungan: Jawab:
Arah kuat medan magnet dapat ditentukan
mv
r = dengan aturan tangan kanan.
Bq
p
r = 10 cm
Bq 6 cm
p = Bqr
8 cm B2
= (5 × 10–3 T)(1,6 C)(8 × 10–3 m)
= 64 × 10–6 kg m/s
= 6,4 × 10–5 kg m/s
Jadi, momentum partikel sebesar 6,4 × 10–5 kg m/s.
1 2

70 Penilaian Tengah Semester 1


Arah B1 dan B2 searah yaitu ke arah barat. Besar Jawab:
kuat medan magnet di pusat lingkaran kawat a. Jika hambatan disusun paralel, tegangan
2 adalah setiap hambatan sama besar dengan
B = B1 + B2 tegangan total.
μ0 I a 2 μ I V 15 V
= + 20a I1 = = =3A
2r 3 R1 5Ω
μ I a2 1 V 15 V
= 20 ( + a) I2 = = =1A
r3 R2 15 Ω
(4π × 10 −7 Wb/Am)(12 A) (6 × 10−2 m)2 1 Jadi, kuat arus yang mengalir pada hambatan
= ( + )
2 (10 × 10 −2 m)3 6 × 10 −2 m pertama sebesar 3 A dan kuat arus kedua
sebesar 1 A.
(4π × 10 −7 Wb/Am)(12 A) 36 × 10−4 1
= ( + ) b. Energi listrik dapat ditentukan dengan per-
2 10 −3 m 6 × 10 −2 m
samaan berikut.
3,6 1 W = I 2Rt
= (2π × 10–7 Wb/Am)(12 A)( + )
1m 6 × 10 −2 m Berdasarkan persamaan di atas, energi listrik
= (2π × 10–7 Wb/Am)(20,267 m) tiap-tiap hambatan sebagai berikut.
= 4,864π × 10–5 T W1 = I12R1t
Jadi, kuat medan magnetnya sebesar = (3 A)2(5 Ω)(18.000 s)
4,864π × 10–5 T ke arah barat.
= 810.000 joule
B. Uraian = 8,1 × 105 joule
1. Diketahui: RG = 50 Ω W2 = I22R2t
IG = 20 mA = (1 A)2(15 Ω)(18.000 s)
I =5A = 270.000 joule
Ditanyakan: Rsh = 2,7 × 105 joule
Jawab:
3. Diketahui: R1= 2 Ω
Besarnya faktor pengali pada galvanometer:
R2= 3 Ω
I
n= R2= 5 Ω
IG
5A ε1 = 24 volt
= ε2 = 4 volt
2 × 10 −2 A
Ditanyakan: Vab
= 250
Jawab:
Besarnya hambatan shunt pada galvanometer: Arus yang mengalir dalam rangkaian sebagai
RG berikut.
Rsh = n −1
Σε + ΣIR = 0
50 Ω (4 V – 24 V) + I(2 Ω + 3 Ω + 5 Ω) = 0
= 250 − 1
–20 V + (10 Ω)I = 0
50 Ω (10 Ω)I = 20 V
= 249
I=2A
= 0,2 Ω Beda potensial antara titik AB adalah:
Jadi, besarnya hambatan shunt yang harus
VAB = Σε + ΣIR
dipasang sebesar 0,2 Ω.
= 0 + (2 A)(5 Ω)
2. Diketahui: R1= 5 Ω = 10 V
R2= 15 Ω Jadi, beda potensial antara titik ab sebesar 10 V.
V = 15 volt
t = 5 jam = 18.000 s
Ditanyakan: a. I1 dan I2
b. W1 dan W2

Fisika Kelas XII 71


4. Diketahui: V = 40 volt Jawab:
R1= 4 Ω Muatan q3 mendapat gaya tolak dari q1(F31) dan
R2= 4 Ω gaya tarik dari q2(F32).
q 3q1
R3= 8 Ω F31 = k r 2
31
Ditanyakan: I1
(4 × 10−6 C)(8 × 10−6 C)
Jawab: = (9 × 109 Nm2/C2)
(0,3 m)2
Hambatan R1 dan R2 dirangkai paralel sehingga F 31 = 3,2 N
nilainya:
q3q2
1
=
1
+
1 F32 = k r 2
32
Rp R1 R2
1 1 (4 × 10−6 C)(3 × 10−6 C)
= + = (9 × 109 Nm2/C2)
4Ω 4Ω (0,1m)2
F 32 = 10,8 N
2
= Oleh karena F31 dan F32 berlawanan arah, maka:

F3 = F31 – F32 = 3,2 N – 10,8 N = –7,6 N
Rp = 2 Ω
Hambatan total pada rangkaian: Tanda negatif artinya gaya muatan q3 sebesar
7,6 N searah dengan F32, yaitu ke arah kiri.
RT = Rp + R3
=2Ω+8Ω 6. Diketahui: P1 = 40 watt
= 10 Ω V1 = 220 volt
Arus total yang mengalir dalam rangkaian: V2 = 110 volt
V = IRp t = 5 menit = 300 s
V Ditanyakan: W jika t = 5 menit
I = Jawab:
Rp
Setiap peralatan listrik meskipun dihubungkan
40 V
= tegangan yang berbeda, nilai hambatan listrik
10 Ω
pada peralatan tersebut bernilai sama. Oleh
=4A karena itu, hubungan antara daya dan tegangan
Tegangan yang mengalir dalam rangkaian paralel:
dituliskan dalam persamaan:
Vp = IRp 2
P1 ⎛ V1 ⎞
= (4 A)(2 Ω) = ⎜V ⎟
P2 ⎝ 2⎠
=8V
2
Kuat arus yang melalui hambatan R1: 40 ⎛ 220 V ⎞
= ⎜ 110 V ⎟
P2 ⎝ ⎠
Vp 8V
I1 = = =2A
Rp 4Ω 4P2 = 40 W
Jadi, kuat arus yang melalui hambatan R1 sebesar P2 = 10 W
2 A. Energi listrik yang diserap:
5. Diketahui: W = P2t
= (10 W)(300 s)
q1 q2 q3 = 3.000 J
F32 F31 = 3 kJ
Jadi, energi yang diserap solder sebesar 3 kJ.
q1 = –8 μC = –8 × 10–6 C 7. Diketahui: q1 = +6 μC = +6 × 10–6 C
q2 = +3 μC = +3 × 10–6 C koordinat q1 = (–3, 0)
q3 = –4 μC = –4 × 10–6 C q2 = +2 μC = 2 × 10–6 C
r13 = 0,3 m koordinat q2 = (3, 0)
r23 = 0,1 m Ditanyakan: a. VA (0, 4) m
Ditanyakan: F3 b. VB (0, 0) m
c. W untuk memindahkan muatan
–0,4 μC ke titik A

72 Penilaian Tengah Semester 1


Jawab: μ0IB
y BB =
2π aB
A (4π × 10 −7 Wb/Am)(20 A)
=
2π (3 × 10 −2 m)
5m 5m
4m = 1,33 × 10–2 T
q1 q2
3m 3m Induksi magnet di titik P
+ +
B BP = BA – BB
(–3, 0) (3, 0)
(0, 0)
= 4 × 10–2 T – 1,33 × 10–2 T
a. Potensial listrik di titik A (VA) = 2,67 × 10–2 T
r1 = r1 = 5 m Jadi, induksi magnet di titik P sebesar 2,67 × 10–2 T.
A
r2 = r2 = 5 m
A 9. Diketahui: A = 40 cm = 0,4 m
q1 q2
VA = k( + ) R = 15 Ω
r1 r2
I = 0,02 A
+6 × 10 −6 C +2 × 10 −6 C
= (9 × 109 Nm2/C2)( 5m + 5m ) B = 0,5 T
Ditanyakan: v
= 1,44 × 104 V Jawab:
Potensial listrik di titik A sebesar 1,44 × 104 V. εind = IR
b. Potensial listrik di titik B (0, 0) = (0,02 A)(15 Ω)
r1 = r1 = 3 m = 0,3 V
B
r2 = r2 = 3 m
B εind = BAv
q1 q2
VB = k( + ) ε
r1 r2 v = BindA
+6 × 10−6 +2 × 10−6
= (9 × 109)( + ) 0,3 V
3 3 = (0,5 T)(0,4 m)
= 2,4 × 104 volt
= 1,5 m/s
Potensial listrik di titik B sebesar 2,4 × 104 V.
Arah kecepatan dapat ditentukan menggunakan
c. Usaha untuk memindahkan muatan –0,4 μC kaidah tangan kanan untuk gaya Lorentz. Ibu jari
ke titik A menunjukkan arah arus, jari telunjuk menunjukkan
q = –0,4 μC = –0,4 × 10–6 C arah medan magnet, sedangkan jari tengah yang
WA = q ΔVA ditekuk menunjukkan arah gaya Lorentz.
= +(0,4 × 10–6 C)(2,4 V × 11,44 × 104 V) Berdasarkan kaidah tersebut diketahui gaya
= 9,6 × 10–3 J Lorentz berarah ke kiri. GGL induksi yang timbul
selalu berlawanan dengan penyebabnya. Dengan
Usaha yang diperlukan sebesar 9,6 × 10–3 J.
demikian arah gerak batang AB berlawanan
8. Diketahui: IA = IB = 20 A dengan arah gaya Lorentz, yaitu ke kanan. Jadi,
aA = 1 cm = 1 × 10–2 m batang AB bergerak ke kiri dengan kecepatan
aB = 3 cm = 3 × 10–2 m 1,5 m/s.
Ditanyakan: BP
10. Diketahui: I1 = 30 A
Jawab:
I2 = 40 A
Arah induksi magnet di titik A masuk ke bidang
a1 = 25 cm = 0,25 m
gambar, sedangkan arah induksi magnet di titik
a2 = 75 cm = 0,75 m
B keluar bidang gambar.
L = 30 cm = 0,3 m
μ0I A
BA = μ0 = 4π × 10–7 Wb/Am
2π aA
(4π × 10 −7 Wb/Am)(20 A)
=
2π (1× 10 −4 m)

= 4 × 10–2 T

Fisika Kelas XII 73


Menentukan arah gaya dengan kaidah tangan μ0 I1 I 2
FBC = 2π a2
×L
kanan.
Q (4π × 10 −7 Wb/Am)(30 A)(40 A)
D C = × 0,3 m
(2π )(0,75 m)
FCD
I2 = 0,96 × 10–4 N
FAB L
I1 FAD FBC FAD dan FBC berlawanan arah sehingga resultan
gaya adalah selisih aljabar antara kedua gaya.
A B F = FAD – FBC
P
a1 d
= 2,88 × 10–4 N – 0,96 × 10–4 N
a2 = 1,92 × 10–4 N
μ0 I1 I 2 Besar gaya magnet pada kawat ABCD sebesar
FAD = 2π a1
×L 1,92 × 10–4 N.
(4π × 10 −7 Wb/Am)(30 A)(40 A)
= × 0,3
(2π )(0,25 m)

= 2,88 × 10–4 N

74 Penilaian Tengah Semester 1


Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu:
1. menjelaskan dan menganalisis fenomena induksi elektromagnetik berdasarkan percobaan;
2. menciptakan karya sederhana berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, peserta didik mampu:
1. mensyukuri keseimbangan antara medan magnet dan medan listrik sehingga tercipta teknologi yang sangat bermanfaat;
2. berperilaku ilmiah dalam kegiatan pembelajaran dan kehidupan sehari-hari.

Induksi Faraday

Mempelajari

Aplikasi Induksi Faraday


Gaya Gerak Listrik (GGL) Induksi Induktansi dalam Produk Teknologi

Mencakup Mencakup Mencakup

• Hukum Faraday tentang GGL • Induktansi Diri • Generator


Induksi • Koil Tesla • Transformator
• Hukum Lenz
• GGL Induksi pada Loop Kawat

Mampu

• Menjelaskan konsep GGL induksi dan menjelaskan penyebabnya.


• Menjelaskan konsep induktansi.
• Menjelaskan aplikasi induksi Faraday pada generator dan transformator.
• Membuat karya yang menerapkan konsep induksi elektromagnetik.
• Mensyukuri keberadaan magnet dan listrik yang saling berhubungan sehingga
memudahkan kehidupan manusia.
• Berperilaku ilmiah dan bekerja sama dalam setiap kegiatan.

Fisika Kelas XII 75


A. Pilihan Ganda 4. Jawaban: a
1. Jawaban: e Besar GGL induksi pada kumparan:
Menurut hukum Faraday GGL induksi yang dΦ
ε ind = –N dt
terjadi pada loop tertutup sebanding dengan
Keterangan:
negatif kecepatan perubahan fluks magnetik dan
N = jumlah lilitan
berbanding terbalik dengan waktu yang dilewati dΦ = laju perubahan fluks magnetik (Wb)
dΦ dt = laju perubahan waktu (s)
fluks magnetik yang dituliskan εmd = – dt .
Jadi, faktor yang memengaruhi besar GGL
2. Jawaban: d induksi ditunjukkan oleh angka 1) dan 2).
Apabila kutub utara D
A 5. Jawaban: c
magnet didekatkan maka S
terjadi pertambahan garis Diketahui: ε ind = 2,5 volt
U
gaya magnetik dari D ke Φm = 6 × 10–2 Wb
1
C yang dilingkupi oleh Φm = 0
kumparan. G
Ditanyakan: Δt
2

Sesuai dengan hukum B – +


C
Jawab:
Lenz maka timbul garis
ΔΦm
gaya magnetik baru dari D ke C untuk εind = – Δt
menentang pertambahan tersebut di atas. Garis
gaya magnetik ini menimbulkan arus induksi ΔΦm
Δt = –
dengan arah CDAB (aturan tangan kanan) ε ind
sehingga jarum galvanometer bergerak ke kanan. Φ m2 − Φ m1
Jika kutub utara magnet dijauhkan maka akan =–
ε ind
terjadi kebalikannya sehingga jarum galvanometer
bergerak ke kiri dan akhirnya berhenti. (0 − 6 × 10 −2 Wb)
=– 2,5 volt
3. Jawaban: b
Diketahui: N = 200 = 0,024 sekon
Φm = 6 × 10–4 Wb Jadi, fluks magnetik membutuhkan waktu
1
Φm = 1 × 10–4 Wb 0,024 sekon untuk berubah dari 6 × 10–2 Wb
2 menjadi nol.
Δt = 0,02 s
Ditanyakan: εind 6. Jawaban: a
Jawab : Diketahui: A =1m
dΦ ω = 10 rad/s
ε ind = –N dt m B = 0,1 T
ΔΦ m Ditanyakan: ε
= –N Δt Jawab:
Φ m2 − Φ m1
Menurut hukum Faraday:
= –N dΦ
Δt ε ind = dt
(1 × 10 −4 Wb − 6 × 10 −4 Wb)
= –(200) =
B dA
0,02 s
dt
=5V B π A2
=
Jadi, besar GGL induksi pada ujung-ujung Δt
kumparan sebesar 5 V. B 2π
= 2 ( T )A 2
1
= 2 B ω A2

76 Induksi Faraday
1 9. Jawaban: d
ε ind = 2
(0,1 T)(10 rad/s)(1 m)2
Diketahui: N 1 = 2.000
ΔΦ = 0,06 Wb
= 0,5 V 1
Δt1 = 0,4 s
1
Jadi, GGL induksi antara kedua ujung tongkat N 2 = 2 N1 = 1.000
sebesar 0,5 V. ΔΦ = 0,08 Wb
2

7. Jawaban: b Δt2 = 0,2 s


Analisis arah GGLGinduksi yang benarGyaitu jika Ditanyakan: ε 1 : ε 2
medan magnetik B dan luas vektor A bernilai Jawab:
positif maka sudut (Gθ ) adalah 0o dan searah.
G Jika ε1 −N1 Δt 1
ΔΦ

medan magnetik B dan luas vektor A bernilai = ΔΦ


1

ε2 −N 2 Δt 2
negatif maka sudut ( θ ) adalah 180 o dan 2

berlawanan arah. (2.000)( −


0,06 Wb
)
0,4 s
= 0,08 Wb
8. Jawaban: b (1.000)( − 0,2 s
)
Diketahui: A = 32 cm = 0,32 m
300
B = 0,75 T = 400
v = 8 m/s
3
R = 20 Ω = 4
Ditanyakan: ε ind, I, F, kutub A dan B
Jadi, perbandingan GGL induksi kumparan
Jawab:
pertama dan kedua adalah 3 : 4.
1) ε ind = B A v
= (0,75 T)(0,32 m)(8 m/s) 10. Jawaban: d
= 1,92 V Diketahui: N = 500 lilitan
s = 15 cm = 0,15 m
Jadi, GGL induksi yang ditimbulkan sebesar
B1 = 0
1,92 V (pernyataan 1 benar).
B2 = 1 T
ε Δt = 0,5 sekon
2) I = R
Ditanyakan: ε ind
1,92 V Jawab:
=
20 Ω
dΦ ΔBA
= 0,096 A εind = –N dt
= N Δt
Jadi, arus yang melalui R sebesar 0,096 A. (B2 − B1)s 2
(Pernyataan 2 salah) =N
Δt
3) F=BI A (1T − 0)(0,15 m)2
= (500)
= (0,75 T)(0,096 I)(0,32 m) 0,5 s
0,0225 Tm2
= 0,02304 N = (500) 0,5 s
Arah gaya Lorentz ke kiri berlawanan
11,25
dengan arah kecepatan. = 0,5
V = 22,5 V
Jadi, gaya Lorentz pada penghantar AB
Jadi, GGL induksi yang timbul sebesar 22,5 V.
sebesar 0,02304 N ke kiri. (Pernyataan 3
salah) B. Uraian
4) Medan magnet masuk bidang gambar dan 1. Diketahui: A = 100 cm2 = 1 × 10–2 m2
arah gaya Lorentz ke kiri sehingga arus ke B = 5 × 10–2 T
t = 0,2 sekon
atas. Arus mengalir dari positif ke negatif
Ditanyakan: a. εind (θ = 30°)
sehingga B positif dan A negatif. (Pernyataan
b. εind (θ = 45°)
4 benar) Jawab:
Jadi, pernyataan yang benar ditunjukkan oleh a. Sudut 30o
angka 1) dan 4).
dΦ BA cos θ
ε ind = dt
= t
Δt = 0,01 s

Fisika Kelas XII 77


4. Jawaban: c
A. Pilihan Ganda
Diketahui: L = 0,8 H
1. Jawaban: c I = (2t 2 – 4t + 3) A
Besar induktansi pada solenoid dirumuskan ε ind = –1,6 V
sebagai berikut. Ditanyakan: t
μ0 A N 2 Jawab:
L=
A dI
Induktansi solenoid sebanding dengan kuadrat ε ind = –L dt
jumlah lilitan dan luas penampang serta d (2t 2 − 4t + 3)
–1,6 V = –(0,8 H)
berbanding terbalik dengan panjang solenoid. dt
–1,6 V = –0,8 H(4t – 4) A/s
2. Jawaban: b
–1,6 V = –3,2t V/s + 3,2 V
Diketahui: L = 50 mH = 0,05 H
ΔI = 10 A – 5 A = 5 A 3,2 V + 1,6 V
t=
Δt = 0,2 sekon 3,2 s
Ditanyakan: ε 4,8
Jawab: = 3,2
s = 1,5 s
dI ΔI
Jadi, GGL induksi sebesar –1,6 V terjadi saat
ε = L dt = L Δt t = 1,5 sekon.

5A 5. Jawaban: a
= (0,05 H) 0,2 s Tepat saat sakelar S ditutup, arus listrik tidak
serta merta mengalir pada resistor. Hal ini
= 1,25 V
disebabkan adanya GGL induksi timbul pada
Jadi, GGL induksi yang dibangkitkan sebesar
induktor L yang menentang perubahan arus
1,25 volt.
tersebut. Dengan demikian tidak ada beda
3. Jawaban: b potensial pada resistor R. Sebaliknya, GGL
Diketahui: Toroid: induksi yang timbul pada induktor memiliki nilai
N 1 = 1.000 lilitan yang sama dengan GGL baterai tetapi
berlawanan arah untuk menjaga kondisi arus
r = 0,5 m
tetap nol. Jadi, pada saat sakelar ditutup nilai
A = 2 × 10–3 m2
GGL baterai sama dengan nilai GGL induksi pada
ΔI = 9 A – 7 A = 2 A induktor tetapi arahnya berlawanan. Adapun GGL
Δt = 1 pada resistor bernilai nol karena arus listrik belum
Kumparan: mengalir. Seiring waktu berlalu, GGL pada
N 2 = 5 lilitan induktor berkurang sedangkan GGL pada resis-
μ0 = 4π × 10–7 H/m tor bertambah karena arus listrik pada
Ditanyakan: ε resistor bertambah.
Jawab: 6. Jawaban: d
M=
μ0 N1 N 2 A Diketahui: ε ind = 2 V
A ΔI = 2 A – 1,75 A = 0,25 A
(4π × 10 −7 H/m)(1.000)(5)(2 × 10 −3 m2 )
= Δt = 0,5 s
(2π )(0,5 m)
Ditanyakan: L
= 4 × 10–6 H Jawab:
GGL induksi pada kumparan dI ΔI
ΔI
ε = –L dt = –L Δt
ε2 = M Δt2
Tanda negatif hanya menunjukkan hukum Lenz.
2A
= (4 × 10–6 H)( 1s ) Δt
L =ε
ΔI
= 8 × 10–6 V = 8 μV (2 volt)(0,5 s)
L = =4H
Jadi, GGL imbas pada kumparan sebesar 8 μV. 0,25 A
Jadi, kumparan memiliki induktansi sebesar 4 H.

78 Induksi Faraday
7. Jawaban: e 10. Jawaban: a
Diketahui: N 1 = 100 lilitan Diketahui: A = 25 cm = 0,25 m
N 2 = 200 lilitan N1 = 400 lilitan
L1 = 4 mH N2 = 100 lilitan
Ditanyakan: L2 A = 15 cm2 = 15 × 10–4 m5
Jawab: Ditanyakan: M
Induktansi diri sebanding dengan kuadrat jumlah Jawab:
lilitan sehingga: μ0 A N1 N 2
M=
L1 N12 A
L2 = N 22 (4π × 10 −7 Wb/Am)(15 × 10 −4 A)(400)(100)
=
1002 0,25 m
4 × 10 −3 H
= = 9,6π × 10–4
L2 2002
40.000(4 × 10 −3
H) Jadi, induktansi bersama kedua solenoid sebesar
L2 = 9,6π × 10–4 H.
10.000
L2 = 16 × 10–3 H B. Uraian
= 16 mH 1. Diketahui: L = 200 mH = 0,2 H
Jadi, induktansi diri kabel telepon sebesar 16 mH. ε ind = 4 volt
8. Jawaban: a I1 =1A
Diketahui: L =1H I2 = 0,5 A
I1 = 0,1 A Ditanyakan: t
I2 = 0,05 A Jawab:
Δt = 10 ms = 0,01 s dl ΔI
ε in = –L dt = –L Δt
Ditanyakan: ε
Jawab: ΔI
Δt = –L
dI ΔI ε ind
ε = –L dt =L Δt (l − I ) (0,5 A − 1A)
Δt = –L 2ε 1 = –(0,2 H) = 0,025 s
ind 4V
(I2 − I1)
= –L Jadi, untuk menghasilkan GGL induksi sebesar
Δt
4 V diperlukan perubahan arus listrik selama
(0,05 A − 0,1A) 0,025 s.
= –(1 H) =5V
0,01s
2. Diketahui: N = 8.000
Jadi, GGL induksi yang dibangkitkan solenoid
Φ 1 = 4.000 Wb
sebesar 5 volt. Φ 2 = 2.000 Wb
9. Jawaban: d Δt = 4 s
Diketahui: A = 0,02 m2 Ditanyakan: ε
ΔB Jawab:
Δt
= 2 × 10–4 T/s ΔΦ = Φ2 – Φ1
R = 0,1 Ω = 2.000 Wb – 4.000 Wb
Ditanyakan: I = –2.000 Wb
Jawab: ΔΦ
ε = –N Δt
ΔΦ
ε = –N Δt 2.000 Wb
= –(8.000)(– )
ΔB A 4s
= –N Δt =4× 106
V
= –(1)(2 × 10–4 T/s)(0,02 m2) = 4 MV
= 4 × 10–6 V Jadi, GGL induksi yang terjadi sebesar 4 MV.
ε 4 × 10 −6 V 3. Diketahui: N = 5.000 lilitan
I= R
= 0,1 Ω = 4 × 10–5 A
A = 25 cm = 0,25 m
Berdasarkan aturan tangan kanan maka arus A = 4 cm2 = 4 × 10–4 m2
induksi searah dengan jarum jam. ε = 5 volt
t = 0,5 sekon
Ditanyakan: I dan W

Fisika Kelas XII 79


Jawab: Jawab:
Arus yang mengalir: dI
ε ind = –L dt
dI ΔI
ε ind = –L dt = –L Δt μ0N 2 A dI
ε ind = – dt
2 A
μ0N A ΔI
ε ind = – Δt dI ε ind A
A
=–
ε ind A Δ t
dt μ0N 2 A
ΔI = – −(4 × 10−4 V)(0,2 m)
μ 0N 2 A = (4π × 10−7 Wb/Am)(500)2 (4 × 10−4 m2 )
−(5 V)(0,25 m)(0,5 s)
= = –0,637 A/s
(4π × 10 −7 Wb/Am)(50.00)2 (4 × 10 −4 m2 )
Jadi, laju penurunan arus listrik di dalam induktor
0,625 sebesar –0,637 A/s.
= A = 49,76 A
0,1256
5. Perubahan medan magnet yang konstan di dalam
Energi yang disimpan pada solenoid: induktor menimbulkan GGL induksi yang konstan
1 di dalam induktor. GGL induksi selalu melawan
W = 2
LI 2 perubahan medan magnet di dalam induktor.
1 μ 0N 2 A 2
Adanya GGL induksi menyebabkan penurunan
= 2
I arus listrik pada rangkaian. Oleh karena GGL
A
induksi bernilai konstan, arus listrik yang
1 (4π × 10 −7 Wb/Am)(5.000)2 (4 × 10 −4 m2 ) mengalir pada saat dipasang induktor lebih kecil
=2 (49,76 A)2
0,25 daripada arus listrik yang mengalir tanpa induktor
= 62,20 J pada tegangan sinusoidal. Selanjutnya, besi yang
Jadi, energi yang tersimpan dalam solenoid dimasukkan ke dalam induktor meningkatkan
sebesar 62,20 J. medan magnet solenoid. Hal ini menyebabkan
4. Diketahui: N = 500 lilitan GGL induksi pada induktor menjadi lebih besar
A = 20 cm = 0,2 m sedangkan arus listrik menjadi lebih kecil.
A = 4 cm2 = 4 × 10–4 m2 Akibatnya, nyala lampu menjadi lebih redup dari
ε ind = 400 μV = 4 × 10–4 V semula.
μ 0 = 4π × 10–7 Wb/Am
dI
Ditanyakan: dt

2. Jawaban: b
A. Pilihan Ganda
Diketahui: A = 6 cm × 6 cm
1. Jawaban: b = 36 cm2 = 36 × 10–4 m2
Besar GGL induksi pada generator dirumuskan N = 300 lilitan
sebagai berikut. B = 15 mT = 15 × 10–3 T
ε = NBAω sin ωt ω = 120 rad/s
Dengan demikian, besar GGL induksi pada Ditanyakan: ε maks
generator dipengaruhi oleh: Jawab:
1) banyak lilitan kumparan (N); ε = N B A ω sin at
2) kuat medan magnet (B); Oleh karena yang diminta adalah GGL
3) luas bidang kumparan (A); maksimum maka sin ωt bernilai 1. Persamaan
4) kecepatan sudut (ω). tersebut menjadi:
Hambatan kumparan tidak memengaruhi besar ε maks = N B A ω
GGL induksi. Jadi, faktor yang benar adalah ε maks = (300)(15 × 10–3 T)
1) dan 3). (36 × 10–4 m2)(120 rad/s)
ε maks = 1,94 V
Jadi, GGL bolak-balik maksimum sebesar
1,94 volt.

80 Induksi Faraday
3. Jawaban: b 6. Jawaban: b
Diketahui: Vs =9V Diketahui: Vp = 60 V
Vp = 220 V Vs = 220 V
Np = 400 N p = 85 V
Is = 400 mA η = 85%
Ditanyakan: Pp Ps = 80 W
Jawab: Ditanyakan: Ip, Is, Pp, Ns
Vp Is Jawab:
= 1) Kuat arus primer:
Vs Ip
Ps
120 V
=
400 mA η= × 100%
Vp Ip
9V Ip
I p = 30 mA = 0,03 A 85% =
80 W
× 100%
(60 V)Ip
Pp = IpVp
= (0,03 A)(120 V) 80 W
I p = (60 V)(0,85 A) = 1,57 A
= 3,6 W
Jadi, daya masukan transformator sebesar 3,6 W. 2) Kuat arus sekunder:
4. Jawaban: c Ps 80 W
Is = = = 0,36 A
Gaya gerak listrik generator Vs 220 V
2π 3) Daya masukan
εgenerator = NABω = NAB T
= NAB 2πf
Pp = Vp Ip
1) εgenerator = NABω(2πf)) = 2NABω
2π 1 = (60 V)(1,57 A)
2) εgenerator = NAB 2T = 2
NABω
= 94,2 W
1 1
3) εgenerator = ( 2 N)ABω = 2
NABω 4) Jumlah lilitan sekunder
4) εgenerator = NA(2B)ω = 2NABω Vs
Ns = Np
1 1 Vp
5) εgenerator = N( 2 A)Bω = 2
NABω 220 V
= 60 V
(500)
1
Agar εgenerator = ( 2 )εgenerator semula, maka jumlah = 1.833
lilitan, induksi magnet, luas penampang dan Jadi, besaran dan nilai yang tepat
frekuensi dijadikan setengah kali semula atau ditunjukkan oleh angka 1) dan 3).
periode dijadikan dua kali semula. Jadi,
7. Jawaban: c
pernyataan yang tepat ditunjukkan oleh angka
Diketahui: A = 0,2 m2 B = 0,5 T
2), 3), dan 5).
T = 0,02 s N = 200 lilitan
5. Jawaban: c Ditanyakan: ε maks
Diketahui: Transformator Jawab:
Vp = 220 V ε maks = NABω
I p = 3 mA 2π
= NAB 2T
I s = 75 mA
Ditanyakan: Np dan Vs 2π
= (200)(0,5 m2)(0,5 T) 0,02 s = 6.280 V
Jawab:
Np
Jadi, GGL maksimum yang dihasilkan sebesar
Is
a. = 6,28 kV.
Ns Ip

Ns Is (40)(75 mA) 8. Jawaban: c


Np = = 3 mA = 1.000 lilitan Diketahui: N = 100 lilitan
Ip
A = 200 cm2 = 0,02 m2
Vp Np
b. = B = 0,2 T
Vs Ns
R = 25 Ω
Vp N s (220 V)(40)
Vs = = 1.000
= 8,8 V f = 50 Hz
Np
Ditanyakan: I maks
Jadi, nilai x dan y secara berturut-turut adalah
1.000 lilitan dan 8,8 V.

Fisika Kelas XII 81


Jawab: 11. Jawaban: e
ε maks = NBAω Diketahui: N p = 500 lilitan
= NBA (2π f) Ns = 1.200 lilitan
= (100)(0,2 T)(0,02 m2)(2π)(50 Hz) = 40π V
Vp = 30 V
ε maks 40π V
I maks = R
= 25 Ω
= 1,6π A Ip = 2 A
Jadi, arus induksi maksimum sebesar 1,6π A. Ditanyakan: η
Jawab:
9. Jawaban: a
Tegangan sekunder:
Diketahui: ε 0 = 150 V
R = 12 Ω Ns
Vs = Vp
Np
ε ind= 60 V
Ditanyakan: I0 : Iind 1.200
Vs = 500
(30 V)
Jawab:
Ketika motor pertama kali dinyalakan, GGL Vs = 72 V
induksi bernilai GGL induksi bernilai nol karena
kumparan belum berputar. Arus sekunder:
ε 150 V Np
I0 = R0 = = 12,5 A Is = I
12 Ω Ns p
Pada saat mencapai kelajuan maksimum, GGL 500
Is = (2 A)
induksi bernilai maksimum dan melawan GGL 1.200
motor mula-mula. I s = 0,83 A
ε − ε0
I′ = R Efisiensi:
(150 V − 60 V) Vs I s
= 12 Ω
= 7,5 A η = × 100%
Vp Ip
I0 12,5 A 5 (72 V)(0,83 A)
I′
= = 37,5 A η = × 100%
(30 V)(2 A)
Jadi, perbandingan arus listrik saat motor 59,76
dinyalakan dan ketika mencapai kelajuan η = 60
× 100%
maksimum adalah 5 : 3. η = 99,6%
10. Jawaban: c 12. Jawaban: b
Diketahui: N p = 2.000 lilitan Diketahui: N p = 480
Ns = 800 lilitan
Ns = 90
Vs = 200 V
B = 1,1 T
Is =4A
εrms = 2.000 V
Ip = 0,5 A
f = 50 Hz
Ditanyakan: ΔP Ditanyakan: A
Jawab: Jawab:
Ps = Vs Is = (200 V)(4 A) = 800 W ε = NωΦ
N ωΦ
Vp Np εrms = 2
Vs = N
s 2ε rms ( 2)(2.000 V)
Φ= = = 0,0188 Wb
Np Nω (480)(2π )(50 Hz)
2.000
Vp = N Vs = 800
(200 V) = 500 V Luas penampang inti besi:
s

Pp = Vp Ip = (500 V)(0,5 A) = 250 W Φ = BA


Φ 0,0188 Wb
ΔP = Pp – Ps = (800 – 250) = 550 W A= = = 0,0170 m2 = 17 cm2
B 1,1 T
Jadi, daya yang berubah menjadi kalor sebesar Jadi, luas penampang inti besi sebesar 17 cm2.
550 W.

82 Induksi Faraday
13. Jawaban: d B. Uraian
Diketahui: Vp = 220 V
1. Diketahui: N = 1.500 lilitan
I p = 50 mA = 0,05 A A = 50 cm2 = 5 × 10–3 m2
η = 80% B = 0,4 Wb/m2
Vs = 5 V εmaks = 200 volt
Ditanyakan: I s Ditanyakan: f
Jawab: Jawab:
VpIp ε maks = N B A ω
η = ε maks
VsI s ω =
NBA
VpIp (220 V)(0,05 A) 200 V
I s = V η = (5 V)(80%) = 2,75 A =
s (1.500)(0,2 Wb/m2 )(5 × 10 −3 m)
Jadi, arus listrik yang mengalir pada kumparan 200
sekunder sebesar 2,75 A. = 3
rad/s

14. Jawaban: b ω = 2π f
200
ω rad/s 200 200
Diketahui: Np : Ns = 10 : 1 f = 2π = 3 = Hz = Hz = 10,61 Hz
2π 6π 18,84
Vp = 220 V
Jadi, frekuensi yang dihasilkan 10,61 Hz.
I p = 0,5 A
ΔP = 11 W 2. Diketahui: η = 80% Vs = 30 V
Vp = 300 V I p = 0,5 A
Ditanyakan: Vs dan Is
Ditanyakan: I s
Jawab:
Jawab:
1) Tegangan sekunder
Is Vs η Ip Vp
Vp Np η= → Is =
= N Ip Vp Vs
Vs s
(80%)(0,5 A)(300 V)
Ns 1 = =4A
Vs = N Vp = 10 (220 V) = 22 V (30 V)
p

2) Arus sekunder trafo 22 V. Jadi, besar kuat arus pada kumparan sekunder
sebesar 4 A.
Pp = VpIp = (220 V)(0,5 A) = 110 W
3. Diketahui: m = 2 kg t =1s
Ps = Pp – ΔP = 110 W – 11 W = 99 W
V = 50 V h = 2,5 m
Ps = VsIs I = 3,92 A g = 9,8 m/s2
Ps 99 W Ditanyakan: η
Is = Vs = = 4,5 A Jawab:
22 V
Jadi, tegangan arus sekunder trafo secara Ep mgh
η = × 100% = V It
× 100%
berturut-turut sebesar 22 V dan 4,5 A. W
(2 kg)(9,8 m/s2 )(2,5 m)
15. Jawaban: e = × 100%
(50 V)(3,92 A)(1s)
Diketahui: V s = 150 kV = 150.000 V
V p = 200 V 49
= × 100% = 25%
N p = 500 lilitan 196

Ditanyakan: Ns Jadi, efisiensi elektromotor sebesar 25%.


Jawab: 4. Diketahui: T = 0,05 s
Np Vp B = 0,2 T
=
Ns Vs A = 40 cm2 = 4 × 10–3 m2
V εmaks = 220 V
Ns = Vs Np
p Ditanyakan: N
150.000 V Jawab:
Ns = (500) = 375.000 lilitan
200 V 2π 2π
Jadi, lilitan sekunder harus berjumlah 375.000 Kecepatan sudut: ω = T = 0,05
= 125,6 rad/s
lilitan.

Fisika Kelas XII 83


GGL maksimum: b. Oleh karena lampu dipasang paralel,
ε maks = N B A ω tegangan sekunder trafo sama dengan
ε maks 220 V
tegangan lampu.
N = =
BA ω (0,2 T)(4 × 10 −3 m2 )(125,6 rad/s) Vs = 12 V
220
Np : Ns = 20 : 1
= 0,1
= 2.200
Np Vp
Jadi, jumlah lilitan kumparan generator sebanyak =
Ns Vs
2.200 lilitan. 20 Vp
1
= 12 V
5. Diketahui: η = 80%
Lampu (10 buah; paralel) Vp = 20(12 V)
V = 12 V = 240 volt
P = 40 W
Jadi, tegangan primer trafo sebesar 240 V.
Np : Ns = 20 : 1
Ditanyakan: a. Pp c. Pp = Vp Ip
Pp 500 W
b. Vp Ip = = = 2,08 A
Vp 240 V
c. Ip
Jawab: Jadi, arus pada kumparan primer sebesar 2,08 A.
a. Ps = Ptot lampu = 10(40 W) = 400 W
Ps
η=
Pp
Ps 400
Pp = = W = 500 W
η 0,8
Jadi, daya masukan trafo 500 W.

84 Induksi Faraday
Hukum Faraday tentang
GGL Induksi dΦ
εind = –N dt

GGL Induksi Hukum Lenz

GGL Induksi pada


Loop Kawat dΦ
εind = –N dt
= –BAv

1
W= 2
LI 2

Induktansi Diri dl
ε = –L dt

μ0N 2 A
L=
Induksi Induktansi
A

Faraday

Koil Tesla

Generator AC
Generator ε = εmaks · sin ωt
εmaks = NBAω
Generator DC

Aplikasi Induksi
Faraday dalam Step up: Vp < Vs, Np < Ns, Ip > Is
Produk Teknologi
Prinsip Kerja
Step down: Vp > Vs, Np > Ns, Ip < Is

Vp Np
Transformator Vs
= Ns
Persamaan

Vs Is
η= Vp Ip
× 100%
Efisiensi

Fisika Kelas XII 85


4. Jawaban: a
A. Pilihan Ganda
Diketahui: L = 0,5 H
1. Jawaban: d I = (–3t 2 + 6t + 8) A
Diketahui: A = 2.000 cm2 = 0,2 m2 ε = 27 V
N = 400 lilitan Ditanyakan: t
ΔB = 600 mT – 100 mT Jawab:
= 500 mT = 0,5 T dI
Δt = 10 ms = 0,01 s ε = –L dt
Ditanyakan: ε ind d (−3t 2 + 6t + 8)
Jawab: 27 V = –(0,5 H)
dt
ΔΦ ΔB A 27 V = –0,5 H(–6t + 6) A/s
ε ind = –N Δt
= –N Δt
27 V = 3t V/s – 3 V
(0,5 T)(0,2 m2 ) 3t V/s = 30 V
= –400 0,01s t = 10 s
= –4.000 V GGL induksi diri 27 V terjadi saat t = 10 s.
Tanda negatif menunjukkan hukum Lenz. 5. Jawaban: d
Jadi, GGL induksi yang timbul sebesar 4.000 V. Diketahui: Vp = 220 V
2. Jawaban: b Vs = 22 V
Diketahui: N = 200 Is =2A
R =8Ω η = 80%
Φ = t 2 + 2t + 8 Ditanyakan: I p
t =0 Jawab:
Ditanyakan: I0 Ps
η= × 100%
Jawab: Pp
ΔΦ Vs I s
ε t = –N Δt
80% =
Vp Ip
× 100%
(t 2 + 2t + 8)
= –200 0,8 =
(22 V)(2 A)
A
dt
(220 V)Ip
= –(200)(2t + 2) V
I p = 0,25 A
Saat t = 0
ε 0 = –(200)(2(0) + 2) V Jadi, nilai Ip sebesar 0,25 A.
= –400 V 6. Jawaban: a
Tanda negatif menunjukkan arah arus induksi Diketahui: N 2 = 3N1
melawan perubahan fluks. ΔΦ1 = ΔΦ2
ε 400 V Ditanyakan: ε 1 : ε2
I 0 = R0 = = 50 A
8Ω Jawab:
Jadi, arus yang melalui kumparan sebesar 50 A. ΔΦ 1
ε1 −N1 N1 N1 1
3. Jawaban: d = Δt
ΔΦ = = = 3
ε2 −N 2 Δt 2 N2 3N1
Diketahui: A = 50 cm = 0,5 m
v = 5 m/s Jadi, perbandingan GGL induksi mula-mula dan
B = 2,0 Wb/m2 akhir adalah 1 : 3.
Ditanyakan: ε ind 7. Jawaban: a
Jawab: Diketahui: A = 0,05 m2
ε ind = –BAA v
= –(2,0 Wb/m2)(0,5 m)(5 m/s) dB
dt
= –2 × 10–2 T/s
= –5 volt
Tanda negatif menunjukkan hukum Lenz. A = 0,1 Ω
Jadi, GGL induksi yang terjadi sebesar 5 volt. Ditanyakan: I ind

86 Induksi Faraday
Jawab: 6 × 10 −4 Wb

Δt = (1.500) 5V
= 0,18 s
ε ind = – dt Jadi, waktu yang diperlukan untuk mengubah
dB fluks magnet pada kumparan adalah 0,18 sekon.
= – dtA
dB 10. Jawaban: c
= –A dt GGL induksi pada generator dirumuskan:
= –(0,05 m2)(–2 × 10–2 T/s) ε ind = NBAω sin ω t
= 1 × 10–3 V Berdasarkan persamaan di atas, GGL induksi
ε 1× 10 −3 V
dapat diperbesar dengan cara menambah jumlah
I ind = Rind = 0,1 Ω
= 1 × 10–2 A = 0,01 A lilitan kumparan (N), memperbesar medan
I magnet (B), memperbesar luas loop kumparan (A),
dan mempercepat laju rotasi kawat ( ω ).
Δφ
= negatif Hambatan kawat tidak memengaruhi GGL induksi
Δt
yang dihasilkan, tetapi memengaruhi arus induksi
I I ε ind= positif yang mengalir. Dengan demikian perlakuan yang
dapat meningkatkan GGL induksi pada genera-
tor ditunjukkan nomor 2) dan 3).
I
11. Jawaban: b
Medan magnet mengalami penurunan sehingga Diketahui: A = 15 cm = 0,15 m
fluks magnetik juga mengalami penurunan. GGL B = 0,4 T
induksi menentang perubahan fluks magnetik F = 1,2 N
sehingga GGL yang timbul bernilai positif.
Ditanyakan: I
Berdasarkan kaidah genggaman tangan kanan,
Jawab:
arus listrik yang mengalir searah putaran jarum
Besar arus:
jam.
F = BIA
Jadi, arus induksi yang mengalir 0,01 A searah F 1,2 N
putaran jarum jam. I = BA
= = 20 A
(0,4 T)(0,15 m)
8. Jawaban: c Arah arus ditentukan menggunakan kaidah
ΔΦ tangan kanan. Jari telunjuk sebagai arah B
Diketahui: = 0,04 Wb/s
Δt menunjuk ke kanan, jari tengah sebagai arah F
ε ind= 16 V masuk bidang gambar, sehingga ibu jari sebagai
Ditanyakan: N arah arus menunjuk ke atas. Dengan demikian,
Jawab: arus yang mengalir sebesar 20 A dari B ke A.
ΔΦ 12. Jawaban: d
ε ind = –N Δt
Diketahui: N = 1.500 lilitan
Tanda negatif menunjukkan hukum Lenz. A = 500 cm2 = 0,05 m2
ε ind 16 V A =2m
N= = = 400 lilitan
ΔΦ 0,04 Wb/s I = 10 A
Δt
Ditanyakan: W
Jadi, lilitan kumparan berjumlah 400 lilitan.
Jawab:
9. Jawaban: b μ0 N 2 A
L =
Diketahui: N = 600 liiltan A
(4π × 10 −7 Wb/Am)(1.500)2 (0,05 A)
ΔΦ = (10 × 10–4 Wb – 4 × 10–4 Wb) =
2m
= 6 × 10–4 Wb
= 22,5π × 10–3 H
ε ind = 5 V
Energi yang tersimpan:
Ditanyakan: Δt
Jawab: 1 2
W= LI
2
ΔΦ
ε ind = –N Δt 1
= (22,5π × 10–3)(10)2
ΔΦ 2
Δt = –N = 1,125π J
ε ind
Tanda negatif menunjukkan hukum Lenz. Jadi, energi yang tersimpan dalam solenoid
sebesar 1,125π J.

Fisika Kelas XII 87


13. Jawaban: a Ps = Pp – ΔP
Diketahui: ε 2 = 3ε 1 = 160 W – 16 W
Ditanyakan: L1 : L2
= 144 W
Jawab:
ΔI Ps 144 W
ε ind = –L Δt Is = = = 1,64 A
Vs 80 V
Tanda negatif menunjukkan hukum Lenz. Kuat arus keluarannya sebesar 1,64 A.
Δt
L= ε 16. Jawaban: c
ΔI ind
Sehingga perbandingannya: Diketahui: I p = 1,5 A
Δt
ε
Vp = 200 V
L1 ΔI 1 ε1 1
= Δt = = 3 Ps = 375 W
L2 ε ε2
ΔI 2
Ditanyakan: η
Jadi, perbandingan induktansi diri rangkaian Jawab:
tersebut adalah 1 : 3.
Ps
η= × 100%
14. Jawaban: e Pp
Diketahui: Vp = 220 V Ps
= Vp Ip
× 100%
Ip = 2 mA = 2 × 10–3 A
Is = 5 mA = 5 × 10–3 A 375 W
= × 100%
Ns = 100 lilitan (200 V)(2,5 A)

Ditanyakan: Np dan Vs = 75%


Jawab: Jadi, efisiensi trafo tersebut sebesar 75%.
Lilitan primer:
17. Jawaban: c
Np Is Diketahui: N = 600 lilitan
=
Ns Ip s = 5 cm = 5 × 10–2 m
B = 0,5 T
Is f = 50 Hz
Np = Ns
Ip Ditanyakan: εmaks
Jawab:
5 × 10 −3 A
P= (100) = 250 lilitan Luas kumparan:
2 × 10 −3 A
A = s2 = (5 × 10–2 m)2 = 25 × 10–4 m2
Tegangan sekunder: GGL maksimal:
Vs Np ε maks = N A B ω
=
Vp Ns ε maks = N A B (2π f )
Ns
= (600)(0,5 A)(25 × 10–4 T)(2π (50 Hz))
Vs = Np Vp = 75π V
Jadi, GGL maksimum yang timbul sebesar
100
Q = (220 V) = 88 V 75π V.
250
Jadi, nilai P dan Q yang tepat secara berturut- 18. Jawaban: e
turut adalah 250 lilitan dan 88 V. Diketahui: η = 80%
15. Jawaban: d N 1 = 100
N 2 = 200
Diketahui: N p : Ns = 1 : 2
I p = 1,25 A
Vp = 40 V Ditanyakan: Is = 0,5 A
Ip =4A Jawab:
ΔP = 16 W Gunakan persamaan daya transformator
Vs = 80 V Ps
η= × 100%
Ditanyakan: I s Pp
Jawab: Np Vp
Pp = Vp Ip = (40 V)(4 A) = 160 W Ns ∞ Vs

88 Induksi Faraday
Saat lilitan 200 dijadikan lilitan primer, maka arus Jawab:
keluarannya: ε1 −N A BA ω sin ωt
Ps =
ε2 −NB BB ω sin ωt
η= × 100%
Pp
Supaya GGL bernilai maksimum, maka sin ωt = 1.
Vs I s Persamaan menjadi:
80% = × 100%
Vp I p
ε1 N B
= A A
100 ⎛ I s ⎞ ε2 NB BB
0,8 = ⎜ ⎟
200 ⎝ 1,25 A ⎠
(1.800)(0,05 T)
Is = 2 A =
(6.000)(0,03 T)
Saat lilitan 100 dijadikan lilitan primer, maka arus
90 1
keluarannya: = =
180 2
Ps Jadi, perbandingan GGL maksimum generator
η= × 100%
Pp A dan B adalah 1 : 2.
Vs I s
80% = × 100% B. Uraian
Vp I p
1. Pada posisi loop seperti tampak pada gambar,
200 ⎛ I s ⎞ garis-garis gaya akibat kawat lurus berarah
0,8 = ⎜ ⎟
100 ⎝ 1,25 A ⎠ masuk bidang.
I s = 0,5 A
Jadi, kondisi yang diperoleh Siti adalah
mendapatkan arus 0,5 A saat Siti menghubung-
kan lilitan 100 dengan arus masukan 1,25 A. v

19. Jawaban: b
I
Diketahui: A = 50 cm = 0,5 m
R = 6Ω Berdasarkan hukum Lens, arah arus induksi
B = 1,5 T berlawanan dengan arah perubahan fluks
v = 4 m/s magnetik. Untuk mengetahui arah arus induksi
Ditanyakan: I gunakan tangan kanan dengan arah medan
Jawab: magnet keluar bidang. Jadi, arah arus induksi
ε berlawanan dengan putaran jarum jam.
I = Rind
2. Diketahui: A = 30 cm = 0,3 m
B Av
= R
B = 0,05 T
v = 2 m/s
(1,5 T)(0,5 m)(4 m/s)
= R =2Ω
(6 Ω)
= 0,5 A Ditanyakan: a. I
Arah arus induksi dapat ditentukan sebagai b. besar F
berikut. Jawab:
Gaya Lorentz berlawanan dengan arah kecepatan a. ε ind = –BAv = (0,05 T)(0,3 m)(2 m/s) V = 0,03 V
kawat PQ yaitu ke kiri. Selanjutnya, arah arus ε ind
I=
induksi ditentukan menggunakan kaidah tangan R
kanan. Gaya Lorentz berarah ke kiri ditunjukkan 0,03 V
=
oleh arah telapak tangan. Medan magnet berarah 2Ω
ke atas ditunjukkan oleh arah keempat jari = 0,015 A
tangan. Adapun ibu jari menunjukkan arah arus = 15 mA
induksi yaitu ke bawah (dari P ke Q). Jadi, arus induksi yang mengalir pada kawat
20. Jawaban: b sebesar 15 mA.
Diketahui: NA = 1.800 b. F = BIA
NB = 6.000 = (0,05 T)(0,015 A)(0,3 m)
BA = 0,05 = 2,25 × 10–4 N
BB = 0,03 Jadi, gaya Lorentz yang bekerja pada kawat
Ditanyakan: ε1 dan ε2 sebesar 2,25 × 10–4 N

Fisika Kelas XII 89


3. Diketahui: Δt= 0,04 s 6. Diketahui: A = 20 cm = 0,2 m
ε ind = 6 V N 1 = 500 lilitan
Φ B2 = 5 × 10–5 Wb N 2 = 600 lilitan
N = 600 lilitan A = 15 cm2 = 15 × 10–4 m2
Ditanyakan: Φ B1 μ0 = 4π × 10–7 Wb/Am
Jawab: Ditanyakan: M
μ0 A N1 N 2
ΔΦ B M=
ε ind = –N Δt
A
(4π × 10 −7 Wb/Am)(15 × 10 −4 A)(500)(600)
ε ind Δt (6 V)(0,04 s) –5 =
ΔΦB = – = 450
= –0,53 × 10 Wb 0,2 m
N
Kerapatan fluks sebelumnya: = 9π × 10–4 H
ΔΦB = ΦB2 – ΦB1 Jadi, induktansi bersama kedua solenoid sebesar
Φ B1 = ΦB2 – ΔΦB 9π × 10–4 H.
Φ B1 = 5 × 10–5 – (–0,53 × 10–5) Wb
7. Diketahui: PP = 4 kW = 4.000 W
Φ B1 = 5,53 × 10–5 Wb η = 70%
Jadi, kerapatan fluks sebelumnya 5,53 × 10–5 Wb. Ditanyakan: PS
4. Diketahui: N = 800 Jawab:
ΔΦ = 4 × 10–3 Wb PS
η= × 100%
L = 0,4 H PP
Ditanyakan: I PS
70% = × 100%
Jawab: 4.000 W
ΔΦ PS = (0,70)(4.000 W) = 2.800 W
L =N ΔI Jadi, daya pada kumparan sekunder 2.800 W.
ΔΦ
ΔI = N L 8. Diketahui: Vs = 8 volt
4 × 10 −3 Wb
Vp = 125 volt
ΔI = (800) =8A Ns = 40 lilitan
0,4 H
Jadi, arus yang mengalir sebesar 8 A. I s = 400 mA = 0,4 A
Ditanyakan: a. Vs
5. Diketahui: A = 10 cm = 0,1 m
N = 500 lilitan b. I p
A = 20 cm2 = 2 × 10–3 m2 c. P
ε ind = 0,005π V Jawab:
μ0 = 4π × 10–7 Wb/Am a. Jumlah lilitan primer
Vp Np
dI =
Ditanyakan: dt Vs Ns
Vp
Jawab: Np = Ns
Vs
dI
ε ind = –L dt Np =
125 V
(40) = 625 lilitan
8V
2
μ0N A dI
ε ind = – dt
Jadi, jumlah lilitan primer 635 lilitan.
A
dI ε ind A b. Kuat arus primer
dt
= – μ N 2A
0 Np Is
= Ip
(0,005π V)(0,1 m) Ns
=–
(4π × 10 −7 Wb/Am)(500)2 (2 × 10 −3 A) Np
Ip = I
Ns s
= –2,5 A/s 625
Ip = 40
(0,4 A) = 6,25 A
Jadi, laju perubahan arus di dalam solenoid
Jadi, kuat arus primer sebesar 6,25 A.
sebesar –2,5 A/s.

90 Induksi Faraday
c. Daya transformator 10. Diketahui: N = 200
A = 300 cm2 = 0,03 m2
Ps = Vs Is = (8 V)(0,4 A) = 3,2 W
B = 0,5 T
Jadi, daya transformator sebesar 3,2 W.
f = 40 Hz
9. Diketahui: A2 = 2,5A1 θ = 60°
N 2 = 2N1 Ditanyakan: ε
3 Jawab:
ω2 = 4
ω1
ε = –NBAω sin θ
Ditanyakan: ε1 : ε2 = –NBA 2π f sin 60°
Jawab: 1
ε1 NB Aω
= –(200)(0,5 T)(0,03 A)(2π)(40 Hz)( 2 3 )
= 1 1 1 1
ε2 N 2 B2 A2 ω2 = –120π 3 V
N1B1 A1ω1 Tanda negatif menunjukkan hukum Lenz.
= 3
(2N1)(B1)(2,5 A1)( 4 ω1)
Jadi, GGL induksi yang timbul sebesar 120π 3 V.
4
= 15
Jadi, perbandingan GGL maksimum yang
dihasilkan generator sebelum dan sesudah
direparasi adalah 4 : 15.

Fisika Kelas XII 91


Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu:
1. memahami besaran-besaran dalam rangkaian listrik bolak-balik (AC).
2. mengetahui penerapan rangkaian listrik bolak-balik (AC) dalam kehidupan sehari-hari
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, peserta didik:
1. melakukan pengukuran besaran-besaran dalam listrik bolak-balik.
2. memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan rangkaian listrik bolak-balik.

Listrik Bolak-Balik

Mempelajari

Besaran dalam Listrik Bolak-Balik Rangkaian Listrik Bolak-Balik

Mencakup Mencakup

• Tegangan dan Arus • Rangkaian Murni dan Kombinasi


• Impedansi • Rangkaian Resonansi
• Daya pada Rangkaian Bolak-Balik
• Penerapan Rangkaian Listrik Bolak-
Balik

Mampu

• Menjelaskan besaran-besaran dalam listrik bolak-balik.


• Mengidentifikasi dan menjelaskan macam-macam rangkaian listrik bolak-balik.
• Memahami pola rangkaian RLC dan terampil dalam mengukur besaran-besaran yang
terdapat di dalamya.
• Menganalisis cara kerja tuning radio berdasarkan pola rangkaian.
• Memahami karakteristik filter yang dituangkan dalam sebuah tulisan.
• Mensyukuri nikmat Tuhan telah diciptakannya listrik bolak-balik yang sangat bermanfaat
bagi perkembangan teknologi.
• Terampil dalam melakukan pengukuran besaran-besaran listrik bolak-balik.

92 Listrik Bolak-Balik
A. Pilihan Ganda Tegangan efektifnya
1. Jawaban: c Vef = Ief R
Nilai tegangan efektif sebagai berikut. Vef = (2 A)(12 Ω) = 24 V
Vm Jadi, tegangan efektif yang bekerja pada lampu
Vef =
2 sebesar 24 V.
Nilai arus efektif sebagai berikut. 5. Jawaban: d
Ief =
Im Berdasarkan gambar dapat diperoleh data
2 sebagai berikut.
Jadi, nilai tegangan efektif lebih kecil dari T = 10 ms = 1 × 10–2 s
tegangan maksimal. Demikian juga dengan nilai Vm = 5 V
arus efektif. Oleh karena itu, dapat ditentukan nilai besaran-
2. Jawaban: d besaran:
Diketahui: C = 1,5 nF = 1,5 × 10–9 F 1) Frekuensi tegangan f = 1 = 1
= 100 Hz
XC = 4 MΩ = 4 × 106 Ω T 1× 10−2 s
Ditanyakan: f 2) Tegangan maksimum Vm = 5 V
Jawab: 3) Tegangan efektif/RMS Vef = Vrms = 5
V
1 2
XC = ωC 4) Kecepatan sudut tegangan
1 2π 2π
XC = ω= = = 200π rad/s
(2π f )C T 1× 10−2 s
1 Jadi, pernyataan yang tepat ditunjukkan oleh
f= X C 2π C angka 2), 4), dan 5).
1
f= 6. Jawaban: c
(4 × 106 Ω)(2)(3,14)(1,5 × 10 −9 F)
1 Diketahui: Vef = 10 2 V
f=
37,68 × 10 −3 f = 20 Hz
f = 26,53 Hz Ditanyakan: bentuk sinyal tegangan
Jadi, frekuensi arus AC yang mengalir sebesar Jawab:
26,53 Hz. Vm = Vef 2
3. Jawaban: a = ( 10 2 V)( 2 ) = 20 V
dl
V(t) = L dt 1
T =
f
Perbandingan antara tegangan dan arus pada 1
induktor besarnya sebanding dengan frekuensi =
20 Hz
sumber dan nilai induktor. = 0,05 s
4. Jawaban: e = 50 ms
Diketahui: I = (2 2 sin ωt) A Jika digambarkan dalam kurva sinusoidal sebagai
R = 12 Ω berikut.
Ditanyakan: Vef V (volt)
Jawab: 20
Imaks
Ief = 0 t (ms)
2 25 50 75 100
2 2
Ief =
2
Ief = 2 A Jadi, bentuk sinyal yang tepat ditunjukkan oleh
pilihan c.

Fisika Kelas XII 93


7. Jawaban: c B. Uraian
Diketahui: V = (1,5 2 sin ωt) volt 1. Diketahui: Vef = 15 2 volt
Ditanyakan: Vr dan Vef f = 25 Hz
Jawab: Ditanyakan: Kurva sinyal sinusoidal
Vr =
2Vm
=
2(1,5 2)
volt =
3 2
volt Jawab :
π π π Vm = Vef 2 = (15 2 volt) 2 = 30 volt
Vm 1,5 2 1
Vef = = = 1,5 volt T= f =
1
= 0,04 s = 40 ms
2 2 25 Hz
8. Jawaban: a V (volt)
Diketahui: C1 = C2 = 10 nF = 1 × 10–8 F
f = 30 Hz 30
Ditanyakan: Z t (sekon)
0,04 0,08
Jawab:
C = C1 + C2 = 2 × 10–8 F
ω = 2πf = 2π (30 Hz) =188,4 rad/s 2. Diketahui: I(t) = (0,5 sin 100πt) A
Z =
1
–j ωC Ditanyakan: Im, Ipp, Irms, dan f
Jawab:

( − j )( j )1 1 I(t) = Im sin ωt → I(t) = 0,5 sin 100 π t ampere


|Z | = ωC ωC a. Im = 0,5 A
1 1 b. Ipp = 2Im = (2)(0,5 A) = 1 A
= = = 2,65 × 105 Ω
ωC (188,4 rad/s)(2 × 10−8 F) Im 0,5 A
c. Irms = = = 0,25 2 A
Jadi, impedansi total susunan kapasitor sebesar 2 2
2,65 × 105 Ω. d. ω = 2π f → 100π = 2π f
9. Jawaban: b 100π
f = 2π = 50 Hz
Diketahui: Vm = 8 V
T = 20 ms = 2 × 10–2 s 3. Diketahui: V = 10 sin ωt
Ditanyakan: V(t) Ditanyakan: Vef
Jawab: Jawab:
Persamaan V = Vm sin ωt
2π 2π
ω= = = 100π s V = 10 sin ωt
T 2 × 10−2 s
V(t) = Vm sin ωt Nilai tegangan maksimum:
= (8 sin 100π t) volt Vm = 10 volt
Jadi, persamaan/fungsi tegangan berdasarkan Nilai tegangan efektif:
kurva tersebut adalah V(t) = (8 sin 100π t) volt. Vm 10 volt 10 2
Vef = = = volt = 5 2 volt
10. Jawaban: d 2 2 2 2
Diketahui: Vpp = 4 volt Jadi, nilai tegangan efektif generator sebesar
Ditanyakan: Vef 5 2 volt.
Jawab:
4. Diketahui: Amplitudo sinyal tegangan
Vpp = 2Vm
Vm = (2 DIV)(0,5 VOLT/DIV)
Vpp
Vm = = 1 VOLT
2
Periode sinyal tegangan
4 volt T = (4 DIV)(0,1 SEKON/DIV)
Vm = 2
= 2 volt
= 0,4 SEKON
Sehingga tegangan efektifnya Ditanyakan: V(t)
Vm
Vef = Jawab:
2
2π 2π
2 ω = T
= 0,4 s
= 5π rad/s
Vef = 2
volt
V(t) = Vm sin ω t = (1 sin 5π t) volt
Jadi, tegangan efektif pada ujung-ujung rangkaian
Jadi, fungsi sinyal tegangan yang ditunjukkan
2
seri sebesar V. pada layar osiloskop adalah V(t) = (1 sin 5π t) volt.
2

94 Listrik Bolak-Balik
5. Diketahui: R1 = 2 Ω
⎛ 1 ⎞⎛ 1⎞
R2 = 3 Ω |Zs| = ⎜R −j R+j
⎝ ωC ⎟⎜
⎠⎝ ωC ⎟⎠
C1 = 3 μF
C2 = 2 μF 1
= R2 +
ω 2C 2
C3 = 1 μF
f = 20 Hz 1
= 52 +
Ditanyakan: Zs (2π f )2 C 2
Jawab:
1
Rangkaian resistor seri = 25 +
((2)(3,14)20))2 (6 × 10−3 )2
R = R1 + R2
= (2 + 3) Ω 1
= 25 +
=5Ω (15.775,36)(36 × 10 −6 )
Rangkaian kapasitor paralel 1
C = C1 + C2 + C3 = 25 +
567.912,96 × 10 −6
= (3 + 2 + 1) × 10–3
= 6 × 10–3 F = 25 + 1,76
Total impedansi seri = 26,76
Zs = ZR + ZC
= 5,17
Jadi, impedansi total rangkaian sebesar 5,17 Ω.

A. Pilihlah jawaban yang tepat! 2. Jawaban: b


1. Jawaban: c Diketahui: L = 0,8 H
Diketahui: R = 12 Ω C = 8 μF = 8 × 10–6 F
L = 0,075 H ω = 500 rad/s
C = 500 μF = 5 × 10–4 F V = 200 V
ω = 200 rad/s Z = 250 Ω
V = (26 sin 200t) V Ditanyakan: R
Ditanyakan: I Jawab:
Jawab: XL = ωL
XL = ωL = (200 rad/s)(0,075 H) = 15 Ω = (500 rad/s)(0,8 H)
1 1 = 400 Ω
XC = ωC = (200 rad/s)(5 × 10−4 F) = 10 Ω 1
XC =
ωC
|Z|= R 2 + (X L − X C )2 1
= = 250 Ω
(500 rad/s)(8 × 10−6 F)
= 2 2
(12 Ω) + (15 Ω − 10 Ω)
|Z | = R 2 + (X L − X C )2
= 2 2
144 Ω + 25 Ω
= 13 Ω
250 Ω = R 2 + (X L − X C )2
Gunakan hukum Ohm untuk menentukan nilai (250 Ω)2 = R2 + (400 Ω – 250 Ω)2
arus maksimum yang mengalir. R2 = 62.500 Ω2 – 22.500 Ω2
V 26 V
I=
Z
=
13 Ω
=2A R= 40.000 Ω2
Jadi, arus yang mengalir dalam rangkaian = 200 Ω
tersebut sebesar 2 A. Jadi, nilai resistansi hambatan sebesar 200 Ω.

Fisika Kelas XII 95


3. Jawaban: c ⎛ 1 ⎞ ⎛ 1 ⎞
Pada rangkaian R dan L tegangan selalu 2) f2 = ⎜ 2⎟ ⎜ 3 −6 ⎟
⎝ 4 π ⎠ ⎝ (20 × 10 )(25 × 10 ) ⎠
π
mendahului arus sebesar 2 atau arus tertinggal ⎛ 1 ⎞ ⎛ 1 ⎞
f2 = ⎜ 2⎟ ⎜ 3 −6 ⎟
π ⎝ 4π ⎠ ⎝ (20 × 10 )(25 × 10 ) ⎠
sebesar 2 terhadap tegangan.
⎛ 1 ⎞
f2 = ⎜ 2 ⎟ (20)
4. Jawaban: e ⎝ 4π ⎠
Resonansi terjadi bila reaktansi induktif sama 5 1
f = = 5 Hz
dengan reaktansi kapasitif sehingga menyebab- π2 π
kan komponen imaginer sama dengan nol. Jika ⎛ 1 ⎞ ⎛ 1 ⎞
nilai reaktansi induktif sama dengan nilai reaktansi 3) f2 = ⎜ 2⎟ ⎜ 3 −6 ⎟
⎝ 4 π ⎠ ⎝ (5 × 10 )(25 × 10 ) ⎠
kapasitif, maka impedansi total rangkaian sama ⎛ 1 ⎞ ⎛ 1 ⎞
dengan nilai hambatan (Z = R). f2 = ⎜ 2⎟ ⎜ 3 −6 ⎟
⎝ 4π ⎠ ⎝ (5 × 10 )(25 × 10 ) ⎠
5. Jawaban: c ⎛ 1 ⎞
f2 = ⎜ 2 ⎟ (8)
Jika XL > XC, maka rangkaian bersifat induktif. ⎝ 4π ⎠
Arus I tertinggal 90o terhadap tegangan V. Oleh 2 1
f = = 2 Hz
karena itu, jawaban yang benar adalah opsi c. π2 π

6. Jawaban: e ⎛ 1 ⎞ ⎛ 1 ⎞
4) f2 = ⎜ 2⎟ ⎜ 3 −6 ⎟
Pada rangkaian kapasitor murni berlaku ⎝ 4 π ⎠ ⎝ (2,5 × 10 )(25 × 10 ) ⎠
V ⎛ 1 ⎞ ⎛ 1 ⎞
Im = VmXC = m dengan ω = 2πf. f2 = ⎜ 2⎟ ⎜ 3 −6 ⎟
ωC ⎝ 4π ⎠ ⎝ (2,5 × 10 )(25 × 10 ) ⎠
a) ω1 = 2πf1 ⎛ 1 ⎞
f2 = ⎜ 2 ⎟ (16)
ω2 = 2π(3f2) = 3ω1 ⎝ 4π ⎠
b) Kapasitas kapasitor tidak dipengaruhi frekuensi. 4 2
f = = Hz
π2 π
1
c) |Z| = R2 − 1
X C2 5) f2 =
2π LC
Oleh karena frekuensi diubah, maka nilai XC juga
berubah sehingga impedansi juga berubah. ⎛ 1 ⎞ ⎛ 1 ⎞
f2 = ⎜ 2⎟ ⎜ 3 −6 ⎟
⎝ 4π ⎠ ⎝ (10 × 10 )(25 × 10 ) ⎠
1
d) XC = ⎛ 1 ⎞
ω2C f2 = ⎜ 2 ⎟ (4)
1 ⎝ 4π ⎠
XC =
3ω1C 1 1
1 f = = Hz
Reaktansi kapasitif dari reaktansi kapasitif π2 π
3
Jadi, induktor yang dipilih harus memiliki
semula.
induktansi sebesar 20 mH.
e) Kuat arus maksimum tidak dipengaruhi nilai
frekuensi. 9. Jawaban: c
Resonansi terjadi apabila Z = R. Oleh karena itu,
7. Jawaban: c
besar XL harus sama dengan XC.
Pada kapasitor arus I = Im sin ωt dan tegangan
π π 10. Jawaban: a
V = Vm sin (ωt – 2 ). Tegangan selalu tertinggal 2
Diketahui: R = 30 Ω
terhadap arus.
L = 10 mH = 0,01 H
8. Jawaban: b Vm = 6 V
1) f =
1 fr = 500 Hz
2π LC Ditanyakan: C dan Im
⎛ 1 ⎞ ⎛ 1 ⎞
Jawab:
f2 = ⎜ 2⎟ ⎜ 3 −6 ⎟
⎝ 4π ⎠ ⎝ (10 × 10 )(25 × 10 ) ⎠
1 1
⎛ 1 ⎞ fr =
f2 = 2π LC
⎜ 2 ⎟ (4)
⎝ 4π ⎠ 1 1
500 Hz =
1 1 2π (0,01H)(C )
f = = Hz
π2 π 1 1
2,5 × 105 Hz =
4π 2 (0,01H)(C )

96 Listrik Bolak-Balik
1 3. Diketahui: R = 400 Ω
2,5 × 105 Hz = f = 50 Hz
(0,04π H) C
C = 1,01 × 10–5 F V = 20 sin ωt volt
Ditanyakan: a. Im
= 10,1 μF ≈ 10 μF
b. ω
Oleh karena rangkaian dalam keadaan resonansi, 1
maka Z = R. c. IR → t = 75 sekon
V 6V 1
Im = m = = 0,2 A = 200 mA d. IR → t = 50 sekon
Z 30 Ω
Jadi, kapasitansi kapasitor dan arus yang Jawab:
mengalir dalam rangkaian secara berturut-turut a. XR = R = 400 Ω
sebesar 10 μF dan 200 mA. Vm 20 V
Im = XR = 400 Ω
= 0,05 A
B. Uraian b. ω = 2π f
1. Rangkaian tersebut menunjukkan rangkaian = (2π)(50 Hz)
paralel R–L–C. Persamaan impedansinya = 100π rad/s
sebagai berikut. c. I = Im sin ω t
1 1 1 1 1 1
= + + = + – jωC = (0,05 sin 100π t) A
Z ZR ZL ZC R j ωL
1
I 1 = (0,05 sin (100π ( 75 )) A
1 ⎛ j ωL + R + R ω LC ⎞ ⎛ − j ωL + R + R ω LC ⎞
2 2 t→
⎜ ⎟⎜ ⎟ 75
| |= ⎜ jR ωL ⎟⎜ − jR ωL ⎟ = (0,05)(–0,86) A
Z ⎝ ⎠⎝ ⎠
= –0,043 A
⎛ ω 2L2 + R 2 + 2R 2ω 2LC + R 2ω 4L2C 2 ⎞ 1
= ⎜ ⎟ d. = (0,05 sin 100π ( 50 )) A

⎝ R 2ω 2L2 ⎟

I 1
t→ 50
⎛ X L + R + 2R X L X C + R X L X C
2 2 2 2 2 2 ⎞ = (0,05)(0) A
= ⎜ ⎟

⎝ R 2X L 2 ⎟

=0A
1 4. XL = ωL = (200 rad/s)(0,2 H) = 40 Ω
=
RX L
X L 2 + R 2 + 2R 2 X L X C + R 2X L 2X C2
Vm 200 V
RX L Im = = =5A
Z= XL 40 Ω
X L 2 + R 2 + 2R 2X L X C + R 2X L 2X C2 π
Arus pada rangkaian induktif tertinggal 2
2. Diketahui: L = 500 mH = 5 × 10–1 H
terhadap tegangannya. Oleh karena itu, per-
C = 200 μF = 2 × 10–4 F
samaan arus yang mengalir dalam rangkaian
f = 50 Hz
sebagai berikut.
Ditanyakan: fr π π
Jawab: I = Im sin ωt – 2 = 5 sin (200t – 2 ) A
Impedansi Jadi, persamaan arus pada rangkaian induktif
π
fr =
1 1
Hz tersebut adalah I = 5 sin (200t – 2 ) A.
2π LC
5. Diketahui: R = 300 Ω
1 1
= L =3H
2π (5 × 10−1 H)(2 × 10−4 F)
C = 25 μF =10 × 10–6 F
1 1 V = 220 volt
=
2π 1 × 10−4
ω = 100 rad/s
1 104
Ditanyakan: ϕ dan Ief
=
2π 1 Jawab:
100 50
Reaktansi induktif
= = = 15,9 Hz XL = ωL
2π π
Jadi, rangkaian tidak terjadi resonansi karena = (100 rad/s)(3 H)
frekuensi rangkaian tidak sama dengan frekuensi = 300 Ω
sumber.

Fisika Kelas XII 97


Reaktansi kapasitif a. Sudut fase
1 XL − X C
XC = tan ϕ =
ωC R
1 300 Ω − 400 Ω
= = 300 Ω
(100 rad/s)(25 × 10 −6 F)
= 400 Ω −100
= 300 = 3
−1

Impedansi
ϕ = 18,43°
Z= R 2 + (X L − X C )2
Jadi, sudut fase rangkaian sebesar 18,43°.
2 2
= (300) + (300 − 400) Ω b. Arus efektif
Vef 220 volt 2,2
= 90.000 + (−100)2 Ω Ief = = = A = 0,22 10 A
Z 100 10 Ω 10

= 90.000 + 10.000 Ω Jadi, arus efektif yang mengalir pada


rangkaian sebesar 0,22 10 A.
= 100.000 Ω
= 100 10 Ω

98 Listrik Bolak-Balik
Fisika Kelas XII 99
A. Pilihan Ganda 2) Sudut fase
1. Jawaban: c XL − X C
tan ϕ =
Diketahui: R = 40 Ω R
C = 20 μF = 20 × 10–6 F 400 − 200
=
V = 220 V 500
f = 50 Hz 200
= 500
Ditanyakan: Z
Jawab : 2
ω = 2πf = (2π)(50 Hz) = 314 rad/s = 5
Reaktansi kapasitif ϕ = –21,8°
1 3) Sudut fase
XC =
ωC
XL − X C
=
1 tan ϕ = R
(314 rad/s)(20 × 10 −6 F)
300 − 100
= 159,23 Ω = 300
Impedansi 200
= 300
2 2
Z= R + XL
2
= 3
= (40 Ω)2 + (159,23 Ω)2
ϕ = –33,69°
= 1.600 + 25354,1929 Ω 4) Sudut fase
XL − X C
= 26954,1929 Ω tan ϕ = R
= 164,17 Ω ≈ 164 Ω 200 − 400
=
Jadi, impedansi rangkaian sebesar 164 Ω. 600
−200 −1
2. Jawaban: b = 600
= 3
Resistor adalah komponen yang hanya
ϕ = –18,43°
mendisipasi energi artinya komponen ini hanya
dapat membuang energi dalam bentuk panas. Hal 5) Sudut fase
ini berbeda dengan komponen kapasitor dan XL − X C
induktor. Kapasitor memiliki kemampuan tan ϕ = R
menyimpan energi listrik dalam bentuk medan 500 − 300
listrik. Sementara induktor yang memiliki morfologi = 200
berupa lilitan yang mampu menyimpan energi 200
listrik dalam bentuk medan magnet. = 200 = 1
3. Jawaban: a ϕ = 45°
1) Sudut fase 4. Jawaban: d
XL − X C Diagram fasor tersebut dari rangkaian R–L–C
tan ϕ = R bersifat induktif karena XL > XC.
200 − 500
= 400
5. Jawaban: e
−300 R1R 2
= 400 Diketahui: R = R1 + R 2 =12 Ω

−3 L = 75 mH = 0,075 H
= 4
C = 500 μF = 5 × 10–4 F
ϕ = –37° V = (28 sin 100t) volt
Ditanyakan: Im

100 Listrik Bolak-Balik


Jawab: 7. Jawaban: e
XL = ωL Vm = 2 DIV = (2 DIV)(5V/DIV) = 10 volt
= (100 rad/s)(0,075 H) λ = 4 DIV
= 75 Ω μs
T = (4 DIV)(0,5 DIV ) = 2 μs
1 1
XC = = = 20 Ω 1 1
ωC (100 rad/s)(5 × 10−4 F) f = =
T 2 × 10−6 s

|Z|= R 2 + (X L − X C )2 = 5 × 105 Hz = 500 kHz


Persamaan tegangan yang terukur:
= 122 + (75 − 20)2 Ω V = Vm sin 2π f t
= 10 sin ((2π )(5 × 105)) t
= 144 + 3.025 Ω
= (10 sin 106 π t) volt
= 3.169 Ω Jadi, frekuensi masukan tuning sebesar 500 kHz
= 56,3 Ω dan persamaan tegangan yang terukur
Vm V = (10 sin 106 t) volt.
Im =
Z 8. Jawaban: c
28 V Diketahui: C1 = 45 μF
=
56,3 Ω C2 = 30 μF
= 0,497 A C3 = 25 μF
≈ 0,5 A L = 10 mH = 10–2 H
Jadi, arus yang keluar dari titik D sebesar 0,5 A. Ditanyakan: f
Jawab:
6. Jawaban: d Kapasitor pengganti
1) Rangkaian seri R–L–C ini tidak terjadi Cp = C1 + C2 + C3
resonansi karena bersifat kapasitif.
= (45 + 30 + 25) μF
2) Rangkaian seri R–L–C ini bersifat kapasitif
= 100 μF
karena XC > XL.
= 1 × 10–4 F
3) Impedansi Frekuensi
1
Z= R 2 + (X L − X C )2 f =
2π LC )
1
= (50 Ω)2 + (30 Ω − 40 Ω)2 = −2
2π 10 H)(1× 10 −4 F)
= 2.500 + 100 Ω 1 500
= (1 × 103 Hz) = Hz
2π π
= 2.600 Ω
9. Jawaban: c
= 10 26 Ω
Diketahui: η = 80%
4) Beda sudut fase Vin = 220 V
XL − X C
tan ϕ = R
Vout = 6 V
30 Ω − 40 Ω Iin = 5 mA
= 50 Ω f = 50 Hz
−10 −1
= = Ditanyakan: L
50 5
Jawab:
ϕ = –11,3°
VoutI out
5) Arus maksimal η= VinIin
× 100%
Vm
Im = (6 V)I out
Z 80% = × 100%
(220 V)(5 × 10−3 A)
20 volt
= 0,88 A
10 26 Ω Iout =
(6)
2
= A = 0,146
26
Jadi, jawaban yang benar adalah pilihan d. ≈ 0,15 A

Fisika Kelas XII 101


Vout Arus efektif
Rout =
I out Vef 220 volt 22
Ief = = = A
6V Z 10 170 Ω 170
=
0,15 A Tegangan di kapasitor
= 40 Ω 22
Rout = XL = ωL VC = Ief XC = ( A)(30 Ω)
170
40 Ω = (50 Hz) L 660
40 Ω
= V = 50,61 V ≈ 51 V
L= 170
50 Hz Jadi, tegangan efektif antarujung kapasitor
= 0,8 H sebesar 51 V.
Jadi, induktansi kawat sebesar 0,8 H.
13. Jawaban: b
10. Jawaban: a Gambar di atas menunjukkan kurva karakteristik
1 filter low pass atau tapis rendah. Berdasarkan
Diketahui: L = H
25π 2 keterangan gambar, filter meloloskan frekuensi
C = 25 μF = 25 × 10–6 F dari 0–2.000 Hz dan memblokir frekuensi di atas
Ditanyakan: f 2.000 Hz. Filter tidak melakukan penguatan karena
Jawab: tidak menggunakan komponen aktif untuk
1
menguatkan sinyal output.
1
f = 2π Hz
LC 14. Jawaban: d
1 1 Diketahui: R = 10 Ω
= Hz
2π ( ) (25 × 10
1
25π 2
−6
) L = 20 mH = 0,02 H
ω = 500 rad/s
1 Vef = 6 V
= 2π π 2 × 106 Hz
Ditanyakan: P
π × 103
= Hz Jawab:

XL = ω L
= 0,5 × 103 Hz = 0,5 kHz = (500 rad/s)(0,02 H)
Jadi, frekuensi resonansi sebesar 0,5 kHz. = 10 Ω
11. Jawaban: d Z = X R2 + X L 2
Apabila XC > XL, rangkaian bersifat kapasitif. Arus
π
listrik mendahului tegangan sebesar 2 . = (10 Ω)2 + (10 Ω)2
Jadi, grafik yang tepat adalah d. = 10 2 Ω
12. Jawaban: a V
Ief = Zef
Diketahui: R = 110 Ω
6V
XL = 100 Ω = 10 2 Ω
XC = 30 Ω
Vef = 220 V = 0,3 2 A
f = 50 Hz P = Ief Vef cos θ
Ditanyakan: VC = Ief Vef
Jawab: ⎛ 10 Ω ⎞
= ( 0,3 2 A)(6 V) ⎜⎜ 10 ⎟
2 Ω ⎟⎠
2 2 ⎝
Z= R + (X L − X C )
=1,8 W
2 2 Jadi, daya rangkaian seri R – L tersebut sebesar
= (110 Ω) + (100 Ω − 30 Ω)
1,8 watt.
= 12.100 + 4.900 Ω
15. Jawaban: b
= 17.000 Ω Diketahui: L = 20 mH = 0,02 H
= 10 170 Ω V = (6 sin100t) volt
Ditanyakan: I

102 Listrik Bolak-Balik


Jawab: Daya
XL =(100 rad/s)(0,02 H) = 2 Ω P = VI cos ϕ
V
V 6V = VI VR
I= XL = 2Ω
=3A
= IVR = (2A)(25 V) = 50 watt
Oleh karena dalam rangkaian induktif arus
π Jadi, daya yang didisipasi rangkaian sebesar
didahului tegangan sebesar 2 , maka persamaan 50 watt.
arus menjadi:
19. Jawaban: d
π
I = 3 sin (100t – 2 ) A Diketahui: R = 1.200 Ω
C = 4 μF = 4 × 10–6 F
16. Jawaban: c ω = 200 rad/s
Filter Fungsi I = 200 mA = 0,2 A
Low pass Meloloskan frekuensi di bawah cut off. V = 260 V
Band pass Meloloskan frekuensi di bawah cut off atas Ditanyakan: L
dan di atas cut off bawah. Jawab:
High pass Meloloskan frekuensi di atas cut off. V 260
Z= I = 0,2
Ω = 1.300 Ω
Band stop Meloloskan frekuensi di tengah-tengah cut
1
off. XC = ω C
17. Jawaban: e 1
= (200)(4 × 10 −6 )
Diketahui: L = 0,4 H
C = 10 μF = 1 × 10–5 F = 1.250 Ω
V = 20 V
Ditanyakan: fr Z= R 2 + ( X L − X C )2
Jawab:
1 1 1.300 Ω = (1.2002 ) + ( X L − X C )2
fr =
2π (0,4 H)(1× 10−5 F)
1.690.000 Ω2 = 1.440.000 Ω2 + (XL – XC)2
1
= 2π
(500 Hz) XL – XC = 250.000 Ω
250
= π Hz XL – 1.250 Ω = 500 Ω
XL = 1.750 Ω
Jadi, rangkaian beresonansi pada frekuensi
250 X 1.750 Ω
Hz. L = ωL = 200 rad/s
= 8,75 H
π
18. Jawaban: e Jadi, nilai L sebesar 8,75 H.
Diketahui: VR = 20 V 20. Jawaban: b
VL = 35 V Diketahui: Vm = 15π V
VC = 45 V Ir = 1,5 A
I =2A Ditanyakan: P
Ditanyakan: P Jawab:
Jawab :
2V
Vr = π m
V = VR2 + (VL − VC ) 2
(2(15π V)
= π
2 2
= (20 V) + (35 V − 45 V)
= 30 V
= 400 + (10)2 V Daya
P = Vr Ir
= 400 + 100 V
= (30 v)(1,5 A)
= 500 = 45 watt
= 10 5 V Jadi, daya rangkaian sebesar 45 watt.

Fisika Kelas XII 103


B. Uraian dl
3. V = L dt
1. Arus maksimum sama dengan amplitudo sinyal
arus yaitu 10 mA. d (t − 4t 2 )
= (0,1 H)
dt
Untuk menentukan persamaan arus, tentukan
dahulu frekuensi sudut. = (0,1 H)(1 – 8t) A/s
2λ = 20 ms → T = 10 ms = 0,01 s = (0,1 – 0,8t) V
Tentukan sudut fase GGL pada t = 2 s → V = 0,1 H – (0,8)(2) A/s
= –1,5 V
I = Im sin (ω t + θ )
Jadi, GGl induksi yang timbul saat t = 2 s sebesar
Misalkan, ambil t = 2,5 sekon → I = –10 A
–1,5 V.
I = Im sin ( 2π
T
t +θ ) 4. Rangkaian seri L–C terdiri atas induktor dan

kapasitor yang tersusun seri dan dihubungkan
–10 = 10 sin ( 0,01s (2,5 s) + θ ) dengan sumber tegangan bolak-balik. Sifat
rangkaian ini dapat cenderung induktif dan kapasitif
–1 = sin (500π + θ ) tergantung dari besar tegangan masing-masing
–1 = sin 500π cos θ + cos 500π sin θ komponen. Jika tegangan pada komponen
–1 = 0 + sin θ induktor lebih besar, rangkaian akan cenderung
bersifat induktif dan sebaliknya. Akan tetapi
θ = arc sin (–1)
terdapat satu keadaan yang mengakibatkan
3 rangkaian ini tidak bersifat kapasitif maupun induktif
= 2π
yaitu ketika rangkaian beresonansi. Keadaan ini
Sehingga persamaan arus adalah tercapai jika nilai reaktansi induktif sama besar
3 dengan reaktansi kapasitif.
I = 10 sin (200t + 2 π ) mA
5. Diketahui: R1 = 50 Ω
2. Diketahui: R = 40 Ω R2 = 30 Ω
XL = 35 Ω L = 3,1 H
XC = 15 Ω C1 = 15 μF
I = 100 mA = 0,1 A C2 = 25 μF
Ditanyakan: Prata-rata Vef = 220 V
Jawab: ω = 100 rad/s
Impedansi Ditanyakan: a. Ief
b. ϕ
Z= R 2 + (X L − X C )2
Jawab:
= (40)2 + (35 − 15)2 Ω Resistor seri:
R = R1 + R2
= 1.600 + (20)2 Ω = (50 + 30) Ω
= 80 Ω
= 1.600 + 400 Ω
Kapasitor seri:
= 2.000 Ω = 20 5 Ω 1 1 1
= +
Tegangan Ct C1 C2
V 1 1
Z= I = +
15 μF 25 μF
V=ZI 10 + 6 16
= =
150 μF 150 μF
= (20 5 Ω)(0,1 A)
Ct = 9,375 μF
=2 5 V
Reaktansi induktif:
Daya rata-rata
XL = ωL
Prata-rata = VI = (2 5 V)(0,1 A) = 0,2 5 watt
= (100 rad/s)(3,1 H)
Jadi, daya rata-rata rangkaian sebesar 0,2 5 W. = 310 Ω

104 Listrik Bolak-Balik


Reaktansi kapasitif: 7. Diketahui: C = 200 μF = 2 × 10–4 F
1 VC = (6 sin 200t) V
XC =
ωC Ditanyakan: I → t =2 sekon
1
= Jawab:
(100 rad/s)(9,375 × 10 −6 F)
1
= 1.067 Ω XC = ωC
Impedansi 1
=
(200 rad/s)(2 × 10−4 F)
Z= R 2 + (X L − X C )2
= 25 Ω
= (80 Ω)2 + (310 Ω − 1.067 Ω)2 Vm
Im =
XC
= 6.400 Ω2 + 573.049 Ω2 6V
=
25 Ω
= 579.449
= 0,24 A
= 761,2 Ω
= 240 mA
a. Arus yang mengalir
V
Arus pada rangkaian bersifat kapasitif mendahului
Ief = Zef π
tegangan sebesar 2 .
220 V
= 761,2 Ω I → t = 2 sekon
π
= 0,29 A I = Im sin (ωt + 2 ) mA
b. Sudut fase π
= 240 sin [(200 rad/s)(2 s) + 2 ] mA
XL − X C
tan ϕ = R π
= 240 sin (400 rad + 2 ) mA
310 Ω − 1.067 Ω
= 80 Ω
= 240(0,766) mA
715 = 183,84 mA
= 80
≈ 0,18 A
= 9,4625 Jadi, nilai arus pada saat t = 2 sebesar 0,18 A.
ϕ = 83,96°
8. Diketahui: Amplitudo sinyal tegangan:
6. Diketahui: T = 20 ms Vm = (2 div)(5 volt/div) = 10 volt
t = 4 ms Periode sinyal:
Vt = 4 = 12 V T = (4 div)(10 ms/div) = 40 ms
Ditanyakan: Vm Ditanyakan: a. Bentuk fungsi sinyal tegangan
Jawab:
b. Rancangan nilai resistor

ω= Jawab:
T
a. Fungsi sinyal tegangan

= 20 × 10 −3 s

ω= T
= 100π rad/s 2π
Persamaan tegangan : = 40 × 10 −3 s
Vt = 4 = Vm sin ωt = 50π rad/s
12 V = Vm sin (100π rad/s)(4 × 10–3 s) Sehingga:
12 V = Vm sin (0,4π) V(t) = Vm sin ωt = (10 sin 50ωt) volt
12 V = Vm (0,95) b. Rancangan nilai resistor
12 V Frekuensi
Vm = 0,95
1
= 12,6 volt f =
T
Jadi, amplitudo grafik tegangan sebesar 12,6 V. =
1
40 × 10 −3 s
= 250 Hz

Fisika Kelas XII 105


Nilai resistor berdasarkan tegangan medan magnet akan hilang dan energi yang
maksimum terukur dan arus efektif Ief = 5 mA tersimpan berubah menjadi energi listrik. Jika
kapasitor dialiri arus bolak-balik maka kapasitor
sehingga arus maksimum Im = 5 2 mA.
menyimpan energi dalam bentuk medan listrik.
Vm
R = Sementara, resistor hanya dapat mendispasi
Im
energi menjadi energi kalor tanpa dapat
10 volt
= menyimpannya dalam bentuk lain.
5 2 × 10 −3 A

= 1.000 2 Ω 10. Fungsi kondensator variabel untuk menyesuaikan


impedansi total dengan sebuah frekuensi
≈ 1414,21 Ω sehingga tuning mampu menyala beberapa
Jadi, resistor yang digunakan bernilai frekuensi. Apabila kondensator diganti dengan
1.414,21 Ω dihubungkan dengan sumber kondesator biasa, tuning hanya dapat menyesuai-
arus bolak-balik 10 V, 250 Hz. kan dengan satu frekuensi. Konsekuensinya
9. Jika induktor dialiri arus bolak-balik, di dalam hanya satu saluran radio yang dapat disiarkan
maupun di sekitar induktor akan timbul medan melalui radio receiver tersebut.
magnet. Medan magnet ini timbul karena adanya
fluktuasi nilai arus. Jika arus mencapai harga nol,

106 Listrik Bolak-Balik


Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu:
1. menjelaskan sifat-sifat gelombang elektromagnetik;
2. menjelaskan manfaat dan bahaya radiasi gelombang elektromagnetik.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, peserta didik:
1. bersyukur kepada Tuhan karena telah diciptakannya gelombang elektromagnetik;
2. memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, berkomunikasi dengan baik, kritis, dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas.

Radiasi Gelombang Elektromagnetik

Mempelajari

Sifat, Manfaat, dan Bahaya Radiasi Gelombang Elektromagnetik

Mencakup

• Sifat Gelombang Elektromagnetik.


• Spektrum Gelombang Elektromagnetik serta Manfaat
dan Bahayanya.

Mampu

• Menjelaskan sifat gelombang elektromagnetik.


• Menjelaskan spektrum gelombang elektromagnetik.
• Menjelaskan manfaat dan bahaya gelombang elektromagnetik.
• Mempresentasikan hasil kegiatan yang dilakukan dengan bahasa yang santun dan mudah dimengerti.
• Bersyukur kepada Tuhan atas diciptakannya gelombang elektromagnetik dengan cara memanfaat-
kannya.
• Memiliki rasa ingin tahu untuk menambah wawasan tentang gelombang elektromagnetik.
• Berkomunikasi dengan baik, kritis, dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas.

Fisika Kelas XII 107


A. Pilihan Ganda 7. Jawaban: d
1. Jawaban: c E=hυ
Spektrum gelombang elektromagnetik dari yang Semakin besar frekuensinya semakin besar energi
memiliki frekuensi terendah berturut-turut yaitu fotonnya.
gelombang radio, gelombang mikro, sinar Urutan dari energi foton besar ke terkecil adalah
inframerah, cahaya tampak, sinar ultraviolet, sinar gamma, cahaya tampak, inframerah,
sinar X, dan sinar gamma. Jadi, urutan yang benar gelombang radio atau televisi.
adalah pilihan c. 8. Jawaban: a
2. Jawaban: b Diketahui: λ = 300 μm = 3 × 10–4 m
Energi sebanding dengan frekuensi gelombang. Ditanyakan: jenis gelombang elektromagnetik
Semakin besar frekuensi semakin besar energinya. Jawab:
Gelombang yang memiliki frekuensi terbesar adalah c 3 × 108 m/s
sinar gamma sehingga energinya paling besar. υ= λ = = 1012 Hz
3 × 10 −4 m
3. Jawaban: e Frekuensi gelombang tersebut termasuk sinar X
Sifat-sifat gelombang elektromagnetik sebagai karena sinar X memiliki rentang frekuensi dari
berikut. 1011 – 1014 Hz.
1) Dapat merambat tanpa medium perantara 9. Jawaban: c
dengan kecepatan rambat cahaya. Sinar inframerah dihasilkan oleh proses di dalam
2) Tidak bermuatan listrik. molekul dan benda panas. Getaran atom dalam
3) Merupakan gelombang transversal. molekul-molekul benda yang dipanaskan
4) Arah rambatan tidak dibelokkan dalam medan merupakan sumber gelombang inframerah. Sinar
magnet maupun medan listrik. ultraviolet dapat dibuat di laboratorium oleh atom
5) Dapat mengalami polarisasi, difraksi, dan molekul dalam loncatan atau nyala listrik. Sinar
interferensi, refraksi, dan refleksi. ultraviolet juga dapat dihasilkan dari lampu wol-
4. Jawaban: b fram atau lampu deuterium. Sinar X dihasilkan dari
Sinar gamma digunakan untuk rekayasa genetika partikel-partikel berenergi tinggi yang ditembakkan
dan sterilisasi alat-alat kedokteran. Gelombang ke atom. Atom akan memancarkan sinar X jika
mikro digunakan dalam bidang pelayaran untuk atom ditembaki dengan elektron. Sinar gamma
mengetahui posisi suatu objek. Laser digunakan dihasilkan oleh isotop radioaktif seperti kobalt-60
dalam dunia kedokteran untuk perbaikan cacat atau sesium-137. Kobalt-60 adalah sumber yang
mata dan pembedahan. Selain itu, laser juga paling sering digunakan untuk menghasilkan radiasi
digunakan untuk memotong lempengan baja. Sinar sinar gamma.
inframerah digunakan dalam remote control, 10. Jawaban: d
diagnosis penyakit, dan terapi penyembuhan. Radiasi sinar ultraviolet dapat mengakibatkan
Sinar X digunakan untuk rontgent. kanker kulit, gangguan penglihatan, kulit menjadi
5. Jawaban: e keriput karena rusaknya jaringan lemak, merusak
Sinar inframerah memiliki ciri-ciri sebagai berikut. lapisan ari, kerusakan kolagen, dan kerusakan
1) Memiliki jangkauan frekuensi 1011 – 1014 Hz. jaringan elastin. Kematian oleh efek radiasi
2) Dapat dihasilkan oleh elektron dalam molekul disebabkan oleh radiasi sinar gamma. Berubahnya
yang bergetar karena dipanaskan. struktur genetik sel, kerontokan rambut, dan
3) Digunakan dalam remote control. pemusnahan sel sehat diakibatkan oleh paparan
4) Digunakan untuk mendiagnosis penyakit dan sinar X yang berlebihan.
terapi penyembuhan.
B. Uraian
6. Jawaban: b
1. Semakin besar frekuensi maka daya tembus
Gelombang radio FM (modulasi frekuensi)
semakin kuat karena energinya besar. Gelombang
mengalami perubahan frekuensi saat membawa
elektromagnetik yang sebaiknya dipilih adalah sinar
informasi tetapi amplitudonya tetap. Gelombang
gamma karena memiliki daya tembus paling kuat
radio yang mengalami perubahan amplitudo saat
sehingga mampu melumpuhkan sel-sel tumor.
membawa informasi adalah AM (modulasi
amplitudo).

108 Radiasi Gelombang Elektromagnetik


2. Gelombang radio AM memiliki amplitudo yang 4. Kecepatan rambat gelombang dalam suatu medium
berubah-ubah dan dipengaruhi oleh gejala c
selalu sama. Berdasarkan persamaan λ = f ,
kelistrikan di atmosfer sehingga memiliki kualitas
suara yang kurang jernih. Gelombang AM memiliki dapat dilihat bahwa panjang gelombang berbanding
jangkauan yang luas karena dapat dipantulkan oleh terbalik dengan frekuensi. Semakin besar frekuensi
ionosfer. Gelombang radio FM mengalami gelombangnya, semakin pendek panjang
perubahan frekuensi saat membawa informasi gelombangnya.
tetapi amplitudonya tetap. Hal ini mengakibatkan 5. Beberapa cara untuk mengurangi paparan sinar
kualitas suara radio FM lebih jernih dibanding ultraviolet sebagai berikut.
radio AM. Gelombang radio FM memiliki jangkauan a. Menggunakan tabir surya.
yang tidak jauh karena dapat menembus lapisan b. Menggunakan pelindung kepala.
ionosfer dan tidak dipantulkan kembali ke bumi. c. Menggunakan pakaian yang tidak banyak
3. Jenis gelombang elektromagnetik yang mampu menyerap sinar matahari.
digunakan untuk memasak adalah gelombang d. Menggunakan pakaian yang tidak terbuka
mikro. Alasan penggunaan gelombang ini karena sehingga kulit terlindungi.
gelombang mikro memberikan efek pemanasan
terhadap benda. Bahan makanan menyerap radiasi
gelombang mikro sehingga makanan menjadi
matang.

A. Pilihan Ganda 4. Jawaban: b


1. Jawaban: e Ciri-ciri yang terdapat dalam siaran radio FM sebagai
1) Sinar ultraviolet dimanfaatkan untuk sterilisasi berikut
alat-alat kedokteran dan deteksi uang palsu. 1) Terjadi pengubahan frekuensi dalam modulasi
2) Gelombang FM untuk modulasi suara dalam suara.
siaran radio. 2) Gelombang FM menembus lapisan ionosfer
3) Gelombang mikro digunakan untuk komunikasi dan tidak dapat dipantulkan lagi.
dalam sistem radar. 3) Kualitas suara cenderung jernih karena tidak
4) Sinar gamma digunakan untuk membunuh sel dipengaruhi gejala kelistrikan di angkasa.
kanker dan mendeteksi keretakan bahan. 4) Jangkauan siaran tidak terlalu jauh karena
4) Sinar inframerah biasa dimanfaatkan untuk tidak dapat merambat di permukaan bumi.
sistem remote control alat-alat elektronik. 5. Jawaban: d
2. Jawaban: b Kecepatan perambatan gelombang elektro-
Spektrum gelombang elektromagnetik dari panjang magnetik bergantung pada permitivitas listrik (ε0)
gelombang besar ke panjang gelombang kecil yaitu dan permeabilitas magnet (μ0). Persamaan yang
gelombang radio, radar, sinar inframerah, cahaya terkait dengan hal itu sebagai berikut.
tampak, sinar ultraviolet, sinar X, dan sinar gamma. 1
Jadi, urutan yang benar yaitu (3), (1), (4), dan (2). c=
ε0 μ0
3. Jawaban: e
Sinar ultraviolet dapat digunakan untuk mendeteksi 6. Jawaban: c
keretakan logam tanpa merusak bahan yang Sinar inframerah terdapat pada remote control alat-
dideteksi. Caranya dengan melapisi logam dengan alat elektronik seperti televisi, pendingin ruangan,
flouresen, lalu bahan disinari sinar ultraviolet. Saat dan pemutar DVD. Pada remote control akan
disinari, bagian yang retak akan tampak sebagai mengeluarkan radiasi inframerah oleh LED
garis yang luminasinya lebih tinggi dari sekitarnya. inframerah. Detektor yang terpasang pada alat
Selain itu, sinar UV dapat digunakan untuk menguji elektronik menerima radiasi inframerah. Kemudian
kualitas produk pada industri tekstil, memeriksa melakukan sesuai perintah dari remote control.
bakteri pada makanan, memeriksa sidik jari, dan
memeriksa keaslian uang.

Fisika Kelas XII 109


7. Jawaban: c 13. Jawaban: c
Di bidang kriminologi sinar UV digunakan untuk Radar digunakan dalam dunia penerbangan dan
memeriksa sidik jari, bercak darah kering, dan pelayaran sebagai pemandu agar tidak menabrak
keaslian uang. Mendeteksi daerah panas melancar- objek lain. Radar memancarkan gelombang mikro
kan aliran darah, dan pengendali jarak jauh meman- dan menerima pantulannya kembali sehingga
faatkan spektrum infra merah. Adapun komunikasi terdeteksi posisi objek.
jarak jauh dapat menggunakan gelombang radio
14. Jawaban: b
dan gelombang cahaya tampak yang dirambatkan
Salah satu contoh cahaya tampak adalah cahaya
melalui kabel fiber optik.
matahari. Cahaya matahari yang terlalu banyak
8. Jawaban: e masuk ke dalam mata dapat menyebabkan
Cahaya tampak digunakan pada sel fotovoltaik gangguan penglihatan. Bahaya radiasi sinar X yaitu
untuk diubah menjadi energi listrik. XRD me- menyebabkan kerusakan sel tubuh, mengubah
manfaatkan sinar X. Pendeteksi uang palsu dan struktur genetik suatu sel, menyebabkan kanker,
sterilisasi memanfaatkan spektrum sinar UV. rambut rontok, dan kulit menjadi merah.
Sedangkan pesawat televisi memanfatakan
15. Jawaban: c
gelombang radio frekuensi tinggi.
Diketahui: υ = 600 MHz = 6 × 108 Hz
9. Jawaban: a Ditanyakan: λ
Manfaat sinar gamma dalam dunia kesehatan Jawab:
adalah untuk membunuh sel kanker dan menste- c 3 × 108 m/s
rilisasi alat-alat kedokteran. Mendeteksi kerusakan λ= υ = = 0,5 m = 50 cm
6 × 108 Hz
tulang dan kondisi paru-paru menggunakan sinar X. Jadi, panjang gelombang stasiun tv sebesar
Melancarkan peredaran darah dan mendiagnosis 50 cm.
penyakit menggunakan sinar inframerah.
16. Jawaban: b
10. Jawaban: c Gelombang dalam soal tersebut termasuk
Gelombang elektromagnetik yang berfrekuensi gelombang radio. Alat yang dimaksud adalah
1015 Hz adalah cahaya tampak. Cahaya tampak pemancar radio yang dapat memodulasikan suara
diperlukan mata agar dapat melihat benda. Benda untuk dipancarkan ke segala penjuru.
dapat terlihat karena memantulkan cahaya tampak.
Oleh karena itu, pada malam hari yang gelap gulita, 17. Jawaban: e
kita tidak dapat melihat benda. Selain itu, cahaya Sinar X dapat digunakan untuk menentukan letak
tampak digunakan pada alat pengering surya, tulang yang patah, menyelidiki struktur mineral,
kompor surya, pemanas ruangan, pendingin memindai barang-barang di bandara, dan
ruangan, distilasi surya, baterai fotovoltaik, dan memeriksa kondisi paru-paru melalui scan toraks.
laser. Sedangkan kendali jarak jauh dapat Memeriksa sidik jari menggunakan sinar ultraviolet.
dilakukan melalui media sinar inframerah. Modulasi 18. Jawaban: b
suara menggunakan gelombang radio. Gelombang radio AM memiliki amplitudo berubah-
11. Jawaban: a ubah dan dipengaruhi oleh gejala kelistrikan
Telepon genggam memancarkan frekuensi sehingga memiliki kualitas suara kurang jernih.
gelombang radio dari 824,04 MHz sampai dengan Gelombang AM memiliki jangkauan yang luas
848,97 MHz. Sinyal yang diterima telepon genggam karena dapat dipantulkan oleh ionosfer.
dari 869,04 MHz sampai dengan 893,07 MHz. 19. Jawaban: b
Sinyal telepon genggam memanfaatkan Sinar gamma digunakan dalam bidang pertanian
gelombang radio pada frekuensi ultratinggi atau yaitu untuk rekaya genetika. Caranya dengan
pada gelombang ultrapendek. melakukan penyinaran untuk memperoleh bibit
12. Jawaban: a unggul.
Gambar pada pilihan a adalah barcode scanner 20. Jawaban: a
yang menggunakan sinar laser. Sinar laser Radiasi sinar ultraviolet dapat mengubah pro-
merupakan cahaya tampak. Gambar pada pilihan vitamin D menjadi vitamin D. Vitamin D berfungsi
b adalah remote control yang menggunakan sinar menyehatkan tulang dan mencegah rakhitis. Selain
inframerah. Gambar pilihan c adalah radar dan itu, radiasi sinar ultraviolet dapat membunuh kuman
pilihan e adalah microwave oven yang mengguna- yang mengakibatkan penyakit kulit.
kan gelombang mikro. Gambar pilihan d adalah
pesawat radio yang menerima gelombang radio.

110 Radiasi Gelombang Elektromagnetik


B. Uraian c. Sinar gamma dari nuklir akan menyebabkan
1. Sinar X dihasilkan dari partikel-partikel berenergi jumlah kematian terbesar dalam penggunaan
tinggi yang ditembakkan ke atom. Atom akan senjata nuklir di sebuah perang nuklir. Sinar
memancarkan sinar X jika ditembak dengan gamma dapat mengubah struktur genetik
elektron. Foton sinar X akan dipancarkan jika makhluk hidup sehingga terjadi mutasi.
elektron datang menumbuk elektron dari orbital 7. Diketahui: s = 1.500 km = 1.500.000 m
sebelah dalam sehingga keluar dari atom. Ditanyakan: Δt
2. Salah satu spektrum gelombang elektromagnetik Jawab:
adalah cahaya tampak. Sebagai contoh saat cahaya s = c Δt
s
merambat dari dasar air ke udara. Pengamat yang Δt = c
ada di udara akan melihat dasar air tampak lebih 1.500.000 m
dangkal. Hal ini membuktikan bahwa gelombang Δt =
3 × 108 m/s
elektromagnetik dapat dibiaskan.
Δt = 5 × 10–3 s
3. Gelombang radio dibawa dengan dua cara yaitu Waktu yang digunakan gelombang inframerah
modulasi amplitudo (AM) dan modulasi frekuensi menuju satelit adalah 5 × 10–3 s.
(FM). Gelombang radio AM membawa informasi Jadi, foto dapat diterima di bumi dalam waktu
dengan amplitudo yang berubah-ubah sedangkan 2(5 × 10–3 s) = 1 × 10–2 s.
gelombang radio FM membawa informasi dengan
frekuensi yang berubah-ubah. 8. a. Radiofon merupakan telepon tanpa kabel.
Gelombang yang dikirim berupa gelombang
4. Radar memancarkan gelombang mikro dan radio. Telepon jenis ini dapat terganggu jika
menerima pantulannya. Dari data yang diperoleh cuaca tidak baik.
dapat diketahui posisi suatu objek untuk kemudian b. Telepon genggam memanfaatkan gelombang
diinformasikan ke pesawat sehingga tidak terjadi radio pada ultra high frequency (UHF).
tabrakan. Jika tidak menggunakan radar, lalu lintas Frekuensinya berkisar antara 800–1.800 MHz.
bandara akan kacau. Kemungkinan pesawat
menabrak objek lain lebih besar. 9. Sinar X dapat digunakan untuk memeriksa tulang
yang retak dan kondisi paru-paru tanpa pembedahan.
5. Suatu benda yang dipanaskan memancarkan sinar
Keuntungan bagi pasien adalah dapat mengetahui
inframerah. Berdasarkan ini, hutan yang terbakar
kondisi di dalam tubuh tanpa merasakan sakit
juga memancarkan sinar inframerah karena suhunya
karena pemindaian dengan sinar X dilakukan tanpa
yang panas. Satelit di luar angkasa mendeteksinya
sehingga diketahui lokasi kebakaran hutan. pembedahan.

6. Apa saja bahaya gelombang elektromagnetik? 1


10. c =
a. Radiasi sinar UV yang berlebihan dapat ε o μo
1
mengakibatkan kanker kulit, gangguan peng- = m/s
lihatan, dan mengganggu keseimbangan alam. (8,85 × 10−12 )(4π × 10 −7 )
1
b. Penggunaan sinar X yang melebihi batas = m/s
1,11156 × 10 −17
normal dapat mengakibatkan pemusnahan 1
sel-sel dalam tubuh, perubahan struktur = m/s
3,334 × 10 −9
genetik suatu sel, penyakit kanker, rambut
rontok, serta kulit menjadi merah dan berbisul. = 2,999 × 108 m/s ≈ 3 × 108 m/s (terbukti)

Fisika Kelas XII 111


A. Pilihan Ganda RP = 5 Ω
1
1. Jawaban: e R4 dan R5 dirangkai paralel
Nilai arus yang diukur dihitung dengan
1 1 1
persamaan berikut. = +
RP2 R4 R5
nilai pada skala
I = nilai maksimum skala × batas ukur =
1
+
1
10 Ω 10 Ω
6
= 10 × 250 mA =
2
10 Ω
= 150 mA
RP = 5 Ω
Jadi, nilai kuat arus yang diukur Andi sebesar 2

150 mA. R1, RP, RP , dan R 6 dirangkai seri sehingga


2

2. Jawaban: b memperoleh nilai hambatan total sebagai berikut.


Diketahui: d = 1,3 mm = 1,3 × 10–3 m Rtot = R1 + R2 + RP + R6
2
A = 0,5 cm = 0,5 × 10–2 m =6Ω+5Ω+5Ω+4Ω
ρ = 9,7 × 10–8 Ωm = 20 Ω
Ditanyakan: R Arus yang mengalir pada rangkaian yaitu:
Jawab:
ε
Luas penampang pada kawat: I =
R tot
d2
A= π 40 V
4
=
−3 2 20 Ω
(1,3 × 10 m)
= (3,14)( ) =2A
4
= 1,33 × 10–6 m2 Berdasarkan konsep hambatan yang disusun seri,
Besar hambatan kawat besi: arus pada rangkaian bernilai sama sehingga nilai
pada setiap hambatannya yaitu:
A
R= ρA I = I1 = IP = IP = I6 = 2 A
1 2
0,5 × 10−2 Tegangan pada RP
= (9,7 × 10–8)( 1,33 × 10−6 ) 1

= 3,65 × Ω 10–4 VP = IP RP
1 1 1
Jadi, hambatan kawat sebesar 3,65 × 10–4 Ω. = (2 A)(5 Ω)
3. Jawaban: a = 10 V
Diketahui: R1 = 6 Ω Jika R2 dan R3 dirangkai paralel, nilai tegangan
R2 = R3 = R4 = R5 = 10 Ω di setiap hambatannya bernilai sama dengan
R6 = 4 Ω tegangan total.
ε = 40 volt VP = V2 = V3 = 10 V
Ditanyakan: V3 1
Jadi, tegangan pada R3 sebesar 10 V.
Jawab:
R2 dan R3 dirangkai paralel 4. Jawaban: b
1 1 1 Diketahui: RL = R1= 2 Ω
= +
RP1 R2 R3 R2 =3Ω
1 1 ε1 =6V
= +
10 Ω 10 Ω ε2 =9V
2 Ditanyakan: IL
=
10 Ω

112 Penilaian Akhir Semester 1


Jawab: R1R 2
Terapkan konsep hukum II Kirchoff. RA =
R1 + R 2 + R 5
Lampu (10 Ω)(10 Ω)
=
(10 Ω) + (10 Ω) + (5 Ω)
RL = 2 Ω
IL I 100
ε1 = 6 V = 25
Ω=4Ω
I1 2Ω R1R 5
RB =
II R1 + R 2 + R 5
ε2 = 9 V
(10 Ω)(5 Ω)
=
I2 3Ω (10 Ω) + (10 Ω) + (5 Ω)

50
I1 + I2 = IL = 25 Ω = 2 Ω
Pada loop I berlaku: R 2R 5
Σε + ΣIR = 0 RC =
R1 + R 2 + R 5
ε1 – I1R1 – ILRL = 0 (10 Ω)(5 Ω)
=
6 – 2I1 – 2IL = 0 (10 Ω) + (10 Ω) + (5 Ω)
2I1 + 2IL = 6 50
= 25 Ω = 2 Ω
I1 + IL = 3 . . . (1)
Sehingga rangkaiannya menjadi:
Pada loop II berlaku:
ΣE + ΣIR = 0
RB R3
ε2 + I1R1 – I2R2 = 0
RA
I2R2 – I1R1 = ε2
3I2 – 2I1 = 9
3(IL – I1) – 2I1 = 9
RC R4
3IL – 3I1 – 2I1 = 9
3IL – 5I1 = 9 . . . (2)
RB dan R3 dirangkai seri, nilai hambatannya (Rs ):
1
Persamaan (1) dan persamaan (2) dieliminasi
Rs = RB + R3 = 2 Ω + 5 Ω = 7 Ω
I1 + IL = 3 ×5 5I1 + 5IL = 15 1
RC dan R4 dirangkai seri, nilai hambatannya (Rs ):
–5I1 + 3IL = 9 ×1 –5I1 + 3IL = 9 2

––––––––––––– + Rs = RC + R4 = 2 Ω + 10 Ω = 12 Ω
2
8IL = 24 RA, Rs , dan Rs jika dirangkai seperti berikut.
1 2
IL = 3 RS
1
Jadi, arus yang mengalir pada lampu sebesar
RA
3 A.
A B
5. Jawaban: e
Diketahui: R1 = R2 = R4 = 10 Ω RS
2
R3 = R5 = 5 Ω
RS dan RS dirangkai paralel:
I =2A 1 2
1 1 1
Ditanyakan: VAB = +
RP R S1 R S1
Jawab:
1 1
R1R4 ≠ R2R3 = +
7Ω 12 Ω
Rangkaian hambatan disusun menggunakan
konsep transformasi ΔY. Rangkaian transformasi 12 7
ΔY sebagai berikut. = +
84 Ω 84 Ω

R1 R3 19
=
84 Ω
RB
R5 84
A RA B RP = 19 Ω = 4,42 Ω
RC R4
R2

Fisika Kelas XII 113


RA dan RP disusun seri sehingga hambatan 8. Jawaban: c
totalnya: Diketahui: rAB = 10 cm
qA = 4 C
Rtot = RA + RP
qB = 16 C
= 4 Ω + 4,42 Ω Ditanyakan: rA
= 8,42 Ω Jawab:
Tegangan pada titik AB A EB EA B
VAB = IR
= (2 A)(8,42 Ω) 4C
x (10 – x) cm
16 C
= 16,84 V
10 cm
Jadi, tegangan pada titik AB sebesar 16,84 V.
EA = EB
6. Jawaban: d
q qB
Diketahui: q = –50 μC = 5 × 10–5 C k A2 =k
rA rB2
r = 9 cm = 9 × 10–2 m
qA qB
d = 12 cm = 12 × 10–2 m =
rA2 rB2
k = 9 × 109 Nm2/C2 4 16
Ditanyakan: E =
x2 (10 − x )2
Jawab: 1 2
q =
E=k x 10 cm − x
r2
5 × 10 −5 C 10 cm – x = 2x
= (9 × 109 Nm2/C2) (9 × 10−2 m2 )2
= 5,6 × 107 N/C 3x = 10 cm
Jadi, medan listrik pada jarak 9 cm dari pusat bola 10 cm
x= 3
sebesar 5,6 × 107 N/C.
Jadi, posisi titik supaya medan listrik sama dengan
7. Jawaban: b
10
Diketahui: q1 = q2 = q3 nol terletak pada jarak cm dari titik A.
3
Ditanyakan: FC 9. Jawaban: c
Jawab: Diketahui: C1 = 2 μF
F C2 = 4 μF
V = 9 volt
Fb Fa Ditanyakan: q2
C Jawab:
q3 Kapasitas kapasitor total pada rangkaian:
1 1 1
θ = +
C C1 C2
1 1
A B = +
q1 q2 2 μF 4 μF
2 1
ABC sama sisi, maka θ = 60° = +
4 μF 4 μF
4
FC = Fa2 + Fb2 + 2FaFb cos 60° C = μF
3
1 Muatan total pada rangkaian:
= 2F 2 + 2F 2 + 2(2F )(2F )( 2 ) q = CV
4
= 8F 2 q = ( 3 μF)(9 volt)
q = 12 μC
= 8F
Apabila sebuah rangkaian kapasitor disusun seri
= 2 2F maka besar muatan pada setiap kapasitor nilainya
sama dengan muatan total sehingga muatan pada
Jadi, gaya Coulomb pada titik C sebesar 2 2 F. kapasitor 4 μF adalah 12 μC. Jadi, jawaban yang
tepat adalah pilihan c.

114 Penilaian Akhir Semester 1


10. Jawaban: d BP = B1 – B2
Diketahui: C1 = 2 μF = (10π × 10–7 – 4π × 10–7) T
C2 = C3= 4 μF = 6π × 10–7 T
V =8V Jadi, medan magnet di pusat lingkaran (titik P)
Ditanyakan: Wtot sebesar 6π × 10–7 T.
Jawab:
12. Jawaban: b
C1 dan C2 dirangkai seri, nilai Cs:
Diketahui: A = 100 cm = 1 m
1 1 1
= + N = 150 lilitan
CS C1 C2
I =5A
1 1
= 2 μF
+ 4 μF μ0 = 4π × 10–7 Wb/Am
2 +1 Ditanyakan: B
= 4 μF Jawab:
μ IN
Cs =
4
= 1,33 μF B = 1 0
3 2 A
Cs dan C3 dirangkai paralel, nilai Cp: −7
1 (4π × 10 Wb/Am)(5 A)(150)
=
Cp = Cs + C3 2 2(1m)

= 1,33 μF + 4 μF = 1,5π × 10–4 T


= 5,33 μF Jadi, induksi magnet di ujung solenoid sebesar
Energi total pada rangkaian, nilai Wtot: 1,5π × 10–4 T.
1 13. Jawaban: c
Wtot = Ctot V 2
2 Diketahui: B = 5 mT = 5 × 10–3 T
1
= CP V 2 v = 4 × 106 m/s
2
q = 1,6 × 10-19 C
1
= (5,33 μF)(8 V)2 Ditanyakan: F
2
1 Jawab:
= (5,33 μF)(64 V)2 F = Bqv
2
= 170,56 μJ = (5 × 10–3 T)(1,6 × 10–19 C)(4 × 106 m/s)
= 3,2 × 10–15 N
= 1,7 × 10–4 joule
Jadi, gaya magnetik yang bekerja pada muatan
Jadi, energi total pada rangkaian 1,7 × 10–4 joule. sebesar 3,2 × 10–15 N.
11. Jawaban: c 14. Jawaban: e
Medan oleh kawat dalam: Diketahui: μ0 = 4π × 10–7 Wb/Am
Diketahui: I =2A I1 = I2 = I3 = 3 A
a1 = 0,10 m
a1 = 2 cm = 2 × 10–2 m
a2 = 0,25 m
a2 = 8 cm = 8 × 10–2 m
Ditanyakan: BP
Jawab: Ditanyakan: F2
A
B1 = 1 μ0I Jawab:
4 2a1 Arah gaya per satuan panjang pada kawat I2.
1 (4π × 10 −7 Wb/Am)(2 A)
= 4
2(0,10 m) F12

=π× 10–6 T
F23
I1 I2 I3
= 10π × 10–7 T arahnya menuju pembaca
Medan oleh kawat luar:

B2 = 1 μ0I
4 2a2 F12 μ0 I1 I 2
=
1 (4π × 10 −7 Wb/Am)(2 A) A 2π a12
= 4 2(0,25 m) (4π × 10 −7 Wb/Am)(3 A)(3 A)
=
= 4π × 10–7 T arahnya meninggalkan pembaca 2π (2 × 10 −2 m)

= 9 × 10–5 N/m

Fisika Kelas XII 115


F23 μ0 I 2 I 3 17. Jawaban: c
= Diketahui: L = 1,5 H
A 2π a23
(4π × 10 −7 Wb/Am)(3 A)(3 A)
I = –2t 2 + 4t – 2
= εind = 30 V
2π (8 × 10 −2 m)
Ditanyakan: t
= 2,25 × 10–5 N/m Jawab:
F2 F12 F23 dI
= +
A
εind = –L
A A dt
= 9 × 10–5 N/m + 2,25 × 10–5 N/m d (−2t 2 + 4t − 2)
30 = (1,5)
dt
= 11,25 × 10–5 N/m
30 = 1,5(–4t + 4)
Jadi, gaya per satuan panjang yang dialami kawat
36 = 6t + 6
I2 sebesar 11,25 × 10–5 N/m.
6t = 30
15. Jawaban: a t=6
Diketahui: I =5A Jadi, GGL induksi sebesar 30 V terjadi pada saat
F = 6,4 × 10–18 N t = 6 s.
v = 4 × 105 m/s
18. Jawaban: a
q = 1,6 × 10–19 C
Diketahui: A = 30 cm = 0,3 m
Ditanyakan: a
Jawab: N = 200 lilitan
F =Bqv A = 2 cm2 = 2 × 10–4 m2
μ0 = 4π × 10–7 Wb/Am
F
B = Ditanyakan: L
qv
Jawab:
6,4 × 10 −18
= μ0 N 2 A
(1,6 × 10 −19 C)(4 × 105 m/s) L=
A
= 1 × 10–4 T
(4π × 10 −7 Wb/Am)(200)2 (2 × 10 −4 m2 )
μ0 I =
B = (0,3 m)
2π a
μ I = 1,067π × 10–5 H
a = 0
2π B Jadi, induktansi diri solenoid sebesar 1,067π × 10–5 H.
(4π × 10 −7 Wb/Am)(5 A)
= 19. Jawaban: b
2π (1× 10 −4 T)
= 10 × 10–3 m Diketahui: A = 20 cm = 0,2 m
= 1 × 10–2 m
N1 = 200 lilitan
= 1 cm
Jadi, jarak antara elektron dan kawat sejauh N2 = 100 lilitan
1 cm. A = 16 cm2
16. Jawaban: b = 1,6 × 10–3 m2
Diketahui: Φ1 = 0,03 Wb Ditanyakan: M
Φ2 = 0,05 Wb Jawab:
μ0 A N1N 2
Δt = 0,2 s M=
A
N = 50 lilitan
(4π × 10 −7 Wb/Am)(1,6 × 10 −3 m2 )(200)(100)
Ditanyakan: εind = 0,2 m
Jawab:
ΔΦ
εind = –N = 6,4π × 10–5 H
Δt
Jadi, induktansi bersama kedua solenoid sebesar
(0,05 Wb − 0,03 Wb)
= –50 6,4π × 10–5 H.
0,2 s
=5V
Jadi, GGL induksi yang timbul sebesar 5 V.

116 Penilaian Akhir Semester 1


20. Jawaban: b π
V = Vm sin (ωt – 2 ) V
Diketahui: Vp = 40 V
π
Ip = 2 A = 800(sin 100t – 2 ) V
Vs = 200 V Jadi, persamaan tegangan pada ujung-ujung
η = 80% π
kapasitor V = 800 (sin 100t – 2 ) volt.
Ditanyakan: Is
23. Jawaban: d
Jawab:
Diketahui: V = 200 volt
η=
Ps
× 100% R = 40 Ω
Pp L =2H
VsI s Z = 100 Ω
η= × 100%
VpIp Ditanyakan: VR
(200 V)I Jawab:
s
80% = (40 V)(2 A) × 100% Arus total rangkaian:
V 200 V
Is = 0,32 A I = Z = 100 Ω = 2 A
Jadi, arus Is sebesar 0,32 A. Tegangan pada resistor:
21. Jawaban: d VR = IR
Pada gambar amplitudo gelombang sebesar = (2 A)(40 Ω)
3 DIV. Tegangan maksimum bersesuaian dengan = 80 V
nilai ampitudo. Jadi, tegangan pada resistor sebesar 80 volt.
Vm = (3 DIV)(2 volt/DIV) 24. Jawaban: a
= 6 volt Diketahui: V =6V
Pada gambar tertera 2,5 gelombang. 1 panjang f = 40 Hz
gelombang 4 DIV. X L = 2π Ω
T = (4 DIV)(5 ms/DIV) Ditanyakan: L dan I
= 20 ms Jawab:
1 ω = 2πf
f = T
= 2π rad (40 Hz)
1 = 80π rad/s
= 20 ms XL 2π Ω
L = = 80π rad/s
= 0,025 H
1 ω
= 2 × 10 −2 s
= 50 Hz
V 6V
I = = 2π Ω = 0,95 A
Jadi, tegangan maksimum dan frekuensi secara XL
berturut-turut adalah 6 V dan 50 Hz. Jadi, besar induktansi dan arus yang mengalir
pada kumparan secara berturut-turut adalah 0,025 H
22. Jawaban: b
dan 0,95 A.
Diketahui: C = 50 μF = 5 × 10–5 F
I = (4 sin 100t) A 25. Jawaban: a
Diketahui: R = 210 Ω
Ditanyakan: V
L = 1,8 H
Jawab:
C = 16 μF = 16 × 10–6 F
Berdasarkan persamaan arus, dapat ditentukan
V = 5,8 V
nilai frekuensi sudut sumber.
ω = 250 rad/s
I = Im sin ωt Ditanyakan: IL
ω = 100 rad/s Jawab:
1 1 XL = ωL
Xc = ωc = = 200 Ω = (250 rad/s)(1,8 H)
(100 rad/s)(5 × 10 −5 F)
= 450 Ω
Vm = ImXC
1
= (4 A)(200 Ω) XC = ωC
= 800 V 1
= (250 rad / s)(1,6 × 10 −5 F)
= 250 Ω

Fisika Kelas XII 117


2 2
B. Uraian
Z = R + (X L − X C )
1. Diketahui: R1= 12 Ω
2
= 210 + (450 − 250) Ω
2 R2= 12 Ω
R3= 3 Ω
= 210 2 + 200 2 Ω R4= 6 Ω
ε1 = 6 V
= 44.100 + 40.000 Ω
ε2 = 12 V
= 290 Ω
Ditanyakan: I
V 5,8 V
I = Z = 290 Ω = 0,02 A Jawab:
Perhatikan rangkaian berikut!
Oleh karena rangkaian tersusun seri, maka arus
yang mengaliri tiap komponen sama dengan arus E1
total.
Jadi, arus yang mengalir pada induktor sebesar
0,02 A. R3
R2 R1
26. Jawaban: a
Suatu benda yang dipanaskan akan memancarkan
sinar inframerah yang tergantung dari suhu dan R4
warna benda. Benda yang memancarkan sinar I E2
inframerah saat terbakar dapat dideteksi oleh satelit
sehingga dapat mengetahui daerah yang mengalami
Hambatan R1 dan R2 dirangkai paralel.
kebakaran hutan.
1 1 1
27. Jawaban: a = +
Rp R1 R2
Penggunaan sinar X secara berlebihan dapat 1 1
memusnahkan sel-sel dalam tubuh, mengubah = +
12 Ω 12 Ω
struktur genetika suatu sel, mengakibatkan
penyakit kanker, kerontokan rambut, serta kulit =
2
menjadi merah dan berbisul. Kerusakan kolagen 12 Ω
dan jaringan elastin diakibatkan oleh paparan Rp = 6 Ω
sinar UV C terlalu banyak.
Besarnya arus yang mengalir dapat ditentukan
28. Jawaban: d dengan menggunakan konsep hukum II Kirchhoff.
Sinar gamma dihasilkan oleh isotop radioaktif Σε + ΣIR = 0
seperti kobalt-60 atau sesium-137. Kobalt-60
(6 V – 12 V) + I(Rp + R3 + R4) = 0
adalah sumber yang paling banyak digunakan
dalam menghasilkan radiasi sinar gamma. Berkas –6 V + I(6 Ω + 3 Ω + 6 Ω) = 0
sinar elektron dihasilkan dari akselerator linear 15I Ω = 6 V
yang disuplai tenaga listrik.
6V 2
29. Jawaban: c I= = 5 A = 0,4 A
15 Ω
Gelombang radio AM memiliki amplitudo yang
berubah-ubah dan dipengaruhi oleh gejala Jadi, arus yang mengalir dalam rangkaian sebesar
kelistrikan di atmosfer sehingga memiliki kualitas 0,4 A.
suara kurang jernih. Gelombang AM memiliki 2. Diketahui: C1= 16 μF = 16 × 10–6 F
jangkauan yang luas karena dapat dipantulkan C2 = 24 μF = 24 × 10–6 F
oleh ionosfer. Jadi, ciri-ciri yang benar gelombang
V = 12 V
radio AM ditunjukkan oleh nomor 2) dan 5).
Ditanyakan: W
30. Jawaban: d
Jawab:
Gelombang very short wave memiliki panjang
gelombang 3 m. Gelombang ini termasuk dalam Cp = C1 + C2
very high frequency dengan lebar frekuensi = (16 × 10–6 F) + (24 × 10–6 F)
30 MHz-300 MHz. Gelombang ini digunakan = 40 × 10–6 F
dalam radio FM, radio mobil polisi, dan komunikasi
pesawat udara.

118 Penilaian Akhir Semester 1


1 5. Diketahui: q = 1,6 × 10–19 C
W = Cp V 2
2 v = 1,5 × 106 m/s
1 B = 2 × 10–3 T
= (40 × 10–6 F)(12 V)2
2
θ = 60°
= 0,00288 J
Ditanyakan: F
= 2,88 × 10–3 J
Jawab:
Jadi, energi yang tersmpan dalam rangkaian
F = B q v sin θ
kapasitor sebesar 2,88 × 10–3 J.
= (2 × 10–3 T)(1,6 × 10–19 C)(1,5 × 106 m/s) sin 60°
3. Potensial listrik bola berongga dapat dirumuskan: 1
= (4,8 N)( 3)
1 q 2
V=
4πε 0 r = 2,4 3 × 10–16 N
maka: Jadi, gaya Lorentz yang dialami elektron sebesar
1 q 2,4 3 × 10–16 N.
V1 =
4πε 0 Y
6. Apabila pada rangkaian dipasang induktor,
1 q
V2 = perubahan arus listrik pada rangkaian akan
4πε 0 X
menimbulkan GGL induksi pada induktor. GGL
Beda potensial keping I dan keping II induksi selalu melawan perubahan arus listrik.
ΔV = V1 – VII Dengan demikian ketika lampu dinyalakan akan
1 q 1 q terjadi perubahan arus dari tidak ada (nol)
= – menjadi ada. GGL induksi yang timbul melawan
4πε 0 Y 4πε 0 X
q 1 1 polaritas baterai sehingga lampu tidak langsung
= ( – ) menyala terang.
4πε 0 Y X
q X −Y
= ( ) 7. Diketahui: N = 400
4πε 0 XY
A = 0,25 m2
q
C= B = 0,5 T
V
120
ω = rpm = 4 rad/s
1 π
=q× V Ditanyakan: εmaks
Jawab:
4πε 0 (XY )
= q × q (X − Y ) εmaks= N B A ω
= (400)(0,5 T)(0,25 m2)(4 rad/s)
4πε 0XY = 200 V
= q (X − Y ) Terbukti Jadi, GGL maksimum generator sebesar 200 V.

4. Diketahui: I1 = I2 = 4 A 8. Diketahui: R = 50 Ω
L = 20 mH = 2 × 10–2 H
a1 = 40 cm
ω = 5.000 rad/s
a2 = 10 cm
Vef = 20 V
Ditanyakan: Bp Ditanyakan: fr
Jawab: Jawab:
μ0I1 (4π × 10 −7 Wb/Am)(4 A) 1
B1 =
2π a1
= T = 2 × 10–6 T ω=
2π (4 × 10 −1 m) LC
1
μI (4π × 10 −7 Wb/Am)(4 A) 5.000 rad/s =
B2 = 0 2 = T = 8 × 10–6 T (2 × 10 −2 H) C
2π a2 2π (1× 10 −1 m)
1
2,5 × 107 rad/s =
BP = B1 + B2 (2 × 10 −2 H) C
1
= (2 × 10–6 + 8 × 10–6) T C=
(2,5 × 107 rad/s)(2 × 10 −2 H)
= 10 × 10–6 T
1
= 1 × 10–5 T = F
5 × 105
Jadi, induksi magnet di titik P adalah 1 × 10–5 T. =2× F 10–6
= 2 μF
Jadi, kapasitansi kapasitor sebesar 2 μF.

Fisika Kelas XII 119


9. Apabila frekuensi sumber ditinggikan, reaktansi 10. Radiasi sinar UV yang berlebihan dapat meng-
induktif bertambah sesuai dengan persamaan akibatkan kanker kulit, gangguan penglihatan,
X = 2πfL. Nilai reaktansi sebanding dengan dan mengganggu keseimbangan alam. Sinar
frekuensi. Reaktansi induktif yang besar ultraviolet A berdampak terhadap kerusakan
menyebabkan impedansi total rangkaian juga pada jaringan jangat dan lemak sehingga kulit
semakin besar. menjadi keriput.
2 2
Sinar ultraviolet B mampu membakar dan
Z = R + XL merusak lapisan ari. Sinar ultraviolet C akan
Impedansi yang besar dengan amplitudo memengaruhi perubahan warna kulit. Warna kulit
tegangan tetap, maka arus yang mengalir dalam akan berubah menjadi lebih kecokelatan. Sinar
rangkaian semakin kecil yang bersesuaian ultraviolet memberikan pengaruh yang besar
V terhadap kerusakan kolagen dan jaringan elastin.
dengan persamaan I = Z . Arus yang kecil Kolagen dan elastin merupakan jaringan pada kulit
menyebabkan daya yang didisipasi hambatan dermis yang bertanggung jawab terhadap
(lampu) juga kecil. Kesimpulannya adalah nyala kekuatan dan elastisitas kulit.
lampu semakin redup jika frekuensi sumber
ditambah sementara amplitudo tegangan tetap.

120 Penilaian Akhir Semester 1


Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu:
1. menjelaskan fenomena perubahan panjang, waktu, dan massa dikaitkan dengan kerangka acuan serta kesetaraan massa
dengan energi dalam teori relativitas khusus;
2. mempresentasikan konsep relativitas kontraksi panjang, dilatasi waktu, massa relativistik, dan kesetaraan massa dengan
energi.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, peserta didik:
1. mengagumi konsep relativitas sebagai perwujudan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa;
2. menunjukkan sikap ingin tahu peristiwa yang berkaitan dengan relativitas;
3. menganalisis besaran panjang, waktu, massa, dan energi dikaitkan dengan teori relativitas.

Relativitas

Mempelajari

Massa, Momentum, dan Energi


Konsep Relativitas Transformasi Lorentz Relativistik

Mencakup Mencakup Mencakup

• Relativitas Newton • Transformasi Lorentz untuk Kecepatan • Massa Relativistik


• Transformasi Galileo • Penjumlahan Kecepatan Relativistik • Momentum Relativistik
• Percobaan Michelson-Morley • Panjang Relativistik • Energi Relativistik
• Postulat Einstein dan Teori • Waktu Relativistik
Relativitas Khusus • Paradoks Kembar

Mampu

• Mengetahui berbagai peristiwa yang berkaitan dengan relativitas.


• Menjelaskan relativitas Newton, transformasi Galileo, dan percobaan Michelson-Morley.
• Menjelaskan postulat Einstein untuk teori relativitas khusus.
• Menjelaskan transformasi Lorentz untuk kecepatan, kontraksi panjang, dilatasi waktu, dan paradoks
kembar.
• Menjelaskan konsep massa relativistik, momentum relativistik, dan energi relativistik.
• Mengagumi konsep relativitas sebagai perwujudan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
• Menunjukkan sikap ingin tahu tentang peristiwa yang berkaitan dengan relativitas.

Fisika Kelas XII 121


6. Jawaban: a
A. Pilihan Ganda
Prinsip relativitas Newton dikemukakan oleh
1. Jawaban: e Galileo dan Newton. Prinsip ini menyatakan bahwa
Diketahui: v = 0,4c hukum-hukum mekanika berlaku sama pada semua
u x′ = 0,3c kerangka acuan inersia.
Ditanyakan: ux
7. Jawaban: d
Jawab:
Diketahui: v = 7,2 km/jam = 2 m/s
ux = u x′ + v
v0 = 1 m/s
= 0,4c + 0,3c
a = –g = –10 m/s2
= 0,7c
Ditanyakan: x
Jadi, kelajuan rudal berdasarkan pengamatan
Jawab:
orang yang diam sebesar 0,7c.
x = x′ + vt
2. Jawaban: d = 0 + 2t
Percobaan Michelson-Morley menggunakan inter- = 2t
ferometer untuk mengetahui adanya pola 1
interferensi. Spektrometer adalah alat yang y = v0t + 2 gt 2
digunakan untuk mengukur panjang gelombang
serta intensitas gelombang. Manometer berfungsi 1
= (1)t + 2 (–10)t 2
untuk mengukur tekanan gas. Pirometer adalah
alat pengukur suhu. Anemometer berfungsi = t – 5t 2
mengukur kecepatan angin. z = z′ = 0
Jadi, kedudukan bola terhadap penonton
3. Jawaban: d (2t, t – 5t 2, 0) m.
Benda dikatakan diam apabila benda dan pengamat
bergerak bersama dengan kelajuan dan arah yang 8. Jawaban: d
sama. Oleh karena itu, jawaban yang benar yaitu Diketahui: v = 16 m/s
pilihan d. v0 = 4 m/s
θ = 30°
4. Jawaban: c
Ditanyakan: (x′, y′, z′)
Diketahui: ux = 60 km/jam
Jawab:
u x′ = 2 km/jam
Menurut Agus, gerak uang logam hanya dalam
Ditanyakan: v
arah vertikal (y′) sehingga x′ = 0 dan z′ = 0.
Jawab:
1
ux = u x′ + v ⇔ v = ux – u x′ y ′ = v0 sin θt – 2 gt 2
= 60 km/jam – 2 km/jam
1
= 58 km/jam = (4)(sin 30°)t – 2 (10)t 2
Jadi, kecepatan kereta saat itu sebesar 58 km/jam.
= 2t – 5t 2
5. Jawaban: a Jadi, fungsi kedudukan uang logam menurut Agus
Diketahui: v = 7,2 km/jam = 2 m/s adalah (0, 2t – 5t2, 0).
t =3s
9. Jawaban: a
x =8m
Diketahui: v = 72 km/jam = 20 m/s
Koordinat Roni (8, 0, 0)
u′ x = –1 m/s
Ditanyakan: koordinat lebah menurut Roni
Ditanyakan: ux
Jawab:
Jawab:
x ′ = x – vt
ux = u′x + v
= 8 m – (2 m/s)(3 s)
= (–1 m/s) + (20 m/s)
=8m–6m
= 19 m/s
=2m
Jadi, kecepatan bola menurut orang yang diam di
Jadi, koordinat lebah menurut Roni yaitu (2, 0, 0).
tepi jalan adalah 19 m/s.

122 Relativitas
10. Jawaban: a Jawab:
vRonald = 288 km/jam = 80 m/s a. ux berlawanan arah v maka ux bernilai negatif.
vAlbert > vRonald, dapat dijelaskan bahwa: ux = u x′ + v
1) menurut Albert, Ronald bergerak menjauhinya; = –8 km/jam + 60 km/jam
2) menurut Albert, Ronald tidak bisa mengejarnya; = 52 km/jam
3) menurut Ronald, Albert bergerak menjauhinya; Jadi, kecepatan koin sebesar 60 km/jam.
4) menurut Ronald, dia mengejar Albert; b. ux searah v maka ux bernilai positif.
5) menurut penonton, Ronald tidak bisa mengejar ux = u x′ + v
Albert. = 8 km/jam + 60 km/jam
= 68 km/jam
Jadi, kecepatan koin sebesar 68 km/jam.
B. Uraian
4. Transformasi kecepatan, u′x terhadap ux dapat
1. Dalam percobaannya, Michelson-Morley meng- diperoleh jika tiap koordinat diturunkan terhadap
gunakan interferometer untuk mengetahui pola peubah (variabel) waktu t.
interferensi cahaya. Jika terjadi pergeseran inter- x ′ = x – vt
ferensi cahaya, eter itu ada. Tetapi kenyataannya
d d
tidak ada pergeseran cahaya, artinya eter tidak dt
(x ′) = dt (x – vt)
ada.
u′x = ux – v (terbukti)
2. Diketahui: v = 0,45c
5. vRossi = 240 km/jam
u′ x = 0,25c
vPedrosa = 65 m/s = 234 km/jam
Ditanyakan: ux
Jawab: Pernyataan yang benar:
ux = u′x + v = 0,25c + 0,45c = 0,7c 1) Menurut Rossi, Pedrosa bergerak mendekati-
nya.
Jadi, kecepatan rudal menurut pengamat yang diam
2) Menurut Rossi, Pedrosa tidak mampu mengejar-
di bumi adalah 0,7c.
nya.
3. Diketahui: v = 60 km/jam 3) Menurut Pedrosa, Rossi bergerak menjauhi-
u′ x = 8 km/jam nya.
Ditanyakan: a) ux berlawanan arah v 4) Menurut Pedrosa, jarak mereka semakin jauh.
b) ux searah v

Fisika Kelas XII 123


A. Pilihan Ganda
= (120 m) 1 − 0,36
1. Jawaban: d
= (120 m) 0,64
1
Diketahui: v1 = 2 c = (120 m)(0,8)
= 96 m
1
v2 = 4 c Jadi, panjang benda menurut pengamat dari bumi
sebesar 96 m.
Ditanyakan: v12
Jawab: 4. Jawaban: e

v1 + v 2
1
c + 4c
1 3
c Diketahui: v = 2 2c
v12 = = 2
= 4 3
v1v 2 1 1 1
1+ ( c )( c ) 1+ 8
c2 1+ 2 4 Ditanyakan: %ΔL
c2
Jawab:
3
c 2 v 2
= 4
9 = 3 c = 0,667c L = L0 1− 2
8
c c

Jadi, kecepatan benda pertama terhadap benda 2


= L0 1− ⎛⎜ 2c ⎞⎟
2
kedua sebesar 0,667c.
⎝3 ⎠
2. Jawaban: c
8
Diketahui: v = 0,6c = L0 1−
9
u′ x = 0,3c
Ditanyakan: ux 1
= L0
Jawab: 9

u x′ + v 1
ux = u x′ v = 3 L0
1+
c2
ΔL = L – L0
0,6c + 0,3c 1
= (0,6c )(0,3c ) = 3 L0 – L0
1+ 2
c
0,9c 2 2
= = – 3 (menyusut 3 bagian)
1 + 0,18

0,9c 2
= 1,18 %ΔL = 3 × 100%
= 0,763c = 66,67%
Jadi, kecepatan peluru terhadap bumi sebesar Jadi, benda menurut pengamat yang diam
0,763c. menyusut sebesar 66,67%.
3. Jawaban: c 5. Jawaban: e
Diketahui: v = 0,6c Diketahui: v = 0,8c
L0 = 120 m Δt0 = 12 tahun
Ditanyakan: L Ditanyakan: Δt
Jawab: Jawab:
v2 Δt 0
L = L0 1 − Δt =
c2 1−
v2
c2
2
(0,6c )
= (120 m) 1 − =
12 tahun
c2
(0,8c )2
1−
c2
0,362
= (120 m) 1 − 12 tahun
c2 =
1 − 0,64

124 Relativitas
12 tahun 12.600 m2
= =
0,6 1 − 0,64
= 20 tahun
12.600 m2
Jadi, perjalanan Romi menurut Roni berlangsung =
0,36
selama 20 tahun.
6. Jawaban: b 12.600 m2
=
Diketahui: v1 = 0,8c 0,6
v2 = 0,6c = 21.000 m2
Ditanyakan: Δt1 : Δt2 Jadi, luas sebenarnya dari tempat tersebut adalah
Jawab: 21.000 m2.
Persamaan yang berlaku sebagai berikut. 8. Jawaban: b
to Akibat relativitas khusus Einstein:
Δt =
1−
v2 1) Kontraksi panjang
c2 Panjang relativistik akan lebih pendek atau
Perbandingan Δt1 dan Δt2 yaitu menyusut dibandingkan panjang benda saat
to diam.
1−
v12 2) Dilatasi waktu
Δt1
= to
c2
Waktu relativistik akan lebih panjang daripada
Δt 2
v 22
waktu diam.
1−
c2 3) Ekspansi massa
1−
v 22 Massa relativistik atau massa benda yang
= c2 bergerak mendekati kecepatan cahaya akan
v12 lebih besar dibandingkan massa diamnya.
1−
c2
4) Energi benda yang bergerak dengan v
(0,6c )2
1− mendekati cahaya merupakan penjumlahan
c2
= energi kinetik dan energi diamnya.
(0,8c )2
1−
c2 9. Jawaban: b
0,64 Diketahui: r0 = 10 cm = 1 × 10–2 m
=
0,36 v = 0,8c
1 − 0,36 ρ 0 = 3.000 kg/m3
= Ditanyakan: ρ
1 − 0,64
0,64
Jawab:
= V0 = r03 = (1 × 10–2 m)3 = 1 × 10–6 m3
0,36
m = ρ0 V0
8 4
= 6 = 3 = (3.000 kg/m3)(1 × 10–6 m3)
= 3 × 10–3 kg
Jadi, perbandingan dilatasi waktu sebesar 4 : 3.
2

7. Jawaban: c r = r0 1− v 2
c
Diketahui: A = 12.600 m2 (0,8c ) 2

v = 0,8c = (10 –2
m) 1− 2
c
Ditanyakan: A0
= (10–2 m) 1− 0,36
Jawab:
= (10–2 m)(0,6)
A
A0 = = 6 × 10–3 m
v2
1−
c2
V = r0 r0 r
12.600 m2 = (1 × 10–2 m)(10–2 m)(6 × 10–3 m)
= = 6 × 10–7 m3
(0,8c )2
1−
c2
m 3 × 10−3 kg
ρ = = = 5.000 kg/m3
12.600 m 2 V 6 × 10−7 m3
= Jadi, massa jenis kubus menurut ilmuwan di bumi
0,64c 2
1−
c2 sebesar 5.000 kg/m3.

Fisika Kelas XII 125


10. Jawaban: e
= 20 0,64
Diketahui: t′ = t = 5 s
x ′ = 3,8 × 108 m = 20(0,8) = 16 tahun
5 Jadi, saat kembali dari misi:
γ = 1,25 = 4 Umur Rama = 25 + 16 = 41 tahun
Ditanyakan: x Umur Sinta = 20 + 20 = 40 tahun
Jawab:
2. Diketahui: vXR = –0,4c
1 vYR = 0,3c
γ2 = v2
1− Ditanyakan: vYX
c2

⎛5⎞
2
1 Jawab:
⎜4⎟ = v2 Menurut relativitas Newton:
⎝ ⎠ 1−
c2 vYX = vYR + vRX
25 v2
(1 – )=1 = 0,3c + (–vXR)
16 c2
= 0,3c + (–(–0,4c))
25 25 v 2
– 16 =1 = 0,3c + 0,4c
16 c2
25 25 v 2 = 0,7c
–1 = 16 Menurut penjumlahan kecepatan relativistik:
16 c2
9 25 v 2 v YR + v RX
16
= 16 c 2
vYX = (v YR )(vRX )
1+
c2
⎛ 9 ⎞ ⎛ 16 2 ⎞
v2 = ⎜ 16 ⎟ ⎜ 25 c ⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ (0,3c ) + (−(−0,4c ))
9 2
= (0,3c )( −0,4c )
1+
= 25
c c2
0,7c
3 =
v= 5
c 1+
0,12c 2
c2
x = γ (x′ + vt′ )
5 3 0,7c
= 4 ((3,8 × 108 m) + ( 5 )(3 × 108 m/s)(5 s)) = = 0,625c
1,12
5 Kelajuan pesawat Y terhadap pesawat X berdasar-
= 4 (3,8 × 108 + 9 × 108) m kan konsep relativitas Newton sebesar 0,7c,
5 sedangkan berdasarkan penjumlahan kecepatan
= 4 (12,8 × 108 m) = 1,6 × 109 m
relativistik sebesar 0,625c.
Jadi, jarak x sejauh 1,6 × 109 m.
3. Diketahui: L0 = 180 cm
L = 60 cm
B. Uraian Ditanyakan: v
Jawab:
1. Diketahui: s = 6 tahun cahaya
v = 0,6c L0
L= γ
Umur Rama mula-mula = 25 tahun
Umur Sinta mula-mula = 20 tahun L0
Ditanyakan: Umur Rama dan Sinta setelah misi γ = L
Jawab:
180
Menurut Sinta di bumi waktu perjalanan Rama = 60
adalah:
=3
2s 2(6 tahun c )
Δt = v = = 20 tahun 1
0,6 c γ=
v2
Menurut Rama waktu perjalanannya: 1−
c2

2
v 1
Δt0 = Δt 1− 2 3=
c v2
1−
c2
2
= 20 1− (0,62c )
c 1
32 = ( )2
v2
= 20 1 − 0,36 1−
c2

126 Relativitas
1
5. Diketahui: v1 = v2
9= v2 v12 = 0,8c
1−
c2 Ditanyakan: v1
v2 Jawab:
9(1 – )=1
c2 v1 + v 2
2 v12 = v 1v 2
9v 1+
9– =1 c2
c2
v2 2v1
8=9 0,8c =
c2 v12
1+
8 c2
v 2 = 9 c2
v12
2 0,8c(1 + ) = 2v1
v= 2c c2
3
2 0,8cv12
Jadi, kecepatan wahana antariksa sebesar 3 2 c. 0,8c + = 2v1
c2

4. Diketahui: L0 = 3L 0,8v 12
(0,8c + – 2v1 = 0) × c
c
v = 1 3c (0,8v12 – 2v1c + 0,8c2 = 0)
2
Ditanyakan: L –––––––––––––––––––––– × 5
Jawab: 4v12 – 10v1c + 4c2 = 0
v 2 (v1 – 2c)(4v1 – 2c) = 0
L = L0 1− 2
c 1
v1 = 2 c atau v1 = 2c
1
( 2 3c )2
= (3L) 1− 1
c2 Kita gunakan v = 2 c karena tidak mungkin ada
1 kecepatan yang melebihi kecepatan cahaya. Jadi,
= (3L) 4
= 3L
2 1
Jadi, roket jika diamati seseorang yang diam di kecepatan pesawat dilihat dari bumi sebesar 2 c.

bumi memiliki panjang 3 L.


2

Fisika Kelas XII 127


A. Pilihan Ganda v2
p2(1 – ) = m02 v2
1. Jawaban: a c2
ET = Ek + E0 9 v2
( 4 × 108 kg m/s)2(1 – ) = (1 kg)2v2
Energi total yang dimiliki oleh suatu benda c2
tersusun dari energi kinetik dan energi diam dari
81 81 v2
benda. Besaran yang memengaruhi nilai energi × 1016 kg m/s – ( 16 × 1016 kg2m2/s2)
16 c2
kinetik yaitu massa dan kecepatan benda,
= v2 kg2
sedangkan besaran yang memengaruhi nilai energi
9
diam benda salah satunya yaitu posisi benda. 81 81
16
× 1016 kg2m2/s2 – ( × 1016 kg2m2/s2)
16
2. Jawaban: a
Diketahui: m0 = 1,67 × 10–27 kg v2
16 = v2 kg2
1 9 × 10 kg2m2 /s2
v = 2
c
81 9
Ditanyakan: m 16
× 1016 kg2m2/s2 = v2 + 16 v2
Jawab:
81 25
m = γ m0 × 1016 kg2m2/s2 = 16 v2 kg2
16
m0
= 81 16
1−
v2 v2 = 16 × 1016( 25 ) m2/s2
c2

1,67 × 10 −27 kg 81
= v2 = 25 × 1016 m2/s2
1
( c )2
1− 2
c2 9
1,67 × 10−27 kg v = 5 × 108 m/s
= 1
3
2 v = 1,8 × 108 m/s
1,67 × 10 −27 kg Jadi, kecepatan benda sebesar 1,8 × 108 m/s.
= 0,8
= 1,92 × 10–27 kg
4. Jawaban: c
Jadi, massa relativistik proton sebesar Diketahui: E0 = 4 × 10–10 J
1,92 × 10–27 kg. p = 5 × 10–19 kg m/s
3. Jawaban: c Ditanyakan: E
Diketahui: m0 = 1 kg Jawab:
p = 2,25 × 108 kg m/s E 2 = E02 + p 2 c2
= (4 × 10–10 J)2 + (5 × 10–19 kg m/s)2(3 × 108 m/s)2
9
= 4 × 108 kg m/s = 16 × 10–20 J2 + 2,25 × 10–20 J2
= 18,25 × 10–20 J2
c = 3 × 108 m/s E = 4,27 × 10–10 J
Ditanyakan: v Jadi, energi total partikel X sebesar 4,27 × 10–10 J.
Jawab:
p=mv 5. Jawaban: a
Diketahui: m0 = m0
m0v
p= v = 0,6c
v2
1− Ditanyakan: E k
c2
Jawab:
⎛ ⎞
2 ET2 = Ek + E0
⎜ m0v ⎟
p2 = ⎜ ⎟ mc2 = Ek + m0c2
⎜⎜ 1 − v 2 ⎟⎟
⎝ c2 ⎠ E k = mc2 – m0c2
= (m – m0)c2
m0
=( – m0)c2
v2
1−
c2

128 Relativitas
1
Δm = m – m0
=( 2
– 1)m0c2 10 2 1
1−
(0,6c )
= 8 m0 – m0 = 8 m0 = 4 m0 = 0,25m0
c2

1
Jadi, massa partikel mengembang sebesar
=( – 1)m0c2 0,25m0.
1− 0,36

1
8. Jawaban: b
=( – 1)m0c2
0,64 1
Diketahui: v = c
2
1
= ( – 1)m0c2 Ditanyakan: hubungan m0 dan m
0,8
Jawab:
10 m = γ m0
= ( 8 – 1)m0c2
m

2 2 m0
= 8
m0c
m 1
= 0,25m0c2 =
m0 v2
1−
Jadi, energi kinetik elektron sebesar 0,25m0c2. c2
m 1
=
6. Jawaban: b m0 1
( c )2
1− 2
Diketahui: E0 = 2,25 eV = 3,6 × 10–19 J c2
m 2
1 =
v = 3c m0 3
2
Ditanyakan: m0 2
m= m0
Jawab: 3
2
E0 = γ m0 c2 Jadi, hubungan antara m0 dan m adalah m = m0.
3
m0c 2 9. Jawaban: b
E0 =
v2
1− Diketahui: ET = 5E0
c2
Ditanyakan: p
v2 Jawab:
E0 1−
m0 = c2 ET = 5E0
c2
mc2 = 5m0c2
1
( 3c )2
(3,6 × 10−19 J) 1 − 2
m0c 2
= 5m0c2
2
= c
c2 1−
v2
c2
(3,6 × 10−9 J)
= 1
2(3 × 108 m/s)2 =5
2

= 2 × 10 kg –26 1− ⎛⎜ v ⎞⎟
⎝c ⎠
Jadi, massa diam partikel sebesar 2 × 10–26 kg. 1
2 = 25
7. Jawaban: e 1− ⎛⎜ v ⎞⎟
⎝c ⎠
2
Diketahui: v = 0,6c ⎛v ⎞
1 = 25 – 25 ⎜ ⎟
Ditanyakan: m ⎝c ⎠
Jawab: ⎛v ⎞
2

m = γ m0 25 ⎜ ⎟ = 25 – 1
⎝c ⎠
m0 2
m= ⎛v ⎞
1−
v2 25 ⎜ ⎟ = 24
c2
⎝c ⎠
2
m0 ⎛v ⎞ 24
= 2 ⎜c ⎟ = 25
1−
(0,6c ) ⎝ ⎠
c2
2
v= 6c
m0 10 5
= 0,8
= 8
m0

Fisika Kelas XII 129


p=mv v2
25 – 25 = 16
m0 c2
= 2
v
1− ⎛⎜ v ⎞⎟ v2
⎝c ⎠ 9 = 25
c2
m0 2
= ( 6 c) 9 v2
1−
24 5 =
25 25 c2

2 v 9
= 5m0 6c =
5 c 25
= 2 6 m0c v 3
=
c 5
Oleh karena m0 adalah M maka p = 2 6 Mc.
v = 0,6c
Jadi, momentum linear benda sebesar 2 6 Mc. Jadi, kecepatan gerak benda sebesar 0,6c.
10. Jawaban: c 2. Diketahui: m = 100 g = 0,1 kg
v En = 220 kWh = 7,92 × 108 J
Diketahui: = 0,6 → v = 0,6c Ditanyakan: n
c
Ditanyakan: Ek : E0 Jawab:
Jawab: ET = mc2
ET = Ek + E0 = (0,1 kg)(3 × 108 m/s)2
= 9 × 1015 joule
E k = ET – E0
Jumlah keluarga
1
=( – 1)m0c2 n=
ET
v2
1− En
c2
9 × 1015
1 = = 1,14 × 107 keluarga
=( – 1)m0c2 7,92 × 108
2
1 − (0,6)
Jadi, jumlah keluarga sebanyak 1,14 × 107 keluarga.
= (1,25 – 1)m0c2
= 0,25m0c2 3. Diketahui: m01 = 12 kg
Ek = 0,25E0 m02 = 6 kg
v1 = 0,6c
Ek 1
= 0,25 = v2 = 0,8c
E0 4
Ditanyakan: m0
Jadi, perbandingan energi kinetik terhadap energi Jawab:
diam sebesar 1 : 4.
1 1 1 5
γ1 = = = =
v2 (0,6c )2 0,8 4
1− 1−
B. Uraian c2 c2

1 1 1 5
1. Diketahui: m = 125%m0 =
5
m0 γ2 = = = =
v2 (0,8c )2 0,6 3
4 1− 1−
c2 c2
Ditanyakan: v
Jawab: m0c = γ1m01c + γ2m02c2
2 2

m = γ m0 5
m0 = ( )(12 kg) + ( )(6 kg)
5
4 3
5
m0 = γ m0 = 15 kg + 10 kg
4
= 25 kg
5 1 Jadi, massa diam benda mula-mula sebesar 25 kg.
=
4 v2
1−
c2 4. Diketahui: m0 = 6 kg
v = 0,8c
25 1
= v2
Ditanyakan: a. m
16 1−
c2 b. E0
c. E
v2 d. E k
25(1 – ) = 16
c2

130 Relativitas
Jawab: 5. Massa diam sebuah elektron sebesar 9,1 × 10–31 kg.
m0 Tentukan massa dan momentum relativistik
a. m = elektron yang bergerak dengan kecepatan 0,6c !
v2
1−
c2 Jawaban:
m0 Diketahui: m0 = 9,1 × 10–31 kg
=
1−
(0,8c )2 v = 0,6c
c2
Ditanyakan: m dan p
6 kg Jawab:
= 1 − 0,64
m0
6 kg m=
v2
= 0,36
1−
c2

6 9,1× 10 −31 kg
= 0,6
kg =
(0,6c )2
1−
= 10 kg c2

Jadi, massa bergerak benda sebesar 10 kg.


9,1× 10−31 kg
b. E0 = m0c2 = 1 − 0,36
= (6 kg)(3 × 108 m/s)2
9,1× 10 −31 kg
= (6 kg)(9 × 1016 m2/s2) = 0,8
= 54 × 1016 J = 5,4 × 1017 J
= 11,375 × 10–31 kg
Jadi, energi diam benda sebesar 5,4 × 1017 J.
Massa relativistik elektron sebesar 11,375 × 10–31 kg.
c. E = mc2
p =mv
= (10 kg)(3 × 108 m/s)2
= (11,375 × 10–31 kg)(0,6)(3 × 108 m/s)
= (10 kg)(9 × 1016 m2/s2)
= 2,0475 × 10–22 kg m/s
= 9 × 1017 J
Jadi, momentum relativistik elektron sebesar
Jadi, energi relativitas benda sebesar
2,0475 × 10–22 kg m/s.
9 × 1017 J.
d. E k = E – E0
= 9 × 1017 – 5,4 × 1017
= 3,6 × 1017 J
Jadi, energi kinetik benda sebesar 3,6 × 1017 J.

Fisika Kelas XII 131


u x′ + v
ux = u x′ v
1+

132
c2

v2
u y′ 1 −
uy = c2
u x′ v
1+
c2

Transformasi v2
u z′ 1 −
c2

Relativitas
Lorentz untuk uz =
u x′ v
1+
Kecepatan c2

Kebalikan:
Relativitas Newton
ux − v
x′ = x – vt u′x = u xv
1−
c2
y′ = y
z′ = z v2
u y 1−
u′y = c2
t′ = t u xv
1−
Koordinat dan c2

Waktu
Kebalikan: v2
uz 1−
u′z = c2
x = x′ + vt u xv
1−
c2
y = y′ Transformasi
z = z′ Penjumlahan
Galileo Transformasi Kecepatan Relativistik v BA + v AD
t = t′ vBD = (VBA )(v AD )
Lorentz 1+
c2

u′x = ux – v Konsep Relativitas


Panjang Relativistik Lo
u′y = uy L= = v2 Lo
γ 1−
u′z = uz c2

Kecepatan
Waktu Relativistik Δt o
Kebalikan:
v2
Δt = γ Δto =
1−
ux = u′x + v c2

uy = u′y Percobaan
uz = u′z Michelson–Morley Paradoks Relativistik

Postulat Einstein Relativitas


untuk Teori
Relativitas Khusus

m0
Massa Relativistik
v2
m = γ m0 =
1−
c2

Massa, Momentum, p = mv = γ m0v


Momentum Relativistik m0v
dan Energi = v2
Relativistik 1−
c2

E = Ek + E0
Energi Relativistik
Ek = mc 2 – m0c 2
E2 = E02 + p 2c 2
A. Pilihan Ganda Jawab:
ux = u′x + v
1. Jawaban: e
= 1 m/s + 160 m/s
Benda yang bergerak dengan kecepatan mendekati
= 161 m/s
c maka sesuai dengan teori relativitas Einstein dan
Jadi, kelajuan Rima menurut penumpang di stasiun
transformasi Lorentz. Teori relativitas Einstein
sebesar 161 m/s.
mencakup dua teori yaitu relativitas umum dan
relativitas khusus. Relativitas umum menjelaskan 4. Jawaban: b
ruang angkasa adalah anyaman medan ruang-waktu Diketahui: u′ x = 0,2c
dan benda langit bermassa dapat melengkungkan ux = 0,55c
ruang-waktu mengikuti benda-benda langit tersebut. Ditanyakan: v
Sementara itu, teori relativitas khusus didasarkan Jawab:
dua postulat yang bertentangan dalam mekanika ux = u′x + v
klasik. Postulat pertama berbunyi hukum-hukum v = ux – u′x
fisika adalah sama bagi seluruh pengamat dalam = 0,55c – 0,2c
gerak seragam relatif terhadap satu sama lain. = 0,35c
Postulat kedua berbunyi kecepatan cahaya dalam Jadi, nilai v sebesar 0,35c.
ruang hampa adalah sama untuk semua pengamat,
5. Jawaban: d
terlepas dari gerak relatif mereka atau dari gerakan
Diketahui: vA = 0,5c
sumber cahaya. Adapun transformasi Lorentz
vB = –0,4c
menjelaskan transformasi ruang dan waktu antara
Ditanyakan: vAB
dua pengamat yang bergerak relatif. Transformasi
Jawab:
ini melandasi teori relativitas khusus.
v A + vB
2. Jawaban: d VAB = v Av B
1+
Akibat teori relativitas Einstein dan transformasi c2

Lorentz maka L < L0 (kontraksi panjang) sehingga 0,5c + 0,4c


jari-jari yang searah kecepatan pesawat akan = (0,5c )(0,4c )
1+
c2
berubah (R < R0), sedangkan jari-jari ke arah lain
tidak terpengaruh. 0,9c 3
= = 4c
1,2
2
v
d = d0 1 − Jadi, kecepatan pesawat B menurut pilot A sebesar
c2
3
(0,5c )2 4
c.
= (2R) 1 − 2
c
6. Jawaban: c
= (2R) 1−
1 Diketahui: L0 = 200 m
4
1
v = 3c
3 2
= (2R)
4 Ditanyakan: L
3
Jawab:
= (2R) Panjang relativistik jembatan
2
1
= 3R L = 3
2
Bentuk pesawat tersebut akan menjadi elips
v2
= L0( 1 − )
dengan diameter kecil 3R dan diameter besar c2
2R. Jadi, jawaban yang benar adalah pilihan d. 1
( 3c )2
= (200 m)( 1 − 2 )
3. Jawaban: c c2
Diketahui: v = 160 m/s
u′ x = 1 m/s 3
= (200 m)( 1− )
4
Ditanyakan: ux

Fisika Kelas XII 133


1
9. Jawaban: c
= (200 m)( ) Diketahui: A0 = 3.120 m2
4
A = 1.200 m2
1 Ditanyakan: v
= (200 m)( ) = 100 m
2
Jawab:
Jadi, menurut awak pesawat jembatan tersebut A
sepanjang 100 m. A = γ0

7. Jawaban: b A0
γ=
Diketahui: v = 0,6c A
Δt0 = 8 tahun 1 3.120 m2
Ditanyakan: Δt =
1−
v 2
1.200 m2
Jawab: c2
1 13
Δt 0 =
Δt = 1−
v2 5
v2 c2
1−
c2

1 169
8 tahun v2
=
= 1− 25
(0,6c )2 c2
1−
c2
v2
8 tahun (169)(1 – ) = 25
c2
= 1 − 0,36
169v 2
8 tahun
169 – = 25
c2
= 0,64
169v 2
8 tahun
= 169 – 25
c2
= 0,8
169v 2
= 144
8 × 10 tahun c2
= 8
= 10 tahun
v 144
Jadi, lama perjalanan menurut A adalah 10 tahun. ( )2 =
c 169

8. Jawaban: c 12
v= c
Diketahui: A0 = 200 cm × 130 cm 13
= 2 m × 1,3 m 12
= 2,6 m2 Jadi, kelajuan pesawat jet sebesar c.
13
v = 0,8c
Ditanyakan: A 10. Jawaban: b
Jawab: Diketahui: v = 0,6c
Luas relativistik bangun ABCD: m0 = m0
A
Ditanyakan: p
A = γ0 Jawab:
m0v
v2 p=
= A0( 1 − ) 1−
v2
c2 c2

(0,8c )2 m0 (0,6c )
= (2,6 m2)( 1 − ) =
2 (0,6c )2
c 1−
c2

0,64c 2
= (2,6 m2)( 1 − ) =
m0 (0,6c )
c2 0,64
= (2,6 m2)(0,6) m0 (0,6c )
=
= 1,56 m2 0,8
Jadi, luas relativistik bangun ABCD menurut 3
= mc
pengamat yang diam sebesar 1,56 m2. 4 0
= 0,75m0c
Jadi, momentum relativistik elektron sebesar
0,75m0c.

134 Relativitas
11. Jawaban: a 25 v 2 9
16 c 2
= 16
3
Diketahui: vA = 5
c = 0,6c
v2 9 16
4
= 16 × 25
c2
vB = c = 0,8c
5
9
Ditanyakan: ΔtA : ΔtB v2 = 25 c2
Jawab:
Δt = γ Δt 3
v= 5c
Δt 0
Δt = Jadi, kecepatan gerak benda sebesar 5 c.
3
v2
1− 2
c
13. Jawaban: d
1−
v B2 Diketahui: m0 = 156 kg
Δt A c2
= 5 5
Δt B
1−
v A2 v= c⇔ v =
c 2 13 c 13
Ditanyakan: E
1−
(0,8c ) Jawab:
Δt A c2
= E0
Δt B (0,6c )2
1−
c2
E =
v2
1−
c2
0,6 m0c 2
= =
0,8 2
1 − ⎛⎜ 5 ⎞

⎝ 13 ⎠
3
=
4
(156 kg)(3 × 108 m/s)2
Jadi, perbandingan dilatasi waktu pesawat A dan = 12
pesawat B adalah 3 : 4. 13

12. Jawaban: c = ( 13 )(156 kg)(3 × 108 m/s)2


12
Diketahui: E k = 25%E0
Ditanyakan: v = 1,521 × 1019 J
Jawab: Jadi, energi total benda sebesar 1,521 × 1019 J.
Ek 25 1 14. Jawaban: c
E0
= 100 = 4 Diketahui: E0 = 0,5 MeV
m = 5m0
Ek 1
=( – 1) Ditanyakan: E k
E0 v2
1− 2
Jawab:
c
E k = ET – E0
1 1
+1= = mc2 – m0c2
4 v2
1− = 5m0c2 – m0c2
c2

= 4m0c2
5 1
4
= Jika m0c2 merupakan energi diam, energi kinetik
v2
1−
c2 elektron sebagai berikut.
E k = 4m0c2
25 1
= = 4E0
16 1−
v2
c2 = 4(0,5 MeV)
= 2 MeV
25 25 v 2
– 16 =1 Jadi, energi kinetik elektron sebesar 2 MeV.
16 c2
15. Jawaban: c
25 v 2 25
= 16 – 1
16 c 2 Diketahui: E = 17 E0
8
Ditanyakan: v

Fisika Kelas XII 135


Jawab: 5
E = γ E0 Jadi, nilai M sebesar M0 dan nilai Ek sebesar
4
E 1
γ= E 0.
E0 4

1
17. Jawaban: b
2
= 17 Diketahui: m0 = 75 kg
1−
v 8
c2 m = 150 kg
Ditanyakan: v
1
v2
= ( 17 )2 Jawab:
1− 8 m = γ m0
c2

m
1 γ =
v 2 = 289 m0
1− 64
c2
150 kg
=
v2 75 kg
64 = 289 – 289
c2 =2
2
v 1
289 = 225 =2
c2 v2
1− 2
c
v 225
=
c 289 1
v2
=4
v 15 1−
= c2
c 17
v2
15 4(1 – )=1
v= c c2
17
v2
15 4–4 =1
Jadi, kecepatan partikel sebesar c. c2
17
v2
16. Jawaban: d 4 =4–1
c2
Diketahui: v = 0,6c
Ditanyakan: M dan Ek v2
4 =3
Jawab: c2

v2
γ =
1 = 3
v2
c2 4
1− 2
c
v 3
=
1 c 4
=
1− 0,36
v = 1 3c
1 2
=
0,64
Jadi, kecepatan pesawat ulang alik sebesar 1 3 c.
2
10
=
8 18. Jawaban: a
5 Diketahui: m = 4m0
= Ditanyakan: p
4
Jawab:
M = γM0 ET = E02 + p 2c 2
5 m 2c 4 = m02c 4 + p 2c 2
= M0
4
(4m0)2c4 – m20c 4 = p 2c 2
E k = (γ – 1)E0 16m20c 4 – m20c 4 = p 2c 2
5
=( – 1)E0 15m02c4 = p2c2
4
1 15m02c 4
= E0 p2 =
4 c4

136 Relativitas
p2 = 15m02c2 33 16 v2
× =
16 49 c2
p= 15m02c 2
33 v2
p= 15 m0c =
49 c2
Jadi, momentum relativistik elektron sebesar 1
33 c = v
7
15 m0c.
Jadi, kecepatan partikel sebesar 1 33 c.
19. Jawaban: a 7
Diketahui: E0 = 8 × 1016 J
p = 6 × 108 kg m/s
B. Uraian
c = 3 × 108 m/s
Ditanyakan: E 1. Diketahui: v = 144 km/jam = 40 m/s
Jawab: v0 = 60 m/s
E2 = E02 + p2 c2 t =3s
= (8 × 1016 J)2 + (6 × 108 kg m/s)2(3 × 108 m/s)2 Ditanyakan: (x, y, z)
= (64 × 1032 J2) + (36 × 1016 kg2m2/s2) Jawab:
(9 × 1016 m2/s2) x = x′ + vt
= 64 × 1032 J2 + 324 × 1032 J2 = 0 + (40 m/s)(3 s)
= 388 × 1032 J2 = 120 m
y = y′
E = 388 × 1032 J2
= 1,97 × 1017 J ≈ 1,9 × 1017 J = v0t – 1 gt2
2
Jadi, energi total benda sebesar 1,9 × 1017 J.
20. Jawaban: d = (60 m/s)(3 s) – 1 (10 m/s2)(3 s)2
2
3 = 180 m – 45 m
Diketahui: E k = 75%E0 = 4
E0
= 135 m
Ditanyakan: v z = z′ = 0
Jawab: Jadi, posisi kembang api pada koordinat
E k = E – E0 (120, 135, 0) m.
= γ E0 – E0
= (γ – 1)E0 2. Diketahui: v = 0,4c
u′ x = 0,5c
Ek 1
=( – 1) Ditanyakan: ux
E0 v2
1−
c 2 Jawab:
a. Menurut Relativitas Newton
3
E 1 ux = u′x + v = 0,5c + 0,4c = 0,9c
4 0
E0
=( – 1) Jadi, kecepatan menurut relativitas Newton
v2
1−
c 2 sebesar 0,9c.
3 1 b. Menurut Relativitas Einstein
4
+1= 2
1 − ⎛⎜ v ⎞⎟ u x′ + v
⎝c ⎠ ux = u x′ v
2
1+
c2
⎛ ⎞
⎛7⎞
2 ⎜ 1 ⎟
⎜4⎟ = ⎜ ⎟ 0,5c + 0,4c
⎝ ⎠ ⎜⎜ 1 − v 2 ⎟⎟ = (0,5c )(0,4c )
⎝ c2 ⎠ 1+
c2

49 1 0,5c + 0,4c
16
= v2 =
1− 1 + 0,2
c2
49 49 v 2 0,9c
16
– 16 c 2
=1 = = 3c
1,2 4
49 49 v 2 Jadi, kecepatan menurut relativitas Einstein
16
–1= 16 c 2
sebesar 3 c.
33 49 v 2 4
16
= 16 c 2

Fisika Kelas XII 137


3. Diketahui: m0 = 700 gram = 0,7 kg 5. Diketahui: V0 = 16 cm × 8 cm × 10 cm
Ditanyakan: m = 1.280 cm3
Jawab: v = 0,6c
Ditanyakan: V
a. Massa relativistik saat kecepatan benda 12 c Jawab:
13
m = γ m0 V =
V0
γ
m0
=
v2 2
1−
c2 = V0( 1 − v 2 )
c
700 g
= 2
(
12 2
c) = (1.280 cm3)( 1 − (0,62c ) )
1− 13
2 c
c

= (1.280 cm3)( 1 − 0,36 )


= ( 13 )(0,7 kg)
5
= (1.280 cm3)( 0,64 )
= 1,82 kg
Jadi, massa relativistik benda saat bergerak = (1.280 cm3)(0,8)
= 1.024 cm3
dengan kecepatan 12 c adalah 1,82 kg. Jadi, volume balok menurut pengamat sebesar
13
1.024 cm3.
b. Massa relativistik saat kecepatan benda 24 c: 6. Diketahui: ET = 3E0
25
m0 = 1,672 × 10–27 kg
m = γ m0
m0 Ditanyakan: a. E0
= 2 b. v
v
1−
c2 c. p
Jawab:
=
0,7 kg a. E0 = m0c 2
= (1,672 × 10–27 kg)(3 × 108 m/s)2
24 2
( c)
1− 25
c 2
= (1,672 × 10–27 kg)(9 × 1016 m2/s2)
= 1,5048 × 10–10 J
= ( 25 )(0,7 kg)
7 1,5048 × 10−10 J
E0 =
= 2,5 kg 1,6 × 10−19 J/eV
Jadi, massa relativistik benda saat bergerak = 0,9405 × 109 eV
= 940,5 MeV
dengan kecepatan 24 c adalah 2,5 kg.
25 Jadi, energi diam proton sebesar 940,5 MeV.
b. ET = 3E0
4. Diketahui: L0 = 150 km = 3(1,5048 × 10–10 J)
v =
1
3c = 4,5144 × 10–10 J
2 ET = mc 2
Ditanyakan: L
m0c 2
Jawab: ET = 2

2
1− v 2
L0 1− v 2
c
L=
c
E0
= 2
1
(2 3c )2 1− v 2
= (150 km) 1 − c
c2
1,5048 × 10 −10 J
3 4,5144 × 10–10 J =
= (150 km) 1 − 1−
v2
4 c2

= (150 km) 1 = 37,5 km 2


1,5048 × 10−10 J
4 1− v 2 =
c 4,5144 × 10−10 J
Jadi, lebar selat menurut pengamat 37,5 km.

138 Relativitas
2 (0,6c )2
v
( 1− 2 ) ≈ (0,33)2 (2,5 × 108 m) 1 −
c c2

v2
= (3,6 × 108 m) – (0,6)(3 × 108 m/s)t
1– = 0,1089
c2 (2,5 × 108 m) 0,64 = 3,6 × 108 m – 1,8 × 108t m/s
2
v ⎛ 8 ⎞
= 0,8911 (2,5 × 108 m) ⎜ 10 ⎟ = 3,6 × 108 m – 1,8 × 108t m/s
c2 ⎝ ⎠

v = 0,8911c
2 1,8 × 108t m/s = 3,6 × 108 m – 2 × 108 m
≈ 0,94c 1,6 × 108 m
t=
Jadi, kecepatan proton berkisar 0,94c. 1,8 × 108 m/s
c. p = mv 8
t = 9 s = 0,89 s
m0v
=
1−
v2 Jadi, selang waktu t sebesar 0,89 s.
c2

9. Diketahui: p = 3 m0c
(1,672 × 10 −27 kg)(0,94)(3 × 108 m/s)
= Ditanyakan: v
(0,94 c )2
1− Jawab:
c2

4,7 × 10−19 p = γ m0 v

= kg m/s γv= 3c
1 − 0,8836 = 3 m0c
4,7 × 10 −19 (γv)2 = 3c 2
= kg m/s
0,34
v2
–18 v2
= 3c 2
≈ 1,38 × 10 kg m/s 1−
c2
Jadi, momentum relativistik proton berkisar
1,38 × 10–18 kg m/s. v2
3c 2(1 – ) = v2
c2
7. a. E0 = m0c2 3c2 – 3v2 = v 2
= (9,1 × 10–31 kg)(3 × 108 m/s)2 4v2 = 3c 2
= 8,19 × 10–14 J
Jadi, energi diam partikel sebesar 8,19 × 10–14 J. v = 1 3c
2
b. E k = (γ – 1)E0
Jadi, kecepatan peluru yang ditembakkan sebesar
1
=( – 1)(8,19 × 10–14 J) 1
1−
v2 3 c.
c 2 2

1 10. Diketahui: t0 = 2 jam


=( – 1)(8,19 × 10–14 J) v = 0,6c
(0,6c )2
1−
c2 Ditanyakan: t
= 2,0475 × 10–14 J Jawab:
Jadi, energi kinetik partikel sebesar t0
2,0475 × 10–14 J. t =
v2
1−
c2
8. Diketahui: v = 0,6c
x ′ = 2,5 × 108 m 2 jam
=
x = 3,6 × 108 m 1−
(0,6c )2
c2
Ditanyakan: t
Jawab: 2 jam
=
1 0,64
x′= (x – vt)
v2
1− 2 jam
c 2
=
0,8
v2 = 2,5 jam
x ′ 1− = x – vt
c2 Jadi, waktu istirahat para antariksawan adalah
2,5 jam jika diukur di bumi.

Fisika Kelas XII 139


Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu:
1. menjelaskan konsep kuantum meliputi konsep foton dan efek fotolistrik;
2. menerapkan konsep mekanika kuantum dalam kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, peserta didik mampu:
1. mensyukuri nikmat Tuhan atas diciptakannya cahaya yang memiliki dualisme sifat sebagai gelombang dan partikel;
2. bertanggung jawab penuh pada setiap kegiatan, bersikap ilmiah, dan menghargai orang lain dalam kegiatan sehari-hari.

Konsep dan Fenomena Kuantum

Mempelajari

Konsep Foton Efek Fotolistrik Efek Compton dan Sinar X

Mencakup Mencakup Mencakup

• Radiasi Benda Hitam • Percobaan Fotolistrik • Sinar X


• Hukum Pergeseran Wien • Gelombang de Broglie • Efek Compton
• Teori Planck • Ketidakpastian Heisenberg

Mampu

• Menjelaskan konsep foton.


• Menjelaskan radiasi benda hitam, pergeseran Wien, dan Teori Planck.
• Menerapkan persamaan radiasi benda hitam, pergeseran Wien, dan teori Planck untuk menyelesaikan soal-soal.
• Menjelaskan percobaan efek fotolistrik.
• Menerapkan persamaan efek fotolistrik, gelombang de Broglie, dan ketidakpastian Heisenberg.
• Menjelaskan terbentuknya sinar X, sumber sinar X, dan spektrum sinar X.
• Menjelaskan efek Compton dan menggunakan persamaannya.
• Menjelaskan penerapan sinar X dalam kehidupan.
• Menyadari kekuasaan Tuhan atas sifat cahaya yang dapat dianggap sebagai gelombang juga partikel.
• Bertanggung jawab penuh pada sikap kegiatan, bersikap ilmiah, dan menghargai pendapat orang lain.

140 Konsep dan Fenomena Kuantum


A. Pilihan Ganda 5. Jawaban: b
Teori Kuantum Planck menjelaskan hal-hal berikut.
1. Jawaban: b 1) Getaran molekul-molekul yang memancarkan
Grafik menunjukkan intensitas radiasi (I ) terhadap radiasi hanya dapat memiliki satuan-satuan
panjang gelombang radiasi ( λ). Berdasarkan diskret dari energi E.
persamaan λ T = C, panjang gelombang berbanding 2) Molekul-molekul memancarkan atau me-
terbalik dengan suhu. Semakin tinggi suhu, panjang nyerap energi dalam satuan diskret dari energi
gelombangnya semakin kecil. Jadi, kesimpulan cahaya yang disebut kuantum atau foton.
yang tepat adalah T1 > T2 > T3 dan λ1 < λ2 < λ3. 3) Energi gelombang cahaya tidak mengalir
secara kontinu tetapi berupa paket-paket
2. Jawaban: b
energi. Persamaan energi foton dituliskan
Berdasarkan persamaan λ T = C , panjang
gelombang berbanding terbalik dengan suhu. dalam persamaan E = hc .
Dengan kata lain, suhu sebanding dengan λ
4) Foton merupakan gelombang elektromagnetik
frekuensi gelombang. Jika panjang gelombang A
sehingga kecepatannya sama dengan
paling kecil, suhu mutlak benda A paling besar.
gelombang cahaya.
3. Jawaban: e 5) Teori Kuantum Planck dibuktikan pada
Diketahui: DA = 2DB percobaan efek fotolistrik.
TA = 127°C = 400 K Jadi, pernyataan yang benar terdapat pada angka
1), 2), dan 5).
TB = 227°C = 500 K
Ditanyakan: PA : PB 6. Jawaban: d
Jawab: Berdasarkan hukum Pergeseran Wien, suhu
PA : PB = eσAATA4 : eσABTB4 berbanding terbalik dengan panjang gelombang
1 1 radiasi. Jika suhu benda dinaikkan, panjang
= (2( 4 πDA2)TA4) : (2( 4 πDB2)TB4) gelombang akan berkurang atau frekuensinya
1 1 bertambah.
= (2( 4 π (2DB2)TA4) : (2( 4 π DB2TB4)
7. Jawaban: d
1 Diketahui: T = 227°C = 500 K
= (2DB)2(400 K)4 : ( 2 DB2(500 K)4
C = 2,9 × 10–3 m K
= 4(256) : 2 (625)
1 Ditanyakan: λ
Jawab:
= 1.024 : 312,5 λT = C
= 2.048 : 625 C 2,9 × 10 −3 mK
Jadi, perbandingan daya radiasi kalor antara lampu λ= T
= 500 K
A dan B adalah 2.048 : 625. = 5,8 × 10–6 m = 5.800 nm
4. Jawaban: a Jadi, panjang gelombang sinar radiasi sebesar
Diketahui: T1 = 527°C = 800 K 5.800 nm.
P1 = 1.600 J/s 8. Jawaban: a
T2 = 727°C = 1.000 K Diketahui: λ = 7.500 Å = 7,5 × 10–7 m
Ditanyakan: P2 P = 40 W
Jawab: t =1s
Ditanyakan: n
P2 T24
= Jawab:
P1 T14
4
E =W
⎛ 1.000 ⎞ c
P2 = ⎜ 800 ⎟ (1.600 J/s) nh λ = Pt
⎝ ⎠
= 3.906,25 J/s Pt λ
n= hc
Jadi, daya radiasi filamen menjadi 3.906,25 J/s.
(40 W)(1s)(7,5 × 10−7 m)
= = 1,508 × 1020
(6,63 × 10−34 Js)(3 × 108 m/s)

Fisika Kelas XII 141


Jadi, foton yang dipancarkan lampu setiap sekon Jawab:
sebanyak 1,508×1020 .
Pkubus e σAkubusTkubus 4
=
9. Jawaban: e Pbalok e σAbalokTbalok 4
Diketahui: C = 2,9 × 10–3 m K (2400)(500)4 (24)(625) 15.000
T = 1.727°C = 2.000 K = = = 98.441
(4.100)(700)4 (41)(2401)
Ditanyakan: λ
Jawab: Jadi, perbandingan daya radiasi kedua kotak adalah
15.000 : 98.441.
C
λ = T 3. Diketahui: T = 40°C = 313 K
2,9 × 10−3 mK Ditanyakan: λ
=
2.000 K Jawab:
= 1,45 × 10–6 m C
= 1.450 nm λ = T
Jadi, panjang gelombang maksimum saat T1 2,9 × 10 −3 mK
= 313K
= 9,265 × 10–6 m = 9.265 nm
sebesar 1.450 nm.
Jadi, panjang gelombang yang dipancarkan orang
10. Jawaban: e
tersebut adalah 9.265 nm.
Diketahui: T = 827°C = 1.100 K
D = 1 cm = 1 × 10–2 m 4. Diketahui: Spesifikasi lampu = 20 W/220 V
t = 3 mm = 3 × 10–3 m Efoton = 8%
e =1 f = 4 × 1014 Hz
Ditanyakan: P
t =1s
Jawab:
Ditanyakan: n
Sampel berbentuk tablet (tabung)
Jawab:
A = 2πr (r + t)
Elistrik = 8%Pt
1 1
= 2π 2 D( 2 D + t) = (0,08)(20 W)(1 s) = 1,6 J
1 1 Efoton = Elistrik
= 2π 2 (1 × 10–2 m)( 2 (1 × 10–2 m) + 3 × 10–3 m)
1,6 J = nhf
= π(1 × 10–2 m)(5 × 10–3 m + 3 × 10–3 m)
1,6 J
= 8π × 10–5 m2 n=
(6,63 × 10−34 Js)(4 × 1014 Hz)
P = eσAT 4 1,6 J
= (1)(5,67 × 10–8 Wm–2 K–4)(8π × 10–5 m2)(1.100 K)4 = 2,652 × 10 −19 J
≈ 6,033 × 1018 J
= 6,64π W Jadi, foton yang dipancarkan lampu tiap sekon
Jadi, laju rata-rata radiasi 6,64π W. sebanyak 6,033 × 1018 J.

B. Uraian 5. Diketahui: P = 200 W


Efoton = 20%Etotal
1. Cahaya hijau merupakan spektrum cahaya tampak λ = 6.000 Å = 6 × 10–7 m
sehingga memiliki frekuensi lebih rendah dari sinar t =1s
ultraviolet. Energi foton sebanding dengan
Ditanyakan: n
frekuensi sesuai dengan persamaan E = hf. Dengan
Jawab:
demikian, energi radiasi sinar ultraviolet lebih besar
Efoton = 20%Etotal
dari energi radiasi cahaya hijau.
c
nh λ = 0,2Pt
2. Diketahui: Akubus = 6s2 = 6(20 cm)2 = 2.400 cm2
0,2Pt λ
Tkubus = 227°C = 500 K n= hc
Tbalok = 427°C = 700 K 0,2(200 W)(1 s)(6 × 10−7 m)
Abalok = 2(pl + pt + lt) = (6,63 × 10−34 Js)(3 × 108 m/s)
= 2((50)(20) + (50)(15) + (20) 2,4 × 10 −5
(15)) cm2 = = 1,2066 × 1020
1,989 × 10 −25
= 2(1.000 + 750 + 300) cm2 Jadi, jumlah foton yang dipancarkan sebesar
= 4.100 cm2 1,2066 × 1020.
Ditanyakan: Pkubus : Pbalok

142 Konsep dan Fenomena Kuantum


A. Pilihan Ganda W0 = 2,5 eV
= (2,5 × 1,6 × 10–19) J
1. Jawaban: e = 4,00 × 10–19 J
Diketahui: W0 = 5 eV h = 6,63 × 10–34 Js
λ = 3.300 Å = 3,3 × 10–7 m υ = 3 × 1015 Hz
Ditanyakan: E k Ditanyakan: E k
Jawab: Jawab:
Fungsi kerja logam = 5 eV EK = h υ – W0
= (5 × 1,6 × 10–19) J
= (6,63 × 10–34 Js)(3 × 1015 Hz) – 4,00 × 10–19 J
= 8 × 10–19 J
hc
= 19,89 × 10–19 J – 4,00 × 10–19 J
Energi foton = λ = 15,89 × 10–19 J
(6,6 × 10−34 Js)(3 × 108 m/s)
= 1,589 × 10–18 J
= Jadi, elektron yang terlepas memiliki energi kinetik
(3,3 × 10−7 m)
sebesar 1,589 × 10–18 J.
= 6 × 10–19 J
Oleh karena energi foton lebih kecil dari fungsi kerja 5. Jawaban: e
logam, elektron tidak bisa terlepas dari permukaan Diketahui: p = 2,5 × 10–24 kg m/s
logam. Ditanyakan: λ
Jawab:
2. Jawaban: d
h
Pada efek fotolistrik, lepas atau tidaknya elektron λ=
p
logam dipengaruhi oleh frekuensi cahaya. Energi
foton juga harus lebih besar dari energi ambang. 6,63 × 10−34 Js
= = 2,21 × 10–10 m
Sementara intensitas cahaya hanya memengaruhi 3 × 10−24 kg m/s
besarnya arus foto. Jadi, panjang gelombang elektron adalah
2,21 × 10–10 m = 2,21 Å.
3. Jawaban: d
Diketahui: υ0 = 4,3 × 1014 Hz 6. Jawaban: a
υ = 5,9 × 1014 Hz Diketahui: λ = 5.500 Å = 5,5 × 10–7 m
h = 6,63 × 10–34 Js Ditanyakan: E
Ditanyakan: V Jawab:
Jawab: c (3 × 1 0 8 m /s )
v= = = 5,4 × 1014 Hz
EK = h υ – h υ0 λ (5 ,5 × 1 0 − 7 )
= h(υ – υ0) E = hυ
= (6,63 × 10–34 Js)(5,9 × 1014 Hz – 4,3 × 1014 Hz) = (6,63 × 10–34 Js)(5,4 × 1014 Hz)
= (6,63 × 10–34 Js)(1,6 × 1014 Hz)
= 3,58 × 10–19 J
= 1,0608 × 10–19 J
Jadi, kuanta energi yang terkandung dalam cahaya
EK = eV
hijau sebesar 3,58 × 10–19 J.
EK
V = e 7. Jawaban: b
1,0608 × 10−19 J Diketahui: E = 50 keV = 8 × 10–15 J
= = 0,663 volt
1,6 × 10−19 C Ditanyakan: λ
Jadi, potensial penghenti yang digunakan sebesar Jawab:
0,663 volt. E = hυ
4. Jawaban: d E
υ = h
Diketahui: Oleh karena pada grafik terlihat kurva
memotong sumbu Y pada nilai 2,5 eV, 8 × 10−15 J
= = 1,2 × 1019 Hz
hal ini menunjukkan bahwa logam A 6,63 × 10−34 Js
memiliki fungsi kerja (W0) sebesar
2,5 eV

Fisika Kelas XII 143


Sehingga panjang gelombang de Broglie 2. Diketahui: y(x) = A sin 4 × 1010 x; y dalam meter
c Ditanyakan: a. λ
λ = υ
b. p
3 × 108 m / s c. E
= = 2,5 × 10–11 m
1,2 × 1019 Hz Jawab:
Jadi, panjang gelombang de Broglie elektron yang a. Tinjau persamaan gelombang y(x) = A sin kx
digunakan pada mikroskop sebesar 2,5 × 10–11 m. 2π
k= λ
8. Jawaban: b (2)(3,14)
Diketahui: λ = 800 nm = 8 × 10–7 m λ= m = 1,57 × 10–10 m
4 × 1010
Ditanyakan: p b. Momentum elektron
Jawab: h
h λ= p
p = λ
h 6,63 × 10−34 Js
6,63 × 10 −34 p= λ = = 4,2 × 10–24 kg m/s
J 1,57 × 10−10 m
= = 8,29 × 10–28 kg m/s
8 × 10−7 m c. Energi yang dimiliki elektron
Jadi, momentum foton tersebut sebesar
hc
8,29 × 10–28 kg m/s. E = λ
9. Jawaban: b (6,63 × 10−34 Js)(3 × 108 m/s)
=
Diketahui: v = 2,2 × 107 m/s 1,57 × 10−10 m
h = 6,63 × 10–34 J/s = 1,26 × 10–15 J
m = 9,1 × 10–31 kg = 7,9 × 103 eV
Ditanyakan: λ
Jawab: 3. Diketahui: λ = 6.500 Å = 6,5 × 10–7 m
E k = 0,3 eV
h
λ = mv
c = 3 × 108 m/s
h = 6,63 × 10–34 Js
6,63 × 10−34 Js
= Ditanyakan: W0
(9,1× 10−31 kg)(2,2 × 107 m/s)
Jawab:
= 0,33 × 10–10 m hc
= 0,33 Å Ecahaya = λ
Jadi, panjang gelombang de Broglie elektron (6,63 × 10−34 Js)(3 × 108 m/s)
tersebut 0,33 Å. =
6,5 × 10−7 m
10. Jawaban: a 3,06 × 10−19 J
=
1 1,6 × 10−19 J/eV
Diketahui: m2 = 3
m1
= 1,9 eV
v2 = v1
Energi kinetik
Ditanyakan: λ1 : λ2
Jawab: E k = Ecahaya – W0
h 1 W0 = Ecahaya – Ek
λ1 m1v 1 3
1
= = = 3 = 1,9 eV – 0,3 eV
λ2 h
3
m2v 2
Jadi, perbandingan panjang gelombang de Broglie = 1,6 eV
par tikel sebelum dan sesudah mengalami Jadi, fungsi kerja logam sebesar 1,6 eV.
penyusutan massa adalah 1 : 3. 4. Diketahui: W0 = 1,85 eV = 2,96 × 10–19 J
λ = 4,2 × 10–7 m
B. Kerjakan soal-soal berikut! Ditanyakan: V0
Jawab:
1. Syarat terjadinya efek fotolistrik adalah energi yang W0 = hf – Ek
dimiliki foton harus lebih besar dari energi ambang.
hc
Jika ditinjau dari persamaan energi yang dimiliki = λ – eV0
hc
foton E = λ , semakin kecil panjang gelombang (6,63 × 10 −34 Js)(3 × 108 m/s)
2,96 × 10–19 J =
energi foton semakin besar. Untuk menghasilkan 4,2 × 10 −7 m
E ≥ E0, maka λ ≤ λ0. Jadi, panjang gelombang – (1,6 × 10–19 C)(V0)
cahaya yang dijatuhkan ke permukaan logam 2,96 × 10–19 J = 4,74 × 10–19 J – (1,6 × 10–19 C)(V0)
harus lebih kecil dari panjang gelombang ambang.

144 Konsep dan Fenomena Kuantum


4,74 × 10−19 J − 2,96 × 10−19 J (6,63 × 10 −34 Js)(3 × 108 m/s)
V0 = = 2(9,1 × 10–31 kg)
1,6 × 10−19 C λ
= 1,11 V (3 × 108 m/s)2 + (2(3,2
Jadi, potensial penghenti yang menjaga agar arus × 10–13 J)
foton tidak mengalir sebesar 1,11 volt. (6,63 × 10 −34 Js)(3 × 108 m/s)
= 1,638 × 10 –13 J +
λ
5. Diketahui: Ek– = 2 MeV 6,4 × 10–13 J
= 3,2 × 10–13 J −34 8
(6,63 × 10 Js)(3 × 10 m/s)
Ek+ = 2 MeV = 8,038 × 10–13 J
λ
= 3,2 × 10–13 J
Ditanyakan: λ (6,63 × 10−34 Js)(3 × 108 m/s)
λ=
Jawab: 8,038 × 10−13
hv = W0 + Ek λ = 2,47 × 10–13 m
hc
λ
= 2m0c2 + Ek– + Ek+ Jadi, panjang gelombang yang dipancarkan setelah
zarah musnah sebesar 2,47 × 10–13 m.

A. Pilihan Ganda 6,63 ×10−34 Js


λ = (5 × 10–10 m) – (1 – cos 60°)
1. Jawaban: c (9,1×10−31 kg)(3 ×108 m/s)
Pada hamburan Compton, jenis tumbukan yang
= (5 × 10–10 m) – ((0,24 × 10–11)(0,5))
terjadi adalah tumbukan tak elastis. Foton datang
menumbuk elektron target akan menghasilkan = 5 × 10–10 m – 0,012 × 10–10 m
foton dan elektron hambur yang bergerak dengan = 4,98 × 10–10 m = 4,98 Å
sudut tertentu. Pada keadaan tertentu, yaitu ketika Jadi, panjang gelombang sinar X sebelum terjadi
foton memiliki energi sebesar 1,02 eV, foton mampu hamburan yaitu 4,98 Å.
berubah menjadi partikel berupa elektron atau
positron. Hamburan Compton dan postulat Einstein 4. Jawaban: d
3h
memberikan sisi lain tentang cahaya bersifat Diketahui: λ′ – λ = 2m0c
par tikel yang bergerak dengan kecepatan
Ditanyakan: θ
c = 3 × 108 m/s.
Jawab:
2. Jawaban: a h
Pada kasus foto toraks, organ paru-paru memiliki λ′ = λ + m0c (1 – cos θ )
koefisien serapan lebih besar dibandingkan dengan h
tulang rusuk dan tulang dada. Dengan kata lain, λ′ – λ = m0c (1 – cos θ )
koefisien refleksi tulang lebih besar. Semakin 3h h
banyak sinar X yang direfleksikan oleh suatu 2m0c = m0c (1 – cos θ )
benda, maka film penangkap (layar sintilator) akan 3
semakin banyak menerima sinar pantul. Oleh 2
= 1 – cos θ
karena itu, pada layar akan tampak lebih terang. 3 1
cos θ = 1 – 2 = – 2
3. Jawaban: c
Diketahui: θ = 60° θ = 120°
λ′ = 5 Å = 5 × 10–10 m Jadi, foton mengalami hamburan 120° dari posisi
Ditanyakan: λ awal.
Jawab: 5. Jawaban: a
λ′ – λ =
h
(1 – cos θ) Diketahui: λ = 0,0040 Å = 4 × 10–13 m
mc
Ek+ = 3Ek–
h
λ = λ′ – mc
(1 – cos θ) m0 p = m0 e = 0,511 MeV/c2
1 eV = 1,6 × 10–19 J
Ditanyakan: Ek+ dan Ek–

Fisika Kelas XII 145


Jawab: Jadi, momentum foton sinar X yang memiliki fre-
Eawal = Eakhir kuensi 25 × 1018 Hz sebesar 55,25 × 10–24 kg m/s.
hc 9. Jawaban: d
λ
= 2m0c2 + Ek+ + Ek–
Hubungan antara beda potensial anode dan katode
hc dengan panjang gelombang minimum yang
λ
= 2m0c2 + 4Ek–
dihasilkan sebuah tabung sinar X sebagai berikut.
(6,63 × 10−34 Js)(3 × 108 m/s) 12,42 × 10−7
= 2(0,511 MeV/c2)c2 + 4Ek– λmin =
(4 × 10−13 )(1,6 × 10−19 J/eV) V0

3,108 × 106 eV = 1,022 MeV + 4Ek– dengan λmin adalah panjang gelombang terpendek/
minimum dengan satuan meter dan V0 adalah beda
3,108 MeV – 1,022 MeV = 4Ek–
potensial antara anode dan katode dengan satuan
2,086 MeV = 4Ek– volt.
Ek– = 0,5215 MeV
+ –
10. Jawaban: d
Ek = 3Ek = 3(0,525 MeV) = 1,5645 MeV
Diketahui: v0 = 3 × 106 volt
Jadi, besar energi kinetik elektron dan positron Ditanyakan: λmin
berturut-turut 0,5215 MeV dan 1,5645 MeV. Jawab:
6. Jawaban: b 12,42 × 10−7 J
λmin =
LDR merupakan komponen pasif elektronika, V0
artinya LDR hanya dapat mendisipasi berbeda 12,42 × 10−7 J
= = 4,14 × 10–13 m
dengan transistor yang mampu menguatkan arus 3 × 106 volt
yang datang. Namun, LDR dapat dijadikan sensor Jadi, panjang gelombang terpendek yang dihasilkan
cahaya. Cara LDR mengubah cahaya menjadi tabung sinar X adalah 4,14 × 10–13 m.
listrik adalah dengan efek fotolistrik. Ketika foton
menumbuk elektron pada pita valensi, maka B. Uraian
elektron akan lepas dan menuju pita konduksi.
Akibatnya, ketika dibangkitkan dengan catu daya 1. Diketahui: υ = 4 × 1019 Hz
dan beban, akan timbul arus. θ = 37°
Ditanyakan: v ′
7. Jawaban: c Jawab:
Diketahui: λ = 6 Å = 6 × 10–10 m h
θ = 30° λ′ – λ = mc
(1 – cos θ)
Ditanyakan: λ′ c c h
Jawab: υ′
– υ
= mc (1 – cos θ)
h (3 × 108 m/s)
λ′ – λ = mc
(1 – cos θ) (3 × 108 m/s)

υ′ 4 × 1019 Hz
h
λ′ = mc (1 – cos θ) + λ 6,63 × 10−34 Js
= (1 – cos 37°)
(9,1× 10−31 kg)(3 × 108 m/s)
6,63 × 10−34 Js
λ′ = (1 – cos 30°) (3 × 108 m/s)
(9,1× 10−31 kg)(3 × 108 m/s) – (0,75 × 10–11 m)
υ′
+6× m10–10 = (0,24 × 10–11 m) (0,2)
= (0,24 × 10–11 m)(0,134) + 6 × 10–10 m 8
(3 × 10 m/s)
= 0,003216 × 10–10 m + 6 × 10–10 m = (0,048 × 10–11 m) + (0,75 × 10–11 m)
υ′
= 6,003216 × 10–10 m = 6,00 Å (3 × 108 m/s)
= 0,798 × 10–11 m
Jadi, panjang gelombang foton setelah tumbukan υ′
sekitar 6,00 Å. (3 × 108 m/s)
υ′ =
0,798 × 10−11 m
8. Jawaban: d
Diketahui: v = 25 × 1018 Hz = 3,759 × 1019 Hz
Ditanyakan: p Jadi, frekuensi foton setelah tumbukan
Jawab: 3,759 × 1019 Hz.
h
p = 2. Diketahui: V0 = 9 × 105 volt
mc
Ditanyakan: λmin
(6,63 × 10−34 Js)(25 × 1018 Hz)
=
(3 × 108 m/s)
= 55,25 × 10–24 kg m/s

146 Konsep dan Fenomena Kuantum


Jawab: 4. Berkas monokromatis sinar X yang terkolimasi jika
12,42 × 10 −7
12,42 × 10 −7 mengenai sebuah kristal akan terdifraksi melalui
λmin = = = 1,38 × 10–12 m kisi-kisi kristal. Sinar yang terdifraksi ini sangat
V0 9 × 105
Jadi, panjang gelombang terpendek yang dihasilkan intens pada arah-arah tertentu yang bersesuaian
tabung sinar X sebesar 1,38 × 10–12 meter. dengan interferensi konstruktif dari gelombang-
gelombang yang dipantulkan oleh lapisan-lapisan
3. Gelombang sinar X dihasilkan dari proses kuantum atom di dalam kristal. Sinar yang terdifraksi
yakni tumbukan Compton. Sinar X memiliki daya dideteksi oleh film fotografi. Untuk menyimpulkan
tembus yang sangat tinggi terhadap sebuah materi. bentuk atau struktur kristalnya yaitu dengan
Ketika sinar X melalui sebuah materi, ada sebagian menganalisis letak dan intensitas titik-titik yang
muka gelombang yang diserap materi dan sebagian terekam oleh film fotografi.
lagi dipantulkan. Koefisien refleksi dan transmisi
ini yang kemudian membentuk citra sebuah benda. 5. Panel surya adalah pembangkit listrik yang
Bebeda dengan citra oleh sinar inframerah. Sinar memanfaatkan energi cahaya. Semakin besar
inframerah dihasilkan oleh benda yang memiliki efisiensi serapan bahan terhadap energi cahaya,
suhu tinggi. Citra benda terbentuk dari intensitas maka semakin mudah menyerap energi foton yang
radiasi inframerah yang dipancarkan benda. menyebabkan semakin mudahnya elektron
tereksitasi. Kedaan ini sangat menguntungkan
untuk membangkitkan efek fotolistrik sehingga
dapat memproduksi energi listrik secara efisien.

Fisika Kelas XII 147


148
Radiasi Benda Hitam
P = eσAT4
Hukum Pergeseran Wien
Konsep Foton λT = C
Teori Planck c
E = nhf = nh
λ

Konsep dan Fenomena Kuantum


Efek Fotolistrik
E = Ek + W0

Konsep dan Fenomena Gelombang de Broglie h h


Efek Fotolistrik λ= =
Kuantum mv p

=
ΔxΔp ≥
Ketidakpastian Heisenberg 4π
atau
h
ΔxΔp ≥
2

Sumber Sinar X
Sinar X
Spektrum Sinar X
Rontgen
Penerapan Sinar X
XRD
Sinar X dan Efek Compton

Efek Compton h
λ′ – λ = mec
(1 – cos θ)
A. Pilihan Ganda 3. Jawaban: b
Diketahui: A = 100 cm2 = 0,01 m2
1. Jawaban: c
T = 727oC = 1.000 K
Benda yang menghasilkan radiasi akan
σ = 5,67 × 10–8 W/mK4
memancarkan gelombang elektromagnetik.
e = 0,8
Gelombang elektromagnetik dapat dipancarkan
Ditanyakan: P
tanpa memerlukan medium. Persamaan energi
Jawab:
radiasi kalor tiap sekon dirumuskan sebagai berikut.
P = eσAT4
Q
P= t
= eσAT 4 = (0,8)(5,67 × 10–8 W/mK4)(0,01 m2)(1.000 K)4
= 453,6 W
Energi radiasi kalor sebanding dengan emisivitas
Jadi, laju rata-rata energi benda sebesar 453,6 W.
benda, luas permukaan benda, dan pangkat empat
suhu mutlak benda. Jadi, pernyataan yang tepat 4. Jawaban: a
terdapat pada angka 1) dan 4). Diketahui: E = 7 eV = 11,2 × 10–19
Ditanyakan: λ
2. Jawaban: c
Jawab:
Diketahui: Spesifikasi = 132 W/220 V
hc
V2 = 110 V E= λ
λ = 628 nm
hc (6,63 × 10 −34 Js)(3 × 108 m/s)
Ditanyakan: n λ= =
E 11,2 × 10 −19 J
Jawab:
Daya lampu yang memiliki spesifikasi 132 W/220 V = 1,77 × 10–7 m
saat dipasang pada tegangan 110 V dayanya akan = 1.770 Å
turun menjadi: Jadi, panjang gelombang foton tersebut adalah
⎛ V2 ⎞
2 1.770 Å.
P2 = ⎜V ⎟ × P1
⎝ 1⎠ 5. Jawaban: e
2 Diketahui: P = 220 W
P2 = ⎛⎜
110 V ⎞
⎟ × 132 watt = 33 watt λ = 625 nm = 6,25 × 10–7 m
⎝ 220 V ⎠
Ditanyakan: n
Intensitas (daya persatuan luas) pada jarak 2,5 m:
Jawab:
P E =W
I= A
dengan A adalah luas permukaan, anggap
c
berbentuk bola (luas bola empat kali luas lingkaran). nh λ = Pt
P n Pλ
I = = hc
4π r 2 t

=
33 W
= 0,42 watt/m2 n (220 W)(6,25 × 10−7 m)
4π (2,5 m)2 =
t (6,63 × 10−34 Js)(3 × 108 m/s)
0,42 → Energi tiap sekon persatuan luas
watt/m2 1.375 × 10−7
adalah 0,42 joule. =
19,89 × 10−26
Jumlah foton (n): = 6,9 × 1018 buah
⎛ hc ⎞ Jadi, foton yang dipancarkan lampu setiap sekon
n = 0,42 J : ⎜ ⎟
⎝ λ ⎠ sebanyak 6,9 × 1018 buah.
⎛ (6,6 × 10−34 Js)(3 × 108 m/s) ⎞ 6. Jawaban: e
= (0,42) J : ⎜ ⎟
⎝ 628 × 10−9 m ⎠ Energi kinetik foton bergantung pada frekuensi
= 0,42 J : 3,15 × 10–19 J gelombang cahaya buka bergantung pada
intensitas. Efek fotolistrik terjadi jika frekuensi yang
= 1,33 × 1018
datang di atas frekuensi ambang. Frekuensi datang
Jadi, jumlah foton yang tiba di tempat yang berjarak di atas frekuensi ambang menyebabkan energi
2,5 m dari lampu sebanyak 1,33 × 1018 buah. foton lebih besar dari energi ambang elektron.

Fisika Kelas XII 149


hc hc
Energi kinetik maksimum elektron foto E = λ . En = n h υ = n λ
Artinya bahwa energi kinetik elektron berbanding 2) Foton memancarkan atau menyerap energi
terbalik dengan panjang gelombang cahaya yang dalam satuan diskrit (paket-paket) dari energi
datang. Oleh karena itu, semakin kecil panjang cahaya dengan berpindah tempat dari tingkat
geombang cahaya datang, energi kinetik elektron energi satu ke tingkat energi lain.
semakin besar. Berdasarkan teori kuantum tersebut dapat di-
simpulkan bahwa foton bergerak dengan kelajuan
7. Jawaban: d
cahaya, memiliki energi dalam bentuk paket-paket
Energi ambang adalah energi minimum yang
hc
dibutuhkan foton untuk dapat mengeksitasi energi. Energi satu foton sebesar λ . Semua foton
elektron logam dalam efek fotolistrik. Energi adalah gelombang elektromagnetik.
ambang setiap logam berbeda-beda. Energi yang
dimiliki foton untuk melepas elektron dari orbitnya 11. Jawaban: d
sebanding dengan frekuensi foton. Berdasarkan Elektron foton dapat terlepas dari permukaan suatu
tabel dapat diketahui bahwa natrium memiliki logam jika energi foton/cahaya yang jatuh di per-
energi ambang paling kecil. Sementara perak mukaan logam lebih besar dari fungsi kerja logam.
memiliki energi ambang paling besar. Semakin Dengan menggunakan persamaan
besar energi ambang maka membutuhkan 1,24 × 10−6 eV m
Ek maks = E – W0 dan E =
frekuensi yang semakin besar pula untuk melepas- λ
kan elektron foto. Oleh karena itu, jawaban yang
1,24 × 10−6 eV m
tidak tepat adalah opsi d. a. Ek = – (1 eV)
2 × 10−6 m
8. Jawaban: e = 0,62 eV – 1 eV
Panjang gelombang sinar X lebih kecil dari panjang = –0,38 eV
gelombang cahaya tampak. Keduanya memiliki (elektron tidak dapat terlepas)
cepat rambat sama, yaitu 3 × 10 8 m/s. Jika
1,24 × 10−6 eV m
diterapkan pada persamaan: b. Ek = – (2 eV)
6,5 × 10−7 m
c
υ=f= λ ≈ 1,9 eV – 2 eV
maka dapat ditarik kesimpulan sinar X memiliki = –0,1 eV
frekuensi lebih besar dari frekuensi sinar cahaya (elektron tidak dapat terlepas)
tampak. 1,24 × 10−6 eV m
c. Ek = – (2,5 eV)
Energi gelombang elektromagnetik setara dengan: 5 × 10−7 m
E = hυ = hf = 2,48 eV – 2,5 eV
Semakin besar frekuensi, semakin besar energi = –0,02 eV
yang dihasilkan. Inilah alasan sinar X memiliki (elektron tidak dapat terlepas)
energi yang lebih besar dari energi yang dimiliki 1,24 × 10−6 eV m
cahaya tampak. d. Ek = – (3 eV)
3,8 × 10−7 m
14. Jawaban: b = 3,3 eV – 3 eV
h = 0,3 eV
Persamaan gelombang de Broglie adalah λ = (elektron dapat terlepas)
mv
h
= . Berdasarkan persamaan tersebut, dapat 1,24 × 10−6 eV m
p e. Ek = – (3,5 eV)
ditarik kesimpulan bahwa panjang gelombang de 5 × 10−7 m
Broglie berbanding terbalik dengan kecepatan = 2,48 eV – 3,5 eV
partikel. Oleh karena itu, grafik yang menunjukkan = –1,02 eV
hubungan panjang gelombang dengan kecepatan (elektron tidak dapat terlepas)
partikel adalah grafik linear dengan gradien negatif, 12. Jawaban: b
yaitu opsi b. XRD (X Ray Diffraction) adalah alat yang digunakan
10. Jawaban: b untuk menganalisis pola kristal dengan metode
Teori kuantum yang dikemukakan oleh Planck difraksi. Sinar X monokromatis yang terkolimasi
sebagai berikut. didifraksikan oleh kisi kristal sehingga muncul pola
1) Molekul-molekul (di dalamnya termasuk foton) dengan intensitas berbeda pada layar. Pola dengan
memancarkan radiasi dan memiliki energi intensitas tinggi menandakan adanya interferensi
dengan satuan diskret. Besarnya energi yang konstruktif dari gelombang yang ditransmisikan.
dipancarkan sebesar:

150 Konsep dan Fenomena Kuantum


13. Jawaban: d 16. Jawaban: a
Diketahui: λ = 0,25 nm = 2,5 × 10–10 Kecepatan foton sama dengan kecepatan cahaya.
Ditanyakan: E k Jika kedua partikel memiliki kecepatan sama, maka
Jawab: kecepatan elektron juga sebesar 3 × 108 m/s.
h Tinjau persamaan gelombang Compton:
λ′ – λ = mc
(1 – cos θ) h h
h
λ= →p= λ
p
λ′ = λ + (1 – cos θ)
mc Tinjau persamaan Planck:
6,63 × 10−34 Js E= λ
hc
λ′ = (2,5 × 10–10 m) +
(9,1× 10−31 kg)(3 × 108 m/s)
Berdasarkan kedua persamaan di atas, nilai
(1 – cos 60°) momentum dan energi yang dimiliki elektron sama
= (2,5 × 10–10 m) + (0,24 × 10–11)(0,5) dengan momentum dan energi yang dimiliki foton.
= (2,5 × 10–10 m) + 0,012 × 10–10 Hal ini disebabkan oleh faktor pengali dan pembagi
= 2,5012 × 10–10 m kedua persamaan tersebut adalah konstanta.

Energi kinetik 17. Jawaban: b


hc
Radiasi sinar X yang terlalu sering dan tidak tepat
Ek = λ sasaran dapat memicu sel kanker, yaitu sel yang
tumbuh secara tidak terkendali. Gangguan sistem
(6,63 × 10−34 Js)(3 × 108 m/s) transportasi tubuh salah satu pemicunya adalah
=
2,5012 × 10 −10 m pola makan yang sarat kolesterol sehingga terjadi
= 7,95 × 10–16 joule penyumbatan pembuluh darah. Alat reproduksi
Jadi, energi kinetik elektron yang dihamburkan yang tidak fertil (mandul) adalah salah satu efek
sebesar 7,95 × 10–16 joule. dari radiasi nuklir. Gangguan sistem saraf dan
perubahan hormon lebih disebabkan oleh faktor
14. Jawaban: b
biologi.
Diketahui: Ek = 0,54 eV = 0,864 × 10–19 J
λ = 520 nm = 5,2 × 10–7 m 18. Jawaban: a
Ditanyakan: W0 Diketahui: λ = 8,5 Å = 8,5 × 10–10 m
Jawab : Ditanyakan: ΔV
E = W0 + Ek Jawab:
W0 = E – Ek hc
W = λ
hc
W0 = λ – Ek (6,63 × 10−34 Js)(3 × 108 m/s)
= = 2,34 × 10–16 J
8,5 × 10−10 m
(6,63 × 10−34 Js)(3 × 108 m/s)
W0 = – 0,864 × 10–19 J W = eΔV
5,2 × 10−7 m
W
= 3,825 × 10–19 J – 0,864 × 10–19 J ΔV = e
2,961 × 10−19 J 2,34 × 10−16 J
= = 1,850 eV = = 1.462 eV = 1,46 keV
1,6 × 10−19 J/eV 1,6 × 10−19 C
Jadi, fungsi kerja natrium adalah 1,850 eV. Jadi, beda potensial antara katode dan anode
15. Jawaban: a sebesar 1,46 keV.
Diketahui: Δx = 4 × 10–15 m 19. Jawaban: b
Ditanyakan: Δp Diketahui: W = 3 eV
Jawab: f = 5 × 1014 Hz
= 1,054 × 10−34 Js Dianyakan: E
Δp ≥ ≥ ≥ 1,3 × 10–20 kg m/s
2Δx 2(4 × 10−15 m) Jawab:
Jadi, momentum minimal yang dibutuhkan elektron Energi yang dimiliki foton cahaya sebesar:
supaya menjadi zarah inti atom sebesar E = hf = (6,63 × 10–34 Js)(5 × 1014 Hz)
1,3 × 10–20 kg m/s. = 33,15 × 10–20 J
= 2,072 eV
Berdasarkan perhitungan energi foton, menunjuk-
kan bahwa energi foton lebih kecil dari energi
ambang logam. Keadaan ini menyebabkan
elektron tidak dapat terlepas dari logam dan tidak

Fisika Kelas XII 151


terjadi efek foto listrik. Jadi, jawaban yang tepat (7,2 × 10−19 J) − 5,3 × 10−19 J
adalah opsi b. =
1,6 × 10−19 C
20. Jawaban: c = 1,18 V
XRD (X Ray Diffraction) yaitu alat yang digunakan
untuk mengetahui struktur atom sebuah kristal. Jadi, potensial penghenti logam sebesar 1,18 V.
Alat ini memanfaatkan sinar X. CCD (Charge- 24. Jawaban: c
Coupled Device) merupakan alat yang me- Diketahui: E = 4,7 eV = 7,52 × 10–19 J
manfaatkan foton cahaya tampak. CCD digunakan Ditanyakan: υ
pada kamera digital. Radiofon adalah semacam Jawab:
telepon tanpa kabel yang memanfaatkan gelombang E
radio. Sementara, pemindai barang di bandara me- υ = h
manfaatkan sinar X untuk memanfaatkan sinar X 7,52 × 10−19 J
untuk mendeteksi barang-barang yang tidak = = 1,13 × 1015 Hz
6,63 × 10−34 Js
diperkenankan dibawa saat mengendarai pesawat. Jadi, frekuensi foton tersebut sebesar 1,13 × 1015 Hz.
Soal nomor 21–30 hanya ada di buku guru 25. Jawaban: d
sebagai soal pengayaan bagi Bapak/Ibu Guru. Pemanfaatan efek fotolistrik salah satunya
menghasilkan sinar X. Sinar X merupakan foton
terhambur dari hasil eksitasi elektron menuju orbit
21. Jawaban: e yang lebih dalam. Pembuatan sensor cahaya
Diketahui: λ1 = 5.400 Å memanfaatkan efek fotolistrik pada bahan
T1 = T semikonduktor. Mesin barcode pada pusat
3 perbelanjaan juga memanfaatkan prinsip efek
T2 = 2 T
fotolistrik. Sementara fiber optic bekerja dengan
Ditanyakan: λ2 memanfaatkan gelombang sinar tampak yang tidak
Jawab: berkaitan dengan efek fotolistrik.
λ1T1 = λ2T2
26. Jawaban: e
3
5.400 ÅT = λ2 2 T h
λ =
mv
2
λ2 = 3
(5.400 Å) Keterangan:
λ = panjang gelombang elektron
= 3.600 Å = 360 nm h = konstanta Planck
Jadi, panjang gelombang radiasi maksimum m = massa elektron
v = kecepatan elektron
menjadi 360 nm.
Panjang gelombang de Broglie berbanding terbalik
22. Jawaban: c dengan massa dan kecepatan elektron, atau
Efek fotolistrik adalah proses lepasnya elektron berbanding terbalik dengan momentum elektron.
logam karena disinari gelombang elektromagnetik.
Elektron dapat terlepas jika energi foton lebih besar 27. Jawaban: e
dari fungsi kerja logam. Tinjau persamaan efek Ultrasonografi menggunakan gelombang bunyi
fotolistrik: berfrekuensi tinggi untuk pencitraan kondisi janin.
E = W0 + Ek Kamera ponsel memanfaatkan gelombang cahaya
tampak. Kamera ponsel ada pula yang dilengkapi
Nilai energi ambang atau fungsi logam tetap untuk
dengan CCD yang bekerja berdasarkan prinsip efek
setiap jenis logam. Oleh karena itu, energi kinetik
fotolistrik tetapi tidak menggunakan sinar X.
elektron yang terlepas dari logam sebanding dengan
Pencitraan termal memanfaatkan pancaran
nilai energi foton yang mengenainya.
geombang inframerah. Pencitraan medis ada yang
23. Jawaban: a memanfaatkan sinar X untuk kebutuhan rontgen.
Diketahui: W0 = 4,5 eV = 7,2 × 10–19 J Sementara untuk menjelaskan struktur atom ada
υ = 8 × 1014 Hz yang memanfaatkan sinar X yaitu XRD.
Ditanyakan: v0
28. Jawaban: d
Jawab:
Diketahui: P = 100 W
W0 − hυ
V0 = λ = 542 nm = 5,42 × 10–7
e
Ditanyakan: banyak foton
(7,2 × 10−19 J) − (6,63 × 10 −34 Js)(8 × 1014 Hz)
=
1,6 × 10−19 C

152 Konsep dan Fenomena Kuantum


Jawab: Jawab:
E =W λ1 T
λ2
= T2
c 1
nh λ = Pt
400K
n Pλ
= 300K
t
= hc 4
= 3
−7
n (100 W)(5,42 × 10 m)
= Jadi, perbandingan panjang gelombang benda yang
t (6,63 × 10−34 Js)(3 × 108 m/s)
memiliki suhu 27°C dan 177°C adalah 4 : 3.
542 × 10−7
= 2. Diketahui: A = 10 mm2
19,89 × 10−26
T = 77°C = 350 K
= 2,7 × 1020 buah P = 0,25Plistrik
Jadi, banyak foton 2,7 × 1020 buah. e = 0,6
29. Jawaban: a Ditanyakan: I
Diketahui: mn = 2.000 me Jawab:
λ n = λe P = eσAT4
ve = 1 × 107 m/s = (0,6)(5,67 × 10–8 Wm2K4)(1 × 10–5 m2)(350 K)4
Ditanyakan: vn = 5,10 × 10–3 W
Jawab: Daya kalor radiasi adalah 25% dari daya listrik.
λn = λ e
5,10 × 10 −3
h h Plistrik = 0,25
mnv n = m ev e
h h = 0,0204 W
(2.000 me )(v n ) = (m )(1× 107 m/s) Plistrik 0,0204 W
e
7
I= W
= 220 V
= 9,3 × 10–5 A = 93 μA
(me )(1 × 10 m/s)
Vn = 2.000 me Jadi, arus yang mengalir dari stop kontak agar
= 5 × 103 m/s lampu dapat berfungsi sebesar 93 μA.
Jadi, neutron harus berkecepatan 5 × 103 m/s
supaya memiliki panjang gelombang sama dengan 3. Diketahui: Efoton=10%Elistrik
elektron. λ = 4.000 Å = 4 × 10–7 m
P = 100 W
30. Jawaban: a t =1s
CCD tidak lain adalah kumpulan diode metal- h = 6,6 × 10–34 J s
oxide semiconductor (MOS) yang dicetak Ditanyakan: n
berdekatan satu dengan lainnya yang memiliki Jawab:
kemampuan menyimpan muatan. Paket muatan Elistrik = 10%Pt
listrik (elektron) tersebut dapat dipindahkan dari = (0,1)(100 W)(1 s)
satu diode ke diode lainnya dengan menerapkan = 10 J
urutan tegangan listrik ter tentu. CT scan
memanfaatkan sinar X yang tidak lain adalah hasil Efoton = Elistrik
dari fenomena kuantum. Sel surya memanfaatkan c
efek fotolistrik pada semikonduktor. Sementara 10 J = nh λ
mikroskop elektron memanfaatkan sinar elektron
(10 J)(4 × 10−7 m)
yang dikendalikan oleh pemantulan magnetik atau n=
(6,63 × 10−34 Js)(3 × 108 m/s)
elektrostatik yang akan memengaruhi elektron agar
terfokus pada sinar dan membentuk sebuah 4 × 10 −6
=
bayangan. Berdasarkan keterangan tersebut 1,989 × 10 −25

keempat alat memanfaatkan mekanika kuantum ≈ 2,011 × 1019


dalam cara kerjanya. Jadi, foton yang dipancarkan lampu pijar setiap
sekon sebanyak 2,011 × 1019.
B. Uraian
4. Diketahui: v x = 6.500 m/s
1. Diketahui: T1 = 27°C = 300 K akurasi = 0,004%
T2 = 177°C = 400 K Ditanyakan: Δxmin
Ditanyakan: λ1 : λ2

Fisika Kelas XII 153


Jawab: Ditanyakan: λ
P x = mvx Jawab:
= (9,1 × 10–31 kg)(6.500 m/s) Energi kinetik pertikel yang dipercepat dengan beda
= 5,9 × 10–27 kg m/s potensial setara dengan E = qΔV.
ΔPx = (akurasi)(Px) qΔV =
1
mv 2 . . . (1)
2
= (0,00004)(5,9 × 10–27 kg m/s)
Panjang gelombang de Broglie:
= 2,36 × 10–31 kg m/s
h
Ketidakpastian minimal: λ= p
. . . (2)
= −34
1,054 × 10 J Berdasarkan persamaan 1, kita dapat menyusun
Δxmin ≥ =
2ΔPx 2(2,36 × 10−31 kg m/s) persamaan momentum partikel.
= 0,229 × 10–3 m = 0,229 mm 1
qΔV = 2
mv 2
Jadi, posisi elektron kira-kira berada pada jarak
0,229 mm. 2q ΔV
v= . . . (3)
m
5. Diketahui: W0 = 3,8 eV = 6,08 × J 10–19
λ = 210 nm = 2,1 × 10–7 m Panjang gelombang de Broglie dapat dijabarkan
Ditanyakan: V0 sebagai berikut.
Jawab: h h h h
E = W0 + Ek λ = p
= mv = 2q ΔV =
m 2qm 2 ΔV
m
m
hc
λ
= W0 + eV0
h h
= =
(6,63 × 10−34 Js)(3 × 108 m/s) 2qm ΔV 2QM ΔV
= (6,08 × 10–19 J) +
2,1 × 10−7 m Jadi, panjang gelombang de Broglie sebesar
(1,6 × C)V0 10–19
h
–19 –19
9,47 × 10 J = (6,08 × 10 J) + .
2QM ΔV
(1,6 × 10–19 C)V0
8. Berdasarkan grafik dapat ditentukan nilai frekuensi
9,47 × 10−19 J − (6,08 × 10−19 J)
V0 = ambang sebesar υ0 = 8 × 1015 Hz. Energi ambang
1,6 × 10−19 m
elektron sebesar:
= 2,12 V W0 = hυ0
Jadi, potensial penghenti yang dibutuhkan sebesar = (6,63 × 10–34 Js)(8 × 1015 Hz)
2,12 V. = 5,30 × 10–18 J
6. Diketahui: λ = 6 Å = 6 × 10–10 m Tinjau persamaan efek fotolistrik.
λ′ = 6,02 Å = 6,02 × 10–10 m Wkmaks = E – W0
Ditanyakan: θ = hυ0 – W0
Jawab: = (6,63 × 10 –34 Js)(10 × 10 15 Hz) –
h 5,30 × 10–18 J
λ′ – λ = mc
(1 – cos θ)
= 1,33 × 10–18 J
6,02 × 10–10 m – 6 × 10–10 m = 8,31 eV
Jadi, energi kinetik elektron sebesar 8,31 eV.
6,63 × 10 −34 Js
= (9,1 × 10−31 kg)(3 × 108 m/s)
(1 – cos θ°) 9. Diketahui: λf = λ
λe = λ
0,02 × 10–10 m = (0,24 × 10–11 m)(1 – cos θ)
Momentum foton:
0,02 × 10−10 m Ee = Ef
(1 – cos θ) =
0,024 × 10−10 m
mc2 = hυ
cos θ = 1 – 0,83

θ = 80,40° mc = c
Jadi, sudut simpang foton sebesar 80,40°. υ 1
Di mana p = m c dan c = λ
7. Diketahui: partikel
q =Q hυ h
sehingga momentum foton p = c = λ
m= M
V = ΔV

154 Konsep dan Fenomena Kuantum


Momentum elektron partikel berdasarkan de Broglie Jawab:
h
p= λ 12,42 × 10−7 J
λmin =
V0
Jadi, momentum foton dan elektron yang memiliki
panjang gelombang sama akan bernilai sama. 12,42 × 10−7 J
V0 =
λmin
10. Diketahui: λmin = 60 pm = 6 × 10–11 m
12,42 × 10−7 J
Ditanyakan: V0 V0 =
6 × 10−11 m
= 2,07 × 104 volt
Jadi, tegangan yang harus dipasang pada tabung
sebesar 2,07 × 104 volt.

Fisika Kelas XII 155


Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu:
1. menjelaskan konsep penyimpanan dan transmisi data dalam bentuk analog dan digital serta penerapannya dalam teknologi
informasi dan komunikasi yang nyata dalam kehidupan sehari-hari;
2. menyajikan hasil penelusuran informasi tentang transmisi dan penyimpanan data dalam bentuk analog dan digital serta
penerapannya dalam teknologi informasi dan komunikasi.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, peserta didik:
1. bersyukur atas ditemukannya teknologi digital serta bijak dalam memanfaatkannya;
2. memiliki rasa ingin tahu dengan mencari banyak informasi tentang konsep penyimpanan dan transmisi data;
3. gemar membaca untuk menambah pengetahuan tentang perkembangan teknologi digital yang diterapkan dalam kehidupan
sehari-hari.

Teknologi Digital

Mempelajari

Mengenal Teknologi Digital Teknologi Telepon Seluler

Mencakup Mencakup

• Pengertian Teknologi • Mengenal Telepon Seluler


• Pengertian Digital • Cara Kerja Telepon Seluler
• Proses Transmisi Data
• Teknologi Digital dalam Proses
Transmisi Data

Mampu

• Menjelaskan definisi teknologi.


• Menjelaskan teknologi digital dalam transmisi data.
• Menjelaskan definisi, sejarah, dan cara kerja telepon seluler.
• Bersyukur atas ditemukannya teknologi digital dengan memanfaatkannya secara
bijaksana.
• Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi di setiap kegiatan.

156 Teknologi Digital


A. Pilihan Ganda 3) 01110011 01101001 01100110 01101001
1. Jawaban: d 01101011 01100001 = sifika
Pengertian teknologi yaitu keseluruhan sarana 4) 01101011 01100001 01110011 01101001
untuk menyediakan kebutuhan yang diperlukan 01100110 01101001 = kasifi
bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup 5) 01100110 01101001 01110011 01101001
manusia. Sifat dasar dari teknologi adalah mem- 01101011 01100001 = fisika
permudah kehidupan manusia. Jadi, jawaban Jadi, jawaban yang benar adalah pilihan e.
yang tepat adalah d. 6. Jawaban: b
2. Jawaban: b Dalam sistem digital dikenal dua bilangan yaitu 0
Teknologi digital adalah teknologi mengodekan dan 1. Dua bilangan ini disebut juga bilangan
data dalam angka 1 dan 0. Dua angka ini biner. Bilangan biner inilah yang menjadi tumpuan
dinamakan bilangan biner. Bilangan biner menjadi dari semua perintah-perintah dan menjadi kode
tumpuan dari semua perintah dan menjadi kode dari sebuah sistem digital yang menggambarkan
dari sistem digital. Jadi, jawaban yang tepat perintah ON dan OFF. Jadi, jawaban yang tepat
adalah pilihan b. adalah 1) dan 3).

3. Jawaban: e 7. Jawaban: d
Sistem digital yang menggunakan kode 1 dan 0 Transmisi data adalah proses pengiriman data
juga dikenal sebagai BIT (binary digit). Bit merujuk (informasi) dari pengirim ke penerima. Jadi,
pada sebuah digit dalam sistem angka biner, jawaban yang tepat adalah d.
contohnya angka 10010 memiliki panjang 5 bit. 8. Jawaban: c
Digit biner hampir selalu digunakan sebagai Harddisk terdiri dari spindle yang menjadi pusat
satuan terkecil dalam penyimpanan dan putaran dari keping-keping cakram magnetik
komunikasi informasi di dalam teori komputasi dan penyimpan data. Spindle ini berputar dengan
informasi digital. Pengertian bit ini sangat penting cepat. Oleh karena itu, harus menggunakan high
ketika ingin mempelajari tentang transmisi dan quality bearing. Jadi, tanpa spindle harddisk tidak
penyimpanan data secara digital. Jadi, jawaban dapat berputar dengan baik.
yang tepat adalah e.
9. Jawaban: e
4. Jawaban: a Ukuran penyimpanan harddish lebih besar
Terjemahan dari kode biner sebagai berikut. dibandingkan flasdisk. Meskipun ukuran
01010100 = T penyimpanan flasdisk semakin besar, tetapi
01100101 = E belum mampu menyamai perkembangan
01101011 = K penyimpanan harddisk.
01101110 = N 10. Jawaban: e
01101111 = O Seseorang yang ingin menyimpan data secara
01101100 = L Cloud computing tidak memerlukan penyimpan
01101111 = O data secara fisik. Benda fisik disediakan oleh
01100111 = G layanan jasa penyimpanan.
01101001 = I
B. Uraian
Jadi, pengodean dari biner menghasilkan kata
Teknologi 1. Transmisi menurut Kamus Besar Bahasa Indo-
nesia adalah pengiriman (penerusan) pesan dan
5. Jawaban: e sebagainya dari seseorang kepada orang (benda)
Apabila setiap pilihan dianalisis hasilnya seperti lain. Adapun data yaitu keterangan atau informasi
berikut. dalam berbagai bentuk seperti tulisan, suara,
1) 01101011 01100001 01100110 01101001 gambar diam, gambar bergerak, dan tulisan. Jadi,
01110011 01101001 = kafisi transmisi data adalah proses pengiriman data dari
2) 01100110 01101001 01101011 01100001 pengirim ke penerima.
01110011 01101001 = fikasi

Fisika Kelas XII 157


2. Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk 4. Digital
menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi 01100100 = D
kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. 01101001 = I
Dalam pengertian yang lain, teknologi merupakan 01100111 = G
penerapan dari ilmu pengetahuan yang dimiliki 01101001 = I
manusia. 01110100 = T
01100001 = A
3. Sistem digital mengenal pengodean biner yaitu
01101100 = L
penggunaan angka 0 dan 1. Penggunaan dua
angka ini bermakna kepastian dalam sistem 5. 01001001 01101110 01100100 01101111
pengodean data. Jika perintah bernilai 1 maka ia 01101110 01100101 01110011 01101001
pasti 1 dan tidak 0, begitu pula sebaliknya. 01100001

A. Pilihan Ganda 6. Jawaban: e


1. Jawaban: c Generasi smartphone memungkinkan ponsel mem-
Handy-talky tidak membutuhkan biaya komunikasi punyai kemampuan kerja yang lebih baik dibanding
karena tidak menggunakan operator. Ponsel ponsel generasi sebelumnya. Smartphone
menggunakan biaya karena melibatkan operator memungkinkan ponsel melakukan beberapa kerja
telepon. Jangkauan area handy-talkie tidak terlalu dalam waktu yang sama (multitasking).
luas sedangkan telepon seluler dapat menjangkau 7. Jawaban: d
seluruh wilayah negara Indonesia. Jadi, jawaban Multitasking adalah kemampuan ponsel me-
yang tepat adalah pilihan c. lakukan beberapa kerja dalam waktu bersamaan.
2. Jawaban: e Multitasking sangat memengaruhi baterai karena
Telepon seluler jenis 1-G merupakan telepon menyerap energi yang cukup banyak.
seluler pertama yang sebenarnya. Tahun 1973, 8. Jawaban: a
Martin Cooper dari Motorola Corp menemukan Memutar video, file suara, internet banking,
telepon seluler pertama dan diperkenalkan berkirim gambar, dan internet adalah era ponsel
kepada publik pada 3 April 1973. Telepon seluler smartphone. Kemampuan dasar sebuah ponsel
yang ditemukan oleh Cooper memiliki berat yaitu untuk melakukan panggilan suara.
30 ons atau sekitar 800 gram. Penemuan inilah
yang telah mengubah dunia selamanya. Teknologi 9. Jawaban: b
yang digunakan 1-G masih bersifat analog dan Sistem operasi (operating system) adalah
dikenal dengan istilah AMPS. Jadi, jawaban yang seperangkat program yang mengelola sumber
tepat adalah e. daya perangkat keras komputer, ponsel, atau
hardware yang menyediakan layanan umum
3. Jawaban: b untuk aplikasi perangkat lunak. Android dan IOS
GPRS, EDGE, 3G, HSDPA, dan LTE adalah termasuk operating sistem. Sistem operasi inilah
layanan data yang diselenggarakan oleh yang menjadikan telepon seluler dapat menjadi
perusahaan telepon seluler di Indonesia. Teknologi smartphone karena mampu mengoptimalkan
terkini yang digunakan adalah 4G atau LTE. Jadi, semua komponen dalam ponsel sehingga
jawaban yang tepat adalah pilihan b. bermanfaat. Jadi, jawaban yang tepat adalah
4. Jawaban: e pilihan b.
Teknologi pembuatan baterai sangat memengaruhi 10. Jawaban: c
ukuran dari ponsel. Semakin tipis dan kecil ukuran Wi-Fi adalah sebuah teknologi yang memanfaat-
baterai, semakin tipis dan kecil ukuran ponsel yang kan peralatan elektronik untuk bertukar data
dapat dibuat. Jadi, jawaban yang tepat adalah e. secara nirkabel menggunakan gelombang radio.
5. Jawaban: c Fasilitas Wi-Fi pada ponsel dapat dimanfaatkan
Lompatan teknologi terbesar terjadi dari generasi II untuk berbagi jaringan internet.
ke generasi III. Teknologi 3G telah menjadikan
internet dapat dimanfaatkan untuk transfer data
secara optimal.

158 Teknologi Digital


B. Uraian penghantar wireless ke sistem telepon landline
1. Prosesor ponsel merupakan salah satu komponen tradisional. Panggilan tersebut kemudian akan
yang berfungsi untuk memproses perintah-perintah langsung diarahkan ke jaringan telepon tradisional
yang diberikan oleh pengguna ponsel. Contoh dan ke orang yang menjadi tujuan panggilan.
ketika pengguna ingin menggunakan kamera 4. Perbedaan mendasar terletak pada fungsi,
ponsel, prosesor bertugas untuk memproses agar kemampuan, dan ukuran. Pada telepon generasi
aplikasi dari kamera ponsel segera aktif dan dapat pertama, kemampuannya terbatas pada teknologi
digunakan. telepon suara. Oleh karena itu, fungsi telepon
2. Pada generasi 2G sinyal analog sudah diganti generasi ini hanya untuk komunikasi. Adapun
dengan sinyal digital. Penggunaan sinyal digital telepon generasi mutakhir telah menggabungkan
memperlengkapi telepon seluler dengan pesan kemampuan telepon suara, berkirim tulisan,
suara, panggilan tunggu, dan SMS. Telepon seluler memutar video, dan juga berinteraksi meng-
pada generasi ini juga memiliki ukuran yang lebih gunakan layanan video. Hal ini menjadikan fungsi
kecil dan lebih ringan karena penggunaan teknologi telepon generasi mutakhir tidak hanya pada sisi
chip digital. Ukuran yang lebih kecil juga komunikasi, tetapi juga sisi hiburan.
dikarenakan kebutuhan tenaga baterai yang lebih 5. Baterai merupakan komponen sangat penting
kecil. Keunggulan dari generasi 2G adalah ukuran dalam proses transmisi data peralatan wireless.
dan berat yang lebih kecil serta sinyal radio yang Dengan ukuran baterai yang kecil, peralatan dapat
lebih rendah, sehingga mengurangi efek radiasi dibuat sekecil dan setipis mungkin serta dengan
yang membahayakan pengguna. bobot yang ringan. Selain itu, baterai yang tahan
3. Ketika melakukan panggilan dari telepon genggam lama menjadikan peralatan wireless akan lebih
ke telepon rumah, panggilan tersebut akan melalui bermanfaat ketika berada diluar ruangan.
antena wireless terdekat dan akan diubah oleh

Fisika Kelas XII 159


160
Teknologi Digital
Generasi 0 (Handy-
Talky SCRS 36)

Generasi I (Telepon
Seluler Generasi 1G) Mengenal
Telepon Pengertian Teknologi
Generasi II (Telepon Seluler
Seluler Tahun 1996) Pengertian Digital

Generasi III (Ponsel 3G)

Generasi IV (Ponsel 4G) Telepon Seluler

Teknologi Telepon Teknologi Mengenal Teknologi Proses Transmisi Data


Siaran Televisi Digital
Seluler Digital Digital
Komputer yang
Terhubung ke Jaringan
Panggilan dari Telepon
Genggam ke Telepon
Rumah
Cara Kerja
Telepon Teknologi Digital
Panggilan dari Telepon Seluler
Genggam ke Telepon dalam Proses
Transmisi Data Flashdisk
Genggam

Panggilan Jarak Jauh MicroSD


A. Pilihan Ganda 10. Jawaban: c
1. Jawaban: b Cakram magnetik adalah tempat penyimpanan
Sistem digital menggunakan kode bilangan biner yaitu data pada harddisk. Cakram magnetik berbentuk
1 dan 0 yang artinya YA dan TIDAK atau ON dan pelat tipis dengan bentuk seperti CD-R. Dalam
OFF. Jadi, jawaban yang tepat adalah pilihan b. harddisk terdapat beberapa cakram magnetik.
Harddisk yang pertama kali dibuat terdiri atas
2. Jawaban: e 50 piringan cakram magnetik dengan ukuran
12 bit ditunjukkan oleh sepuluh bilangan biner 0,6 meter dan berputar dengan kecepatan
yaitu bilangan 0 dan 1. Jadi, jawaban yang tepat 1.200 rpm. Saat ini kecepatan putaran harddisk
adalah pilihan e. sudah mencapai 10.000 rpm dengan transfer data
3. Jawaban: e mencapai 3,0 GBps.
Telepon seluler dapat digunakan untuk mengirim- 11. Jawaban: a
kan dan menerima data baik suara maupun tulisan. Transmisi menurut Kamus Besar Bahasa
Modem transmisi seperti ini bersifat dua arah. Indonesia adalah pengiriman (penerusan) pesan
4. Jawaban: a dan sebagainya dari seseorang kepada orang
Flashdisk, microSD, dan microSDHC mengguna- (benda) lain.
kan alat penyimpanan data yang bersifat diam, Data yaitu keterangan atau informasi dalam berbagai
sedangkan harddisk menggunakan model cakram bentuk seperti tulisan, suara, gambar diam, dan
yang bergerak. Jadi, jawaban yang tepat adalah gambar bergerak.
pilihan a. Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk
menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi
5. Jawaban: a kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.
Harddisk terdiri dari spindle yang menjadi pusat Digital merupakan sistem yang berhubungan
putaran dari keping-keping cakram magnetik dengan angka, dalam hal ini kode biner.
penyimpan data. Spindle ini berputar dengan cepat. Cloud storage adalah penyimpanan berbasis
Oleh karena itu, harus menggunakan high quality jaringan internet.
bearing. Jadi, jawaban yang tepat adalah pilihan a.
12. Jawaban: a
6. Jawaban: e I = 01001001
Telepon seluler generasi pertama hanya dapat N = 01001110
melakukan aktivitas telepon dan juga berkirim D = 01000100
pesan singkat (SMS). O = 01001111
7. Jawaban: c N = 01001110
Cloud storage merupakan pengembangan E = 01000101
teknologi penyimpanan berbasis internet. Dengan S = 01010011
teknologi ini, proses penyimpanan data dapat I = 01001001
bersifat praktis karena dapat diakses di mana saja A = 01000001
ketika ada jaringan internet. Jadi, jawaban yang Jadi, jawaban yang tepat adalah pilihan a.
tepat adalah pilihan c. 13. Jawaban: b
8. Jawaban: d 01001101 = M
Komputasi awan merupakan metode penggunaan 01000001 = A
komputer yang memanfaatkan jaringan internet. 01001010 = J
Syarat utama dari penggunaan teknologi ini adalah 01000001 = A
ketersediaan internet untuk menghubungkan 01010000 = P
antarkomputer atau komputer dengan pusat data. 01000001 = A
01001000 = H
9. Jawaban: a 01001001 = I
Flashdisk mempunyai ukuran yang kecil sehingga 01010100 = T
praktis untuk dibawa. Hal ini menjadikan kandar Jadi, jawaban yang tepat adalah pilihan b.
kilat lebih baik dari harddisk eksternal yang lebih
besar ukurannya. Jadi, jawaban yang tepat adalah 14. Jawaban: c
pilihan a. Telepon generasi pertama menggunakan
frekuensi 800 MHz dan analog (AMPS). Telepon

Fisika Kelas XII 161


generasi ketiga memanfaatkan teknologi EDGE. 3. Read-write head adalah pengambil data dari
Adapun telepon generasi keempat dapat cakram magnetik. Head ini melayang dengan
melakukan video call. Jadi, jawaban yang tepat jarak yang tipis dengan cakram magnetik. Dahulu
adalah pilihan c. head bersentuhan langsung dengan cakram
magnetik sehingga mengakibatkan keausan pada
15. Jawaban: c
permukaan karena gesekan. Kini antara head dan
Generasi kedua atau 2G muncul pada sekitar
cakram magnetik sudah diberi jarak sehingga
tahun 1990-an. 2G di Amerika sudah meng-
umur harddisk lebih lama.
gunakan teknologi CDMA, sedangkan di Eropa
menggunakan teknologi GSM. GSM mengguna- 4. MicroSD adalah satu jenis penyimpan data
kan frekuensi standar 900 MHz dan frekuensi dengan ukuran kecil yang populer. Keunggulan
1.800 MHz. dari microSD sebagai berikut.
a. Praktis karena ukuran kecil.
16. Jawaban: b
b. Mampu menyimpan data langsung dari ponsel.
Generasi 4G mempunyai teknologi tertinggi
c. Mudah dipindahkan dari satu ponsel ke ponsel
sehingga transfer data dapat dilakukan dengan
lain sehingga pertukaran data lebih mudah.
lebih cepat dan efisien.
5. Ketika melakukan panggilan, panggilan akan
17. Jawaban: e
dirutekan melalui jaringan landline kepada
Semakin tinggi kemampuan teknologi transmisi
pengantar wireless penerima atau akan dirutekan
data, semakin boros dalam penggunaan data.
dalam jaringan wireless ke tempat sel terdekat
Teknologi terkini yang sudah dirilis di publik adalah
dengan orang yang menjadi tujuan panggilan. Pada
4G. Teknologi ini paling boros dibandingkan
saat berbicara menggunakan telepon genggam,
dengan teknologi lainnya.
maka telepon genggam akan menangkap suara
18. Jawaban: c dan mengubah suara menjadi frekuensi radio
Penggunaan baterai berbanding lurus dengan (gelombang radio). Gelombang radio akan berjalan
kecepatan transmisi data. Urutan teknologi melalui udara hingga menemukan penerima di
transmisi data dari yang paling awal hingga terkini stasiun dasar terdekat. Stasiun dasar kemudian
yaitu GPRS, EDGE, UMTS, HSDPA, LTE. Jadi, akan mengirimkan panggilan tersebut melalui
jika ingin menghemat baterai, teknologi yang jaringan wireless hingga sampai pada orang yang
digunakan sebaiknya adalah GPRS. menjadi tujuan telepon.
19. Jawaban: e 6. Teknologi digital dalam siaran televisi meng-
Ponsel mempunyai teknologi wireless yaitu hasilkan gambar yang lebih jernih karena diolah
teknologi yang tidak memerlukan kabel sehingga secara elektronik digital. Selain itu, konsumsi daya
ponsel dapat dibawa ke manapun tidak seperti yang dibutuhkan tidak terlalu besar karena tidak
telepon rumah. memerlukan tabung CRT dalam proses meng-
hasilkan gambar.
20. Jawaban: d
Pada dasarnya fungsi telepon adalah untuk 7. Perbedaan mendasar dari kedua telepon ini terletak
komunikasi suara dan tulisan. Namun, dalam pada teknologi yang digunakan. Perkembangan
perkembangannya telepon dapat difungsikan teknologi akan menghasilkan perbedaan ukuran
untuk pelbagai keperluan seperti hiburan. Telepon dan fungsi dari kedua telepon ini.
yang menggabungkan berbagai fungsi ini biasa
8. Cloud storage memudahkan data diakses dari
disebut telepon cerdas (smartphone).
tempat yang berbeda dengan mudah. Pengguna
tidak perlu mempunyai penyimpan data manual
B. Uraian
karena telah disimpan secara online.
1. Teknologi digital menggunakan kode 1 dan 0
dalam menerjemahkan perintah dari pengguna. 9. Teknologi 4G mempunyai kemampuan transfer
Kode 1 dan 0 ini disebut kode biner. data yang besar. Hal ini sangat sesuai dengan
kebutuhan untuk transmisi data berupa video yang
2. Perbedaan prinsip kedua televisi terletak pada berukuran besar.
proses modulasi transmisi yang dilakukan. Gambar
dan suara pada televisi digital diolah secara digital 10. Teknologi transmisi data tidak dapat lepas dari
menggunakan kode 1 dan 0, sedangkan pada peran sumber energi yang dibutuhkan. Semakin
televisi analog masih menggunakan komponen tinggi kecepatan transmisi data, semakin besar
elektronika analog memanfaatkan tabung CRT. energi yang dibutuhkan. Hal ini menjadikan
telepon seluler yang menggunakan teknologi
transmisi data yang tinggi harus menggunakan
baterai berkapasitas besar.

162 Teknologi Digital


A. Pilihan Ganda Jawab:
1. Jawaban: c 3
V0 = 216 cm3 → r0 = 216 cm3 = 6 cm
Diketahui: v = 35 km/jam
ux′ = 1 km/jam v2
Ditanyakan: ux L = L0 1 −
c2
Jawab:
ux′ = ux – v v2
r = r0 1 −
ux = ux′ + v = 1 km/jam + 35 km/jam = 36 km/jam c2
Jadi, kecepatan orang dilihat dari pohon P adalah 1
( 3 c )2
36 km/jam. = 6 cm 1 − 2
2
c
2. Jawaban: d
Diketahui: L0 = 100 m ⎛ 3⎞ ⎛ 1⎞
= 6 cm ⎜ 1 − ⎟ = 6 cm ⎜ 4 ⎟ = 3 cm
L =
3
L0 ⎝ 4 ⎠ ⎝ ⎠
4 V = r × r0 × r0
Ditanyakan: v = 3 cm × 6 cm × 6 cm
Jawab: = 108 cm3
v2 Jadi, volume kubus menjadi 108 cm3.
L = L0 1−
c2
4. Jawaban: a
L v2 Diketahui: m0 = 6 × 10–10 kg
= 1−
L0 c2 v = 0,6c
Ditanyakan: p
3 v2
= 1− Jawab:
4 c2
m0 v
9 v2 p=mv =
=1– v2
16 c2 1−
c2
2
v 9
= 1 – 16 (6 × 10 −15 kg)(0,6)(3 × 108 m/s)
c2 = 2
1 − ⎛⎜
0,6c ⎞

v 7 ⎝ c ⎠
c
=
16
1,08 × 10 −6
1 = kg m/s
v = 7c 0,64
4
3