Anda di halaman 1dari 4

1.

Pulsus frekuen
Adalah kondisi pulsus abnormal dimana gangguan pada frekunsi pulsus/laju
denyut nadi yang di percepat.
2. Pulsus rarus
Adalah kondisi pulsus abnormal dimana gangguan pada frekuensi pulsus/laju
denyut nadi yang di perlambat.
3. Pulsus mollis
Adalah kondisi pulsus abnormal, dimana gangguan pada intensitas pulsus yang
lunak, dinding arteri lunak dan gampang ditekan, biasanya terjadi pada insufiensi cordis.
4. Pulsus fortis
Adalah kondisi pulsus abnormal, dimana gangguan pada intensitas pulsus yang
besar dan kuat, arteri penuh berisi darah dan aliran darah besar, biasanya terjadi pada
hipertropi jantung sinister, setelah bekerja keras.
5. Wiry pulse
Adalah kondisi pulsus dimana denyut nadi yang kecil, dinding arteri yang lunak,
arteri tidak penuh berisi darah dan aliran darah kecil.
6. Thready pulse
Adalah kondisi pulsus dimana denyut nadi halus kecil yang terasa seperti tali kecil
atau benang ketika di sentuh degan jari.
7. Running-down pulse
adalah kondisi pulsus yang berangsur-angsur melemah

Daftar Pustaka

https://medical-dictionary.thefreedictionary.com/wiry+pulse

https://dokumen.tips/download/link/diagnosa-klinik-buk-rosa
1. Febris sederhana
Pada tipe febris/demam sederhana ini disertai kejang yang berlangsung singkat
(<15 menit) dan umumnya akan berhenti sendiri, kejang yang terbentuk umum
(bangkitan kejang tonik/klonik), tanpa gerakan fokal, kejang hanya sekali/tidak berulang
dalam 24 jam, dan merupakan 80% diantara seluruh kejang demam.
2. Febris kontinu
Pada tipe febris/demam kontinu, variasi suhu sepanjang hari tidak berbeda lebih
dari satu derajat. Pada tingkat demam yang terus menerus tinggi sekali disebut
hiperpireksia. Contoh penyakitnya adalah demam tifoid, malaria falciparum malignan.

3. Febris remitten
Pada tipe febris/demam remitten, suhu badan dapat turun setiap hari tetapi tidak
pernah mencapai suhu badan normal. Perbedaan suhu yang mungkin tercatat dapat
mencapai dua derajat. Biasanya sebagian besar penyakit virus dan bakteri.

4. Febris intermitten
Pada tipe febris/demam intermitten, suhu badan turun ke tingkat normal selama
beberapa jam dalam satu hari. Bila demam seperti ini terjadi setiap dua hari sekali disebut
tersiana dan bila terjadi dua hari bebas demam diantara dua serangan demam disebut
kuartana. Biasanya disertai penyakit malaria, limfoma, endokarditis.

5. Febris recurens
Pada tipe febris/demam rekuren demam yang timbul kembali dengan interval
irregular pada satu penyakit yang melibatkan organ yang sama (contohnya traktus
urinarius) atau sistem organ multipel.
6. Febris kritis
Pada tipe febris/demam kritis terjadi penurunan suhu setelah demam hingga
temperature badan sekitar 37,5 – 38 ˚C atau kurang, dapat terjadi selama 3-7 hari.
Peningkatan permeabilitas kapiler dan peningkatan hematokrit mungkin terjadi. Kondisi
tersebut menjadi tanda awal fase kritis. Kebocoran plasma bisa terjadi 24-48 jam.
Leukopenia progresif yang diikuti penurunan jumlah platelet bisa terjadi setelah
kebocoran plasma. Pada kondisi ini pasien yang permeabilitas kapilernya tidak
meningkat, kondisinya membaik. Sebaliknya pada pasien yang permeabilitas kapilernya
meningkat, terjadi kehilangan banyak volume plasma. Derajat kebocoran plasma pun
berbeda-beda. Efusi pleura dan asites dapat terjadi. Derajat tingginya hematokrit
menggambarkan kebocoran plasma yang parah.
Syok dapat terjadi ketika kehilangan cairan plasma hingga volume yang kritis.
Kemudian kondisi tersebut dilanjutkan dengan tanda bahaya berupa temperatur badan
yang subnormal. Apabila syok terjadi cukup panjang dapat menyebabkan kerusakan
organ, asidosis metabolik dan DIC.

7. Febris undulant
Pada tipe febris/demam undulant menggambarkan peningkatan suhu secara perlahan dan
menetap tinggi selama beberapa hari kemudian perlahan turun menjadi normal.
8. Febris atipica
Pada tipe febris/demam antipica adalah demam yang meliputi kejang yang
menetap selama lebih dari 15 menit, berulang selama beberapa jam atau hari, dan kejang
setempat. Biasanya kejang demam atipica ini berisiko untuk berkembang epilepsy.

Daftar pustaka

https://www.academia.edu/30580919/Makalah_Demam_FEBRIS?auto=download

Anda mungkin juga menyukai