Anda di halaman 1dari 3

Nama : RITA FAJRIATI

NIM : 17029180

Prodi : Pendidikan Matematika D

A. Kompetensi Pedagogik

Pedagogik berasal dari bahasa Yunani yakni paedos yang artinya anak
laki-laki dan agogos yang artinya mengantar menurut Prof. Dr. J. Hoogavle (Belanda)
pedagogik ialah ilmu yang mempelajari masalah membimbing anak ke arah tujuan
tertentu, yaitu supaya kelak ia mampu secara mandiri menyelesaikan tugas hidupnya.
Menurut Musfah (2015:30) kompetensi pedagogik adalah kemampuan dalam
pengelolaan peserta didik yang meliputi
(a) pemahaman wawasan atau landasan kependidikan;
(b) pemahaman tentang peserta didik;
(c) pengembangan kurikulum atau silabus;
(d) perancangan pembelajaran;
(e) pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis;
(f) evaluasi hasil belajar; dan
(g) pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi
yang dimilikinya.
Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru,
bahwasanya kompetensi guru pendagogik merupakan kemampuan guru
dalam pengelolaan pembelajaran peserta didik yang sekurang-kurangnya
meliputi :
a) Pemahaman Wawasan atau Landasan Kependidikan
b) Pemahaman terhadap peserta didik
c) Pengembangan kurikulum/silabus
d) Perancangan Pembelajaran
e) Pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis
f) Pemanfaatan teknologi pembelajaran
g) Evaluasi Hasil Belajar
h) Pengembangan peserta didik untuk mengatualisasikan berbagai potensi yang
dimilikinya
Kompetensi pedagogik merupakan syarat yang harus dimiliki oleh seorang
guru. Kompetensi pedagogik diperlukan guru untuk berinteraksi dengan siswa pada
saat pembelajaran, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, evalasi hingga tindak
lanjut dari suatu pembelajaran. Apabila guru tidak bisa menguasi kompetensi
pedagogik maka akan mengalami permasalahan dalam pembelajaran.
Manfaat yang diperoleh baik guru maupun siswa dengan adanya kompetensi
pedagogik adalah sebagai berikut.

Bagi Guru
1. Guru dapat memahami peserta didik dengan memanfaatkan prinsip-prinsip
perkembangan kognitif siswa
2. Guru dapat memahami prinsip-prinsip perkembangan kepribadian siswa dan
merefleksikannya dalam proses pembelajaran
3. Guru mampu menyusun rancangan dan melaksanakan strategi pembelajaran
yang sesuai dengan kompetensi, karakteristik dan kebutuhan siswa dalam
belajarnya.

Jika guru dapat memahami peserta didik dengan memanfaatkan prinsip-prinsip


perkembangan kognitif siswa maka:

1. Siswa dapat terpenuhi rasa ingin tahunya.


2. Siswa memiliki keberanian berpendapat dan kemampuan menyelesaikan masalah.
3. Siswa dapat lebih nyaman dalam kegiatan belajarnya.

B. Kompetensi Profesional

Profesi berasal dari bahasa latin "Proffesio" yang mempunyai dua pengertian
yaitu janji/ikrar dan pekerjaan. Bila artinya dibuat dalam pengertian yang lebih luas
menjadi: kegiatan "apa saja" dan "siapa saja" untuk memperoleh nafkah yang dilakukan
dengan suatu keahlian tertentu. Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan
yang dijalankan berdasarkan keahlian dan dituntut pelaksanaan norma sosial dengan
baik. Sedangkan Professionalisme yaitu seorang guru, yang ahli dalam bidang keilmuan
yang dikuasainya dituntut bukan hanya sekedar mampu mentransfer keilmuan ke dalam
diri anak didik, tetapi juga mampu mengembangkan potensi yang ada dalam diri poserta
didik

Profesi dapat dilihat dari dua konteks, yang pertama merupakan indikator
kemampuan yang menunjukan kepada perbuatan yang dapat diobservasi, dan yang
kedua sebagai konsep yang mencakup aspek-aspek kognitif dan afektif engan tahap
pelaksaaannya (Sardiman, 2001).
Berdasarkan peran guru sebagai pengelola proses pembelajaran,guru harus
memiliki kemampuan:
1. Merencanakan proses pembelajaran
- Merumuskan tujuan
- Memilihprioritas materi yang akan diajarkan.
- Memilih dan menggunakan metode.
- Memilih dan menggunakan sumber belajar yang ada..
- Memilih dan menggunakan media pembelajaran.
- Melaksanakan system pembelajaran
- Memilih bentuk kegiatanpembelajaran yang tepat.
- Menyajikan urutan pembelajaran secara tepat
- Mengevaluasi system pembelajaran
- Memilih menyusun jenis evaluasi
- Melaksanakan kegiatan evaluasi sepanjang proses
- Mengadministrasikanhasil evaluasi

2. Mengembangkan system pembelajaran


- Mengoptimalisasi potensi peserta didik
- Meningkatkan wawasan kemampuan diri sendiri
- Mengembangkan program pembelajaran lebih lanjut.
Sedangkan kompentensi guru yang telah di baktikan oleh Dirjen Dikdasmen
Depdiknas (1999) sebagai berikut:
a. Mengembangkan kepribadian.
b. Menguasai landasan kependidikan.
c. Menguasai bahan pembelajaran
d. Menyusun program pengajaran.
e. Melaksanakan program pengajaran
f. Menilai hasil PBM yang telah di laksanakan
g. Menyelenggarakan penelitian sederhana untuk keperluan pengajaran
h. Menyelenggarakan program bimbingan
i. Berinteraksi dengan sejawat dan masyarakat
j. Menyelenggarakan administrasi sekolah

Dengan demikian, dapat di simpulkan untuk menjadi guru profesional yang


memiliki akuntabilitas dalam melaksanakan ketiga kompentensi tersebut, dibutuhkan
tekad dan keinginan yang kuat dalam diri setiap calon guru atau guru untuk
melaksanakan tugas keprofesionalannya dengan baik dan sempurna.